chapter 4 : football game ?

Rukia menghela nafas lagi sambil memijat kepalanya dengan pelan,dan entah sudah berapa kali dia menghela nafas hari ini.Ya ini berkat ajakan tidak terduga dari Ashido beberapa menit yang lalu yang membuat dia harus berpikir sangat keras.

"Dimana aku bisa mendapatkan uang yang cukup untuk membeli pakaian"batin Rukia dalam hati.

#Flashback #

"Rukia!!"teriak seorang pemuda berambut merah sambil berlari mendekati sang empu yang dipanggil.Dan tentu saja membuat orang tersebut manatap heran pada pemuda tersebut.

"Ashido?,ada apa?"tanya Rukia binggung setelah pemuda bernama Ashido itu berada disampingnya.Apalagi wajah pemuda tersebut terlihat sangat-sangat senang.

"Ayo kita berkencan berhubung besok minggu "ucap pemuda itu dengan semangat yang mengebu-ngebu.

"Hah?"

"Tunggu dulu,Apa??"

"Berkencan??"teriak rukia bertubi –tubi dengan wajah merona dan di jawab anggukan kepala oleh sang pemuda sambil tersenyum lebar.

"Apa kau tahu apa itu kencan?"tanya Rukia pada pemuda tersebut.

"Tidak.Tapi dari manga yang ku baca itu terlihat menyenangkan,karena itu aku ingin juga melakukannya,jadi kau maukan?"ucap Ashido dengan wajah penuh harap kepada Rukia dan tentu saja membuat Rukia sedikit aneh.

Bagaimanapun juga dia tidak pernah melakukan hal seperti itu,apa yang harus dilakukan pada saat berkencan?meskipun dia pernah membaca bagaimana caranya untuk berkencan namun tetap saja.Meskipun dia ingin berkencan yang ingin dia ajak adalah Ichigo bukan pemuda dihadapannya ini.

Rukia pun kemudian berpikir,jika dia berkencan.Dia harus mempunyai pakaian untuk berkencan dan hal – hal lainnya,mana mungkin dia terus – terusan menggunakan baju yang di berikan adik Ichigo kan?.Dan untuk membeli pakaian dia harus mempunyai uang dan sekarang dirinya sudah mengalami penyakit yang bernama kanker a.k.a kantong kering.Di alihkan pandangannya kepada Ashido dan ingin berkata tidak namun sayang suaranya tiba – tiba hilang.Ketika melihat wajah Ashido yang bersemangat dengan senyum lebar ke arahnya.Rukia menghela nafas untuk menenangkan diri.Mana mungkin dia tega menolak jika ditatap seperti itu.

"Hah...berikan aku waktu sampai jam pelajaran terakhir untuk menjawabnya"

"Baiklah kalau begitu,ayo kita pergi menuju kelas"ucap Ashido dengan senyum yang terpapar jelas diwajahnya sambil menarik tangan Rukia kemudian berjalan menuju kelas.Tanda dia sadari itu membuat Rukia merona malu dan tersenyum kecil.

"Dasar..."

#End flashback#

"Kuchiki – san?"

"Kuchiki-san..."ucap seorang perempuan sambil melambai – lambaikan tangannya kepada Rukia.

"Ah..Inoue,ada apa?"tanya Rukia setelah tersadar dari lamunannya.

"Mou...seharusnya aku yang bertanya seperti itu Kuchiki – san "

"Eh...memangnya aku kenapa?"

"Sedari tadi Inoue memanggilmu tapi kau tidak menyahut "ucap Tatsuki yang berada di belakang Inoue.

"Apa kau sakit?"timpal perempuan itu lagi.

"Akh...maaf Inoue,Tatsuki,tadi aku tidak fokus makanya tidak menyadari panggilanmu"ucap Rukia lagi sambil menggaruk- ngaruk kepalanya.

"Tidak apa Kuchiki-san,ayo kita pergi sekarang jika tidak Miyano – sensei akan menghukum kita lari dilapangan karena terlambat dalam pelajaran olahraganya"ucap Inoue lagi kemudian menarik tangan Rukia dan Tatsuki menuju lapangan olahraga.

...

Setelah sampai disana bukannya hukuman yang mereka terima malah teriak-teriakan yang berasal dari siswa dan siswi yang ada di kelas bahkan dari kelas yang lain juga ada.

"Kurosaki-kuuun!!"

"Ayo Ashido-kunn,jangan mau kalah !!"

Teriak gaje para siswi sedangkan para siswa sweetdrop mendengar tapi ikut juga berteriak namun tidak lebay.Tentu saja itu membuat Rukia dan lainnya penasaran dengan teriakan tersebut.Kemudian mereka berjalan mendekat dan Setelah di perhatikan yang membuat lapangan olahraga menjadi seberisik itu adalah pertandingan sepak bola antara Ichigo dan Ashido.

"Pantas saja "batin Rukia dalam hati.

Ichigo berada di tim biru maka Ashido berada tim merah sepertinya pertarungan mereka cukup sulit dan kedua tim terlihat sama – sama kuat.Sebuah senyuman atau lebih tepatnya seringai tiba- tiba muncul di wajah Rukia.

Bukan karena melihat pertandingan Ichigo atau Ashido tapi sebuah ide muncul untuk menjawab semua masalah yang dia dapatkan hari ini.Rukia kemudian berjalan menuju sekumpulan siswa laki –laki yang memperhatikan pertandingan dengan seksama tentu saja setelah dia pamit pada Inoue dan Tatsuki.

"Halo..."sapa Rukia ramah kepada sekumpulan siswa laki-laki disana.

"Kuchiki-san!!"teriak mereka kaget kemudian menunduk hormat"

"Tidak perlu seperti itu"ucap Rukia binggung melihat sambutan berlebihan yang diberikan sekumpulan siswa laki – laki tersebut.

"Tidak,sebuah kehormatan bisa melihat siswi termanis di sekolah ini menyapa kami"ucap salah satu siswa tersebut.

"Eh...,kau membuatku malu?"ucap Rukia sambil tersenyum drama andalannya.

"Jadi apa yang ingin Kuchiki ingin dari kami"

"Aku hanya ingin mengajak kalian bertaruh"

"Bertaruh ?bertaruh apa?"

"Uang"

"Jadi apa yang ingin di jadikan taruhan?"

"jika Ichigo menang aku akan membayar setiap orang 1000 yen dan jika Ahido menang kalian harus membayarku 1000 yen untuk setiap orangnya,bagaimana?deal?"ucap Rukia sambil menunjuk ke arah pertandingan Kemudian dia mengulurkan tangannya menunggu jawaban mereka.

Sejenak sekumpulan siswa laki – laki tersebut terdiam kemudian menyambut tangan tersebut sambil tersenyum tipis.Dan berhasil membuat senyum Rukia semakin mengembang yang sukses beras membuat mereka yang berada disana merona akibat terpesona yang keluar dari gadis tersebut.

"Deal "ucap mereka bersamaan.

"5000 yen,aku datang "batin Rukia lagi

Selepas berjabat tangan Rukia menarik nafas sekuat yang dia bisa tentu saja hal itu membuat kelompok itu binggung sampai...

"ASHIDO JIKA KAU MENANG,AKU AKAN MENERIMA AJAKAN KENCANMU!!!!!!"teriak Rukia kuat sampai semua penonton yang tadi sibuk memperhatikan pertandingan beralih kepadanya dengan tatapan binggung namun tak berapa lama mereka mulai bersiul – siul gaje ke arah Rukia.

Tentu saja hal itu tidak luput dari dua bintang yang sedari tadi sibuk dengan bolanya mengalihkan perhatiannya kepada Rukia.Bahkan reaksi dua orang tersebut sangat mencengangkan.

Ichigo menatap lurus ke arah Rukia dan yang dapat dia lihat sang empu diujung sana tersenyum menyakinkan ke arah pemuda berambut merah.Ichigo mengepalkan tangannya kuat,dia ingin marah namun dia tidak tahu darimana sumber kemarahannya tersebut.Kemudian di tatapnya ke arah pemuda berambut merah yang tersenyum lebar yang berhasil mengingatkannya bagaimana dulu Rukia mengatakan bahwa seperti itu pria yang ada didalam hatinya.Hal itu sukses Membuat Ichigo tersenyum miris lalu mengeleng kuat kemudian menatap tajam ke arah pemuda berambut merah tersebut.

"Aku takkan membiarkanmu menang!"batin Ichigo dalam hati

Sedangkan pemuda berambut merah itu tersenyum dan memberikan jempolnya kepada Rukia seolah menyetujui permintaan gadis itu.Tidak butuh waktu lama permainan kembali di lanjutkan Cuma sudah ada yang berbeda dari pertandingan tersebut dan hanya beberapa orang yang mengetahui.

Apa yang sebenarnya membuat perbedaan tersebut,ternyata aura persaingan antara Ichigo dan Ashido semakin menjadi –jadi,Ichigo dan Ashido asyik memperebutkan dan mempertahan bola tanpa ada yang mau mengalah bahkan team mereka tidak diberi kesempatan untuk sekadar merasakan bola tersebut.

Persaingan semakin memanas Rukia hanya memperhatikan secara diam,dalam hati dia berharap Ichigo yang menang sehingga dia tidak harus berkencan dengan Ashido namun sebagian hatinya berharap Ashido yang menang karena dia tidak ingin kehilangan uangnya yang tinggal beberapa ribu yen lagi.

Rukia mengerutkan alisnya heran melihat pertandingan tersebut,apalagi wajah Ichigo terlihat seolah tidak mau kalah oleh Ashido.Bukankah Ichigo hanya menggangap sebagai teman tidak seharusnya dia memandang dendam kepada Ashido bukan?.

PRITTT!!!!!

"Kyaaaaa~~~~"

Bunyi peluit terdengar keras yang mengartikan bahwa permainan tersebut sudah berakhir namun di abaikan begitu saja malah disusul oleh teriak para siswi gaje.

Bagaimana tidak teriak tiba-tiba setelah peluit di bunyikan seorang gadis bertubuh mungil menerobos masuk dan langsung memeluk sang pemenang dari pertandingan tersebut.

"Yeah,Kau menang Ashido!!"pekik gadis tersebut sambil mengeratkan pelukan kepada sang pemuda,sedangkan sang pemuda tersenyum sambil membalas pelukan tersebut.Membiarkan pemuda yang satu lagi menatap mereka dengan mata yang memblalak lebar dan mulut terbuka lebar kemudian dia kembali memasang wajah datar lalu berjalan mendekati pemenang tersebut.

"Nice game"ucap Ichigo sambil menyodorkan tangannya kepada Ashido tapi matanya tidak lepas dari Rukia.

"Yeah"ucap Ashido dan menyambut tangan tersebut setelah melepaskan pelukannya pada Rukia.Sedangkan Rukia yang tersadar akan perbuatannya merona malu yang berhasil membuat Ichigo semakin jengkel menatapnya Karena kesal Ichigo beranjak meninggalkan orang tersebut.

...

Ichigo menatap kamarnya dengan tatapan kosong,kemudian dia menghela nafas secara perlahan.Dia masih mengingat bagaimana Rukia tiba- tiba memeluk tomat busuk tersebut dengan wajah berseri – seri.Ingin sekali Ichigo membawa Rukia darisitu atau paling enggak memukul pemuda itu.Bukannya dia cemburu Cuma dia benar – benar merasa tergantikan sebagai sahabat dari gadis mungil tersebut.Apalagi sekarang Rukia terlihat benar – benar menghindarinya.

Ichigo kembali menghela nafas sambil mengerutkan alisnya dan mencoba mengingat – ingat kembali kapan Rukia mulai menjauhinya,tiba- tiba mata Ichigo terbuka lebar,ya dia ingat Rukia mulai menjauhinya sejak dia curhat kepada Rukia siapa yang dia sukai.Sebuah pertanyaan kembali muncul dibenak Ichigo.

" mungkinkah Rukia..."batin Ichigo dalam hati kemudian mengelengkan kepalanya tidak percaya namun tiba – tiba dia mendengus sebal.Dia sudah tahu mengapa Rukia menghindarinya dan hal itu berhasil membuatnya kembali jengkel.

"Ah...pasti karena pemuda itu"gumam Ichigo pelan dengan wajah sedih tentu saja tanpa dia sadari.Kemudian dia memejamkan matanya secara perlahan teringat bagaimana percakapannya dengan Ashido beberapa hari yang lalu.

# Flashback #

"Ashido,apa yang kalian bicarakan dihutan menos sampai Rukia berjanji akan mengeluarkanmu dari sana"

"Owh itu..."ucap Ashido sambil mengantung ucapannya membuat Ichigo merasa sedikit penasaran.

"Aku tidak mengatakan hal yang penting dan aku hanya membawanya ke tempat pemakaman teman – temanku "timpal Ashido lagi kemudian tersenyum lembut sambil memandang rukia dengan intens.

"Kau tahu ?"tanya Ashido

"Dia adalah orang yang benar – benar hebat,dia mampu mengubah pola pikirku untuk pergi dari hutan menos itu,dia mengatakan padaku bahwa masih banyak orang diluar sana yang memperdulikanku disana,jika tidak ada satupun dia bahkan bersedia sebagai orang nomor satu yang peduli denganku"

"Sungguh ketika dia mengatakan hal itu membuatku sedikit senang karena masih ada yang mau memperdulikanku namun bukan hal itu yang membuatku keluar dari tempat itu"

"Terus kenapa kau akhirnya keluar dari tempat itu?"tanya Ichigo lagi.

"Dia kembali berkata kepadaku jika aku terus berada disana,teman – teman yang sudah mengorbankan nyawa untuk melindungiku akan sedih dan pengorbanan mereka akan menjadi sia – sia karena aku tidak bersyukur akan hidupku.Dan membuat ku yakin untuk keluar dari situ adalah ketika dia berkata bahwa dia masih memerlukanku"timpal Ashido lagi kemudian mengelus rambut Rukia secara perlahan.

Ichigo menatap heran,pemuda di hadapannya memiliki kesamaan dengannya.Yah mereka berdua sama- sama menganggap Rukia sebagai orang yang mengubah hidupnya.Ichigo sedikit cemburu karena bukan Cuma dirinya saja yang di ubah oleh Rukia.Sebuah pertanyaan kembali muncul di kepala Ichigo,Cuma dia merasa kelu untuk menanyakannya.

"Jika kau masih ingin bertanya,tanyakanlah"ucap Ashido yang sepertinya bisa membaca perasaan Ichigo atau Ichigo memang orang yang mudah di tebak.

"Apa kau menyukai Rukia?"akhirnya pertanyaan di hati Ichigo keluar juga namun entah kenapa dirinya takut mendengar jawaban dari pemuda tersebut.

"Saat ini mungkin belum,namun..."ucap pemuda itu yang membuat Ichigo menghela nafas lega beberapa detik kemudian dia terdiam sepertinya dia tidak mendengarkan perkataan Ashido yang selanjutnya.

"Tunggu...lega?"batinnya dalam hati.

Kemudian dia mencerna kembali ucapan Ashido dan membuat hatinya merasakan sedikit rasa sakit.Tadi ashido mengatakan saat ini bukan?berarti ada kemungkinan dia akan menyukai Rukia bukan?.

"...untuk ke depannya siapa yang tahu ?tidak sulit untuk terperangkap dalam pesona Rukia bukan?"ucap Ashido yang berhasil membuat hati Ichigo mencelos seketika untuk sesaat dia menyesal menanyakan hal itu.

"Akh...kita sudah sampai"timpal Ashido kemudian mencari Ichigo yang tadi berada disampingnya.

"Hoi...Kurosaki-san"ucap Ashido sambil melambaikan tangannya di wajah Ichigo.

"Ah...ya,"ucap Ichigo yang baru tersadar dari lamunannya.

"Kita sudah sampai,nih"ucap Ashido lagi kemudian menyerahkan Rukia kepada Ichigo.

"Kalau begitu sampai jumpa "timpalnya lagi kemudian berjalan menjauhi dua orang tersebut.

Ichigo pun berjalan menuju kamarnya sambil membawa Rukia yang masih pulas tertidur didalam gendongannya.Sebuah senyuman terbingkai jelas di wajah Ichigo melihat Rukia tertidur begitu pulasnya.

"kenapa kau selalu bisa membuat orang gemas "geram Ichigo sambil mencubit hidung Rukia pelan.Dan sukses membuat orang tertidur tersebut terganggu tanpa dia sadari Rukia merentang tangannya kemudian memeluk leher Ichigo dengan erat kemudian mendekatkan wajahnya ke persimpangan leher Ichigo.

"Chappy manis sekali membuat aku ingin sekali memelukmu seperti ini selamanya"igau Rukia yang sukses membuat wajah Ichigo merona hebat,jantungnya sudah hampir keluar dari tubuhnya bahkan dia bisa merasakan hembusan nafas Rukia di lehernya.Hampir saja dia jatuh dari tangga akibat perbuatan Rukia itu.

Ichigo kemudian membuka pintu lemari dimana tempat Rukia biasanya tidur,di letakkannya tubuh Rukia secara perlahan – lahan supaya sang empu tersebut tidak terbangun dari tidurnya.Kembali di perhatikannya Rukia yang masih terhanyut dalam mimpinya kemudian dia mengacak rambut Rukia pelan dan tanpa dia sadari wajahnya makin dekat dengan Rukia.Dan...

Cup

Dia mencium dahi Rukia beberapa detik kemudian dia tersadar dari perbuatannya kontan saja membuat wajah Ichigo memerah kemudian menutup pintu lemari itu secara perlahan setelah menutupnya Ichigo terduduk disitu.Jantungnya masih bertalu – talu dengan wajah yang masih merona.

"Apa yang kulakukan "rutuknya dalam hati kemudian dia tersenyum tentu saja tanpa di sadarinya.

"Selamat malam Rukia " ucapnya kemudian dia beranjak menuju tempat tidurnya.

# End flashback #

"Waw,aku tidak menyangka kau orang yang mesum"ucap seseorang yang sukses membuka mata Ichigo lebar – lebar bahkan dia langsung bangkit dari tidurnya.

"Apa kau bilang midget!!"

"Mesum?"timpal Ichigo tidak terima di bilang mesum oleh Rukia

"Kalo tidak mesum apalagi,daritadi ku perhatikan wajahmu sedari tadi memerah"

"Akh...aku tahu,kau pasti memikirkan hal –hal kotor ya ?"ejek Rukia dan berhasil membuat Ichigo naik darah.

"Tidak !"bantah Ichigo cepat.

"Terus...kenapa wajahmu memerah tadi?"tanya Rukia penasaran dan berhasil membuat wajah Ichigo memerah.

"Itu...itu..."bata Ichigo dengan wajah memerah sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.Didalam otaknya menolak untuk memberitahukan kebenaran.Mana mungkin dia mengatakan bahwa dia mencium dahi Rukia beberapa hari yang lalu kan?.

"Aku benarkan?kau pasti berpikiran mesum?"

"Aku tidak mesum Midget!!"

"Ck,kau saja yang tidak mau mengakuinya jeruk bahwa kau itu orang yang mesum "timpal Rukia lagi yang masih mempertahankan senyum mengejeknya kepada Ichigo.

"Tidak"

"Iya"

"Tidak midget"

"Iya jeruk"

"Tidak "

"Iya"

Akhirnya mereka menghentikan perdebatannya karena Rukia mengakhiri adu mata antara keduanya tiba- tiba saja mereka menjadi canggung.

"Apa itu?"tanya Ichigo sambil menunjuk ke arah kantong plastik yang ada di tangan Rukia.

"Ini?"ucap Rukia sambil menggoyang –goyangkan kantong plastik tersebut dan di jawab anggukan kepala oleh Ichigo.

"Baju,untuk kencan besok"ucap Rukia seadanya kemudian berjalan menuju lamari untuk meletakkan belanjaannya tersebut.Tanpa disadarinya Ichigo memandang sedih kepadanya.

"Jadi,besok kau benar – benar mau berkencan dengannya?"gumam Ichigo pelan namun masih terdengar jelas di telinga Rukia.

"Ya,tentu saja kau tahu aku bukan orang yang ingkar janji kan?"

"Akh...iya"

Tiba – tiba keheningan kembali terjadi antara keduanya membuat Rukia muak dengan keadaan ini.Otaknya terus berpikir untuk membuat keadaan mereka menjadi seperti semula,ya seperti sebelum Ichigo curhat siapa yang dia sukai.Ya ini semua salahnya jika saja dia tidak menyukai pemuda ini maka dia tidak akan merasa secanggung ini.

"Oh...Ichigo,paman bilang kita harus ke bawah untuk makan malam"ucap Rukia kemudian berjalan menuju pintu dan diikuti oleh Ichigo.Pada saat di depan pintu sebuah seringai muncul di wajah gadis itu.

"Paman,ternyata Ichigo orang yang mesum juga!!"teriak Rukia kuat membuat semua orang yang mendengar di sana terkaget – kaget.

"HORE!!!!Anakku Normal!!!!"teriak ayah Ichigo kuat sambil menangis haru kemudian berlari menuju ke poster istrinya untuk menceritakan apa yang terjadi.

"Hei!"pekik Ichigo tidak terima

"Hehehe,rasakan"ucap Rukia sambil menjulurkan lidahnya di hadapan Ichigo untuk mengejek.

"awas kau ya"ucap Ichigo sambil tersenyum kemudian berlari mengejar Rukia.Rukia pun berlari agar tidak tertangkap oleh Ichigo sebuah senyuman juga terpatri di wajahnya.Namun sayang Rukia terlalu ceroboh seharusnya dia lebih hati –hati saat berlari menuruni tangga.

BRUAKKKK

"ICHIGO!!!!!!!!!"

Tobe Continue

Apakah yang sebenarnya terjadi?

Apakah acara kencan Rukia akan berlangsung?

Huahahahaha akhirnya selesai juga chapter 4,huah sebenarnya saya sangat sibuk di dunia real world bahkan kukira aku tak bisa update secepatnya di ffn. di karenakan tugas kuliah yang bertumpuk –tumpuk (T-T) dan yang pasti belum diselesaikan.

Hehehe untuk chapter ke depannya perasaan Ichigo akan sedikit demi sedikit akan muncul tapi ngak tau munculnya chapter berapa.semoga para reader atau senpai dengan cerita saya ini.oh ya satu lagi pemilihannya masih berlaku untuk menentukan pairingnya hehehehe meskipun sudah banyak yang milih Ichiruki sih. Btw saya mohon maaf bila masih banyak kata – kata hilang ataupun typo yang bertebaran kemana – mana.harap maklum karena saya mah masih pemula banget.

Hm...saya sedang bimbang mau aktif di ffn atau di wattpad aja ya?"

Baiklah saya akan membalas review para senpai hehehe

Achalida : waw i really thank you sis,hehehe i really happy because you want read my fic and i hope you enjoy it.sorry my english still bad J.

IchiRuki HF : terima kasih atas reviewnya senpai.hehehe saya senang senpai suka di chapter ini,tenang aja senpai saya usahain Ichigo cemburu berat sama Ashido tapi di chapter –chapter berikutnya ya kak.soalnya mau buat Ichigo peka itu susah.hehehe untuk typo akan saya usahakan lagi. J

Rukichigo : terima kasih atas reviewnya senpai.hehehe ini sudah saya lanjutkan senpai J

Nozomi : terima kasih atas reviewnya senpai hehehe.benarkah anda suka dengan ceritanya.Saya senang sekali mendengarnya,ini sudah saya lanjutkan kok. J

Hehehe sekian dari saya,sampai ketemu di chapter berikut peace.Jika para sempat mohon reviewnya J.

selamat tahun baru :)