Disclaimer:

Axis Power Hetalia © Hidekaz Himaruya.

Pairing: Kalian akan menemukannya sendiri.

Rating: M biar aman.

Genre : Supernatural/Drama/Friendship/Fantasy.

Warning: OOC mendewa,ABSURD,TYPO BANYAK, mungkin akan membuat kehidupan anda menjadi absurd se absurd absurdnya sang author kaga jelas, drama. Jika anda membaca ini hargailah penulis jika tidak menghargai penulis. Saya sarankan anda jangan membaca cerita penulis yang aneh dan ga jelas. Ini adalah cerita sebuah cerita fiksi yang telah banyak diketahui dan saya peringatkan lagi bahwa tidak ada unsur kesengajaan.

Keterangan :

"Kalimat dalam hati, bahasa asing"

"Kalimat langsung"

Happy Reading!~

Troblemaker

Normal POV

"Arthur Kirkland!" panggil seorang gadis yang bernama Alice Rosangelynz, angin yang agak kecang itu menerpa wajah Alice Rosangelynz hingga rambutnya bergelombang mengikuti arah angin, Alice Rosangelynz menatap wajah Arthur Kirkland dengan amat marah karena bekas gigitan di leher Alice Rosangelynz itu masih berbekas. Kaki-kaki Alice Rosangelynz berjalan mendekati Arthur Kirkland yang berjalan agak kasar sekali lagi Alice Rosangelynz berteriak "Arthur Kirkland!"

Cuaca panas hari ini menambah perasaan kesal Alice Rosangelynz pada Arthur Kirkland.

"Apa yang kau lakukan padaku!" Alice Rosangelynz tepat berada di depan Arthur Kirkland yang mengepalkan kedua tangannya, hampir saja Alice Rosangelynz meninju Arthur Kirkland kalau tidak Arthur Kirkland tangkis.

Sebuah kerutan muncul diantara kedua alis Arthur Kirkland sembari tetap memegang kedua tangan Alice Rosangelynz "Aku, siapa?"

Mendengar hal itu Alice Rosangelynz semakin kesal dengan tingkah Arthur Kirkland "Jangan bercanda ya kau!" Alice Rosangelynz menendang kaki kiri Arthur Kirkland dengan keras.

Tanpa sadar Alice Rosangelynz itu malah mengenai benda pria yang berada di antara kedua kaki itu oleh betisnya, sama sekali tidak senagaja untuk mengenai benda itu di benak Alice Rosangelynz. Alice Rosangelynz kaget dan tidak dapat mempercayai perbuatannya barusan, namun pukulan telak benar-benar kencang itu membuat Arthur Kirkland berlutut memegangi benda yang terasa sangat sakit.

Alice Rosangelynz menutup mulutnya dengan kedua tangannya "Oh Astaga!" mencoba menenangkan napasnya, lalu berjongkok mengamati Arthur Kirkland "A-apa sakit?" tanya Alice Rosangelynz.

Arthur Kirkland menatap mata Alice Rosangelynz dengan perlahan untuk melihat ke arahnya "Sangat sakit." ujar Arthur Kirkland yang bibirnya melengkung kebawah.

"Ja-jangan berbohong kau." ujar Alice Rosangelynz dengan suara yang bergetar, merasa bersalah "Aku tau kau itu vampire, apa vampire juga bisa merasa sakit dibagian itu?" Alice Rosangelynz menutup wajahnya karena malu, bersalah dan takut.

Arthur Kirkland mengerutkan dahinya dan sedikit melotot pada Alice Rosangelynz "Tidak percaya?"

"Tidak!" Alice Rosangelynz itu langsung berdiri dan memalingkan muka ke arah lain.

Arthur Kirkland pun ikut berdiri "Tidak percaya, ayo kita lihat ini." tangan kanan Arthur Kirkland memegang kencang lengan kiri Alice Rosangelynz dan tangan kiri Arthur Kirkland menunjuk bagian yang sakit.

Arthur Kirkland tersenyum sekilas saat mata Alice Rosangelynz itu mengikuti arah bagian yang sakit itu.

"Arrrghh…" Alice Rosangelynz membuang muka lalu menarik Arthur Kirkland pergi menuju ruang kesehatan "Kita ke ruang kesehatan." dengan suara yang bergetar karena malu.

Arthur Kirkland itu diam saat ditarik olehnya, untuk pertama kalinya ada seorang gadis yang seperti ini.

"Pelan-pelan dong sakit nih." ujar Arthur Kirkland saat ditengah jalan menuju ruang kesehatan dan Alice Rosangelynz itu terdiam tanpa kata lalu memelankan jalannya itu sembari menuntun Arthur Kirkland.

Setibanya di ruang kesehatan, Alice Rosangelynz menatap Arthur Kirkland "Ekkhmm.." Alice Rosangelynz berisyarat matanya menyuruh Arthur Kirkland untuk duduk di kasur.

Arthur Kirkland yang tak mengerti mengerutkan kedua alis "Apa?"

"Duduklah." ujar Alice Rosangelynz sembari memegang kedua pundak Arthur Kirkland dan memaksanya duduk di kasur.

"So… What are you doing?" tanya Arthur Kirkland yang sekarang mengangkat kedua alisnya.

"Tidak tau.." suara Alice Rosangelynz berbisik, namun dapat didengar Arthur Kirkland.

Arthur Kirkland tersenyum menahan tawanya.

"Tapi pertama aku minta maaf." kepala Alice Rosangelynz tertunduk merasa bersalah "Tapi aku juga masih kesal dengan perbuatanmu ini." Alice Rosangelynz menatap Arthur Kirkland lalu memiringkan kepalanya dan menunjuk lehernya itu.

Arthur Kirkland mengenggam kedua telapak tangan Alice Rosangelynz "Kau juga duduklah." Alice Rosangelynz pun duduk dikasur tepat didepan Arthur Kirkland.

Arthur Kirkland merubah mata hijau zamburtnya menjadi mata vampire origin yang berwarna merah darah "Ini adalah rahasia terbesar." Arthur Kikland berdiri mengambil pisau perak lalu kembali duduk berhadapan dengan Alice Rosangelynz "Aku, vampire origin." ujar Arthur Kirkland sembari lengan kanannya dirobek dengan sengaja hingga kulit itu mengeluarkan darah lalu darah itu berhenti keluar dan lukanya mulai tertutup kembali "Berbeda dengan vampie lain yang membutuhkan darah untuk mengobati lukanya sendiri, karena aku adalah—" sebelum penjelasan Arthur Kirkland selesai, Alice Rosangelynz itu memotong pembicaraan.

"Vampire origin yang abadi, kecuali dia dibunuh oleh pasangannya." kepala Alice Rosangelynz perlahan menatap mata Arthur Kirkland.

"Yeah, dan perbuatanku itu." Arthur Kirkland menunjuk leher Alice Rosangelynz "Maaf…" tangan Arthur Kirkland memegang bekas gigitannya yang ada di leher Alice Rosangelynz.

"Ah!" Alice Rosangelynz meringis kesakitan lalu Arthur Kirkland menarik kembali tangannya.

Arthur Kirkland mengigit jari jemarinya sehingga keluar darah lalu tangan Arthur Kirkland itu memegang bekas gigitan yang berada di leher itu lagi, membalur plasma vampire originnya hingga luka yang ada di leher Alice Rosangelynz itu menghilang.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Alice Rosangelynz yang tidak mengerti dengan tindakan Arthur Kirkland.

"Menyembuhkanmu." ujar Arthur Kirkland.

Mendengar hal itu Alice Rosangelynz langsung memegang lehernya yang tadinya terluka menjadi mulus kembali "Bagaimana bisa?" Alice Rosangelynz keheranan lukanya bisa sembuh secepat ini.

"Aku beri tau satu rahasia besar lagi padamu, aku dapat menyembuhkan luka dengan cepat tapi aku tidak bisa menyembuhkan luka yang terkena oleh pedang yang dimiliki oleh Gauthier Weillschmidt sang malaikat Michael." ujar Arthur Kirkland.

"Jadi makhluk malaikat itu benar ada?" tanya Alice Rosangelynz yang semakin penasaran dengan penjelasan Arthur Kirkland.

"Yeah." Arthur Kirkland mengangguk.

TING TING TONG TONG…

Suara bel gereja berdentang keras, Alice Rosangelynz yang memiliki kelas siang "Arthur, aku kelas art dulu." Alice Rosangelynz berdiri, namun Arthur Kirkland memegang lengannya.

"Katakan, siapa namamu?" tanya Arthur Kirkland yang penasaran tentang gadis itu.

"Nama? Ku kira vampire origin sepertimu bisa menebak siapa pun nama manusia." ujar Alice Rosangelynz

Arthur Kirkland menaikan kedua alisnya "Hah?"

"Namaku Alice Rosangelynz, Alice okay?" Alice Rosangelynz melepaskan pegangan tangan Arthur Kirkland di lengannya itu "Aku akan terlambat, dah Arthur!" Alice Rosangelynz itu pergi keluar dari ruang kesehatan.

Arthur Kirkland terdiam melihat Alice Rosangelynz pergi, namun sebenarnya ia memikirkan perbuatannya kemarin malam. Bukankah kemarin malam itu Arthur Kirkland jelas-jelas merubah Alice Rosangelynz menjadi vampire slave, tapi nyatanya Alice Rosangelynz itu tidak ada sama sekali ciri-ciri adanya berubahan.

"Ku akui, Alice. Kau memang unik." ujar Arthur Kirkland.

.

Axis Power Hetalia © Hidekaz Himaruya

.

Sinar matahari berubah menjadi jingga, cahaya senjanya itu tidak alami menerangi kuburan yang terbengkalai di sekitar pinggir kota London itu. Angin yang berhembus pelan menerpa Natalya Arlovskaya itu berubah menjadi lebih kuat dan tak wajar membuat pasir-pasir, debu-debu di sekitar kuburan membutakan mata manusia untuk melihat keberadaan Natalya Arlovskaya.

Natalya Arloyskaya terus berjalan, kepalanya tegak, mata vampirenya yang merah itu mencari-cari sebuah kuburan vampire strigoi, mencari keberadaan Ivan Braginsky saudaranya serta pasangan hidupnya.

Natalya Arloyskaya sangat mengenal kuburan ini seumur hidupnya dan dapat mengetahui seluruh area ini bahkan dengan mata tertutup pun, namun keberadaan kuburan vampire strigoi memang susah dicari, karena ada sihir yang menutupi keberadaannya. Natalya Arloyskaya tidak menyerah dan terus mencari-cari hingga ia menyeberangi jembatan menuju area kuburan yang terlarang. Aura disekirarnya membuat kekuatan Natalya Arloyskaya melemah dan keberadaannya kini terlihat, namun Natalya Arloyskaya sendiri merasakan kuatnya keberadaan Ivan Braginsky di sekitar sini. Natalya Arloyskaya tiba-tiba merasa mengigil karena dinginnya udara disini. Natalya Arloyskaya semakin yakin bahwa pasangannya berada di dalam bawah tanah yang kini ia injaki, lalu ia yang membawa cangkul, dan sekop itu menggali tanah dengan kekuatan vampirenya hingga lebih cepat dari manusia biasa.

Sementara dari pihak vampire origin yang merasakan keberadaan yang berbahaya itu, langsung menemui vampire origin satu sama lainnya. Arthur Kirkland keluar dari ruang kesehatan dengan cepat, menuju atap Vladimir Academy dan bertemu dengan Gilbert Beilschemidt di atap.

Mereka vampire origin saling bertatapan, berbicara dalam pikiran.

"Kau merasakannya?" tanya Arthur Kirkland.

"Ya, disana." ujar Gilbert Beilschemidt sembari menunjuk lokasi.

Arthur Kirkland dan Gilbert Beilschemidt langsung bergerak, bertindak dengan insting mereka masing-masing menuju lokasi keberadaan vampire pembuat masalah. Mereka dapat mengenali keberadaan Natalya Arloyskaya karena saat di lokasi penelitian, darah Natalya Arloyskaya tercium.

Dari pihak Natalya Arloyskaya telah menemukan peti matinya vampire strigoi, lalu ia membuka peti mati itu dan terlihatlah tubuh Ivan Braginsky. Natalya Arloyskaya mengigit telapak tangannya hingga mengeluarkan plasma vampire, dan memberikan plasma vampire dengan meneteskan banyak plasma vampire yang masuk dari mulut Ivan Braginsky.

Arthur Kirkland dan Gilbert Beilschemidt dengan kekuatan vampire originnya telah sampai di kuburan terlarang itu. Mereka melihat Ivan Braginsky yang sedang menggendong Natalya Arloyskaya yang memang telah pingsan karena kekuatannya melemah.

Arthur Kirkland dan Gilbert Beilschmidt dalam posisi siap menyerang Ivan Braginsky, mereka menunjukan gigi-gigi taringnya saat dalam posisi siap menyerang "Grrr…"

Ivan Braginsky sang vampire strigoi pun tak kalah siap untuk menyerang mereka para vampire origin dengan tatapan yang kejam.

"Kalian akan mati, jika melawanku disini." ujar Ivan Braginsky matanya berubah menjadi berwarna merah marun, warna yang dimiliki kaum vampire strigoi, karena cahaya matahari sebentar lagi akan tenggelam, kekuatan Ivan Braginsky kurang lebih seperti vampire origin saat malam hari.

"Nonsense!" ujar Gilbert Beilschmidt "Matahari belum terbenam, aku membawa hadiah untukmu." Gilbert Beilschmidt membawa pasak perak yang berada di tangannya, Gilbert Beilschmidt memiliki kemampuan menggunakan elemen.

"Tak kusangka, kau mempersiapkan itu juga Gil." ujar Arthur Kirkland sembari tersenyum miring meremehkan "Kau tau kan Gil kekuatanku, masih ada matahari."

Ivan Braginsky bergerak dengan cepat menusuk jantung Arthur Kirkland dengan pedang perak "Arrggh!" teriak Arthur Kirkland, namun Arthur Kirkland yang kesakitan itu masih tetap hidup.

"Gak ada gunanya kekuatan hidup abadi disaat seperti ini Vlad!" Gilbert Beilschmidt mengatai Arthur Kirkland lemah sembari memfokuskan kekuatan elemen angin disekitar untuk mendorong Ivan Braginsky hingga terpental dan mengenai dinding rumah kuburan.

"Kau masih hidup?" Gilbert Beilschmidt mencabut pedang perak itu yang berada di punggung Arthur Kirkland yang telah terbaring di tanah.

"Dia!" Arthur Kirkland menunjuk Ivan Braginsky "Dia tahan terhadap matahari Gil." lalu Gilbert Beilschmidt itu melihat kearah Ivan Braginsky yang telah dilemparnya ke arah cahaya matahari dan Ivan Braginsky masih mengedong Natalya Arloyskaya.

"Holy shit." umpat Gilbert Beilschmidt sembari melotot kejam ke arah lawan.

"Aku lihat, Natalya memberikan sebuah cincin sihir." ujar Arthur Kirkland.

"Sialan! Dimana juga vampire hybrid itu sekarang." ujar Gilbert Beilschmidt yang membutuhkan bantuan.

"Kehehehe!" Ivan Braginsky tertawa sembari mulutnya miring kekiri "Lemah…lemah…LEMAH!" teriak Ivan Braginsky sembari melotot kearah kedua vampire origin di hadapannya.

"You are insane." ujar Arthur Kirkland sembari berdiri dan luka-lukanya mulai tertutup kembali secara perlahan, baju seragam akademinya kini robek dan terkena plasma vampire.

Arthur Kirkland yang masih lemah terhadap matahari dan tidak bisa mengeluarkan kekuatannya dengan maksimum itu membuat Gilbert Beilschmidt juga kewalahan menahan Ivan Braginsky dengan elemen anginnya, Ivan Braginsky masih tertahan pergerakannya dan punggungnya menempel pada dinding.

"Sebaiknya kau cepat menusuknya dengan ini." Gilbert Beilschmidt melempar pasak perak itu pada Arthur Kirkland "Tangkap." dan Arthur Kirkland pun menangkap pasak perak dengan tepat.

"Kekuatanku juga ada batasannya di saat masih ada matahari. Jadi cepatlah!" Gilbert Beilschmidt membentak Arthur Kirkland.

"Ck! Berisik." ujar Arthur Kirkland lalu matanya berfokus pada vampire strigoi yang akan melemparkan pasak perak di jantung.

"Arrrgghh!" teriak Ivan Braginsky karena Arthur Kirkland melempar pasak perak dengan segenap kekuatan yang ia punya sekarang ini, namun pasak itu hanya lima sentimeter lagi tepat di jantungnya Ivan Braginsky.

Kekuatan Gilbert Beilschmidt mulai melemah karena kurang asupan darah dan elemen anginnya tidak lagi menahan Ivan Braginsky "Sialan, kenapa kau tidak menusuknya di jantung!" Gilbert Beilshmidt marah pada Arthur Kirkland.

"Kalau begitu kau saja yang lempar!" Arthur Kirkland balik marah pada Gilbert Beilshmidt.

Ivan Braginsky sang vampire strigoi itu memegang pasak perak ditubuhnya lalu mencabutnya dengan paksa dan melempar pasak perak itu sembarang "Awas saja kalian, aku akan membalasnya." ujar Ivan Braginsky sembari berdesis seperti ular kemudian kabur dari area pemakaman.

"Ayo kita kejar." ujar Gilbert Beilschmidt.

Sebelum Gilbert Beilschmidt itu bergerak, Arthur Kirkland mencegahnya "Kau butuh darah, dan aku butuh memulihkan tenaga." ujar Arthur Kirkland.

"Sebaiknya kita kembali." ujar Arthur Kirkland pada Gilbert Beilschmidt yang mukanya sudah pucat tambah pucat karena kurang asupan darah lalu Gilbert Beilschmidt pun mengangguk setuju.

.

Axis Power Hetalia © Hidekaz Himaruya

.

Mereka berdua sang vampire origin pun kembali ke Vladimir Akademi dan mereka juga mencari sosok vampire hybrid yang melalaikan tugasnya itu. Sedangkan Ivan Braginsky pergi sejauh-jauhnya dari cahaya matahari menuju hutan.

Para vampire origin menemukan vampire hybrid itu sedang berbicara pada seseorang lelaki yang bertubuh lebih kecil darinya.

"Ludwiiiggg!" panggil Gilbert Beilschmidt dengan keras dan yang di panggil pun mengalihkan pandangan pada seorang lelaki yang sedang bicara padanya mengikuti suara yang memanggilnya.

Ludwig Beilschmidt itu melihat Gilbert Beilschmidt dan dibelakangnya ada Arthur Kirkland yang seragamnya terlihat banyak darah. Mereka berjalan menghampiri Ludwig Beilschimdt.

"Apa yang terjadi pada kalian?" tanya Ludwig Beilschimdt.

Gilbert Beilschmidt memegang kerah seragam adiknya itu sembari mengguncang-guncangkan badan adiknya "Kau kemana saja brengsek!" ujar Gilbert Beilscmidt yang masih kesal, sedangkan Arthur Kirkland hanya tersenyum miring melihat mereka berdua.

"Tunggu… tunggu Gilbert, aku tidak mengerti jika kau seperti ini." Gilbert Beilschimdt pun melepaskan kerah seragam adiknya "Jadi ada apa dengan kalian?" tanya Ludwig Beilschimdt lagi sembari memegang kedua pundak Gilbert Beilschimdt.

"Ayo, kita bicarakan pada pertemuan di perpustakan." ujar Arthur Kirkland.

"Oh, pas sekali waktunya saat jam pulang. Ini perkenalkan dia Wang Yao." ujar Ludwig Beilschimdt.

Arthur Kirkland melihat wajah Wang Yao itu tersenyum, senyum yang tidak bisa diartikan dan Wang Yao pun mengulurkan tangannya pada Arthur Kirkland "Senang bertemu denganmu, Arthur Kirkland sang vampire origin." ujar Wang Yao dengan mata yang menatap lurus pada Arthur Kirkland.

Matanya yang berwarna hitam gelap itu menatap mata hijau Arthur Kirkland, Arthur Kirkland berjabat tangan dengan Wang Yao "Senang bertemu denganmu juga."

Setelah mereka berempat itu berkenalan, Ludwig Beilschimdt mengajak teman-temannya ke perpustakan.

Perpustakaan Vladimir Academy itu tutup pukul lima sore hari, Ludwig Beilschimdt sebagai ketua DAM (Dewan Akademi Mahasiswa) memiliki kunci seluruh pintu Vladimir Academy. Hari mulai gelap itu keempat mahasiswa Vladimir Academy berjalan di koridor perpustakaan, mereka melihat banyak deretan buku yang ada di rak-rak itu terlihat rapi dan bersih. Ludwig Beilschimdt kembali membuka pintu lagi, ruangan yang ia buka kini adalah tempat semua buku-buku tentang vampire.

Mereka berempat duduk saling berhadap-hadapan, dan memulai pembicaraan mengenai vampire yang suka membawa masalah atau dengan kasarnya vampire pengkhianat.

"Disini, tidak ada sembarang orang yang boleh masuk kecuali mendapat izin dariku, baiklah kita langsung saja permasalahaannya." ujar Ludwig Beilschimdt lalu menyalakan lampu ruangan.

"Sebelum mengenai vampire pengkhianat itu, aku akan beri tau kau adikku. Aku dan Arthur sempat merasakan keberadaan Natalya. Kami pun mengikutinya, namun saat kami berada tepat dihadapannya, vampire Strugoi itu bangkit kembali dan kami melawannya saat matahari masih ada. Dia sangat berbahaya dan perlu kau tau dia memiliki cincin sihir yang bisa melindunginya dari sinar matahari." ujar Gilbert Beilschimdt.

"Apa!?" mendengar hal itu Wang Yao terkejut.

"Apa yang membuatmu terkejut Wang Yao?" kerutan muncul diantara kedua alis Arthur Kikrland.

"Kebetulan atau takdir, aku memang sedang mencari cincin sihir milik keluargaku, dan cincin itu seperti yang dikatakan Gilbert." ujar Wang Yao

"Jadi, cincin itu buatan keluargamu." ujar Gilbert Beilschimdt sedangkan Wang Yao mengangguk setuju.

"Kaum vampire dapat masalah lagi, kali ini lebih berbahaya dibandingkan Natalya." ujar Arthur Kirkland.

"Benar, Natalya sang pengkhianat. Ivan sang vampire strigoi yang punya masalah dendam dengan vampire origin, kemudian ada beredar kabar wabah penyakit yang mematikan di dunia manusia yang disebabkan oleh vampire outcast." ujar Ludwig Beilschimdt.

"Jadi apa yang bisa kita lakukan sekarang?" tanya Gilbert Beilschmidt.

"Pertama kita harus lenyapkan vampire strigoi itu." ujar Arthur Kirkland dan Gilbert Beilschmidt itu mengangguk setuju.

"Caranya?" tanya Ludwig Beilschmidt.

"Aku tau cara melenyapkan vampire strigoi dengan pasak perak, tapi dia terlalu kuat untuk menusuknya di jantung." ujar Gilbert Beilschmidt.

"Bagaimana dengan lingkaran sihir yang mampu melemahkan kekuatan vampire." usul Wang Yao sang penyihir.

"Coba saja. Aku akan memancingnya keluar dari persembunyian." ujar Arthur Kirkland.

"Tidak semudah itu membuat lingkaran sihir, aku harus mendapatkan darah manusia yang memiiki keistimewaan." ujar Wang Yao.

"Maksudnya darah yang bagaimana, lebih detailnya." ujar Arthur Kirkland.

"Entahlah, aku masih pemula untuk sihir tingkat tinggi. Namun aku tau teorinya dari buku, darah itu tidak bisa diminum oleh vampire, kecuali…" Wang Yao mengingat kembali teori yang ada dibukunya "Jika pasangannya vampire, maka vampire itu beruntung sekali bisa merasakan darah yang sangat manis."

"Jadi, kita kaum vampire harus mencoba darah seluruh manusia di bumi. Wow sangat membuang-buang waktu." ujar Gilbert Beilschmidt.

"Aku punya ide, aku akan mengurus stock darah di seluruh dunia. Karena ada sahabat manusiaku yang kerja di perusahaan rumah sakit yang mewakili rumah sakit seluruh dunia." ujar Arthur Kirkland.

"Jangan bilang orang itu adalah 'dia'. Manusia yang tidak bisa kuanggap sebagai teman sekali pun." ujar Gilbert Beilschmidt.

"Hahaha… aku tau itu, karena kau saja yang alergi anjing." Arthur Kirkland tertawa mengingat kejadian dua tahun lalu.

"Sialan." Gilbert Beilschmidt merasa malu.

"Aku akan menghubungi Kiku Honda saat pagi datang, karena keberadaannya sulit ditebak maka jangan salahkan aku jika dia tidak merespon panggilanku." ujar Arthur Kirkland sembari mengangkat kedua bahunya.

"By the way, Elisabeta kenapa tidak ikut ke perpustakaan?" tanya Wang Yao pada Ludwig Beilschmidt.

"Dia mengerjakan sesuatu yang ku perintahkan. Antonio, Francis, dan Eduard sedang mengurus vampire outcast di kota London seharian." ujar Ludwig Beilschmidt.

"Sebelum kita bubar, aku akan memberi tau kalian pertemuan selanjutnya." ujar Ludwig Beilschmidt.

TBC
(To be Continue...)

Tinggalkan jejak

(Review! Don't be silent reader)

Catatan

Coba bayangkan saja Vladimir Academy itu sebagai Universitas Cambridge. Aku ambil Cambridge karena bertempat di Inggris dan gedung dan lapangannya mirip seperti yang di khayalan otak author ini. LOL