Bloody Love

By Eucallysca Putly

Disclaimer Masashi Kishimoto

(Naruto milik Masashi Kisimoto, tapi 'Namikaze Naruto' hanya milik Sasuke. Kyaaaa! Dan Itachi hanya milik Putly #dijitaked(?))

Rate T+

Genre Romance, Fantasy

Main Pair Sasuke x Naruto

Warning! OOC, typo, abal, silsilah keluarga disini aneh! Jadi kalo ada yang mau protes jangan salahkan Putly, salahkan Ficnya aja hohoho~ Putly sebagai author yang ababil lalala~ dll(?)

Hahaha gomen, gomen baru bias updet sekarang. Putly baru aja bertarung antara hidup dan mati(?) ngerjain soal. Dan astaga! Kalo diingat-ingat Putly kaya gak niat banger ngelaksanain ujian. Gegara udah selesai ngerjaian Putly jadi Fb-an waktu ujian masih dilaksanain hohoho, untung gak ketahuan sama pengawasnya hehehe.

Yap! Semoga chap ini gak mengecewakan!

Balasan Review~

.9

yap! Di fic ini bakal ada banyak banget misterynya. Temen Putly yang udah tau cerita ini dari awal samapai akhir aja Cuma geleng-geleng kepala, pusing kenbanyakan mistery hahahaha

shikakukouki777

iya dong, masa diseret *PLAKK*

Putly kepingin ngeliat Sasu keren, gak mesum terus #dichidori

.5.

kalo Yhanie aneh, Putly apa dong stess? Psyco? Hohoho

dichap-chap depan bakal ketahuan siapa sebenernya mereka, tinggal tunggu waktu aja. Trus gomen yang suka ItaKyuu, Putly sebenernya juga suka tapi di Fic ini gak ada pair ItaKyuu. Masalahnya Sasuke Cuma sendiri, gak punya kakak sama orang tua.

puja911

hahaha muncul terus juga gak papa kok Puja-san hahaha

kaya twilight ya? Putly gak sadar hehe. Di fic ini jemang banyak banget himitsunya, bahkan sampai akhir ada beberapa yang belum ketahuan -mungkin-

hehehehe

Himawari Wia

Ini udah dilanjut ^^

uzumaki raihana uchiha

iya! Sasu disini sengaja mdibuat nista(?) sama Putly hahaha. Masalalu Sasunaru? Itu akan ketahuan di chap-chap depan, tapi masih lama.

Gomen kalo updetnya sekarang lama berhubung Putly baru aja ujian, gak enaknya jadi anak kelas 12 (-_-")

manize83

iya ,Kyuubi sama Sasuke emang punya rahasia tapi yang jelas rahasianya Sasuteme lebih banyaaakkk! Dan untuk kata-kata Sasuke, itu memang ambigu hohoho.

hanazawa kay

hahaha narigatou ne Kay, hubungan Naru sama Sasu bakal ketahuan di chap-chap depan dan itu masih lama hehehe.

Ban mungkin Kay bakal kaget sama kenyataannya, disini Putly sengaja buat masa lalu yang bener-bener beda dari bayangan kepanyakan orang.

Mel

Yup! Mel-san Kyuubi emang punya maksud tertentu hahaha. Gomen lama updetnya, Putly habis ujian sih hehehe~

Uzumaki Prince Dobe-Nii

Hahaha tenang aja, Kina-chan, Putly udah seneng kok Kina-chan mau review fic abal Putly hehehe

Sasu emang tambah mesum, apa lagi di chap ini (-_-) Putly aja udah geleng-geleng kepala ngeliat Sasu. Dan gomen! Putly baru bias updet sekarang hehehe

.

.

Previous part

"Kau tak bisa membohongiku dengan wajahmu yang seperti itu" Sasuke menoleh melihat Naruto. Dan seketika ia tersenyum melihat pemuda pirang itu kini tengah tertidur, ia terkikik kecil. "Apanya yang tak mengantuk, dasar keras kepala" Sasuke menaruh kepala pirang Naruto dan menyenderkannya pada pundaknya. Ia menghela nafasnya masih dengan tatapan yang terfokus pada wajah manis pemuda di sampingnya itu. "Ada hal yang tak akan bisa kita ulang ,seberapa keras pun kita berusaha" gumannya, entah apa artinya.

Sasuke menengadah melihat sinar terik yang kini menyinari tubuhnya serta Naruto. Ia menghalang sinar itu dengan telapak tangannya. Dan ia pun menoleh ke arah Naruto yang kini tengah tertidur. Dari tubuhnya mengalir deras keringat dan tubuhnya kini terdapat bercak merah akibat sinar matahari yang menyentuh kulit putih pemuda itu.

"Ku rasa disini terlalu lama tak baik untukmu" ucapnya seraya menggotong tubuh mungil Naruto dan berjalan membawanya menuju asrama mereka. Ia tersenyum melihat wajah Naruto yang kini terlihat polos. "Kau terlihat berbeda jika tertidur" ucapnya lirih dan segera masuk ke asrama melalui pintu belakang.

.

Bloody Love chapter 4

Sinar mentari yang terik kini menyembul, mencoba memasuki celah jendela yang sedikit terbuka. Hembusan angin yang kini bertiup kencang membuat gorden yang menutupinya berkibar tak searah.

"Ssshh" Naruto mendesah pelan dan menutupi wajahnya yang kini terkena sinar matahari dengan tangan kanannya. Lama ia terdiam dan akhirnya ia tersentak dan segera duduk di ranjangnya. Ia memandang ke sekeliling. "Mengapa aku disini?" gumannya.

"Tadi Sasuke membawamu kemari" pemuda pirang itu menoleh dan mendapati Rock Lee yang kini telah berada di depan pintu kamar.

"Sasuke?"

Lee mengangguk dan berjalan menuju ranjang tempat Naruto duduk saat ini. "Apa yang kau lakukan hingga bisa tertidur di taman? Kau tahu, kalian terlihat sangat mesra tadi" Naruto hanya bisa menganga mendengar perkataan Rock Lee yang tak kunjung berhenti. Pikirannya masih sibuk mencerna semua yang ada pada Sasuke. Entah mengapa,ada sesuatu yang menarik pada pemuda raven itu.

"Lee, apa yang kau ketahui tentang Sasuke?" tanya Naruto, Lee menoleh dan tersenyum penuh arti memandang Naruto membuat pemuda manis itu mengeryit tak mengerti.

"Apa kau menyukainya?" Naruto sontak membulatkan matanya mendengar pertanyaan Lee. Cepat-cepat ia menggelengkan kepalanya.

"Tidak! Aku hanya penasaran. Menurutku dia aneh, terlalu misterius"

Rock Lee mengangkat sebelah alisnya "Dia memang seperti itu. Aku pun tak begitu tahu tentang dia. Yang aku tahu, sejak penerimaan murid baru dia sudah terkenal!" Naruto hanya mengangguk mengerti. Ia kembali menguap dan akhirnya pandangannya kini beralih ke arah jam yang terpasang di dinding kamar.

"Baru jam dua" gumannya lirih.

"Apa yang kau katakana tadi?"

"Tidak, aku mau tidur lagi" Naruto kemudian kembali membaringkan tubuhnya ke atas ranjangnya dan menutupi tubuh mungilnya dengan selimut tebal.

"Aish! Kau ini" Rock Lee mempoutkan bibirnya, -yang entah mengapa membuat Putly sendiri bergidik- sementara Hyun Ran hanya merinding melihat tingkah Rock Lee yang seperti anak-anak.

"Jika kau bosan tidur saja" ucap pemuda pirang itu, Rock Lee hanya mendesah berat dan memandang Naruto pasrah.

"Aku tak seperti kau yang suka bermalasan di siang hari dan pergi di malam hari. Kau tahu, kau seperti vampir!"

"Hahaha, kau bodoh! Mana mungkin vampir itu nyata!" Naruto tertawa dan kembali bangun dari tidurnya. "Kau lebih baik tidur agar otakmu sedikit lebih beres Lee"

"Kau menyebalkan! Ku rasa lebih baik aku pergi saja! Aku akan mengelilingi lapangan sekolah 3 kali. Sekali-sekali tunjukkan gairah masa mudamu Naruto" Rock Lee dengan semangat yang berkobar segera berlari dan menutup pintu kamar. Naruto masih terdiam melihat pintu yang kini telah tertutup sempurna. Entah apa yang saat ini ada di pikirannya hingga membuat mulutnya menganga lebar. Tidak elit sekali.

Tak lama, ia mengalihkan pandangannya ke arah jendela. Ia menghela nafasnya berat. "Mengapa hanya kau" gumannya dan menundukkan kepalanya dalam.

Untuk kesekian kalinya entah mengapa ia memikirkan Sasuke, darah sasuke yang tadi menusuk indra penciumannya membuatnya sedikir lapar. Ia pun tak mengerti mengapa seolah-olah ia menginginkan darah pemuda raven itu. Darah yang begitu harum itu membuatnya beberapa kali harus meneguk ludahnya.

"Apa kau fikirkan Naruto!" teriaknya keras dan menjatuhkan tubuhnya ke ranjang dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Berharap ia akan segera tertidur dan melupakan perasaan aneh yang kini melandanya. Perlahan ia menutup matanya dan kembali tertidur.

===EucallyscaPutly===

"Ada yang ingin ku bicarakan denganmu" ucap Naruto saat melihat Sasuke yang tengah berjalan melewati lorong menuju kelasnya.

"Apa?" jawabnya dingin dan bersandar ke dinding di belakangnya. Naruto mendengus kesal mendengar jawaban dingin nan datar Sasuke dan segera berjalan mendekati Sasuke.

"Apa yang sebenarnya kau inginkan dariku? Aku tahu kau adalah vampire hunter , mengapa kau mendekatiku?" tanya Pemuda yang lebih pendek diantara mereka serius dan menghentikan langkahnya tepat di depan Sasuke.

Pemuda raven itu hanya mengeryit melihat Naruto, tak lama ia menyeringai "Mendekatimu? Aku tak mendekatimu, ku rasa kau terlalu percaya diri vampire-sama"

"Lalu mengapa kau menciumku?"

"Mengapa?" Sasuke kembali menyeringai dan memalingkan wajahnya membuat Naruto ikut menoleh berusaha melihat apa yang Sasuke lihat saat ini. Dengan cepat pemuda raven itu menarik pinggang Naruto mendekat dan berbalik membuatnya kini dapat mengunci tubuh Naruto karena Naruto lah yang kini bersandar di dinding.

"Kau-" pemuda pirang itu menggeram marah. "Apa yang kau lakukan?!"

"Aku tak tahu mengapa kau seperti ini. Kau tahu, entah mengapa aku tertarik padamu" Sasuke mengedipkan sebelah matanya membuat wajah pemuda yang ada di hadapannya sontak memerah.

"A-apa yang ka-"

CUP

Sasuke mengecup lembut bibir mungil Naruto membuat pemuda itu tersentak kaget dan mendorong Sasuke hingga ciuman mereka terlepas walaupun tubuh Sasuke masih ada tepat di depannya.

"Yakk! Apa yang-"

CUP

Untuk yang kedua kalinya Sasuke kembali mencium Naruto, pemuda itu hanya bisa membulatkan matanya tak percaya. Berkali-kali ia mencoba mendorong tubuh Sasuke namun kali ini pemuda itu tak mau melepaskan ciuman mereka. Sasuke mengangkat dagu Naruto mencoba memperdalam ciumannya. Pemuda pirang itu tetap saja memukul dada bidang Sasuke membuat tangan Sasuke kini memegang erat tangan Naruto.

"APA YANG KAU LAKUKAN TEME!" teriak Naruto setelah bibir Sasuke terlepas dari bibirnya. Dilihatnya kini Sasuke tengah mengusap bibirnya yang basah.

"Menurutmu apa yang ku lakukan?" tanyanya santai.

"Mengapa kau seenaknya menciumku huh?! Aku bukan murahan yang bisa kau cium sesuka hatimu!" teriak Naruto keras. Ia berjalan ke arah sang pemuda raven dan mencengkram kuat kerah seragam pemuda itu.

Sasuke memalingkan wajahnya dari tatapan mata Naruto "Hn" ucapnya tak jelas dan segera menepis tangan Naruto dari kerahnya dan berbalik, berjalan pergi meninggalkan Naruto yang kini bergetar hebat.

"Lagi-lagi seperti ini" guman pemuda lemah dan mengusap kasar bibirnya yang basah. Sudut matanya kini telah basah. Ia sendiri tak mengerti mengapa dirinya kacau. Ia heran, mengapa ia tak bisa menolak ciuman dari Sasuke. "Teme jelek!"dengusnya dan berlari.

Degg...

Naruto menghentikan larinya dan berbalik ke belakang. Ia terdiam sekilas, ia merasakan ada seseorang ada di belakangnya tapi ia tak dapat menemukan keberadaan orang itu. Ia menghela nafasnya pelan dan berbalik berjalan menuju kelasnya. Perasaannya tak enak, hawa tadi benar-benar hawa yang ia kenal. Milik Uzumaki Kyuubi.

===EucallyscaPutly===

Naruto POV_

Ku langkahkan kakiku cepat, payung yang melindungi tubuhku dari sinar matahari ternyata tak terlalu berguna. Kulitku tetap merah karena terkena sinar matahari. Untung saja jarak asramaku dan asrama Kyuubi senpai tak terlalu jauh.

Perlahan ku buka pintu besar itu dan ku lihat ada beberapa orang yang kini masih terjaga. "Konnichiwa" ucapku dan melangkah masuk ke dalam. Terlalu lama di luar membuat tubuhku melamah.

"Aku heran, mengapa kau dengan mudahnya pergi ke luar di tengah matahari seperti sekarang ini. Kau tahu, jika kau vampir yang sama seperti di buku yang kubaca sekarang, kau akan langsung jadi debu dalam sekejab!" ucap Kiba, si vampire hiperactive , aku hanya bisa mengangkat sebelah alisku heran.

"Bukankah itu hanya dongeng , lagi pula bukankah kau tahu sendiri jika itu tak benar?" ucapku dan berjalan menuju sofa dan duduk tepat di samping pemuda anjing(?) yang kini melanjutkan membaca novelnya itu.

"Aku pun heran, mengapa bisa manusia menggambarkan vampir seperti ini. Manusia-manusia sok tahu itu membuat kaum kita terlihat sangat lemah di buku ini. Buktinya kita bisa berjalan-jalan di tengah sinar matahari, bisa tidur, bisa makan selain darah. Ck!" gerutunya aku hanya tersenyum kecil melihatnya. Bodoh!

"Naruto? Ada apa kau kemari? Kau tak tidur humm?" tanya Kyuubi senpai yang kini entah dari mana telah duduk di sampingku. Aku hanya tersenyum dan menggeleng lemah.

"Tidak, aku tak mengantuk. Tadi malam aku telah tidur beberapa jam" ucapku. Dia hanya tersenyum melihatku. Tapi entah mengapa aku merasakan sesuatu yang ganjal pada dirinya. Apa dia benar-benar melihat saat aku berciuman dengan Sasuke? "Senpai" ucapku.

"Ah, ne?" ucapnya tersentak kaget. Ada apa dengannya? Apa itu memang benar? Ia melihatku dan Sasuke tengah berciuman?

"Ah, tidak" ucapku akhirnya dan memandang ke sekeliling. Tujuan ku saat ini sebenarnya bukanlah untuk memastikan apakah Kyuubi senpai melihat aku dan Sasuke teme berciuman melainkan karena disuruh Shikamaru senpai untuk menemuinya. Dan sekarang dimana pemuda itu? Dasar! Aku berani bertaruh jika ia tidur saat ini.

"Oh, kau sudah sampai" ku alihkan pandanganku ke arah tangga, ku lihat sang ketua osis akhirnya menampakkan dirinya, seperti biasa dengan membawa tampang malasnya. "Sudah lama?" tanyanya, aku hanya menggeleng.

"Ada apa?" tanyaku cepat, tak ingin berbasa-basi.

"Ada panggilan tugas lagi dari senat, jadi nanti malam kita akan berburu lagi" ucapnya dan lagi-lagi aku hanya menganggukkan kepalaku pasrah. Beberapa hari bersama mereka aku sudah sedikit terbiasa.

"Kau tak perlu memandang Naruto hingga seperti itu Kyuu" aku segera mengalihkan pandanganku ke arah Kyuubi senpai. Ku lihat ia kini ia tengah menatapku. Aku memiringkan wajahku sedikit.

"Ada apa" tanyaku,lagi-lagi ia tersentak kaget dan memalingkan wajahnya. Apa sebenarnya salahku?

"Aku akan ke kamar" ucap Kyuubi senpai, aku hanya bisa memandangi sosoknya yang kini perlahan bangkit dan berjalan menuju tangga.

"Ada apa dengan Kyuubi Senpai?" tanyaku, Kiba hanya menggeleng dengan pandangan yang masih tertumpu pada novel yang ia baca. Aku hanya mempoutkan bibirku sebal. Pemuda satu ini bener-benar membuat kepalaku mendidih!

"Ku lihat, sejak malam tadi ia seperti itu, entah mengapa" ucap Shikamaru tanpa menghilangkan tampang malasnya. Aku hanya bisa terdiam mendengar perkataannya. Tadi malam? Itu berarti saat aku dan Sasu teme—apa itu benar? Aku memang merasakan bahwa Kyuubi senpai berada di sana walaupun hanya sekilas. Tapi jika memang dia melihatku, mengapa dia harus bersikap seaneh ini? Apa dia menyukaiku? Huaaa! Apa yang kau fikirkan Naruto!

"Kau terlihat idiot jika seperti itu Naru!" aku memandang tajam Kiba dan menurunkan tanganku dari wajahku.

"Lebih baik aku pergi saja!" ucapku sebal dan berdiri.

"Hati-hati, jika terkena matahari kau bisa jadi debu!" aku hanya bisa mendengus dan berjalan menuju pintu setelah sebelumnya kusambar payung yang ada di sampingku.

===EucallyscaPutly===

Sasuke POV_

Untuk kesekian kalinya aku menghela nafas, rasanya ada yang mengganjal. "Dimana Nagato?" gumanku, sudah lebih dari setengah jam aku menunggunya dan dia tak kunjung datang. Menyebalkan! Bukankah asosiasi sudah menugaskan kami untuk segera berburu? Dan sekarang dimana dia?

"Sas" aku berbalik dan mendapatinya tengah berlari cepat. Peluhnya bercucuran membuatku heran, habis dari mana dia?

"Apa yang kau lakukan hingga terengah begitu?" tanyaku, Nagato hanya tersenyum dan menyeretku menuju mobilnya. Aish! Mengapa tadi ia tak memakai mobil saja? Dasar aneh!

"Ada sedikit urusan Kyu, mendadak, hingga aku harus segera kesana" ucapnya ku rasa ia tahu apa arti pandanganku, pandangannya masih terfokus pada kemudi mobil. Aku hanya diam dan melihat ke arah jalan.

"Ku dengar Shikamaru dan yang lain juga akan memburu vampir yang telah beberapa kali menculik anak-anak sekolah itu?" tanyaku, Nagato hanya mengangguk. Aku kembali terdiam, entah mengapa aku merasa tak enak dengan keadaan seperti ini.

"Sas" aku menoleh saat ku dengar Nagato hyung memanggilku.

"Hn?"

"Tidak, tak jadi" aku memandangnya sekilas, ada apa sebenarnya yang terjadi padanya?

"Kau ada masalah? Apa yang ingin kau katakan?"

"Kau tak khawatir? Mereka kembali bergerak, itu yang di katakan orang tuaku" aku terdiam, aku benar-benar tahu siapa yang dimaksud 'mereka' itu.

"Entahlah, ku kira awalnya semua telah berakhir, ternyata mereka benar-benar rakus, apa yang sebenarnya mereka inginkan?" Ku rasakan bahuku di tepuk, aku menoleh dan melihat Nagato yang kini tersenyum ke arahku. "Aku baik-baik saja" ucapku lagi.

"Aku akan selalu dipihakmu"

"Hn"

===EucallyscaPutly===

Semilir angin kini menerpa rambut seorang pemuda yang kini telah berada tepat di atas sebuah gedung pencakar langit. Rambut serta long coat hitamnya yang ia kenakan kini melambai searah angin menerpanya. Mata pemuda itu tertutup seolah-olah ingin merasakan kesunyian malam. Perlahan matanya terbuka menampakkan sepasang bola mata merah menyala dengan iris vertikal. Kini tepat pukul dua pagi dan suasana di bawahnya masih terlihat ramai.

"Kau sedang apa di situ Naruto?" tanya Neji, pemuda pirang berbalik dan tersenyum lembut kemudian berjalan mendekati Neji yang kini berdiri di samping pintu.

"Aku hanya ingin merasakan udara malam" ucapnya lembut. Kemudian pemuda itu berbalik tatkala melihat bayangan hitam berkelebat di belakangnya "Menyerahlah" ucap HNaruto seraya berlari mengejar vampir yang telah terlebih dulu turun melalui tangga, jika ada manusia yang melihat bisa terjadi kekacauan besar!

BRAKKK!

Naruto melempar tubuh vampir pria itu ke arah dinding hingga terdengar bunyi debuman keras. Vampir itu meringis menahan sakit, Naruto berjalan mendekatinya "Dimana teman-temanmu yang lain?" tanyanya dingin, vampir dihadapannya hanya terdiam dengan seringaian menyeramkan yang terpasang jelas di wajahnya. Darah di mulutnya masih menetes, darah manusia yang baru saja ia gigit, membuat pemuda pirang itu menutup hidungnya.

"Aku tak akan memberitahumu dimana mereka" ucap vampir pria itu.

"Tak perlu kau beri tahu pun mungkin kini teman-temanmu telah musnah menjadi debu di tangan teman-temanku atau vampire hunter" ucap Naruto santai. Perlahan kukunya memanjang, runcing mengkilat di bawah sinar rembulan. "Selamat tinggal" ucapnya dingin dan—

SREETTT!

Vampir itu terjungkal saat Naruto menebaskan kukunya yang runcing ke badan vampir namja itu. "Aarrrgggghhh!" dan akhirnya vampir itu pun berubah menjadi debu yang kini tersapu angin malam. Naruto memandang datar debu yang kini menyebar di ruangan, jendela yang terbuka lebar membuat angin nya masuk dengan mudah dan menerbangkan debu vampir itu keseluruh ruangan.

"Jika aku tak membunuhmu kau bisa menjadi lebih parah, tak seharusnya manusia menjadi vampir" gumannya dan berjalan pergi menuju atap tempat Neji kini menunggunya.

Naruto menghela nafasnya, bau darah itu kini menyebar dan berasal dari atap. Ia segera berlari ke arah atap. Dilihatnya kini Neji tengah bertarung dengan 3 vampir sekaligus. Ia menoleh dan melihat seorang wanita yang tergeletak di lantai. Ia segera berlari mendekati wanita itu dan memeriksa nadinya.

Masih hidup! Batinnya dan segera melihat ke arah leher wanita yang kini mengeluarkan darah itu. Dengan segera ia merogoh sakunya dan menemukan sebuah botol kecil berisi cairan bening di dalamnya. Jika ia tak di beri penawar racun vampir, maka wanita itu pun akan menjadi vampir. Dan jika ada manusia yang berubah menjadi vampir, maka mereka pun harus terpaksa memusnahkannya. Karena manusia yang menjadi vampir tak akan bisa mengendalikan kekuatan serta rasa laparnya.

Setelah memberinya penawar dan menghapus ingatannya tentang kejadian yang berhubungan dengan vampir Naruto segera membawanya ke arah sudut atap dan berjalan mendekati Neji yang kini tengah bertarung dengan vampir, hanya ada satu karena Neji telah memusnahkan dua diantaranya.

Sedangkan Shikamaru dan yang lainnya berpencar karena para vampir itu pun juga berpencar entah kemana.

DORR!

Naruto tersentak, tubuhnya seketika membeku saat sebuah peluru hampir saja mengenai dirinya. Ia melihat ke belakang dan matanya membulat tatkala melihat seorang vampir tepat di belakangnya yang kini mulai berubah menjadi debu.

"Kau kurang berhati-hati". Naruto terdiam melihat Sasuke yang kini berjalan ke arahnya.

Degg...

Sasuke menghentikan langkahnya saat ia merasakan sesuatu bergejolak di dalam tubuhnya. ia memegang kuat kalung yang ada di lehernya "Jangan lagi" ucapnya lirih.

Naruto masih terdiam di tempatnya, ia tersentak melihat perubahan ekspresi Sasuken yang kini tiba-tiba terlihat kesakitan. "Kau tak apa?" tanyanya dan berusaha berjalan ke arahnya. Namun seberkas bayangan kini berkelabat di belakang Sasuke. Mata pemuda itu sontak membulat. "AWASSSS!"

======(TBC)======

Review, Riview please!

Kalau reviewnya banyak Putly bakal cepat updet deh hohoho~