^^You're My Rising Star^^

Chapter 4 : Eerie Drakness

Main Pair : WonKyu

Other Pair : Pair member lain

Genre : Romance, Friendship, Hurt/Comfrot, Fantasy, Mystery.

Rated : T

Dicslaimer : FF ini asli milik saya

Summary : Tuhan mengabulkan permintaan namja tampan itu. Tuhan menitipkan bintangnya kepada namja tampan itu. Bintang Tuhan yang lugu dan rapuh. Dengan syarat, menjaga bintang itu dari Kegelapan Dunia

Summary For Chapter 4 : Kegelapan itu kini sudah berada di depan mata bintang tersebut. Ia tidak bisa menghindar dari kegelapan itu. Kegelapan yang sangat menakutkan.

Warning : GaJe, BL/Yaoi, banyak typos, bahasa mencoba untuk baku, Newbie

DON'T LIKE? DON'T READ!

.

.

.

^^BerryKyu^^

.

.

.

Presents

.

.

.

^^ BerryKyu ^^

"Cinta itu membuat siapapun akan buta karenanya. Jangan bermain-main dengan cinta. Karena, ia dapat memutar balikan fakta dan orang-orang bisa tertipu olehnya"

FLASHBACK

Brugh

"Dasar Jalang!"

Suara bedebum itu langsung membuat YunJae langsung berlari ke asal suara. Kyuhyun menjadi ikut terbangun saat mendengar suara gaduh dari luar kamar asing ini, sebenarnya ia tidak tertidur, hanya saja mata dan tubuhnya sangat lelah dan terasa lemas.

"Changmin-ah! Kau apa kan lagi Victoria, hah?!"

Terdengar suara Jaejoong menggelegar sampai ke seluruh penjuru rumah. Kyuhyun memegang kepalanya yang terasa berat, ia mengintip dari balik dinding. Ia dapat melihat Jaejoong sedang memarahi seorang pria berpostur tinggi.

Kyuhyun merasakan matanya berkunang kunang. Dua sosok yang berada di dalam tubuh Kyuhyun mencoba untuk keluar, saling melemahkan satu sama lain, Kyuhyun sangat lelah dengan fisiknya jika kedua sosok yang berada di dalam tubuhnya terus berontak keluar dan mencoba menguasai tubuh mereka.

"Apa yang kau lakukan?"

"Kau diam saja! Aku harus memberi pelajaran kepada namja itu"

"Kau jangan ikut campur! Aku tidak akan membiarkanmu menyakiti mereka, Yeobo!"

"Berhenti memanggilku seperti itu! Aku muak"

"Jangan kuasai tubuhnya, Yeobo! Kau ingat?! Dia anak kita!"

"Kau adalah kesalahan dan dia pun adalah kesalahan!"

Suara itu saling bersahutan dari dalam tubuhannya. Sosok putih dan hitam di dalam tubuhnya terus saja memberontak membuat kakinya tidak bisa menopang berat badannya.

Mereka semua yang berada di ruang tamu tersebut menolehkan pandangan mereka ke arah Kyuhyun. Jaejoong segera menghampiri Kyuhyun yang terlihat memegang kepalanya dengan kedua tangannya.

"Jangan! Kumohon!"

Jaejoong dan Yunho tidak mengerti dengan apa yang dimaksud dengan orang yang baru saja mereka temui itu.

"Ada apa ?"

Tanya Jaejoong sarat akan kebingungan dan kelembutan. Jaejoong dapat melihat hazel caramel tersebut berubah menjadi setengah biru dan setengah merah. Pupil yang berwarna merah itu berlomba lomba mengisi seluruh pupil mata Kyuhyun. Namun, pupil yang berwarna biru itu menahannya.

Jaejoong melihatnya dengan tidak percaya, begitu pun dengan Yunho.

"Cho Hanna,Cho Young Hwan"

Nama itu secara bersamaan keluar dari mulut Jaejoong. Mereka berdua saling berpandangan.

"Yun, kita harus menjauhkannya dari Changmin"

"Young Hwan melihat kegelapan dari dalam diri Changmin! Bawa dia pergi sebelum dia melukai seseorang disini! Cepat!"

"Baik"

Hazel caramel itu telah sepenuhnya berwarna merah darah. Yunho yang akan membawa pergi Kyuhyun dari sana langsung saja terjatuh jauh, pinggangnya menabrak meja dan tersungkur di lantai.

"YAK ! KAU!"

Changmin bersiap akan menghajar Kyuhyun, namun sayangnya tangannya sudah di pegang Kyuhyun, pupil menyelami mata elang Changmin, Changmin merasakan kalau semua organnya di hancurkan dari dalam.

"Berhenti, Young Hwan! Young Hwan! Kau menyakiti anak ku!"

Jaejoong berteriak histeris saat melihat Changmin terlihat sangat kesakitan, apalagi banyak darah yang Changmin keluarkan dari mulut dan hidungnya.

Pupil sewarna darah itu perlahan lahan tampak kembali seperti semula. Tubuh Kyuhyun limbung, untungnya Yunho segera bergerak untuk menggapai tubuh itu.

"Ada apa dengannya, Boo?"

Tanya Yunho. Di kepalanya sudah penuh pertanyaan yang membuatnya penasaraan. Jaejoong mengusap wajahnya frustasi.

"Sepertinya kita merawat orang yang salah"

Jawab Jaejoong berdiri sambil mengalungkan lengan Changmin ke lehernya. Kemudian, Jaejoong membawa anaknya ke kamarnya. Victoria yang sesaat terlupakan itu bangkit dari posisinya yang tersungkur di lantai. Dia shock saat melihat tontonan tadi.

"Siapa sebenarnya anak ini?"

Lirih Yunho sambil memandang wajah Kyuhyun yang terlihat sangat pucat.

FLASHBACK END

.

.

.

Kyuhyun terduduk di lantai. Nafasnya turun naik seperti sehabis berlari marathon. Pupil yang tadinya berwarna setengah merah dan setengah biru itu kembali menjadi berwarna caramel. Kyuhyun tidak percaya kalau kegelapan itu akan datang sebentar lagi.

Kyuhyun berjalan keluar toilet dengan wajah yang sangat pucat. Leeteuk yang melihatnya menjadi khawatir dengan magnae mereka.

"Kyu, Kamu baik baik saja?" Tanya Leeteuk membuykan lamunan Siwon. Siwon langsung saja beranjak dari duduknya dan berdiri di samping Kyuhyun.

"Aku baik baik saja, Hyung" Sedikit senyum paksaan terukir di bibirnya. Leeteuk mengangguk mengerti, Siwon tahu kalau Kyuhyun menyembunyikan sesuatu dari mereka.

"Kembali ke tempat dudukmu, Kyu" Kyuhyun menuruti apa yang Leeteuk katakan. Wajahnya masih tampak pucat dan semua yang berada di sana melihat kearah Kyuhyun. Kyuhyun yang merasa risih di pandangi hanya menggeliat kesana kemari.

"Kau kenapa? Seperti cacing di taburkan garam saja" Mulut sepedas cabe rawit milik Heechul pun keluar.

"Kalian memandangiku seperti itu. Aku kan jadi risih" Sahut Kyuhyun sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Heechul menatapnya garang seolah olah akan mengubur Kyuhyun hidup hidup saat itu juga.

"Sudah sudah! Besok kita akan comeback! Jangan membuat suasana semakin mencekam, Heechul-ah"

Tegas sang leader memperingati. Heechul memandang sang leader dengan pandangan membunuh membuat Leeteuk salah tingkah.

"Leeteuk Hyung, Hyung takut dengan HeeChabe Hyung? Hahahaha" Seluruh member disana menatap Kyuhyun horror, termasuk Siwon. Wajah Heechul telah memerah menahan amarah.

'Bocah ! Kau menghinaku, sialan!'

Kyuhyun menyeringai mendapati suara benak Heechul yang mengatainya. Sepertinya kau mempercepat kegelapan itu datang, Kyu.

.

.

.

#AT THE DORM

NIGHT

PKL 07.00 P.M

Seluruh member tengah berkumpul di ruangan TV. Bersantai sambil mengemil snack yang sudah tersedia. Termasuk Kyuhyun.

"Heechul-ah, Kibum-ah, kalian mau kemana?"

Tanya Hangeng ketika melihat Heechul dan Kibum yang memakai coat dan memakai pernak pernik samaraan. Semua member memandang mereka berdua dengan pandangan horror, kecuali Kyuhyun.

"Kami hanya ingin jalan jalan. Benar'kan, Bummie" Kibum mengangguk mengiyakan perkataan Heechul, membuat Hangeng kecewa kepadanya.

Kyuhyun hanya memperhatikan televisi yang lebih menarik dari pada Heechul dan Kibum yang akan berjalan jalan keluar katanya.

"Baiklah. Tapi, jangan lama lama. Mengerti?" Kibum dan Heechul menganggukan kepala mereka mengerti. Kemudian, berjalan beriringan keluar dari dorm.

"Kau mau, Kyuhyun-ah?"

Donghae yang berada di sampingnya menawarkan Kyuhyun popcorn yang berada di tangannya dengan senyuman khasnya. Siwon yang berada di samping Kyuhyun melayangkan tatapan deathglare nya, namun tidak di gubris oleh Donghae.

"Hae-ah, lebih baik popcornnya untukku" Kata Eunhyuk manja sambil bergelayut di lengan Donghae. Kyuhyun memandang tak suka kearah Eunhyuk.

"Kenapa?" Tanya Eunhyuk tak suka kepada Kyuhyun, lalu kembali bergelayut manja di lengan Donghae.

'Sebentar lagi… Kegelapan Dunia itu akan menghampiri bintang-mu, Choi Siwon. Jaga dia!'

Suara itu kembali mengalun di telinganya membuat kepalanya sedikit berdenyut sakit. Siwon menatap wajah Kyuhyun yang sedang menonton televisi dengan serius, tidak menyadari bahwa Siwon menatapnya dalam.

'Aku akan menjagamu, Bintang-ku'

Kyuhyun dapat mendengar suara batin itu. Suara batin itu seperti ditujukan untuknya. Bukan apa, dari tadi ia hanya mendengar suara batin para member yang gemas dengan drama yang di tayangkan di Televisi.

Hatinya yang tadinya penuh dengan kekhawatiran menjadi lebih tenang saat mendengar suara batin tersebut. Kyuhyun tersenyum sekilas. Lalu, dia memandang Siwon yang sedang menatapnya tanpa berkedip membuatnya merona.

"Kau baik baik saja, Hyung?"

"Ah? Ne, Aku baik baik saja"

Siwon menjadi salah tingkah saat dirinya ketahuan sedang menatap Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum simpul melihatnya.

.

.

.

Di lain tempat, Heechul dan Kibum sedang menikmati makan malam yang sudah mereka pesan di sebuah restoran berbintang lima.

"Kau jangan berbasa basi denganku, Hyung"

Kibum yang sudah selesai memakan makanannya, langsung berbicara to the poin kepada Heechul. Heechul menyeringai.

"Kau tahu rencana kita?"

"Cih, aku tidak mau melakukannya. Itu akan menyakitinya dan mungkin menyakiti kita"

"Tidak mungkin dia menyakiti dia. Aku hanya ingin memberi iblis sialan itu pelajaran karena telah membuat adik dan ibuku tersiksa karenanya"

"Kau tahu. Aku itu…" Sebelum Kibum menyelesaikan kalimatnya, Heechul telah memotongnya.

"Aku tahu, Kibum-ah"

"Kau tahu? Sejak kapan?" Heechul menyeringai. Sedangkan, Kibum memandangnya tak suka.

"Sejak kau masuk menjadi member baru" Kibum terperangah dengan jawaban yang diberikan Heechul.

"Kau membuatnya menyalahkan arti kasih sayangmu, Hyung" Kibum tertawa prihatin kepada Heechul.

"Aku tahu. Aku akan membuat kegelapan itu dapatng lebih cepat, kita akan lihat seberapa besar kekuatan iblis sialan itu" Kibum kembali ke sosok tenangnya.

"Kita bisa terbunuh olehnya, Hyung!" Peringat Kibum menatap tajam Heechul. Namun, Heechul tidak perduli dengan peringat tersebut.

"Kau mencintainya, bukan?" Kibum terdiam. Ia membuang mukanya. Heechul lagi lagi menyeringai kepadanya.

Mereka saling bertatapan. Mulut mereka tidak bergerak sama sekali. Namun, mereka meneruskan pembicaraan tersebut melewati pikiran mereka. Kalian tahu telepati? Kemampuan berkomunikasi melewati pikiran?

'Bagaimana kau tahu, Malaikat berperangai Iblis?'

'Tatapan mu itu yang memberitahuku, Iblis berperangai Malaikat'

'Sialan kau!'

'Kau tidak bisa lagi mengelabuiku lagi, Kibum-ah'

'Diam kau!'

'Kau mau bekerja sama denganku'kan?'

'Belum tentu!'

'Aku akan membantumu merampasnya dari Siwon'

'Cih…'

'Kau tahu? Dalam buku para malaikat, adik malaikat tidak akan membantah kakak-nya'

'Kau akan menghipnotisnya? Kau bodoh atau apa'

'Kau yang bodoh, Iblis sialan! Aku tidak menghipnotisnya, tidak ada sejarah yang mengatakan malaikat bisa menghipnotis'

Heechul menatapnya kesal sambil memutar bola matanya malas. Kibum terkekeh dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Orang orang yang berada di sekitar menatap mereka aneh.

'Ya! Aku percaya bahwa orang orang tidak akan mempercayai kehidupan malaikat seperti mu itu semiris ini'

'Kau menghinaku?'

'Tidak. Hanya saja aku memberitahu faktanya saja'

Kibum menatap keluar jendela restoran. Karena mereka duduk tepat di samping jendela dan meja yang paling ujung. Kibum tahu kalau makhluk di depannya bersiap siap akan melemparkan piring kepadanya.

"Maaf anak muda. Itu piring restoran. Dapatkah anda menurunkannya lagi?" Tanya seorang pelayan dengan sopannya, namun dapat membangkitkan aura hitam dalam dirinya membuat pelayan wanita paruh baya itu terdiam.

'Dia tidak tahu kalau umur mu itu melebihi umurnya, Hyung'

Heechul menatapnya tajam, namun Heechul melihat Kibum menahan tawanya.

'Kau tidak langsung mengakui kalau aku tua'

'Kau tahu? Kita sama sama tua hahaha'

Heechul menghembuskan nafas beratnya mencoba menahan kemarahannya. Astaga! Dia benar benar tidak cocok di pilih menjadi malaikat oleh Tuhan.

.

.

.

#AT WONKYU'S ROOM

PKL 10.00 P.M

"Kau tidak tidur, Kyu?"

Siwon memecahkan keheningan diantara mereka. Saat ini, mereka tidur saling membelakangi. Namun, mereka menyadari kalau masing masing belum tertidur.

"Hmm"

Jawab Kyuhyun singkat. Mereka masih mempertahankan posisi masing masing.

"Kenapa tidak tidur?"

Tanya Siwon sedikit canggung. Kyuhyun pun merasakan hal yang sama. Namun, ia dapat menguasai dirinya.

"Belum mengantuk. Hyung sendiri?"

Tanya Kyuhyun balik, sedikit melirik kearah Siwon lewat ekor matanya.

"Sama"

"Aku takut, Hyung"

Tanya Kyuhyun sambil mempoutkan bibirnya lucu. Sayangnya, Siwon tidak melihat pemandangan itu.

"Takut? Takut apa?"

"Kegelapan itu"

Jawab Kyuhyun lirih tanpa di sadarinya tentunya. Kyuhyun menutup mulutnya sambil memukul kepalanya pelan.

"Apa? Aku tidak mendengarmu"

Sebenarnya, Siwon dapat mendengarnya dengan jelas. Tetapi, yah dia tidak mau membebani pikiran Kyuhyun karena dia sudah tahu siapa itu Kyuhyun, dan dari mana asal Kyuhyun sebenarnya.

" Tidak ada apa-apa"

Kyuhyun bernafas lega saat mendengar pertanyaan Siwon yang sepertinya tidak mendengarnya yah walaupun itu hanya menurutnya.

Siwon tersenyum, ia dapat merasakan kelegaan dalam jawaban Kyuhyun.

"Hah~ Sepertinya sebentar lagi hidup kita akan sedikit susah, Kyu. Aku tidur dulu ya~"

Kyuhyun mencoba mencerna arti dari perkataan Siwon. Apa yang dimaksud dengan pria tampan itu?

'Apa dia tahu?'

Pertanyaan itu berputar putar di kepala Kyuhyun. Kyuhyun mencoba membaca apa yang sedang di pikirkan oleh Siwon. Namun, tidak ada yang di pikiran oleh Siwon. Kyuhyun berbalik dan melihat punggung Siwon yang naik turun secara teratur. Mungkin, pria tampan tersebut benar benar sudah tertidur.

Setelah Kyuhyun tertidur, Siwon membuka matanya dan tersenyum senang. Dia tadi hanya membuang pikirannya jauh jauh, agar pria cantik itu tidak dapat membaca yang ada dipikirkannya.

"Kau pikir aku tidak tahu dengan kemampuanmu itu, sayang?"

Siwon berbalik dan mengelus pipi chubby itu. Siwon melakukannya dengan kesadarannya. Dia sudah mengetahui apa yang di rasakannya terhadap Kyuhyun. Ia harus cepat menyadari apa yang ia rasakan kepada Kyuhyun, dan dia menyadari hal itu.

"Sepertinya aku harus mempelajari ilmu ilmu telekinesis"

Katanya sambil menganggukan kepalanya. Lalu menggidikan bahunya dan memeluk tubuh berisi yang sangat pas dan sangat empuk ketika di peluk itu.

Siwon merasakan Kyuhyun mengeratkan pelukannya dan ia tersenyum karenanya. Dia berjanji akan menjaga Kyuhyun dengan segala kekuatannya. Apa pun itu. Termasuk nyawanya sekali pun.

.

.

.

"Kau bersiap, Kibum-ah?"

"Tentu"

"Kita akan membuat kegelapan yang menakutkan dan tidak akan pernah di lupakan oleh para member dan Kyuhyun sendiri"

"Kau yakin?"

"Tentu saja"

"Kau pasti akan menyesal"

"Tidak akan pernah, Kibum-ah. Demi adik dan ibuku"

"Aku akan membuat sejarah yang menakutkan untuk para iblis"

"Kau menyinggungku, Hyung?"

"Jangan memanggilku Hyung! Aku bukan Hyung-mu!"

"Kau itu lebih tua dariku, Hyung"

"Terserah!"

"Cepat persiapkan"

"Baiklah. Jangan memerintahku terus!"

"Baiklah. Aku tidak akan membantu mu mendapatkannya"

"Sialan!"

TBC

Chapternya cukup panjang dari yang lain kan? Yah walaupun cumin 2000 aja hahaha…

Udh update asap nihh dan makin gak nyambung hahaha

Sorry For Typos yaa

MIND TO RNR?

KEEP CALM AND SHIPP WONKYU

^^BerryKyu^^