Because Of My Brother's Fault
Kyuhyun, Jongin, Kibum
Sehun, Siwon
Hola!...
Gue kembali bawa up date-an ff komplit dengan typo-nya.
Selamat membaca dan terima kasih!
Calon Menantu dan Calon Mertua
Jongin sedang bingung kali ini. Dia sekarang ada di kamar Hyung-nya, sedang menimbang dua piyama yang diambilnya dari lemari Kyuhyun. Dia mau mengambil yang biru tua atau yang biru muda? Jongin heran, kenapa Hyung-nya itu suka warna-warna netral. Hitam, putih, dan satu-satunya warna lain yaitu biru. Ada warna lain, tapi tak banyak. Itupun baju kerjanya saja. Soal baju rumahan semuanya hitam, putih dan biru. Pantas saja Hyung-nya itu hidupnya monoton seperti pilihan warna kesukaannya.
Biru tua atau biru muda? Sebenarnya untuk apa Jongin harus bersusah-susah memilih dua piyama dengan warna dasar sama? Punya Kyuhyun pula. Bukankah kalau dia tak suka pilihan warna hyung-nya, dia bisa pakai piyamanya sendiri. Lagi pula sudah pasti baju miliknya lebih bervariasi, lebih keren, up to date dan banyak pilihan warna. Jongin orangnya tak suka hal-hal monoton, soal bajupun juga akan berwarna seperti hidupnya. Tapi masalahnya, sekarang ini dikamarnya ada Sehun. Sehun berhasil dibujuk Jongin untuk ikut pulang bersamanya. Alasannya sepele, dari pada Sehun tidur di luar kan lebih baik tidur dirumahnya. Rumahnya Jongin lebih aman, lebih nyaman, lebih hangat dan lebih segala hal. Jongin juga berjanji mempertemukan Sehun dengan Kyuhyun, dia bilang Kyuhyun bisa membantu Sehun apapun masalahnya. Dan itulah alasan terkuat Sehun mau diajak kesini.
Sehun sudah mau diajak ke rumahnya, tapi masalah tak sampai disitu. Sehun mau mandi, dia bilang tak bisa tidur kalau belum mandi. Dan Dasom menunjukkan kamar mandi Jongin. Sehun mau pinjam alat mandi, dia tak mau pakai bekasnya Jongin. Dia minta sikat gigi baru, handuk baru, dan dia juga tak mau dipinjami piyama Jongin. Kalau pakai bajunya Dasom jelas tak mungkin, terpaksa Jongin menyelinap masuk kamar Kyuhyun. Walau kamar Kyuhyun terlarang untuk Jongin, dia nekad masuk. Dia akan mengambil satu piyama saja, Kyuhyun tak akan tahu asal tak ada yang cerita padanya. Hal berikutnya, dia tak tahu piyama mana yang bisa dipakai Sehun tapi Kyuhyun tak akan tahu kalau itu miliknya? Dan Dasom menggeleng tak bisa dimintai bantuan.
"Ah, kau ini. Masak kau tak tahu mana yang belum dipakai Kyuhyun hyung?"
"Aku benar-benar tak tahu", terang Dasom yang sekarang juga sedang bingung memperhatikan dua piyama itu.
Kyuhyun itu kalau beli baju selalu dengan jumlah banyak. Sayangnya setelah beli, dia akan mengeluarkan baju-bajunya dari plastik lalu menaruhnya jadi satu dengan baju lain. Kan Dasom jadi tak tahu mana yang baru mana yang lama. Selain warna-nya hampir sama, baju Kyuhyun antara baru dan lama tak bisa dibedakan.
"Ambil saja dua-duanya. Biar Sehun sendiri yang memilihnya"
"Kau benar", puji Jongin. "Kau ternyata lebih pintar dariku!". Dasom memang lebih pintar dari Jongin, setengah tingkat diatasnya lebih tepatnya. "Tapi Kyuhyun hyung nanti marah tidak ya?"
"Tidak akan, asal bukan kau yang pakai kukira Tuan tak akan marah", Jongin mengangguk. Walaupun Kyuhyun pernah bilang amat menyayangi Jongin, tapi sebenarnya Kyuhyun itu anti dengan adiknya. "Kau tak mau ambil yang putih?"
"Sehun putih, masa mau pakai putih juga?"
Dasom setuju, Sehun putih kalau pakai baju putih juga nanti dikira malaikat.
"Kalau hitam?"
"Hitam juga tidak bagus"
Dasom masih setuju. Kalau Sehun pakai hitam nanti dikira setan.
Akhirnya sepakat, Jongin dan Dasom membawa dua piyama biru milik Kyuhyun itu. Jongin menyerahkan keduanya pada Sehun, Dasom juga menyerahkan peralatan yang diminta Sehun. Keduanya kompak menyuruh Sehun segera mandi. Jongin menyuruh Sehun mandi yang lama, biar bersih katanya. Dasom juga mengkodekan hal sama, kalau Dasom beralasan biar Sehun sehat. Dia juga berjanji membuatkan teh panas selesainya Sehun mandi nanti. Tapi kenapa Jongin dan Dasom kompakan memperlakukan Sehun berlebihan seperti itu? Itu karena Jongin sempat cerita pada Dasom kalau dia pernah meniduri Sehun. Dia juga cerita soal jenis kelamin Sehun yang dicemaskan Jongin. Jongin takut kalau Sehun benar transgender, untuk membuktikannya dia butuh bantuan Dasom. Untung Dasom itu orang yang mudah diajak kompromi. Dasom itu partner yang tepat untuk Jongin.
"Transgender!"
Jongin mengetikkan kata itu pada halaman pencari di laptop-nya. Jongin menunggu sebentar sebelum loading-nya komplet. Kemudian dia memulai membaca satu persatu tulisan yang diajukan situs pencari. Jongin membuka tulisan paling atas kemudian membacanya bersamaan dengan Dasom. Ah, halaman itu cuma menerangkan soal jenis-jenis transgender. Jongin itu mencari laman yang memuat informasi soal ciri-ciri transgender. Siapa tahu mengena pada Sehun.
"Ciri-ciri transgender", eja Jongin sambil mengetik lagi di laman pencariannya.
Jongin membuka sebuah web deret paling atas, isinya transgender terbagi jadi dua. Yang berubah dari namja ke yeoja dan sebaliknya. Jongin menscrolnya sampai didapatinya ciri-ciri transgender. Ciri transgender yang berubah dari yeoja ke namja.
"Walau bertubuh pria tapi kulitnya putih, bersih dan halus". Jongin membaca kalimat bernomor satu dari ciri-ciri yang tertera di halaman itu kemudian berpandangan dengan Dasom. "Sehun kulitnya putih kan?", Dasom mengangguk. "Sehun kulitnya bersih kan?", Dasom mengangguk lagi. "Sehun kulitnya halus kan?", kali ini Dasom menggeleng.
"Aku belum pernah pegang", terang Dasom memberi alasan. "Kau yang harusnya tahu, dia kan temanmu"
Jongin memang temannya Sehun, soal kontak fisik sepertinya juga pernah. Tapi waktu mereka bersentuhan itu karena tak sengaja. Jadi Jongin-pun tak benar-benar mengingat kulitnya Sehun itu halus atau tidak. Atau Jongin perlu tanya pada teman-teman se-gank-nya ya? Mereka juga pernah bersentuhan dengan Sehun, siapa tahu salah satu dari mereka pernah merasakan kehalusan kulit Sehun.
"Aku akan tanya Chanyeol, dia juga pernah bersentuhan dengan Sehun"
"Kenapa harus tanya orang lain? Mumpung Sehun ada disini, kita buktikan sendiri saja", usul Dasom yang langsung diiyakan Jongin. "Nanti selesai Sehun mandi, coba kau sentuh dia!"
"Yang benar saja kau! Sehun tak mungkin mau kusentuh". Dari dulu Sehun memang sering kali menghindari kontak fisik dengan Jongin se-gank, mereka saja yang asal pegang kalau sedang kumpul bersama. Tiba-tiba merangkul Sehun-lah, menggandeng tangannya dan kadang-kadang memeluk Sehun ketika mereka menginap ditempat yang sama. Kadang ada adu peluk pada Sehun. Siapa cepat, dia bisa tidur dekat Sehun dan memeluknya, kemudian berakhir dengan ditendang Sehun dan diperintah untuk tidur jauh dari Sehun. Sehun dianggap tropi bagi Jongin se-gank yang secara tak sadar diperlakukan istimewa. "Nanti kalau Sehun menamparku bagaimana?"
Dasom pikir Jongin benar, Jongin baru meniduri Sehun. Bisa juga disebut Jongin memperkosa Sehun walau secara tak sadar. Biasanya korban perkosaan itu akan anti dengan orang yang telah menodainya, bisa jadi hal demikian dirasakan Sehun. Kalau Jongin menyentuhnya, secara refleks Sehun bisa menamparnya atau paling ekstrim menjambaki dan mencakar muka Jongin sampai berdarah-darah. Dasom juga akan melakukan hal itu kalau dirinya ada diposisi Sehun. Demi menyelamatkan Sehun agar tidak bertindak anarkis serta menyelamatkan majikannya dari cakaran berdarah, Dasom yang harus turun tangan.
"Kalau begitu aku saja yang akan menyentuhnya!", usul Dasom lagi. Sehun kan tampan, lumayan kalau bisa menyentuhnya.
Mesumnya Dasom kambuh. Pertama kali bertemu Siwon, dia pernah pura-pura tak sengaja menyentuh pipinya Siwon. Saat bertemu Kibum juga demikian, Dasom bersalaman lama sekali dengan Kibum. Dia sebenarnya juga mau pura-pura tidak sengaja menyentuh pipinya Kibum, tapi karena Kyuhyun terus memelototinya, dia jadi tak punya kesempatan. Terus terang Dasom suka sekali memegang pipi namja-namja tampan. Sudah banyak namja yang pipinya dia pegang-pegang, termasuk teman se-gank-nya Jongin. Teman Jongin semuanya tampan dimatanya, tapi entah kenapa Kyuhyun dan Jongin tak masuk dalam daftar namja tampan Dasom.
Jongin menatap tajam Dasom awalnya. Dia sudah bisa membaca sinyal-sinyal kemesuman pembantunya itu, namun kemudian setuju setelah Dasom mengrikrarkan sumpah bahwa tak akan menyentuh banyak. Dia cuma mau mengelus pipinya Sehun dan menyentuh tangannya. Dasom juga menambahkah bahwa Jongin sudah meniduri Sehun, tidak mungkin Dasom menidurinya juga. Dan kalimat terakhir itulah yang membuat Jongin terpaksa mengangguk. Soalnya mendengar kalimat Dasom meniduri Sehun, terdengar ngeri sekali ditelinga Jongin.
Setelah terjadi kesepakatan, Jongin dan Dasom antri didepan pintu kamar mandi. Rencananya mereka pura-pura menunggu Sehun, Dasom memberikan teh panas, namun nanti akan ada adegan tak sengaja sentuhan pipi dan tangan yang akan dilakukan Dasom pada Sehun. Menunggu lima menit awal keduanya masih harap-harap cemas, lima belas menit berikutnya keduanya hampir bosan. Setelah lebih dari setengah jam mereka merasa heran. Kenapa Sehun mandinya lama sekali? Apa gara-gara tadi Dasom menyuruhnya mandi biar bersih hingga Sehun perlu waktu lebih dari dua jam? Atau kemungkinan terburuk, Sehun bunuh diri karena depresi telah diperkosa Jongin?
"Kai, dobrak!", perintah Dasom panik sama paniknya dengan Jongin. "Dobrak sekarang sebelum nyawa Sehun benar-benar tak bisa diselamatkan!", perintah Dasom lagi.
Dasom memberi jalan sedangkan Jongin mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu kamar mandi. Mereka berdua menghitung mulai tiga, dua dan hampir satu ketika Sehun membuka pintu dari luar kamar.
"Sedang apa kalian disitu?", jadi Sehun tidak ada dikamar mandi? "Aku menunggu kalian didepan, ternyata kalian disini". Jongin dan Dasom melonggo. "Kyuhyun hyung pulang telat kan? Besok saja bertemu dengannya, sekarang aku mau tidur. Aku lelah!", tuturnya masih belum disambut respon dari Jongin dan Dasom. "Aku mau tidur, kalian boleh keluar!"
"Hun, aku akan bawakan teh panas untukmu"
"Tidak perlu, aku tak suka teh"
Tentu saja Sehun tak suka teh panas, dia sukanya bubble tea. Tapi baguslah kalau Sehun mau tidur sekarang, Sehun jadi terhindar dari ulah mesumnya Dasom. Jongin akan mengambil alih lagi tugas menyentuh kulit Sehun itu. Nanti dia tidur dengan Sehun, dia akan pura-pura tidur duluan dan pada saat Sehun tidur, dia akan melancarkan aksi. Dia akan menyentuh pipi Sehun lalu mengelus tangannya juga. Kan Sehun tidur, pasti tak akan tahu kalau disentuh-sentuh Jongin.
"Baiklah ayo tidur!", ajak Jongin sambil menguap pura-pura mengantuk. Jongin berjalan ke ranjang. "Ayo Hun, kita tidur saja!" Jongin naik ke ranjangnya, menata selimut dan hendak merebah.
"Aku tak mau tidur denganmu. Kau keluar dari sini!", kata Sehun halus. Walau secara halus masih dikategorikan sebagai pengusiran.
"Ini kan kamarku, Hun!", protes Jongin.
"Atau aku yang keluar dari rumah ini?". Sehun keluar dari rumah ini? Pertanda permintaan maaf Jongin akan tertunda untuk dimaafkan.
"Tapi kita bisa tidur bersama, Hun!", pinta Jongin. "Kemarin-kemarin kita juga tidur bersama, kan". Sehun mengerutkan dahinya, mungkin dia teringat tidur bersama antaranya dan Jongin itu adalah saat dia diperkosa Jongin.
Kalau dipaksa terus, nanti Sehun benar-benar depresi. Bisa jadi Sehun bunuh diri betulan kalau terus didekati Jongin. Dasom lagi-lagi harus turun tangan. Masalah sentuh menyentuh itu bisa besok-besok, tunggu waktu yang tepat.
"Aku mengerti, aku mengerti!", serobot Dasom. "Kau boleh tidur disini sendirian. Biar Kai yang tidur diruang tamu". Dasom langsung menarik dan menggandeng Jongin dari ranjangnya. Dasom juga bermaksud menyeretnya keluar. Jongin protes keras, tapi segera ditenangkan Dasom. Dia bilang kalau Sehun masih trauma diperkosa oleh Jongin, makanya Sehun tak mau tidur dengannya. Dan Jongin akhirnya maklum. "Kai, ucapkan selamat malam untuk Sehun!"
"Selamat malam, Hun!", ucapnya sedikit tak rela.
"Selamat tidur, Sehun. Semoga kau tidak bermimpi buruk!", ucap Dasom sambil menyeret Jongin keluar ruangan.
Sehun tak menjawab, dia bahkan mengunci pintu sesaat Jongin dan Dasom keluar kamar.
Lil' Bro
Hampir tengah malam Kyuhyun sampai dirumahnya. Saat dia turun dari mobil, suasana dalam rumahnya sudah gelap. Dasom pasti sudah tidur. Kalau Jongin, entahlah anak itu selalu punya acara sendiri tiap harinya tanpa Kyuhyun bisa menebaknya. Udara malam ini dingin, dan Kyuhyun masih memakai setelah yang sama dengan yang dia gunakan mulai tadi pagi, dinginnya menembus bajunya lalu meresap ke kulitnya. Kyuhyun kedinginan walau tinggal berjalan dari halaman ke dalam rumahnya dan dia tak suka itu. Ini semua gara-gara Kibum, gara-gara manusia bernama pasaran itu Kyuhyun harus pulang larut dan kedinginan diluar rumah begini.
Setelah pernyataan Kibum bahwa dia diperkenalkan sebagai suaminya ke seluruh staff dapur, Kyuhyun tak terima. Dia memarahi Kibum dan mengajaknya berdebat, tapi Kibum bisa mengelak. Bukan Kibum yang menginginkan diperkenalkan sebagai suami Kyuhyun. Saat dia selesai menyebutkan nama, Ryeowook menambahkan status suami itu. Koki resto-nya Kyuhyun sendiri yang mengenalkannya sebagai suami pada semua bawahannya. Lagi pula tak ada untungnya Kibum diperkenalkan sebagai suami dihadapan orang lain. Tapi bagi Kyuhyun kejadian barusan itu adalah musibah. Dia ngotot mengajak Kibum kembali ke hotel bermaksud menjelaskan kesalahan barusan.
Mereka kembali ke hotel. Kyuhyun menyeret Kibum untuk menuju dapur resto, tapi sampai disana semua staff dapur sudah berganti shift. Ryeowook dan anak buahnya dalam seminggu ini bekerja pagi sampai sore dan untuk sore sampai pagi besok sudah tukar dengan chef lain. Awalnya Kyuhyun kecewa, tapi dari pada dia pulang masih dalam mode kecewa, dia memperkenalkan Kibum pula ada chef dan staff yang bertugas saat itu. Kali ini dia perkenalkan Kibum sebagai tamu saja, dia juga menegaskan kalau dirinya dan Kibum tak ada hubungan apapun. Aneh kan? Semua karyawan Kyuhyun juga berfikir demikian. Ada ataupun tidak hubungan antara Bos dan tamu-nya, merekapun juga tak peduli.
Setelah aksi pengenalan barusan, Kyuhyun masih belum puas. Dia meminta Kibum datang lagi besok untuk mengklarifikasikan masalah hubungan mereka pada Ryeowook dan anak buahnya. Awalnya Kibum tak mau karena dia masih ada urusan untuk mencari adiknnya. Dan Kyuhyun akhirnya menawarkan diri membantu menemukan adiknnya sampai ketemu asal Kibum mau datang ke hotelnya lagi besok. Kemudian Kibum setuju. Tapi masalahnya lagi, Kyuhyun takut Kibum berbohong padanya, dia takut Kibum tak mau datang besok itu. Kyuhyun berkeras mengantar Kibum sampai rumahnya padahal Kibum sendiri minta diturunkan ditempat dimanapun dia bisa menemukan taxi. Kibum sudah berjanji akan datang, toh motornya juga masih berada di parkiran hotel milik Kyuhyun, tapi dasarnya Kyuhyun tak percayaan, dia masih tak mengijinkan Kibum pulang naik taxi.
Tempat tinggal Kibum ternyata jauh. Butuh sejam untuk sampai ke apartemen tempat dia tinggal. Sesampainya di pelaratan apartemen, Kyuhyun masih melarang Kibum turun dan naik sendiri ke apartemennya. Kyuhyun membawa mobilnya masuk parkiran apartemen, lalu dia mengikuti Kibum sampai depan pintu apartemennya. Saat Kibum akan masuk, Kyuhyun sudah diperbolehkan pulang oleh Kibum, tapi sayangnya Kyuhyun bergeming. Dia mau lihat Kibum mengeluarkan kunci dan membuka pintu apartemen itu. Ya siapa tahu, Kibum cuma gaya-gayaan di depan pintu apartemen orang. Kalau ternyata Kibum bohong, kemudian besok tak datang ke hotel, setelah itu Ryeowook dan anak buahnya masih menganggap mereka suami istri, bagaimana jadinya? Lebih baik Kyuhyun mengorbankan waktunya berlama-lama mengikuti Kibum hingga titik terakhir tempat tinggal Kibum dari pada selamanya punya status suami istri tak sah dengannya.
Kyuhyun masuk rumahnya, dia buru-buru masuk kamar setelah kembali mengunci pintu depan. Dia menginginkan mandi air panas, berganti pakaian tidur kemudian segera merebah di ranjang hangatnya. Semuanya dilakukan Kyuhyun dengan cepat sampai tepat saat ini dia berbaring dan mulai memejamkan mata diranjangnya. Beberapa menit Kyuhyun memejamkan mata, lalu dia terjaga lagi. Kyuhyun ingat nomor yang ditinggalkan Kibum di lubang dashboard mobilnya. Dia segera bangun, mengambil kunci mobilnya. Kyuhyun keluar rumah cepat-cepat agar tidak kedinginan, dia segera ke mobilnya, membuka pintu lalu mengambil kertas tadi sore. Selesainya, dia kembali dengan cepat masuk rumah lalu kekamarnya.
Kibum, ini aku. Kyuhyun. Jangan lupa besok pagi kujemput kau di rumahmu jam 7 tepat.
Kyuhyun menuliskan pesan itu lalu mengirimkannya pada nomor yang ada dikertasnya. Kyuhyun kemudian menyimpan handphone-nya dimeja dan dia kembali memejamkan mata. Lima belas menit dia terpejam lalu kembali terjaga. Kyuhyun meraih handphne-nya lagi, kemudian dia duduk bersandar dibedhead dan mulai mendial nomor Kibum.
"Hallo!", jawab Kibum cepat. Jadi Kibum belum tidur, tapi kenapa sms Kyuhyun tak dibalas? Sekedar kata 'Ya' atau 'Ok', kan bisa. "Hallo?"
"Kibum, besok kau harus siap jam tujuh pagi. Aku akan ke apartement-mu", kata Kyuhyun to the point.
"O", jawab Kibum singkat. "Kau baru saja mengirimkan sms padaku". Kibum membacanya ternyata, tapi kenapa tak dibalas?
"Kenapa kau tak membalasnya kalau sudah kau baca?", tanya Kyuhyun emosi. Dia takut Kibum berusaha kabur darinya.
"Aku sibuk!"
"Baiklah, yang penting aku sudah memastikan kalau kau tak berusaha kabur", Kibum terdengar menghembuskan nafas dari seberang telepon. "Kututup telponnya!"
"Hm!"
Kyuhyun mematikan sambungan, tapi dia masih belum meletakkan handphone-nya. Kyuhyun memandangi nomor yang ditelponnya barusan, nomor Kibum. Apakah perlu Kyuhyun menamai nomor Kibum? Kalau tak dinamai nanti nomor itu terhapus lalu saat dia butuh menelepon Kibum, dia kesulitan mencari nomornya lagi. Akhirnya Kyuhyun mengetikkan nama, dan menyimpan nomor itu dengan nama Kibum. Baru setelah itu dia meletakkan handphone-nya dimeja dan kembali tidur.
Lil' Bro
Kibum sedang berselancar didunia maya saat handphone-nya kembali bergetar. Dia sedang memilih-milih onderdil motor yang akan dibelinya dari distributor barang-barang bermotor asal Jepang. Setelah getaran kedua, dia baru mengalihkan mata dari laptopnya. Kibum segera meraih handphone-nya, dia melihat pemanggil dalam handphone-nya belum bernama, tapi Kibum ingat itu nomor Kyuhyun. Ini pukul dua pagi, hampir dua jam sejak panggilan pertama Kyuhyun tadi. Ada apa Kyuhyun meneleponnya jam segini? Apa dia masih curiga kalau-kalau Kibum tak datang ke restorannya besok?
"Hallo!"
"Kibum, aku Kyuhyun", katanya walau Kibum sudah tahu. "Aku cuma mau mengubah janji kita besok. Aku akan datang pukul delapan pagi!", terangnya kemudian terdiam cukup lama. "Kau jangan coba-coba kabur!", ancam Kyuhyun yang mendapat reaksi sama seperti sebelumnya. Kibum hanya mendengus.
Kibum tak habis pikir, kalau cuma mengubah jam pertemuan mereka kenapa tidak besok saja? Kyuhyun juga bisa langsung datang telat. Yang ngeyel ingin pertemuan ulang di restoran kan dia, bukan Kibum. Jadi suka-suka dia mau jam berapapun datang menjemput Kibum.
"Terserah kau saja!", jawab Kibum yang sudah kembali memandangi laptopnya.
"Baiklah kututup telponnya!"
Kyuhyun tak bicara lagi, tapi dia juga tak menutup telepon-nya.
"Kenapa kau belum tidur?", tanya Kibum membuka percakapan baru. "Insomnia?"
"Iya". Kyuhyun bohong padahal tadi dia sudah tidur sekitar dua jam. Tiba-tiba saja dia terbangun, lalu bergerak mengambil handphone dan menelepon Kibum. "Kau sendiri kenapa tak segera tidur?"
"Aku sibuk"
"Kau sibuk? Baiklah kututup teleponnya", Kata Kyuhyun terdengar tidak rela. "Jangan lupa besok jam delapan aku datang ke situ!"
"Aku tidak lupa!
"Baguslah"
Kemudian Kyuhyun benar-benar menutup telepon-nya.
Kibum kembali berbelanja online, memilih barang, memasukkan dalam keranjang belanja online-nya lalu memasukkan nomor kartu kredit untuk pembayarannya. Kibum menyelesaikannya proses jual belinya tepat pukul lima pagi. Ketika dia hendak meninggalkan tempat duduknya, kembali handphone-nya berbunyi. Kibum ingin mengabaikannya mengingat dia butuh istirahat untuk memenuhi permintaan Kyuhyun pukul delapan pagi nanti. Tapi dia menunda niatannya ketika nomor Kyuhyun didapatinya ditelepon itu.
"Kau sudah bangun?", tanya Kyuhyun setelah terbatuk batuk memaksakan suaranya. Kelihatannya Kyuhyun yang baru bangun. "Baguslah. Aku tak mau kita terlambat ke restoran nanti!" hampir terdengar seperti janjian kencan. Kyuhyun tak mau Kibum datang terlambat dikencan pertama mereka, tapi Kibum tak memberi respon bagus.
"Aku belum tidur", jawab Kibum santai. "Dan sebaiknya kau tidur lagi, ini masih terlalu pagi"
"Tidak. Aku terbiasa bangun pagi-pagi. Dan kusarankan kau jangan tidur, nanti kita bisa terlambat", perintah Kyuhyun yang dijawab dengan dengusan lagi oleh Kibum. "Kalau kau tidur sekarang, kau pasti belum siap ketika aku kerumahmu nanti. Aku tak suka menunggu, jadi jangan tidur sekarang ini!"
"Terserah kau saja"
"Awas kau sampai tidur", ancam Kyuhyun dengan suara seraknya.
"Aku tak tidur, tapi bisa kau tutup teleponnya? Aku sibuk!", dalih Kibum yang sebenarya sudah mulai capek. Dia mengantuk dan butuh istirahat barang sejenak. "Lebih baik kau bersiap dari sekarang, bukankah kau tak suka terlambat"
"Ya, aku memang akan bersiap. Dan kau juga harus bersiap!"
"Akan kulakukan!"
Kibum segera mematikan teleponnya padahal Kyuhyun ingin bicara lagi. Dia segera mengatur handphone-nya dalam mode silent kemudian meninggalkan ponsel itu dimeja kerjanya. Kibum beranjak menuju kamarnya dan memulai istirahat. Persetan dengan perintah Kyuhyun itu, dia mengantuk dan butuh tidur.
Lil' Bro
"Kai!", Dasom menoel Jongin pagi ini. "Kai!", ulangnya sambil menambahkan tepukan-tepukan pada pipi Jongin. "Bangun!"
Jongin mengeram kesal ditoel-toel saat sedang asyik tidur. Dia menggerutu tak jelas namun kemudian mengubah posisi tidurnya membelakangi Dasom. Jongin tidur lagi.
"Kai, Sehun ingin bicara denganmu!"
"Hm?", tanya Jongin setengah dengar. Dia dengar nama Sehun barusan disebut.
"Sehun ingin mengatakan sesuatu", kata Dasom lagi sambil mengulingkan Jongin kearahnya. "Sehun sedang disini!"
"Sehun?", tanya Jongin lagi sambil membuka matanya setengah. "Sehun mana?", tanyanya ulang. "Hun, kita bicara satu jam lagi ya!". Setelah mengatakan itu, Jongin kembali memejamkan matanya.
"Ckckck!" Dasom menggeleng-geleng heran. "Aku tak yakin kau akan berhasil jadi ayah. Malasmu itu tak pernah hilang dari dulu!" Dasom menarik kedua tangan Jongin dan mendudukkannya paksa. "Kai, Sehun akan menyampaikan berita gembira padamu. Jangan tidur terus!"
Jongin terpaksa membuka mata pasalnya saat dia akan kembali tidur, dia mendengar Sehun berdehem didekatnya. Jongin melihat Dasom dan Sehun berdiri didekat ranjangnya. Jongin menguap dulu sebelum tersenyum kaku kearah Sehun. Dia menggeser duduknya memberikan tempat untuk Sehun duduk, namun Sehun bergeming disamping Dasom.
"Kau ingin bicara padaku?", tanya Jongin sambil mengejap-ngejapkan matanya.
"Iya", Sehun mengulurkan benda bentuk pulpen pada Jongin.
Jongin menerima benda itu canggung. Dia harus apakan benda yang diberikan Sehun padanya itu. Pulpen atau lebih mirip termometer yang dipegangnya itu diamatinya dulu. Ada garis tapi tak ada tombol. Jongin harus mengukur suhu badannya? Jongin tak merasa panas hari ini.
"Aku harus memakai ini?", tanya Jongin tak yakin tapi dia segera mengibas-ngibaskan benda itu. "Kurasa aku baik-baik saja. Aku sehat".
Jongin bahkan tak bertanya apa benda itu, dia keburu menjejalkannya ke mulut. Beberapa saat kemudian dia mengambilnya dan melihatnya. Dalam benda kecil itu tak terdapat angka seperti termometer pada umumnya, apa Jongin tak tahu cara mengunakannya? Mungkin ada tombol rahasia untuk mengaktifkan termometernya. Jongin melihat pada layar kecil dengan dua strip merah itu tak berubah, bukankah berarti dia sehat.
"Dari tadi cuma ada dua strip ini, berarti aku sehat", terang Jongin sok tahu. "Kalian ini pagi-pagi membangunkanku hanya untuk melakukan hal sepele begini. Dilihat dari tampangku saja, penyakit tak akan mau datang padaku!"
Sehun menyilangkan kedua tangannya didada sambil mengeraskan ekspresi. Dasom sendiri menepok jidat menanggapi kelakuan Jongin.
"Kau tahu benda apa itu?", tanya Dasom gemas pada Jongin. Jadi selama ini ternyata dia bekerja pada majikan yang bodoh seperti Jongin.
"Itu test pack!"
"Test pack? Setahuku namanya termometer, ini yang model baru ya?", tanya Jongin sambil mengamati benda itu. Jongin kembali memasukkannya ke mulut mencoba sekali lagi menggunakan termometer fersinya.
"Itu test pack, Kai. Bukan termometer!", terang Dasom bertambah geram.
"Ya, kau baru saja mengatakannya", jawab Jongin setelah mencabut dan mengamati suhu di termometernya. "Ini tetap dua strip. Aku sehat. Artinya aku tidak sakit!", katanya semangat membuktikan dirinya benar. "Ngomong-ngomong Hun, kau mau menyampaikan kabar gembira apa?"
"Ya itu kabar gembiranya", terang Dasom menahului Sehun.
"Jangan bercanda, kalian membangunkanku cuma untuk menunjukkan termometer model baru ini? Aku tidak tertarik"
Dasom menepok jidatnya ulang. Dia mengeram kesal, ingin sekali menjambak dan menjedot jedotkan kepala Jongin ke tembol. Tidak bisakah Jongin pintar sedikit? Yang namanya test pack dari dulu tidak pernah jadi bagian dari termometer.
"Aku hamil!", kata Sehun to the point.
"Hamil?", tanya Jongin curiga. Tidak mungkin, Sehun kan namja. Mana bisa namja hamil? Eh, jangan-jangan Sehun transgender. "Hamil?", ulang Jongin sambil membuat bulatan besar khayal diperutnya sendiri. "Bagaimana bisa? Kau transgender, Hun?"
Plaak!
Sehun menghadiahi satu tamparan untuk mulut Jongin yang tak bisa diatur itu.
"Ampun, Hun!", pinta Jongin sambil bersujud di ranjangnya.
"Aku hamil ya hamil. Kau kira siapa yang memperkosaku? Itu kau!", tuding Sehun pada Jongin.
"Aku tidak ingat memperkosamu, Hun"
Plaak!
"Auh! Ampun, Hun!"
"Kau mau mangkir juga?"
"Iya. Iya, aku yang memperkosamu", aku Jongin terpaksa. Yang namanya perkosaan itu bukankah kalau dilandasi pemaksaan, sedangkan Jongin saja takut dengan Sehun masa iya Jongin memperkosa Sehun? Yang waktu itu kan, secara tak sadar, berarti bukan termasuk perkosaan. "Jadi kau hamil?", Jongin mengulang membuat bulatan besar khayal diperutnya.
Plaak!
"Kau masih tanya lagi? Kurang jelas yang kukatakan tadi?"
"Ampun, Hun! Jangan menamparku terus, nanti aku jadi bodoh!"
"Kau memang sudah bodoh!", ejek Sehun dan Dasom mengangguki itu.
Kenapa Sehun jadi berubah jahat begini? Dasom mundur beberapa langkah dibelakang Sehun. Menurutnya ini bukan lagi wilayahnya untuk ikut campur. Lagi pula Dasom ingin tahu sehebat apa Jongin yang badung itu menghadapi Sehun yang galak? Kalau Sehun sesegera mungkin jadi bagian dari keluarga ini, bakalan seru punya majikan seperti Sehun.
"Baiklah aku bodoh, tapi jangan tampar lagi. Pipiku sakit!", pinta Jongin sedikit menjauh dari jangkauan Sehun. "Jadi, kau hamil? Tapi namja tak bisa hamil, Hun. Aku sudah baca dari internet. Aku juga sudah tanya Kyuhyun hyung soal itu". Sehun mengangkat tangannya ingin menampar Jongin lagi. "Hun, kuminta jangan main kasar begitu. Iya iya kau hamil. Aku percaya!", cegah Jongin sambil mundur jauh.
"Kemari kau!"
"Tidak mau, kau mau menamparku kan?"
"Iya. Karena kau mengatakan aku transgender", kata Sehun geram. "Kemari Kai!"
"Aku tidak mengatakannya, Hun!"
"Tadi kau mengatakannya"
"Itu tadi, Hun. Barusan tidak!", elak Jongin
"Kemari!", perintah Sehun galak. "Kau yang kemari atau aku yang kesitu?", Jongin makin mundur. "Kai, kemari atau,..."
"Aku kesitu!", kata Jongin cepat sambil menggeser posisinya mendekati Sehun. Ditampar Sehun tidak apa-apa, dari pada Sehun mengamuk lalu dia dibunuh. Setidaknya ditampar di kamar cuma ada Dasom yang lihat, kalau dia dibunuh Sehun seluruh Korea akan tahu. "Jangan tampar keras-keras ya!"
Sehun mendengus melihat Jongin bereaksi berlebihan. Sehun hilang mood untuk menampar Jongin. Dia memilih mengabaikan Jongin yang sekarang sedang terpejam meringis sambil menyodorkan pipi ke depannya. Sehun menyayangkan kenapa dia harus berakhir seperti sekarang. Dia ditiduri Jongin yang notabene adalah namja yang sama sekali tak pernah dianggap ada olehnya. Kabar terburuknya dia hamil, hamil anak Jongin. Harusnya Sehun marah besar, tapi selain marah-marah bukanlah kebiasaan Sehun, marah itu menguras tenaga. Lebih baik Sehun mencari jalan keluar lain.
"Kau tak jadi menamparku?"
"Aku tak akan menghabiskan tenaga hanya untuk menamparmu!"
"Hufffff!", Jongin menghembuskan nafas lega. "Begitu lebih baik", terang Jongin sambil meringis senang. "Kan sudah kubilang, kau tak mungkin hamil". Tadinya Sehun sudah hilang mood marahnya, sekarang setelah Jongin lagi-lagi mengatakan hal diluar jalur, Sehun mengerutkan dahinya. Jongin paham atau tidak? Sehun posif hamil, kenapa masih saja Jongin menyangkalnya? Dimana otaknya namja badung satu ini? "Kau namja, Hun. Namja tak mungkin hamil. Kecuali transgender", tambah Jongin. "Lagi pula kalau kau memang transgender, kita cuma melakukannya sekali. Belum tentu bisa jadi!"
Plaak!
"Hiyyaaa! Kenapa kau menamparku lagi?"
Plaak!
"Katakan sekali lagi aku transgender dan kuhilangkan nyawamu!", ancam Sehun sambil menarik kerah baju Jongin.
"Ampun, Hun!"
Plaak!
"Sehun, jangan tampar lagi!", pinta Jongin sambil mengangkat kedua tangannya menyerah. Dasom tolong aku!"
Dasom hanya celingukan pura-pura tak dengar. Asyik melihat adegan majikannya ditampar Sehun. Seumur-umur Dasom sendiri belum pernah menampar orang. Dia sendiri kadang-kadang kesal dengan Kyuhyun ataupun Jongin, ingin juga menampar kedua majikannya itu, tapi statusnya sebagai pembantu membuatnya tak berkutik. Sekarang melihat Jongin ditampari Sehun, serasa dendamnya tersalurkan lewat tangan Sehun. Dasom puas.
"Rasakan!", celetuk Dasom lirih, jauh dan tak terdengar oleh Jongin dan Sehun.
"Dasom!",
Plaak!
"Beraninya kau minta bantuan?". Sehun segera melepaskan tamparan baru. "Katakan sekali lagi seperti tadi. Aku tak hamil, aku transgender. Cepat katakan!", paksa Sehun dengan tangan kiri meremat kuat dikerah baju Jongin dan tangan kanan siaga diudara untuk menampar Jongin
"Tidak, Hun. Tidak!"
"Tidak apa?"
Plaak!
"Tidak. Kau memang hamil. Iya kau memang hamil. Aku percaya!"
Plaak!
"Kau bukan transgender. Kau Sehun, namja paling tampan di Korea. Namja paling pintar di Korea. Namja paling hebat di Korea!", kata Jongin cepat-cepat. Sejujurnya dia tak begitu ihklas mengatakannya. Mungkin Sehun pintar, tapi untuk urusan tampan dan hebat seharusnya dialah yang mendapatkan gelar itu, bukan Sehun.
Plaak!
"Aaaaa, kenapa kau masih menamparku?"
"Kau belum mengakui perbuatanmu!", cecar Sehun lagi.
Plaak!
"Aku mengaku. Aku yang memperkosamu. Sekarang kau hamil. Hamil anakku. Kau bukan transgender. Kau tampan, pintar dan hebat", kata Jongin terpaksa lagi. "Aku akan lakukan apa saja asal kau jangan menamparku lagi, Hun. Jangan bunuh aku. Aku mohon!", pinta Jongin sambil mencekali tangan Sehun yang masih terangkat didepannya. "Aku akan belajar yang baik. Bekerja yang giat. Dan menjadi orang sukses, Hun. Ampuni aku, Sehun!", pintanya lagi dan lagi. "Nanti akan kupaksa Kyuhyun hyung merawat anak itu!
Plaak Plaak Plaak
"Ammmmpun Sehunnn!"
Jongin terjingkat dan terduduk di ranjangnya. Tiga pukulan beruntun di kepalanya barusan menyadarkannya dari mimpi buruk ditampari Sehun. Jongin hafal irama pukulan seperti itu. Dan saat dia mengedarkan pandangannya, Kyuhyun sedang melotot tajam disamping ranjangnya. Sambil mencekali gulungan map kerja, Kyuhyun memasang tampang horor.
"Kau harus minta ampun padaku juga!", perintah Kyuhyun.
"Aku tak ada salah padamu, Hyung!", dalihnya sambil mengelus kepalanya. "Aku sedang mimpi buruk dan kau malah memukuliku. Kalau aku jadi bodoh bagaimana?"
"Kau memang sudah bodoh!". Pernyataan Kyuhyun ini mengingatkan Jongin pada pernyataan Sehun dalam mimpi tadi. Ok, Jongin memang bodoh, tapi setidaknya dia dapat predikat tampan disekolahnya. "Kau yang menghamili Sehun lalu aku yang merawat anakmu? Aku rela mengeluarkan banyak uang untuk menyewa pembunuh bayaran agar melenyapkanmu"
"Hyung, aku kan adikmu"
"Aku lebih suka jadi anak tunggal dari pada harus menanggung kesalahanmu!"
Jongin segera bangun dan mengekor Kyuhyun keluar kamar.
Tadinya Kyuhyun heran, pagi-pagi ada yang berisik dikamar tamu. Kyuhyun yang sedang siap-siap agar tak terlambat ke rumah Kibum-pun memutuskan menengok dulu kedalam. Ternyata ada jongin yang sedang mimpi. Awalnya Kyuhyun mau membiarkan saja adiknya teriak-teriak minta ampun pada Sehun, toh itu memang kesalahan adiknya. Namun setelah mendengar kalimat dimana dia diumpankan Jongin untuk bertanggung jawab, terang saja dia menolak. Dan digulungnya map yang saat itu dibawanya dan dipukulkannya ke kepala Jongin.
"Hyung ini hari libur. Kau sudah rapi begini, mau kemana?", tanya Jongin yang masih mengekor Kyuhyun keluar kamar.
"Bisnis", jawabnya. "Aku ini orang sibuk, tidak seperti kau yang pemalas itu. Kalau Sehun hamil, kalian punya anak, kurasa kau tak akan pantas disebut ayah"
"Ya maka dari itu tugas ayah kuserahkan padamu!". Kyuhyun berbalik kilat dan memelototi Jongin lagi. "Aku bercanda, Hyung!", ralatnya kilat juga. "Sehun kan namja, Hyung. Jadi tidak mungkin dia hamil. Kalaupun hamil, dia bisa jadi ayahnya, lalu aku jadi hyungnya". Jongin ambil enaknya saja.
"Kemarin ada orang yang mencarimu?", kata Kyuhyun sambil berjalan kembali kedapur. "Dia kakak dari salah satu temanmu. Aku akan bertemu denganya hari ini, setelah urusanku selesai kubawa dia kemari". Jongin manggut-manggut dibelakang Kyuhyun. "Hari ini kau jangan kemana-mana sebelum bertemu dengan orang itu!"
Mereka sampai di dapur, disana sudah ada Sehun duduk di pantry sambil meminum susu. Dasom juga ada, yeoja itu sedang sibuk membuat sarapan untuk majikan-majikannya. Melihat kedatangan Kyuhyun dan Jongin, Sehun tersedak dan susunya muncrat kemana-mana. Sehun kaget melihat kemunculan mereka yang tiba-tiba itu.
"Kau siapa? Temannya Jongin?", tanya Kyuhyun sambil mengambil tissue lalu membantu Sehun mengelap mulut dan pipi Sehun. "Pelan-pelan kalau minum!", tegur Kyuhyun yang segera diangguki Sehun. Kyuhyun membasahi tangannya wastafel lalu mengunakan tangan basahnya untuk mengelap pipi sehun yang terkena susu. "Kau ini sudah dewasa, jangan minum terburu-buru seperti anak kecil", tegurnya lagi. Kyuhyun mencuci ulang tangannya kemudian mengeringkan dengan lap milik Dasom. "Segera bersihkan dirimu, nanti lengket!", perintahnya pada Sehun. "Dasom mana sarapanku!"
Setelah Kyuhyun mengambil tempat di meja dapur, Sehun undur diri untuk mandi. Sedangkan Dasom dan Jongin melongo melihat adegan barusan. Adegannya sudah lewat, tapi melongonya masih berlanjut. Bukankah dari semalam yang ingin mengelus pipinya Sehun itu Jongin dan Dasom, nah sekarang Kyuhyun yang beruntung. Kyuhyun benar-benar maruk, sudah punya Siwon, kemarin Kibum dan sekarang Sehun. Untung di Kyuhyun atau buntung di Dasom sebenarnya ini?
"Heh, mana sarapanku?", ulang Kyuhyun yang langsung menyadarkan Dasom dari keterpakuannya.
Lil' Bro
Gara-gara Dasom melongo terlalu lama, pancake yang dibuatnya untuk Kyuhyun gosong. Kyuhyun harus menunggu Dasom membuat ulang dan sayangnya gosong juga karena Jongin merecoki Dasom. Alhasil Kyuhyun berangkat tanpa menunggu sarapan dari Dasom. Kyuhyun memutuskan makan diluar, dia pergi ke kedai makanan kesukaannya tapi apes hari ini penjualnya libur. Kyuhyun harus berputar-putar untuk mencari makanan lain yang dia suka. Dan setelah menemukan kedai makanan kesukaannya, dia makan. Selesainya langsung berangkat ke apartemen Kibum. Sesampai di pintu apartemen Kibum, dia terlambat lima belas menit.
Kyuhyun memencet bel dua kali, tapi belum ada tanda-tanda akan dibukakan pintunya. Kemudian dia memencet lagi dua kali, menunggu sebentar, tapi masih belum mendapat respon. Apa Kibum keluar rumah lebih dulu karena Kyuhyun terlambat datang? Kalau sampai Kibum pergi duluan, ini jadi kesalahan Dasom dan Jongin. Kyuhyun pasti akan menghukung dua biang onar itu nanti. Kyuhyun mencoba memencet bel dua kali lagi sebelum menetapkan Kibum telah keluar rumah lebih dulu. Dan dua kalinya itupun tak ditanggapi. Dia kemudian mengeluarkan handphone-nya dan mendial nomor Kibum. Panggilannya terjawab meski agak lama. Awal-awal terdengar berisik Lalu disusuk lsuara berat Kibum dari seberang telepon.
"Kau dimana?", tanya Kyuhyun kasar.
"Di rumah", jawab Kibum lemah.
"Di rumah apa? Aku ada didepan pintu rumahmu sekarang. Ku pencet bel bolak balik kau tak merespon. Kau kabur ya?"
"Aku di rumah. Sebentar kubuka pintunya!"
Selang beberapa detik, pintu didepan Kyuhyun terbuka. Dari dalam ada Kibum yang terlihat baru bangun tidur sambil membawa handphone terjepit antara pundak dan telinganya.
"Kau baru bangun?", tanya Kyuhyun geram.
"Setidaknya aku tidak kabur seperti yang kau tuduhkan!". Kibum melenggang masuk meninggalkan Kyuhyun yang mengeratkan gigi-giginya. Kyuhyun bangun pagi-pagi, harus meninggalkan sarapannya dirumah, lalu modar mandir cari makanan diluar hingga dia datang terlambat lima belas menit, sekarang sampai ditujuan dia mendapati Kibum belum siap. Kyuhyun geram pada Kibum. "Masuk dan tunggulah. Aku akan mandi"
"Jangan mandi lama-lama!", perintah Kyuhyun yang menyusul masuk lalu duduk secara kasar di sofa-nya Kibum.
"Atau mau berangkat sekarang saja!", usul Kibum.
"Tidak. Kau mandi kilat, tapi harus bersih. Aku tidak suka semobil dengan orang yang tak mandi"
Kibum menggedikkan bahu lalu berjalan pergi ke kamar mandinya.
Menunggu Kibum sebentar saja sudah seperti setahun. Kyuhyun ingin segera mengklarifikasi hubungannya dengan Kibum di dapur restonya. Gara-gara Dasom, Jongin dan sekarang Kibum rencananya jadi tertunda terus. Kyuhyun tak sabar menunggu hingga diputuskannya jalan bolak balik di ruangan Kibum. Mendekati ranjang Kibum, dia kembali berjalan kesofa dan begitu terus sampai telepon masuk di handphone Kibum menghentikan kegiatannya. Kyuhyun tak ingin usil sebenarnya, tapi dia penasaran dengan telepon itu. Kyuhyun mengambilnya dan mendapati nama Yoona dilayarnya. Pasti itu kekasih Kibum atau istrinya, atau tunangannya, pikir Kyuhyun meyakinkan diri kalau dirinya tak akan punya masalah mengklarifikasi hubungan mereka nanti.
"Hallo!", jawab kyuhyun dengan telepon itu.
"Oppa. Aku, Eomma dan Appa sedang menuju keatas. Siap-siap cari alasan!", kata yeoja itu sedikit bisik-bisik. Telepon kemudian dimatikan.
Kyuhyun heran, bicara apa yeoja barusan? Jangan-jangan Kibum sedang membohongi keluarganya. Namja dengan nama pasaran itu pasti sudah menikahi yeoja tadi tanpa persetujuan orang tua sehingga mereka butuh alasan sekarang ini. Kyuhyun jadi makin semangat bahwa rencananya akan segera berhasil.
Bel berbunyi ketika Kyuhyun berjalan balik ke-sofanya. Dia membukakan pintu apartemen itu dan mendapati dua namja bermuka galak dan seorang yeoja berwajah muram. Pasti Kibum dan yeoja ini sudah ketahuan.
"Ini rumah Kibum Oppa kan?", tanya yeoja itu hilang sedihnya ketika melihat Kyuhyun.
"Iya"
"Kau siapanya Kibum Oppa?"
"Aku temannya!". Medengar kata teman yeoja itu langsung tersenyum cerah. Hilang entah kemana kesedihannya tadi.
"Oppa, Aku Yoona. Ini Leeteuk Eomma dan Kangin Appa!". Leeteuk memang cantik, tapi kan dia namja, kenapa dipanggil Eomma? Walaupun masih merasa ragu, Kyuhyun menyalami ketiganya dan menyuruh mereka masuk. "Kibum Oppa kemana?"
"Dia sedang mandi"
"Kau temannya Kibum?", tanya Leeteuk belum percaya.
"Iya"
"Aku Eomma-nya Kibum!" Kyuhyun ingin mengerutkan dahi, tapi urung karena Leeteuk bisa tersinggung. Kyuhyun ada benarnya untuk heran, masa iya ibu-nya Kibum itu namja. "Siapa namamu?", tanya Leeteuk ramah.
"Kyuhyun"
"Kau sudah kenal lama dengan Kibum?"
"Belum. Belum lama"
Jadi ini alasan Kibum pindah dari Jeju ke Seol. Leeteuk sedikit kecewa rencananya meleset.
Dan saat adegan tanya jawab Leeteuk dengan Kyuhyun masih terjadi, Kibum keluar dari kamar mandi. Dia masih memakai handuk dari bawah pusarnya ke lutut. Tadinya Kibum mau mengambil bajunya, tapi melihat ada berisik didepan, dia menengok sebentar kemudian bergabung saat diketahui orang tuanya ada disitu.
"Eomma, Appa, kapan kalian datang?"
"Oppa!", panggil Yoona yang segera menunjukan senyuman cantiknya.
"Kau juga ada disini?"
"Tentu saja". Yoona menhampiri Kibum. Dia menggandeng tangan Kibum lalu mengajaknya lebih mendekat. "Eomma aku kan sudah bilang pada kalian, kita ini tidak jodoh. Kau lihat Kibum Oppa sudah punya pilihannya sendiri"
"Hah? Siapa?", tanya Kibum tak mengerti apa yang dikatakan Yoona.
"Tentu saja kau!"
Ceritanya jaman dulu ibu-nya Leeteuk sakit keras. Dokter menvonis bahwa umur ibu Leeteuk tak akan lama lagi. Beliau ingin melihat Leeteuk menikah, sedangkan Leeteuk dan kekasihnya berencana menikah setelah mereka sama-sama mapan. Tapi menunggu mapan ibunya keburu meninggal, maka dari itu ayah Leeteuk menyodorkan Kangin untuk menikahinya. Leeteuk sudah menolak, tapi penolaknnya membuat kondisi ibunya makin parah. Dan vonis mati ibunya lebih pendek lagi. Karena hal itu Leeteuk terpaksa menikahi Kangin. Beberapa tahun lalu, sebelum Kibum tinggal di Jeju itulah ibu-nya Leeteuk baru meninggal. Jadi Leeteuk menganggap pernikahannya sia-sia, sekarang mau bercerai juga tidak mungkin. Anak meraka sudah besar-besar, lagi pula Kangin baik pada Leeteuk dan yang penting lagi Leeteuk juga sudah cinta dengan Kangin. Untuk membalas dendam itulah Leeteuk menjodohkan Kibum dengan Yoona. Karena nasib orang tua Yoona sama dengan Leeteuk yang menjadi korban perjodohan, jadi mereka setuju saja. namun Yoona dan Kibum menolak. Keduanya punya cita-cita sendiri yang hanya bisa dicapai kalau tidak terikat yang namanya pernikahan.
"Jadi begitu?", tanya Leeteuk jadi lebih muram.
"Sudahlah, yang penting kau tetap akan punya menantu", tutur Kangin sambil mengelus elus lengan Leeteuk.
"Kenapa kalian tidak saling suka saja!", kata Leeteuk pada Yoona dan Kibum. Dia sangat menyayangkan kenapa bukan Yoona yang disukai Kibum.
"Jangan bicara begitu dihadapan kekasih anakmu". Leeteuk mengangguk tahu. "Maaf ya, Eomma-mu sedikit shock. Kita pulang saja, kalau ada waktu kalian datang ke rumah!", pinta Kangin sambil menuntun Leeteuk keluar.
Kibum dan Kyuhyun bingung, sebenarnya kenapa Leeteuk dan Kangin datang tanpa kabar lalu pulang cepat? Mereka bahkan tak tahu apa yang dibicarakan barusan, lalu apa tujuan mereka kesini? Melihat keadaan sepertinya tidak mengenakan begitu, Yoona masih terus tersenyum. Apa yang direncanakan yeoja ini sedari tadi?
"Kalian sudah lama tinggal bersama?", tanya Yoona membuat Kibum dan Kyuhyun mengerutkan dahi. "Kenapa tak bilang padaku? Aku kan tak perlu akting-akting segala selama ini"
"Siapa yang tinggal bersama?"
"Kalian lah!"
"Tidak. Aku tidak mengenalnya!", serobot Kyuhyun, tapi dianggap angin lalu oleh Yoona. Mana ada sudah tinggal bersama tapi bilang tidak saling kenal. Barusan juga bilang belum lama kenal Kibum, berarti kenal kan? Berusaha mangkir saja si Kyuhyun.
"Dari pada Leeteuk eomma depresi lalu sakit, cepat kalian menemuinya. Jelaskan hubungan kalian lalu segera menikah. Gara-gara mereka cita-citaku hampir berantakan", tutur Yoona kesal namun sekarang sudah merasa lega.
"Aku tidak akan menikahinya", jawab Kibum yang barusan tahu alur ceritanya. Yoona sekaliagus orang tuanya salah paham soal keberadaan Kyuhyun divapartemennya. Mereka dikira ada hubungan asmara, dan tinggal bersama sekarang ini.
"Jangan begitu, Oppa. Walaupun sekarang sudah jaman modern, tapi tinggal bersama tanpa status yang jelas itu masih dianggap tabu oleh orang tua kita". Yoona menarik Kibum ke depan pintu. Dia akan pamitan, soalnya Kangin dan Leeteuk pasti sudah berjalan jauh. "Aku dukung apapun yang akan kau lakukan, tapi untuk masalah ini cepat diperjelas. Aku tak mau dipaksa menikah denganmu!", tutur Yoona lirih agar Kyuhyun tak dengar. "Ya sudah, aku pulang dulu. Telepon aku kalau butuh bantuan!", pamitnya sambil merangkul Kibum dan mencium pipinya. "Kyu Oppa, aku pulang dulu ya. Sampai jumpa lain waktu!", pamitnya juga pada Kyuhyun yang kemudian pergi menyusul Kangin dan Leeteuk.
Kibum kembali ke dalam setelah menutup pintu apatemennya. Dia menuju almarinya untuk mengambil baju tapi Kyuhyun mengekornya. Saat Kibum mau melepas handuk dan memakai celana dalamnya, Kyuhyun menghentikannya.
"Jangan telanjang didepanku!", larang Kyuhyun, tadi dia sendiri yang mengekori Kibum sampai kesitu. "Kutanya kau, mereka tadi bicara apa? Sepertinya mereka membicarakanku?"
"Oh. Aku dijodohkan dengan Yoona, tapi kita tak saling suka"
"Lalu kenapa mereka menunjuk-nunjuk aku?"
"Mereka mengira kita tinggal bersama"
"Apa yang membuat kita terlihat sedang tinggal bersama? Aku tak mungkin bisa tinggal ditempat sempit seperti ini". Kibum menggendikkan bahu. "Aku kan sudah bilang kita tidak saling kenal, lalu untuk apa yeoja tadi menyuruh kita menemui mereka?"
"Dia mengira kau kekasihku. Aku disuruh membawamu menemui mereka lalu menikahimu!", kata Kibum santai.
"Yang benar saja, sejak kapan aku jadi kekasihmu?", tanya Kyuhyun geram. Kemarin mereka dikira selingkuh, lalu dikira suami istri, sekarang dikira kekasih. Aduh, bertemu Kibum baru dua hari saja membuat Kyuhyun sakit kepala. Banyak sekali salah paham terjadi disini. "Cepat pakai bajumu, kita susul orang tuamu lalu menjelaskan soal ini!". perintah Kyuhyun. "Cepat!", peritahnya lagi saat Kibum tak segera bergerak.
Kibum mendengus sebentar. Kalau Kyuhyun merasa Kibum banyak membuat masalah untuknya, Kibum merasa Kyuhun banyak memerintahnya. Kyuhyun bukan siapa siapanya juga berani meneriakinya, memerintahnya, lalu Kibum harus menurut begitu? Tapi agaknya Kibum memang menurut. Kibum menarik simpul handuknya tapi Kyuhyun meneriakinya lagi.
"Kubilang jangan telanjang didepanku! Aku akan keluar dulu, baru kau pakai bajumu!", perintahnya. "Ingat harus cepat sebelum orang tuamu jauh!"
Kibum memakai bajunya setelah Kyuhyun menjauh. Sebenarnya ada apa dengan Kyuhyun, ngeyel sekali jadi orang? Kalau ditanya, Kibum sendiri juga tidak sudi mempunyai hubungan spesial dengan Kyuhyun. Orang bertipe seperti Kyuhyun itu bisa menjadikan pasangan cepat tua. Mana bisa santai kalau diperintah-perintah terus.
"KIBUM, SUDAH ATAU BELUM?", teriak Kyuhyun dari arah depan.
"SEBENTAR!", teriak balik Kibum.
Kyuhyun terlalu merepotkan!
To be continue
See you soon!
