Gomen ne minna~ seminggu komputer dikunci hingga saya tak bisa menyentuhnya uwooo..! XO *lebay -dhuaak* tapi sebagai gantinya akhirnya saya membuat fic ini sambil nonton fifa world cup *halah* hohoho XD

Terima kasih semuanya sudah mau menunggu author lemot bin lucu (?) ini, saya sangat senaaang X3 *dilempar kebo kena kepala*

Uh beraaat *nahan kebo supaya gak nindih badan* ba.. baiklah, selamat memba—uwaaaa! XO *ketindih kebo*


Disclaimer : Always Masashi Kishimoto..

Pairing : SasuSaku, SaiSaku

Genre : Romance/Friendship

Warning : OOC, AU

Don't like? Don't read

.

.

REVIEW AND ART


CHAPTER 4 : FLAME

Pagi yang cerah dan angin yang masih belum bercampur dengan polusi pun bertiup membuat udara rasanya segar. Semua orang berangkat menuju sekolah dengan ceria dan tersenyum lebar, bisa dipengaruhi dengan lingkungan tapi bisa saja karena hari yang akan mereka jalani. Meskipun begitu, di antara segelintir para murid yang berjalan sambil berloncatan sekali-kali, ada juga yang lesu. Entah karena hari ini, atau masalah lain. Yang pasti seorang gadis berambut pink ada di antara mereka.

Gadis bernama Sakura Haruno itu berkali-kali menghela nafas panjang. Dadanya serasa sesak, rasanya ingin menangis lagi setelah semalam tadi dia menangis sedih. Rasanya seperti ditusuk. Well, mungkin terkesan lebay bagi kalangan orang yang tidak tahu apa-apa, tapi inilah perasaan author yang diberi flame tanpa alasan yang jelas apalagi biasanya author tersebut masih pemula dan butuh pembelajaran.

Masalahnya, memang Sakura bisa dibilang author yang senior. Tapi mendapat flame, itu hal yang pertama baginya. Jadi wajar saja apabila mentalnya belum kuat untuk itu. Apalagi sampai saat ini, situs FanFiction adalah satu-satunya tempat dia bisa mengekspresikan semua perasaannya. Di rumah? Dia tinggal sendiri. Di sekolah? Apalagi, siapa yang mau berteman dengan anak miskin seperti dia? Yeah, cuma dua tempat itu yang sering dikunjungi Sakura dan situs yang berslogan 'Unleash Your Imagination' ini.

Dengan langkah berat, Sakura memasuki ruang kelasnya yang masih sepi. Seperti biasa Sakura selalu datang lebih awal dari yang lain dikarenakan rumahnya yang memang hanya beberapa meter dari sekolah. Gadis berambut pink itu langsung berjalan menuju mejanya yang memang berada di pojok. Setelah menghela nafas keras-keras, dia langsung menunduk membiarkan dahinya bersentuhan dengan mejanya. Dadanya lagi-lagi terasa sesak.

Cklek

Sakura mendengar suara pintu dibuka. Sepertinya ada seseorang yang datang. Aagh, tapi apa pedulinya? Toh semua orang di kelas ini tak ada yang peduli dengannya. Kalaupun Sai, biasanya dia datang agak siangan karena memang rumahnya yang paling jauh dari yang lain. Kemaren dia datang pagi, pasti karena dia menginap di rumah kakeknya yang memang dekat di sekolah. Sakura tak peduli apa-apa lagi, dia kembali menangis tubuhnya bergetar.

"Kau kenapa?" suara dingin meluncur tiba-tiba. Sakura tersentak, suara ini.. bukannya..

"Sasuke.."

"Kau kenapa?" tanya Sasuke tidak bergeming. Dia masih berdiri di samping meja Sakura. Mata onyx yang sebenarnya menyiratkan kecemasan itu, entah kenapa bagi Sakura itu hanyalah tatapan dingin dari orang paling kaya di sekolah ini, Sasuke Uchiha.

Sakura menunduk, air matanya jatuh kembali dari pipinya, "Aku tidak apa-apa," jawab Sakura pelan. Sasuke masih diam.

"Sai?" tanya Sasuke lagi, "..karena dia?" lanjutnya. Sakura menggeleng dengan wajah yang masih menunduk.

"Tidak, sebenarnya hanya masalah sepele," jawab Sakura acuh, perlahan air matanya mulai mengering dan dia menyekanya. Sasuke ber'hn' ria.

"Flame?" tanya Sasuke tiba-tiba, membuat Sakura tersentak kaget, "..kau mendapat flame?"

"Eh tidak.. anu.." Sakura kehabisan kata-kata, dia menatap mata onyx Sasuke dalam-dalam, "kenapa kau bisa tahu?" tanyanya.

Sasuke diam tidak menjawab, dia hanya membalas tatapan Sakura padanya. Mata Sakura menyiratkan bahwa dia sangat mengharapkan Sasuke memberikan jawaban yang memuaskan untuknya. Kenapa Sasuke bisa tahu? Apakah.. dia yang memberi flame? Bukankah kemarin dia mengejek Aoi-san? Bisa jadi kan?

"Sasuke, jangan-jangan kau—"

"Aku hanya menebak," potong Sasuke cepat, "bukan cuma kamu, aku juga tahu situs fanfiction dan sering membaca fic di sana, jadi aku bisa tahu apa itu flame," jelas Sasuke santai. Sakura mengerutkan alisnya.

"Lalu.. kenapa kau bisa tahu aku salah satu author di sana?" tanya Sakura dengan nadanya yang dalam. Sasuke tersentak, namun dia bisa menyembunyikan kekagetannya dengan ekspresi dinginnya.

Sasuke terlihat berpikir sebentar, "Itu.. Aku pernah tak sengaja melihat profil author yang ada namamu," jawab Sasuke yang terlihat sedikit canggung. Sakura kembali tenang, ekspresinya entah kenapa menjadi lega.

"Tapi menurutku, kau pantas saja mendapat flame itu," gumam Sasuke, Sakura tersentak, "..yeah, kecuali kalau kau menganggap ficmu terlalu bagus untuk mendapat flame?" sindir Sasuke. Sakura menggertakan giginya kemudian menggebrak mejanya, dia segera berdiri dan berhadapan dengan Sasuke yang masih menatapnya dingin.

"KA-"

"Sakura?" potong suara tiba-tiba. Sakura dan Sasuke langsung menoleh kaget dan mendapati seorang laki-laki rambut kelimis dan jangkung tengah menatap mereka bingung, "ada apa ini?"

Sasuke hanya mendengus dan tanpa mengatakan apa-apa dan langsung meninggalkan Sakura dan Sai yang menatapnya bingung. Sai kembali menatap Sakura yang kini tengah kesal, wajahnya seperti menyiratkan kemarahan dan rasa tersinggung.

"Sakura, kau kenapa? Ada masalah dengan Sasuke?" tanya Sai yang langsung memegang pundak kecil Sakura. Gadis berambut pink itu hanya mendesah pelan.

"Aku tak apa Sai, terima kasih," jawab Sakura pelan dan melepaskan tangan Sai dari pundaknya. Gadis itu berjalan melewati Sai.

"Kau mau ke mana?" tanya Sai. Sakura tetap berjalan.

"Aku.. mau menenangkan diri dulu, maaf ya Sai. Aku lagi ingin sendiri," jawab Sakura yang menoleh sedikit dan tersenyum simpul. Sai menatapnya cemas, tapi akhirnya dia mengangguk juga. Sakura segera keluar dari kelas, meninggalkan dua laki-laki tersebut.

"Apa?" tanya Sasuke dingin menyadari Sai memperhatikannya dari tadi. Sai tidak bergeming sedikitpun, menyadari itu Sasuke memutar bola matanya bosan dan mengambil ipod hitam dari dalam tasnya, "kau tidak mau menghiburnya? Pacar macam apa itu?" sindir Sasuke lagi.

Sai mendengus, "Kau dengar tadi dia bilang dia ingin sendiri," jawabnya tenang, "..kau yang tidak tahu apa-apa, lebih baik diam saja," lanjut Sai.

Sasuke mendengus seperti menahan tawa, "Bilang saja kau tidak tahu ke mana Sakura biasa menenangkan diri," gumam Sasuke yang tengah memakai headset ipodnya dan mulai menyetel lagunya, "..benar kan?"

Sai terdiam, dia memang tidak bisa menyangkal pernyataan Sasuke barusan. Yup, dia tidak tahu ke mana biasanya Sakura menenangkan diri. Yah walaupun Sakura bilang ingin sendiri, tersirat dari mata emeraldnya dia membutuhkan dukungan dari orang lain membuat Sai ingin segera mengejarnya. Tapi, tempatnya saja tidak tahu, mau mencari ke mana? Sai menggelengkan kepalanya, dia tidak peduli biarpun dia tidak tahu, yang penting dia berniat mencarinya. Baru saja Sai memegang gagang pintu..

"Di atas gedung sekolah," seru Sasuke tiba-tiba, Sai tersentak dan menatap Sasuke yang tengah menyilangkan tangannya di depan dada dan memejamkan mata seolah menikmati lagu yang dia dengar, "..itu tempat Sakura biasa menenangkan diri kalau kau mau tahu," terangnya.

"Bagaimana—"

"Cuma kebetulan tahu," jawab Sasuke cepat sebelum Sai bertanya padanya. Sai awalnya bingung, tapi akhirnya dia tidak mempedulikannya dan langsung membuka pintu kelas, meninggalkan Sasuke sendiri di tengah kelas.

Lama Sasuke menunggu, memastikan Sai tidak akan balik lagi. Akhirnya setelah berhasil memastikan, Sasuke langsung membuka browser Hpnya dan membuka situs Fanfiction, mungkin lebih tepatnya profil Sakura sebagai cherryblossom. Sasuke melihat fic yang baru diupdate Sakura dan terdiam melihat review—atau lebih tepatnya flame atas nama Aoi-san. Wajahnya tidak menunjukkan ekspresi apapun, marah, kaget, tidak sama sekali. Sasuke hanya mendengus pelan dan langsung menutup Hpnya, kembali memejamkan matanya untuk menikmati lagu yang dia dengar.

.

.

.

Di bagian Sakura...

Angin bertiup kencang di atas gedung sekolah waktu itu. Sakura menikmati angin-angin berhembus yang menyapu wajahnya, setidaknya perasaannya sedikit lebih tenang sekarang. Sakura mendekati pagar kawat pembatas dan melongo ke bawah, melihat sekolah yang semakin lama semakin ramai karena semakin banyak yang datang. Lagi-lagi dia menghembuskan nafasnya pelan.

"Hahh, aku berlebihan sekali," gumam Sakura yang tengah memegang anak rambutnya yang melambai-lambai karena angin.

"Sakura!" panggil seseorang dari belakang, Sakura yang kaget langsung menoleh mendapati Sai yang sedang terengah-engah kecapekan. Sepertinya dia berlari mati-matian.

"Sai?" ucap Sakura yang kini mendekati Sai. Dia mengambil sapu tangan miliknya, "apa yang kau lakukan? Keringatmu banyak sekali," tanyanya sambil menyeka wajah Sai yang penuh keringat.

Sai terdiam, dia memegang tangan Sakura dan menatap mata emerald gadis itu, "Kau sudah tidak apa-apa kan?" tanya Sai dengan nada khawatir. Sakura menatap wajah pucat Sai yang kemudian tersenyum padanya, membuat wajahnya memerah seketika.

Sakura merasakan wajahnya memerah dan memanas, dia langsung menggeleng-gelengkan kepalanya. Degup jantungnya berdegup kencang membuat Sai terkekeh sendiri melihat tingkah polos gadis di depannya. Sai menggandeng tangan Sakura dan membawanya duduk di tangga tempat mereka jadian untuk pertama kalinya. Sai menatap Sakura sesaat lalu berkata...

"Bagaimana kalau sekarang kau ceritakan ada apa tadi dengan Sasuke?" tanya Sai. Sakura terdiam, lalu menggeleng.

"Masalah utamanya bukan Sasuke," jawab Sakura pelan, "..tapi mungkin aku yang terlalu berlebihan," lanjut Sakura. Sai mengangkat sebelah alisnya, sebelum dia bertanya lagi Sakura langsung berkata..

"Aoi-san tiba-tiba memberiku flame," bisik Sakura, "..dan lagi, tanpa alasan yang jelas, seandainya saja itu kritik atau saran yang membangun sekalipun pedas, tetap akan kuterima," bisiknya lagi. Sai mengangkat sebelah alisnya.

"Kok.. bisa?" tanya Sai bingung mengingat dia tahu siapa itu sebenarnya Aoi-san. Apa maksudnya Sasuke memberi flame pada Sakura? Bukankah biasanya dia memuji-muji bahkan terkadang membuat Sai cemburu?

"Padahal harusnya itu masalah sepele kan? Tapi entah kenapa.. aku.. tidak bisa berhenti memikirkannya," isak Sakura, air matanya kembali mengalir membuat Sai panik.

"Menurutmu bagaimana? Apa aku harus membalasnya atau tidak?" tanya Sakura pada Sai di sampingnya. Sai terdiam, dia terlihat berpikir sebentar lalu menggeleng.

"Tidak perlu, membalas flame seperti itu hanya akan membuang-buang tenaga. Err, maksudku anggap saja flamer itu Karin atau siapa gitu yang sering menindasmu, kau kan biasanya kuat dan tidak mempedulikan mereka anggap saja begitu, ya kan?" jelas Sai, Sakura masih menatapnya, "lagipula kau adalah gadis yang kuat, aku tahu itu," ucap Sai sambil tersenyum.

"Jadi?" Sakura menyeka air matanya.

"Tidak usah dipedulikan saja, paling dia orang gila yang nyasar ke situs fanfiction kan? Hahaha," tawa Sai meledak membayangkan orang gila acak-acakan bermain komputer, Sakura pun mau tak mau jadi ikut tertawa kecil. Sai tersenyum melihat Sakura yang sepertinya sudah tenang.

"Sudahlah," Sai memeluk pundak Sakura, "orang yang tidak mau menghargai perjuangan orang lain membuat cerita, memang menyebalkan. Tapi kalau diladenin mereka bakal semakin jadi kan?" hibur Sai. Sakura tersenyum, dia menyenderkan kepalanya di pundak Sai.

"Tapi.. dia Aoi-san,"

"Hei, dia kan anonym. Bagaimana kita bisa tahu kalau itu Aoi-san yang asli atau bukan?" sergah Sai, "Lagipula aku masih tidak percaya kalau Sasuke yang memberi flame itu," ucapnya dalam hati.

"Kalau kau masih merasa sakit hati, biar tidak ada perang yang tidak perlu, bagaimana kalau kau hapus saja flame tak jelas itu?" usul Sai. Sakura terdiam.

"Hah?"

"Tapi itu terserah kau," bisik Sai di telinga Sakura dengan nadanya yang lembut dan menenangkan. Sakura terkekeh pelan.

"Terima kasih Sai," ucap Sakura, "aku sudah sedikit lebih tenang sekarang," gumamnya yang kemudian tersenyum dan sekarang malah Sai yang memerah.

"Err, kita kembali ke kelas yuk?" ajak Sai setelah melihat jam di tangannya. Sakura mengangguk pelan, mereka berdua berjalan bersama. Sementara saat Sakura lengah, Sai membuka Hpnya dan mengirimi Sasuke sms..

To : Sasuke

Sepulang sekolah, ada yang ingin kubicarakan. Ini tentang Sakura...

.

.

.

Sepulang sekolah...

TEEET TEEEET

Bel tanda pulang sekolah tengah berbunyi dan kali ini menandakan bahwa murid murid Konoha High School sudah bisa pulang sekarang. Sakura pun terlihat segera membereskan tas sekolahnya, dia memasukkan semua bukunya termasuk lukisan dirinya yang baru saja dibuat Sai tadi membuat wajah Sakura tersipu merah. Sai terlihat melirik ke arah Sasuke yang masih cuek dengan keadaan sekitarnya dan tengah membereskan bukunya.

"Sakura, kau pulang duluan ya, hari ini aku ada les," kata Sai yang sebenarnya bohong. Sakura mengangguk polos, kemudian berlari kecil keluar kelas begitu juga yang lain hingga sekarang yang tersisa hanya Sasuke dan Sai yang lagi-lagi akan mengadakan pembicaraan.

"Ada apa lagi?" tanyab Sasuke malas-malasan. Sai mendengus kesal melihatnya.

"Kau tahu kan tentang flame yang didapat Sakura," Sai memulai pembicaraan, "apa.. Aoi-san itu benar-benar kamu?" tanya Sai lagi. Sasuke diam tidak menjawab.

"Hn, menurutmu bagaimana?" jawab Sasuke asal-asalan. Sai menggertakan giginya dan membanting buku yang dibawanya pada meja Sasuke.

"AKU SERIUS SASUKE!" bentak Sai yang sudah kehabisan kesabaran, "Kau tahu? Sakura menangis gara-gara itu!" lanjut Sai lagi.

"Dia pacarmu kan? Apa hubungannya denganku?" tanya Sasuke balik sambil menggaruk rambutnya yang sama sekali tidak gatal.

"Cih, yang memberi flame pada Sakura adalah Aoi-san. Sedangkan Aoi-san yang kutahu adalah kau," jelas Sai. Sasuke sedikit melirik pada teman sejak kecilnya itu.

"Yang memakai nama Aoi-san juga banyak kali, belum tentu itu aku kan?" elak Sasuke, "lagipula bukannya kau harus senang, kau tidak perlu cemburu dengan orang di dunia maya itu kan?" tanya Sasuke lagi.

"Kalau Sakura menangis, itu ceritanya lain lagi," gumam Sai yang menunduk, lalu dia menatap Sasuke yang balik menatapnya dingin, "kau memang menyebalkan, Sasuke.."

Sai mendengus kesal dan mengambil tasnya lalu segera berbalik. Sasuke menatapnya dalam diam. Sedangkan lagi-lagi saat Sai akan menyentuh gagang pintu..

"Sai," panggil Sasuke pelan. Sai menoleh sedikit.

"Baiklah, kalau memang kau merasa aku mengganggu hubungan kalian secara tak langsung, maka aku akan menghilang," ucap Sasuke. Sai mengerutkan alisnya tidak mengerti. Sedangkan setelah menarik nafas pelan, Sasuke membuka browser Hpnya dan menunjukkan daftar bookmarks miliknya di depan Sai.

Cherryblossom – FanFiction net

Delete speed dial?

Yes

"Aoi-san tidak akan muncul lagi di dunia fanfiction,"

To Be Continued


Ne, selesai juga yaa ==a gak nyangka selesai bikin fic ini saya langsung kegirangan melihat Afrika menang! HWAHAHA! :D *guling-guling (?)*

Yosh, special thanks for :

Megumi Kisai, Black Magician Kasumi-chan, Naru-mania, Uchiha-chan, Rhaa Yamanaka, Uchiha Evans, Je-jess, Mila Mitsuhiko, Ka Hime Shiseiten, Risle-coe, Ame chocoSasu a.k.a Rieyuka, Uchiha Cesa, Aya, Vlouchi Schiffer, Hana-chan Uzumaki, Harayosaki Ochi, Haruchi Nigiyama, Azuka Kanahara, Tsukimori Raisa, Micon, Nakamura Kumiko-chan, Smiley, Faatin-hime, N.P.N-11CC, Himawari Sakuran 021, So-Chand 'luph pLend', Sekar Sasori, aya-na rifa'i, Nanako-hime, Utsukushi I – KuroShiro6yh, Kaori a.k.a Yama, Nu-Hikari Uchiha, Smile, AnnZie-chan Einsteinette, FiiFii Swe-Cho, Icha beside door, mikan kuchiki, Fun-Ny Chan, LuthMelody, Nakamura Miharu-chan, Revhita Haruno, keyna uchiha, Sky Eagle Sakura, Dara-SasuSaku ShikaTema Lovers, Ryou-REI, Peaphro, popoChi-moChi, Yusha'chan Higurashi, machiko archuleta, dhevitry haruno, Arishima Ryuu-chan, chiichii-chaan, Misaky Uchiha, Just Ana, Sabrina (FB)

Risle-coe : Aoi-san gak punya account, Sasuke sengaja supaya dia gak diketahui hehe. Btw, makasih dah review! X3

Azuka Kanahara : Ha? SO PASTI..! Kita selalu menjadi temaaan X3 *peluk Azuka –dilempar ke sawah* Kita harus berterima kasih pada orang yang ngeflame ficmu pake nama Kira Desuke ya, wkwkwk XD *ditendang Azuka* Yosh! Makasih dah review..! :3

Smiley : Ha? Iya, ada orang gila memakai nama saya yang keren (?) di fic Azuka kan? *dihajar massa + dilempar telur busuk* tenang aja, aku gak akan melakukan tindakan pengecut itu kok. Makasih ya Smiley udah percaya sama aku ^^ btw, thanks for the review :)

So-Chand 'Luph pLend' : Bener banget! *tos* aku setuju banget sama So-chan, btw flamenya memang sengaja kuambil dari banyak flame yang akhir-akhir ini sering datang ==a oh ya, thanks dah review! XD

Nanako-hime : Ha? Panggil aku Kira atau Desuke aja, terserah kok. Aku gak begitu mikirin panggilanku yang penting masih ada hubungannya sama 'Kuroi Kira Desuke' *halah* hehe, thanks dah review! XD

Sky Eagle Sakura : Gomen neee DX habis habis aku kalau bikin fic malas-malasan sih jadinya ya begini nih hohoho *plak bhug dhuak* maaf ya, tapi makasih udah mau baca ficku. Thanks dah review :D

Misaky Uchiha : (O/O) makasih Misaky..! XD *peluk peluk Misaky* mau laah, masa' gak sih. Nambah temen kan gak dosa, kalau nambah musuh baru dosa wkwkwk *dhuak* gak kok, masa' gitu doang tersinggung? Santai aja kali wkwkk XDD Thanks dah review..! :3

Hiyaaaa, semuanya makasih banyaak. Yang baru review dan mengajak kenalan, aku ucapkan juga SALAM KENAL..! ^^ Dan lagi pertanyaan kalian semua tentang fic ini, pasti akan terjawab di chapter-chapter selanjutnya. Makanya baca terus yaa XD *dhuaaak*

Oh ya, sekedar info aja. Bagi yang mau melihat ilustrasi Review and Art hasil karya dari tangan saya sendiri, silahkan lihat di facebook pada album saya yang 'My Art' maaf aku gak bisa ngetag banyak-banyak ==a *ojigi*

Thanks, boleh minta review? X3