ToT
Hueeeee..
Mood saya tiba – tiba blank readerssss.
hueeee…
*nangis peluk Yeollie Hunnieee..
masa Chapter 4 yang saya udah ketik sebanyak 7 page hilang..
aigooooo~~
Hueeeeeee

Jadi saya ngetik ulang readers..
hueeeeeee…
hiks hiks hiks..

Baiklah..
semangat!
THANKS TO ::
xiaolu odult / Odult Maniac / preciouselu / Baby Kim / exindira / istrinya suho / devimalik / minbyuliee / rifdafairuzs / Brigitta Bukan Brigittiw / yongin / yixingcom / .96 / Guest / KaiSooLovers / / chenma / Guest / Initial D 0326 / Haru3173 / ruixi / yoyoye / ShinJiWoo920202 / TKsit / ohrere / Oh Lana / Nasumichan Uharu / 12 / Rechi / LAB27 / hunhan aegy / nur991fah / DaebakKaeb / Sefan / bacoon / .39 / chacalock / babyazul / PinkBearChocolate / MrsDoubleV / AmbarAmbarwaty / Ikki Ka Jung99 / Park Fa Ro/

Terima kasih review kalian..

Semoga ga ada yang ketinggalan..

Terima Kasih banyak untuk yang review pokoknya aku mencintai kalian..
XD
Untuk para Author-nim yang juga sudah review. Para readers dan juga masukan saran dsbnya dari kalian semuanya sangat berarti..

Gomawo jeongmal..
tanpa kalian mungkin ff ini bukanlah apa – apa..
berkat review dan masukkan kalian aku jadi lebih semangat..
^^

Soo..

.

.

.

.

.

.

I told you before

.

.

.

.

.

Don't Copy and Paste this ff without my permission ^^

.

.

.

.

.

Happy Reading..

.

.

.

.

.

Playboy Trap Chapter 4

.

.

.

.

.

.

"Haa…. Akhirnya…." Baekhyun berteriak setelah memasuki apartement mereka. Ia berlari kecil menuju kamarnya. Tujuan utamanya adalah menghapus make up dan mengganti dengan baju rumah-nya.

"Selamat datang Kyungsoo" Xiumin mempersilahkan Kyungsoo. Dan tanpa ragu ia melangkah masuk dan yang pertama kali di amati adalah keadaan apartement itu. Perlahan Kyungsoo mengitari ruang tamu apartement. Mata bulatnya menangkap sebuah meja kecil di samping sebuah TV. Di meja itu terdapat banyak bingkai foto dengan berbagai foto. Lebih tepatnya banyak foto. Dan semuanya berisi foto banyak yeoja dengan berbagai banyak pose. Banyak yang ia tidak kenal. Namun ada juga yang ia kenal antara lain adalah Yixing. Yeoja dengan surai coklat panjang yang sedang tersenyum sehinga menampakkan sebuah dimple manis, sedang di himpit oleh dua orangyeoja yang ia tidak kenal. Dan di sebelah bingkai itu terdapat bingkai lain, di dalamnya terdapat foto Yixing juga dengan kedua yeoja tadi namun kali ini di temani oleh Luhan, Xiumin, Baekhyun, dan Tao. Kyungsoo terkadang terkekeh kecil melhat berbagai pose mereka. Namun juga ia terkadang bergumam 'cantik' melihat beberapa yeoja yang terdapat disana.

"Mereka adalah anggota para Bunny Girls" Kyungsoo tersentak mendengar sebuah suara mengitrupsi kegiatannya mengamati foto. Ia menoleh dan melihat Xiumin berjalan menuju meja dan meletakkan tray berisi 5 buah cangkir berisi coklat panas dan meletakkannya di sana.

Xiumin menghampiri Kyungsoo.

Dan ikut mengamati foto – foto yang sudah berada lama di sana.

"Mereka adalah orang – orang yang pernah tinggal disini dan juga melakukan apa yang kita lakukan tadi" Xiumin bercerita dan menyesap coklat hangatnya sebentar. Kyungsoo hanya terus mengamati beberapa foto yang ada di sana.

"Ini.." Xiumin menunjuk sebuah foto dimana Yixing berpose di tengah dengan dua yeoja yang berada disamping kanan dan kirinya. "Mereka bertigalah pendiri Organisasi kita. Yang di kanan adalah Tiffany eonnie, yang di tengah… Kau pasti mengenalnya Yixing. Dan yang paling kiri adalah Yuri Eonnie" Xiumin kembali bercerita dan menyesap lagi coklat hangatnya.

"apa mereka masih suka beraksi?" Tanya Kyungsoo penasaran. Karena tidak mungkin apartement yang lumayan besar dengan 3 kamar di isi hamper sekitr 20 orang. Jika Kyungsoo menghitung jumlah Yeoja yangada di dalam foto.

Xiumin berjalan menuju sofa yang tidak jauh disana dan mendudukkan dirinya. Kyungsoo dengan reflex mengikuti Xiumin. Mengambil sebuah bantal dan meletakkannnya di pahanya lalu melihat Xiumin. Berharap yeoja berpipi bulat itu menjawab pertanyaannya.

"Mereka sudah tidak menjalani misi seperti kita Kyung. Karena mereka sudah menemukan kehidupan dan cinta sesungguhnya. Bias di bilang pasangan hidup mereka yang sesungguhnya" Xiumin tersenyum lembut.

"Yixing eonnie juga?" Kyungsoo terkejut.

"Hmm" gumam Xiumin

"Kau tahu Suho? Pria yang bertemu dengan kita di Café Yixing beberapa hari yang lalu?" Luhan kini berada di sebelah Xiumin dan ikut mengambil cangkir dan menyesap coklat panasnya.

Kyungsoo mengangguk kecil dan ia juga ikut menyesap coklat panasnya.

"Suho adalah pelabuhan terakhir hati Yixing. Suho seorang dokter." Tao kini bergabung dengan Xiumin, Luhan, dan Kyungsoo dan di belakang Tao juga sudah ada Baekhyun yang menyusul ikut bergabung dengan mereka.

"Suho oppa adalah salah satu pria yang langka" ujar Baekhyun tanpa dosa dengan kalimatnya yang menunjukkan seolah olah Suho adalah hewan langka.

"Jika Yixing atau Suho yang mendengarnya kau akan jadi bahan eksperimen Suho di Rumah Sakit" jawab Luhan

"Maksud kalian?" Tanya Kyungsoo bingung.

"Suho adalah pria setia, bertanggung jawab dan selalu bersikap ramah. Bahkan sangat romantic. Ia selalu jujur dengan Yixing. Ahh aku sangat iri dengan Yixing jie" ujar Tao.

Kyungsoo tersenyum kecil.

"Selamat bergabung dengan kami Kyungsoo" Baekhyun memeluk Kyungsoo erat dan tersenyum.

Ya. Inilah keputusan Kyungsoo bergabung dengan sahabat barunya. Sebelumnya Kyungsoo memang sering tinggal sendiri di apartement-nya karena kedua orang tuanya tinggal di Jepang. Jadi apa salahnya jika ia memutuskan tinggal bersama sahabat barunya dan bergabung bersama mereka untuk menyibukkan dirinya dan melupakan Dongwoon. Setidaknya mereka bernasib sama.

.

.

.

.

.

.

Seminggu sudah penerimaan mahasiswa dan mahasiswi baru. Dan masa di mana peserta baru di 'kerjai' oleh para sunbae mereka masih akan berlanjut hingga seminggu ke depan. Dan ini merupakan siksaan bagi kedua sahabat milk and coffee. Sehun dan Kai. Sehun memakai papan nama Milk dan Jongin memakai papan nama Coffee. Itu adalah perbuatan Jongdae yang tak lain tak bukan adalah kakak kandung dari Jongin sendiri. Entahlah Jongin dan Sehun tidak habis pikir. Selama seminggu mereka di Ospek. Mereka tidak akan lepas dari cengkraman Jongdae. Ohh mereka lupa jika Jongdae sangat suka mengerjai mereka berdua kapanpun dan dimana pun. Sungguh Hyung yang kejam.

"Ahh~~~" Sehun mendesah lega. Setelah 1 jam di kerjai oleh Jongdae akhirnya ia bias mengistirahatkan dirinya di kantin, duduk. Sungguh ia merasa kakinya dan badannya remuk. Bagaimana tidak? Sehun dan Jongin di suruh membersihkan seluruh lapangan outdoor dan indoor yang bertotal 4 lapangan dan luasnya tidak tanggung – tanggung hanya karena ia lupa membawa peralatan yang seharusnya ia bawa hari ini. Dan Jongin juga jadi kena imbasnya karena Jongin terlambat 10 menit berkumpul di lapangan hanya karena ia tersesat. Oh ayolah alas an yang tidak masuk diakal bagi pasa Sunbae. Dan Jongdae yang mengetahuinya tentu memanfaatkan kesempatan ini.

Sungguh Jongdae adalah Sunbae terkejam.

Kini Sehun dan Jongin sedang menyantap makan siang mereka dengan lahap.

"Maaf" sebuah suara mengiterupsi kegiatan surga mereka. Mereka sontak menoleh dan mereka melihat pria tinggi denga surai coklat gelap, sedang membawa sebuah tray yangberisi makanan dan minuman. Sedang tersenyum – seperti orang bodoh-.

"Apa aku boleh bergabung? Sepertinya semua kursi sudah penuh" Tanya namja itu penuh harap

Jongin mengedarkan pandangannya dan benar hanya tinggal tersisa 2 kursi dan itu berada di meja mereka.

"Silahkan" Sehun mempersilahkan.

Sang namja pun ikut bergabung dan tidak lupa mengucapkan terimakasih pada Sehun dan Jongin.

"Perkenalkan aku Chanyeol, Park Chanyeol dari jurusan Bisnis Semester3. Dan aku baru" ujar sang namja memperkenalkan dirinya dan tersenyum lagi.

"Oh Sehun. Jurusan Seni tari dan music" Sehun memperkenalkan dirinya juga dan tersenyum. Lalu kembali menyantap makanannya.

"Aku Jongin, Kim Jongin aku sama dengan bocah ini" ujar Jongin lalu menunjuk Sehun dengan dagunya.

"Senang bisa berkenalan dengan kalian." Jawab Chanyeol lalu ikut menikmati makanannya.

Dan mereka bertiga makan dengan damai. Hingga…..

"Kyaaaaaa.."

Sebuah teriakan memekakan telinga mereka. Dan Sehun tersedak karena teriakan itu. Jongin menyodorkan minuman pada Sehun dan mereka bertiga sontak mengikuti asal keributan yang terjadi.

"Omo. Lihat! Itu Bunny Girls!" teriak seorang Namja histeris.

"Baekhyun Noona saranghae" teriak namja lainnya.

Luhan dan yang lainnya sedang berjalan memasuki kantin. Mereka juga ingin mengisi perut mereka setelah mengikuti beberapa kelas.

Semua orang mulai berbisik – bisik membicarakan seorang yang asing di mata mereka. Yeoja dengan mata bulat dan rambut yang di ikat tinggi yang bersama dengan anggota Bunny Girls lainnya. Mereka mulai bertanya – Tanya siapa dia. Ya dia adalah Kyungsoo. Beberapa orang mengenalinya dan ada juga yang tidak mengenalinya. Tentu saja karena perubahan style pada Kyungsso berubah. Karen biasanya Kyungsoo akan menggunakan pakaian tertutup dan kaca mata. Kini ia menggunakan pakaian minim dan high heels dan ia menggunakan Softlens.

Mata Sehun, Jongin, dan Chanyeol membulat sempurna melihat 5 orang yeoja yang baru saja menjadi sumber keributan beberapa saat yang lalu.

Sehun memperhatikan yeoja dengan surai keemasaan yang berombak dan tergerai indah, dengan mini dress berwarna putih dan senyum yang menawan bagai Dewi Heera. Deer eyesnya yang berbinar dan menerjap lucu. Ahh.. benar – benar cantik.

Jongin juga ia sedang memperhatikan seorang yeoja dengan mata bulat, minidress biru muda dan bibir yang berbentuk hati jika ia sedang tersenyum. Sungguh imut bagi Jongin. Dan matanya tidak bisa lepas dari gerak – gerik yeoja yang baru saja menyita perhatiannya.

Sedangkan Chanyeol. Matanya hanya menatap yeoja mungil denga rambut coklat caramel yang di ikat setengah dengan eyesmile yang indah saat ia tersenyum. Dan jantungnya berdegup dengan cepat dan tidak menentu.

.

.

.

.

.

.

"Gi Kwang masukkan mereka dalam sel. Hingga orangtua mereka datang" perintah salah seorang namja tinggi, berambut blonde, beralis tegas dan berwajah blasteran. Mengenakkan sebuah seragam biru tua, dengan banyak aksesoris, di pinggangnya terdapat sebuah senjata api dan juga borgol.

"Baik Pak" jawab seorang namja yang baru saja ia panggil Gi Kwang.

Dan membawa beberapa anak namja berseragam High School. Menuju sel tahanan.

Sang namja tinggi mendudukkan dirinya di balik sebuah meja yang terdapat sebuah papan kayu bernama 'Kris Wu'. Ia memijat pelipisnya untuk meringankan kepalanya yang agak pusing berharap kepalanya agak sedikit ringan.

"Apa lagi sekarang Kris?" seorang yeoja dengan tubuh sexy-nya. Rambut Blonde panjang dan wajah yang agak tegas dan memegang sebuah papan berjalan yang terdapat beberapa lembar berkas. meyandarkan pinggangnya pada meja seorang yang baru saja ia panggil Kris.

"Hyo Yeon noona?" bukannya menjawab Kris kembali bertanya.

"Wae? Kau seolah tidak bertemu dengan ku selama 2 tahun. Merindukkanku?" Tanya Hyo Yeon percaya diri. Dan ia terkekeh kecil

Kris memutar bola matanya malas. Kris adalah seorang sersan kepolisian. Ia memegang deputi tindakan criminal. Dan Hyo Yeon seorang Seniornya yang satu tingkatn dengannya dan ia merupakan salah satu sersan perempuan yang berani dan mengepalai bagian Forensik. Yang berarti adalah membedah tubuh para korban kejahatan.

"Entahlah aku bingung kenapa anak muda jaman sekarang suka sekali dengan balapan liar. Haaaa. Membahayakan diri dan juga orang lain yang berada di jalan" Kris merebahkan punggungnya pada badan kursi dan menatap langit – langit. Tanganya yang bertautan di letakkan pada depan perutnya.

"Kau perlu tau. Terkadang balapan liar itu mengasikkan. Dan aku sering melakukannya dulu. Ahh aku jadi inginkembali balapan" ujar Hyo Yeon tanpa dosa

"Ck! Noona" protes Kris.

"Bagaiamana jika suatu saat kau menjadi seorang pengawal ke-Presiden-nan dan saat seorang mentri atau Presiden di culik kau juga harus balapan mengejar penjahat yang membawa kabur orang yang kau jaga." Jawab Hyo Yeon cuek lalu meninggalkan Kris yang hanya menatap punggung Hyo Yeon yang mulai menghilang.

Kris kembali memejamkan matanya.

.

.

.

.

.

.

.

"MWO?" teriak Sehun, Jongin bersama sedangkan Chanyeol hanya tersenyum melihat ekspresi ke dua teman barunya yang berada di depannya. Sedangkan duo sahabat itu memasang ekspresi tidak percaya dengan apa yang baru di dengarnya.

Ohh.. tidak bagaimana bisa yeoja secantik itu seorang Play Girls? Oh tidak! Yah setelah kejadian 'cinta pada pandangan pertama' Sehun dan Jongin ingin mencari tahu tentang yeoja yang baru saja mereka ketahui bernama Luhan dan Kyungsoo. Dan Chanyeol yang sudah tahu tentang mereka menceritakannya. Dan inilah ekpresi mereka sekarang.

.

.

.

.

.

Tao berjalan menuju Kampus-nya. Dengan celana panjang hitam ketat yang membalut kaki jenjang-nya yang indah. Taktop berwarna hijau tosca yang serasi dengan kulit putih-nya dan juga dengan sebuah jaket yang besar berwarna hitam yang tidak di kaitkan membuat-nya terlihat lebih cantik. Bahkan jika ada pria yang berjalan melewatinya maka akan berdecak kagum melihatnya.

Hari ini ia ada beberapa kelas di kampusnya. Dan cuaca hari ini begitu cerah. Ia sangat menyukainya. Mungkin hari ini adalah hari keberuntungannya. Setiap langkahnya ia selalu tersenyum dengan bayangan sepulang-nya ia dari kampus maka ia akan menuju Yi Xing café dan meminum teh kesukaan-nya.

"Tolong! Tolong!"

Terdengar teriakkan seorang wanita. Dari suaranya sepertinya ia merupakan wanita tua. Tao mencari asal suara dan ia dapat melihat seorang wanita tua sekitar umur 60th sedang mempertahankan tasnya dari seorangn pria yang ia yakini berusia 30th. Dengan cepat Tao berlari menuju mereka.

"Tuan cepat lepaskan tas nyonya itu!" teriak Tao

Sang pria menghentikan aksinya dan ia kini merangkul sang wanita dari belakang dan menggunakan senjata tajam berupa pisau lipat yang di lekatkan pada leher sang wanita.

Tao hanya memandang datar kejadian di depannya.

"Lepaskan Nyonya itu tuan. Sungguh aku tidak ingin menyakitimu. Berapa uang yang kau inginkan? Aku akan memberikkannya sungguh dan aku tidak akan Lapor Po…" belum sempat Tao melanjutkan ucapannya.

Terdengar suara sirine mobil polisi. Dan suara kegaduhan pun terjadi. Dan banyak polisi yang kini sedang menyiapkan posisi untuk menyerang sang penjahat.

Terlambat. Jika sudah begini maka. Dengan sangat terpakasa Tao harus melakukannya.

Ia melepaskan Tas selempang(?)-nya dan meletakkannya di pinggir jalan. Dan juga tidak lupa sepatu high heels-nya.

"Nona menyingkirlah!" teriak salah seorang polisi. Dan Tao tidak menggubrisnya.

Sang penjahat pun terlihat panic.

"Menjauh! Atau wanita ini akan terluka" ancam sang pria

"Lakukan saja! Bukankah dengan begitu maka hukumanmu akan bertambah berat. Pertama kau akan di kenakan pasal berlapis. Apa kau sudah menikah? Punya anak?" Tao berkata mengalihkan perhatiannya dan semakin melangkah mendekat. Dan tinggal beberapa langkah lagi. Tao menghentikkan langkahnya dan di tatapnya sang wanita tua dalam.

Sang wanita tua menggigit lengan sang pria hingga sang pria melepaskan pelukkannya dan meringis kesakitan dan ia menunduk lalu berlari menuju pinggir jalan. Dan saat sang pria lengah Tao melayangkan sebuah tendangan pada pipi sang pria hingga ia tersungkur(?) di jalan dan dengan sigap Tao mengunci pergerakkan sang pria.

"Haaa.. sudah aku bialng bukan aku tidak mau menyakitimu" gumam Tao.

.

.

.

.

.

Dan disinlah Tao. Ia duduk dengan kaki yang di tumpukkan satu sama lain. Dengan tangan yang di silangkan di depan dadanya. Ia sungguh bosan sudah 1 jam ia disini untuk memberikan keterangan tentang aksi 'penyelamatan' yang di lakukannya beberapa waktu lalu. Ya setelah ia berhasil menyelamatkan sang wanita Tua. Ia langsung di seret menuju kantor polisi untuk memberikan beberapa keterangan. Dan ia sudah menjawab pertanyaan dan ia masih di minta untuk menunggu. Bukan! Ia kesal bukan karena harus menunggu.

Pertama.. Ia sudah melewatkan jam kuliahnya dari 1 jam yang lalu. Dan itu berarti ia akan mendapatkan 'pidato singkat' dari Choi Songsaenim.

Kedua ia sungguh sangat risih dengan semua mata polisi pria yang menatapnya 'lapar'. Jika Tao sudah tidak waras maka ia akan melakukan jurus Wu Shu-nya kepada semua polisi pria yang ada. Tetapi ia tidak mau di penjara hanya karena menyerang polisi di kantor polisi.

Oh Tao tidak sadarkah kau justru posisimu sekarang ini yang membuat mereka menatapmu. Seperti seorang anak kecil yang imut dan manis yang sedang merajuk.

Saat Tao sedang menatap kesal dan marah kursi dan meja kosong yang berada di depannya dengan sebuah papan nama bertuliskan Kris Wu. Seorang pria dengan seragam khas polisinya menarik kursi yang berada di depannya dan duduk dengan santainya. Ia meletakkan kedua tangannya di atas meja dan manutkan jemari panjangnya. Sedangkan Tao hanya menatapnya datar. Dan sang Polisi dengan wajah blasteran dan wajah tampan serta alis yang tajam dan matanya bagaikan elang menatap Tao intens dan sulit di artikan. Tao hanya membalas tatapan-nya dengan tatapan mata yang santai tetapi menyiratkan kekesalan yang sangat mendalam.

"Jadi kau yang memeberi pelajaran pada Pria tadi? Siapa namamu?" Kris bertanya dengan posisi duduk-nya yang menurutnya cool itu dan teteap menatap Tao intens.

Tao menghela nafas kasar dan menoleh sebentar lalu kembali menatap Pria yang menurutnya menyebalkan yang berada di depannya.

"Kau bisa tanyakan pada anak buahmu. Lagi pula aku sudah memberikan data diriku pada anak buahmu yang itu" Tao berbicara tanpa menatap Kris dan melihat seorang Polisi dari kaca pembatas antara Ruangan Kris dan juga ruangan anak buahnya.

Kris mengikuti arah pandang Tao. Dan ia melihat Gi Kwang yang sedang mengurus sang Pria. Mungkin kini sang Pria yang sedang di introgasi olehnya.

"Imut dan Tampan" Gumam Tao.

Kris kembali pada dunianya dan menatap tidak percaya yeoja yang berada di depannya.

"Boleh aku tahu siapa nama Polisi yang itu?" kini Tao terlihat seperti anak kecil yang sedang meminta permen kepada orang tuanya.

"Mwo?" teriak Kris.

Ia menatap Tao tajam. Sungguh di luar dugaan Kris. Dari sekian banyak wanita yang berlalu lalang di kantor polisinya baru kali ini ada seorang yeoja yang menatapnya tidak kagum.

"Lebih baik kau sekarang pulang Nona. Terima kasih atas kerjasama-mu" Kris secara –tidak- langsung mengusir Tao.

Tao membulatkan matanya dan ia langsung menggebrak meja dan berdiri. Membuat semua mata tertuju padanya.

"YA! Setelah aku membantu kalian menangkap pria itu, dan menahanku di sini hampir 2 jam lalu sekarang kau mengusirku? Aku melewatkan jam Kuliahku hari ini itu karena aku berada di sini selama 2 jam. Dan kalian hanya menanyakan hal yang sama setiap menitnya. Dan aku juga harus mengeluarkan jurus Wu Shu-ku. Dan merelakan semua make –up ku hampir luntur karena aku berkeringat. Dan sekarang kau mengusirku?" Meledak sudah. Tao benar – benar sudah tidak sabar. Dan semua anggota kepolisian yang berada di sana ada yang terkejut dan ada juga yang terkekeh kecil mendengar omelan kecil Tao.

Kris ia sungguh salah tingkah dan tidak bisa berkata apa – apa.

"La- Lalu apa maumu?" Tanya Kris terbata – bata.

Tao menatap tajam Kris dan…

Terjadilah keributan di dalam ruangan Kris. Dan sekali lagi Tao mengeluarkan jurus Wu Shu-nya. Dan semua anggota kepolisian dan beberapa orang yang sedang di tahan di sana membulatkan matanya.

.

.

.

.

.

.

Luhan sedang berjalan di koridor. Ia baru saja menyelesaikan kelas model-ing-nya tadi. Dan ia berencana pulang dan mengistirahatkan kakinya yang sudah berteriak sakit karena selama 5 jam ia menggunakan dan mengganti berbagai macam High Heels dan juga baju yang di rancang dari kelas Design yang berarti kelas Baekhyun. Ia memasang sebuah earphone pada telinganya dan mendengarkan music kesukaannya untuk menyegarkan sedikit pikirannya. Sekarang rencana-nya adalah menuju Café Yi Xing dan menikmati bubble tea rasa Taro kesukaannya. Dan sepertinya itu menyenangkan. Mengingat sekarang masih jam 2 siang. Dan Luhan sudah tidak ada kelas.

Saat Luhan melewati lapangan Indoor. Ia menoleh dan melihat beberapa anak pria yang sedang bermain basket. Dan ia tersenyum mengingat dirinya dulu juga sering bermain basket pada saat High School dulu. Dan Luhan kembali melangkahkan kakinya.

Tidak beberapa berselang Luhan seperti mendengar suara ribut yang seperti memanggilnya. Entah karena suara music yang berputar di telinganya terlalu keras atau Luhan yang sudah sangat lelah. Tanpa ragu ia kembali menoleh ke lapangan dan yang saat ini ia lihat adalah sebuah bola berwarna orange yang mengarah pada wajahnya.

Oh tidak. Ini pasti sakit. Belum sempat Luhan menghindar. Ia merasakan perih di keningnya dan perlahan pandangannya menghilang dan ia jatuh pingsan.

Sekelompok namja yang tadi bermain basket pun menghampiri Luhan yang sedang tidak sadarkan diri di koridor.

"Ahh.. gawat! Ini Luhan Sunbae" panic seorang namja dengan wajah imut dan seperti anak kecil.

"Bagaimana ini? Ahh bisa gawat! Bagaimana jika kita kabur?" usul seorang namja

"Kau gila?!" pekik namja yang lainnya.

"Ahh..aku tidak mau dapat masalah lebih baik aku pergi sebelum Luhan sunbae bangun dan sekarang sedang sepi" ujar salah seorang namja. Dan ia mulai meninggalkan teman – temannya. Beberapa namja yang berada di sana saling pandang dan seolah mengerti mereka pun juga meninggalkan Luhan yang masih tak sadarkan diri.

.

.

.

.

.

Sehun melangkahkan kakinya menuju perpustakaan karena ia mendapat tugas dari Kang Ta Songsaenim mengenai music. Karena ia mengambil jurusan Seni maka ia harus menerima tugas mengenai music dari berbagai belahan dunia. Namun langkahnya terhenti dan matanya membulat. Ia melihat sesosok yeoja yang terbaring di lantai koridor. Dan Sehun menautkan alisnya bingung. Mungkinkah ia sedang tidur? Tetapi masa iya seseorang tertidur di koridor? Dan tanpa ragu Sehun melangkah mendekatkan dirinya pada seorang yeoja yang tengah 'tidur' pikir Sehun.

Matanya membulat melihat yeoja yang belakangan ini ' mencuri' hati-nya yang sedang ter'tidur' di koridor. Sehun panic. Dan ia mengedarkan pandangan-nya. Tidak ada siapapun. Dan hanya ada boal basket yang tertinggal di tidak jauh dari Luhan. Dan Sehun dapat melihat ada luka memar pada dahi Luhan.

Tanpa membuang waktu Sehun menggendong Luhan menuju ruang kesehatan.

.

.

.

.

.

Baekhyun merebahkan badannya pada sebuah sofa yang berada di ruang Design. Sungguh ia sangat lelah hari ini. Setelah 5 jam berlatih bersama dengan mahasiswa dan mahasiswi dari pagi hingga siang selama 5 jam yang berarti ia harus memastikan semua rancangannya kembali pada tempatnya. Dan juga pelajaran tambahan yang di berikan Hyo Rin Songsaenim selama 2 jam membuat dirinya stress. Baekhyun memjamkan matanya dan memijat pelan pelipis-nya berharap dapat meringankan rasa pusing yang mendera-nya.

Seandainya saja ada seseorang yang yang membawakan segelas coklat panas untuknya maka ia akan sangat berterima kasih.

Srekkk

Baekhyun mendengar dengan jelas suara pintu yang di geser. Baekhyun sedang tidak ingin berinisiatif melihat. Mungkin hanya seseorang yang mengambil beberapa barangnya yang tertinggal atau apapun itu ia tidak mau peduli. Kini ia hanya ingin tertidur sebentar. Masih dengan posisinya yang seperti tadi.

Lalu samar – samar ia mendengar suara kursi yang di tarik mendekat kepada sofa yang ia sedang tiduri.

"Baek~~" panggil seorang namja.

Tunggu. Baekhyun sangat mengenal suara ini. Tidak! Semoga ia salah mendengar. Suara bass khas ini. Adalah suara yang paling ia tidak mau dengar. Tidak tunggu semoga ia salah dengar. Tidak mungkin namja ini. Sungguh ia tidak mau dan tidak mungkin.

Dengan keberanian yang ia punya akhirnya ia memutuskan membuka matanya dan menoleh pada asal suara. Matanya membulat tak percaya. Sungguh. Namja ini. Namja yang berada di hadapannya. Namja tinggi dengan rambut merah, hidung mancung dan juga mata bulat-nya dan juga senyumnya sungguh tampan. Bahkan masih tetap tampan.

Baekhyun menggelengkan kepalanya berharap ia berhalusinasi.

Seakan mengerti sang namja tersenyum. Dan memberikan coklat panas pada Baekhyun yang menatapnya tajam.

"ini aku Baek. Chan Yeol. Park Chan Yeol" ujar Chanyeol meyakinkan Baekhyun bahwa sekarang ini yeoja mungil itu tidak salah lihat ata apapun.

"Kau? Apa yang kau lakukan disini?!" Baekhun beranjak dari duduknya dan berdiri menatap Chanyeol penuh amarah dan menuntut kejelasan.

"Tenang Baekie~~. Tenang dulu" Chanyeol ikut berdiri dan kini memeluk Baekhyun lalu mengelus pelan punggungnya.

Baekhyun memberontak dan melepaskan pelukkan Chanyeol.

Plakk

Sebuah tamparan di dapatkan oleh Chanyeol. Dan Chanyeol hanya memegang pipinya yang terasa panas. Namun ia tetap tersenyum. Karena Chanyeol tahu bahwa ini tidak lebih sakit dari apa yang di rasakan Yeoja yang berada di hadapannya.

"Baek~" panggil Chanyeol

"Berhenti! Jangan!"teriak Baekhyun dan ia mulai terisak.

Sungguh ia benci dirinya sendiri mengapa ia tidak bisa menahan air mata yang sekarang membuat aliran sungai kecil di pipinya.

"Uljima~" bujuk Chanyeol

"Sudah ku bilang berhenti! Jangan mendekatiku atau bicara denganku Tuan Park!" bentak Baekhyun

"Sungguh Baek aku minta Maaf" Chanyeol menatap Baekhyun dengan wajah penuh penyesalan dan juga sedih.

"Stop It! Aku tidak mau dan tidak akan mendengar apapun darimu!" Baekhyun mengambil tasnya kasar dan beranjak meninggalkan Chanyeol seorang diri.

Chanyeol hanya menatap punggung kecil Baekhyun yang mulai menghilang di balik pintu kaca dengan tatapan penuh penyesalan..

'Aku mohon Tuhan tolong aku. Eomma appa noona bantu aku' Chanyeol menghela nafasnya dan beranjak juga meninggalkan ruangan Design.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Dengan tidak elitnya..
huihihihihihihiiiii..

Aku mau mengucapkan Selamat menjalankan Ibadah puasa bagi yang beragama Muslim dan yang Non Muslim mari menghargai teman – teman kita yang puasa. :D

Semangat bagi yang berpuasa..

Yoingin minta maaf jika ada perkataan yang secara tidak sengaja menyakiti hati reader..

*bow
Yo sebenarnya bingung selama bulan puasa ff ini dilanjut atau tidak mengingat ff ini Rated M!
Yo takut dosa nanti mengakibatkan bagi kalian yang puasa malah baca bacaan nista spti ff Yo..

XD

Kkkkk~

Ohh ya masalah Baekyeon.. Yo sedih.. bukan karena mereka jadian tapi karena beberapa dari teman – teman malah jadi anti fans-nya Baekhyun and Taeyeon eonnie..

Malah banyak yang bilang Taeyeon eonnie 'Bitch' segala..

Hueeeeeeee..

Yo tahu kok kalian pasti sakit hati tetapi kembali lagi mereka hanya manusia biasa yang juga ingin merasakan dicintai dan mencintai..

Mari kita berfikiran dewasa teman – teman.. :D

Ini pendapat Yo. Tetapi itu semua kembali lagi pada diri kita masing".

Peace..

Dan bagaimana dengan kabar Kris Oppa? Entahlah Yo terlalu pusing..

Bagi B2UTY:: Apakah kalian sudah liat MV Good Luck? Oh tidak Yo sangat sesak lihat Dong Woon oppa..

Coba itu Yo yang jadi modelnya.. XD

Dong Woon oppa enak bngt!

Hihihihihihihiiii..
bagaimana? Daebakkan lagu"nya mereka.. dan sekali lagi lagunya di buat samas Jun Hyung oppa uri Joker..
XD

Kalau gitu gomawo untuk semua reader. Yang sudah baca dan review untuk Siders terima kasih juga.. sudah baca.. XD

Saya tidak memaksa kalian untuk review.. XD

Dan jumlah Sider saya ada sekitar 80000.
huaaa debak sagon!

Sampai jumpa chapter 5..
anyyeongggg~~~~~