"Du Bist Lustig, Naruto!"
Disclaimer : Sudah dipastikan bukan punya saya . Tapi punyanya Mas Masashi Kishimoto
Pairing : SasuNaru
Warning : Gaje? "Udah pasti"
Typo? "banyak banget"
ada yang OOC ...
Rated : T *sekarang*
Maaf ya gak bisa bales ripiu kalian. Nanti aja yah soalnya bentar lagi mau buka puasa.
Terima kasih bagi kalian yang telah berkenan me-ripiu fict saya. *nunduk*
Ini chap 4 selamat menikmati yah.
balasan ripiu ... ::
Sasuchi ChukaCukhe : makasih udah mau ripiu ... kalo mau tau naca ajj di chap ini yah ... sekalian ripiu lagi yah ... hhehehe
Nesia eg Yufa : makasih udah ripiu .. okeh chap 4 udah apdet ... mmmh gak tau nui masih bingung soal pairnya ... :(
Uzumaki Winda : makasih udah ripiu ... kalo mau tau baca ajj chap ini yah ... hhehehe ripiu lagi yah ...
Misyel : makasih udah ripiu ... ini chap 4 udah apdet ... RnR lagi yah ...
Fi suki suki : makasih udah ripiu ... hhehehe ini udah apdet Fira-chan ... RnR lagi yah ...
Michiru No Akasuna : hhehehe makasih udah ripiu ... wah sepertinya benci sangat nui ama Kisame .. ini chap 4 udah apdet ...
QIEYA : makasih udah ripiu ... ini udah apdet ... RnR yah ...
SasuNaru lover's : makasih udah ripiu ... yaudah nanti pelaku ng-rape nya mau aku ganti ... hima maunya siapa?
Vii No Kitsune : makasih udah ripiu ... ara? kurang panjang yah ... tadinya mau disatui ama chap 4 tapiiii karna ada suatu alasan jadi di potong deh ... RnR lagi yah ...
Hyuzura Namikaze Hyuuga : makasih udah ripiu ... ini udah apdet ... tenang ajj bakalan ada yang lebh sadis dari ini ... *dihajar Naru lovers
Shiran-chan : makasih udah ripiu ... ini udah apdet ... RnR lagi yah ...
Orange Naru x Blue Sasu : makasih udah ripiu .. ini udah apdet ... aku usahain tiap minggu apdet yah ... tapi gak janji lho ... hhehhe ... benci yah ama Kisame ...
NhiaChayang : makasih udah ripiu ... humph iya ... tebakanny tepat sekali ... RnR lagi yah ...
waaaaaaaaahhhh makasih yah udah pada ripiu,, yang gak ripiu pun makasih udah mau baca fict ini ...
terus ssngat terimakasih amarteader/author yang udah jadiin ini fav story ...
makasih banyak *nunduk hormat*
chap 4 siap disajikan ... Ripiu lagi yah minna ... Arigatou Gozaimasu ...
Kyuubi POV
Sampai juga di ruang UKS. Aku masuk ke dalam. Kekagetan menyelimuti ketika melihat ruangan ini begitu berantakan. Mata merahku menangkap sesosok manusia berambut biru keabu-abuan sedang berbuat sesuatu.
Aku mendekatinya. Sekali lagi mataku membulat sempurna ketika melihat siapa yang menjadi korbannya.
'Naruto?' dengan amarah yang memuncak aku memukul pria yang sudah menyakiti adikku. Aku memukulnya hingga dia pingsan.
Setelah aku membuatnya tak berdaya, aku segera mendekati Naruto yang tergolek tak berdaya. Kulihat pelipisnya mengeluarkan darah aku mencoba menggoyangkan tubuhnya agar dia tetap sadar.
"Nar, bangun. Bertahanlah aku akan membawamu ke Rumah Sakit." tapi percuma dia sudah tak sadarkan diri.
Aku mulai mengangkat tubuh Naruto. Ketika aku berbalik menuju arah pintu terlihat seorang perempuan berambut pink dan 2 orang pemuda satu berambut merah bata dan satunya lagi berambut hitam dan bermodel aneh.
Kyuubi POV end
Ketika Kyuubi hendak membawa Naruto pergi ke Rumah Sakit. Terlihat Sakura, Gaara dan Sasuke terpaku didepan pintu. Gaara dan Sasuke terlihat marah ketika mendapatkan Naruto dalam keadaan menyedihkan.
"Lepaskan dia. Kenapa kau menyakitinya? Siapa kamu?" teriak Sakura.
"Minggir." balas Kyuubi dingin.
"Tidak akan. Cepat lepaskan Naruto." kali ini Gaara tidak bisa menahan amarahnya lagi.
"Tidak. Aku akan membawanya ke Rumah Sakit, kalian jangan coba-coba menghalangiku."
"Daripada kalian berdebat mending kalian cepat bawa Naruto." ucap seseorang di belakang ke tiga murid itu. Mereka langsung menoleh ke sumber suara.
"Shikamaru?" seru Sakura.
"Huh berisik, Sakura. Namikaze-san lebih baik cepat bawa Naruto ke Rumah Sakit lukanya lumayan parah." ucap Shikamaru
Kyuubi langsung berjalan keluar dari UKS diikuti langkah Sasuke, Gaara, Sakura dan Shikamaru. Setelah sampai dilapang parkir Kyuubi segera membuka pintu mobilnya namun ditahan oleh sebuah tangan framboise.
"Aku ikut." ucap Gaara datar namun terkesan khawatir. Kyuubi hanya mengangguk dia berpikir bukan sekarang saatnya untuk berdebat.
Mobil pun ia luncurkan menuju ke Rumah Sakit. Dibelakang mobil Kyuubi terdapat mobil biru milik Sasuke. Sakura dan Shikamaru berada di dalamnya.
Kedua mobil mewah itu pun tiba di pelataran Rumah Sakit. Naruto segera di bawa masuk ke dalam untuk segera ditangani oleh dokter-dokter yang ada disana.
1 jam mereka menunggu keluar dokter yang memeriksa Naruto namun tak ada tanda-tanda bahwa pemeriksaan itu selesai dilakukan. Gaara yang sedari tadi penasaran dengan orang berambut merah itupun akhirnya bertanya.
"Siapa kau? Kenapa kamu menolong Naruto?" Gaara sudah mengetahui cerita yang sebenarnya dari Kyuubi.
"Namikaze Kyuubi. Kakak kandungnya Naruto." empat orang remaja itu kaget terutama Gaara.
"Apa? Kamu kakaknya Naruto?" ucap Sakura tak percaya.
"Iya. Lalu kenapa Nar-" sebelum Kyuubi melanjutkan perkataannya, dokter yang memeriksa Naruto pun keluar.
"Gimana keadaannya, dokter Yakushi?" tanya Sasuke tak sabar.
"Dia tidak apa-apa. Kenapa bisa terluka seperti itu? Apa yang terjadi dengannya? Baru seminggu dia keluar dari Rumah Sakit sekarang udah masuk lagi?" tanya Kabuto heran.
"Tadi di Sekolah dia menjadi korban pelecehan seksual seniornya. Tapi untungnya itu belum sempat dilakukan karena tiba-tiba dia menolongnya." ucap Shikamaru sambil menunjuk Kyuubi dengan gerakan kepalanya.
"Oh. Hemh mungkin sebentar lagi Naruto akan sadar, kalian boleh masuk jika kalian mau." setelah berkata seperti itu Kabuto meninggalkan mereka berlima.
Mereka semua masuk ke ruangan dimana Naruto di rawat. Kesedihan terpancar dari mata mereka, Shikamaru yang biasanya cuek-cuek saja sekarang terlihat sedih. Gaara perlahan mendekati Naruto dan berdiri di samping kiri Naruto, sedangkan Kyuubi berdiri di samping kanan Naruto.
Mereka -terutama Gaara dan Kyuubi- memandang miris kearah Naruto. Terlihat perban mengelilingi kepalanya, jarum infus bertengger cantik di pergelangan tangannya yang mungil.
"Naruto bangunlah. Ini aku kakakmu Kyuubi." lirih Kyuubi.
"Mungkin saat Naruto bangun dia tidak akan mengingatmu. Jadi jangan kaget bila hal itu terjadi." ucap Gaara sambil tetap memandang Naruto. Kyuubi kaget dengan apa yang dikatakan Gaara dan langsung menoleh ke arah Gaara.
Gaara tahu arti tatapan Kyuubi yang ingin meminta penjelasan dari Gaara. Sebelum bercerita, Gaara menghela napas terlebih dulu.
"3 bulan yang lalu aku dan Neesan menemukannya dalam keadaan terluka. Kami membawanya kerumah dan merawatnya. 2 hari dia tak sadarkan diri hingga hari ke 3 dia telah sadar.
Ketika aku menanyakan nama dan alamat rumahnya dia malah kesakitan dan tak sadarkan diri lagi. Setelah diperiksa dokter ternyata dia mengalami amnesia. Aku tahu namanya ketika melihat sebuah nama terukir di bandul kalung yang ia kenakan. Karena dia tidak mengingat siapa dirinya, aku dan kakakku memintanya untuk tinggal di rumah hingga keluarganya di temukan. Dan dia pun menyetujuinya." akhir Gaara dengan helaan napas lagi.
Kyuubi termenung setelah mendengar cerita Gaara. Kemudian dia merogoh sesuatu di saku celananya. Ternyata yang dia ambil adalah telpon genggamnya. Dia mencari sebuah nama di phonebook. Setelah ketemu dihubunginya nomor tersebut.
"Halo." sapa seseorang di seberang telpon yang ternyata adalah Minato, ayahnya Naruto dan Kyuubi.
"Halo Ayah ini aku Kyuubi, aku mau memberi tahu kalau Naruto sudah ketemu." Minato senang bukan main.
"Benarkah? Terus mana Narutonya sekarang, Ayah dan Ibu ingin berbicara dengannya." Kyuubi bingung mau bilang apa ke orangtuanya.
"A-anu Ayah i-itu ..." ucap Kyuubi terbata-bata. Minato yang tidak sabar itu mendesak Kyuubi.
"Mana Naru-channya Kyuubi, Ayah ingin dengar suaranya."
"Naruto belum sadar Ayah. Dia baru saja diberi obat oleh dokter." Minato kaget dengan apa yang didengarnya.
"APA? Apa sesuatu terjadi dengan Naru-chan Kyuubi?"
"Iya Ayah. Disekolahnya Naru-chan jadi korban pelecehan seksual seniornya. Sekarang dia dirawat di Rumah Sakit Pusat Konoha."
"Baiklah kalau begitu, 2 hari lagi Ayah dan Ibu akan ke Konoha. Kamu jaga adikmu ya sampai kami datang."
"Pasti Ayah. Ya sudah sampai nanti Ayah." telepon interlokal pun terputus.
Kyuubi kembali menatap Naruto yang belum sadarkan diri. 2 jam mereka menunggu namun tak ada tanda-tanda akan siuman. Hingga tangan Gaara yang menggenggam tangan Naruto merasakan pergerakan.
"Nar, kamu sudah sadar Nar. Ini aku Gaara." terbukalah mata biru yang selama berjam-jam itu menutup.
Ketika sudah sadar sepenuhnya di otak Naruto terlintas kejadian tadi siang. Dia bangun secara tiba-tiba dan kembali histeris.
"Tidak. Pergi kalian jangan dekati aku. Aku mohon jangan sakiti aku." teriak Naruto disertai dengan cucuran air mata. Semua orang yang disana menjadi kaget dengan teriakan Naruto. Gaara yang melihat itu langsung memeluk Naruto. Naruto berontak tapi pelukan Gaara makin dieratkan.
"Nar, ini aku Gaara. Sudah tenanglah kami -terutama aku- akan selalu menjagamu kamu tenanglah." ucap Gaara sambil mengusap punggung Naruto. Dia pun mulai tenang dan perlahan matanya mulai menutup kembali. Dokter yang tadi dipanggil Sasuke telah datang dan memeriksa Naruto.
"Bagaimana Dok? Kenapa dia menjadi histeris begitu?" tanya Sakura begitu Dokter Yakushi keluar.
"Mungkin dia trauma pada kejadian tadi. Sebisa mungkin buatlah dia merasa aman dan terlindungi." ucap Kabuto. Semuanya mengangguk paham. Kabuto pergi ke Ruangannya lagi karena pekerjaan masih menunggunya.
Hari ke hari keadaannya semakin membaik. Perlahan dia bisa di dekati sedikit demi sedikit. Namun Kyuubi belum berani mengatakan bahwa dia adalah kakaknya mengingat keadaannya masih labil. Yang diketahui Naruto bahwa Kyuubi itu adalah orang yang menolongnya.
"Kyuu-nii" panggil Naruto terkesan manja. Kyuubi menoleh, "Hehehe aku pengen makan jeruk bisa ngupasin buat aku gak?" tanya Naruto malu-malu.
Kyuubi terkekeh melihat Naruto yang malu-malu seperti itu, "Iya tentu saja bisa, tunggu ya aku kupasin dulu." jawab Kyuubi sambil mengambil jeruk dikeranjang buah dan mengupasnya.
"Ini makan. Hati-hati bijinya jangan sampai tertelan."
"Terimakasih Kyuu-nii, aku makan ya." Naruto mulai memakan jeruknya.
Uchiha mansion
Sasuke sedang bersiap untuk pergi ke Rumah Sakit. Sepulang sekolah dia tidak langsung ke sana tapi pulang dulu untuk ganti baju yah sekalian makan siang. Di meja makan ada kedua orang tuanya dan seorang kakaknya. Mikoto bertanya kepada Sasuke, "Nak, bagaimana keadaan Naru-chan sekarang?"
"Sudah lumayan baikan sekarang walaupun masih trauma."
"Syukurlah, nanti sore mungkin Ibu dan kakakmu akan kesana." Sasuke hanya mengangguk.
"Aku pergi."
"Hati-hati di jalan Baka Otouto" seru Itachi sebelum melangkah keluar Sasuke mengirimkan death glarenya terlebih dahulu buat sang kakak tercinta. Itachi hanya terkekeh melihat respon lucu dari adik semata wayangnya.
Sasuke berangkat menuju Rumah Sakit. Terlebih dulu dia mampir ke Kedai Ramen untuk membeli seporsi ramen buat Naruto.
Sampailah Sasuke di Rumah Sakit dan berjalan menuju lift untuk naik ke lantai 3 tempat dimana Naruto di rawat.
Sekarang dia sudah ada didepan pintu kamar rawat Naruto. Tanpa diketuk dia ngeloyor masuk. Naruto yang mencium bau ramen langsung sumringah. "Teme apakah yang kau bawa itu ramen?"
"Hn" jawab Sasuke sambil menyerahkan plastik berisi ramen. Naruto tersenyum sangat manis pada Sasuke, sehingga pipi Sasuke berwarna kemerahan. Kyuubi yang melihat itu hanya terbengong-bengong. Namun kebengongan itu tak berlangsung lama soalnya handphonenya berbunyi tanda ada panggilan masuk.
"Halo Ayah, ada apa?" tanya Kyuubi sambil menjauh menuju jendela Rumah Sakit. Sasuke sedang menyiapkan ramen untuk Naruto. Naruto hanya duduk manis menunggu ramennya siap.
"Sudah dibawah? Ya sudah aku akan ke bawah sebentar lagi. Dan ada sesuatu yang harus aku beritahukan kepada Ayah dan Ibu. Tunggu saja aku di Lobi." Kyuubi memutuskan sambungan telepon dan berjalan mendekati kedua pemuda itu.
"Naruto aku kebawah dulu ya. Sasuke kamu jaga dulu sebentar Naruto ya." Sasuke mengangguk dan Kyuubi pun turun ke bawah.
Di Lobi
Seorang lelaki tampan dan perempuan cantik membuat semua orang yang ada di Rumah Sakit menatap mereka. Menatap kagum akan ketampanan dan kecantikan mereka. Hingga ada seorang pemuda yang mendekati pasangan itu.
"Ayah, Ibu" ucap Kyuubi sambil mendekati Minato dan Kushina.
"Sayang, ayo sekarang kita ke ruangannya Naru-chan. Ibu sudah tak sabar untuk ketemu dengannya." paksa Kushina. Minato hanya tersenyum maklum melihat tingkah istrinya yang tak sabaran itu.
"Ayah Ibu nanti kalau bertemu dengan Naru-chan jangan kaget bila dia tidak mengingat kalian."
"A-apa maksudmu Kyuu?" tanya Minato.
"Dia mengalami amnesia. Gaara bilang ..." Kyuubi pun menceritakan apa penyebab Naruto mengalami amnesia.
Ruang rawat Naruto
Terlihat 2 orang pemuda sedang bercengkrama -saling ejek maksudnya- satu sama lainnya. Kemudian masuklah sepasang suami istri dan seorang anaknya yang sama-sama berambut dan bermata hitam. "Hai Naru-chan."
"Waah Paman Fugaku? Bibi Mikoto? Itachi-nii kalian menjengukku?" tanya Naruto dengan wajah sumringah.
"Iya, mumpung Pamanmu ini senggang jadi Bibi ajak saja untuk menjengukmu. Bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya Mikoto lembut.
"Tentu sehat donk. Tapi kadang luka di pelipis sama leher terasa perih."
"Oh iya ini kami bawakan jeruk untukmu." Itachi menyimpan sekeranjang jeruk di meja samping tempat tidur.
"Makasih ya." ucap Naruto disertai senyuman manisnya. Itachi dan Sasuke blushing melihatnya.
"Kenapa dibawakan jeruk lagi? Nanti rambutnya malah makin berwarna kuning dan makin bodoh." ucap Sasuke mengejek Naruto. Naruto hanya pasang wajah cemberut dengan bibir tipisnya yang maju beberapa centi ke depan.
"Dasar Teme jelek. Seenaknya saja memanggilku bodoh. Huh menyebalkan."
tok tok tok
"Masuk." teriak Naruto. Kemudian masuklah suami istri dan anaknya yang tampan. Kushina yang melihat Naruto sedang tersenyum ke arah mereka -tepatnya Kyuubi- tak kuasa untuk tidak memeluknya.
"Hiks Naru-chan. Hiks Ibu kangen sekali padamu." ucap Kushina sambil terisak dan memeluk Naruto. Naruto bingung dan heran melihat orang yang baru saja bertemu dengannya langsung memeluknya.
"Ma-maaf A-anda siapa ya?" tanya Naruto terbata. Kushina langsung melepas pelukannya.
"I-ini Ibu Naru-chan sayang. Ibu kangen padamu." Kushina kembali memeluk Naruto.
"Ma-maaf saya tidak kenal Anda."
"Ini Ibu Naruto. Coba ingatlah Ibu. Dia ..." tunjuk Kushina ke arah Minato, "dia adalah Ayahmu dan dia adalah Kakakmu Kyuubi."
"Coba diingat Naruto. Ingatlah." ucap Kushina sambil memegang kedua bahu Naruto. Minato mendekat kearah Kushina dan memeluknya.
"A-aku tidak kenal kalian. Kalian si-siapa? Aku ... Aku ... Keluargaku hanya Gaara. Gaara ... Dimana Gaara ..." Naruto kembali menangis dan mencari-cari sosok Gaara. "Ma-mana Gaara, aku ingin Gaara."
Sasuke mendekat dan memeluk Naruto, "Ssst tenanglah Naruto. Sebentar lagi Gaara akan kesini kamu tenang dulu ya." ucap Sasuke sambil mengelus-ngelus punggung Naruto. Semua orang yang disana kecuali Sasuke keluar dari ruangan itu.
Diluar ruangan
"Hiks Hiks Naru-chan." Kushina terus menangis dipelukannya Minato. Kyuubi hanya terdiam melihat ibunya yang terus menangis seperti itu. Fugaku dan Mikoto mendekat ke arah pasangan itu sedangkan Itachi hanya duduk dibangku yang tersedia disana.
"Minato?" tegur Fugaku. Minato menoleh dan terkejut melihat siapa yang telah menegurnya.
"Fugaku? Dan Mikoto? Sejak kapan ada disini?" tanya Minato. Kushina yang dari tadi menenggelamkan wajah cantiknya didada bidang suaminya mendongkak.
"Mikoto-chan?" Kushina langsung memeluk Mikoto. Mikoto hanya mengusap-usap punggung Kushina.
"Apa Naruto itu adalah anakmu, Minato?" tanya Fugaku.
"Iya, sudah 3 bulan aku mencarinya dan saat aku menemukannya dia tidak mengingat kami."
"Tapi bagaimana bisa? Bukannya anakmu cuma Kyuubi kan?" Minato menoleh dan tersenyum sangat lembut.
"Iya, tapi setelah 6 tahun tinggal di Paris Kushina mengandung dan melahirkan Naruto disana. Maaf aku tak sempat memberitahumu."
"Pantas saja waktu pertama kali melihatnya aku merasa dia mirip sepertimu." Minato hanya tersenyum. "Dia anak yang ceria sepertimu dan Kushina. Membuat orang yang melihatnya menjadi tersenyum. Kamu pasti bangga padanya, iya kan Minato?" ucap Fugaku sambil menepuk bahu Minato.
"Iya, aku sangat bangga padanya. Tapi sekarang dia tidak mengingat kami sama sekali tidak sedikit pun."
"Sudahlah, suatu saat dia pasti mengingat kalian. Bersabarlah."
"Terimakasih Fugaku dan maaf tadi aku tak menyadari keberadaan kalian." Fugaku mengangguk dan tersenyum kearah sahabatnya itu.
Cklek
Sasuke keluar dari kamar inap Naruto. Wajahnya terlihat sedikit merona dan lelah. "Sasuke, gimana Naru-chan?" tanya Mikoto.
"Tidak apa-apa dia sedang tidur sekarang." ucapnya singkat kemudian duduk disamping kakaknya Itachi.
"Hei Sasuke, kenapa wajahmu memerah begitu? Pasti ada kejadian lucu ya didalam." tanya Itachi dengan mimik menggoda. Pipi Sasuke yang semula sudah normal kembali merona.
"Ti-tidak apa-apa. Jangan tanya macam-macam Baka Aniki." seru Sasuke sedangkan Itachi hanya tersenyum melihat tingkah Sasuke itu.
Besok paginya Naruto kembali ceria. Hari itu Gaara datang menjenguknya Naruto menjadi semakin bahagia. Namun keceriaan itu terhenti tatkala Kyuubi dan kedua orangtuanya datang mengunjunginya lagi. Naruto menjadi sedikit takut melihat kedatangan mereka.
"Tenanglah Naruto. Kami tidak akan menyakiti dan menyuruhmu untuk mengingat kami. Kami tidak akan memaksamu, tapi ijinkan aku dan kedua orangtuaku untuk selalu disampingmu sampai kamu mengingat kami." ucap Kyuubi lirih dengan tatapan penuh harap.
Naruto hanya diam sambil memandangi ketiga orang itu. Kemudian melirik ke arah Gaara yang ada di sampingnya. Gaara tersenyum dan berucap, "Itu terserah padamu Naruto."
Naruto kembali melihat ke arah tiga orang itu dan berpikir sejenak. "Iya, tapi aku mohon jangan paksa aku lagi."
"Iya tenang saja. Terimakasih Naru-chan. Apa aku boleh memelukmu?" tanya Kushina dengan nada sedikit berharap. Naruto mengangguk dan membiarkan Kushina memeluknya erat. Naruto merasa nyaman dan hangat dengan pelukan dari wanita cantik itu. Dirasa sudah cukup Kushina melepaskan pelukannya dan mencium kening Naruto.
"Ano ... Namikaze-san ..." Naruto hendak berbicara namun dihentikan oleh telunjuk Kushina yang ditempelkannya di bibir tipis Naruto. "Bisa tidak kamu memanggilku Ibu? Dan memanggil Minato dengan sebutan Ayah?"
"Eh? Ta-tapi ... "
"Tidak ada tapi-tapian, Naru-chan. Yah, Ibu mohon?" ucap Kushina dengan jurus yang sama seperti Naruto sering gunakan yaitu puppy eyes no jutsu. Naruto luluh dan mengangguk. 'Wah ternyata benar kata Gaara jurus mata itu sangat berbahaya.' batin Naruto.
"Bibi Kushina, ternyata Naruto benar-benar turunanmu ya. Kalau ada maunya pasti mengeluarkan jurus mata yang mengerikan itu." ucap Gaara datar namun masih dalam nada sopan. Kushina hanya tersenyum mendengar penuturan Gaara.
"Hihihi itulah anakku." ucap Kushina bangga, Naruto hanya bersemu saja mendengarnya walau diotaknya terbersit sebuah bayangan yang membuatnya sakit kepala. Tapi tak dihiraukannya sakit itu.
"Ibu dan anak sama saja." ucap Kyuu datar.
"Hei Kyuu, kenapa kamu tak mengikuti ibumu dengan mempelajari jurus itu, hm?" tanya Minato yang berniat menggoda anak sulungnya itu.
"Tak usah menggunakan jurus itupun apapun bisa aku dapatkan. Lagian jurus itu hanya cocok untuk anak perempuan."
"Kyuu-nii berarti aku perempuan donk ya?" tanya Naruto polos yang malah membuatnya terlihat manis.
"Huwaaa~ Naru-chan jangan dengarkan omongan Kyuubi. Naru-chan bukan perempuan, Naru-chan seorang laki-laki kok. Tapi laki-laki cantik, manis dan imut." mendengar itu Naruto menggembungkan pipinya dia kesal digoda seperti itu.
Hari itu dilewati dengan candatawa -yang paling aktif tentu Naruto, Kushina dan Minato- Kyuubi dan Sasuke hanya melihat dengan wajah datar. Sedangkan Gaara hanya tersenyum tipis sekali, dia senang melihat Naruto yang kembali ceria dan bisa melupakan kejadian menyedihkan itu.
"Hahaha, hm Gaara? Kenapa diam saja." tanya Naruto yang melihat Gaara hanya diam saja dari tadi. Gaara tersenyum tipis mendengar pertanyaan Naruto, "Tidak kok aku hanya senang melihatmu bisa tertawa lagi seperti itu."
"Iya walaupun aku tak bisa mengingat mereka tapi entah kenapa aku merasa sangat nyaman berada disisi mereka." Naruto melihat ke arah Kushina dan Minato yang sedang menerima hukuman karena kalah taruhan.
"Cepat atau lambat kamu pasti akan mengingat mereka. Tapi kamu jangan maksain otakmu yang kecil itu untuk mengingat sesuatu."
"Otakku tidak kecil Gaara. Lihat saja 3 bulan aku sekolah di KHS prestasiku bagus. Aku menjadi saingan terberatnya si Sasu-teme." ucap Naruto bangga.
"Huh iya iya. Terserah kamulah Naruto."
"Kamu bilang iya-nya terdengar terpaksa begitu ya." Naruto berkata sambil menaikkan sebelah alis kuningnya.
"Iya, soalnya kalau aku tidak bilang 'iya' kamu pasti ngambek. Iya kan?"
"hahaha Gaara tahu saja." tanpa mereka sadari sepasang mata mengawasi kedua pemuda itu.
hhahahaha ngagantung lagi *lagi* akhirnya ...
tak apalah namanya juga manusia ,, pasti ada batasnya juga dalam berpikir ...
kalo mau ripiu, ripiu ajj ...
tapi udah dibaca pun aku ucapkan terimakasih ...
by zizi kirahira hibiki69
