Naruto & The Magical World
.
.
Naruto, pemuda yang dulu dikenal sebagai aib bagi kerajaannya kini telah kembali sebagai sosok malaikat kematian bagi para musuhnya. Seorang penyihir paling misterius akan kemampuan dan juga sosoknya turut membantunya. Di lain sisi salah satu dari Legend Sage mencari 7 kekuasaan penentu masa depan. Apakah naruto termasuk dalam pencarian 7 kuasa misteri dunia sihir, saksikan di Naruto & The Magical World.
.
.
.
Disclaimer :
Masashi Kishimoto© Naruto
Hajime Isayama © Attack on Titan
Kaito Shiratori © Naruto & The Magical World
.
.
.
Genre : Fantasy, Action, Friendship
.
.
.
Warning : Typo, kurang jelas, OOC, Alur terlalu cepat/kelamaan, Strong/Naru, Gray/Naru, Alive/MinaKushi, dll.
.
.
Balasan Review
Hallo, saya kembali lagi (smile) rindu ya pada saya, kaito Shiratori terganteng sefanfiction ini, hehehe.. saya telah mengupdate fic untuk chapter keempat, harap di tunggu ya chapter kelimanya dengan penuh kesabaran dari para Reader sekalian. ^^
.
.
Happy Reading
.
.
Chapter III – Pertarungan lighting Wolf Dan Jinpachi Munashi, Penyerangan Rebellion
.
.
"[Peretria Fortidemagica]"
Setelah selesai merapalkan mantra sihir yang tidak diketahui oleh para warrior rebellion, dari ujung jari Naruto atau dikenal sebagai captain lion mengeluarkan sebuah ledakan energi hitam pekat yang terasa dingin.
"Apa tujuan kalian?" tanya mei dengan tenang dan penuh waspada dengan orang-orang berpakaian tertutup di depan mereka.
"Tenanglah, kami tidak ada maksud tersembunyi, dari awal aku telah mengetahui jika Jinpachi dan Ringo mengikutiku sampai kesini, aku memancing mereka menuju kesini untuk menangkap kedua boneka tersebut dengan bantuan dari teman-temanku ini" tunjuk lion pada rekan-rekannya tanpa menoleh dengan ibu jari.
"Kolonel Ao, izinkan aku untuk menyampaikan. Kamu adalah seorang dengan kekuatan sensor yang tidak bisa dianggap remeh di dalam pasukan rebellion ini, sensormu paling sensitif di antara seluruh pasukan. Namun aku sangat kecewa padamu, Kamu lambat Kolonel Ao, bukan hanya sekadar kata lambat, reaksi kamu sangat lambat, sehingga membiarkan kedua boneka mainan itu memasuki dan memantau kamp rebellion sekaligus dengan tujuan menyerang musuh dari dalam." Dengan penuh penekanan lion mengkritik Ao yang hanya diam saja tanpa bisa mengatakan apa-apa.
"Kita lanjutkan lagi, dan kalian bisa sedikit santai. Apa kalian tidak sakit dengan otot yang di paksa terus menegang begitu"
Lion berjalan menuju gambar peta yang terletak di atas meja tanpa memperdulikan pandangan yang masih menyiratkan kecurigaan kepada mereka dan kewaspadaan yang terlihat dengan jelas dari gaya bertarung mereka di posisi berdiri diam. Setelah saling mandang-memandang, mereka akhirnya yakin jika pasukan di depannya berada di pihak mereka dan kembali fokus memikirkan strategi yang akan mereka lakukan.
.
.
Flashback Ao
'Reaksi kau terlalu lambat warrior Kerajaan Water. Dengan begitu anda akan mati, tapi kali ini anda memasuki perbatasan Kerajaan Fire karena menghindar dari buruan para penghianat kerajaan, anda akan aku biarkan hidup. Selamat tinggal' ujar sosok bertopeng dan jubah itu, menghilang dengan lingkaran sihirnya.
End Flashback Ao
.
.
'Siapa dia, kenapa perkataannya sangat mirip dengan-nya' pikir Ao berusaha memfokuskan diri dengan strategi yang disampaikan captain lion.
.
.
.
Syiing
Tap
"Akhirnya kalian datang juga," terdengar suara berat dari seorang pria paruh baya berjenggot cabang dua, dengan menggenggam sebuah pedang berbentuk aneh dengan lukisan aksara yang tergambar di bagian lain lempengan pedang itu.
"Jinpachi.." lirih Zabuza memandang seorang yang sangat ia kenal, salah satu dari anggota 7 pendekar pedang sihir. Jinpachi Munashi seorang magic warrior class Magus dan pemegang pedang Shibuki atau Blast sword, sebuah senjata yang bisa menjadi senjata mata dua jika tidak ahli dalam menggunakannya.
"Zabuza, lama tidak jumpa, sangat di sayangkan, pertemuan kali ini bukanlah sebagai teman, melainkan sebagai musuh." Ucap Jinpachi santai dengan pedang yang diangkat dan di letakkan di bahu.
"Jinpachi Munashi, pendekar pedang sihir Shibuki, aku sangat senang bertemu denganmu. Aku sudah tidak sabar untuk menguji kekuatan siapa yang terkuat diantara kamu salah satu dari 7 pendekar sihir dengan aku salah satu Black Tiger" kata Wolf dengan percaya diri.
"Hahaha, siapa yang takut dengan bocah anjing sepertimu, lihat saja dengan pedang Shibuki ini akanku pastikan meledakkan tubuhmu hingga ke titik terkecil" ujar Jinpachi meremehkan dan menunjuk-nunjuk Wolf dengan pedangnya
"Kolonel, ini saatnya anda melihat kekuatan dari salah satu anggota kami, jauhi tempat bertarung kami" Wolf memandang Zabuza yang di balas Zabuza dengan anggukan pelan sebagai tanda mengerti.
"MARI KITA BERTARUNG BLAST WARRIOR!" teriak Wolf lantang dengan menciptakan sebuah lingkaran sihir di depannya yang keluar sebuah pedang yang terus memanjang hingga memperlihatkan ganggang-nya "kita akan melihat pedang mana yang kuat, Raijin atau Shibuki" setelah mengatakan itu, Wolf melesat dengan cepat diikuti Jinpachi yang ikut mendekat.
Trank
Trink
Zzzrt
Broom
Zzzzrrtttt
BOOM
.
.
.
-Kriet-
-Blam-
Seorang dengan rambut putih panjang yang dikucir dan memakai pakaian perang khas bangsawan berjalan santai menuju seorang yang sedang duduk di singgasana dengan rambut pirang dan mahkota berwarna merah yang terlihat indah di kepalanya. Seorang yang memiliki paras yang rupawan walaupun sudah menginjak kepala 4 itu terlihat duduk santai memandang orang yang berjalan menuju ke dekatnya.
"Minato, lama tidak jumpa, bagaimana kabarmu,?" Tanya sosok berambut putih itu ramah.
"Master Jiraiya, kabarku baik hanya saja belakangan ini ada hal yang cukup membuatku pusing, bagaimana kabarmu master,? dan ada berita apa yang anda bawa,?" Tanya Minato kepada sosok itu yang bernama Jiraiya, salah satu dari 3 penyihir legenda karena berhasil bertahan dengan imbang melawan penyihir kerajaan ame yang sangat kuat, Hanzo si Salamender. Seorang yang hidup di saat perang dunia pertama dan ikut terjun di perang dunia kedua dan ketiga, pengalaman-nya selama di 2 perang dunia tidak perlu diragukan lagi.
"Kali ini aku membawa 2 informasi; pertama dari salah seorang mata-mataku di dekat kerajaan ame, disana terdapat sebuah organisasi misterius yang bernama Akatsuki, tidak diketahui organisasi itu akan menjadi ancaman atau bukan. Kedua mengenai mimpi tertua katak yang agung," ujar Jiraiya terhenti.
.
Flashback On
.
Disebuah gua yang besar dengan hanya di terangi oleh cahaya dari api yang menyala di atas sebuah mangkok berisi minyak di beberapa sudut ruang goa, di tengahnya duduk seekor katak raksasa berwarna coklat tua dengan setengah badan terendam air, sedangkan di kanan kiri ada 2 ekor katak berukuran sebesar kucing dengan warna hijau tua dengan kain yang menutupi sekujur tubuhnya.
"Tertua katak agung, saya telah datang" seru Jiraiya dengan pakaian bangsawan-nya.
Mendengar ada suara yang memanggilnya, katak raksasa yang di panggil tertua katak agung membuka sedikit matanya memandang Jiraiya yang berlutut dengan sebelah kaki.
"Jiraiya, aku punya mimpi baru yang berhubungan dengan mimpi pertama-mu, sebagai seorang guru sihir bagi anak dalam ramalan" sebuah suara berat terdengar dari katak raksasa itu,
"Ya, ramalan pertama untuk-ku adalah saya akan mempunyai seorang murid yang mendamaikan dunia, selama berjalannya waktu saya telah memiliki 4 orang murid. Diantara mereka saya tidak meragukan jika murid-ku yang terakhir yang akan mendamaikan dunia ini, tapi apakah hubungan-nya dengan mimpi anda, tetua,?" Tanya Jiraiya sambil menjelaskan
"Kamu akan meninggal di tangan murid-mu sendiri," kata tetua menghentikan penjelasannya dan memilih memandang Jiraiya yang terkejut, sebelum Jiraiya bertanya sang tetua kembali melanjutkan katanya.
"Akan ada 7 penguasa yang akan kamu temukan sebelum takdirmu sampai, 7 penguasa tersebut memiliki ciri khas tersendiri,
Sang stoutness - The guard of destruction
Sang love - The guard of peace
Sang forbearance - The king of west
Sang truth – The king of north
Sang soothe – The king of south
Sang hope – The king of east
Dan terakhir yang paling berkuasa diantara ke 6 penguasa lainnya
Sang clarity – yang mulia Emperor
Diantara ke tujuh penguasa tersebut ada 2 penguasa yang memegang kunci kedamaian dan kehancuran.
Pergilah dan carilah 2 penguasa pertama, Sang Stoutness pemegang kunci kehancuran dan Sang Love pemegang kunci kedamaian, mereka berada di dataran selatan benua Raftelandia. "
"Kemana saya harus mencari ke 5 penguasa lainnya, tetua katak yang agung,?"
"untuk keempat penguasa kamu akan menemukan mereka di 4 kekuasaan mereka, dan jika kamu ingin bertanya bagaimana menemukan yang mulia Emperor.
Kamu tidak akan bisa menemukan di cahaya yang terang benderang maupun kegelapan yang kelam, sosok penguasa segala makhluk hidup. Ingatlah Jiraiya, jika selama 15 tahun kamu tidak berhasil menemukan ke tujuh penguasa tersebut, maka itu adalah akhir dari dunia ini. Perang besar akan segera terjadi tidak lama lagi pasca kamu pergi dari dunia, dan ini tidak bisa di biarkan, dunia akan sangat membutuhkan kamu, dan ini adalah petunjuk dariku untuk menemukan 2 penguasa yang memegang kunci kehancuran dan kedamaian.
Kunci takdir di pegang 2 kekuasaan, sang stoutness mengatakan kekuatan adalah mutlak dan sang love mengatakan cinta kasih tidak pernah terkalahkan, saling mendominasi tidak ada jalannya, menimbulkan kemarahan cahaya dan kegelapan.
Carilah 2 penguasa tersebut secepatnya." setelah mengatakan hasil mimpi dan pesannya, sang tetua katak yang agung menutup matanya.
"Kerajaan Api, apakah aku harus kesana" pikir Jiraiya
"Jiraiya... takdir dunia sekarang berada di genggaman kamu." ujar sang tetua katak kembali tanpa membuka matanya.
"Sang stoutness dan sang love" guman Jiraiya
"Kamu harus segera menemukannya, mimpi tetua tidak bisa dianggap remeh, aku merasakan firasat-ku mengatakan jika kamu akan bertemu dengan salah satu dari 7 penguasa, the king of south " kata seekor katak di sebelah kanan tetua katak yang agung.
"Master,? Baiklah" kata Jiraiya sebelum ia berdiri dan menghilang di lingkaran sihir
"Pa, apa kamu yakin Jiraiya bisa menemukan ketujuh penguasa tersebut,?" Kata seekor katak di sebelah kiri tetua katak yang agung
"Aku tidak yakin ma. Jika ini berhubungan dengan yang mulia Emperor maka akan sangat sulit menemukannya.. aku berharap Jiraiya-boy mampu menemukannya"
.
Flashback Off
.
"Master, Master, Master Jiraiya" panggil Minato menyadarkan Jiraiya dari alam lamunan-nya
"Apa berita kedua yang ingin anda sampaikan,?" Tanya Minato saat merasa Jiraiya telah sadar dari lamunan-nya
"Ini mengenai anak dalam ramalan yang disampaikan oleh tetua katak yang agung, yang membawa kedamaian bukan hanya seorang, namun terdapat 7 penguasa yang akan menentukannya" jelas Jiraiya
"Maksudmu Menma adalah salah satu anak dalam Ramalan di 7 penguasa begitu. Tapi Aku tidak meragukan jika Menma akan menjadi salah satu dari 7 penguasa itu, kekuatan sihirnya yang mirip dengan Lord Shodaime" ujar Minato yakin dengan pemikirannya terhadap anak kesayangannya
"Aku pikir juga seperti itu, lalu bagaimana keadaan Naruto, aku belum melihat anak itu saat kembali kesini, biasanya jika aku telah kembali maka ia akan dengan segera mencariku untuk menanyakan petualanganku di luar kerajaan,?" Tanya Jiraiya penasaran
"Naruto telah pergi master, ia dimangsa oleh binatang buas di hutan kematian" ujar Minato pura-pura sedih.
Mendengar itu Jiraiya menunduk sedih, 'jadi informasi yang kudapatkan selama ini adalah nyata, naruto' batin Jiraiya
"Jadi ada keperluan apa kamu memanggilku pulang secepatnya, informasi dari Akatsuki benar-benar susah di dapatkan seharusnya aku tidak perlu segera kembali,"
"Belakangan ini ada kemunculan sebuah pasukan tidak terduga, master."
"Maksudmu,?"
"Black tiger telah terbentuk dan berada di bawah kendali lord Sandaime dan Danzo"
"Black tiger? Master dan Danzo,? Bagaimana mungkin kedua orang tua itu akur dalam hal ini,?" Jiraiya tampak keheranan mendengar informasi baru tersebut
"Ya, apa master lupa jika selama ini pasukan elit itu di pimpin oleh Lord Sandaime dengan Wakil di pegang oleh Danzo, sekarang pasukan elit tersebut telah bangkit dengan keenam anak muda seumuran Menma yang terpilih dan telah menjalani latihan selama 8 tahun tanpa di ketahui, sekarang mereka menjalankan misi berank SS, membantu pasukan rebellion dalam perang saudara" jelas Minato kembali
"Apa kata mu,? Selama 8 tahun, bagaimana bisa, master menyembunyikan hal sepenting itu padaku, ini tidak bisa dibiarkan, aku harus mencari nya dan menanyai nya dengan jelas apa maksudnya semua berita ini. Jadi apa kamu tahu siapa calon terpilih itu" tanya Jiraiya sesaat setelah ia mengendalikan rasa kesalnya terhadap guru nya karena tidak memberitahukan informasi sepenting itu
"Shikamaru anak kepala clan Nara, Choji anak kepala clan Akamichi, Kiba anak kepala clan Inuzuka, Mikasa keponakan dari kepala clan Uchiha, Sai anak angkat dari Danzo dan terakhir Naruto anak misterius clan Uzumaki yang di temukan beberapa tahun lalu sebelum pemilihan dalam pasukan elit di lakukan" jelas Minato, nama terakhir dari calon pasukan tersebut terlihat membuat Jiraiya terkejut.
"Uzumaki,? Ternyata ada anggota clan Uzumaki uang selamat dari perang dunia 2 dahulu." Ujar Jiraiya terlihat berpikir keras "dan ini sebuah kebetulan yang sangat jarang terjadi, aku tidak menyangka jika akan bertemu dengan anak yang bernama sama dengan nama anak pertama mu," lanjut Jiraiya
"Seperti yang ku pikirkan, master Jiraiya aku ingin meminta bantuanmu untuk menyelidiki asal usul anak dari clan Uzumaki itu, ia adalah Magic Warrior pemimpin pasukan elite, seorang Uzumaki tidak bisa di pandang sebelah mata, itu terbukti dengan pertarungan melawan 3 kerajaan secara bersamaan walaupun berakhir dengan kekalahan, tapi kekuatan mereka hampir mengimbangi 3 kerajaan tersebut. Jika kita bisa menggali sedikit informasi yang kemungkinan sebagian besar ada anggota Uzumaki yang selamat dari pembantaian 3 kerajaan, aku mengusulkan jika lebih baik kamu bersamanya mencari informasi anggota clan Uzumaki yang menyembunyikan diri dari dunia" kata Minato menjelaskan maksud dari pemikirannya.
"Baiklah, akan aku pikirkan, berhubungan rapat tidak lama lagi. Aku ingin menyampaikan sesuatu saat rapat di mulai, tapi sebelum itu aku harus keluar kerajaan dulu. Informasi Akatsuki sangat berharga" jawab Jiraiya melangkah pergi meninggalkan Minato di ruangan itu sendiri.
"Dengan begini akan aku buat Uzumaki sialan itu turun dari jabatan tersebut, ia tidak memiliki hak untuk menjadi pemimpin dari organisasi itu, walaupun kehebatannya dalam kekuatan turunan, ia hanya seorang bawahan disini, menma adalah orang yang akan menjadi pemimpin pasukan itu di bawah kendali ku setelah semua rencana yang telah aku buat selama ini berhasil, dunia akan tunduk berada di bawah kekuasaan aku, khehehe.. Hahahahaha" tawa Minato dengan perasaan senang setelah mengecek tidak ada lagi energi sihir yang berada di dekat ruangannya.
.
.
.
Sebuah lapangan di pinggiran hutan, terlihat 2 orang saling menyerang dan bertahan. Di lihat dari kelincahan mereka dalam memainkan pedang tidak di ragukan dan menunjukkan jika pertarungan 2 orang tersebut bukanlah pertarungan biasa. Saling jual beli serangan di lakukan pria dengan jenggot bercabang dan mata yang tertutup di sebelah kiri. Ledakan, asap, dan percikan listrik hingga membuat beberapa tumbuhan terbakar di sekitar pertarungan mereka.
Blizzt
Trank
Broom
"Bocah sepertimu boleh juga, aku tidak menyangka jika pertarungan kita akan begitu menyenangkan. Tapi sayang sekali, kamu akan segera aku akhiri!" Teriak Jinpachi melesat maju menuju Wolf yang berada di beberapa meter darinya karena menghindari ledakan yang di timbulkan oleh pedang Shibuki.
Melihat lawannya yang semakin mendekatinya, tidak membuat Wolf panik walaupun terlihat jelas jika ia kelelahan. Dengan segera Wolf mengangkat pedang dengan kedua tangan dan sekali ayunan pedangnya secara horizontal, timbul percikan listrik yang mirip dengan laser di sekitar pedang Raijin itu.
"Aku juga akan mengakhiri ini, jadi bersiaplah menuju ke neraka" kata Wolf melesat dengan listrik yang semakin mengalir liar di sekujur pedang Raijin.
Srakttt
Blizzt
Boom
Asap tebal dengan beberapa aliran cahaya listrik terlihat di dalam asap itu, setelah asap yang mulai menipis, memperlihatkan kedua orang itu saling membelakangi. Sebelum tubuh Wolf tumbang terlebih dahulu ke tanah
"Aku menang, arch!" ujar Jinpachi sebelum memuntahkan darah dan tumbang dengan kedua mata memutih dan sekilas tubuhnya sedikit teraliri percikan listrik.
"Cih, aku tidak menyangka jika dia ternyata bisa memberi perlawanan terhadap Jinpachi, kelihatannya aku tidak bisa menyangkal jika mereka adalah sosok pemberani yang bodoh, tidak lebih ke tidak waras" kata Zabuza yang mendekati Wolf memeriksa nadi tangannya sebentar sebelum mengangkat tubuhnya dengan sihir pelayang. "Maaf sobat, kita dulu adalah teman tapi sekarang kita adalah musuh jadi kamu aku tahan" Zabuza mengikat tubuh lemas Jinpachi yang tergeletak pingsan bersama Wolf yang terlebih dahulu jatuh.
"Ughh! Sial, ternyata pemegang pedang Shibuki tidak bisa dianggap remeh, bawa dia ke kamp kolonel" dengan pelahan dan menahan sakit, wolf bangkit dengan memakai pedangnya sebagai tumpuannya untuk berdiri.
"Cih, jangan sombong bocah, kamu berhasil mengalahkannya dengan waktu yang lama. Namun aku mengakui kalian memang tidak bisa di pandang sebelah mata, lighting wolf pemegang pedang raijin"
.
.
Di malam sepi dengan langit yang di penuhi berbagai bintang. Malam kelam yang begitu indah di pandang oleh mata, langit gelap yang di penuhi oleh ribuan bintang yang memancarkan cahayanya yang indah.
Srekk..
"Ada apa,?" Tanya sosok bertopeng singa yang terlihat tiduran di lapangan yang berdekatan dengan sungai.
"Tidak ada, hanya tidak menemukanmu di antara semua orang yang berkumpul" jawab sosok bertopeng harimau yang mendekat.
"Bagaimana keadaan Wolf,?" Tanya lion tanpa merubah posisinya
"Wolf sudah baikan, ia hanya kelelahan melawan seorang Witch tingkat Magus." Jawab Tiger datar
"Sangat sulit melawan Witch yang telah memiliki pengalaman dan kekuatan yang tidak bisa di remehkan" ujar Lion
"Hn, boleh aku duduk" izin Tiger di balas anggukan pelan lion "Apa begitu menyenangkan bagimu, tiduran begitu dibandingkan dengan kehangatan dalam tenda yang tersedia untuk kita masing-masing" lanjut tiger sambil menduduki dirinya di samping lion.
"Sangat menyenangkan, alunan musik alami yang merdu di sertai pemandangan indah terhidangkan untuk kita, tentu saja tidak akan pernah aku lewatkan, tiger." Ujar lion memandang tiger sekilas sebelum kembali melihat langit malam
"Aku sungguh tidak habis pikir dengan kemiripan kamu dengan si Snake yang hobi dengan memandangi langit di siang yang cerah, memandangi awan dengan bintang, apa yang membuat kalian begitu tertarik untuk memandangi-nya setiap ada kesempatan" tanya tiger di sela keluhan-nya sambil memandangi lion di samping kiri-nya.
Dengan mengangkat tangan kirinya membiarkan tangan kanannya yang di jadikan bantal, sambil memandangi tangannya yang terangkat seakan-akan dapat mengapai bincang di langit "aku tidak tahu kenapa aku menyukai memandangi langit malam, tapi hatiku yang terasa hampa ini seakan terlihat seperti langit malam yang kelam jika tanpa ribuan bintang yang menyinari. Bisa dikatakan bintang adalah kalian semua, mereka yang muncul hanya di kala hatiku merasa gundah. Aku, Aku ... Aku tidak bisa mengambarkan-nya. Di malam hari hatiku terasa damai, angin sepoi yang menyejukan pikiranku, aliran air yang terdengar begitu menenangkan jiwaku, langit yang begitu indah tuk di pandangi, aku merasa jika aku tidak akan pernah berhenti melakukannya. Alam begitu menakjubkan" jelas lion dengan menatap kosong kearah tangan kirinya yang kini di genggam.
"Begitukah, jikalau itu yang kamu katakan, maka izin kan aku untuk tetap berada di sampingmu" ujar tiger lirih memandangi lion dengan tatapan sendu di balik topeng harimau-nya
"Aku tidak ingin kamu selalu berada di sampingku Tiger, kamu harus mengetahui jika suatu saat nanti, duniamu akan gelap seperti saat ini. Saat itu kamu harus bisa mencari mentari-mu yang akan menyinari dan menghangatkan kamu." Ujar lion bangkit dari tidurannya ke posisi duduk dengan kaki kanan di rentang dan kaki kiri di tekuk.
"Kenapa,?" Suara serak karena menahan tangis di ucapkan tiger.
"Aku tidak mengerti, tapi firasatku mengatakan jika suatu saat akan ada orang yang mendampingi-mu, yang akan membuatmu lebih bahagia di bandingkan aku" ucap lion dengan suara lembut.
"T-tapi, k-kenapa tidak kamu, aku menyukai-mu, dengan adanya kamu di sampingku maka aku akan bahagia, selalu dan selalu bahagia" gagap tiger dengan suara yang semakin parau, hatinya sangat sakit, jika di bandingkan di tusuk oleh pedang maka ia lebih memilih sakit di tusuk pedang di bandingkan dengan hati yang sakit di tusuk oleh perkataan.
"Aku tidak bisa memberikan-mu harapan palsu, kita disini hanya sebagai rekan dan sahabat, tidak lebih dan tidak kurang" kata lion dengan datar dan berdiri dari posisi duduknya, hendak melangkah pergi tapi tangannya di tahan tiger yang terdengar terisak di balik topengnya.
"Se-sedikit s-saja hiks, a-ku mohon, Hiks, sukai aku, jangan tinggali aku seperti kedua orang tuaku" isak tiger memohon
"Maaf, Tiger." Ucap Lion melepaskan genggaman tiger dengan sedikit paksaan karena di genggam sangat kuat seakan takut jika di lepaskan akan kehilangan untuk selamanya "Kegelapan telah merasuki jiwa dan raga-ku, aku tidak akan mampu." Lanjut lion menghilang dengan berubah menjadi transparan hingga lenyap dari sana meninggalkan Tiger yang menangis dalam diam.
Tidak jauh dari Tiger yang menangis, ada sosok yang berdiri diatas puncak pohon "Mikasa" hanya gumanan itu yang di keluarkan sosok itu sambil memandang Mikasa atau tiger yang menangis dengan terduduk lemas seakan tidak memiliki tenaga.
"AKU HIKS, AKAN SELALU, SELALU DAN SELALU MENANTIMU HIKS, WALAUPUN JIWA DAN RAGAKU AKAN HANCUR!" Teriak Tiger memecahkan keheningan malam hari.
"Bodoh" ucap sosok tersebut dan menghilang dari tempatnya mengawasi Tiger dengan di sertai percikan listrik berwarna hitam di sekujur tubuhnya dan sedikit api hitam yang membakar tubuhnya hingga menjadi abu lembap yang terhembus oleh angin malam.
.
.
Tik
Tik Tik
Setetes air demi setetes terus berjatuhan dari langit yang telah berubah mendung dengan hujan yang semakin lebat membasahi semua yang berada di muka bumi.
"Kita harus segera membentuk regu yang akan kita gunakan untuk memerangi Yagura, penyerangan akan di lakukan di malam hari, tapi ingat tidak ada yang boleh membunuh Satupun pasukan yagura, hari ini aku akan meminta captain Haku dan Captain Choujuro untuk memilih pasukan Witch setingkat Wizard dengan menguasai sihir Pembius dan gesit dalam melakukan penyerangan di malam hari. Kolonel Zabuza, Kolonel Ao dan Jenderal Mei, kita akan membentuk 3 kelompok pasukan sihir, dengan Kolonel Zabuza dan Kolonel Ao masing-masing memegang kendali atas 800 Magic Warrior terdiri dari 300 pasukan jarak dekat untuk pengalihan dan 500 untuk serangan jarak menengah dan jauh, Kemudian untuk pasukan dari Jenderal Mei memegang kendali atas 500 pasukan sihir yang terdiri dari 200 pasukan jarak dekat, 250 penyihir jarak menengah dan jauh dan 50 pasukan yang gesit dalam mantra pembius dan bersembunyi sebagai pihak ke tiga yang akan menumbangkan pasukan Yagura. Pastikan jika mereka semua telah membawa minimal 1 gulungan yang di bagikan oleh Eagle. Itu akan membantu mereka dalam meringkus mereka tanpa membunuh. Sihir segel yang telah di buat eagle jangan asal mengunakan karena jika sekali tersegel maka tidak akan dapat terlepas sebelum pemilik atau penciptanya yang melakukan sihir pelepas. Penyerangan akan di lakukan pada tengah malam nanti dengan kalian semua akan di bagi dengan Tiger bersama Kolonel Ao di Sebelah kiri, Snake bersama Kolonel Zabuza di bagian kanan, eagle dan aku bersama Jenderal Mei akan melewati udara menyerbu secara langsung ke dalam Kerajaan menghadapi Yagura. Pastikan memberikan kami ruang untuk memasuki kerajaan, ada pertanyaan?" tanya Lion menjelaskan pembagian posisi penyerangan dan strategi mereka.
"hm, bagaimana dengan posisi kami?" Tanya Choujuro sambil menunjuk dirinya dan haku.
"untuk Captain Choujuro dan Captain Haku, Kalian bisa memimpin 250 pasukan sebagai pihak ketiga yang menyerang dalam peperangan yang akan terjadi, tugas kalian adalah melumpuhkan dengan cepat para pasukan Yagura. Pastikan jika semua pasukan yagura tidak ada satu pun yang mati, dan setelah berhasil melumpuhkan mereka segera menyegel mereka dengan kertas yang telah di salin oleh Eagle, kertas tersebut adalah segel pengekang energi Mana dan melumpuhkan orang yang telah tersegel. Shark kamu bersama dengan Captain Choujuro dan Wolf kamu bersama dengan Captain Haku" Lion memandang Choujuro dan Haku kemudian memandang semua orang " sebagai tambahan, kita akan bergerak dalam waktu 3 jam dari sekarang, pastikan untuk membangunkan dan mempersiapkan pasukan yang telah tertidur, kita akan melakukan pengerakkan pertama sebelum di dahului oleh Yagura yang akan menyerang kita sebelum matahari terbit."
"Baiklah, sangat bagus strategi anda Captain Lion, pemikiran dan pengerakkan anda sangat cepat," puji Ao yang terus melihat Tingkah laku Lion sedari perkataan yang menusuknya beberapa jam yang lalu.
"kolonel seharusnya berterima kasih kepada Snake, sebagai seekor ular telah menjadi ciri khasnya untuk membuat kelicikan, bukan begitu Snake?" lion bertanya sambil mengalih memandang Snake yang berada di samping kanannya.
"Anda terlalu memuji Captain, anda adalah pemimpin yang berbakat dan anda seharusnya menerima pujian tersebut" ujar datar Snake
"Hn. Laksanakan sekarang, saya mengundurkan diri dulu Jenderal Mei, Kolonel Ao, Kolonel Zabuza, Captain Choujuro, Captain Haku, dan yang lainnya." Membalikkan badannya dengan sekali gerakkan, lion berjalan keluar dengan tenang membiarkan angin yang kencang yang masuk lewat pintu perkemahan yang mengibarkan kain jubahnya.
"Misterius," guman Haku tanpa menyadari jika suaranya sedikit keras untuk di dengar semua orang.
"apa katamu, Haku" Choujuro terlihat memandangnya dengan pandangan mengoda "jangan bilang padaku jika kamu mulai tertarik dengan Captain Lion" lanjunya mengoda
Terdengan Kolonel Ao dan Jenderal Mei terkekeh geli mendengar godaan Choujuro, berbeda dengan Haku yang terlihat sangat kesal dengan godaan dari Choujuro, wajahnya merah antara kesal dan malu, dan hanya memandang tajam ke arah Choujuro yang menjulurkan lidahnya kekanakan. Sedangkan Zabuza hanya diam mematung dengan pemikirannya sendiri tanpa mengindahkan ledekan dan amarah dari Haku yang kesal akan ledekan Choujuro, berbeda dengan pasukan Black Tiger yang lain, setelah kepergian dari Captain mereka, mereka juga memutuskan untuk mengundurkan diri dari rapat yang telah selesai untuk kembali ke kamp yang tersedia untuk mereka, mungkin mereka memutuskan untuk mengistirahatkan diri mereka dan mengumpulkan energi Mana mereka.
.
.
.
BOOMM…
"KITA DI SERANG! KITA DI SERANG!"
"CEPAT HADAPI MEREKA!"
"SSEERRRRAAAAAAAANNNGGGGG!"
BOOMM
SRTTT ~ BOOOMMMM
.
"Snake kepada Captain, Snake kepada Captain, serang mendadak di sisi kanan berhasil, ganti!" seru seorang anggota Black Tiger bertopeng Ular sambil sesekali menghindari serangan dan menyerang musuh
.
.
"Tiger kepada Captain, Tiger kepada Captain, Serangan sisi kiri sukses, Ganti! [ARMULLEGLOBIS]" Sosok bertopeng Harimau mengarahkan jari terujuknya kepada beberapa musuh di depannya dan menembakkan api yang keluar dari lingkaran sihir kecil di ujung jari terujuknya.
.
"Baiklah Snake, Tiger. Sekarang! Shark! Wolf! Bergerak! Jenderal Mei, Perintah anda untuk menyerang bagian dalam istana bisa di lakukan, Eagle persiapkan mengaktifkan mantara sihir teleport, fokuskan untuk membagi 50 Magic Warrior yang bertugas sebagai pihak ketiga untuk melumpuhkan pasukan kerajaan Water" perintah Lion sambil memberikan info untuk siap menyerbu kedalam istana, karena pasukan Kerajaan Water telah kacau, Pasukan Yagura yang tidak mengetahui jika mereka akan di serang mendadak tentu saja terpecah belah karena tidak ada persiapan.
"HM, AYOOO, KITA MENYERANG YAGURA SIALAN!" Teriak Mei dengan lantang kepada pasukan Magic Warrior yang dibawanya.
"YYYAAAAAAAA!"
"SSEEERRRRAAAAAANNGGG!"
Dengan teriakkan demi teriakan pasukan Magic Warrior yang di pimpin Mei bergerak maju dengan mengendalikan burung raksasa hasil ciptaan Eagle. Peperangan yang semulanya terlihat berat sebelah kini telah imbang, dengan strategi mematikan pasukan bantuan memberikan persenan yang tinggi untuk mengalahkan Pasukan Magic Warrior milik Yagura yang sebelumnya mengungguli.
.
"AYO KITA LUMPUHKAN PASUKAN YAGURA SIALAN ITU, SERAANNGGG!" Teriak Choujuro dengan penuh semangat di ikuti Shark yang menciptakan air seperti Tsunami berukuran kecil yang menghanyutkan sebagian pasukan yagura.
"YANG MEMILIKI SIHIR PETIR, ARAHKAN SIHIR KALIAN KE AIR TERSEBUT DAN JANGAN SAMPAI TERKENA AIR!" perintah Shark dengan lantang sambil mempertahankan lingkaran sihir yang terus mengeluarkan air dalam jumlah yang banyak di atas langit tidak jauh dari mereka
"[VOLTAGELECTRI SUMAIACTA]" Teriak sejumlah orang merapalkan mantra petir dan melontarkan listrik yang keluar dari lingkaran sihir ke arah air yang menyentrum sebagian besar musuh yang masih terbenam air.
"kerja Bagus Shark" Seru Tiger kembali menembakkan api dari ujung jarinya untuk melumpuhkan musuh yang masih tersisa separuh karena terbantai separuh oleh Shark yang mengeluarkan tsunami kecilnya.
.
.
BRAAKKK
"SIAL! Keparat itu, beraninya bermain curang, mari kita lihat siapa yang akan mengalahkan siapa, sekarang kamu telah masuk ke sarang-ku, akan ku pastikan kamu mati hari ini. Persiapkan Pasukan Khusus kita akan membalas mereka!" perintah Yagura penuh murka dengan wajah yang terus memandang keluar jendela membiarkan Istana Kerajaan Water membiarkan singgasananya tergeletak di lantai akibat tendangannya.
Mendengar perintah dari pemimpinnya segera Pasukan Khusus tersebut pergi mengumpulkan rekan-rekannya secepat yang di bisa atau dia akan di bunuh oleh Lord Kerajaan Water yang terlihat sangat marah.
.
"YAGURA MENYERAHLAH SEKARANG, PASUKANMU TELAH KAMI LUMPUHKAN" Teriak Mei yang berada di atas burung ciptaan Sai berhenti mendekati Yagura yang 10 meter di hadapannya, tepat berdiri di loteng istana yang melihat pasukannya yang bertempur dengan pasukan yang di pimpin Mei.
"PELACUR SEPERTIMU YANG SEHARUSNYA MENYERAH PADA LORD YAGURA, KALIAN SEMUA AKAN DI AMPUNI BAGI YANG PEREMPUAN DAN MENJADI PEMUAS SEMUA PASUKAN MAGIC WARRIOR, MENYERAHLAH SEBELUM AKU BERUBAH PIKIRAN" dengan penuh angkuh dan percaya diri yang tinggi Yagura memandang remeh teman masa kecilnya itu.
"CIH, [SHOTTRORENSI PLANTIOLABULL]" dengan menghirup udara secukupnya dan sedikit mengembungkan dadanya, kemudian dengan cepat menembakan bola-bola lava berdiameter 5cm dalam jumlah yang lumayan banyak dari lingkaran sihir sedang di dekat mulutnya.
Melihat serangan yang dilakukan oleh Mei dengan segera yagura juga menciptakan lingkaran sihirnya.
"[Magicertipre Aquspecumbra], keluar"
Setelah mengucapkan mantranya dengan tangan kanan yang semua terulur kedepan di tarik kebelakang membuat lingkaran sihir yang menyerupai cermin itu ikut tertarik kebelakang mengeluarkan bola-bola lava dalam jumlah yang sama yang di keluarkan Mei.
Melihat sihirnya yang di hentikan dengan mudah oleh Yagura hanya membuat Mei semakin marah dan menatap dengan murka terhadap Yagura yang menyeringai penuh kemenangan. Tatapan yang merendahkan dari Yagura membuat Mei semakin ingin menghabisi Yagura tanpa memperdulikan jika dia sedang di kendalikan atau tidak, dengan segera Mei ingin bergerak maju menyerang Yagura tapi terhentikan oleh aksi Lion yang mendadak berdiri di 5 meter di loteng tempat Yagura berdiri.
"pergilah jenderal, kura-kura ini biarkan saya yang mengurusnya" dengan tenang tanpa bergerak Lion memandang Yagura yang terkejut dengan kehadirannya di antara mereka berdua.
"Tidak, aku yang akan mengalahkan Yagura" seru Mei dengan keras kepala dan mencoba kembali untuk menyerang.
"Jenderal, anda memilih untuk mengalah dan menang atau kalah dan menyesal karena pasukan anda membutuhkan seorang yang memberikan komando untuk penyerangan ini" ucap Lion kini menoleh menatap Mei menghiraukan Yagura yang sedari tadi bertanya tentang dirinya dan kemunculannya.
"Ugh. Sial.. Baiklah" setelah mempertimbangkan perkataan Lion, Mei segera mengotrol burung tintanya menuju pasukannya dan memimpin penyerangan kembali.
"Oh ya, sampai mana kita tadi?" Tanya lion setelah melihat kepergian Mei, dan dengan santainya dia menanyakan pertanyaan tidak penting terhadap Yagura yang kesal karena sedari tadi perkataan serta pertanyaannya tidak pernah di tanggapi oleh musuh di depannya.
"aku men-"
"Ah ya, kamu yang berada di sana" seru Lion tanpa merasa bersalah telah memotong perkataan Lord Yondaime Kerajaan Water.
"Grr.. HOI KAMU TERNYATA PUNYA NYALI UNTUK MEMOTONG UCAPAN LORD YAGURA YANG TERHORM-"
"Bukan kamu bodoh. Tapi kamu?" perkataan Yagura yang penuh dengan keangkuhan dan kebanggaan kembali terpotong oleh naruto dengan seenaknya dia menuju-nuju kearah Yagura.
"Aku?" dan dengan bodohnya Yagura bertanya sambil melongo tidak mengerti.
"Ah kamu mainan bodoh, bukan kamu. tapi tuanmu."
"APA KAMU BILANG, KAMU TUH YANG BODOH DASAR BAJINGAN BERTOPENG"
"Keluarlah, tidak perlu berpura-pura lagi, aku sudah mengetahui kamu" dengan penuh penekanan di setiap perkataannya, Lion memandang Yagura yang kini berwajah tanpa ekspresi apapun dan mata yang penuh dengan kekosongan.
Syuuuutt.
"HAHAHAHAHAHAHAHAHA… Aku sunguh tidak tahu jika ada penyihir yang mampu untuk mengetahui diriku sejauh ini, Captain Lion atau harus ku panggil Namikaze Naruto si anak buangan dari Lord Yondaime" ucap sosok berjubah dengan topeng pusaran aneh dengan kedua mata yang memiliki corak berbeda, berwarna merah dan ungu, pandangan dari sosok tersebut penuh dengan aura mengintimidasi terhadap Lion atau Naruto yang tetap berdiri dengan tenang.
"…"
"kamu sangat hebat, bagaimana jika kamu bergabung di organisasiku dan menjadi tangan kananku, aku sangat yakin jika dengan berkerjasamanya kita, dunia yang penuh dengan penderitaan ini akan berakhir" kembali sosok itu mengeluarkan suara dan kali ini menawarkan posisi untuk organisasinya.
"Akatsuki," hanya gumanan yang di keluarkan Lion atau Naruto.
"Hm" hanya anggukan yang di berikan sosok bertopeng itu.
Pandangan Naruto kini dari atas kebawah meneliti dari ujung kepala ke ujung kaki sosok misterius itu, posisi siaga masih tidak di lepaskannya walaupun dalam posisi berdiri santai. "Sepertinya organisasi-mu tidak akan berjalan dengan lancar jika aku tidak bergabung denganmu, maka aku akan menjadi batu sandungan bagimu, bukan begitu ketua Akatsuki. Aku tidak menyangka jika kamu masih belum terbangun sepenuhnya dalam mimpimu itu, lebih baik kamu kembali ke tempat tidurmu dan tidur." Kata Lion dengan nada mengejek yang di sertai perintah.
"sudah aku bayangkan jika kamu akan menolak tawaranku, maka sekarang adalah akhir dari hidupmu." Ucap ketua Akatsuki mengambil posisi menyerang tapi di dahului oleh lemparan pisau dari Naruto.
Pedang yang terlontar dengan cepat kearah kepala ketua Akatsuki itu, sehingga tidak akan sempat untuk membuat sang ketua dari Akatsuki itu menghindarinya.
Zrazzss
.
.
END
.
.
Keterangan Sihir
Armulleglobis : menembakkan peluru api dengan kecepatan tinggi untuk melumpuhkan tapi tidak mematikan. Rank C
Voltagelectri Sumaiacta : lontaran listrik bertegangan sedang dan mampu melumpuhkan sebentara orang yang mengenainya, dengan tegangan listrik 5.000 watt. Rank B
Shottrorensi Igsneslumtitudo : semburan Lava. Rank S
Magicertipre Aquspecumbra : Cermin penganda , mampu mengeluarkan apa yang terlihat dari cermin tersebut. Rank A.
.
.
Salam Kaito Shiratori
.
Thanks For Reading
.
PS : Hi Reader, di fic ini diketahui jika jiraiya akan menjalankan takdirnya untuk mencari 7 penguasa sebelum kematiaannya tiba di bunuh salah satu muridnya, apakah jiraiya bisa ke 7 penguasa tersebut, dan bagaimana hubungan mikasa dengan naruto sang captain lion seterusnya, setelah naruto menolak secara mentah-mentah akan kehadiran mikasa yang akan memasuki kehidupannya lebih jauh, ayok saksikan dan baca terus fic saya ini, bye.. bye.. ^^
.
See You Next Chapter
.
Di
.
Naruto & The Magical World
