"Kyuhyun-ah, kemarilah."
"Apa?"
"Ck, kemarilah."
Kyuhyun berjalan menuju tempat yesung yang kini tengah duduk di ruang tengah.
"ada apa? Jika tidak penting aku hajar kau hyung."
"setelah kau mengetahui ini, mungkin korban untuk kau hajar akan berubah."
Kyuhyun dengan malas –sebenarnya penasaran- duduk di samping yesung yang tengah memainkan ponselnya.
"Kau baca ini. "
"berita apa ini?"
"kau baca bagian ini. di wawancaranya, ia mengatakan 'Istri ku bersembunyi ditempat rahasia kami. Kami memiliki tempat rahasia.' Apa maksudnya?"
Kyuhyun tercenung setelah membaca berita tentang salah satu member Super Junior yang telah menyelesaikan Wamilnya –Lee Sungmin.
"Aku keluar sebentar."
"hey, kau mau minum? Aku akan menemanimu."
"Tidak. Terima kasih. Aku pergi hyung."
Blam!
Pintu tertutup menelan tubuh kyuhyun dan meninggalkan Yesung yang tengah menatap pintu yang menelan Kyuhyun dengan tatapan prihatin.
"Magnae yang malang. Hah~ aku merindukan Ryeowook ku."
Kyuhyun melajukan mobilnya menuju tempat yng ingin ia kunjungi. Sesekali ia mengumpat saat jalan yang ia lewati mecet.
Sesampainya ia di sebuah gedung apartement, ia langsung menuju ke lantai 5 tempat tinggal seseorang.
Ting~ tong~
"Siapa?"
Terdengar suara yang menyahut dari dalam. Suara seorang wanita.
Saat pintu terbuka, tanpa babibu kyuhyun masuk kedalam apartement tersebut tanpa mengindahkan pemiliknya.
"hey! Kemana sopan-santun eoh?"
"Berhenti menceramahiku. Mana dia?"
"untuk apa kau mencarinya? Apa perlu ku ingatkan kyuhyun-ssi, dia sekarang MILIKKU bukan milikmu lagi. Dia milikku dengan sah. Sekarang kau keluar dari rumahku."
Cih~ kyuhyun menatap sang pemilik yang merupakan istri dari orang yang ia cintai dengan tatapan jijik.
"Rumahmu? Apa aku tidak salah dengar? Apa perlu ku ingatkan lagi Saeun-ssi? Perlu kau ingat, ini apartement milik kekasihku, ia membelinya dari jerih payahnya sendiri. bukan seperti dirimu yang menerima bersihnya saja. dan, ini juga apartementku. Jadi, lebih baik kau keluar sebelum kau mendengar suara-suara aneh dari kamarmu."
Setelah mengatakan kalimat yang berhasil membuat wanita itu terdiam menahan kekesalannya, ia berjalan dengan keadaan marah menuju sebuah kamar yang hanya ada di apartement ini.
Setelah menutup dan mengunci pintu berwarna coklat itu, kyuhyun langsung berbaring dengan santai di kasur king size yang ada dikamar tersebut.
"Astaga."
Kyuhyun langsung berdiri dan berjalan menghampiri sungmin yang masih berdiri didepan pintu kamar mandi dengan senyum yang sangat misterius.
"apa yang kau lakukan disini?"
"apa aku tidak boleh menemui kekasihku?"
"bukan begitu. maksudku.."
"yayaya.. aku tau kau mulai menyukai wanita itu-"
"Yaaa! Apa yang kau bicarakan? Kau mabuk? Kau habis minum?"
"aku tidak mabuk, dan aku juga tidak minum."
Sungmin menarik tangan kyuhyun menuju ranjang dan ereka duduk berhadapan.
"oke, maaf aku tidak langsung menemuimu." Sungmin kembali menghembuskan nafasnya saat ia tidak melihat reaksi kyuhyun.
"kau taukan, aku baru keluar dari wajib militer. Banyak penggemar yang berdiri disana dan juga keluargaku. Aku tak mau mereka curiga jika aku pergi tidak bersma mereka,"
"tapi kau pergi dengan prince manager."
"itu aku menghubunginya sebelumnya, aku tidak mau.." ucapan sungmin terputus saat kyuhyun memeluknya.
"Sudahlah. Lupakan, aku tidak marah padamu."
Sungmin membalas pelukan kyuhyun dengan erat. Menyamankaa dirinya dalam pelukan sang kekasih yang saat ini masih ia cintai.
"tapi, aku tidak akan memaafkanmu,"
"yaa! Kenapa eoh? Tadi kau bilang kau tidak marah."
"Aku memang tidak marah saat kau tidak bisa menemuiku. Tapi aku marah dengan artikel bodoh itu
Dalam sekali gerakan, ia mengubah posisi menjadi berbaring diatas sungmin dan sugnmin berada diawahnya.
"artikel apa yang kau katakan?"
"Sebuah artikel mengatakan kau ingin ketempat rahasia yang diaman hanya kau dan wanita itu yang tau."
"kapan aku mengatakannya?"
"saat kau interview."
"kau tau sumbernya dari mana?"
"entahlah yesung hyung memberitahuku."
"Tunggu sebentar." Sungmin beranjak dari tindihan kyuhyun guna mengambil ponselnya yang terletak di meja nakas.
"Yeoboseo."
"yeoboseo"
"apa yang kau katakan dengan kyuhyun, yesung hyung?"
"aku hanya mengatakan sebuah artikel."
"artikel apa eoh? Tentang aku ingin ketempat rahasia dengan istriku? Aku tidak pernah mengatakan seperti itu."
"aku tidak pernah mengatakan kau pernah katakan itu. aku hanya ingin mengerjai kekasihmu itu. ah~ apa dia disana?
"Ya."
"baguslah. Segerelah buat ponakan untukku oke? Ponakan ku itu harus dari kyuhyun bukan dari orang lain. Arraseo? Dan satu lagi, anggap saja sebagai sebagai hadiah ulang tahunmu."
"Yaa! Dasar kepala besar! awas kau! Aku akan-"
Tut..tut..tut..
Sungmin menatap layar ponselnya dengan wajah kesal luar biasa. Apa-apaan ini? jadi, kekasihnya itu telah di tipu?.
"kau menghubungi siapa?"
"aku ingin sekali membotakkan rambut yesung hyung."
"ada apa?"
"kau tau, kau telah ditipu oleh yesung hyung. Artikel yang kau baca semua itu dibuat oleh Yesung hyung."
Kyuhyun menatap sungmin bingung. "Jadi itu tidak benar?"
"ya."
Kyuhyun menganggukan kepalanya mengerti. Lalu ia kembali menarik sungmin dan membuat sungmin kembali keposisinya semula –dibawah kyuhyun.
"baiklah tak apa. Aku akan mengucap terimakasih kepada yesung hyung."
"kenapa kau berterimakasih dengan nya?"
"entahlah aku tidak. Sudah, lupakan dia. Ayo kita buat ponakan untuk yesung hyung."
"a-apa?"
"aku mendengar percakapan kau dan yesung hyung yang menyuruh kita membuat keponakan. Aku tau itu tidak akan berhasil. Tapi, kita harus berusaha. Hem~" kyuhyun menjeda ucapannya, "dan aku juga rindu dengan tubuh berisimu ming~"
Oh tidak. Alarm tanda bahaya langsung berbunyi di kepala sungmin. Ini akan menjadi malam panjang mereka.
.
.
.
"oh~ k-kyuh"
Baiklah, kita tinggalkan mereka dan wanita yang kini tengah duduk diruang tamu dengan wajah yang sangat mengerikan.
.
.
end
ini gk jelasn yaa :v . ini mah langsung keluar dari otakku dan langsung diketik tanpa dicek lagi :v . ini ku persembahkan untuk JOYers yang lagi Down mungkin :v . maaf gk jelas dan gajeeee... Ini saya persembahkan untuk ulang tahun Lee Sungmin and Happy New Year Everyone!
salam~
