Penuli : De erstories02

Disclaimer : Tuhan, keluarga mereka dan fans

Peringatan : Yaoi, boyxboy, kesalahan tata bahasa, bahasa campur (baku-non baku),dll

Noted :

Sebelumnya aku mau say sorry ^^ karena mungkin beberapa dari kalian merasa di PHP kan sama updatean aku sebelum ini T-T, karena aku gak ada niat mau PHP sama sekali :( dan waktu itu bener-bener niat bantu temen :( tapi ternyata banyak yg kesel sampe ngechat aku di bbm dan kirim personal massage :( wkwk . aku tau aku salah soalnya UP itu di semua FF aku :( so yaa~~ mianhaee chinguyaa~~ (JANGAN LUPA BACA TULISAN DIAKHIR YA ^^) HAPPY READING~~


FOOLS

DUA


40 menit kemudian Porsche Boxster merah milik Sehun terlihat berhenti sempurna didepan salah satu rumah di kawasan elite yang cukup familiar untuk namja minim ekspresi itu, karena beberapa kali ia mengunjungi teman dekatnya di tempat yang sama hanya berbeda rumah. Mata tajamnya menatap ke arah rumah dua lantai yang berhadapan langsung dengan rumah teman dekatnya, lalu beralih ke arah kursi penumpang dan melihat wajah damai dengan mata terpejam. Sebenarnya, perjalanan dari sekolah menuju perumahan tempat dimana teman dekatnya juga tinggal itu hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit, namun entah mengapa namja tampan itu memperlambat laju mobilnya ketika mendapatkan wajah tertidur Luhan disampingnya. Jangan bertanya apa alasannya, karena ia sendiri tidak tahu, yang jelas Sehun hanya merasa tidak ingin membangunkan Luhan yang baru tertidur. Mungkin karena kegiatan sekolah yang padat ditambah suasana canggung antar keduanya, membuat namja manis itu tidak dapat menahan rasa kantuk.

Sehun masih menatap Luhan tanpa berniat membangunkan namja yang terpejam dengan wajah menghadap kearahnya dan mulut yang sedikit terbuka seukuran jari telunjuknya, mungkin? Sesekali ia melirik ke arah rumah bercat abu-kecoklatan, lalu ke arah Luhan secara bergantian tanpa mengucapkan apapun. Beberapa menit kemudian, namja bermarga "Oh" itu melihat pergerakan dari namja yang lebih kecil, namja manis itu membuka mata dan mengerjap cepat lalu melebarkan mata, segera memperbaiki posisi duduknya karena terkejut.

"Sudah sampai." Ucap Sehun duluan.

"A-ah, ya. Sejak kapan?" Luhan menggaruk tengkuknya karena merasa tidak nyaman.

"Baru saja," Balas Sehun menatap kedepan.

"B-baiklah, maaf sunbae karena aku ketiduran dan terimakasih untuk tumpangannya." Balas Luhan sedikit gugup lalu melepas seatbelt nya dengan buru-buru sebelum membuka pintu.

"Luhan,"

"Ya?" Luhan menoleh ketika tangannya nyaris membuka pintu mobil, terkejut lagi.

"Jangan panggil sunbae,"

"Ha?" Sepertinya kerja otak Luhan tiba-tiba sedikit melambat hanya karena satu mobil dengan Sehun.

"Panggil Sehun."Luhan mengerjap bingung, tangannya masih memegang pintu mobil.

"panggil nama sama seperti yang lain."Lanjut Sehun lalu menoleh, langsung menatap mata Luhan.

Tolong Luhan sekarang ya Tuhan, kerja jantungnya tiba-tiba ikut berubah menjadi lebih cepat.

"A-ah itu, ba-baiklah sun-eh- Sehun."Jangan bilang kerja lidahnya juga berubah.

"Hm, terimakasih." Ucap Sehun lalu menatap kedepan kembali.

"Y-ya, sama-sama. Permisi." Sehun mengangguk lalu Luhan segera keluar. Setelah beberapa langkah melewati pagar rumahnya, namja manis itu segera berbalik ketika mengingat sesuatu, namun mobil Sehun sudah tidak terlihat.

"Kenapa jadi dia yang bilang terimakasih?" Luhan menggaruk pipinya.

Jaejoong segera menyambut anaknya ketika mendengar suara pintu ditutup.

"Lu?" Luhan menoleh ke arah Mamanya lalu tersenyum.

"Aku pulang," Ucapnya lalu menghampiri Mamanya.

"Tumben kamu gak ngasih tahu kalo pulang telat." Balas Mamanya lalu menatap Luhan yang memasang ekspresi bingung.

"Telat? Luhan gak pulang telat Ma," Jawab Luhan lalu melangkah menuju tengah diikuti Mamanya.

"Walaupun kamu cuma telat 30 menit, tetep aja itu namanya telat Lu." Luhan mengernyit lalu melihat jam tangannya.

"HAH?JADI TELAT?!" Jaejoong mengusap dadanya, terkejut mendegar teriakan Luhan.

"Jangan teriak sayang, Mama kaget."Luhan menatap Mamanya lalu mendesah pelan.

"Jadi Luhan telat ma?" Jaejoong mengangguk.

"Tadi dia bilang baru aja sampai." Luhan berdiri lalu bersedekap.

"Dia? Dia siapa sayang? Kamu gak pulang bareng Kai?" Luhan menggeleng.

"Kai ada latihan dance," Balas Luhan.

"Terus kamu pulang sama siapa?" Luhan menoleh,

"Luhan kesal ma," Balas Luhan gak nyambung lalu meninggalkan Jaejoong yang menatap anak sulungnya bingung.

"Dia? Siapa?"Jaejoong menggeleng.

.

.

.

Mingyu mengikuti pergerakkan Wonwoo selama di toko buku, bahkan namja tan itu rela menunggu jika Wonwoo berdiri cukup lama di salah satu rak ketika tertarik beberapa buku.

"Berhenti mengikutiku Mingyu," Wonwoo mulai jengah dengan sosok Mingyu yang mengikutinya terus.

"Gyu, Jeon."

"Ha?" Wonwoo menoleh tidak mengerti.

"Panggil Gyu aja,"Ucap Mingyu lalu tersenyum, sedangkan Wonwoo segera menatap buku-bukunya kembali.

"Okay?" Lanjut Mingyu, belum mendapat jawaban.

"Jangan aneh-aneh Mingyu." Balas Wonwoo tanpa melihat Mingyu yang masih menatap Wonwoo dari samping.

"Tadi kamu memanggilku seperti itu kok."

"Kapan? Aku tidak pern-"

"Waktu mau naik motor, jangan berbohong, Jeon."Gerakan tangan Wonwoo terhenti lalu menoleh.

"Itu tidak sengaja,"Balas Wonwoo.

"Kalau begitu, sekarang dibuat sengaja."Mingyu tersenyum lagi, dua taringnya terlihat.

"Terserah," Wonwoo meninggalkan Mingyu yang masih tersenyum.

"Kau tidak jadi membeli kamus bahasa Jepang Ming-"Wonwoo menoleh lalu mendorong tubuh namja yang lebih tinggi.

"Yak! Jangan terlalu dekat." Wajah Mingyu terlalu dekat dengannya.

"Maaf, aku terlalu fokus memperhatikan bibirmu, Jeon." Balas Mingyu lalu menggaruk tengkuknya.

"Bib-, ah lupakanlah. Jadi beli kamus atau tidak? Aku sudah selesai."Ucap Wonwoo lalu menatap beberapa buku yang ia bawa.

"Jadi, tolong pilihkan satu untukku, Jeon." Mingyu menarik tangan Wonwoo secara tiba-tiba, nyaris membuat Wonwoo tersandung kakinya sendiri.

"Bodoh!"

.

.

.

.

"Ada apa?" Namja tinggi itu menatap Sehun yang tiba-tiba datang beberapa menit yang lalu, masih dengan seragamnya dan langsung duduk di sofa tanpa mengucapkan apapun.

"Kau belum pulang?" Sehun menatap Chanyeol yang memberikannya sekaleng cola.

"Tadi ada yang harus aku urus dulu." Jawab Sehun lalu menarik pembuka kaleng cola.

"Tumben, aku kira Kookie bersamamu," Sehun menggeleng lalu menegak cairan bersoda itu.

"Dia bareng si alien."

"Lalu?" Chanyeol menyusul duduk di depan Sehun.

"Entahlah, hanya ingin datang."Chanyeol mengernyit lalu menegak colanya.

"Kau ada masalah?" Sehun menatap Chanyeol.

"Tidak."

"Lalu?"Sehun menggeleng.

"Tidak ada alasan Chan,"Namja tampan itu bersandar pada sofa lalu mendesah.

"Kau masih harus belajar banyak untuk membohongiku Hun," Sehun diam.

"Kau tidak bisa membohongi saudaramu sendiri Oh Sehun," Lanjutnya lalu menegak cola lagi.

"Berhenti bersikap seolah-olah kau orang tua Chan,"Balas Sehun lalu melirik Chanyeol yang sedang terkekeh.

"Secara umur, kita mungkin sama. Tapi, secara aturan aku adalah Hyungmu."

"Berhenti membawa aturanmu yang tidak berguna itu, sialan." Chanyeol tertawa.

"Itu adalah sebuah kenyataan tuan Oh Sehun, seharusnya kau memanggilku Hyung,"

"Terserahmu saja, dan jangan pernah berharap aku memanggilmu Hyung, sialan!" Tawa Chanyeol benar-benar pecah, namja itu senang sekali menganggu Sehun jika ia berkunjung ke apartemen miliknya.

"Lalu untuk apa kau membuang-buang waktumu disini? Bahkan kau tidak ingin bercerita apapun denganku." Tanya namja tinggi itu lalu menatap Sehun bingung.

"Chan,"

"Hm?"

"Apa kamu pernah merasa penasaran dengan orang lain?"Tanya Sehun.

"Penasaran dengan orang lain? Tentu saja pernah, wae?"

"Bagaimana rasanya?" Chanyeol mengernyit.

"Kau bertanya rasanya penasaran dengan orang lain?" Sehun mengangguk

"Hmm," Chanyeol mengusap dagunya.

"Rasanya sungguh buruk, percayalah."Lanjutnya lalu melipat kaki diatas sofa.

"Huh?"Sehun tidak mengerti.

"Iya, jika kau memiliki rasa penasaran dengan orang lain akan membuatmu merasa buruk. Kau akan terus menerus memikirkan hal-hal apa saja yang berhubungan dengan orang itu sampai rasa penasaranmu hilang, dan itu sungguh menyiksa."Jelas Chanyeol.

"Bagaimana kau tahu?" Namja itu mendesah.

"Karena aku pernah merasakannya Sehun bodoh."Sehun menyipit.

"Kapan kau merasakannya?" Chanyeol menggaruk leher.

"Entahlah, aku sudah cukup lama tidak pernah merasakan hal itu lagi sejak beberapa tahun yang lalu." Balas Chanyeol lalu mengambil ponselnya.

"Maksudmu setelah bersama Baekhyun?"

"Bagaimana kau tahu?" Sehun mengedikkan bahu.

"Hanya Baekhyun?"

"Mmm, tidak juga. Aku beberapa kali pernah merasa penasaran dengan beberapa orang, hanya saja Baekhyun yang paling membuatku gila."

"Wae?"

"Entahlah, semua yang berhubungan dengan dia berkali-kali lipat membuatku penasaran,"Balas Chanyeol lalu mengetik sesuatu di ponselnya.

"Apa kau sedang penasaran dengan orang lain Hun?"Tanya Chanyeol lalu tersenyum dengan lebar.

"Senyummu sangat bodoh." Sehun melempar bantal kursi.

"Jadi?"

"Apanya?" Sehun menatap Chanyeol.

"Kau sedang tertarik dengan seseorang? Siapa dia?" Sehun menggeleng.

"Aku? Tidak." Chanyeol mengangguk lalu berdiri.

"Aku anggap kau sedang jujur." Ucap Chanyeol lalu meninggalkan Sehun menuju kamarnya.

"Aku memang sedang jujur sialan!"Balas Sehun lalu mendengus.

Beberapa menit kemudian Chanyeol kembali dengan pakaian yang lebih rapi dan kunci mobil ditangannya.

"Kemana?"

"Aku ada janji dengan Baekkie," Sehun mengangguk.

"Kau masih ingin disini?" Sehun mengangguk lagi.

"Okay, aku pergi dulu." Chanyeol menepuk bahu Sehun yang sedang sibuk dengan ponselnya.

"Oh ya Hun,"Sehun menoleh ke arah Chanyeol yang hampir melewati pembatas ruang tengah dan ruang tamu.

"Penasaran dengan orang lain memang cukup menyiksa, tapi cukup menyenangkan bahkan kau bisa merasa bahagia untuk alasan tertentu." Sehun mengernyit.

"Jadi saranku, lebih baik kau ikuti rasa penasaranmu itu daripada hanya dipendam begitu saja." Lanjut Chanyeol lalu meninggalkan Sehun yang masih memikirkan ucapan sepupunya itu, walaupun terkadang Chanyeol sering kekanak-kanakan tapi untuk urusan seperti ini, dia sangat baik.

"Lalu harus apa?"

.

.

.

.

Namja manis itu terlihat menatap langit-langit kamarnya dalam diam, beberapa kali ia terlihat mendesah pelan sebelum akhirnya menarik selimut dan menggulung tubuhnya dengan selimut.

DRRT…

Luhan menoleh ke arah nakas lalu bergulung dengan selimutnya ke arah nakas dan mengambil ponselnya yang sejak tadi ia abaikan. Jarinya mengetuk dua kali diatas layar ponsel lalu mengernyit ketika melihat notifikasi yang masuk, sebuah surel.

"Tumben," Jarinya menggeser surel yang masuk.

From : Mrblack

To : mejeonLu

"Hay Hannie :)."

Luhan mengerjap dua kali setelah membaca surel yang masuk, lalu melepas gulungan selimutnya.

"Mrblack? Siapa?" Namja manis itu terlihat mengingat lalu menggeleng ketika tidak menemukan petunjuk apapun. Ia bergerak lalu bersandar pada headboard masih menatap surelnya. Jarinya ingin mengetik balasan namun masih ragu karena tidak mengetahui siapa pengirim surelnya. Luhan memutuskan untuk turun dari kasurnya lalu melangkah menuju kulkas di samping rak buku, membukanya dan mengambil sekaleng kopi. Namja manis itu membawa kakinya mendekati balkon kamar yang langsung menghadap rumah milik kakak beradik Kim. Jarinya menarik pembuka kaleng lalu meneguk cairan pahit berpadu dengan manis, sejujurnya ia pasti akan kena marah jika Mama atau Baba mengetahui kegiataan Luhan menikmati kopi di jam tidurnya, sungguh buruk.

DRRRT…

Luhan menarik keluar ponsel dari saku piyama, membaca notifikasi yang masuk dan menemukan sebuah surel lagi.

From : Mrblack

To : mejeonLu

"Goodnight xx."

Namja itu mengernyit sebelum memilih untuk mengabaikan surel yang masuk. Manik matanya masih memperhatikan lingkungan tempat tinggalnya dengan tegukan kopi, sampai ekor matanya menangkap pergerakkan pintu kaca milik keluarga Kim bersaudara yang terbuka dengan Kai yang keluar menuju balkon. Namja diseberangnya menutup pintu kaca lalu berbalik, tersenyum.

"Hai," Ucap Kai tanpa suara dan Luhan menyipit untuk melihat gerakan bibir Kai.

Kai mengangkat kaleng cola yang ia bawa lalu menggoyangkannya.

"Goodnight Lu,"Luhan mengerjap setelah membaca gerakan bibir Kai, namja itu tersenyum kearahnya.

..

..

..

TBC

.

.

.


HALLOO~~

Thanks yang udah baca UP kali ini ^^ ditunggu reviewannya ^^

Btw, selain aku minta maaf karena mungkin banyak yg merasa di PHP kan sama updatean aku sebelum ini (tentang jasa titip) wkwk, aku juga mau minta maaf karena molor yg buat FREE GOODS :") karena jujur akhir-akhir ini aku lg banyak tugas kampus ditambah aku sama temen2 lg nyiapin FREEBIES buat DE tgl 23 besok ^^ (buat kalian yg nonton DE ataupun gak tapi dateng ke venue dan mau FREEBIES dri aku dan teman-teman bisa cek infonya di twitter aku ya deerstories02 ^^ isinya ada Polaroid OTP, limited PC dan sticker) siapapun boleh minta kok, nanti ada dua temenku yg bagi-bagiin ^^

Dan buat yang nunggu FREE GOODS dan bingung kenapa aku bagi-bagiin goods, dalam rangka apa bagi-bagiin kayak gitu, jadi itu barang-barang yang seharusnya aku pakai buat MUBANK kemarin, tapi karena suatu hal aku batal nonton MUBANK dan terlanjur beli goods (kaos+kipas vivi dan sehun+pc) jadi daripada gak kepake (terutama kaos, dan itu benar-benar masih baru belum dipake sama sekali, cuma dibuka buat diliat) aku mau kasih secara cuma-cuma wkwkw

Kak kenapa kaosnya gak dipake sendiri aja? Karena kaosnya warna putih, dan jujur aku bukan orang yg pake kaos warna putih untuk sehari-hari apalagi untuk ngampus wkwk, kalopun kemarin aku jadi nonton MUBANK aku rasa kaosnya akan disimpan gitu aja setelah dipake tapi berhubung kaos ini masih baru banget jadi lebih baik aku kasih kalian ^^

Terus kipasnya kan bisa dipake sehari-hari? Iyaa bener, tapi lebih baik sekalian dibagiin aja karena aku ngerasa udah sepaket sama yg lain.

Dan untuk pc (aku punya baekhyun dan chanyeol) ini juga baru barengan sama yg kipas sehunvivi kecuali baekhyun karena pcnya aku beli bareng kipas baekhyun nitip temenku yg buka jasa titip kemaren dari masternim Thailand wkwk

Terus aku juga tambahin sama sticker yg aku (lagi-lagi titip temen) beli di masternim sehun dari Thailand ^^ so ya kira-kira aku punya (kaos+kipas sehunvivi+pc chanbaek+sticker sehun) dan aku belum tau itu bakal aku kasih buat satu orang aja atau aku pecah buat dua atau tiga orang mungkin? Kalian bisa kasih saran yaa~

Selain itu aku juga mau ngasih poster EXACT yg item sama kuning (tau kan?) cuma ada sedikit cacat di ujung poster (padahal gak pernah aku pake) T-T cuma kalo kalian mau, aku kasih sekalian ^^ dan sekalian kasih saran aku ngirimnya pake apa karena jujur aku gak punya tubenya :(

Ya pokoknya gitulah, intinya buat FREE GOODS akan segera aku posting di IG aku ya deerstories02 beserta caranya (gampang banget) dan minimal harus ada 5-7 orang yang ikutan kalo kurang dari itu, maaf aku gak lanjut :( jadi ajak temen-temen kalian ya ^^

OH YA SATU LAGI

Aku lagi buat FF baru ~~ mungkin aku posting disini atau WP kalo gak malam ini ya berarti besok judulnya Dusk Till Dawn ^^ so jangan lupa dibaca dan direview yaaa~~

Segitu dulu deh _- udah kepanjangan~~ C U SOON ! jangan lupa join buat FREE GOODSnya ya ^^ saranghaee