"Bukan kah itu sudah jelas? Tidak ada manusia yang lahir dengan rambut berwarna merah muda. Ibuku sangat menyukai bunga sakura, hingga ia menamai ku Sakura. Sedangkan, aku sangat menyukai merah muda jadi aku mengecat nya. Sakura dan bunga sakura, bukan kah sangat kontras sekali?" gadis itu tersenyum manis di akhir kalimat nya. Membuat si pria tertegun.
"Aku suka Sakura..."
Haloo! Seperti yang aku tulis kemarin, dari chapter ini sampai seterus nya murni dari hasil pemikiran ku sendiri. Eitss! Tapi fic ini masih terinspirasi dari komik Happy Wedding Dream karya Tsukimi Papiko.
Disclaimer : Naruto belong to Masashi Kishimoto
Rate : T-M
Warning :SasuSaku, Slight ItaIno, OOC.
Sasuke POV
Aku terpaku menatap wajah Sakura yang berseri-seri saat menceritakan soal rambut nya yang berwarna merah muda. Tidak bisa ku pungkiri bahwa Sakura tampak sangat cantik di mata ku. Hingga tampa sadar aku seperti terhipnotis.
"Aku suka Sakura..."
'Sial!' aku merutuki diri ku sendiri.
"Heng?" gadis itu menatap ku bingung.
"Maksud ku bunga sakura, tentu saja. Ya bunga sakura, mereka sangat cantik."
"Kau benar." Sakura tersenyum dan hati ku berdesir kembali.
Tak terasa sudah menjelang sore kami berada di taman, aku menawarkan diri ku untuk mengantar Sakura pulang dan gadis itu menyetujui nya.
Skip
Aku membanting tubuh ku ke tempat tidur ketika aku telah sampai di rumah. Ada apa dengan ku? Apa aku benar-benar menyukai nya? Pikiran ku kembali memutar saat pertama kali aku melihat Sakura.
Flashback
Aku berjalan pulang dari supermarket ke rumah ku. Tak jauh dari rumah ku, aku melihat seorang gadis seumuran ku tengah menatap Itachi. Gadis itu tampak menulis sesuatu di buku nya. Ketika Itachi masuk ke rumah, gadis itu segera berlari meninggalkan kawasan tempat tinggal ku.
Keesokan nya aku kembali melihat gadis itu, gadis itu bersorak girang, ketika Itachi menolak cewek yang menembak nya. Wajah ceria gadis itu ntah mengapa membangkitkan sesuatu di perut ku, seperti ada yang bergerak-gerak ingin keluar. Namun aku tidak peduli.
Aku terus saja melihat gadis itu mengamati Itachi. Mungkin dia ini memang penguntit Itachi, ntah mengapa aku tidak suka melihat nya. Hingga suatu hari aku memergoki nya, ia tampak gelagapan, dan ia tampak menggemaskan di mata ku. Aku rasa sejak saat itu aku telah jatuh hati pada nya.
Flashback off
Normal POV
Hari ini hari yang mendebarkan bagi semua orang, karena ini adalah hari tes masuk ke sekolah yang diinginkan, Konoha Gakuen. Tampak semua orang gelisah dan mondar-mandir sana-sini untuk menghilangkan rasa gugup tak terkecuali gadis yang tengah duduk di pojok ruangan.
'Bagaimana ini? Bagaimana jika aku lupa semua hal yang Sasuke ajar kan padaku?' batin gadis itu.
"Tenang saja!"
Sebuah suara membuat gadis itu termangu.
'Sasuke?' pikir nya.
"I-I-Itachi-nii?!" gadis itu tampak sangat kaget melihat sosok pria di depan nya.
"Aku mencari Sasuke, kukira ia sudah tiba, seperti nya belum ya? Mengapa kau terkejut? Aku adalah panitia untuk kelas ini, kau tidak membaca papan pemberitahuan itu?"
Gadis itu mendongak menatap papan pemberitahuan yang isi nya,
Panitia ruangan 3b :
1. Itachi Uchiha
2. Ino Yamanaka
KRIEET
Pintu ruangan di buka menampakkan seorang gadis manis berambut pirang panjang yang tengah tersenyum kepada seorang pria. Semua orang tahu gadis itu.
"Itachi-kun!" gadis itu memanggil, yang tampak nya adalah kekasih nya.
Sakura POV
'Ino-san?!'
Aku begitu kaget ketika aku mengetahui panitia ruangan ini adalah sepasang kekasih yang membuat ku shock!
KRIEET
Jantung ku seolah berhenti berdetak melihat orang yang aku pikirkan tengah berdiri di depan pintu. Bukan aku saja yang seolah berhenti bernapas, aku rasa semua orang di kelas ini juga.
Lihat lah dia! Begitu cantik, tampak seperti boneka barbie! Pantas saja aku tidak memiliki kesempatan untuk berada di samping Itachi-kun.
Apa ini? Aku masih mengharapkan nya?
Gadis itu berjalan mendekati mejaku, dimana Itachi-kun berada. Gadis itu tersenyum pada ku, aku juga membalas senyum nya.
"Ada apa Ino-chi?"
"Itachi, apa nanti kau sibuk? Jika tidak mau kah kau kencan dengan ku?" gadis itu-Ino-terlihat malu-malu ketika ia melontarkan pertanyaan nya. Tanpa sadar batinku berkata 'Menggemaskan!'
Cih! Menyebalkan sekali
"Baiklah!" jawab Itachi, aku rasa tidak nyaman lagi memanggil Itachi-nii mengunakan -kun.
KRIEET
Pintu kembali terbuka, menampakkan sosok Sasuke yang seperti baru bangun tidur ia berjalan mendekati kami.
"Baka aniki! Kenapa kau tidak membangunkan ku? Aku bisa saja terlambat tahu!"
KRING KRING
Tepat setelah Sasuke mengatakan itu, bel masuk berbunyi.
"Lihat! Kenyataan nya kau tidak terlambat."
Ino-san terkikik geli melihat tingkah laku Sasuke dan Itachi.
Normal POV
Waktu mendebarkan yang dinantikan oleh sebagian besar siswa akhir nya tiba. Mereka harus mendapatkan nilai setinggi mungkin agar mereka bisa masuk ke SMA ini. Ya, Konoha Gakuen, SMA yang selalu menjadi favorit nomor satu setiap tahun nya. Tidak hanya sekolah yang berdedikasi, sekolah ini memiliki ekskul yang lengkap, lapangan yang luas, serta asrama bagi setiap murid yang menuntut ilmu disini.
"Baiklah semua nya dengarkan aku! Nama ku adalah Itachi Uchiha aku adalah panitia untuk ruangan ini. Aku akan membacakan peraturan yang harus kalian patuhi. Yang pertama jika ketahuan menggunakan alat hitung, komunikasi, buku panduan kalian akan langsung didiskualifikasi. Yang kedua tidak boleh bertanya apalagi menyontek, yang terakhir tapi tidak kalah penting, tidak boleh memberikan jawaban mu pada yang lain. Apa ada pertanyaan?" pria yang bernama Itachi itu menyudahi pidato singkat nya.
"Keheningan kalian akan aku anggap sebagai tidak. Gadis yang berada disamping ku ini bernama Ino Yamanaka, ia akan membagikan lembaran soal serta jawaban pada kalian. Ino silahkan!"
Gadis yang bernama Ino pun segera melaksanakan tugas nya. Ketika selesai ia berbalik menuju tempat nya semula.
"Apa ada yang belum dapat soal? Tidak, ya. Pengawas kalian akan datang setelah kami keluar. Jangan lupa apa yang disampaikan tadi ya, Selamat mengerjakan!"
Gadis itu-Ino-melambai-lambaikan tangan nya saat ia berjalan beriringan keluar bersama Itachi. Para pelajar yang berada di ruangan ikut membalas lambaian gadis itu, terutama yang laki-laki. Mereka seolah terhipnotis oleh gadis yang bernama Ino Yamanaka tersebut.
KRIEET
Benar saja seteleh kepergian mereka, datang lagi seorang pria yang menggunakan masker, dari papan pemberitahuan pria itu bernama Hatake Kakashi. Alih-alih membawa buku absensi, pria itu memilih membawa novel kesukaan nya. Icha-Icha Paradise.
"Kalian sudah tahu nama ku, kan? Jadi kerjakan soal kalian! Bersuara sedikit saja, lupakan untuk bersekolah disini!"
'Menyeramkan...'
Begitulah yang ada dipikiran orang-orang diruangan ini. Kecuali pria yang tengah asik membaca novel nya dengan raut muka yang tidak bisa digambarkan.
.
.
.
TBC
A/N : Jujur ya, setiap kali aku melihat Ino pasti yang ada di benak ku ' kayak barbie'. Kalian mikir gitu juga?
Seperti biasa dimana pun tempat nya tetap baca, Icha-Icha Paradise. Dasar Kakashi hentai!
Kritik dan Saran akan selalu aku terima!
Gak bosan-bosan nya aku nyuruh kalian tulis apa yang kalian inginkan di kotak review, karena review dari kalian menjadi penyemangatku! ^~^ (selain Oppa cogan tentu nya!)
Jaa~ See You In Next Chapter! ^~^
