It just to be you chap 4
Title : It just to be you
Cast : oh sehun, park jinri
Author : white2doh
DONT BE A PLAGIATOR
'Apa aku harus menyatakan cintaku padanya? Sebelum waktu benar2 akan merengutku?' Batin Sehun. Lalu dia kembali berjalan ke arah jinri dan hyungnya.
"Oh Sehun! Kenapa kau tadi? Sepertinya kau banyak pikiran." Tanya Jinri saat ia dan Sehun berjalan di koridor sekolah.
"Tidak. Aku tidak apa2."
"Pembohong." Jinri mengerucutkan bibirnya.
Sehun berbalik menatap Jinri. "Jangan pernah berpergian sendirian. Jika perlu, ajaklah aku."
"Aku bukanlah orang yang penakut."
"Ikuti saja perintahku. Ini demi kebaikan kita." Kata Sehun tegas. Jinri terkejut melihat sikap Sehun yang berubah.
Tiba2 muncul darah dari hidung sehun. Dia mimisan.
"Sehun-ah.. hidungmu.." kata jinri panik. Sehun yang menyadarinya langsung menyeka darahnya dan mengadahkan wajahnya ke atas agar darahnya berhenti keluar. "Ayo ke UKS." Jinri menarik tangan sehun.
"Tidak perlu." Sehun melepaskannya. "Aku hanya kelelahan."
"Aku yang menyebabkan kau kelelahan. Aku harus bertanggung jawab. Ayo!"
"Permisi. Temanku sedang mimisa-" kata2 jinri terpotong saat melihat siapa yang ada di UKS, Lee Sun Mi.
"Ah! Bawa dia ke tempat tidur disana." Perintah sunmi. Dia mengambil beberapa obat dari lemari. Sedangkan jinri membopong sehun ke tempat tidur itu. Sunmi lalu mengobati sehun. Sehun hanya diam dan Jinri hanya menggigiti kukunya.
"Temanmu tidak apa2. Tapi, bisakah kau keluar sebentar? Ada sesuatu yang harus kukatakan pada Sehun sshi." Pinta Sunmi. Jinri menatap sehun. Sehun mengangguk kecil.
"Baiklah."
Jinri pov
Aku melangkahkan kakiku keluar. Lalu berdiri di depan pintu uks. Sepertinya mereka berbicara. Oh.. kenapa hati ini sakit sekali?
Aku bukan siapa2nya sehun tapi kenapa rasa cemburuku ini sangat membakar hatiku? Oh Tuhan… apa aku salah?
Author pov
"Berapa kali kau mimisan akhir2 ini?" Tanya sunmi.
"Bukan urusanmu."
"Aku serius."
"Sekitar 5 kali."
"Kau rutin minum obatmu?"
"Sudahlah. Aku lelah. Aku ingin ke kelas." Sehun berajak dari tempat tidur uks.
"Arra. Jaga dirimu dan.. wanita itu." Pesan sunmi. Sehun menoleh.
"Apa urusanmu dengannya?" Kata sehun ketus lalu meninggalkan sunmi sendirian di uks.
"Karena aku tidak ingin ada wanita yang terluka lagi." Rintih sunmi.
#flashback.
Sunmi dan sehun baru pulang dari jalan2. Sunmi pulang sendirian. Bukan karena sehun tidak mau mengantarnya tapi karena sunmi sendiri yang tidak ingin sehun kelelahan.
Jalanan sangat sepi hari itu, membuat sunmi berjalan cepat karena takut. Namun malang, ada segerombol yang mencegatnya.
"Lee Sun Mi."
"Si-siapa kau?" Tanya sunmi takut2.
"Ternyata si brengsek sehun pintar mencari wanita. Wanita ini manis sekali." Kata taemoo membelai rambut sunmi. Sunmi menepisnya.
"Tinggalkan sehun atau kau akan rasakan akibatnya!" Taemoo lalu berlalu meninggalkan sunmi.
#flashbackend
"Mian. Aku tidak tahu hari ini penjaga uksnya lee sunmi."
"Gwenchana."
"Malam ini kau tidak usah bekerja. Aku akan bilang pada manajer Shin."
"Tapi-"
"Tidak ada tapi2an.. turuti saja perintahku."
"Jika aku tidak bekerja, kau juga harus tidak bekerja."
"Wae?"
"Sudah aku bilang, jangan berpergian sendirian."
"Arraseo… aku akan memberitahu manajer Shin."
Jinri mengikuti perintah sehun karena sehun bilang itu demi kebaikan mereka berdua.
"Kau ingin makan apa? Akan kumasakkan."
"Apa saja. Semua masakan mu akan kumakan."
"Baiklah. Aku akan membuat pasta kimchi. Kau Ganti baju dulu lalu tidur." Sehun hanya mengangguk lemah. Jinri keluar dari kamar sehun. Dan langsung memulai memasaknya tanpa mengganti seragam sekolahnya.
"Sehun? Sehun-ah." Pelan2 aku membangunkan Sehun. Sehun membuka sebelah matanya.
"Ada apa?"
"Makanlah."
"Okay. Suapi aku." Pinta sehun. Jinri tertawa.
"Bagaimana?" Tanya jinri ketika dia selesai menyuapkan sesendok pertama pada sehun.
"Enak. Rasanya tubuhku terasa lebih kuat setelah memakannya"
"Berlebihan." Cibir jinri. Sehun tertawa.
"Bagaimana malam ini?" Tanya sehun.
"Kau belum sembuh."
"Kau tidak lihat? Aku tidak sakit. Aku hanya mimisan."
"Arraseo.. ayo makan .."
"Kau tidak? Sedang diet?"
"Diet? Haha. Aku sudah sekurus ini. Aku tidak mau diet. Aku bisa makan setelah ini."
"Makanlah sekarang." Sehun mengambil alih piring yang ada di tangan jinri lalu menyuapi jinri.
Malamnya,
"Kita terlihat aneh?"
"Tidak." Jawab Sehun santai.
"Jinjja?"
"Ya. Ahjumma! Kami mau pesan!" Sehun melambaikan tangannya. Seorang ahjumna menghampiri mereka.
"Ah! Kalian lagi. Dan apa ini? Kalian menggunakan baju formal. Nak, kau terlihat cantik dengan gaun itu." Kata ahjumma itu memuji jinri. Jinri hanya tersenyum.
"Oh? Ahjumma! Aku tidak terlihat tampan?"
"Kau terlihat tampan dengan setelan itu. Tapi kalian darimana?"
"Kami pulang dari taman."
"Oh? Kalian kencan seperti orang jaman dahulu saja. Kalian sekarang berkencan?"
"Ahjumma, apa2an pertanyaanmu ini. Aku pesan mie cina. Kau, sehun?" Kata jinri.
"Sama sepertimu."
"Baiklah, anak muda."
"Sehun-ah,"panggil jinri ketika ahjumma itu sudah meninggalkan meja mereka.
"Hm?"
"Apa kita terlihat begitu?"
"Apanya?"
"Kita terlihat orang yang sedang berkencan?"
"Mungkin. Jika benar2 terlihat begitu aku benar2 senang."
Pipi jinri memerah.
"Pipimu kenapa?" Tanya sehun.
"Udaranya sangat dingin." Kata jinri beralasan.
"Kurasa tidak. Udara diluar dingin, disini tidak."
"Menurutku disini dingin."
"Ini makanan kalian." Kata ahjumma memberikan pesanan yang mereka pesan.
"Gamsahamnida." Kemudian ahjumma itu pergi.
"Ah! Mie nya sangat panas!"
Sepulang makan malam,
"Mau jalan2 ke sungai Han?" Tawar Sehun. Jinri mengangguk.
"Kita pertama kali bertemu tepat disini, bukan?" Kata Sehun. "Kau dengan wajah kumalmu. Jatuh dipelukanku. Aku sangat panik."
"Kau mengingat segalanya."
"Kau mau tahu sesuatu?" Tanya sehun sambil duduk di salah satu bangku.
"Ah.. apa itu?" Jinri menatap sehun.
"Sebelum bertemu denganmu, aku hampir tidak punya semangat hidup lagi. Ditinggal mati joon myeon hyung, ditinggal sunmi, ditinggal pergi orangtuaku. Tapi setelah kau datang dikehidupanku. Semua rasa sakit itu perlahan memudar. Belum pernah aku menemui seseorang yang bahagia sepertimu meskipun kau ditinggal oleh kedua orangtuamu ketika masih kecil."
Jinri menangis. "Kau kira aku selalu bahagia? Setiap malam aku meruntuk. Kenapa aku ditinggalkan seperti ini? Kenapa aku begitu tidak diinginkan? Aku tahu, tidak ada yang benar2 menyayangiku. Bahkan mencintaiku."
"Aku mencintaimu."
"Jangan menghiburku."
"Aku serius." Sehun membalikkan badan jinri ke hadapannya. Memegang baju jinri. "Aku serius. Jika kau pikir ini hanya pelampiasan ku atas sunmi. Kau salah besar."
"Gomawo Sehun-ah… jinjja gomawo…" isak Jinri. Jinri memeluk sehun.
Keesokan harinya,
"Aish.. semakin hari mereka semakin dekat." Kata Baekhyun melihat Sehun dan Jinri yg berada di lapangan dari jendela kelasnya.
"Bukankah itu bagus? Aku lihat sehun semakin bahagia." Kyungsoo berdiri di samping baekhyun.
"Aku kasihan dengan jinri." Kata baekhyun.
"Wae?"
"Aku dengar akhir2 ini sehun banyak mengalami mimisan. Aku khawatir jinri akan mengetahuinya."
"Bukankah dia harus mengetahuinya?" Tanya Kyungsoo.
"Kemarin Sehun berbicara padaku. Dia bilang jangan beritahu Jinri."
"Tapi kita harus beritahu dia, hyung."
"Kita tunggu saat yang tepat, kyungsoo-ah…"
"Hyung,"
"Oh?"
"Luhan hyung bagaimana, ya?"
Baekhyun menjitak kyungsoo. "Sudah kubilang jangan sebut nama Luhan. Jika Sehun mendengarnya tamat riwayat kita!"
"Appo! Aku hanya menanyakannya. Lagipula sehun tidak ada disini!" Kyungsoo mengusap2 kepalanya yang dijitak baekhyun tadi.
"Luhan ada di china. Dia mungkin tidak kembali kesini."
"Ah… aku ada jam malam.." runtuk jinri.
"Hanya kau? Aku tidak?"
"Kau lihat? Tidak ada namamu disini." Tunjuk jinri pada kertas yang ada di papan pengumuman. "Arkh! Aku tidak bisa bekerja malam ini."
"Aku menunggumu. Sampai kau pulang."
"Kau gila? Aku baik2 saja. Lebih baik kau bekerja. Aku akan pulang jam 9. Kau bisa menjemputku." Kata jinri.
"Kau yakin?"
"Sangat yakin. Aku akan menunggumu di depan gerbang"
"Baiklah. Jam 9 malam tunggu aku. Jangan kemana2." Pesan Sehun. Dia menggenggam erat tangan jinri.
"Arraseo…"
"Manajer, bolehkah aku pulang sekarang?" Tanya sehun ketika dia selesai bekerja.
"Kau ada urusan penting? Baiklah. Ah… dimana Park Jinri?"
"Dia sedang ada jam malam di sekolah. Aku akan menjemputnya. Gamsahamnida."
Sehun segera berjalan meninggalkan kedai. '5 menit lagi jinri pulang.' batin sehun. Dia segera menaiki bus arah ke sekolahnya.
Jinri pov
Ah… aku lupa memberitahu sehun jam pulangnya ternyata lebih awal yaitu 8.30. Tapi bagainanapun aku harus menunggunya meskipun sekolah sudah sepi sekali.
Seseorang datang. Apa itu sehun?
"Sehun-ah.. kau kah itu?"
Tiba2 orang itu langsung mendorongku hingga badanku terbentur tembok gerbang. Orang ini bukan sehun. Siapa orang ini? Kenapa dia mendorongku?
"Si.. siapa kau?"
"Aku? Tanyakan pada namjachingumu."
"Sehun? Kau apakan dia?!" Tanya ku hendak menamparnya namun dia menangkis dan menahan tanganku.
"Dia baik2 saja. Kau yang sedang dalam bahaya."
"Apa maksudmu?!"
Orang itu membelai pipiku. Siapa dia?
"Jauhkan tanganmu! Kau brengsek!" Teriakku. Sial. Aku sendirian.
TO BE CONTINUED
