Title: Kingdom of Sadness or Happiness or
Humorness (loh emang ada ya?) atau apalah ngga tw ah gw
Rate:
K+
Disclaimer: Kalo gw jadi yang punya Persona Series (ngarep),
ntar gw bikin P4 FES dengan Naoto sebagai tokoh utamanya XP
-ditembak-
A/N: Libur t'lah tiba, libur t'lah tiba, hatiku
gembira~~ -author kumat- hahaha! Ini die nih chap 4! Pasti tau kan
ini cerita bakalan sampe chapter berapa?
Warnings: OOC, geje,
nggak nyambung, rada-rada aneh, ancur, kemungkinan OOT juga ada.
Dua pasangan bodoh itu akhirnya nyadar akan kesalahan mereka dan minta maaf sambil nyembah-nyembah ke Souji, walaupun nggak dimaafin ama Souji yang masih aja manyun. Akhirnya, mereka sampe ke pintu gerbang kastilnya si Izanami. Kastil gede itu bernama 'Kastil Izanami', ditulis di sebuah papan nama yang nggak kalah gede ama pintu gerbangnya yang udah kelewat besar. Memang Izanami nggak punya selera buat namain kastil... -diinjek-
"Wuiiih, jadi ini kastilnya si Izanami?" Yosuke berdecak kagum(?) melihat ke'besar'an kastil tsb.
"Yaiyalah, masa' ini kandang ayam?" sahut Souji dengan nada kesal.
"Sou, lu mau marah sampe kapan?" tanya Chie bingung dengan tingkah cowok jomblo satu-satunya di kelompok mereka. -ditendang-
"Sampe dunia ancur," jawabnya pendek terus ngeliat ke arah kastil itu. Tiba-tiba (dan tanpa tanda-tanda), seseorang (atau mungkin disebutnya sesemakhluk kali ya) melompat keluar dari gerbang itu. Sebutir -dilindes- maksud saya sebuah benda bulat kayak beruang sekarang berdiri di hadapan mereka berempat.
"Teddie tiba!!" kata makhluk tersebut. Semuanya sweatdrop. Terlebih lagi Souji karena si Teddie mendarat tepat di depannya.
"Kamu itu... apa?" tanya Minato bingung, menggantikan Souji yang masih bengong.
"Teddie adalah Teddie!" jawab makhluk itu. Minato dkk sweatdrop. (lagi)
"Udah deh, kamu itu... beruang? Atau tikus tanah?" ganti Yosuke yang nanya.
"Teddie juga nggak tau, nee," jawab Teddie dengan muka innocent. Semua jungkir balik.
"Jelaskan maksud dan tujuanmu muncul di hadapan kami! Jelaskan sekarang atau nggak aku tembak!!" ancem Aigis sambil nodongin shotgun-nya ke Teddie.
"A— ampun, Teddie! Teddie di sini disuruh sama Izanami untuk ngalangin kalian, Teddie! " Teddie nyawab sambil angkat tangan(?).
"Apa?! Berarti kamu nantangin, ya?!" kata Chie langsung pasang kuda-kuda.
"Tentu saja, Teddie!! Kalau mau lewat kalahkan Teddie du.... GYAAAA!!" belum selesai Teddie bicara tiba-tiba dia disambit oleh pedangnya Souji.
"Stupid creature harus mati..." kata Souji dengan aura membunuh level sejuta. Minato, Yosuke, Aigis, dan Chie sweatdrop. Berhubung Teddie sudah KO, maka mereka pun melanjutkan perjalanan. Akhirnya sekarang mereka sampai di depan ruangannya si Izanami, tempat di mana Naoto disekap.
"Ready? One, two, three!" bersamaan dengan aba-aba Minato, kelima orang itu mendobrak pintu masuk ruangan itu yang sebenernya nggak dikunci dan ada tulisan, 'silahkan buka pintunya dengan santai'. Mereka melakukannya cuma buat keren-kerenan saja... dasar bego. -dikeroyok-
"Akhirnya kalian datang juga," kata Izanami yang lagi muter-muter dengan vacum cleaner ditangannya. Sementara Kanji nyapu dan Junpei ngelap kaca. Minato dkk sweatdrop.
"Kalian ini pada ngapain, sih?" tanya Souji agak sedikit geli dengan sambutan geje nan aneh yang mereka dapat.
"Aduuh... masa' situ nggak tau, sih? Udah jelas kami lagi bersih-bersih. Liat nih, aku lagi ngepel, tapi boo, aku ngga pernah digaji! Iih bener-bener, deh!" jawab Kanji dengan nada kebencong-bencongan. -author ditimpukin sandal jepit dari masjid sebelah- Seketika itu juga kelima petualang kita langsung mual. Izanami nyelonong.
"Eh, Kanji, Junpei, kan sekarang penyelamatnya udah pada dateng nih, jadi kalian boleh grepe-grepe jeng Naoto!" titah (halah) Izanami. Junpei yang awalnya pegal linu, rematik, asam urat, kurap, kadas, panuan de el el karena disuruh ngelap kaca langsung jadi semangat. Kanji yang awalnya jadi banci sekarang nyengir ala preman, sangar banget. (nggak nyambung)
"Ok! Makasih ya Zan (Zan=I'zan'ami)!" kata Junpei kesenengan. Lalu ketika kedua pria setengah gagah (yang satu gagah yang satu nggak) hendak menerjang Naoto yang diiket di tiang, Minato langsung menahan keduanya tepat pada saat mereka berjarak 5 cm dari Naoto. (Minato nggak ketauan tau-tau udah ada di depan Naoto)
"Sorry, nyet. Ini adik gue, nggak boleh digrepe-grepe kingkong," kata Minato dengan senyum coolnya. Minato langsung mutusin tali yang melilit adiknya dan setelah adiknya bebas, dia melempar(!)nya ke arah Souji. "Sou! Titip!"
Dengan sigap, Souji menangkap tubuh Naoto yang ringan -ditembak- dan ketika mereka bertatapan, terdengar lantunan lagu 'You're Not Alone'nya Michael Jackson entah dari mana. (lagunya bagus... sayang penyanyinya udah nggak ada... hiks hiks selamat jalan Jacko!! -diinjek karna nggak nyambung-)
"Umm, uhm, maaf merepotkan...." kata Naoto malu-malu. Souji ngangguk dengan muka kayak udang goreng. -ditebas-
"Oi, jangan ngelamun! Liat tuh belakangmu!" Minato memperingatkan Souji. Pas Souji noleh, di belakangnya udah ada Junpei yang siap ngigit. Tapi Aigis dengan sigap menembaknya. Pelurunya nembus celana Junpei dan masuk ke lobang pantatnya.
"GYAAAA!! PANTATKUUU!!! PANTATKUUUU!!!!" Junpei berteriak histeris dan kemudian koit karena kebanyakan teriak. (lah ngawur...)
"Sial! Kalau begitu rasakan ini!!" Kanji langsung mengeluarkan lempengan besi raksasa yang beratnya hampir 10 kg.
"Eh, buset dah kuat banget tuh bencong?!" Yosuke kaget. Chie mangap. Minato asyik ngelap pedang. Souji dan Naoto lagi asyik tatap-tatapan. Aigis lagi nendang-nendang mayat Junpei. Junpei lagi nangis darah (di neraka). Izanami sweatdrop. Kanji jungkir balik.
"Oooiii ini niat tarung, nggak seeehh?!!!!" teriaknya setinggi 20 oktaf. Untungnya yang laen udah pada nyumpelin kuping pake kapas yang didapet dengan ngoyak bantal gulingnya Izanami yang emang udah jelek dan mau dibuang.
"Sini, biar kami yang ngelawan elo!" kata Chie sambil narik Yosuke, alias maksa dia ikut.
"Loh?! Kok aku juga?!" Yosuke panik.
"Nurut aja napa, sih?! Udah deh diem lo!" sahut Chie. Yosuke langsung diem. Tanpa disangka-sangka Yosuke langsung maju ke depan— terus ke belakang Kanji— dan mendorongnya ke arah Chie.
"Tolong dilanjutin!" serunya. Chie ngangguk terus mengerahkan Galactic Punt-nya ke Kanji.
"Rasain nih!!" katanya sambil nendang.
"Menyebalkaaan!!!" teriaknya ala Tim Roket trus menghilang ke langit. (nembus atap kastil) Kini tinggal Izanami yang tersisa.
"Hebat juga kalian bisa mengalahkan dua anak buahku dalam waktu 5 menit 8 detik," katanya sambil nyetopin stopwatch. Minato dkk sweatdrop untuk kesekian kalinya. "Sekarang akulah lawan kalian!"
Bagaimanakah kelanjutan ceritanya? Akankah Minato dan teman-temannya menang? Kita tunggu di chapter selanjutnya! -author langsung dikeroyok readers-
Aaargh,
chapter ini ancur!! Geje banget!! Habisnya aku lagi nggak ada ide...
hiks hiks TT^TT
Pokoknya tolong review yaa!! Please!! Pretty
please!! -digebukin karena maksa- Atau kasih ide juga boleh! Pokoknya
chapter selanjutnya itu akhir petualangan mereka!! (readers: Nggak
perlu dikasih tau juga udah tau!!)
