Assault
Disclaimer: Semua Tokoh bukan milik Author, yang author miliki hanyalah FF ini
A/N: Setting waktu Fic ini adalah 3 tahun setelah kejadian New Bbonds. Fic ini juga menyambung dari kisah New Bonds akan tetapi, pairing utama dalam fic ini berbeda dari fic New Bonds
Untuk Gia-san, Seto direncanakan akan muncul di chapter ini, Namun perannya bukan dalam hal Romantis, berhubung pairing utamanya bukan dia.
Please Enjoy
Chapter 4: Meeting Or Feeling.
Malam hari, sekitar pukul delapan malam, Kaiba bersama Mokuba baru saja sampai di Bandara Washington, Amerika. Akibat pesawat mereka yang mengalami delay, Mereka yang seharusnya sampai pukul lima sore, baru sampai sekarang.
Sementara itu di Domino, Jounouchi hendak menelpon Kaiba, namun Handphone-nya mati, entah apa alasannya mematikan Handphone, tapi ini cukup membuat Jounouchi kesal. Bisa-Bisanya Handphone seorang CEO yang 'Penting' tersebut mati.
Di Amerika, Kaiba bersaudara tersebut kemudian pergi ke hotel yang disediakan khusus untuk para peserta rapat esok hari, Kaiba menyadari bahwa seluruh CEO yang hadir telah tidur dikamarnya masing-masing agar besok segar saat rapat, ia adalah orang yang terakhir kali datang ke hotel tersebut.
Di kamar hotel tersebut, Kaiba hendak membuka Handphone-nya untuk menge-mail Roland, Bodyguard rumahnya untuk mengabari bahwa ia telah sampai dengan selamat sampai Amerika, namun ia menyadari bahwa baterai dari Handphone itu habis dan ia segera men-Charge HP itu.
Keesokan Harinya, Kaiba dan seluruh CEO dari perusahaan masing-masing telah berada di Ruang rapat di Hotel itu, sebelum masuk ke Ruang Rapat, Kaiba bertemu dengan seseorang yang familiar baginya.
"Selamat Pagi, Kaiba-san." Sapa pemuda itu, "Selamat Pagi, anda Tenma Yakaou, kan?" Balas Kaiba sambil bertanya karena Ia Ragu, pemuda didepannya ini Tenma Yakaou atau Tenma Gekkou, Kakaknya.
"Ah iya, Saya Tenma Yakaou." Jawab Pemuda itu, "CEO dari Virtual corp." Lanjutnya, "Maaf, tapi seingatku…..CEO dari perusahaan itu adalah kakakmu, Tenma Gekkou?" Tanya Kaiba
"Ya memang, Tapi…" Saat Yakaou sedang menjelaskan, tiba-tiba ponsel Kaiba berdering, "Maaf, sepertinya kita harus lanjutkan ini nanti." Kata Kaiba, "Silahkan, saya tunggu anda di ruangan bersama CEO lainnya." Jawab Yakaou seraya masuk ke ruangan rapat.
Kaiba kemudian mengerutkan kening sambil menggerutu karena ternyata orang yang menelponnya itu 'Kurang' penting saat ini, ia pun dengan malas mengangkat telpon itu.
"Halo?" buka kaiba, "Hei, Kaiba! Ini aku." Jawab Jounouchi, "Ya, aku tahu. Ada apa? Dan lebih baik kau mengatakannya dengan cepat." Tanya Kaiba, "Aku akan bicara tentang…" tiba-tiba sebuah panggilan yang memanggil seluruh CEO untuk rapat, menandakan bahwa rapat akan segera dimulai. "Kau pasti ingin bicara hal yang tidak penting, kan? Kita bicarakan itu nanti." Kata kaiba, "Tidak, tunggu Kaiba! Aku ingin membicarakan tentang Shizuka." Jawab Jounouchi, "Iya, sudah kubilang, kan? Kita bicarakan ini nanti! Sekarang aku harus rapat! Ini lebih penting untukku, dan kemajuan Kaiba corp, mengerti!?" Tanya Kaiba lalu dia menutup telepon, takut Jounouchi menelpon lagi, Kaiba pun mematikan Handphone miliknya.
Di Domino, Jounouchi mendengus kesal dengan perlakuan Kaiba tersebut, ternyata Kaiba sudah kembali ke Kaiba yang dulu, Kaiba yang lebih mementingkan Urusan perusahaan dan rapat dibandingkan dengan perasaan orang lain atau mungkin….perasaannya sendiri diabaikannya?
Sementara itu di Amerika, Rapat sudah dimulai, William McQueen, CEO Dari Vetor Corp, Amerika. Yang merupakan tuan Rumah dari rapat ini, membuka pembicaraan.
"Selamat pagi, semuanya. Sekarang yang akan kita bahas dalam rapat ini adalah…..keamanan kita sebagai CEO yang beraliansi disini." Buka McQueen. "Hal ini disebabkan adalah penyerangan kepada dua orang CEO dari perusahaan yang bekerja sama dengan kita." Lanjutnya.
"Dua orang CEO diserang?" Kaiba bingung dengan pernyataan itu, semua perusahaan yang bekerja sama disini adalah perusahaan besar, bagaimana bisa CEO mereka kena serang? Bukannya seharusnya perusahaan besar dilengkapi dengan keamanan yang ketat juga?
"Ya, Kemarin baru ada laporan bahwa CEO dari Virtual Corp diculik oleh sekelompok orang tidak dikenal." Jawab McQueen, Kaiba memandang Yakaou dengan tatapan terkejut, "Jadi….kau disini untuk menggantikan Kakakmu yang diculik?" Tanya Kaiba.
Yakaou melemparkan ekspresi kesedihan diwajahnya, "Ya…..Kakak kemarin siang diculik oleh sekelompok orang asing, lalu….karena hari ini ada rapat, maka perusahaan bertindak cepat dan penasehat perusahaan mengusulkanku naik dari jabatan wakil menjadi CEO." Terang Yakaou, Kaiba hanya mengangguk lalu menatap McQueen lagi, "Lalu yang seorang lagi?"
"CEO dari Yukiza Corp, Kawaii baru-baru terbunuh di Tokyo." Terang McQueen, Kaiba sangat terkejut mendengar nama itu disebut, Yukiza Corp merupakan perusahaan desain terkenal di Tokyo, dan nama yang disebutkan tadi…dia memiliki nama belakang yang sama dengan Shizuka, apa mungkin dia keluarganya?
"Kalau begitu….siapa yang mewakili perusahaan itu menghadiri rapat ini?" Tanya Yakaou, "Yang menggantikan Posisi adalah adiknya, akan tetapi mereka tidak menghadiri rapat ini." Ujar McQueen.
Kaiba sekarang sudah benar-benar tidak focus untuk rapat, sekarang pikirannya menuju ke Jounouchi yang tadi menelponnya, apakah dia bermaksud memberitahunya tentang kabar duka ini? Kalau memang itu tujuannya, Kaiba merasa sangat bersalah kepadanya.
"Sepertinya posisi kita sebagai CEO sedang terancam…..Jadi apa yang akan kita lakukan." Tanya Yakaou, Kaiba tidak menyadari bahwa mereka sudah memulai pembicaraan kembali karena ia sedang melamun dalam dunianya sendiri.
"Kita harus membuat antisipasi dengan cara melatih seseorang yang bisa kita percaya jika sesuatu terjadi kepada kita, seperti yang perusahaan kalian lakukan, Yakaou." Jawab McQueen kemudian dia menulis sesuatu di kertas pada mejanya.
Jun Kazato, CEO Kazato Corp menyadari bahwa Kaiba hanya diam sejak tadi, dia melamun tanpa mendengarkan apa yang mereka bicarakan, dia pun melapor kepada McQueen.
" apa kau mendengar apa yang kita bicarakan barusan?" Tanya McQueen kepada Kaiba, ia tetap melamun dan tidak menjawab pertanyaan dari McQueen, " ….?" McQueen kembali memanggil Kaiba.
"hah….? Ada apa?" Kaiba gelalapan menjawab panggilan McQueen, "Apa kau mendengar pembicaraan kami ?" Tanya McQueen, "Maaf….aku sedang tidak konsentrasi tadi, bisakah kalian mengulangi lagi pembicaraan kalian barusan."
Kazato menghela nafas kemudian menjelaskan kepada Kaiba, "Kita harus membuat antisipasi dengan cara melatih seseorang yang bisa kita percaya jika sesuatu terjadi kepada kita, seperti yang perusahaan ." terangnya, "Oh….ok….kurasa itu cara yang bagus, aku setuju." Kaiba menjawab begitu Saja.
Yuki Shizura, CEO Dari Yuki Corp Menyadari ada sesuatu yang salah dengan Kaiba, "Ada apa? Sepertinya ada yang menggangu pikiranmu? Apa ada masalah?" Tanya Yuki kepada Kaiba, "Tidak….tidak ada apa-apa." Jawabnya.
Secara mendadak, Kaiba berdiri dari tempat duduknya kemudian pamit kepada CEO lainnya, "Maaf, aku sedang kurang sehat….Aku izin pergi sekarang." Kaiba kemudian pergi keluar ruangan itu dan masuk kekamarnya.
Di kamar, Mokuba yang sedang asik bermain Video Game heran ketika melihat Kaiba seperti terbebani setelah rapat barusan, "Ada apa?" tanyanya. "Mokuba nanti…..mulai kita kembali ke Domino, kau harus mengikuti latihan kepemimpinan." Jawab Kaiba, "Apa!? Kenapa, kau tidak berencana ingin mundur sebagai CEO Kaiba Corp, kan?" Tanya Mokuba panik, "Tidak."
"Ini hanya antisipasi, sudah ada dua CEO dari perusahaan lain yang menjadi korban sekelompok orang tidak dikenal…..mereka diculik bahkan dibunuh." Terang Kaiba, "Tidak mungkin, Kakak…." Mokuba tidak percaya apa yang baru saja didengarnya, "Jadi jika terjadi sesuatu kepadaku, kau bisa mengambil alih posisiku dengan segera." Terangnya sambil meninggalkan Ruang Kamar itu.
Diluar, Kaiba mengambil Ponsel miliknya dan mencari Nomor Jounouchi, dia ingin memanggil orang itu dan mengatakan apa maksud sebenarnya memanggilnya tadi.
"Halo?" Jounouchi Me-Respon Panggilan Kaiba dengan nada kesal, mungkin karena tadi saat ia ingin menelponnya, Panggilannya Di-Reject
"Apa yang terjadi dengan Shizuka? Kudengar ibunya meninggal? Apa itu benar?" Tanya Kaiba bertubi-tubi kepada Jounouchi, "Kau terlambat Bodoh! Pemakamannya sudah selesai!" Jawab Jounouchi.
"Kenapa kau tidak memberitahuku!? Apa kau pikir karena aku di Amerika sampai tidak dapat menghadiri pemakaman itu!?" Tanya Kaiba kesal, "Memang itu kenyataannya!" Jounouchi lebih kesal dari Kaiba.
"Apa kau bilang!?" Kaiba bertanya dengan heran, namun tetap dengan suara tingginya, "Tadi pagi….saat aku menelponmu…..kau mengatakan bahwa rapat untuk memajukan Kaiba Corp-mu itu lebig penting, kan? Walau aku berkata bahwa aku ingin membicarakan tentang Shizuka." Terang Jounouchi, Kaiba hanya diam…..menyesali perkataannya tadi pagi.
"Jounouchi…..aku harus Profesional sebagai seorang CEO….Tapi….." Perkataan Kaiba terpotong dengan Ucapan Jounouchi, "Jadi kau lebih memilih meeting daripada perasaanmu, huh?" Tanya Jounouchi, "Kalau aku tidak memikirkan perasaanku, kau, dan Shizuka….aku tidak akan menelponmu sekarang." Jawab Kaiba, "Apa dia sudah pulang ke Domino?" tanyanya, "Belum."
Kaiba kemudian memutuskan untuk segera pulang ke Domino, Mokuba heran dengan perlakuan kakaknya itu, bertanya apa yang sebenarnya terjadi, Kaiba menjelaskan kepadanya dan Mokuba pun Shock mendengarnya.
Sementara itu di Tokyo, Shizuka berusaha untuk bersikap normal, seolah tidak terjadi apapun didepan teman-teman Universitasnya, namun, karena Sakura itu merupakan orang yang terkenal, maka teman-temannya di Tokyo mengetahui kabar ini dengan cepat, mereka kemudian mengucapkan Duka Cita kepada Shizuka, dan Shizuka pun berterimakasih kepada pengertian mereka semua.
Namun, Pada suatu hari, saat Shizuka sedang pulang sekolah ditemani Ryo jalan kaki, tiba-tiba seseorang menarik Shizuka Ke-dalam Mobil yang dikendarai oleh temannya, Ryo berusaha mengejar mobil itu, namun ia kehilangan Jejak karena larinya kalah cepat oleh Kecepatan mobil itu.
Ryo memang tidak sanggup mengejar Mobil itu, Namun ia dapat melihat nomor dan Karakteristik mobil itu, berwarna Hitam, dan merupakan jenis sedan.
Chapter selanjutnya sedang dalam proses, mohon ditunggu Updatenya.
Ada Review untuk chapter ini?
