Gacha
Naruto Mashasi Kisimoto
Pesan penulis :
Sekarang santai aja dulu, saya terlalu lelah karena banyak kegiatan. Sengaja saya masukkan banyak komedi garing disini. Ah iya, jika masih ada yang berkenan masuk grup WA, PM saya. Sekian dan terimakasih
.
.
"Tapi kenapa? Bukankah kita bisa bersama?!"
"Tidak, maafkan aku.."
"Tapi Jyoti!"
Fak, apa-apaan ini! Kenapa saat maintenance, malah hanya ini hiburanku? Langsung saja kumatikan tv yang sedang menampilkan sinetron dari negara asing itu. Dasar komunis liberalis kau Jyoti! Kenapa kau tidak menerima cintanya! Dan kau Ashta, kau harusnya bisa membantu kakak iparmu!
"Kak sarapan sudah siap, cepat turun!" Langsung saja aku turun ketika mendengar suara adikku yang manis. Ugh, aku tidak akan tega membuatnya menunggu, karena itu jalan ninjaku!
Didepanku sekarang terpampang sebuah meja makan sederhana, dengan lauk yang juga sederhana, namun apapun itu, aku tetap mensyukuri kenyataan bahwa aku masih diberikan makanan.
"Jangan hanya berdiam diri disana kak, cepat duduk dan makan. Aku sudah lapar." Dan juga bersyukur masih memilikinya. Tidak tidak, aku bukan siscon, aku hanya menyayangi adikku secara berlebih, hanya menjaganya setiap waktu, dan hanya mengetahui segalanya tentang dia, hanya itu saja kok.
"Kenapa tidak makan duluan saja?" Aku bertanya seperti itu ketika sudah duduk di meja makan. Sambil mengambil nasi, aku terus melihat wajahnya, mata biru yang sama persis seperti ku, rambut kuning keemasan yang juga sama persis seperti ku namun hanya lebih panjang, benar-benar seperti duplikat. Mungkin jika aku dan dia adalah skripsi, pasti orangtua kami tidak akan lulus karena dituduh melakukan plagiat.
"Mouu, kakak tau kan sejak kejadian itu hanya kakak yang menemani Naruko." Suaranya terdengar merendah diakhir. Aku tidak ingin melihatnya menangis.
"Naruko, jangan sedih.. masih ada aku disini" Kutaruh piringku dan memilih mengelus kepalanya, mencoba menenangkan dirinya.
"T-tapi kak.." Namun sepertinya itu sia-sia, dia masih saja bergetar.
"Oh ayolah Naruko, jangan terlalu mendrama, mereka sedang tertidur diatas, nanti juga turun kok! Maafkan saja mereka karena kelelahan" Orangtua kami memang workaholic, pernah aku bertanya pada mereka berdua apa tidak bisa mengambil libur sehari saja dan hanya dijawab "Maaf, ayah akan merasa pegal jika tidak bekerja, ibumu juga begitu."
"Umm, ayo makan kak!" Dan senyumnya kembali lagi, aku akan melindungi senyuman itu!
"Kak, karaktermu terhapus juga?"
"Iya, jangan bilang karaktermu juga terhapus?"
"Ehehe"
"Jadi adikku yang manis ini sudah belajar mengumpat hm?" Sambil tersenyum aku mengungkapkan itu. Yah mau bagaimanapun, 18 tahun bersama itu akan menghasilkan sebuah hubungan unik, bukan cinta, tapi yang lebih tulus daripada itu.
.
.
"Ayah? Baru bangun?" Namikaze Minato, direktur disebuah perusahaan otomotif, seorang jenius yang katanya terlahir 1200 tahun sekali, atau mungkin aku hanya mendramatisir suasana, entahlah.
"Iya, ayah terlalu capek semalam, banyak kejanggalan di subjek eksperimen kali ini." Seketika wajahku menegang, oh jangan sampai hal itu terulang lagi.
"Jangan membuatnya terdengar keren ayah, kau hanya membuat resep baru untuk rumah makan kita kan?" Yap, jangan sampai dia dengan senang menyebarkan kebohongannya.
"Ahaha, ayah hanya ingin terlihat keren dimatamu. Oh iya, ayah dengar banyak yang protes karena karakter mereka terhapus, itu benar?" Ugh, rasanya sakit sekali ketika diingatkan hal itu.
"Iya, dan aku juga salah satu yang terkena, ehehe. Jadi maaf kalau beberapa bulan aku tidak bisa memberikan kalian uang." Jujur aku menyesal, kenapa ini harus menimpaku? Permainan ini sudah menjadi salah satu sumber penghasilanku, hey aku bukan anak orang kaya yang bisa bermain hanya untuk kesenangan!
"Tidak apa, itulah gunanya aku dan ibumu sebagai orangtua." Sambil mengelus puncuk kepalaku beliau berkata begitu, sungguh rasanya hangat, sangat malah. "Jangan terlalu memaksakan dirimu ya!" dan setelah itu dia pergi berlalu, menuju kamar mandi, untuk melakukan, yah, itu, mandi.
.
.
"Naruto! Sini bantu ibu sebentar!" Ibuku berteriak dari lantai bawah, aku harus lari, jika tidak dia akan memarahiku!
"Ada apa bu?"
"Tolong bantu ibu menyiapkan bahan untuk nanti. Ini sekarang sudah sangat telat." Sekarang sudah jam 9 lewat 55 menit, itu berarti 5 menit lagi maintenance selesai.
"T-tapi.." Belum selesai aku berbicara, dia sudah memotong argumenku.
"Oh, sudah berani ngelawan ya?!" Saat dia berkata seperti itu aku seperti melihat dialog informasi disamping tubuhnya.
[Warning! Unlimited power Boss will destroy you! You have 2 choices"
Dead. Obedient.
Langsung saja kupencet tombol sebelah kanan, aku tidak ingin mati muda! Setidaknya aku harus melihat Naruko menikah! Tidak-tidak! Dia tidak boleh menikah!
"Baiklah bu." Aku dengan lesu menjawab seperti itu, selamat tinggal pertarungan naga, selamat tinggal.
.
.
Aku sekarang berada didalam sebuah kapsul, sebuah alat yang dapat membuat seseorang masuk kedalam sebuah game VR, bukan hanya Dragon slayer. Terpikir kegiatan minggu pagi ini, yah walaupun aku tidak mempunyai banyak uang, setidaknya aku punya adik yang pengertian, ayah yang hebat, dan ibu yang sangat baik padaku. Aku tersenyum ketika mengingat hal itu, namun segera kugelengkan kepalaku dan berfokus pada satu hal.
"Sekarang aku harus bekerja keras demi mereka. Game start!"
Bersambung
Pesan penulis :
Sepertinya tulisan saya menurun, akan saya perbaiki di chapter depan, maaf untuk ini. Silahkan beri kritik, saran, ataupun cacian. Sekedar pengingat lagi, yang mau masuk grup WA, silahkan PM saya. Sekian dan terimakasih, Zanan log out.
