Ai : Good day to you all, Readers! :)

Rin : Berjumpa lagi dengan kami!

Kir : Pembuat Crossover Persona dan Games!

Bertiga : Hanya ingin bilang...

Rin : Disclaimer:Kami tidak memiliki Persona 3 ataupun 4

Ai : Aku hanya mempunyai lkaset game Persona 3, Rin punya kaset game Persona 3, Persona 3:Fes, Persona 4 dan-

Kir : Aku tidak memiliki kaset" gameny tapi punya banyak doujinshi tentang Persona 3 & 4!! (terutama yaoi! *grin*)

Bertiga : S'lamat membaca!!


Crossover Persona

Chapter 3 : Small Talk


Kaget, itulah perasaan Rin.

Setengah mati, itulah keadaan Rin sekarang.

Sweatdrop, itulah yang dilakukan oleh anggota I.T saat melihat 3 orang cewe yang kaget itu.

Nao... Naoto-kun... itu... itu... cewek...?!!!!, pikir Rin, yang masih setengah mati kaget setelah mengetahui bahwa Naoto adalah cewe.

"...dak..."

"Eh?"

"TIDAK MUNGKIN!!!" teriak Rin, tak percaya.

"Kamu lebih kayak cowok!! Benerkan Ai?!! Kir?!! Cowok tulen dan cakep!!!!" teriak Rin, tangannya bergerak-greak diudara (pake indo).

Anggota I.T hanya bersweatdrop ria melihat kelakuan Rin.

"Rin!! Sadarkan dirimu!! Masih ada cowok lain!!!" seru Kir yang berusaha menenangkan Rin.

"Tidak! Tidak mungkin!!!" teriaknya.

Lalu tiba-tiba sebuah lampu neon muncul di kepala Rin. Iapun tertawa licik, yang lain hanya bersweatdrop ria melihat kelakuan Rin.

"Fufufu," tawa Rin, "Aku akan buktikan bahwa Naoto-kun itu bukan cewek..., fufufu..."

Ai dan Kir kaget melihat perubahan kelakuan Rin. Yang lain hanya merinding.

Rin mendekati Naoto...

"Naoto-kun...," katanya dengan nada menyeramkan.

"A-a.. apa mau mu?" tanya Naoto, bulu kuduknya berdiri.

Ja... jangan-jangan si Rin mau..., pikir Ai dan Kir, sadar apa yang mau dilakukan Rin.

Rin semakin mendekat, tangan kirinya menuju dada Naoto dan tangan satunya laginya menuju bagian bawah Naoto. Kedua tangan itu melayang-layang mendekati Naoto dan Rin mengeluarkan aura hitam.

"Fufufu...," tawa Rin.

"Ja-jangan...-" kata-kata Naoto dihentikan oleh teriakan Ai.

"RIN!!! Jangan lakukan!!! Elu bisa...-" dan kata-kata Aipun dihentikan oleh Kanji.

"HEI!!! MAU ELO APA SIH?!!! GANGU...-" teriakkan Kanji terhenti ketika Kir memukul kepala Rin ke tanah.

DDDDUUUAAAAAAAKKKKKK!!!

"Gomen..., Rin memang kadang kayak begini...," kata Kir yang malu dan masih menahan kepala Rin di tanah.

Semua bersweatdrop kecuali Ai yang menghela nafas, merasa lega bahwa aksi Rin terhentikan.


"Saya benar-benar minta maaf," kata Kir yang terus saja membungkukan tubuhnya, "Rin kadang memang suka berlaku tidak sopan."

"Tidak apa-apa," kata Naoto "Naoto-chan..., sorry ya... aku lepas kendali tadi...," kata Rin yang merasa bersalah, terlihat tanda 'x' berwarna putih besar dikepala Rin.

"Naoto sudah memaafkan kelakuan Aizawa-san kok, jadi kamu tidak usah terus membungkukkan tubuhmu..., er..." kata laki-laki rambut silver itu yang bingung mau bilang apa, karena ia belum tau nama mereka kecuali Aizawa.

"Kirito, Shishiten Kirito," kata Kir yang sudah tidak membungkukkan tubuhnya lagi.

"Souji, Seta Souji," kata laki-laki rambut silver itu sambil mengulurkan tangannya, Kirpun mengambil tangannya dan mereka berjabat tangan.

Tangannya... hangat... dan halus... seperti... Aniiyue..., pikir Kirito. Disaat yang bersamaan, perasaannya menjadi tak enak.

Kalungku... Jangan-jangan... Seta-san itu... Kalau begitu mereka semua juga...

Kirito segera melepaskan tangannya, "Ini Ryouma Aiko," katanya sambil menunjuk ke Ai, "Hallo," kata Ai dengan senyum.

"Hanamura Yosuke," kata laki-laki light brown itu.

"Satonaka Chie," kata cewek berambut bob.

"Amagi Yukiko," kata cewek berbando merah itu.

"Tatsumi Kanji," kata seorang laki-laki yang terlihat seperti anak berandalan.

"Kujikawa Rise," kata seorang cewek yang dikuncir dua warna merah.

"Teddie! Kuma!" seru cowok bishounen yang berambut pirang itu.

"Kalian sudah tau siapa aku," kata Naoto dengan cool.


"Jadi kalian pergi jalan-jalan ke sini?" tanya Yosuke "Iya," jawab Rin dan Ai singkat "Aku kesini bukan untuk jalan-jalan tapi untuk sekolah disini selama setahun," kata Kir. Mereka semua sedang duduk di foodcourt Junes, masing-masing dengan makanan sendiri.

"Sekolah? Di Inaba?" tanya Chie "Tidak, di Tokyo," jawab Kir sambil memotong steaknya yang baru saja mereka tinggalkan di stand steak. "Orang tuamu kerja di Tokyo?" tanya Naoto "Tidak," Kir hanya menggeleng kepalanya, "Seluruh keluargaku meninggal saat aku berumur sekitar 4-5 tahun. Aku dapat beasiswa."

Semua kecuali Rin dan Ai, kaget mendengarnya. "Maaf, aku tidak tahu...," kata Naoto "Tidak, wajar saja kalian tidak tau. Kita baru bertemu," kata Kir dengan senyuman yang kelihatan sedih.

Semua terdiam...

Dan Kiritopun memulai pembicaraan, "Kalau boleh tau," katanya dengan nada penasaran, "Kami dengar dari berita bahwa di Inaba sering berkabut..." "!" Semua anggota I.T terlihat kaget.

"Iya..., ada apa dengan itu?" tanya Yukiko

"Tidak," kata Kir yang menggelengkan kepalanya, "Ada rumor di negara kami..."

"Rumor itu seperti ini..."

"Siapa yang melihat dirinya di TV saat tengah malam... akan terserap dalam TV dan tidak akan bisa keluar selamanya..."

Semuanya terdiam, Apa yang maksud lo, Kir?!, pikir Rin dan Ai saat mendengar Kir berkata seperti itu, tapi mereka tidak melakukan apa-apa untuk menghentikannya.

Seperti yang kuduga..., pikir Kir, ia terseyum dalam hati.

Kir menaruh kedua sikutnya di meja, menumpukan tangannya dan menaruh dagunya di atas tangannya. "Roh mereka akan terserap dan tubuhnya ditinggal. Lalu, entah bagaimana, tubuh yang kosong tanpa rohnya akan terpotong-potong seperti terjadi pembunuhan pada tubuh kosong itu," kata Kir tanpa ragu.

Rin menutup matanya dan berkonsentrasi.

!

Segeralah ia membuka matanya penuh dengan rasa kaget.

Jadi... mereka semua disini sama seperti kita?!!, pikir Rin yang kaget setelah membaca pikiran Kir.

Bagaimana Kir bisa ta...-

!

Jangan-jangan waktu bersalaman dengan Seta-san!! Kalung Kir pasti memberi tau...

Kau sudah sadar Rin?, sebuah pikiran memasuki kepala Rin. Ia melihat kearah Kir yang sedang melihatnya, terdapat sebuah pandangan senang yang terlihat jahat diwajahnya.

Kir... bermaksud menggali misteri ini dari mereka?!!, pikir Rin.

"Jadi...," Kir mengembalikan pandangannya ke arah semua anggota I.T, "... Apa rumor itu benar?"

"... Shishiten-san, apa berita tentang kabut di Inaba benar sampai ke Indonesia? Menurut saya, sebuah kabut yang tiba-tiba muncul memang aneh. Tapi, tidak mungkin dengan keanehan seperti ini bisa sampai ke negara lain, atau bahkan sampai di negara anda," kata Naoto.

Kir terseyum licik dibelakang tumpukan tangannya, "Sebenarnya... Shirogane-kun, berita ini tidak sampai di negara kami... tapi kami bisa mengetahuinya melalui internet. Disana banyak yang membicarakan tentang kabut di Inaba."

"Maka dari itu, kami bisa tau tentang kabut di Inaba. Walaupun tidak semua orang di negara kami peduli dengan hal sepele seperti ini...," kata Kir.

"Kalau begitu, dapat saya beri tau bahwa kabut di Inaba sudah hilang," kata Naoto "Oh?" kata Kir yang pura-pura kaget, "Boleh saya tau bagaimana kabut itu bisa hilang?"

!!

Rin..., pikiran Kir memasuki kepala Rin, Kalau elu gak mau bantuin gue buat cari tau... Gue gak bermasalah... Tapi lebih baik sekarang elu baca pikiran mereka.

Rin menghela nafas dalam hati dan mulai berkonsentrasi membaca pikiran anggota I.T satu persatu.

Mana mungkin gue kasih tau tentang Izanami!!

Apa maksud Shishiten? Mengapa dia ingin sekali tau tentang kabut ini?

Shishiten-san sepertinya tau sesuatu...

Kenapa nih orang ngotot buat tau tentang kabut sialan itu sih?!!!

Kuma..., kenapa sih nih lady? Suka sama misteri ya, kuma???

Kalau gue kasih tau... Gua gak mau mereka tau tentang sisi gue yang lain!!

Hmm... Rise bingung... kenapa udaranya jadi tegang ya?

Ukh... semuanya terlihat serius padahal sudah berakhir... ukh... harus menahan... ketawa... ukh... puuwwhh...

Rin menyerap semua pikiran anggota I.T, satu persatu ia jelajahi. Dan iapun membuka matanya lagi, Rin telah selesai membaca semua pikiran mereka masing-masing.

"Yah," Kir menyenderkan tubuhnya ke kursi, "Kalau tidak mau memberi tau sih tidak apa-apa..."

"Mengapa kamu mau tau tentang ini?" tanya Souji

Jantung Kir tiba-tiba berdebar dengan kencang. "Sebenarnya... bukan kenapa-napa. Kalian semua sudah tau aku itu yatim piatu bukan?" tanya Kir dan semuanya diam, Kir tersenyum licik dalam hati, "Aku bekerja sebagai penulis novel. Untuk menghidupi diriku."

"Oh! Itu betul!!" seru Rin, "Kir itu bekerja sebagai penulis novel yang handal!!"

Elo ngedukung gue sekarang?, pikir Kir, alis matanya naik satu.

"Sekali-sekali gue pingin coba nulis novel misteri. Udah sering tulis novel roman," kata Kir yang kembali makan steaknya yang sekarang sudah menjadi dingin.

"Ooh," kata Yosuke, "Mustinya elo bilang donk, kalau gitu mah gu...-" kata-kata Yosuke terhenti ketika Chie menonjok mukanya.

Dan meledaklah tawa Yukiko.

"HAHAHAHAHAHA!!!!" Yukiko tertawa, ia memegang perutnya dengan satu tangan dan memukul lututnya dengan tangan satunya lagi.

"CHIE!! Elo ngapain nonjok gue?!!!" seru Yosuke sambil memegang bagian wajahnya yang tertonjok.

"Gue cuma ngehentiin elo!! Lo ngomong satu kata lagi aja...!!! Gue bikin elo gantungan konci di tas gue!" serunya marah, tangan kanannya sudah dikepal.

Semua bersweatdrop melihat mereka kecuali Yukiko yang terus ketawa –parahnya makin besar tiap detik- dan Kirito yang hanya tertawa kecil.


Rin: Hai all my friends in the world!!^^

Ai: Oi! Not all person in this world are your friends Stupid!!

Kir: *sigh* Rin, plis deh jangan lebay..

Rin: gua gak lebay kok! (dlm hati: emangnya gua lebay ya??)

Kir: Oke, *pegang kertas* yang kita bahas—

Rin: KIR!! Itu kertas tentang yang akan dibahas hari ini! *ngambil kertas dr kir* Ehem..kami akan membahas..*shocked* na-NAOTO!! Oi sutradara beneran nih??!!

Sutradara: Iya!! Ini orangnya.. *Naoto berjalan ke arah mereka bertiga*

Naoto: Halo..

Ai & Kir: Hai Shirogane-san^^

Naoto : *Naoto melihat Rin*

SIING…

Rin memandang Naoto dengan mata full of love dan mukanya bersemu merah

Rin: Na..

Naoto: ?

Suddenly Rin lari ke Naoto dan memeluknya

Rin: Naoto-kyun~hehehe..

Naoto: Woi! Le-lepasin gue!

Ai: *sweatdropped* jangan-jangan lu beneran yuri..

JDEER!! Muncul petir di belakang Naoto dan Kir

Kir: RIN!! RIN!! SADAR!! Kita ini Fujoshi!!

Naoto: Gue bukan yuri!!

Rin: Eh~ tapi kan lu mirip cowo tulen..gak apa-apa dong, kita semua kan tomodachi!^^

Kir: (dlm hati: GAWAT!! Tanda-tanda yuri!!gue harus melakukan sesuatu!) Ai ambil gulungan yang ada di meja!! CEPET!!

Ai: Eh? Ah..oke..(dlm hati: kok gue jadi pembantunya sih?!) Ai mengambil gulungan itu dan memberinya ke Kir.

Kir: Rin!! LIHAT INI!!! *ngebuka gulungan itu*

Ternyata..itu poster..

Rin: *gasp* Itu kan poster ukuran Jumbo gambar Sora dan Riku yang yaoi!! KYAA!! MAU!!! *melepaskan pelukan dari Naoto dan langsung ke arah poster*

Naoto: *sigh* Arigatou Shisiten-san *smile*

Kir: *blushed*dlm hati: Kok..gue deg-degan melihat senyum Shirogane-san? Jangan sampe gue jadi yuri..

Ai: Kok acaranya jadi kacau ya..? Sutradara gue bilang acara hari ini sampe di sini dulu aja!

Sutradara: Gue pikir juga gitu..Oke Good job minna!

BZZZT


Kir : Saya itu bener" pendukung YAOI!! Jadi gak mungkin yuri!!

Ai : Kalau mau salahin orang, salahin Rin. Dia yg ngetik RIN RIN DANGEROUS INTERVIEW

Rin : Ini kan cuma cerita!

Bertiga : RnR!!! :)