REMAKE NOVEL By : Shanty Agatha

You've Got Me From Hello

Cast : Oh Sehun, Park Chanyeol, Kris Wu, Byun Baekhyun, and others.

Warn : GS, typo

-ooOoo-

.

.

-oOo-

"Mencintai berarti belajar mengalahkan ketakutan untuk tersakiti di kemudian hari."

Chapter 3

Sehun mengernyit melihat kehadiran Chanyeol di sana. Itu pria pemilik cafe itu, batinnya bingung. Tetapi kemudian dia melihat kesempatan untuk melarikan diri dari Kris. Pegangan Kris di tangannya melemah, membuat Sehun bisa menyentakkan tangannya dan melepaskan diri.

"Sehun..." Kris masih berusaha mengikuti Sehun, tetapi dengan cepat Sehun berlari, bersembunyi di belakang punggung Chanyeol yang bidang. Dan dengan penuh pengertian pula Chanyeol langsung berdiri melindunginya. Menghalanginya dari Kris.

"Saya rasa Sehun tidak mau berbicara lagi dengan anda"

Mata Kris memancar marah menatap ke arah Chanyeol,

"Aku tidak tahu kau siapa." Desisnya geram. "Tetapi Sehun adalah tunanganku dan aku berhak berbicara dengannya." Ucapnya tajam.

"Mantan tunangan." Sehun menyela dari punggung Chanyeol. "Dan aku tidak mau berbicara denganmu."

"Kau sudah dengar bukan?" Chanyeol melemparkan pandangan mencemooh ke arah Kris. "Ku rasa lebih baik kau meninggalkan Sehun sendirian."

Kemudian dengan sikap tegas, sebelum Kris bisa berbuat apa-apa, Chanyeol menggiring Sehun memasuki mobilnya. Meninggalkan Kris yang terperangah dengan muka masam di sana.

-oOo-

"Dia mantan tunanganku." Sehun melirik gelisah ke arah Chanyeol, setelah dia berada di dalam mobil dan Chanyeol melajutkan mobilnya. Sehun baru menyadari bahwa dia telah begitu saja masuk ke dalam mobil seorang lelaki yang bahkan hampir sama sekali tidak dikenalnya.

Chanyeol melirik sedikit ke arah Sehun, ekspresi wajahnya tidak bisa ditebak, "Mantan?" tanyanya tenang.

Sehun menganggukkan kepalanya, "Ya, hubungan kami tidak berjalan sebaik semestinya. Aku memutuskan hubungan ku dengannya dan rupanya Kris masih belum terima." Sehun menatap ke pinggir jalan.

"Bisakah aku turun di depan sana?"

Chanyeol mengernyit, "Kenapa harus turun di depan sana?"

'Dan kenapa pula aku tidak boleh turun?' Sehun membatin, lagipula dia tidak tahu mobil ini akan dibawa kemana oleh Chanyeol. Dia harus tetap waspada meskipun Chanyeol tampaknya baik dan tidak berniat jahat kepadanya.

"Aku hendak ke supermarket berbelanja bahan makanan, dari pertigaan itu aku tinggal naik angkutan umum satu arah ke sana." Sehun berkata jujur, dia memang hendak naik bus ke supermarket itu sebelumnya sebelum insiden Kris yang mencegatnya di jalan tadi.

"Aku akan mengantarmu." Dengan tangkas Chanyeol membelokkan mobilnya ke arah tikungan yang dimaksud Sehun.

Sehun mengernyitkan keningnya, penampilan Chanyeol seperti orang yang akan berangkat kerja, dia sangat rapi dengan jas dan dasi yang terpasang di badannya. 'Apakah selain memiliki cafe lelaki ini juga bekerja kantoran?' Batinnya dalam hati.

"Kau tidak berangkat bekerja?" Akhirnya Sehun memberanikan diri untuk bertanya.

Chanyeol terkekeh, "Aku bisa datang semauku." Gumamnya misterius, membuat Sehun terdiam dan menebak-nebak.

Mobil lalu berhenti di parkiran supermarket itu, Sehun membuka pintu dan turun dengan segera.

"Terima kasih sudah mengantarku, dan terima kasih sudah menyelamatkanku dari Kris." Gumamnya pelan.

Chanyeol menatap Sehun dengan tatapan aneh yang sangat dalam, tidak bisa ditebak apa artinya, lalu lelaki itu tersenyum lembut.

"Sama-sama Sehun, aku senang dapat membantumu." Suaranya terdengar lembut dan menggetarkan. Lalu Chanyeol memutar mobilnya dan keluar dari parkiran itu, diiringi tatapan bingung Sehun.

-oOo-

Dia tidak bisa berhenti memikirkan lelaki itu.

Bahkan sekarang di saat dia sudah di rumah dan sibuk memasukkan barang belanjaannya ke dalam kulkas. Ingatan tentang Chanyeol, dan wajahnya terngiang-ngiang terus di benaknya.

Sehun berusaha melupakan Chanyeol, dengan cara mengingat pengkhianatan yang dilakukan oleh Kris sekaligus mengingatkan dirinya sendiri bahwa saat ini bukanlah saat yang tepat untuk tertarik kepada lelaki baru. Tetapi benaknya tidak mau berkompromi. Seolah ada sesuatu yang menariknya, membuatnya selalu teringat kepada Chanyeol.

-oOo-

Malam itu Sehun berjalan dengan was-was menyeberang dari arah apartemennya menuju Garden Cafe. Dia mengintip ke seluruh jalanan tetapi tidak melihat keberadaan Kris ataupun mobil birunya, dengan lega dia menarik napas.

Mungkin Kris telah menyerah untuk sementara.

Sehun lalu memasuki pintu cafe itu. Seperti biasa, Jongdae yang sedang ada di dekat bar menyambutnya.

"Segelas anggur lagi Nona Sehun?" sapanya ramah.

Sehun mengangguk dan tersenyum lembut.

"Satu saja ya Jongdae-ssi" dia butuh segelas anggur itu untuk membantunya tidur. Tidur dan melupakan semua hal yang ada di dunia nyata.

"jangan panggil aku seformal itu, cukup Jongdae saja" ucapnya kemudian berlalu.

Ketika dia melangkah menuju tempatnya di sudut, dia hampir bertabrakan dengan sosok lelaki yang tiba-tiba melintas cepat di sana.

"Oh. Maaf." Ada senyum di suara lelaki itu, "Aku tidak melihatmu, kau begitu mungil."

Sehun mendongakkan kepalanya, dan ternganga, Lelaki itu amat sangat mirip dengan Chanyeol bagaikan pinang dibelah dua.

Tetapi meskipun begitu Sehun tahu kalau lelaki ini bukan Chanyeol, penampilan mereka berdua yang pasti sangat berbeda. Lelaki yang ada di depannya ini berambut setengah panjang sampai menyapu kerahnya, sementara Chanyeol berpotongan rapi. Gaya berpakaiannyapun sangat bertolak belakang, Sehun ingat ketika bertemu Chanyeol di malam hari waktu itu, dia mengenakan celana kaki yang formal dan sweater panjang yang membungkus tubuhnya bagaikan model yang elegan. Sementara lelaki yang ada di depannya ini mengenakan celana jeans yang sangat pudar hingga hampir putih dan kaos longgar yang sedikit kusut.

Cheondung menatap Sehun yang masih termangu meneliti dirinya lalu tergelak, "Kau pasti mengira aku adalah Chanyeol." Tebaknya lucu lalu mengulurkan tangannya, "Kenalkan aku Cheondung, saudara kembar Chanyeol"

'Saudara kembar, pantas saja mereka begitu mirip' batin Sehun masih kaget. Lalu dia tergeragap dan menyambut uluran tangan lelaki itu dan menyebutkan namanya. Cheondung menggenggam tangannya dengan erat dan bersemangat, berbeda dengan genggaman tangan Chanyeol yang halus dan elegan ketika mereka berkenalan waktu itu.

"Kau temannya Chanyeol hyung?" Cheondung menatap Sehun dengan menyelidik. Ada nada ingin tahu di dalam suaranya, meskipun lelaki itu tetap tersenyum manis.

Sehun menggelengkan kepalanya, dia tidak bisa disebut teman Chanyeol bukan?

"Bukan. Aku bukan temannya. Aku pelanggan cafe ini."

"Oh. Dan kau mengenal Chanyeol?"

Sehun menganggukkan kepalanya, "Aku tahu Chanyeol pemilik cafe ini, kadang-kadang dia menyapa pengunjung cafe ini bukan?"

Cheondung menyipitkan matanya, "Menyapa pengunjung cafe ini?" matanya bersinar misterius, "Mungkin saja." Senyumnya mengembang, "Oke aku harus pergi, senang bertemu denganmu, Sehun." Lelaki itu membungkuk hormat dengan gaya menggoda lalu melangkah pergi.

Sementara itu Sehun masih mengamati kepergian Cheondung dengan dahi mengerut, ketika Jongdae mendekatinya.

"Saya lihat anda sudah bertemu dengan Tuan Cheondung." Gumamnya, mendahului Sehun melangkah ke meja Sehun yang biasanya, lalu meletakkan anggur dan cemilan pesanan Sehun di meja, "Beliau saudara kembar Tuan Chanyeol, tetapi anda lihat sendiri mereka sangat bertolak belakang."

Seperti pinang dibelah dua, tetapi sangat bertolak belakang. Sehun menyetujui dalam hati. Lalu keningnya berkerut ketika mengingat Chanyeol. Lelaki itu tidak tampak di mana-mana. Sehun mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan, lalu menghela napas panjang.

Ada apa dengan dirinya? Dia datang ke cafe ini untuk mengetik cerita dan menyalurkan isnpirasi menulisnya bukan? Dia datang ke sini bukan untuk bertemu Chanyeol. Dengan cepat Sehun membuka laptopnya, lalu mulai mengetik di file yang sudah disiapkannya. Lama setelahnya, Sehun menyadari bahwa dia membohongi batinnya sendiri, bahwa dia amat sangat ingin melihat Chanyeol meskipun hanya sedetik saja.

-oOo-

Kyungsoo tersenyum ketika menghidangkan makanan itu di meja, dibantu oleh beberapa pelayan dia meletakkan makanan-makanan itu untuk Chanyeol. Ya. Kyungsoo khusus memasak untuk Chanyeol malam ini, dia mengikuti kursus memasak untuk mengisi kesibukannya dan memutuskan untuk mengundang Chanyeol mencicipi hasilnya.

"Aromanya enak." Chanyeol tersenyum lembut, "Sepertinya mereka mengajarimu dengan baik." Chanyeol mengambil makanannya dan mencicipi, lalu memutar bola matanya, "Dan rasanya juga enak."

Kyungsoo terkekeh, menarik kursi rodanya mendekat dan duduk di seberang Chanyeol, "Kau yakin kau tidak berbohong untuk menyenangkanku?"

"Tidak." Chanyeol mengunyah dengan bersemangat, "Masakan ini memang benar-benar lezat."

"Nanti setelah kita menikah, aku akan memasakkan makan malam untukmu setiap malam." Kyungsoo tertawa. "Aku akan memilih menu yang berbeda-beda supaya kau tidak bosan."

Chanyeol langsung menelan dengan susah payah, makanan yang dikunyahnya tiba-tiba terasa seperti pasir ketika Kyungsoo menyinggung pernikahan. Hingga dia harus meminum air untuk membantunya menelan makanannya.

Dia berusaha menjaga wajahnya tetap penuh senyum supaya Kyungsoo tidak menyadari perubahan suasana hatinya. Dan rupanya Kyungsoo memang tidak menyadarinya, perempuan itu sedang menerawang membayangkan persiapan pernikahan mereka.

"Mama dan papa akan pulang dari Australia minggu depan, dan semoga kita bisa membicarakan persiapan pernikahan dengan lebih terperinci ya." Mata Kyungsoo berkaca-kaca ketika menatap Chanyeol. "Terima kasih oppa, atas cintamu yang penuh maaf, aku bersyukur karena bisa memilikimu."

Chanyeol mencoba tersenyum tetapi yang muncul adalah senyuman pahit yang tak tertahankan.

-oOo-

Ketika mobil Chanyeol berlalu, Kyungsoo menatap dari teras dengan keheningan yang menyesakkan.

Semakin lama Chanyeol semakin berbeda dan terasa begitu jauh, dia menyadarinya. Kyungsoo tahu insiden pengkhianatannya yang sangat fatal itu membuat Chanyeol semakin jauh dari dirinya. Tetapi lelaki itu bersedia mendampinginya untuk seterusnya, berkomitmen supaya menjaganya. Dan Kyungsoo sangat takut kehilangan Chanyeol, dia tidak bisa hidup tanpa lelaki itu.

"Nona Kyungsoo mau dibantu?" seorang pelayannya menengok ke arah teras, ke arahnya.

Kyungsoo tersenyum, "Tidak usah bi, aku bisa membawa kursi rodaku masuk sendiri" Dengan tenang dia berdiri, lalu melipat kursi rodanya dan membawanya masuk ke dalam rumah.

-oOo-

Ketika Chanyeol sampai di Garden Cafe itu, sudah menjelang tengah malam, jalanan macet karena malam ini adalah malam libur sehingga Chanyeol menghabiskan banyak waktunya di jalanan. Dia melangkah masuk ke arah cafe, berharap-harap cemas, ingin menemukan sosok Sehun di dalam sana.

Tetapi perempuan itu tidak ada. Chanyeol membatin dalam diam. Menahan kekecewaan di hatinya. Apakah malam ini Sehun tidak menulis di cafe ini?

Jongdae yang melihat Chanyeol datang langsung mendekatinya dan tersenyum memahami, "Nona Sehun tentu saja datang tadi, dia menulis sebentar lalu pulang. Katanya dia mengantuk, mungkin anggur merah itu mulai bereaksi kepadanya." Jongdae terkekeh, "Ngomong-ngomong, Nona Sehun tadi berkenalan dengan Tuan Cheondung"

"Sehun berkenalan dengan Cheondung? Bagaimana bisa?"

"Tuan Cheondung tadi pulang tepat pada saat Nona Sehun datang, mereka berpapasan."

"Oh." Chanyeol menghela napas panjang, menyembunyikan kecemasannya. Kalau sampai Cheondung memperhatikan Sehun, dia pasti akan kalah. Selalu begitu, para perempuan lebih menyukai Cheondung yang penuh canda dan mempesona daripada dirinya yang serius dan pendiam.

"Aku tidak ingin Cheondung bertemu dengan Sehun lagi, Jongdae, apapun caranya." Tiba-tiba dia merasakan firasat itu. Meskipun dirinya dan Cheondung bertolak belakang dalam segala hal, tetapi dalam selera wanita mereka sama.

Kalau Cheondung tertarik pada perempuan, maka Chanyeol akan mempunyai ketertarikan yang sama. Begitupun tentang Kyungsoo, Kyungsoo dulu tergila-gila kepada Cheondung, tetapi karena Cheondung tidak pernah serius dengan perempuan, Kyungsoo mengalihkan perhatiannya kepada Chanyeol.

'Apakah Cheondung merasakan getaran yang sama, yang dirasakanolehnya ketika melihat Sehun?' Batin Chanyeol bertanya-tanya, mencoba mengusir kecemasan di dalam benaknya.

Sementara itu Jongdae mengerutkan keningnya sambil mengawasi Chanyeol, "Bagaimana caranya mencegah Tuan Cheondung bertemu dengan Nona Sehun? Tuan Cheondung bisa datang dan pergi sesuka hatinya."

"Kalau ada Sehun di dalam, tahan Cheondung dimanapun dia berada. Pokoknya jangan sampai mereka bertemu lagi." Chanyeol bersikeras. Dia lalu memijit dahinya yang mulai berdenyut pusing, "Aku lelah sekali hari ini, Jongdae"

Jongdae mengangkat alisnya, "Karena melewatkan malam bersama Nona Kyungsoo?" tebaknya dengan tepat, membuat Chanyeol menghela napas panjang, tidak membantah tetapi tidak juga mengiyakan.

-oOo-

"Hai."

Sehun menolehkan kepalanya dan mengernyit ketika menemukan Chanyeol sedang bersandar di dekat pintu putar apartemennya, lelaki itu tampaknya sedang menunggunya,

Benarkah? Sehun mengernyitkan keningnya.

"Aku menunggumu dari tadi." Chanyeol langsung bergumam, menjawab keraguan Sehun. "Bagaimana kabarmu? Apakah lelaki itu... mantan tunanganmu, mendatangimu lagi?"

Sehun tersenyum pahit, "Sepertinya dia memutuskan untuk menyerah sementara."

"Apa yang dia lakukan sehingga kau tampak begitu membencinya, Sehun?"

Sehun tercenung, kenapa Chanyeol ingin tahu?

"Dia mengkhianatiku. Dengan sangat parah." Suara Sehun terdengar serak, selalu begitu setiap dia mengingat Kris "Dan aku tidak bisa memaafkannya."

Chanyeol langsung terkenang akan pengkhianatan yang dilakukan Kyungsoo kepadanya, dia bisa memahami perasaan Sehun. Dan merasa Sehun lebih beruntung, karena perempuan itu bebas membenci dan meninggalkan, tidak seperti dirinya.

"Tetapi sepertinya dia belum menyerah." Gumam Chanyeol kemudian, mengingat bagaimana Kris mencekal lengan Sehun dan memaksa untuk berbicara.

Sehun tertawa, "Dia memang begitu, tidak pernah mau menerima pendapat orang lain. Tetapi aku akan menunjukkan kepadanya bahwa kali ini dia tidak punya kesempatan lagi."

"Karena kau seorang pendendam?" Gumam Chanyeol, sambil tersenyum.

"Bukan." Sehun menggelengkan kepalanya, "Karena aku bisa memaafkan, tetapi tidak akan pernah bisa melupakan." Jawab Sehun mantap.

Chanyeol tertegun, apakah itu juga yang dia rasakan kepada Kyungsoo? Bisa memaafkan segala kesalahan Kyungsoo di masa lalunya, tetapi tetap tidak bisa melupakannya?

"Kau mau kemana?" Chanyeol menatap penampilan Sehun yang lumayan rapi, dengan celana hitam dan kemeja formal berwarna krem.

Sehun mengamati penampilannya sendiri dan tersenyum, "Ini penampilan paling rapi yang bisa kulakukan. Aku akan menemui editorku dan menghadap perwakilan penerbit di kota ini, untuk membicarakan kontrak novel terbaruku."

"Di mana?" tanya Chanyeol.

Sehun menyebut nama sebuah daerah perkantoran yang lumayan jauh dari tempat mereka berdiri sekarang.

"Mau kuantar?" Chanyeol langsung menawarkan.

Sehun langsung menggelengkan kepalanya, tidak mungkin dia menerima tawaran kebaikan lelaki itu kepadanya. Meskipun dia bertanya-tanya apa yang dilakukan Chanyeol menunggunya di sini.

"Tidak usah, terima kasih. Aku sudah memesan taksi." Senyum Sehun berubah lembut, "Sampai jumpa."

"Oke. Sampai jumpa lagi." Chanyeol menyandarkan tubuhnya di dinding, mengamati Sehun yang melangkah pergi menuju tempat taksinya menunggu. Dicatatnya dalam hatinya bagaimana Sehun mengatakan 'sampai jumpa', dan bukannya 'selamat tinggal' kepadanya.

-oOo-

"Kau sudah menemukan alamat pria bernama Kris itu?" Chanyeol menelepon salah satu pegawai kepercayaannya di kantor cabang mereka di tempat asal Sehun. Dia ingin menyelidiki tentang Kris.

Well, setiap orang yang akan berperang harus mempelajari musuhnya masing-masing bukan?

Chanyeol sendiri tidak tahu kenapa dia melakukannya, tetapi ketertarikannya kepada Sehun sendiri sungguh sangat mengganggunya. Dia tidak bisa melepaskan Sehun dari pikirannya, seluruh batinnya tersita untuk Sehun. Perempuan itu telah mendapatkannya dari pertama kali mereka saling menyapa.

"Dan setelah kau mendapatkan alamat Kris, apa yang akan kau lakukan?" Jongdae yang sedari tadi duduk di ruang kerja Chanyeol di atas cafe itu mengernyitkan keningnya. "Menyingkirkannya?"

"Mungkin." Mata Chanyeol bersinar tajam. "Aku sudah terbiasa menyingkirkan orang-orang yang menghalangi jalanku."

"Jalanmu?" Hanya Jongdae satu-satunya orang yang tahu kekejaman tersembunyi di balik sikap Chanyeol yang tenang dan terkendali. Dan hanya Jongdae pulalah yang berani membantah dan mempertanyakan semua keputusan Chanyeol. Karena dia tahu jauh di dalam hati Chanyeol, tersimpan kebaikan yang luar biasa besar, bertolak belakang dengan kekejamannya.

Buktinya laki-laki itu tidak tega membuang Kyungsoo begitu saja. "Jalanmu untuk apa, Chanyeol-ah? Untuk memiliki Sehun? Bukankah kau tidak bisa memiliki Sehun selama masih ada Kyungsoo?"

Ah iya. Khyungsoo.

Chanyeol sendiri masih belum tahu apa yang akan dilakukannya kepada Kyungsoo. Apakah terlalu kejam meninggalkan Kyungsoo yang lumpuh dan tidak berdaya seperti itu?

Tetapi Chanyeol tidak bisa membohongi perasaannya, perasaan yang dirasakannya dengan begitu kuat kepada Sehun.

"Akan kupikirkan nanti." Gumam Chanyeol sekenanya.

Jongdae langsung mengangkat alisnya, "Pernikahanmu dengan Kyungsoo hampir delapan bulan lagi, Chan"

"Aku tahu." Dan Chanyeol harus bisa bersikap tegas, menentukan apa yang akan dilakukannya selanjutnya.

Jongdae sendiri hanya tercenung, dia mencemaskan Chanyeol. Baginya Chanyeol sudah seperti anaknya sendiri karena dia memang tidak punya keluarga lagi. Pada saat Chanyeol memutuskan melanjutkan pertunangannya dengan Kyungsoo waktu itupun Jongdae sudah tidak setuju. Chanyeol hanya didorong oleh rasa bersalah. Jongdae takut kalau pada akhirnya Chanyeol bisa menemukan orang yang benar-benar dicintainya, dan dia terlanjut terikat kepada Kyungsoo?

Dan sepertinya, apa yang ditakutkannya sudah terjadi.

-oOo-

Sehun menoleh ke arah Yixing yang sedang asyik memilih-milih hiasan rumit dari kerang di bazaar itu.

"Kau belum selesai?" tanyanya, kakinya mulai kelelahan karena berjalan begitu jauh mengelilingi seluruh area bazaar yang sangat luas. Yixing mengajaknya ke tempat ini sepulang dia bertemu dengan penerbit tadi. Dan itu adalah sebuah kesalahan besar, karena begitu berbelanja, sepertinya Yixing tidak bisa berhenti.

"Aku masih ingin melihat pakaian di sebelah sana." Yixing menunjuk sudut yang jauh, "Tadi ketika kita lewat, aku melirik ada satu baju yang warnanya lucu."

Sehun mengernyit ketika membayangkan harus berjalan lagi ke arah sana, "Kenapa kau tadi tidak berhenti ketika kita lewat sana?"

Yixing tampaknya tidak memahami kelelahan Sehun "Aku tadi masih ragu apakah aku menginginkannya atau tidak." Matanya tertuju pada gelang kerang yang dicobanya, "Sekarang aku memutuskan bahwa aku menginginkannya." Yixing menyerahkan gelang yang dipilihnya kepada penjualnya. Lalu menunggu gelang itu dibungkus dan kemudian dia membayarnya. Setelah itu dia setengah menggandeng Sehun ke arah lokasi penjual baju yang dimaksudkannya, "Yuk." Gumamnya bersemangat.

Dengan menyeret langkah, Sehun mengikuti Yixing yang berjalan begitu cepat dan bersemangat. Kakinya sakit, dan dia sedikit oleng ketika menembus keramaian itu. Seseorang sepertinya tanpa sengaja mendorongnya sehingga tubuhnya tergeser ke samping, menabrak seseorang.

"Ups." Gumam suara itu, sebuah tangan yang kuat menopangnya. Sehun mengenali suara itu dan dia mendongakkan kepalanya, "Sepetinya kau ditakdirkan untuk selalu menabrakku." Wajah Cheondung yang ada di depannya, dan lelaki itu tersenyum geli menatapnya.

.

.

.

TBC

Huhhuhuhuhu maafkan aku yang belum bisa nulis nama-nama yang review, karena serius sampai hari ini reviewnya belum bisa kebaca. Yang kelihatan Cuma review dari bulan lalu aja. Aku berniat mau ngajuin protes ke FFN tapi aku ga tau caranya :"

Kalau disini ada yang bisa buka review dengan normal bisa PM aku engga? Aku juga bingung harus ngapain, ffn kayanya lagi error atau entah kenapa, kalo kaya gini aku jadi engga bisa lihat apa kalian suka atau engga sama Ffnya , aku juga jadi engga bisa lihat saran dari kalian :" mohon maaf yaa. Kalo ada yang mau melayangkan saran bisa PM aku juga.

Btw kalo ada yang tanya kenapa kembarannya Chanyeol harus Cheondung. Tau Cheondung? Itu loh Thunder ex MBLAQ. Aku berfikir mereka punya marga yang sama dan nama yang hampir mirip. Udah gitu mereka berdua sama sama rapper juga dan yang pasti beberapa kesamaan lainnya menurut aku, dan akhirnya aku milih Cheondung ini~ tadaaa~

Terima kasih buat yang udah REVIEW dan yang sudah baca

Jangan lupa meninggalkan jejak

RnR