"Annyeong, apakah anda pemilik rumah ini?" taya Siwon dengan ramah begitu pintu rumah itu terbuka.
"Choi Siwon?" kaget sang pemilik rumah ketika mendapati Siwon-lah yang berdiri di depan rumahnya.
Siwon langsung membelalakkan matanya ketika melihat sang pemilik rumah itu.
"B-bagaimana bisa... Zhoumi?"
.
.
.
Bibirmu adalah alkohol yang terus ingin kunikmati..
Tubuhmu bagai candu yang tak bisa sekalipun kutinggalkan...
Dan cintaku padamu, seperti penjara yang membuatk tak bisa melarikan diri dari pesonamu...
Yes, I am your prisoner...
.
Ela-ShimSparCloud aka ElaEla Changminnie presents
"Prisoner" ch 4
Pairing : WonMi/MiWon (Choi Siwon X Zhou Mi)
Slight HanChul
Desclaimer : They're belongs to God, themselves, and Super Junior
Rated : M tapi sementara ini T
Warn : Alternate universe! Un-Official Couple! Yaoi! Typo's, naughty!Zhoumi!
Don't like this pair? Just get out from ma FF now, and don't you ever dare to bash the Cast!
.
.oOWonMiOo.
.
Tubuh Siwon seakan terpaku saat melihat sosok Zhou Mi keluar dari rumah impiannya itu. Jika saja ia bukan seorang yang religius, ia pasti akan dengan senang hati mengumpat Tuhan yang membuatnya harus kembali bertemu dengan sosok orang yang..umm..tak ingin ditemuinya lagi untuk sementara waktu ini.
"Siwon? Apa yang kau lakuka—Ah! Apa kau itu orang yang tadi menelepon dan ingin berdiskusi mengenai rumah ini?" tanya ZhouMi saat akhirnya teringat dengan janji bertemu dengan seseorang yang menghubunginya pagi ini.
"Ukh.. Ya..itu aku," sahut Siwon dengan sedikit canggung.
"Aigoo~ Pasti akan menyenangkan sekali kalau transaksi ini berakhir dengan baik," ucap ZhouMi sambi membuka pintu rumahnya lebar-lebar. "Ayo masuk, dan mari kita bicarakan semuanya di dalam."
.
.oOWonMiOo.
.
"ANIYA!"
Sebuah seruan keras bernada tinggi itu terdengar hingga ke seluruh penjuru rumah tersebut, membuat telinga seorang Choi Siwon menjadi cukup berdenging tak menyeangkan. Sang namja bersurai merah itu melipat kedua tangannya di depan dadanya, dan menatap tak suka pada namja tampan berbadan kekar di depannya.
"Wae? Bukannya kau memang akan menjual rumah ini? Aku hanya sedang bertanya harga yang kau minta kan?" tanya Siwon—namja berbadan kekar tadi itu dengan kebingungan yang tak bisa ia samarkan.
"Siapa yang bilang kalau aku akan menjual rumah ini?" seru ZhouMi tak terima. "Tak sedikitpun aku pernah berpikir untuk menjual rumah ini!" lanjutnya dengan emosi dan kekesalan yang tak ia sembunyikan.
"Eh? Kalau kau tak berniat menjual rumah ini, kenapa kau mengiklankannya?" tanya Siwon yang mulai sedikit terbawa kekesalan ZhouMi hingga tanpa sadar nada bicaranya sedikit meninggi.
"Stupid Choi Siwon!" maki ZhouMi dengan sinisnya. "Jika kau baca baik-baik, aku tak pernah mengikalankan untuk menjual rumah ini. Yang aku tulis dalam iklan itu adalah bahwa aku sedang mencari housemate karena rumah ini terlalu besar jika hanya aku yang meninggalinya." jelas ZhouMi sambil meraih gelas berisikan minuman dingin yang memang tadi ia suguhkan pada Siwon dan untuk dirinya juga, meminumnya dengan cepat seakan ia tengah menelan seluruh kekesalannya pada Siwon.
"Kalau kau merasa rumah ini terlalu besar untukmu sendiri, kenapa kau harus repot-repot mencari housemate? Bukannya lebih mudah kalau kau menjual rumah ini, dan menggunakan uangnya untuk membeli rumah yang lebih kecil saja?" tanya Siwon dengan nada bicara yang sudah lebih tenang. Mungkin memang kesalahannya karena tak menanyakan detail mengenai iklan rumah ini pada Kim-ahjussi, dan membuat mereka berdua menjadi salah paham begini, dan terutama, membuat namja di depannya ini marah-marah pada dirinya.
"Aniya." ucap ZhouMi sambil menggembungkan pipinya karena kesal. Tanpa menyadari kalau kini Siwon harus berdehem kecil untuk mempertahankan fokusnya agar tak teralihkan pada pemandangan menggoda berupa wajah ZhouMi yang terlihat lucu dan manis jika sedang menggembungkan pipi begitu.
"Wae? Bukakah menjual rumah ini adalah pilihan yang lebih mudah?" bingung Siwon pada kekeras-kepalaan kenalannya (ya, Siwon hanya menganggap namja itu sebagai kenalan saja, toh, mereka juga tidak ada hubungan apa-apa dan juga tidak berteman kan?).
"Namja tampan berotak kosong!" gumam ZhouMi kesal.
"Mwo?" seru Siwon refleks saat mendengar gumaman pelan ZhouMi yang ternyata masih bisa tertangkap telinganya.
"Kubilang kau itu namja tampan berotak kosong! Mana mungkin ada orang yang akan menjual rumah pertamanya yang akhirnya bisa di beli dengan bangga tanpa ada sedikitpun campur tangan dari uang orang tuanya?" seru ZhouMi kesal sambil bangkit dari sofa tempat mereka duduk tadi, dan berjalan ke arah dapur dengan langkah yang menghentak-hentak—persis seperti anak kecil yang tengah kesal.
Siwon menatap tak percaya pada punggung ZhouMi yang menjauh dari hadapannya, namun rasa kaget itu hilang dan berganti dengan kekehan kecil melihat tingkah ZhouMi tadi.
Jujur saja, ia sendiri tak mengerti apa yang terjadi pada dirinya. Seharusnya—seharusnya, disaat seperti ini kan ia seharusnya merasa marah pada ZhouMi. Apalagi jelas sekali kalau tadi namja bertubuh ramping itu menghinanya dengan menyebutnya berotak kosong—yang jelas-jelas itu salah. Tapi anehnya, meskipun ingin, rasa marah itu tak juga datang, dan malah akhirnya malah berganti dengan perasaan geli saat melihat namja cantik itu berjalan menjauh dengan langkahnya yang menghentak-hentak.
'Aniya, aniya. Aku tak mungkin merasa sikap kekanakan namja itu sebagai hal yang menyenangkan. Yeah, perasaan senang itu pasti ada karena alasan yang di sebutkan ZhouMi padanya tadi—soal membeli rumah dengan uang miliknya sendiri. Ya,ya pasti karena itu. Pasti.'
Dengan berbekal pemikiran itu—menghiraukan debaran halus dan perasaan hangat yang menyebar dalam tubuhnya—Siwon berdiri dan mengikuti ZhouMi ke arah kemana namja itu menghilang tadi—
"Ish! Biarpun aku menyukainya, bukan berarti ia bisa menyuruhku menjual rumah pertamaku ini kan? Menyebalkan!"
—hanya untuk mendapati sosok bersurai merah itu duduk di kursi pantry dan menenangkan dirinya dengan meminum sekaleng bir dan memaki-makinya.
Siwon mengerjap-kerjapkan matanya menatap ZhouMi disana. Bahkan ia sendiri tak sadar kalau kini dirinya malah bersandar pada tembok, melipat lengannya, dan menyunggingkan senyum melihat tingkah manis ZhouMi. Tak hanya itu, semakin lama memperhatikan ZhouMi, sosok itu terlihat semakin mempesona di matanya. Dengan tubuh ramping yang yang tengah duduk dengan apiknya. Dengan sepasang tungkai yang kin saling menyilang membiaskan ke-feminin-annya. Dengan surai merah lurus yang jatuh menutupi wajah cantiknya. Sosok didepannya ini sungguh..memukau..
Siwon tersentak kaget dan mengerjapkan matanya dengan wajah tak percaya saat ia menyadari kalau barusan saja ia merasa ZhouMi itu mempesona dan memukau?
'Shit! Apa yang barusan kau pikirkan, Choi Siwon! Tak mungkin namja menyebalkan yang kini masih saja terus memaki-makinya itu adalah seseorang yang mempesona dan memukau!'
Tapi Siwon juga tak bisa memungkiri kalau kini ia masih ingin sedikit lebih lama lagi menatapi pemandangan di depannya itu, hingga tanpa sadar ia merilekskan dirinya, dan kembali pada posisi awalnya yang bersandarpada tembok, sambil melipat kedua tangannya.
"-lagipula kalau dia ingin berhemat, lebih hemat kalau ia menjadi housemate-ku saja kan? Makan sudah tersedia, biayanya juga tak terlalu mahal, dan lagi, tempat ini dan kampus kan juga lebih dekat. Biaya sewanya murah, tinggal di rumah yang cukup besar, dapat makan gratis pula! Stupid Choi!" ZhouMi menghembuskan nafas kesal sambil akhirnya kembali meminum bisnya lagi. Menenangkan dirinya setelah berpuas diri memaki namja yang sebenarnya memang ia sukai—ani, ia cintai itu.
.
"Sudah?" tanya Siwon saat akhirnya tak ada lagi kata yang terucap dari bibir plump yang merah menggoda itu.
Tubuh ramping itu tersentak kaget saat mendengar suara bass milik Siwon, dan namja itu berputar cepat hanya untuk mendapati Siwon yang tengah dalam posisi bersandar santai.
'Sejak kapan ia..'
ZhouMi cepat-cepat merubah wajahnya menjadi sekesal mungkin.
"Wae? Kenapa kau masih disini? Kurasa kau tahu kalau aku tak akan menjual rumah ini. Jadi untuk apa kau masih disini?" ucapnya kesal. "Aku ini mencari housemate. Kalau kau tak mau, aku juga masih bisa mencari orang lain yang mau menjadi housemate-ku." tambah ZhouMi cepat. "Kalau kau sudah tak ada urusan lagi, pergilah."
Siwon terpaku saat mendengar kalimat ZhouMi. Perasaan marah dan tak senang tiba-tiba saja muncul dan langsung menguasai hatinya saat ia membayangkan kalau namja bersurai merah itu akan tinggal serumah dengan orang asing. Memikirkan kalau sifat playboy namja itu yang tak segan-segan menggodanya dan melakukan sex dengan orang asing...serta membayangkan kalau namja itu akan melakukannya dengan orang lain membuat Siwon berdehem keras.
ZhouMi menatap Siwon yang kini memasang wajah stoicnya.
"Berapa?" tanya Siwon singkat.
"Eh?"
"Berapa harga sewanya?" tanya Siwon lagi saat ZhouMi memasang wajah bodohnya. ZhouMi menyebutkan harga yang ia tentukan sebelumnya, dan mendapati Siwon mengeluarkan buku cek-nya dan menuliskan sesuatu disana.
"Ini. Aku menyewa rumah ini selama lima tahun. Mulai besok aku akan tinggal disini." ucap Siwon sambil menyerahkan cek yang bertuliskan nominal yang tak bisa dibilang sedikit, dan pergi dari hadapan ZhouMi yang berdiri terpaku sambil mengerjap-kerjapkan matanya antara bingung dan tak percaya.
"Is he serious?"
.
.oOWonMiOo.
.
"Shit! Ada apa denganmu, Choi Siown?" gumam Siwon sambil mengacak surai hitamnya frustasi.
Saat ini namja itu sudah berada kembali di kamar hotelnya, dan kini kamar itu tak bisa dibilang serapi pada awalnya, karena begitu sampai di kamarnya tadi, dengan kesal Siwon melempar-lempar barang untuk meredam kekesalannya.
Dan setelah menghabiskan waktu berendam dengan air hangat, Siwon mengerang frustasi melihat betapa berantakannya kamarnya saat ini. Dan perasaannya makin tak karuan mengingat penyebab kemarahannya tadi.
ZhouMi
Belum begitu lama ia mengenal pemuda itu.. tapi.. bagaimana bisa namja itu mempengaruhi Siwon dengan begitu kuatnya?
Bahkan baru kali ini ia merasa sangat marah dan kesal hingga melempar barang seperti sekarang ini. Rekor baru bagi seorang Choi Siwon yang biasanya berpikir tenang.
"What the hell was wrong with you, Choi Siwon?" gumamnya tak karuan sambil kembali masuk ke kamar mandi—untuk kembali mandi dan menenangkan diri.
.
.oOWonMiOo.
.
"Chullie~!" seru ZhouMi dengan semangat empat-limanya.
"Yah! Jangan berteriak-teriak seperti orang gila, Seasoning!" seru Heechul dengan kesal saat ZhouMi masuk ke rumahnya sambil langsung berteriak-teriak—mengganggu momen santainya dengan Hangeng.
Ah, sebagai pemberitahuan saja, sudah satu tahun ini Heechul tinggal bersama Hangeng. Maka dari itu akhirnya ZhouMi—yang sebelumya tinggal bersama Hangeng—membeli rumahnya sendiri dengan bersusah payah mengumpulkan uang dari hasil membantu di toko baju milik Umma-nya Heechul.
"Hahahaha.. Jangan marah-marah begitu Chullie, nanti Han-gege bisa-bisa illfeel denganmu!" sahut ZhouMi yang dengan cueknya menempatkan diri di sofa, tepat di tengah-tengah pasangan HanChul yang sedang bermesraan.
"Yah! Menyingkir dari sini!" seru Heechul yaang kesal karena kini ada ZhouMi di tengah-tengah mereka—membuatnya mau tak mau harus lepas dari pelukan hangat Hangeng.
"Sudahlah Chullie, jangan marah-marah," ucap Hangeng lembut sambil—meskipun agak jauh—mengusap surai panjang Heechul agar namja cantiknya itu tenang. "Dan Mimi, tumben kau kesini, ada apa?" tanya Hangeng pada adiknya itu. Bukannya kasar atau bagaimana, soalnya memang tumben sekali adiknya itu mampir ke rumahnya saat malam begini. Biasanya kan namja itu berkeliaran di club-club untuk mencari mangsa.
"Gege~" ucap ZhouMi manja pada gege-nya. "Hari ini aku senaaaaang sekali, ge!" ucap ZhouMi sambil tersenyum lebar dan polos. Hangeng tertegun sejenak melihat senyum polos adiknya itu. Rasanya ia sudah terlalu sering melihat senyuman lain milik ZhouMi yang menyiratkan kesedihan, sampai ia lupa seperti apa senyuman adiknya yang sesungguhnya kini, senyum ZhouMi-nya sudah kembali seperti dulu lagi, membuat Hangeng merasa senang di dalam hatinya.
"Kenapa kau senang sekali, hmm?" tanya Hangeng yang kini ganti mengelus surai merah lembut milik adiknya itu.
"Aku sudah dapat housemate, ge! Dan gege tahu apa yang paling menyenangkan?"
"Aniya. Apa itu?" tanya Hangeng yang entah kenapa kini merasa tengah bersama Mimi-nya yang dulu, dan ia senang sekali sampai senyum lembutnya terus terpasang.
"Gege tahu siapa yang jadi housemate-ku?"
"Eh? Aniya. Memangnya siapa Mi?" tanya Hangeng sambil ekor matanya melirik Heechul yang kini tengah mengulum senyum penuh arti.
"Choi Siwon ge! Choi Siwon yang itu!" seru ZhouMi bersemangat.
"Eh?' ucap Hangeng –pura-pura—terkejut. "Benarkah? Choi Siwon yang dulu itu? Dia jadi housemate-mu?" tanya Hangeng –pura-pura—kaget. "Tapi syukurlah kalau begitu. Kalau dia yang jadi housemate-mu, gege tak akan khawatir," lanjut Hangeng.
"Yah, setidaknya kau tidak akan macam-macam lagi setelah bersamanya," tambah Heechul yang kini berdiri, dan mendorong ZhouMi menjauh. "Kalau urusanmu sudah selesai, pergi sana! Jangan ganggu aku dan gege-mu," usir Heechul dengan kejam.
"Yah! Kau harus bersikap baik padaku Chullie. Kalau kau tak bersikap baik padaku, nanti aku tak merestuimu jadi kakak iparku!" ucap ZhouMi yang sebal karena di tendang jatuh dari sofa.
"Huh, jangan bercanda, seasoning. Kejadian enam bulan lalu itu masih kuingat dengan jelas," ucap Heechul sambil dengan cueknya bersandar pada lengan Hangeng.
"Aish! Jangan ungkit-ungkit kejadian itu lagi! Aku pulang saja. Ciao, Han-gege, Chullie," pamit ZhouMi yang langsung pergi dari rumah mereka. Tanpa menyadari kalau Heechul menatap ZhouMi dengan tatapan sayang seorang kakak pada adiknya.
"Aku sungguh berharap kalau akhirnya ia bisa bahagia, Geng," gumam Heechul.
"Aku juga berharap begitu, Chullie," balas Hangeng sambil memeluk kekasihnya itu. Keduanya benar-benar berharap bisa melihat ZhouMi berbahagia dari lubuk hati yang terdalam.
.
.oOWonMiOo.
.
"Jadi.. Yang mana kamarku nantinya?" tanya Siwon saat ia datang dengan membawa dua koper baju.
Tadi, seusai menuntaskan seluruh pekerjaannya dan membereskan barang-barangnya yang berada di hotel dan check out daru sana, Ia membawa baju-bajunya yang terdiri dari dua koper besar ke rumah yang akan menjadi tempat tinggalnya. Dan saat ini namja tampan itu tengah memegangi kopernya, dan meminta agar ia langsung di tunjukkan dimana kamarnya, tanpa berbasa-basi pada sang pemilik rumah.
"Sebelah sini. Disini memang hanya ada dua kamar tidur. Secara garis besar, isinya sama persis. Sudah ada tempat tidur, lemari besar, TV dan AC-nya. Kamarku adalah pintu yang kanan, dan kamarmu ada di sebelahku, di pintu yang kiri itu," jelas ZhouMi sambil menunjukkan pintu yang ia maksud.
"Tak ada kamar mandi di dalam?" tanya Siwon ketika akhirnya ia memasuki kamar barunya itu. 'Hmm..tidak buruk juga. Bersih dan cukup luas,' batin Siwon.
ZhouMi mengerucutkan bibirnya mendengar pertanyaan Siwon. "Disini bukan hotel, jadi kamar mandi tak ada di dalam kamar. Kamar mandinya itu adalah pintu biru yang tepat berada di kamar ini," jelas ZhouMi sambil keluar dan membuka pintu kamar mandi, dan menunjukkannya pada Siwon.
Siwon segera meletakkan kopernya, dan berjalan menuju satu-satunya kamar mandi yang ada di rumah ini. "Hmm..not bad," gumam Siwon pelan.
"Rumah ini seperti yang kau lihat, dari depan punya lahan pekarangan yang cukup luas dan juga garasi. Dari pintu masuk sudah ada ruang tamu yang bisa kita gunakan bersama, dan setelah sekat itu, ada ruang santai dimana sudah ada home theater dan juga TV plasma besar, dan sofa besar. Agak serong ke kanan ada dapur beserta menja makannya. Dan kalau yang bagian kiri ini ada kamarmu, kamarku dan kamar mandi. Di sebelah kamar mandi itu adamesin cuci yang bisa digunakan bergantian. Ada lagi yang kurang jelas?"
"Aniya. Sudah cukup untuk sementara. Aku akan berberes-beres dulu," ucap Siwon sambil kembali ke kamarnya. Masih ada baju-baju yang harus ia tata di dalam lemari.
"Oke. Aku sendiri juga akan memasak dulu. Jadi kalau kau butuh makan malam, keluarlah dari kamar setengah jam lagi," ucap ZhouMi sambil berjalan menuju dapurnya.
.
.oOWonMiOo.
.
"Jadi?"
"Jadi apanya?" tanya ZhouMi pada penelepon di seberang sana.
"Jadi sekarang ini kau tak akan keluar malam lagi?"
"Tentu saja tidak. Ini saja aku sedang menyiapkan makan malam," sahut ZhouMi lagi sambil menaiki kursi kecil dan satu tangannya bergerilya ke atas lemari untuk mengambil panci yang memang tersimpan di lemari atas itu.
"Bagus sekali kalau begitu! Kurasa memang keberadaan Siwon sebagai housemate-mu membuatmu benar-benar bisa berhenti dari kegiatanmu merusak diri sendiri itu."
ZhouMi terdiam sejenak. "Yaah, aku kan sudah berjanji," gumamnya.
"Sudah selesai?" sebuah suara yang berasal dari belakang ZhouMi membuat namja itu tersentak kaget dan—
"Hy-hyaaa!"
GREP!
BRUKK!
.
.
.
~TBC~
Annyeeongg~!
Balik lagi nih bawa FF lain lagi~
Sempet sebel cz harusnya FF ini bisa publish kemaren, tpi karena udah harus berangkat kerja malam, jadinya bisanya apdet sekarang..
tapi no prob cz sekarang udah bisa apdet~! Yippie~ #nari hulahula bareng WonMi
Park Hyo Ra : Mianhae baru bisa apdet sekarang #hug. Tapi ini mommy-daddymu udah aku bikin tinggal serumah nih~ Enaknya mau ngapain aja ya, begitu mereka tinggal serumah?
Flip-Flop97 : mianhae, memag udah hobby author buat nge-cut di tempat-tempat yang pas~ Ini sudah apdet~ dozo~
Yoon Han Sun : iya sih, emang wajahnya cantik, tapi gegara tingginya yang kayak tiang listrik, jadnya pada bikin dia jadi seme meskipun wajahnya cantik dan feminin begitu.
AIrzanti : Kekeke.. kan emang udah jodoh.. jadi mau nggak ada niat ketemu-pun, bisa jadi ketemu~ iya nih, aku buat WonMi tinggal bareng, jadi gampang kalo mau 'ngapa-ngapain' XDD
wonnie : mianhae lama banget apdetnya #bow . yang ini juga 'agak' lama apdetnya ya.. hehehe #deepbow . Kekeke, emang jarang ya, Si bang Won di kejar-kejar. Yang ada emang dia selalu dapet bagian yang di kejar-kejar sih ya #angguk-angguk
Enno KimLee : kekekeke... ZhouMi mimpi ketiban duren, makanya bisa tinggal serumah sama Siwon~ Sipp! Pokoknya ZhouMi bakal lebih agresif lagi deketin Siwon!
syiifaaahyuun : Sip! Ini udah lanjut!
Liu HeeHee : loh, kan emang ZhouMi itu kalo dilihat2 itu emang cantik, kulitnya lembut dan flawless~! bikin iri! Oke, ini udah lanjut
CutEviL : mianhae agak lama apdetnya..tapi sekarang udah apdet lagi kan ya~
balasan review selesai~
Last, karena author ini tidak di gaji dengan uang, berikanlah review kalian sebagai ganti gaji buat author Ok?
