Fanfiction.

Guardian Angel – HunHan (Oh Sehun x Xi Luhan)

Desclaimer : The characters aren't mine, but the story is completely mine.

Warning!Typo dimana mana. Lelet update gegara Author males.

Enjoy!


"Luhan….." panggil Sehun lembut. Luhan yang daritadi hanya terdiam langsung menoleh ke arah Sehun. Pipi Luhan langsung bersemu manis ketika menyadari betapa dekatnya wajah mereka berdua. Tatapan tajam Sehun menusuk tepat di mata Luhan, membuat Luhan susah untuk mengalihkan pandangannya dari tatapan menelan salivanya kasar dan mengalihkan pandangannya kasar dari wajah Sehun.

"e-ekhm. Ada apa?" menyingkirkan gugpnya, Luhan berdehem kecil dan melanjutkan aktifitasnya yang tertunda, mencabuti rumput sekitar. Sehun yang hanya ditanggapi seperti itu, berdengus lalu meraih tangan mungil Luhan.

"Jangan merusak rumput taman ini, Lu." Ujar Sehun kalem sambil meremat pelan tangan Luhan. Luhan yang menerima remasan lembut Sehun hanya bisa membuka mulutnya kaget, serpihan merah di pipi Luhan menyebar hingga ujung telinganya. Tidak menyianyiakan kesempatan, Sehun memiringkan kepalanya dan meraup bibir Luhan. Melumatnya bibir bawahnya dengan lembut, Sehun dengan pelan mendorong lidahnya masuk ke dalam mulut Luhan dan bermain main sebentar disana. Hingga akhirnya ciuman tersebut lepas karena Luhan yang kehabisan nafas. Sehun tersenyum manis dan mengecup dahi Luhan.

"Lu, aku mencin—

"TIDAK TIDAK TIDAK TIDAAAAAAAK" teriak Luhan heboh sampai pintu kamarnya terbuka lebar dan langsung mendapat lemparan kamus yang (cukup) tebal. Luhan yang dilempar kamus oleh Xiumin, terjengkang ke belakang hingga terbentur tembok kamarnya.

"YAH! XIU APA APA—"

"SEKARANG MASIH JAM 1 PAGI, XI LUHAN" potong Xiumin sambil melemparkan death glare yang tidak bisa Luhan pungkiri, membuatnya merinding.

Luhan mem -pout-kan bibirnya sambil berdumel kecil, "…ini kan mimpi buruk, Xiu" mendengar itu, Xiumin memutar bola matanya jengkel sambil berkacak pinggang, dan memulai penjelasannya bagaimana ia melihat Luhan sekitar jam 11 malam tersenyum-senyum sendiri dalam tidurnya sambil memeluk guling erat, bergumam nama Sehun sambil tertawa menyeramkan. "bagaimanapun, yang harusnya mimpi buruk adalah aku. Bukan kau, Lu." Gerutu Xiumin sambil keluar dari kamar Luhan, membanting kecil pintu Luhan. Menghela nafas berat, Luhan membenamkan wajahnya di bantal sambil memejamkan matanya sambil membiarkan kegelapan menguasai kesadarannya hingga ia terseret ke alam mimpi.

.

.

.

Xiumin keluar dari kamarnya dan disapa oleh pemandangan dimana Luhan menusuk-nusuk sosisnya brutal. Xiumin terdiam beberapa saat masih syok akan pemandangan di hadapannya. Hingga akhirnya kesadaran sudah menguasainya kembali, Xiumin berdehem cukup keras hingga membuat Luhan menoleh, menghentikan sikap brutal terhadap sosisnya. "selamat pagi, Xiu!" sapa Luhan sambil tersenyum lebar. Pergantian mood yang cepat….. pikir Xiumin ngeri. Xiumin duduk di hadapan Luhan sambil megambil teh Luhan dan menyeruput pelan. Melirik ke arah Luhan, Xiumin menemukan temannya memakan sosisnya dengan damai. Seakan tidak pernah berbuat sesuatu yang brutal kepada sosis tersebut.

Sambil meletakan cangkir teh Luhan, Xiumin mengetukkan jari jari lentiknya pada meja. "jadi Lu…. Siapa Sehun itu?" Luhan yang daritadi sedang memakan sosisnya dengan damai langsung menancapkan garpunya di tengah sosis dan menggeram menakutkan. Xiumin hanya bisa tersenyum miris sambil mengelus dadanya pelan. Luhan mendongakkan kepalanya sambil menatap Xiumin tajam, "jangan. Pernah. Menyebut. Nama. Itu. lagi. OKE, XIU?" Xiumin hanya menatapnya datar sambil menyilangkan lengannya di dadanya. Kekagetannya sudah hilang sejak Luhan menatapnya lekat. "…..sehun."

"ASDFGHJKL XIU KAU—"

"cepat selesaikan makananmu atau kutinggal, Lu." Dengan kalimat itu, Xiumin bangun dari kursinya dan berjalan ke arah pintu meninggalkan Luhan yang masih bengong dengan mulut terbuka dan makanan yang belum habis. Hingga akhirnya beberapa menit kemudian, Luhan memakan sosisnya dengan brutal dan langsung menggeret ranselnya dan lari menyusul Xiumin.

.

.

.

Dan lagi lagi, Luhan ditinggal Xiumin sendiri di kelas, karena Xiumin sudah pergi ke kelas Chen. Luhan melirik ke setiap sudut kelas, mencari siapa saja yang dapat ia ajak berbincang. Bukannya Luhan tidak punya teman, hanya saja Luhan bukan tipe orang yang suka bergosip dan lain lain. Anehnya, orang orang dikelas Luhan yang sekarang hanya para gadis yang suka bergosip. Luhan akhirnya memutuskan untuk membenamkan wajahnya di antara lengannya dan menarik earphonenya keluar dari laci mejanya lalu memasang di setiap telinganya dan memejamkan matanya, membiarkan kesadarannya terbawa oleh melodi indah di telinganya. Hingga akhirnya ia mendengar gadis gadis di kelasnya menjerit kecil sambil kembali berbisik heboh. Luhan menyerngitkan kedua alisnya karena terganggu dan membenamkan kepalanya lebih dalam sampai tiba tiba Luhan medongakkan kepalanya karena tepukan di kepalanya. Luhan mebelalakan matanya dan mencabut kasar earphonenya sambil menyimpannya kembali ke dalam laci mejanya. Matanya memicing dengan penuh curiga sambil mengawasi sosok di hadapannya yang sekarang sedang menduduki kursi yang berada di depan meja Luhan. Oh oh, itu meja Taemin. Luhan harap dia tidak keberatan. Menopangkan dagunya pada satu tangannya, Luhan mengetukkan setiap jarinya pada meja.

"Oh Sehun, aku ingin bertanya"

"bertanyalah, Lu"

"katakan Oh Sehun, apakah guardian angel juga bisa mengontrol mimpi seseorang?"

Sehun, pria yang berada di hadapannya hanya mengedipkan matanya bingung dan menggeleng pelan.

"tentu tidak, Lu. Mimpi adalah alam bawah sadar. Tidak ada orang yang dapat mengontrol mimpi—dan tidak Lu, doraemon itu hanya tokoh kartun anak anak, dia tidak nyata." Ujar Sehun kalem sambil menutup kembali mulut Luhan yang ingin menyela kata kata Sehun.

"Lagipula, setahuku mimpi itu adalah hal yang paling kau pikirkan di hari itu. misalkan, kau mendapat nilai jelek hingga akhirnya kau terus memikirkan hal itu. bisa saja, itu menjadi mimpimu. Well, itu bisa jadi mimpi buruk atau bukan. Mengerti?" akhir Sehun sambil menepuk pelan kepala Luhan, seperti menepuk kepala anjing. Yah, dia memang mirip anak anjing, sih… pikir Sehun sambil terkekeh kecil. Luhan yang mendengar ocehan Sehun yang sebenarnya tidak terlalu panjang, hanya mengangguk patuh sambil mengedipkan matanya bingung.

Sehun kembali menatap Luhan geli. "mengapa kau menanyakan hal itu?"

"tidak apa apa, hanya aku memimpikanmu ta—ASDFGHJKL TIDAK TIDAK AKU TIDAK PERNAH MEMIMPIKANMU PERCAYALAH" Luhan yang panik karena murutnya dengan damai menceritakan rahasia (yang menurut Luhan besar) yang seharusnya Sehun tidak tau. Mendengar kepanikan Luhan, Sehun menyeringai jahil sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Luhan yang mulai memerah.

"aaah~ kau memimpikanku, hm?" Sehun menyeringai sambil terus menatap manik kembar Luhan hingga membuat sang pemilik tergugup malu dan mengeluarkan suara suara aneh seperti, eeei…. Uuuh…. T-ti… eeey… dan lainnya. Wajah Sehun terus mendekat hingga akhirnya satu tepukan di bahu Sehun membuatnya berhenti dan menoleh, Xiumin dan Jongdae. Sehun yang melihat Jongdae langsung membulatkan matanya sambil menunjuk Jongdae tidak jelas.

"C-Chen ge?!" Chen hanya dapat menghela nafas berat lalu menarik lengan Xiumin pelan dan mengecup dahinya singkat. Menerima aksi itu, pipi Xiumin langsung merona lembut. Melihat Xiumin yang mukanya memerah, Jongdae menyeringai jahil sambil mengedipkan matanya. "later, babe." Setelah dua kata itu terucap, Chen langsung menggeret Sehun yang masih terbengong keluar kelas Luhan. Luhan sendiri hanya mengedipkan matanya bingung lalu kembali ngobrol dengan Xiumin, sebelum akhirnya Xiumin kembali ke kelasnya sendiri.

.

.

.

Chen menggeret Sehun ke lorong yang terbilang cukup sepi lalu menyilangkan tangannya.

"yak, teriak sepuasmu."

"KENAPA KAU ADA DISINI CHEN GE? BUKANKAN YANG TURUN KE DUNIA MANUSIA HANYA AKU?!"

Teriak Sehun heboh. Nah, kan pikir Chen jengkel. Chen menghela nafas berat, agak pusing dengan teriakan Sehun. Akhirnya, Chen menganggukan kepalanya pelan sambil mengelus dagunya, berpikir bagaimana cara menjelaskannya ke Sehun.

"Jadi….. sebenarnya, sebelum kau turun ke sini, aku sudah dulu—"

"APA?! KOK—" dengan jengkel Chen menjentikan jarinya dan mulut Sehun langsung terkatup dengan rapat. Sehun yang sadar mulutnya dikunci hanya bisa menarik narik lengan baju Chen dengan ganas. Sedangkan, Chen hanya menyeringai puas sambil menepuk nepuk kepala Sehun.

"Dengarkan aku dulu, bayi. Aku turun lebih dulu daripada kau. Aku kembali lagi ke atas ketika tau kau juga disuruh turun ke dunia manusia.—ah, jika kau tanya padaku mengapa kau tidak tau kalau aku turun ke dunia manusia, aku tidak tau. Pada hari itu kau sedang asik bermain main dengan Kai. Tetapi anehnya, Kai tau kalau aku turun. Jadi…. Yah, memang kau yang paling bocah sih ya. Oke, bye." Ujar Chen santai sambil jalan meninggalkan Sehun.

Sehun yang mulutnya masih terkatup rapat cepat cepat mengejar Chen dan menarik blazernya ganas. Chen hanya melirik lalu menjentikkan jarinya lagi, dan Sehun dapat membuka mulutnya lagi dengan bahagia. "Sial kau, Chen."

"maaf, kau bilang apa?"

"maksudku terima kasih, Ge. :D "

"oh."

Sehun masih memasang senyum lebarnya sambil menatap sosok Chen yang lama lama menghilang dari pandangannya. Hingga akhirnya ia memastikan Chen benar benar menghilang, ia menendang nendang udara kosong sambil menggerutu kesal.

.

.

.

Seperti biasa, Sehun berada di sebelah Luhan dan sepertinya Luhan sudah terbiasa dengan Sehun disebelahnya. Dan sekarang, Luhan menggeret Sehun untuk pergi ke taman lagi. Entahlah, akhir akhir ini Luhan senang sekali untuk pergi berasama Sehun ke taman. Rasanya menyenangkan, angin lembut di taman sering menyapu kulitnya lembut. Berbeda dengan angin ac yang ada di mall. Lagipula wangi danau yang khas, kicauan burung, bunyi dedauan kering ketika diinjak, itu sungguh menyenangkan untuk Luhan! Dan well, untuk bersama Sehun juga.

Sehun yang ditarik paksa oleh Luhan hanya mangangguk patuh saja, lagipula dia menikmati di taman kok. Dan benar seperti yang Sehun duga, Luhan menggeretnya ke dekat danau. Ketika danau sudah menyapa pengelihatannya, Luhan langsung membuka sepatu dan kaus kakinya dan memasukkan kakinya ke dalam danau itu, merasakan dinginnya air yang menyelimuti kulitnya. Sehun hanya tersenyum geli sambil mengambil tas Luhan yang dilempar sebelum dia berlari ke danau dan meletakannya di sekitar pohon besar. Sehun lagi lagi hanya memperhatikan Luhan sambil memainkan semilir angin di antara jari jari tangannya. Sampai tiba tiba, Luhan berlari ke arahnya sambil tersenyum lebar dan mata yang berbinar.

"Hei hei, Sehun! Bagaimana jika aku berenang?" ujarnya penuh semangat yang hanya di jawab dengan kekehan kecil dan anggukan dari Sehun. Mendapat jawaban, Luhan langsung membuka seragamnya hingga ia hanya mengenakan celana pendeknya yang berwarna hitam.

Oh, oh.

Seharusnya Sehun melarang Luhan untuk berenang. Sekarang lihatlah! Sehun dapat melihat milky skin Luhan yang sangat lembut itu! astagah, dia mesum sekali. Sehun cepat cepat menggelengkan kepalanya, mencoba menyingkirkan pikiran pikiran mesum yang muncul di otaknya. Dan ketika ia kalut dengan pikirannya, Luhan dengan gembira menyeburkan dirinya ke dalam danau sambil bermain main dengan bahagia. Sehun tetap berkutat dengan pikiran mesumnya sedangkan Luhan mulai bermain main ke tempat yang lebih dalam. Hingga kejadian yang menurut sangat tidak mengenakan, kaki kiri Luhan kram. Luhan langsung syok dan merasa tubuhnya mulai tenggelam. Dengan panik, Luhan berteriak memanggil Sehun.

"SEHUN!"

Mendengar teriakan Luhan, Sehun yang masih asik berkutat dengan pikiran mesumnya itu langsung tersadar dan melihat Luhan yang hampir tenggelam. Dengan sigap Sehun langsung berlari ke arah Luhan dan menyeburkan dirinya sendiri, dan menopang tubuh Luhan yang hampir tenggelam dan membawanya ke tepi danau. Luhan dibaringkan di atas rumput sedangkan Sehun masih berada di dalam air, menetralkan nafasnya karena panik. Sehun melirik Luhan sebentar lalu menepuk kaki kiri Luhan, yang hanya dibalas oleh death glare Luhan.

"sakit, idiot…."

Sehun hanya menunjukkan cengirannya lalu bangkit dari air danau, dan duduk di sebelah Luhan dan meraih kaki kiri Luhan, memijitnya pelan. Hingga ia rasa kaki Luhan rileks, ia bangkit dari duduknya dan berjalan kearah tas mereka untuk mengambil baju seragam Luhan. Ketika ia sudah menemukan baju Luhan, ia berjalan ke arah Luhan dan melemparkan bajunya ke arah Luhan.

"tangkap."

Luhan yang masih terbengong karena kejadian tadi kaget karena perintah mendadak Sehun dan membiarkan bajunya jatuh dan mengambang di permukaan danau.

….

Tanpa banyak omong, Luhan langsung berdiri dan berjalan ke belakang Sehun, dan mendorongnya keras. Sehun yang kaget hanya bisa berteriak miris sambil menunggu dirinya jatuh ke dalam danau. Luhan yang marah terhadap Sehun hanya memperhatikan Sehun sambil menyilangkan lengannya bersmaan dengan seringai di wajah Luhan muncul. Sehun hanya memasang wajah pockerfacenya dan memungut baju Luhan dan bangkit dari danau.

"kau keterlaluan, Lu."

"aku harus pulang dengan apa, pabohun?"

Sehun berpikir sebentar sebelum menjentikan jarinya dan membuka seragamnya, meninggalkan baju kaus dalam Sehun yang menempel erat ke kulit dada dan perut Sehun yang membuat muka Luhan memerah seketika. Sehun yang menyadari itu menyeringai jahil lalu berbisik pelan, "menikmati pemandangannya?"

Spontan muka Luhan tambah merah dan menendang kaki Sehun beringas. Sehun hanya terkekeh kecil sambil memakaikan bajunya yang basah kepada Luhan. Luhan tadinya memberikan tampang aneh pada Sehun. Maksudnya, ini basah. Sehun yang mengerti arti tatapan Luhan mengangguk kecil, "kau pilih mana, hanya mengenakan celana panjang dan topless untuk pulang atau pakai baju yang, well sedikit lebih besar dan basah?" oh tentu saja Luhan lebih menerima baju basah Sehun daripada ia harus topless di jalan. Ternyata badan Sehun jauh lebih besar dibanding badan Luhan. Bajunya kebesaran sekali untuk badan mungilnya. Sebenarnya memakai baju Sehun tidak seburuk itu kok. Buktinya meskipun tadi Luhan menggerutu kesal, sekarang ia terlihat menikmati memakai baju Sehun. Ckckc.

Dikarenakan mereka basah kuyup dan sudah sore, mereka memutuskan untuk berjalan pulang sambil membawa tas masing masing. Terlihat dua makhluk itu makin lama makin dekat, Luhan sudah membiarkan Sehun mengacak rambutnya dan merangkul bahu mungilnya. Dan Luhan juga sudah berani merangkul Sehun balik dan tersenyum lebar. Sehun mengantar Luhan pergi kerumahnya dan Luhan tidak masalah dengan hal itu.

"kembalikan bajuku, Lu" minta Sehun ketika mereka sudah berada di depan pintu rumah Luhan. Luhan hanya menggeleng pelan sambil memeluk baju Sehun yang melekat di bajunya.

"akan aku kembalikan ketika sudah dicuci dan disetrika. Tunggu saja!"

Dengan itu, Sehun tertawa kecil lalu mengacak rambut Luhan. "arraso, aku tunggu baju ku."

Dan hari itu berakhir dengan ending yang sangat baik, bagi Luhan dan Sehun. Untuk mereka, hari ini sangatlah berwarna karena makin lama mereka makin dekat. Perasaan mereka untuk satu sama lain sudah bulat, sudah pasti. Namun, mereka hanya masih malu untuk mengakuinya.

TBC

RnR


Hai, lama gak jumpa. o u o)/

Maap aku termasuk salah satu author gak bertanggung jawab yang nelantarin ff, ini udah hampir ff kedua yang aku telantarin. dan hari ini, aku coba ngelanjutin ff ini dan semoga, ceritanya nyambung. kalo enggak ya... maap ya. aku kesibukan main rp nih HIH. e n e

ohiya dan ini untuk jawaban review! o/

maaf ya yang ngerasa ceritanya pendek banget kayak drabbles . aku usahain dipanjangin lagi nanti! iya xD kalo Luhan manis manis aja gitu kayaknya udah sering banget deh :/ uke manis gitu gak seru... kita bikin uke model baru, yang suka ngamuk ngamuk kayak Luhan ;D tadinya sih aku engga mau bikin Chen ke dunia manusia... tapi salah nulis -_-v tapi gapapa~ kita lanjut aja! ;D tunggu! yang minta konflik sama Kai sama Kris itu jadi kayak ngerebutin Luhan gitu? :/ kalau kalian punya ide buat alur cerita ini, jangan ragu2 kasih tau aku ya! aku terima kok! :"D

sekian kali ya... udah ya babay! :*

Big Thanks to:

all silent readers , Lee MingKyu , nafira el salsabila , RZHH 261220

asroyasrii , Imeelia , ajib4ff , M , ohristi95 , HunHanShip

0312luLuEXOticS , Kiela Yue , 12wolf

hyemi nam , babyluhan20 , WinterHeaven

Xx, B.