I Wish I can Be the Best for You

Author © Lee Hyoura

Genre : Romance, Friendship

Disclaimer : Super Junior and SNSD belong to their parents, god, and their management I'm just borrow them to my story :3

A/N : Typo, EYD rada berantakan, bahasa korea yang ngga terlalu lancar-_-


Bales review dulu ne ^^

RedChilliPeppers : Stef-san ^^ Annyeong juga ^^ Ahaha... Gomawo ne... Kalian berdualah yg bikin Hyou jadi makin semangat buat nulis ff dengan penulisan yg benar ^^ Tentang sound effect, mungkin bakalan Hyou coba ^^ Stef-san ngga ahli sastra? Trus yg ngasih saran siapa dong? Dev-san? Ahaha XD Makasih atas pujian mengenai cerita ini ^^ Tapi Hyou ngga akan terlena dengan pujian ini. Hyou akan tetap berusaha dengan cerita yg Hyou buat^-^)9 Uuuuu... Kalo masalah itu, silahkan baca ff ini ne ^^ dan rasa penasaran Stef-san akan terbayar~ XD ini udah apdet ne ^^ maaf kalo lemot... *deep bow*

Rara19Park : Narik urat itu... coba deh Rara-ssi tarik bagian belakang pundak Rara-ssi dengan keras. Sakit? Berarti yg Rara-ssi tarik itu uratnya... Itu yang disebut menarik urat... ._. Hizuka Hikaru itu nama jepang... Nama Kangin tetep Kim karena sebenernya Hikaru itu adek angkat mereka... Hikaru tuh anak dari ibunya dia yg nikah sama Ayahnya Kangin dan Yoona... (Disini Yoona marganya Kim ne~) gwaenchana dan cheonma ^^


A/N : Annyeong hasseo chingudeul... Hyou lagi galau nih- Ternyata guru bahasa Inggris Hyou bisa nonton konser Alive Tour Bigbang... Aaaaaaaaaa... Hyou 'kan juga mau nonton... Bigbang oppadeul keren-keren sih... Trus 1st Bias dan 2nd bias di Bigbang sama pula... X3 Doh, ini tumben bgt ya guru sama murid sama-sama K-Popers._. 'kan jarang ada guru yg K-Popers.-. Okelah, sekarang mari kita ke fanfic Hyou ^^ Penasarankah sama chap kemaren? Yok kita mulai~ X3


Hikaru memasuki ruangan aula tersebut dengan malas. Hikaru hanya mencoba melihat keadaan ruangan aula tersebut dari jendela yang ada di pintu.

'Tidak ada tanda-tanda kedatangan dari dia. Apa dia sengaja menjebakku ya?' batin Hikaru dan masuk ke dalam aula tersebut. Hikaru pun akhirnya terkejut dengan dekorasi aula yang semula masih polos menjadi seperti suasana pernikahan.

'Ha-haaaaaaahhhhh? Kenapa aula sekolah seperti ini? Padahal tidak ada seorangpun yang menyuruh untuk mendekorasi aula ini seenak jidatnya...' batin Hikaru terkaget sambil mengelilingi aula tersebut.

"Kau suka hm?" tanya seseorang di balik pilar dimana Hikaru sedang berdiri membelakangi pilar tersebut.

"Ya! Nuguyo?!" seru Hikaru sambil menyiapkan ancang-ancangnya untuk menarik suara tanpa wujud tersebut.

"Kau lupa denganku? Ini aku, Kim Ryeowook. Apa ku terlalu panik sehingga kau harus menyiapkan ancang-ancang seperti itu?" tanya Ryeowook lagi dan berjalan menuju Hikaru dengan santainya. Hikaru hanya terdiam dan tentu saja mengeluarkan jurus death glare andalannya itu.

"Ke-kenapa kau mendekorasi aula tanpa seizin guru?! Bukankah sudah ditekankan peraturan oleh kepala sekolah kalau tidak boleh ada satu muridpun yang mendekorasi aula seenak jidat?!" tanya Hikaru kesal sambil mengepalkan tangannya.

"Tetapi peraturan itu tidak berlaku bagi 3 pangeran Hallyu International Senior High, nona Hizuka Hikaru." jawab Ryeowook dengan santainya dan menyenderkan punggungnya di pilar tersebut. Hikaru yang makin kesal pun dengan cepat berjalan menuju pilar tersebut dan meninju dinding pilar tepat di samping leher Ryeowook dan membuat sedikit keretakan di pilar tersebut.

"Cepat. Bereskan. Semua. Dekorasi. Yang. Norak. Seperti. Ini. Atau. Kau. Tahu. Akibatnya. Nanti." ancam Hikaru dengan wajahnya yang menyeramkan. Tidak lupa ada aura hitam di sekelilingnya. Ryeowook yang merasakan aura itu akan membunuhnya pun hanya meneguk ludahnya ketakutan.

"N-ne. A-araseo... Aku akan membereskan semua ini." kata Ryeowook akhirnya. Hikaru pun segera kembali menuju ke kelasnya karena sudah bel.

'Aaaaahhhh... Sepertinya akan susah menaklukan yeoja kasar sepertinya.' batin Ryeowook yang masih terbayang-bayang dengan kejadian yang tidak pernah ia alami sebelumnya.


Di kelas, Hikaru hanya mendengarkan musik dengan santainya. Taeyeon dan Sooyoung terkaget melihat kehadiran sahabatnya yang tiba-tiba itu. Taeyeon yang duduknya bersebelahan dengan Hikaru ternyata merasakan aura hitam yang dimiliki Hikaru sejak tadi. Taeyeon pun akhirnya mencoba bertanya.

"Hei Hikaru. Wae? Tampaknya kau sedang kesal. Ada apa sih?" tanya Taeyeon penasaran. Hikaru tidak meresponnya karena terlalu asyik dengan dunianya.

"Hoi. Hikaru. Kau mendengarkanku tidak sih?" panggil Taeyeon lagi. Karena kesal, ia pun melihat wajah Hikaru. Ternyata Hikaru sedang tertidur dengan nyenyaknya dengan kepala menyender di jendela.

"Haaaahhh... Ternyata dia kurang tidur. Pasti ia lelah mengerjakan PR yang diberikan Lee seonsaengnim semalam." gumam Taeyeon sambil menghela napasnya. Taeyeon pun segera menyampirkan jaket Hikaru di pundak kecil milik Hikaru. Taeyeon pun mencolek pundak Sooyoung yang tengah asyik makan snack itu.

"Apa sih?" tanya Sooyoung dengan mulut penuh dengan snack.

"Kunyah dulu snack-mu itu! Baru kau boleh berbicara!" seru Taeyeon pelan sambil menjitak kepala Sooyoung.

"Ah, ne. Wae geurae, Taeyeon? Kau ingin membicarakan apa?" tanya Sooyoung setelah mengunyah dan menelan makanannya itu. Taeyeon pun mulai bercerita tentang apa yang ia lakukan semalam dan menanyakan tentang PR hingga Kim seonsaengnim, sang guru piket datang untuk menenangkan kelas tersebut.


Sementara itu di kelas Ryeowook, Ryeowook masih mencoba menetralisir jantungnya hingga Sungmin pun duduk di sebelahnya dengan wajah yang keheranan.

"Annyeong Wookie-ah. Gwaenchanayo? Kau sepertinya tampak ketakutan." tanya Sungmin sambil duduk di sebelah Ryeowook.

"Ah, Su-sungmin hyung... Gwaenchana..." jawab Ryeowook sambil menyenderkan kepalanya di atas meja.

"Benar? Sepertinya kau sedang menghadapi masalah. Ada masalah apa sih? 'Kan bisa cerita sama hyung..." tawar Sungmin sambil merangkul Ryeowook yang notabene adalah sahabatnya dari kecil itu.

"Kau tidak akan percaya dengan ini, hyung... Kau pasti akan beranggapan yang aneh-aneh tentang dia..." tolak Ryeowook sambil menggeleng lemah.

"Dia? Dia siapa yang kau maksud, Wook?" tanya Sungmin mulai penasaran.

"Hi-Hizuka Hikaru, hyung..." jawab Ryeowook akhirnya.

"M-mwo?! Hizuka Hikaru?! Yeoja yang merupakan mantan ketua klub taekwondo itu?!" tanya Sungmin shock.

"Ssssstttt... Jangan keras-keras... Nanti ketahuan hyung! Kelasnya ada di sebelah kelas kita!" seru Ryeowook sambil menempelkan jari telunjuknya di depan bibirnya itu.

"N-ne... Ke-kenapa kau bisa berurusan dengan dia?" tanya Sungmin sambil memegang pundak Ryeowook dang menggoncang-goncangkannya.

"Ya! Hyung! Biarkan aku bicara dulu!" seru Ryeowook kesal dan menggembungkan pipinya.

"Iya iya... Ayo, jelaskan padaku. Aku akan mendengarnya..." kata Sungmin antusias. Ryeowook pun menceritakan kejadian itu mulai dari awal bertemu sampai kejadian tadi pagi.


Sementara itu di kelas Hikaru...

"Huatchim!" bersin Hikaru sambil menutup mulut dan hidungnya itu.

"Ya! Hikaru! Wae? tanya Taeyeon terkaget.

"Se-sepertinya ada yang membicarakanku... Huatchim!" bersin Hikaru lagi.

'Tapi kira-kira, siapa ya yang membicarakanku? Apa si Kim Ryeowook itu?' batin Hikaru bertanya-tanya. Ia pun segera menggelengkan kepalanya dan melanjutkan menggambar.


Di kelas Ryeowook...

"Huatchim!" bersin Ryeowook sambil menyeka hidungnya itu.

"Ryeowoook! Jangan bersin di saat orang sedang mendengarkanmu berbicara!" seru Sungmin sambil menjitak kepala Ryeowook.

"Ya! Appo hyung..." rintih Ryeowook sambil mengelus kepalanya.

TO BE CONTINUED...


Annyeong chingu... Kita bertemu lagi di chappie keempat ini... Mianhae kalo pendek ya m(_)m Hyou lagi stress nih -3- besok disuruh bawa alat-alat masak -3- mana belom disiapin -3- #abaikan okesip' ')d jangan lupa tinggalkan jejak atau lebih tepatnya disebut REVIEW ne... Don't be silent reader! Hyou ngga suka itu! Oke? See you on chapter 5...

Sign,

Lee Hyoura