"apa aku memang mempunyai perasaan seperti itu padanya?"
Pikirnya bertanya-tanya "jika benar apa yang hatus kulakukan ?" tanyanya sendiri
Beberapa hari kemudian
"Zoro!" Luffy meloncat ke arahnya dengan kegirangan
"he,hei Luffy " protesnya "jangan meloncat ke arahku memakai wajah seperti itu !"
Zoro sudah sembuh total , meski Chopper masih mengomel padanya jika ia berlatih mengangkat beban, tentu si bandel kepala hijau tidak menggubrisnya.
"ha?, kau memotong jatah sakeku ?" tanyanya tak percaya pada keputusan baru koki kapal
"aku tahu kau monster berotak bodoh, tapi Chopper mengkhawatirkanmu " kali ini si dokter bersengkongkol dengan koki "baiklah,baiklah " zoro akhirnya mengalah "aku akan berhenti berlatih sampai pemeriksaanku selasai " janjinya "asal kau tidak memotong jatahku "
"dasar, kau tidak bisa hidup tanpa sake huh" omel Nami "apa tidak apa-apa Chopper?" tanyanya pada rusa kecil
"tidak apa-apa asal dia tidak mengangkat besi-besi itu " jawabnya menghela nafas
"dimana Luffy ?" tanya Usopp "padahal baru saja ia tiadi di sini meloncat-loncat kegirangan "
"...entahlah "
Keluar dari ruang makan, Zoro menatap langit dengan sangat puas, menghirup udara laut sebanyak yang ia bisa. Makan malam belum siap tapi biasanya kaptennya itu sudah duduk di ruang makan dengan liur menetes. Tapi di mana di dari siang tadi?. Sambil memikirkan hal tersebut tanpa sengaja ia menoleh ke kanan dan kiri mencari sosok laki-laki bertopi jerami itu.
"dimana dia?"
Ia menghela nafas menuruni tangga matanya masih menelusuri seluruh tempat "tidak mungkin ia terpleset dan tenggelam bukan ?"
Masih mencari ia membuka kamar laki-laki dan hanya memasukkan kepalanya mencari seseorang "tidak ada " gumamnya menutup pintu kembali. Dengan rasa ingin tahu ia pergi ke tempat kerja Franky di sana juga ia tidak melihat sosok kaptennya, semakin kesal dia mendatangi satu oersatu ruangan yang ada, nsmun yang dicarinya tetap tidak terlihat. Bahkan sampai ke tempat yang tidak mungkin di datangi Luffy. Perpustakaan.
"aaah, sudahlah kenapa aku mencarinya?"omelnya sendiri " mungkin dia bermain di suatu tempat
Tapi tidak mungkin, Sunny Go sekarang sedang berlayar di tengah laut. Jika Luffy tidak ada di salah satu ruangan di kapal itu, dimana dia?.
Dengan langkah cepat ia kembali ke ruang makan, dimana semuanya sudah berkumpul menunggu makanan "hei semuanya—" ia berniat berteriak panik mengenai hilangnya Luffy, meski ia sudah mencari bocah itu dimanapun, tapi ia berhenti saat melihat Luffy sudah duduk di meja dengan wajah bodohnya mengerutu 'kenapa lama sekali?' pada sang koki. "ada apa Zoro-san?" tanya Brook yang berdiri paling dekat dengannya "ada masalah?"
"tidak,tidak ada " jawabnya mengelengkan kepala, ia melirik Luffy lagi lalu bernafas lega . semenjak makanan sudah datang ia ikut duduk bersama yang lainnya.
Sekali lagi ia menatap langit setelah keluar dari ruang makan, kali ini dengan perut kenyang dan pundak ringan, malam itu bintang-bintang bersinar terang berkelap-kelip kemilauan, terlihat jelas menggambarkan sesuatu. Angin laut yang dingin menyegarkan pikirannya kembali dengan santai ia duduk di anak tangga memandangi laut malam yang gelap.
Hari ini bukan giliran jaga malamnya, namun ia masih ingin duduk di sana menikmati angin malam. Sampai seseorang menegurnya "apa yang kau lakukan duduk disini?" tanya gadis berambut orange "kau bisa masuk angin" omelnya "dan Chopper akan marah padamu "
"diamlah" balasnya "aku hanya ingin bersantai setelah aku dikurung di ruang kesehatan apa salahnya ?"
"kau masih dalam masa pemulihan, jangan remehkan masuk angin" Nami masih mengomel
"aku tahu-aku tahu" gerutunya berdiri lalu menuruni tangga "kau tidak perlu cerewet begitu aku akan segera berbaring di kasur dengan selimutku setelah aku puas mendinginkan kepalaku " katanya lalu menginjakkan kakinya di deck rumput
"dasar " Nami ikut turun dan langsung menuju ke kamarnya "kuharap dia dan Luffy tidak membuat keributan malam ini " gumamnya masuk ke dalam
Ia merebahkan badannya di lautan rumput kembali menatap langit malam, sampai sebuah wajah mengagetkannya "apa tadi kau mencariku Zoro?" tanya si penjaga malam sebenarnya
Karena kaget ia tidak sengaja bangun dan kepala mereka saling terbentur "ouch" rintih mereka berdua bersamaan "Luffy, kau mengagetkanku !" omelnya memegangi dahinya yang memerah "aduh,aduh" keluh Luffy juga melakukan hal yang sama "kau saja yang melamun "
"..." Zoro memperbaiki posisinya , kembali berbaring "kemana saja kau " tanyanya tidak mengahadap lawan bicaranya "siang ini.."
"ah, jadi kau benar-benar mencariku huh" entah kenapa bocah topi jerami itu menyombongkan dirinya "jadi..." ia menidih Zoro, wajah mereka saling berhadapan "bagaimana perasaanmu?" tanyanya menatap mata pendekar pedang itu dari atas
"saat aku tidak disampingmu.."
Sedetik yang lalu ia masih memakai wajah bodohnya, tapi kenapa ia tiba-tiba berubah?
Tidak biasanya ia melihat wajah kaptennya itu sangat serius diluar pertarungan, tapi bagi Luffy ini adalah pertarungan, pertarungan untuk merubah semuanya.
"Zoro" panggil Luffy lembut sambil membelai telinganya, sampai terasa geli "a,ada apa denganmu ?" tanyanya mulai panik dan memerah "ja,jangan main-main Luffy " katanya spontan
Kelihatannya kalimat itu menyingung kapten mudanya, tanpa berbicara apapun lagi ia menyingkir dari atas badan Zoro, dengan itu ia pergi.
"apa dia meninggalkanku ?"
Entah kenapa, tiba-tiba badannya bergetar. Dia tidak demam, tapi kenapa ia mengigil sangat hebat ?
