Judul : Our Complicated Story
Author : Lee Hyuka
Cast : Hangeng, Hyukjae, Heechul, Siwon and other
Pair : Crack and pure
Desclaimer : Plot dan cerita asli milik saya. Mereka semua milik YME dan orang tua mereka. Saya hanya meminjam nama. Tapi Eunhyuk Oppa is mine! XD
Genre : YAOI, Romance, Hurt, etc
Rated : T (dapat naik sewaktu-waktu)
Note : typo bertebaran, bahasa tidak sesuai EYD, alur aneh, etc. Balasan Review ada di bawah. Saya menerima kritik, saran, dukungan dan cacian. No bashing pair, ok! Yang tidak suka silahkan tekan tanda silang di ujung kanan. Gomawo *bow* and happy reading *bow*
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading but keep away if you don't like this kind of story
.
.
.
.
.
.
.
.
Hyuk Jae POV
Aku berlari-lari kecil mendekati Yesung di seberang jalan. Aku langsung mengatupkan kedua telapak tanganku didepan dada begitu sampai di depannya.
"Mianhae,ne!"mohonku dengan wajah menyesal.
Kupikir aku akan mendapat amukan dari namja pecinta kura-kura itu. Tapi ternyata Yesung hanya mengacak-rambutku dengan gemas. Aku mendongakkan wajahku untuk melihat wajahnya. Dan yang kulihat sekarang, Yesung sedang tersenyum.
"Gwenchana." Katanya, masih tersenyum.
Yesung memperhatikanku dari atas sampai bawah. Membuatku sedikit risih.
"Ngomong-omong kenapa kau memakai baju yeoja? Dan siapa ahjussi yang baru saja kau temui? Kau tidak sedang berusaha menjual diri kan? Kupikir keuanganmu tidak sedang bermasalah." Selidiknya dengan mata menyipit. Refleks aku memukul kepala besarnya itu.
"Ck. Pabo! Tentu saja tidak." Aku mengerucutkan bibirku kesal. " Aku dipaksa noonaku tahu. Dan lagi, dia itu calon tunanganku. Choi Hankyung."
Yesung mengusap-usap kepalanya yang jadi korban sentuhan penuh cinta dariku tapi tetap menyunggingkan smirk menyebalkanya.
"Wah…wah… uri Hyukie sudah besar,ne. Sebentar lagi akan menikah. " godanya sambil mengacak-acak rambutku lagi. "Tapi bukankah noonamu masih ada di New York? Dia sudah kembali?"
"Aish… jangan merusak dandananku dong! Lagipula siapa yang mau menikah, bertunangan saja belum. Dan lagi, memangnya kau tidak tahu kalau sekarang ini ada yang namanya ponsel. Tentu saja noona menelponku dari New York." Sungutku cemberut sambil merapikan rambutku yang acak-acakan. "Sudahlah, kajja! Wookie sedang menunggu kan?"
Yesung mengerucutkan bibirnya sambil menggerutu.
"Memangnya siapa yang tadi terlambat dua jam." Sindirnya tapi tetap mengambil motor yang terparkir di dekat pintu masuk toko.
"Jangan menggerutu. Ppali!" paksaku sambil naik ke boncengan Yesung. Aku menengok kearah Hankyung Hyung lewat pintu café yang transparan lalu melambaikan tangan dengan senyum yang tersungging manis di bibir. Hankyung Hyung juga membalasnya.
"Sudah?" Tanya Yesung memastikan. "Pegangan yang erat!" perintahnya.
Aku mengerucutkan bibirku sebal karena Yesung membuat konsentrasiku ke Hankyung Hyung buyar. "Sudah." Kataku sambil melingkarkan tanganku di perut Yesung.
Yesung mulai menjalankan motornya menuju tempat tujuan kami, dimana sahabatku sekaligus namjachingu Yesung menunggu. Rumah Kim Ryeowook.
~~HYUKA (~(SKIP TIME)~) HYUKA~~
"MWO?! Jadi kau dijodohkan dengan namja." Pekik seorang namja mungil bernama Kim Ryeowook saat aku menceritakan tentang rencana keluarga dan noonaku.
Aku cuma mengangguk-angguk kecil sebagai jawaban. Aku lalu mengeluarkan kartu nama yang tadi diberikan oleh Hankyung Hyung.
"Dia tadi memberiku ini." Kataku sambil menyodorkan kartu namanya. Ryeowok-menimang-nimang kartu itu sambil menerawang. Sepertinya dia tahu sesuatu tentang Hankyung Hyung.
"Choi Hankyung. Manajer di Choise Corp. Hmm... bukankah dia anak dari Choi Si Han. Pemilik dari Choise Corp itu sendiri. Cukup menarik lho Hyukie! Itu artinya masa depannya terjamin." Kata Ryeowook dengan mata yang berbinar-binar. Dengan sepenuh hati aku memukulnya dengan buku bahasa Inggris yang kugulung.
"Ish... dasar matre. Aku kan tidak sepertimu, Wookie." ejekku sambil menjulurkan lidah. Bwee.
Korban sentuhan penuh cinta dariku a.k.a Wookie mengusap-usap kepalanya yang kuyakini telah benjol dengan pandangan nelangsa. "Hiks, appo Hyung~!" rengeknya manja pada namjachingunya yang duduk tepat di sebelah kanan Wookie. Yesung mengusap-usap bekas pukulanku dikepalanya dengan lembut lalu menciumnya. Membuat Wookie menunduk untuk menyembunyikan wajahnya yang berblushing ria.
Aku yang menjadi penonton drama lovey duvey itu memutar bola mataku bosan. Cih, acara tak mutu.
"Bisakah kalian berhenti? Ini membuatku mual."
Duo kekasih itu –yang sedang memonyong-monyongkan bibirnya dengan wajah bodoh - sontak saling menjauhkan diri. Di dua pipi mereka terlihat semburat merah yang sangat ketara. Yesung menggaruk tengkuknya salah tingkah sedangkan Ryeowook menunduk sambil mengaitkan jari-jarinya.
Sepertinya mereka tadi benar-benar telah melupakan keberadaanku dalam ruangan ini. Kenyataan itu membuatku mempoutkan bibirku kesal.
"Hehe... Mian Hyukie-ah." Kata Yesung sambil terkekeh garing. Aku semakin memajukan bibirku yang sudah maju.
"Sudahlah Hyukie. Maklumilah pasangan kekasih seperti kami yang baru berjalan sebulan ini. Masih hot tahu! Makanya kau cari pasangan dong!" kata Ryeowook.
"Aku kan sudah punya tunangan." Aku membela diri.
"Tapi kan hubungan kalian belum jelas. Lagipula kau bilang kalau dia hanya ingin menganggapmu sebagai dongsaeng saja. Perbedaan usia kalian juga cukup banyak. Kau tahukan cara berpikir orang dewasa berbeda dengan kita. Bahkan bisa lebih licik. Bisa saja dia nanti membuatmu hamil lalu mencampakkanmu. Kalau begitu kau mau bagaimana?"
Kata-kata Ryeowook membuatku tertohok. Orang dewasa tidak bisa dipercaya. Tiba-tiba aku mengingat sekelebat bayangan masa lalu. Tentang malam kehancuranku. Aku merasa tubuhku mulai bergetar kecil tapi aku berhasil menenangkan diri lagi.
Aku melihat Yesung menyikut namjachingunya itu. Ryeowook langsung menutup mulutnya dengan tangan, sadar kalau kata-katanya mungkin keterlaluan. Tapi dia tidak sepenuhnya salah kok. Kata-katanya kuakui benar hanya saja... aku sedikit tidak bisa menerimanya.
"Mian Hyukie-ah. A-aku... aku tidak bermaksud..."
"Gwenchana, Wookie. Kau benar kok." Potongku sambil tersenyum –walau senyum yang dipaksakan-."Orang dewasa memang tidak bisa dipercaya." Pandanganku menerawang ke langit-langit. Lagipula aku tak tenang bukan karenamu, Tambahku dalam hati. Tapi dengan cepat merubah ekspresiku menjadi ceria.
"Tenang saja. Kau tak perlu khawatir padaku. Aku akan menjaga diriku sendiri. Aku tahu suatu saat aku akan pergi dari Hankyung Hyung. Cepat atau lambat. Jadi aku akan berusaha agar tidak jatuh dalam pesonanya. Kalian tahu? Pesonanya kuat sekali. Aku bahkan sampai terpukau saat melihatnya pertama kali. Kalian mau membantuku kan?"
"N-ne... tentu saja Hyukie. Kita akan selalu bersamamu." Jawab Wookie gugup. Ia menyikut Yesung yang masih terus diam sejak tadi. "Aku sih ikut Chagiyaku saja." Kata Yesung sambil merangkul pinggang Wookie.
"Ah... kalian memang sahabat terbaikku." Sorakku sambil memeluk mereka berdua.
I wanna love you I can't live without you
Du nuneul gamgo nae du soneul jabgu
I wanna have you I really need you
Jigeum idaero modeungeol beoryeodugo
"Sebentar ada telepon." Kataku sambil melepas pelukanku. Aku merogoh saku untuk mengambil ponselku lalu melihat nama yang tertera sekilas.
"Aku mau keluar dulu. Harabeoji menelpon." Pamitku gembira sambil berlari keluar dari kamar Wookie. Aku langsung menekan tombol dial begitu sampai di luar.
"Yeoboseyo Harabeoji." Sapaku riang.
"Yeoboseyo Hyukie-ah." Balas orang yang ada di seberang. "Bagaimana keadaanmu? Sudah lama kau tidak main kemari. Sedang sibuk ya? Tadi Donghae menanyakanmu lagi lho! Kelihatannya dia merindukanmu."
"Jinja? Hae-ah merindukanku! Katakan aku juga rindu padanya, Harabeoji. Jeongmal bogoshipeo~ Aku juga rindu seluruh orang di sana. Sampaikan salamku untuk mereka juga."
"Baiklah. Nanti akan ku sampaikan. Aku hanya menelponmu karena dari beberapa hari yang lalu Donghae terus bertanya kenapa kamu tidak menjenguknya. Wow! Beberapa hari ini Donghae lebih banyak bicara dari biasanya. Sepertinya, perkembangannya semakin baik."
"Aku juga berharap Hae-ah cepat keluar dari sana. Tapi mungkin aku tidak bisa menjenguknya beberapa hari ini. Aku sangat sibuk. Aku akan kabari kalau aku kesana."
"Ne,ne. cepatlah kemari. Dia terus-terusan badmood karena kau tidak menjenguknya."
"Arra, Harabeoji. Ah, dan sampaikan juga pada Hae-ah kalau aku akan mengenalkannya pada seseorang saat aku berkunjung lagi. Eung... sudah dulu ya Harabeoji. Temanku sedang menunggu. Sampai jumpa kapan-kapan."
"Ne, semoga kita segera bertemu."
Dan setelah itu sambungan terputus. Aku bergegas masuk kembali ke dalam. Aku langsung disambut dengan tatapan intens duo kekasih itu.
"Apa?" Tanyaku sambil duduk lagi di depan mereka.
"Apanya." Yesung balik bertanya
"Tatapan kalian tadi. Saat aku baru masuk kesini." Jelasku.
"Oh itu. Bukan apa-apa." Sangkal Ryeowook sambil mengibaskan tangannya.
"Kalian ingin mengatakan sesuatu kan. Katakan saja. Aku tahu kalian ingin menanyaiku."
"Kau tadi sedang menelpon Hae-mu ya? Kau... masih behubungan dengannya?" akhirnya Yesung angkat bicara.
"Bukan. Itu tadi Harabeoji." Sangkalku sambil menyambar keripik ikan milik Yesung lalu memasukkan segenggaman ke dalam mulutku. Aku mengunyahnya cepat. "Tapi aku masih sering menjenguknya kalau ada waktu luang." Lanjutku setelah menelan kripik yang sudah cukup lembut dalam mulutku.
"Hah~~ Hyukie-ah. Memangnya kau tak takut? Bagaimanapun Donghae masih pasien Rumah Sakit Jiwa Seoul. Ditambah lagi setelah keluar dia akan menjadi tawanan polisi. Walaupun dia bersikap cukup baik padamu kita tidak tahu apa yang sedang dipikirkannya." Ujar Ryeowook khawatir.
"Tenang saja. Dia juga sahabatku seperti kalian. Dia tak akan menyakitiku." Aku beralasan.
"Tapi dia itu PSYCO Hyukie~" pekik Ryeowook sambil menekankan kata Psyco.
Aku menarik nafas berat lalu menghembuskannya berlahan. Mulutku tiba-tiba terasa pahit. Aku meletakkan keripik milik Yesung di sampingku. Tidak tertarik lagi untuk memakannya. Aku menangkup wajah Ryeowook dengan kedua tanganku lalu memandang matanya lekat.
"Dengar Kim Ryeowook. Kau, Yesung dan Aku adalah sahabat. Aku dan Lee Donghae juga sahabat, bahkan lebih lama daripada aku dan kamu. Aku tidak melihat salah satu dari kalian karena kelebihan ataupun kekurangan kalian. Kalau kau berpikir aku harus meninggalkan Donghae itu berarti aku juga harus meninggalkanmu. Aku bahkan tidak peduli kalau dia akan membunuhku suatu saat nanti karena aku akan tetap menyayanginya, arra?" kataku dengan nada dingin yang biasa kupakai kalau aku sedang serius.
Ryeowook mengerjab beberapa kali sebelum akhirnya dia menjawab, "Arraseo, Hyukie-ah." Jawabnya tanpa tenaga.
Aku tersenyum puas. "Baiklah. Sekarang lebih baik kita kerjakan PR dari Kim Songsaenim." Kataku bersemangat, berusaha mencairkan suasana tegang disekitarku.
"Hyukie."Panggil Yesung. Oh iya. Dia dari tadi diam saja.
"Ne. Ada apa Yesung-ah?" sahutku.
"Tugasnya sudah selesai semua. Aku dan Ryeowook yang mengerjakan. Lebih baik kau menyalin saja. Ini." Yesung menyerahkan buku bahasa inggrisnya padaku. Aku justru membeku dengan mulut membuka.
"Yak!Kalian jahat. Kenapa tidak mengajakku sih?" aku mempoutkan bibirku kesal.
"Salah siapa dua jam ditunggu tidak datang." Sindir Yesung. "Sudah kerjakan saja. Kalau bersamamu justru akan hancur tugas kita nanti."
"Hehe... gomawo ne! Dan mianhae. Kau tahu saja kebiasaanku." Aku mengambil buku yang diberikan Yesung lalu mulai mencatatnya. Selama beberapa menit kami semua hanya diam, sibuk dengan kegiatan masing-masing.
"Hmm... kurasa ada yang aneh dengan Kyuhyun hari ini." Gumam Ryeowook tiba-tiba.
"Sudahlah Wookie. Jangan mengurusi anak iblis itu." Nasihatku sambil terus sibuk mencatat saat Ryeowook menyebutkan nama musuh terbesarku.
"Bukan begitu Hyukie. Tapi saat kau tadi bolos untuk menemui Hankyung-ssi –kurasa- , dia menanyakanmu. Aku bilang saja kau bolos lalu dia terlihat sangat kesal." Jelas Ryeowook.
"Untuk mengerjaiku lagi mungkin. Aku tak peduli dia mau apa. Tak perlu dipikirkan Wookie-ah." Kataku acuh.
"Hmm... tapi tetap saja aneh. Karena sepertinya bukan itu yang ingin dibicarakannya."
Aku hanya berusaha menulikan telingaku dari gumaman Wookie yang pelan tapi masih bisa terdengar. Kalau tentang Cho Kyuhyun sih, I don't care~e~e~e~e~e~ #nyanyi ala 2NE1. Yang terpenting adalah segera menyelesaikan tugas ini.
"Huh...kenapa banyak sekali sih? Bisa bengkak tangan indahku kalau harus menulis semua ini." Keluhku nelangsa.
TBC
Hyuka cuap-cuap
Akhirnya bisa selesai juga Chap updatenya lama. Kayaknya Chap depan juga baru bisa sebulan lagi di update. Seperti yang udah Hyuka bilang sebelumnya, tempat tinggal Hyuka yang di asrama itu menjadi salah satu penghalang. Apalagi koneksi internet Hyuka sekarang dijaga ketat sama Kakak. Bisa bahaya kalau kakak tau Hyuka bikin beginian. Tamatlah riwayat Hyuka and Internet.
Hyuka minta maaf atas segala kesalahan Hyuka selama ini. Termasuk karena Hyuka menyelipkan satu fanfic saat sedang bikin ini hehe,,, Silahkan baca Fanfic Hyuka yang satunya ANOTHER WORLD #numpang promo. Tapi itu masih termasuk prolog yang belum jelas. Genrenya sih mistery yaoi.
Hyuka sebenernya pingin bikin lagi, 2/3 shot. Tapi hyuka takut nggak nyampe imajinasinya. Soalnya ini fantasy . Apalagi ratednya M dan ada NC rape. Hehe,,,, Belum umur sih. Tapi biarin lah! Hyuka kan bandel (*dijitak Hyukie Oppa) Pairnya HanHyuk. Nanti pingin Hyuka coba buat nulis waktu di asrama kalau bagus bakal Hyuka post. Menurut kalian gimana?
Balasan Review:
Hyukki be UKE : Hahaha... kita sama chingu. Aku juga paling suka sama crack pair. Apalagu kalau Hyukie oppa jadi uke. Kalau kedepannya liat aja nanti. Gomawo udah review. ^^
Tati joana :Heechul oppa keluarnya masih agak nanti trus Hyuka rencanain mau dijadiin noonanya Hyukie oppa (bocor dikit). Ini aja masih perkenalan tokoh -_-'' Ne, ini crack pair chingu. Gomawo udah review ^^
Rizkyeonhae : Sama chungu. Aku juga suka HanHyuk couple. tapi nanti hyuk bakal sama Han nggak yaa? Hehe,,, liat aja nanti! Hyuk waktu ngomong apa ya? yang bagian mana? Readers nggak o'on kok, cuma Hyuka aja yang pake bahasa terlalu tinggu. #pd tingkat dewa *jush kidding*. Ne, dia memang gantiin noonanya nggak cuma buat ketemu tapi juga sebagai tunangan. keliatannya Hyuk oppa bangga banget tuh -_-' . nie udah update. Gomawo udah review ^^
YunieNie : emang sengaja Hyuka bukun pair yang jarang. terinspirasi dari salah satu epep yang dulu Hyuka baca nih, soalnya pairnya itu HanHyuk. trus kalo Hyuka pikir kayaknya mereka itu cocok. Ini udah update. Gomawo udah review ^^
Ika-chan Imut : Oke deh. NIe udah lanjut. Kalo Hae oppa udah Hyuka siapin di belakang layar hehe... itu udah Hyuka singgung dikit. Gomawo udah review ^^
Hmm... keliatannya Hyuka kebanyakan ngomong. Sekian dari Hyuka. Atas segala salah mohon maaf. Gomawo karena udah baca *bow* dan yang udah mau review *bow* Review please~~ #puppy eyes ^^V
Pay Pay
With Love
Lee Hyuka
