~ Noona ~
Happy Reading Guys...
~Percayalah Typo Merupakan Karya Terindah~
BGM IKON - Love Scenario
"Akhir pekan nanti bagaimana kalau kita menginap di villa milik ibuku, didekat pantai Naksan di Gangwon-do?," Luhan, Sehun, Jongin dan Chanyeol tengah mengobrolkan rencana liburan akhir pekan yang jarang mereka lakukan diluar daerah selain di Seoul.
"Lalu liburan akhir pekan itu akan menjadi liburan akhir pekan untuk kalian berdua dengan aku dan Chanyeol yang menjadi bodyguard kalian?," Jongin tidak menerima usul Luhan, karena jika mereka pergi berlibur pasti ujung-ujungnya Sehun dan Luhan akan berada dalam dunia mereka sendiri, bermesraan memperlihatkan kemesraan mereka didepan Jongin dan Chanyeol.
"Suruh siapa kalian berdua menjomblo huh!," Luhna menjulurkan lidahnya pada Jongin
"Ajak saja salah satu fans kalian, manfaatkan dengan sebaik-baiknya fans kalian." Sehun memberi ide yang kembali ditolak oleh Chanyeol dan Jongin yang menggeleng spontan.
"Pokoknya akhir pekan ini aku ingin kepantai dan kalian berdua harus ikut bersama kami!," Luhan kemudian menatap Chanyeol, sepupunya "Ingat ya Chanyeol, aku akan melaporkan kebiasaanmu yang suka menyanyi di Cafe dengan Band abal-abalmu itu pada paman jika kau menolak ikut pergi, jadi kau harus menurutiku."
Ancaman Luhan memang ampuh, terbukti Chanyeol hanya mampu berdecih tidak suka ketika Luhan memiliki kartu As nya.
Chanyeol seorang vocalis sekaligus gitaris disebuah Cafe dipinggiran kota Seoul, namun hobi nya ini tidak diketahui ayahnya. Karena jika ayahnya tahu sudah dipastikan ia tidak akan berada lagi di Korea.
Ayah Chanyeol tidak menyukai Chanyeol yang menggemari musik karena Chanyeol harus mewarisi perusahaan ayahnya, LY Enterprise. Maka dari itu setelah ia lulus dari SHS Chanyeol diperintahkan ayahnya mendaftar kuliah bisnis di Universitas Seoul.
Sebagai pengobat tekanan yang diberikan ayahnya, Chanyeol diam-diam suka ikut bergabung dengan band kecil yang selalu tampil id Cafe kecil itu, dan karena penampilannya yang memukau Cafe kecil yang selalu ia datangi itu selalu ramai oleh para gadis yang ingin melihat penampilannya yang keren diatas panggung.
"Ini masih hari Rabu Luhan," Chanyeol menggeleng, cukup di buat keheranan dengan antusias Luhan yang sudah merencanakan liburan mereka jauh-jauh hari.
"Karena itu aku mengatakannya sekarang, dengan begitu kalian bisa mencari pasangan."
"Terserah kau saja." Chanyeol memilih bangkit dan kembali ke kelasnya sendirian. Ia memilih untuk mengirim pesan singkat pada seorang wanita yang kini selalu ia pikirkan.
Dilain tempat Baekhyun sedang tertidur pulas dimeja kantornya setelah mati-matian menahan kantuk. Kyungsoo sendiri tengah menghadiri meeting bersama bos mereka, Kris.
Baekhyun sebenarnya harus menyelesaikan laporan keuangan, namun karena rasa kantuk itu tidak bisa tertahankan jadilah ia tidur dengan menumpukan kedua tangannya diatas meja sebagai bantalnya.
Namun karena suara panggilan masuk dan pesan singkat berbunyi dari ponselnya yang terletak dekat telinganya, ia yang tengah tertidur nyenyak harus terbangun secara spontan dan jatuh dari kursinya karena reflek tubuhnya.
"Aahhhhh sial," Baekhyun memegangi tangan kirinya, ia jatuh kesamping yang alhasil tubuh sebelah kirinya yang mendarat mulus pada lantai "YAKKK PONSEL SIALAN."
Umpatan itu ia berikan pada ponselnya yang menyala karena ada panggilan masuk dan pesan.
Dengan wajah kesal ia mengambil ponselnya dan mengeryit ketika melihat panggilan tak terjawab dan sebuah pesan singkat dari nomor yang tidak ia ketahui. Terlebih isi pesannya terasa sangat formal sekali.
Selamat siang, apa ini dengan Noona B? Tolong balas pesan ini jika benar.
Ia pun langsung mengetikan balasan untuk pesan yang baru masuk itu dengan nafsu yang membara.
06xxxxxxxxx
AKU SAMA SEKALI TIDAK BERMINAT DENGAN APAPUN YANG INGIN ANDA KATAKAN.
Karena Baekhyun yang terbiasa mendapat sms dari para sales yang menawarkan produknya, Baekhyun berpikir mungkin yang satu ini juga salah satu dari sales yang kadang sampai menelponnya ketika mereka menawarkan produk-produknya.
Ia mereganggkan tubuhnya dan memijat tangan kirinya karena sakit.
"Padahal aku sedang bermimpi dengan Song Joong Ki oppa," keluhnya karena mimpi indahnya terganggu "Sedikit lagi aku berciuman dengan Joong Ki Oppa, arrghh dasar sales sialan." Rutuk Baekhyun pada ponselnya.
Namun ponselnya tiba-tiba saja berbunyi kembali. Kali ini panggilan telepon dari nomor yang sama, Baekhyun tentu saja tertawa mengejek melihat nomor yang barusan baru saja ia kirim balasan. Ia langsung saja mengangkatnya dan kembali marah-marah.
"Yakk dengar ya sales sialan, aku sama sekali tidak tertarik dengan apapun yang kau tawarkan padaku, jadi berhenti menawarkan produk-produk aneh pada.."
"Maafkan saya noona B, tapi saya seorang guru bukan sales." Ucap seseorang disebrang sana.
"Hah!," Baekhyun membeku ditempatnya, ia menjauhkan ponselnya untuk mengecek kembali nomor itu. Tapi itu bukan nomor gurunya sewaktu dia SHS ataupun kuliah.
"Kenalkan saya Choi Minho, saya guru adik anda Park Chanyeol," guru yang bernama Minho itu menjelaskan siapa dirinya "Saya menelpon anda karena Chanyeol hanya menyimpan nomor anda diponselnya."
Baekhyun masih diam, ia masih mencerna tentang ucapan si penelpon yang mengaku sebagai guru dari siapa tadi? Park Chanyeol?
Ia ingat sekarang siapa Park Chanyeol, anak muda yang kerap membantunya akhir-akhir ini. Baekhyun kembali mendekatkan ponselnya dan menjawab panggilan si penelpon yang baru saja memanggil-manggil dirinya.
"Ah nee, tapi saya..." belum selesai ia bicara, guru yang bernama Minho itu kembali mengintrupsi ucapannya.
"Chanyeol ketahuan oleh saya membawa ponsel kesekolah, dan itu dilarang disekolah kami jadi saat ini ia tengah saya hukum untuk membersihkan toilet sekolah. Tapi jika ingin ponselnya kembali harus ada walinya yang mengambil, untuk itu saya menelpon anda..eummm nama kontak anda diponselnya disimpan dengan My Noona B, jadi kupikir anda kakak perempuan Chanyeol."
Baekhyun tidak bisa mengatakan apa-apa lagi selain mengiyakan saja apa kata guru Chanyeol yang berbicara tanpa memberi jeda dan memberikan kesempatan dirinya untuk menjelaskan siapa dirinya.
Awalnya ia berpikir untuk apa dia menolong bocah yang baru di temuinya? Tapi bagaimanapun juga dia memang sudah berkali-kali ditolong Chanyeol, jadi tidak ada salahnya kan kalau dia ingin membalas budi anak itu.
Dengan penuh rasa sedikit keterpaksaan Baekhyun akhirnya harus kesekolah Chanyeol karena ia juga tidak tega jika tidak menolong anak itu.
Baekhyun memberitahu bosnya, Kris si botak (katanya) untuk izin dengan alasan tidak enak badan. Kris yang merasa berdosa akhir-akhir ini selalu menyusahkan Baekhyun hanya membolehkan Baekhyun pulang lebih cepat dari, bukan pulang lebih cepat.
Lebih tepatnya Baekhyun hanya bekerja setengah hari, mengingat ini jam makan siang.
Ada untungnya juga dia menolong Chanyeol, bisa bolos setengah hari.
Baekhyun memilih menelpon taxi untuk bisa sampai kesekolah Chanyeol, karena jika menaiki Bis ia harus menaiki bis beberapa kali untuk bisa sampai ke sekolah Chanyeol, dan itu akan menyita waktu banyak.
Baekhyun hanya mampu menelan salivanya ketika melihat angka yang harus dibayar olehnya ketika sudah sampai sekolah Chanyeol.
"Itu ongkosku selama 3 hari." Baekhyun memberungut seraya membawa tubuhnya masuk kedalam sekolah Chanyeol "Bocah itu harus mengantar dan menjemputku pergi kerja, awas saja kalau dia tidak mau." Gerutunya
Karena tubuhnya yang mungil dan masih terlihat seperti seorang siswa SHS, beberapa kali Baekhyun harus tersenyum canggung ketika beberapa siswa laki-laki memperhatikannya dan menggodanya.
Menikmati dirinya yang menjadi pusat perhatian para siswa laki-laki, Baekhyun sampai tidak memperhatikan jalannya hingga akhirnya ia tidak melihat jika ada sebuah batu didepannya.
Otomatis dirinya jatuh ketika high heel nya menginjak batu kerikil kecil itu.
"Aduhh," Baekhyun ingin menenggelamkan dirinya ke tanah jika ia seorang tikus tanah.
Para siswa wanita yang berada disana menahan tawa untuk tidak menertawakan Baekhyun, sedangkan siswa laki-laki berusaha membantu Baekhyun untuk bangun dan menawari Baekhyun untuk mengobati luka dilutut Baekhyun.
Baekhyun menolak tawaran mereka dan memilih untuk segera mencari ruang guru dan menemui guru Minho yang menelponnya. Sesampainya didepan ruangan guru dengan papan nama Choi Minho ia pun segera masuk kedalam setelah mengetuk pintu dan dipersilahkan masuk.
"Oh Minho-ah," Baekhyun memekik ketika ternyata Choi Minho yang menelpon dan mengaku guru Chanyeol adalah teman sewaktu ia berkuliah.
"Baekhyun?," Minho menyapa Baekhyun setelah menutup buku yang tengah ia baca diruangannya "Apa kabarmu?."
"Ah aku baik-baik saja, tapi ahhh" Baekhyun duduk ketika Minho menyuruhnya untuk duduk di sofa yang ada diruangannya dengan raut wajah menahan perih karena lututnya yang terluka.
"Sedang apa kau disini? Ya ampun lututmu," tanya Minho seraya mencari kotak p3k untuk mengobati lutut Baekhyun
"Ah bukankah kau yang menelponku? Aku pikir itu bukan Choi Minho kau."
Minho terdiam sebentar dan setelah ingat ia menelpon kakak perempuan Chanyeol akhirnya Minho mengerti.
"Jadi kau kakak Chanyeol? Tapi bukankah dulu kau bilang kau anak tunggal dikeluargamu?," Minho kembali mendekat untuk mengobati lutut Baekhyun.
Minho dan Baekhyun dulu pernah dekat, jadi Minho tahu sedikit tentang keluarga Baekhyun yang diceritakan langsung oleh Baekhyun.
"Ah dia sepupuku haha." Baekhyun tertawa untuk menutupi kebohongannya.
"Kau punya sepupu di Seoul tapi dulu kau harus menempati apartemen yang jaraknya jauh sekali dari kampus!."
Baekhyun mendadak menjadi benci pada Minho yang menjadi banyak bicara dan bertanya ini itu tentangnya, Baekhyun sudah akan kembali berbicara ketika pintu ruangan Minho terbuka dan menampilkan Chanyeol yang datang kesana dan langsung menarik Baekhyun dari hadapan Minho yang duduk berdekatan dengan Baekhyun.
"Kenapa kau menelpon dia?," Baekhyun terhenyak ketika mendengar nada sinis dari Chanyeol yang ditujukan untuk Minho yang notabene-nya adalah gurunya sendiri.
"Sopanlah pada gurumu," jawab Minho tak kalah sinis, ia menyimpan kapas yang digunakan untuk mengobati Baekhyun dan menatap Chanyeol.
Chanyeol memutar bola matanya dan kembali menatap Minho dengan tidak bersahabat.
"Dia kekasihku, bukan waliku jadi jangan berharap kau bisa mendekati kekasihku," Chanyeol memilirik ke meja kerja Minho dan mengambil ponselnya seraya menarik Baekhyun keluar dari ruangan Minho.
"Hah anak itu masih saja sinis padaku," Minho menghela nafasnya kasar lalu membiarkan kedua manusia berbeda jenis kelamin itu keluar dari ruangannya.
Choi Minho kerabat jauh Chanyeol, ayahnya dan ayah Minho bersepupu. Penyebab Chanyeol membenci Minho karena ayah Minho yang selalu mengompori ayahnya agar Chanyeol meneruskan bisnis ayahnya, karena ayah Minho juga akan menyerahkan perusahaannya kepada Minho ketika nanti ayahnya pensiun dari perusahaan. Minho sendiri sekarang sudah diam-diam membantu ayahnya walau ia seorang guru juga disekolah Chanyeol.
"Hei lepaskan aku Chanyeol," Baekhyun berusaha melepaskan dirinya dari Chanyeol yang terus menariknya paksa menuju arah parkiran sekolah. Para siswa yang memperhatikan keduanya hanya bingung karena tidak tahu apa yang telah terjadi.
Namun para siswi yeoja terlihat memasang wajah sedih ketika Chanyeol yang menarik tangan Baekhyun menuju parkiran sekolah. Mereka semakin memekik histeris kecewa dan beberapa sampai ada yang jatuh pingsan ketika Chanyeol yang menggendong tubuh Baekhyun di pundaknya selayaknya karung beras.
Sebenarnya Chanyeol tengah marah kali ini.
Sebelum ia masuk kedalam ruangan Minho ia mendengar dari Jongin jika ada seorang wanita bertubuh mungil dan cantik datang ke sekolah dan mencari Chanyeol dan ruangan guru Minho. Ia ingat jika ponselnya tengah ditahan oleh Minho dan ia menyimpan Baekhyun dengan nama My Noona B, jadi sudah dipastikan jika Minho menelpon Baekhyun dan menyangka Baekhyun kakaknya.
Ia langsung berlari seraya melupakan tasnya yang ai serahkan pada Jongin untuk membawanya ketika pulang nanti, ia lalu berlari keruangan Minho.
Masa bodo dengan sekolahnya yang belum selesai, ia tidak ingin jika incarannya juga harus di incar oleh Minho. Ia tidak ingin kejadian beberapa tahun silam kembali terjadi, karena ia terlambat maju dan didahului oleh Minho.
Hmmmmmmmmmmm ada sesuatu sepertinya diantara Chanyeol dan Minho.
"YAKK BOCAH SIALAN APA YANG KAU LAKUKAN!," Baekhyun yang sudah masuk kedalam mobil Chanyeol semakin marah ketika Chanyeol memakaikannya sabuk pengaman dan langsung melesat meninggalkan sekolah menggunakan mobilnya.
"Hei kita mau kemana?," Baekhyun itu cerewet. Sayang Chanyeol tidak tahu itu.
"Kenapa ke jalan ini? Kau mau membawaku kemana?," Baekhyun masih melihat-lihat keluar jendela mobil "Kau tidak berniat menculikku kan bocah?," Baekhyun belum berhenti mengoceh.
"Hei jawab aku." Baekhyun memicing pada Chanyeol yang masih diam belum menyahutnya.
Merasa sia-sia saja ia berteriak atau bertanya pada Chanyeol yang pasti tidak akan menjawabnya, akhirnya Baekhyun memilih diam menunggu akan dibawa kemana dirinya oleh Chanyeol yang masih pokus menyetir.
"Kau sudah mendapat SIM?," namun Baekhyun tetap Baekhyun.
"Aku sudah 18 tahun," kali ini dijawab Chanyeol.
"Baru juga 18 tahun," komentar Baekhyun. Chanyeol menyeringai ketika mendengar nada Baekhyun yang terkesan meremehkan umurnya.
Ia memutar kemudi sekaligus ketika sampai diparkiran basement apartemennya yang membuat Baekhyun berteriak kaget karena tindakan brutal Chanyeol.
"YAKK SIALAN KAU INGIN MEMBUNUHKU, JANGAN SEKARANG AKU BELUM MENIKAH." Baekhyun memejamkan kedua matanya, dadanya terlihat naik turun karena bernafas cepat.
Chanyeol mencongdongkan tubuhnya ke arah Baekhyun, menunggu wanita itu membuka matanya setelah merasa tenang. Dan ketika Baekhyun membuka matanya Chanyeol tersenyum tipis mengejek.
"Jangan pernah meremehkan umurku yang baru 18 tahun, Noona." Chanyeol semakin mendekat pada Baekhyun yang terpojok diujung pintu mobilnya, Baekhyun reflek kembali memejamkan matanya.
'Apa dia akan menciumku? Andwae ciuman pertamaku harus dengan orang yang aku cintai,' – suara-suara itu terus terdengar dalam batin Baekhyun.
Namun nyatanya Chanyeol hanya ingin membukakan sabuk pengaman Baekhyun, ia kemudian keluar dan membuka pintu mobil tempat Baekhyun duduk. Tanpa Chanyeol ketahui jika sebenarnya Baekhyun masih memejamkan matanya dan masih terpojok disudut kursi.
Ketika pintu mobil itu terbuka tubuh Baekhyun terjatuh untuk yang ketiga kalinya sepanjang hari ini. Chanyeol yang melihatnya terperangah kaget dan membungkuk untuk membantu Baekhyun.
"YAKKK CHANYEOL," Baekhyun terteriak "Arhhggg sakit, pantatku." Baekhyun bangun setelah dibantu Chanyeol dan memegangi pinggang dan bokongnya.
"Kau sedang apa noona? Kenapa bisa jatuh?." Chanyeol yang tidak mengerti bingung kenapa bisa Baekhyun jatuh ketika ia membukakan pintu "Jangan-jangan kau masih menutup matamu ketika aku selesai membuka sabuk pengamanmu?."
Chanyeol tergelak, Baekhyun menendang tulang keringnya karena kesal. Sekarang gantian Chanyeol yang mengerang kesakitan.
"Rasakan itu bocah,"
"Itu bukan salahku kenapa kau marah padaku," Chanyeol mengusap-ngusap kakinya dan kembali ingin tertawa "Kau berpikir aku mau menciummu ya?." Goda Chanyeol lagi yang kembali tertaw.
"Berhenti tertawa atau kutendang junior-mu," ancam Baekhyun yang langsung saja Chanyeol mundur dan menutupi area privasinya.
"Oke maafkan aku," Chanyeol bergidik ngeri membayangkan juniornya harus kesakitan mendapat tendangan Baekhyun, kakinya saja masih terasa sakit ditendang Baekhyun apa lagi juniornya.
"Dimana ini? Kenapa kau membawaku kemari?," Baekhyun masih memegangi pinggangnya yang sakit.
"Apartemenku, ayo masuk aku akan mengobati lututmu." Chanyeol sudah akan menggendong Baekhyun namun Baekhyun mundur sebelum Chanyeol berhasil melakukannya.
"Apa yang sedang ingin kau lakukan? Aku bisa berjalan sendiri,"
Harusnya Baekhyun menolak untuk tidak masuk kedalam apartemen Chanyeol, tapi luka di lututnya cukup serius dan kalau dibiarkan nanti ia takut lukanya akan inpeksi dan menjadi lebih parah.
"Oke." Chanyeol mengangkat tanganya enggan berdebat sampai harus mendapat tendangan lagi.
Begitu sampai dialam apartemen Chanyeol, Baekhyun yang merasa kecapean terbaring begitu saja diatas sofa tanpa menunggu dipersilahkan duduk oleh pemiliknya. Chanyeol tersenyum melihat Baekhyun yang tidak terlihat malu-malu, Baekhyun memang sepertinya orang yang mudah akrab dengan orang lain.
Chanyeol kembali dari kamarnya setelah mengannti pakaiannya dengan boxer dan kaos tanpa lengan berwarna abu-abu. Otor-otot yang ia bentuk karena rajin berolahraga terlihat dikedua lengannya dan dada bidangnya.
Ukuran tubuh Chanyeol sepertinya tidak cocok untuk ukuran anak SMA.
Baekhyun diam saja ketika lututnya diobati oleh Chanyeol, lebih tepatnya Baekhyun sedang menikmati udara dingin dari AC yang berada diruangan itu.
"Tadi pagi saat kutanya tempat tinggalmu dimana, kau bilang menumpang, jadi kau menumpang dengan siapa disini?," Baekhyun terkadang mengeryit ketika Chanyeol mengobati luka dilututnya.
"Temanku, tapi dia sedang pergi ke China jadi aku sendiri disini." Jawab Chanyeol berbohong karena jelas-jelas ia tinggal sendiri diapartemen miliknya.
"Oh, ahhh," Baekhyun terbangun ketika perih menjalar dilututnya "Lakukan dengan pelan itu sakit." Ucapnya
"Bukankah itu terdengar sedikit ambigu?," Chanyeol menatap wajah Baekhyun dan tersenyum ketika melihat Baekhyun merona "Oke aku akan melakukannya pelan-pelan."
Dan acara mengobati lutut Baekhyun pun selesai, kini Baekhyun tengah menunggu Chanyeol yang tengah memasak untuknya. Baekhyun jadi terpesona pada Chanyeol ketika melihat pemuda itu tampak lihai memasak didapur. Ketika seperti ini Baekhyun lupa jika pemuda itu masih berumur 18 tahun dan berbeda 5 tahun dengannya.
"Tampan sekali," gumanya pelan yang terdengar oleh Chanyeol yang memunggunginya. Chanyeol mengulum senyumnya.
Ia segera menyelesaikan masakannya dan membawanya keruang tengah dimana Baekhyun masih duduk disana menunggu dirinya selesai memasak. Mereka pun makan dengan sesekali ditemani perdebatan sengit tentang pembahasan tadi siang kenapa Baekhyun kesekolah.
"Kenapa kau mengatakan bahwa aku ini kekasihmu?," Baekhyun tidak terima ketika dirinya ingat diklaim sebagai kekasih anak muda itu.
"Kau mau Minho mendekatimu?,"
"Minho itu temanku sewaktu kuliah, asal kau tahu itu." jawab Baekhyun yang membuat wajah Chanyeol mengeras
"Jadi kalian sudah saling mengenal?." Lirihnya
"Tentu saja, kami bahkan sanga T." Baekhyun menekankan kata dekat sampai sangat jelas terdengar seperti mengeja.
Chanyeol tersenyum mengejek, ia kembali kalah dari Minho.
"Rupanya aku akan kalah lagi darinya," ucapnya pelan namun masih terdengar oleh Baekhyun.
"Maksudmu?," Baekhyun tidak mengerti apa yang dikatakan pemuda itu.
"Tidak," Chanyeol bangkit dari duduknya dan pergi kekamar mengganti celana dan memakai jaket kulitnya "Ayo kuantar pulang." Tanpa berucap lagi ia kemudian pergi keluar lebih dulu.
Baekhyun tampak tergesa-gesa membawa tasnya dan menyusul Chanyeol, ia merasakan lututnya masih terasa sakit dan sepertinya ia harus meminta izin tidak masuk kerja besok pada Kris.
Mudah-mudahan saja bosnya itu tidak memotong gaji-nya, jika Kris memotong gaji-nya ia akan demo langsung pada Kris karena selama ini juga bos botaknya itu selalu menyusahkannya.
~ Noona ~
Tidak terasa hari berlalu begitu cepat dan hari ini sudah hari jumat, itu tandanya besok adalah akhir pekan, Baekhyun menyesap kopi dikantin perusahan berusaha menikmatinya dengan santai.
"Kau terlihat menjijikan ketika meminum kopimu dengan wajah seperti itu," komentar Kyungsoo pedas.
Baekhyun berusaha mengabaikannya dan tetap menikmati kopinya seraya memejamkan kedua matanya. Namun itu tidak berlangsung lama ketika Kris, bos botaknya lewat seraya menepuk pundaknya.
Kopi Baekhyun tumpah.
"YAKKK BOS KAU SENGAJA YA?," Teriak Baekhyun yang hanya mendapat tawa dari Kris yang berlari menjauh menghindari amukan Baekhyun.
"HAHAHA," Kyungsoo sudah tertawa melihat Baekhyun menahan kesal terhadap bosnya sendiri.
Baekhyun mendengar ponselnya bergetar, ia melirik ponselnya dan ternyata itu pesan dari Chanyeol, ia pun membuka isi pesan yang dikirimkan oleh Chanyeol.
- Chanyeol Child
"Noona yeppeo, tapi sayang noona bukan milik aku,"
Ingin rasanya Baekhyun membanting ponselnya ketika pesan masuk itu berbunyi. Ia pikir itu pesan dari keluarga atau temannya, ternyata itu dari Chanyeol. Iya Chanyeol, pemuda siswa Senior High School yang gencar mendekatinya akhir-akhir ini
Tuhan, dia bukan gadis remaja yang ingin dirayu dan di gombali anak remaja sekolah. Dia wanita dewasa yang membutuhkan lelaki dewasa dan mapan untuk mengajaknya menikah, bukan berpacaran dan bermain-main. Ia sudah lelah dengan semua itu.
"Haha kau dipepet seorang bocah Baekhyun?."
Si kejam Kyungsoo sahabatnya, tidak bisa berhenti tertawa dan mengolok-ngolok dirinya karena tahu ia didekati seorang remaja Senior High School yang baru akan lulus tahun ini.
Ia sudah bercerita pada Kyungsoo tentang pertemuannya dengan Chanyeol yang kini menjadi dekat dan bahkan Chanyeol menjemputnya dan mengantarnya ke perusahaan untuk mengganti ongkos taxi yang Baekhyun bayar ketika harus datang kesekolahnya tempo hari.
"Kyung aku tidak suka bronies tapi dia terus mendekatiku."
"Hah bronies?."
"Eummm brondong manis hehe."
"Najis."
"Yakkk Kyung dia bukan najis dia bronies"
"Terserah"
Baekhyun mendesah pasrah dan membawa tubuhnya beranjak pergi dari kantin perusahaan untuk kembali ke ruangannya. Mengabaikan Kyungsoo yang meneriakinya untuk menunggu.
Hari itu pun berakhir dengan wajah kesal Baekhyun terhadap Kyungsoo yang terus mengolok-ngoloknya bahkan setelah mereka sampai diruangan mereka. Dan Baekhyun pun mengeluarkan sumpah serapahnya jika nanti Kyungsoo akan mendapatkan brondong juga yang akan mengejar-ngejarnya seperti Chanyeol mengejar-ngejar dirinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Shor Story
"Hunie bantu aku mencari tahu wanita yang digendong Chanyeol waktu itu disekolah!," Luhan yang tengah dirapikan rambutnya oleh pegawai salon meminta bantuan kekasihnya yang tengah setia menunggunya sambil menikmati pijatan relaksasi dikepalanya.
"Ku dengar dari Chanyeol ia pegawai perusahaan ayahnya, tanya saja pada Kris." Usul Sehun
"APA PEGAWAI PAMANKU," Luhan berteriak sampai-sampai rambutnya yang tengah diluruskan menjadi berantakan "AHHH PANAS." Pekiknya ketika hair iron (catokan) yang digunakan pegawai salon mengenai telinganya.
"Astaga sayang kau harus nya diam," Sehun membantu Luhan yang terlihat memegangi telinganya.
"Ini gara-gara kau,"
"Kenapa aku?," Sehun tentu saja tidak terima ketiak Luhan menyalahkan nya tanpa sebab.
"Kau mengatakannya tiba-tiba, tentu saja aku kaget bodoh." Luhan cemberut dan Sehun hanya bisa menghele nafas.
"Aku hanya memberitahumu, kau kan meminta bantuanku." Sehun masih mendinginkan telinga Luhan dengan es batu yang dibawakan pegawai salon.
Untung saja mereka di salon langganan yang biasa mereka datangi, jadi pegawai salon disana sudah biasa melihat kedua pasangan muda ini.
"Tapi kau mengangetkan aku Sehunie~~,"
Oke Sehun kalah
"Oke aku minta maaf ya Luhanie sayangku~~."
Dan seperti itulah mereka berbaikan, cukup dengan Sehun yang meminta maaf dengan nada yang terdengar menjijikan jika Chanyeol dan Jongin yang mendengarnya.
.
.
.
.
.
.
TBC
Jadi sebenarnya aku itu kalau bikin FF cuma berdasarkan imajinasi aja, kagak pernah liat real lokasi dan sebagainya jadi maaf kalau ada tempat yang tidak sesuai faktanya dan maaf banyak typo, kadang aku suka lupa soalnya di ff lain namanya ini dan di ff ini namanya ini. so sorry dan terima kasih sudah mengoreksi.
