Tittle : A Short Journey

Part : 4/6 end

Author : AM-NYM

Pairing : YeWook

Genre : Family, Romance, Angst

Desclaimer : Hanya Kim Jongwoon a.k.a Yesung yang milik kami dan juga ide ceritanya.

Summary : Ia menatapku, keningnya berkerut dan alisnya bersatu. Tampak jelas ia sedang berpikir keras. Aku masih menunggu, hingga ia menyebut setidaknya namaku. CHAPTER 4 UPDATE! YeWook couple. Sho-ai/BL/Yaoi. Incest? RnR please...

Part 4

(Author POV)

Beberapa minggu setelah Yesung mengetahui penyakitnya itu. Sejak itulah keadaan rumah mereka pun mulai berubah. Perlahan-lahan Yesung semakin terlihat linglung dan mulai melupakan hal-hal yang lainnya. Setelah ujian selesai dan menyatakan bahwa Yesung lulus. Leeteuk dan Kangin tidak mengizinkan Yesung untuk melanjutkan sekolahnya. Mereka meminta Yesung untuk membantu Leeteuk untuk mengajar musik pada anak-anak.

"Yesung-ah?" panggil Leeteuk lembut saat melihat anaknya itu sedang membaca buku musiknya.

"Nee umma." jawabnya.

"Kau baik-baik saja? Jangan terlalu memaksakan diri." ujar Leeteuk.

"Benar Yesung-ah. Lebih baik kau istirahat saja." tambah Kangin.

"Ne umma... appa.." jawab Yesung sambil tersenyum. Ia menutup bukunya dan bergerak menuju kamarnya. Namun setibanya ia di koridor ia berhenti dan menatap orang tuanya.

"Umma, kamarku yang mana?" tanyanya.

Hati Leeteuk dan Kangin serasa hancur saat itu juga. Mereka memaksakan sebuah senyuman untuk Yesung.

"Pojok sebelah kanan Yesung-ah." ujar Kangin.

"Gomawo appa" ujar Yesung sopan lalu pergi dan menghilang dibalik pintu kamarnya.
Sementara itu Leeteuk dan Kangin terduduk lemas. Mereka tak menyangka akan menjadi seperti ini. Mereka tidak tahu seseorang mendengar hal ini.

Jemari-jemari Kibum bergerak lincah diatas keyboard laptopnya. Perasaan takut, cemas dan khawatir membuatnya tidak bisa tenang menggali informasi-informasi yang diperlukannya.

Kyuhyun yang bersamanya pun dapat melihat ketidaktenangan Kibum saat ini.
"Kibum. Kau kenapa? Dari tadi terlihat tidak tenang." tanya Kyuhyun pada sahabatnya ini.

Kibum menghentikan kegiatannya dan menatap Kyuhyun serius. "Kyu, apa kau tahu apa nama penyakit yang bisa mengakibatkan orang melupakan sesuatu dengan perlahan?" tanyanya dalam satu tarikan nafas.

"Maksudmu Alzhaimer?" tanya Kyuhyun mengerutkan keningnya. "Apa kau mau mempelajari tentang hal itu?"

Kibum sama sekali tak menjawab. Dengan cepat ia mengetik 'Alzhaimer' dan mulai membaca artikel-artikel tentang penyakit tersebut hingga akhirnya ia merasakan tidak ada lagi tenaga dalam tubuhnya. Matanya terasa panas dan hatinya terasa begitu hancur.
Dengan cepat ia menutup laptopnya dan segera berlari pulang. Ia benar-benar tak percaya dengan apa saja yang baru dibacanya.

(Kibum POV)

Kubuka pintu rumah lebar-lebar. Nafasku memburu, kutatap umma yang juga menatapku dengan sedikit heran.

"Bum ah. Tumben kau pulang jam segini?" tanya Umma.

Aku masih mengatur nafasku, hingga kuhempaskan tasku ke sofa dan kutatap Umma dengan serius.

"Umma! Dimana Yesung hyung?" tanyaku sedikit menyalak. Umma menghela nafas pendek.

"Tentu dia dikamarnya, Bum ah, ada apa?" tanya Umma. Aku menggeleng.

"Ada yang harus kubereskan dengannya!" salakku.

"Bum ah!" seru Umma sebelum aku berlari menuju koridor dan memasuki kamarnya.

Kulihat ia sedang berkutat dengan buku musik di kursi belajarnya. Kubanting pintu kamarnya dan menghampirinya dengan cepat. Ia menatapku, keningnya berkerut dan alisnya bersatu. Tampak jelas ia sedang berpikir keras. Aku masih menunggu, hingga ia menyebut setidaknya namaku. Namun tidak kunjung muncul.

"Kibum, hyung! Aku Kibum!" seruku seraya bersimpuh di hadapannya. Air mata sudah berada di pelupuk mataku. "Wae?"

"Kibum ah..." bisiknya. Ia berusaha mengangkat pundakku tapi aku mengelak.

"Kenapa kau tega sekali tidak memberitahuku dan Wookie?" tanyaku dengan suara yang sudah bergetar hebat.

"Wookie?" tanya Yesung hyung. Aku mendongak.

"Wookie! Adikmu! Kakak kembarku!" seruku. Yesung hyung terdiam sejenak.

"Ah... ya, Wookie," desisnya pelan. "Mianhae, Bum ah.."

"Aku... Kau... Alzheimer, betul?" tanyaku. Yesung hyung tampak ragu sejenak, namun akhirnya ia mengangguk.

"Ne..." sahutnya. Air mataku tumpah, kutundukkan kepalaku dan tetap bersimpuh didepannya.

"Hyung!" isakku. "Kenapa tidak bilang padaku?"

"Aku... hanya tidak ingin kau khawatir, Bum..." jawabnya.

"Wae? Kita ini bersaudara!" tuntutku. Yesung hyung membelai kepalaku.

"Tapi kita bukan saudara yang sebenarnya..." bisiknya sedih. Aku menatapnya lekat.

"Ya Tuhan, Hyung.. Kau pikir selama ini aku dan Wookie tidak tahu kalau kau bukan benar-benar hyung kami? Kami tahu! Kami tahu itu! Dan kami menerimamu apa adanya! Kandung atau bukan! Kau adalah hyung kami!" jeritku. Aku sudah tidak bisa menahan ini semua. Kebodohanmu, hyung, sungguh membuatku seperti ini. "Mengapa kau tidak pernah tahu betapa kami menyayangimu seperti hyung kami sendiri? Kami menyayangimu karena kau MEMANG hyung kami!"

Yesung hyung menangis. "Mianhae..."

Aku menatapnya. "Kenapa kau begitu?" isakku. "Hatiku begitu hancur mengetahui dengan cara seperti ini, hyung. Ottokhae..?"

"Kibum ah... bisakah aku bertemu dengan Henry?" bisiknya. Aku membelalak, menatap darah yang mengalir dari hidungnya.

"Hyung!" seruku. Ia terhuyung dan terjatuh menjungkalkan tubuhku.

"UMMA! APPA!" seruku. Aku memeluk tubuh Yesung hyung yang menindihku dan berusaha membangunkannya. "HYUNG! ANDWAE! INI TERLALU CEPAT!"

Appa dan Umma menghambur masuk ke dalam kamar Yesung hyung. Umma menjerit, sementara appa kembali menghilang. Aku membalikkan tubuh Yesung hyung, membiarkannya terlentang dengan mata terpejam.

Kupalingkan wajahku pada Umma.

"WAE?" tuntutku. "KENAPA KALIAN TIDAK BILANG PADAKU DAN WOOKIE?"

"Bum ah.." rintih Umma yang sedang menahan beban tubuhnya sendiri di lemari. "Ini.. permin..."

"Meskipun ini permintaan Yesung hyung, tapi kami sebagai keluarga berhak tahu, umma!" tukasku cepat. "Aku... Aku bahkan tidak tahu hyung sudah menderita seperti ini!"

Umma membenamkan wajahnya di telapak tangannya. "Mianhae... Mianhae..."

Appa kembali, menatapku dengan tatapan pucat lalu menarik nafas cepat. "Ambulance segera datang, aku sudah menghubungi Siwon di Rumah Sakit. Kalian tidak perlu khawatir."

Aku menatap tubuh Yesung hyung, kupeluk tubuh itu hingga Ambulance datang menjemputnya.

(Author POV)

Siwon keluar dari ruang rawat Yesung. Kangin, Eeteuk dan juga Kibum segera menghampirinya.

"Dia hanya kelelahan," aku Siwon sebelum mereka bertanya. "Sebaiknya mulai sekarang aku harus memantaunya dari sini, hyungnim."

"Tapi... Apa yang harus kukatakan pada Ryeowook?" desis Kangin. Siwon menepuk pundaknya.

"Kebenaran, Hyung, kebenaran," jawabnya bijak. "Kita tidak bisa selamanya menyembunyikan ini dari anak-anakmu."

Siwon menatap Kibum. "Dan kini Kibum sudah tahu."

"Samchoon..." desah Kibum. Siwon menghela nafas.

"Kau bisa tenang sekarang, Bum," katanya. "Aku sudah melakukan yang terbaik yang kubisa."

"Siwon ah," Leeteuk meraih tangan Siwon dan menggenggamnya erat. "Gomawo.. Kami tidak tahu apa yang mungkin terjadi jika tidak ada kau."

"Aniyo," tukasnya. "Setidaknya ini yang bisa kulakukan sebagai sahabat kalian."

Kangin merangkul Siwon dengan pelukan penuh kesedihan. "Gomapta."

"Hnn, hyung," sahut Siwon. Ia menepuk pundak Kangin, lalu menghela nafas. "Aku akan kembali nanti malam."

Lalu ia pun beranjak pergi. Kibum menatap pintu kamar rawat Yesung.

"Appa... umma..." panggilnya. Ia berpaling untuk menatap orangtuanya. Air matanya kembali jatuh.

"Apa seperti ini baik-baik saja?" isaknya. "Yesung hyung... Apa akan baik-baik saja?"
Leeteuk mendekap mulutnya, lalu memeluk putranya itu dengan erat. "Kita harus berdoa untuk yang terbaik, Bum ah..."

Kibum membenamkan wajahnya di pundak Leeteuk. "Ne..."

TBC

Maaf kalo pendek... disengaja #plak Cuma dapat inspirasi segini tepatnya.

Balasan Review :

Ladyheehee : mian ya bru review soalnya bru bca...

aq ska ni coz kyknya bkalan sedih #plaak

bkin sesedih mgkn yaa thor...

yg menggugah(?) hti #abaikan

LANJUUUT

Jawab : gak apa-apa kok ^^ emang sedih banget.. tapi aku gak tau apakah ini sudah sangat sedih atau belum. Meskipun sendirinya pernah mewek baca ff ini waktu baru jadi #plak

Lolly Childish : hehe...

numpang baca ya thor

uh...t'nyata dugaan lolly slh. dr kmrin sbuk nyari pnyakit dgn ciri2 kea pny yeppa, tp gag ktmu. t'nyata alzhaimer

wkwk

kpn wookie n kibum tw ttg pnykit yeppa?

jgn lama2 ya update'a! lolly nunggu moment'a yeppa n wookie lox ada

hehe

Jawab : oke. Sangat diperbolehkan. Apalagi review ^^

Kibum taunya di chapter ini dan Wookie di chapter depan. Moment YeWook? Di chapter depan udah ada kok, meskipun dikit

Jirania : Hwaaa...Alzheimer!Mengerikan!Poor Yeppa!:'(

Jawab ::'((

Mauyeppaelf : Kmrilah yeppa

biar maulia pluxxx

cp tw ntar smbuhhh

hehehe

lnjutttttt

Jawab : hahaha... amiin...

Akira Mayumi : Wookie sabar ya nak #plakk,meskipun dirimu blm tw. Tp jgn sampe tau dah (?)

Ditunggu update-nnya

Jawab : di chapter depan wookie nya udah tau :'(

Tzera : ternyata sama kaya kyu penykitna..

ckckckck*geleng geleng*

ini parah yah penyakitnya *oo'n nya kambuh*?

udah stadium brapa nih ?

di tunggu yah :) lanjutannya

Jawab : Kyu? Di Fanfic mana itu ceritanya?

Mulai tahu dari awal, tapi karena belum ada obatnya, jadi berkembang hingga akhirnya sampai pada stadium akhir #plak

Park Shim Lee : ai chingu slm aq mau tnya gmn cara daftar jd autor d screenplays(maklum tdk tahu)hehehe lanjut cpt chingu

Jawab : salam kenal juga ^^

Kamu harus bikin akun dulu, ntar bisa jadi author di ffn deh. Gak hanya di screenplays ini aja, tapi juga di fandom-fandom lain ^^

Nikwon : mengapa oh mengapa Yeppa bs skit sprti itu... apkh YeWook sling mncntai? LLLAAANNNJJJUUUTTTKKKAAANNN semangat semangat

Jawab : iya, tapi mereka masih belum tau

Phumie : hiks..hiks.. T.T

yecung oppa kena alzheimer? huaaaa.. .

kga relaaaaa~

*pundung dikamar author*

wookie sdr npa klo u tuh suka ma yesung oppa! authooorrr.. wlpn angst klo bsa yesung oppa jgn di bikin metong ya? kaga rela niiiihhh..

Jawab : hee? #kaget. Gimana ya... karena cerita ini udah dibikin sampe tamat, jadi jalan ceritanya udah gak bisa diganti #plak

Dhikae :Hehee mksudku pas jalan crita awal blum tw konflik atau permasalahanny..

XD skg ngrti yesung skit apaa.. Dan itu dia masalahny.. Apa yewook saling suka lol

ayo lanjut asap

suka suka suka ffny XD

Jawab : iya, tapi mereka belum sadar. Makasih ^^

REVIEW PLEASE