Main Cast :
Kim Jaejoong ( 25 Tahun; Genderswitch )
Cho Kyuhyun ( 22 Tahun )
.
.
.
Other Cast :
Krystal ( 21 Tahun )
Shin se kyung ( 21 Tahun )
Sung Ji Hyo ( 30 Tahun )
Choi Minki ( 21 Tahun )
Lee Min Hoo ( 26 Tahun )
Han Junsu ( 24 Tahun )
Kwon Yuri (24 Tahun )
.
.
.
.
.
Untuk Kepentingan cerita, ada nama dari cast yang author ganti…mian, buat yang kurang berkenan…. ( Bow 900 )
.
.
.
.
Pairing:
Jaejoong and Kyuhyun
And Others…..
.
.
.
.
For dear chingu..please don't be silent readers
.
.
.
RnR please…( bow 900 )
.
.
.
Selamat Membaca…..^^v
.
.
.
.
.
Chapter 4
.
.
Normal POV
.
.
Udara terasa semakin dingin malam ini, terlihat seorang gadis sedang berjalan dengan langkah kecilnya. Ekspresi wajahnya tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Dengan langkah kecil dia berusaha menyusuri jalan yang sepi. Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Hari yang berat sepertinya sudah dilewati olehnya. Angin malam yang dingin seperti saksi bisu perjuangannya untuk sampai dirumah dengan langkah kecil yang terlihat tanpa semangat.
.
.
.
Jaejoong POV
.
Hari ini semua yang sudah direncanakan sepertinya tidak ada yang berjalan dengan seharusnya. Hari pertama bekerja sepertinya sudah menjadi bencana dalam hidupku. Hidup damai dan juga terlihat normal sepertinya hanya akan menjadi impian yang tidak akan pernah tercapai. Itu semua karena pemuda yang bernama kyuhyun itu. Arrgghh….aku hanya bisa menggerang frustasi dengan mengacak-acak rambut bagian depanku. Hidupku akan semakin sulit untuk kedepannya, huhh…ya tuhan, kenapa aku tidak bisa hidup normal seperti layaknya yeoja-yeoja lain. Bekerja, jatuh cinta dengan pria yang tepat dan tentu saja sederajat, menikah, dan kemudian mempunyai anak yang banyak.
Tapi, sekarang sepertinya semua itu akan sulit tercapai. Entah kenapa, apa mungkin aku kurang melakukan kebaikkan sehingga membuat hidupku menjadi begitu rumit. Mungkin saja, tapi yang jelas semua akar permasalahan ada pada pemuda aneh yang bernama kyuhyun itu.
.
.
Flash Back On
.
"Agashi..gwenchana..?".. kyuhyun memegang tangan jaejoong memastikan gadis itu baik-baik saja.
"n..nee..nan..gwenchana...".. jaejoong hanya bisa tersenyum tipis dan terus menundukkan wajahnya menghindari kamera-kamera yang masih antusias mengambil foto dirinya dan kyuhyun.
"Syukurlah.."…kyuhyun tersenyum lembut kepada jaejoong..
"kyuhyun..ada apa ini..?".. .leeteuk berlari kearah kyuhyun dengan wajah khawatir.
"Gwencahana hyung.." kyuhyun tersenyum kepada sang manager untuk menenangkannya.
"kyuhyun shii..bisa anda jelaskan apa yang sebenarnya terjadi, siapa gadis yang disamping anda..?. Apakah dia pacar anda..?".. pertanyaan bertubi-tubi di tujukan kepada kyuhyun. Kerumunan wartawan semakin bertambah, cahaya kamera seperti tidak henti-hentinya menyorot kyuhyun dan jaejoong.
"Kyuhyun shii apakah kalian pasangan baru..?"
"Kyuhyun shii.."…."Kyuhyun shii.."…"Kyuhyun shii.."… terlihat beberapa orang security berlari kearah kerumunan pers yang semakin menggila dengan pertanyaan-pertanyaan mereka. Mereka mencoba melindungi kyuhyun dan juga sang manager.
"semua yang terjadi bukan seperti yang kalian lihat, dan tidak ada yang disengaja, semua hanya kebetulan semata. Tunggu saja berita dari kami, kami pasti akan menggadakan konferensi pers. Mohon teman-teman pers jangan menyulitkan artis kami dan segera bubar dari tempat ini"….leeteuk mencoba menenangkan para wartawan yang semakin menggila dan sepertinya mereka tidak mengindahkan perkataan leeteuk. Mereka terus saja mengambil gambar dan juga mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Bahkan bukan hanya wartawan saja, semua yang ada dilobi itu seperti tidak mau kehilangan kesempatan. Para pekerja, penggunjung, dan bahkan ada yang berlarian dari luar gedung untuk melihat kejadian itu.
"Hey, apakah kau baik-baik saja..?"..Kyuhyun merapatkan tubuhnya ke jaejoong sambil berbisik. Terlihat tubuh jaejoong seperti membeku, dia hanya diam ditempat seperti patung. Dengan wajah yang tertunduk dan semakin merah. Dia tidak ingin menghadapi hal yang semacam ini lagi. Bayangan-bayangan masa lalunya kembali muncul di ingatannya. Dia rasanya ingin menghilang saat itu juga. Tapi tiba-tiba dia merasakan tangannya digenggam dengan sangat erat. Jaejoong mencoba mengangkat wajahnya untuk melihat siapa yang menggengam tangannya dengan begitu erat. Dan dia mendapati, wajah kyuhyun yang dekat dengan wajahnya tersenyum dengan begitu lembut.
"Gwenchana, semua akan baik-baik saja. Percayalah padaku..kajja, kita pergi dari sini. Sepertinya, akan semakin ramai".. kyuhyun menarik tangan jaejoong dan membawanya berjalan menembus kerumunan orang-orang yang masih setia mencoba mengambil keterangan dari kyuhyun. Dibantu oleh beberapa orang security, akhirnya kyuhyun dan jaejoong bisa keluar dari gedung.
Ternyata sang manager sudah menunggu mereka di luar gedung dengan mobilnya. Saat mereka sudah dekat dengan mobil, kejadian yang lebih menggejutkan kembali terjadi. Kyuhyun tidak membawa jaejoong masuk kedalam mobil, tapi terus berlari menuju jalan raya. Leeteuk semakin panik melihat kejadian itu. Dia hanya bisa menggumpat dalam hati, dan memandang kepergian kyuhyun yang semakin jauh. Saat sampai di pinggir jalan raya, kyuhyun langsung menyetop taksi dan membawa jaejoong masuk kedalamnya.
Jaejoong yang masih shock dengan keadaanya hanya bisa diam menerima semua perlakuan kyuhyun.
"Tolong cepat jalan, dan bawa kami sejauh mungkin dari tempat ini"…kyuhyun berbicara dengan supir taksi.
Setelah setengah jam mereka berada didalam taksi yang sedang melaju tanpa ada obrolan sedikitpun. Sang supir yang bingung karena tidak ada pemberitahuan tujuan kedua orang yang duduk dibelakangnya, akhirnya mereka di turunkan di sebuah taman kecil yang sangat sepi. Setelah berdebat dengan cukup lama, akhirnya supir taksi itu mau menerima jam tangan mahal milik kyuhyun sebagai bayaran untuk tumpangan mereka. Kyuhyun sama sekali tidak membawa uang, maka terpaksa dia harus merelakan jam tangan kesayangannya yang bernilai puluhan ribu dollar itu.
Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam dan udara menjadi semakin dingin. Jaejoong dan kyuhyun berjalan berdampingan dengan langkah kecil. Menyusuri jalan di sekitar taman yang sepi. Jaejoong yang seperti kedinginan membuat dia harus mendekap tubuhnya sendiri dan berusaha merapatkan jaketnya.
"Apakah kau baik-baik saja..?".. kyuhyun membuka pembicaraan diantara mereka.
"..."
"Hey, kau masih ingat denganku kan?..aku yang menolongmu saat di di gwanak tempo hari.."
"..."
"Hey, apa kau mendengarku..?"
"Kenapa kau melakukan hal itu..?" jaejoong berbicara tanpa melihat kearah kyuhyun.
"Mian, entah kenapa saat aku melihatmu dan saat dekat denganmu aku seperti ingin melakukan hal yang diluar kebiasaanku. Sebenarnya aku lebih suka diam dirumah dari pada harus berada diluar seperti ini, tapi entahlah…saat bersamamu rasanya lebih nyaman berada diluar dari pada di rumah"..kyuhyun tersenyum lembut dan tentu saja tidak dilihat oleh jaejoong.
"Apa maksudmu..?"..jaejoong mulai terlihat kesal.
"Entahlah, aku juga tidak tahu…Hey, maaf..apa aku boleh mengetahui namamu..?"..
"…."
"oh, ayolah…apakah kau masih marah..?"…
"tentu saja aku marah ,pabo…kenapa kau menyeretku kesini. Kenapa kau membawaku kedalam masalah besar. Hiks…Aku ingin pulang…aku ingin pulang"…mata jaejoong sudah terlihat berair dan sembab. Melihat hal itu membuat kyuhyun menjadi panik.
"Hey,hey…gwenchanayo…mianhe…jeongmal mianhe….Aku tidak bermaksud menyulitkanmu, mian karena aku hanya bertindak sesuai dengan kemauan hatiku dan tidak memikirkan akibatnya. Mian..ne..?..aku akan mengantarmu pulang dengan selamat, tenang saja.." kyuhyun menarik tubuh jaejoong dalam dekapannya. Hangat, itulah yang jaejoong rasakan. Dia tidak pernah merasa senyaman itu saat berdekatan dengan seseorang, dan bahkan sudah sedekat ini. Rasa nyaman yang dia rasakan saat ini berbeda dari rasa nyaman yang dia dapatkan saat berpelukan dengan paman dan bibi lee. Ada rasa baru yang berdesir dalam hatinya, seperti ribuan kupu-kupu mengelitik dada dan juga perutnya.
Jaejoong menyembunyikan wajahnya di dada bidang kyuhyun, kemudian memejamkan matanya. Dia mencoba meresapi rasa asing yang baru saja dia dapatkan. Dia sepertinya sangat betah dengan posisi itu.
.
.
Kyuhyun POV in Flash Back
.
Ku hirup dalam-dalam aroma tubuh gadis yang ada didekapanku ini. Entah mengapa aku sampai berani memeluk seorang gadis yang bahkan namanya saja aku tidak tahu. Aroma tubuhnya sangat harum, sangat nyaman. Mendekap tubuh gadis ini rasanya seperti mendekap ribuan bunga musim semi. Sepertinya walaupun harus berdiri berjam-jam disini, jika dalam posisi ini aku akan betah. Dia menyembunyikan wajahnya di dadaku, dan membuat desiran hebat dalam hatiku. Gerakan tubuhnya, suhu tubuhnya, suara detak jantungnya, hembusan nafas hangatnya, semuanya seperti menggelitik rasa didalam dadaku. Apa yang terjadi padaku..dadaku terasa sangat sesak sekarang, dan jantungku sepertinya berdetak lebih kencang dari biasanya. Apakah ini penyakit, jika ini penyakit aku tidak masalah mengalaminya, karena rasanya sangat menyenangkan. Rasa ini, belum pernah kurasakan sebelumnya. Rasa bahagia yang berlebihan saat berdekatan dengan seseorang.
.
Kyuhyun POV in Flash Back end
.
.
Setelah hampir 15 menit dengan posisi yang menurut mereka sangat nyaman itu, akhirnya jaejoong yang sepertinya sudah sadar dengan situasi, mencoba menjauhkan tubuhnya dari dekapan kyuhyun.
Terlihat wajah kecewa kyuhyun saat jaejoong mulai berjalan meninggalkan dirinya yang masih berdiri ditempat. Dipandanginya punggung gadis itu dan setelah sadar dengan keadaan sekitar yang sepertinya akan membahayakan keselamatan gadis yang berjalan didepannya. Akhirnya dia berlari menyusul sang gadis dan kembali menggenggam erat tangannya. Dan yang di genggam tangannya hanya diam saja, tidak memberikan respon apa-apa.
"Kau belum memberitahu namamu.."
"…."
"Oke, baiklah…kau masih marah ternyata.."…terlihat kyuhyun sepertinya sudah menyerah..
"Jaejoong…kim jaejoong.."…akhirnya sang gadis membuka suaranya. Kyuhyun tersenyum kecil mendengar hal itu.
"Halo jaejoong shii, perkenalkan, nan cho kyuhyun imnida..Panggil kyuhyun saja. Arra..?" kyuhyun melepaskan genggaman tangannya dan mengulurkan mencoba berjabat tangan dengan jaejoong. Cukup lama jaejoong hanya diam sambil melihat kearah tangan kyuhyun. Saat kyuhun mau menurunkan tangannya, jaejoong langsung mengambil tangan itu dan menggenggamnya dengan lembut..
Kyuhyun sepertinya tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya, dia tersenyum sangat lebar dan dibalas dengan senyuman tipis jaejoong yang terlihat tulus. Walaupun senyuman itu tipis, tapi sudah mampu membuat kyuhyun terpana dengan kecantikannya.
"Ku mohon, jangan perlihatkan senyuman itu pada orang lain.."
"ne..?"..jaejoong binggung oleh ucapan kyuhyun..
"He..he…gwenchana….Kajja, kita sebaiknya terus berjalan sambil menunggu seseorang menjemput kita.."…kyuhyun menarik tangan jaejoong untuk berjalan disampingnya. Tangannya kembali menggenggam tangan jaejoong. Dan entah kenapa jaejoong tidak protes atau mencoba melepaskan tangannya dari genggaman kyuhyun. Sepertinya jaejoong merasa nyaman saat kyuhyun mengenggam tangannya.
"hah..udaranya sangat dingin dan di langit tidak ada bintang….Aneh, tapi sepertinya aku akan sering-sering berjalan kaki diluar seperti ini, karena ternyata rasanya sangat menyenangkan dan aku menyukainya.."..kyuhyun tersenyum kearah jaejoong, Sangat tampan, itulah yang ada di pikiran jaejoong saat melihatnya. Dan berhasil membuat wajahnya menjadi panas dengan semburat merah dipipinya.
"ne.."…jaejoong mengalihkan padangannya kedepan, agar wajah anehnya tidak terlihat oleh kyuhyun. Tapi, sepertinya kyuhyun sudah melihat hal itu dan membuat senyumannya semakin lebar.
Malam itu, setelah setengah jam mereka menyusuri jalan yang sepi dengan kyuhyun yang masih setia menggenggam tangan jaejoong dengan erat. Akhirnya, leeteuk dan juga beberapa orang yang terlihat seperti bodyguard datang menjemput mereka.
Disepanjang perjalanan pulang, leeteuk terus-terusan mengomel kepada kyuhyun. Yang diomeli hanya diam, dia terus memandang kearah jaejoong sambil senyum-senyum gaje. Melihat tidak ada reaksi balik dari lawan bicaranya, leeteuk akhirnya menyerah. Dan lebih memilih untuk berbicara pada orang yang mungkin mau merespon perkataanya.
"Maaf agashi, apakah saya boleh mengetahui nama anda..?"…jaejoong, yang sedari tadi terus memandang keluar jendela mobil akhirnya mengalihkan pandangan kearah leeteuk.
"Ye..?...ah..nan jaejoong, kim jaejoong"…jaejoong berbicara dengan wajah datarnya.
"Ne, Jaejoong shii…perkenalkan nama saya park jeong su..Tapi, orang-orang biasa memanggil saya leeteuk. Terserah anda mau memanggil saya dengan sebutan yang mana.. Tapi, saya lebih memilih dipanggil leeteuk, karena terdengar lebih keren"..leeteuk tersenyum kearah jaejoong.
"Ne..leeteuk shii.."
"Saya adalah manager dari kyuhyun, saya secara tidak langsung bertanggung jawab atas masalah ini. Apakah anda baik-baik saja..?. Anda tidak terluka karena kejadian tadi kan?"…leeteuk melirik kearah kyuhyun bermaksud untuk menyinggungnya, kyuhyun terlihat sudah mengalihkan pandangannya pada jendela mobil disampingnya.
"Ne.. nan gwenchana.."
"Syukurlah, maaf…semua yang terjadi pasti membuatmu sangat kaget dan bingung. Hal ini tidak akan selesai begitu saja, dan kuharap di masa depan kita bisa bekerja sama untuk menyelesaikan masalah ini. Hari ini, sebaiknya anda beristirahat dulu dengan tenang dirumah. Besok pagi, saya akan menjemput anda. Ada hal penting yang harus kita diskusikan"…leeteuk sepertinya berusaha untuk bersikap sopan, terlihat dari perlakuannya kepada jaejoong.
"Ne..?"…jaejoong berusaha mencerna kata-kata leeteuk.
"Ah..ha…tidak usah dipikirkan, nanti kita akan membahasnya. Sebaiknya anda beristirahat dulu dirumah. Dan saya minta, tolong jangan pergi kemana-mana sebelum saya menjemput anda. Karena situasi saat ini, bisa membahayakan keselamatan anda.."…
"Ah…ne…saya mengerti.."..sepertinya jaejoong sudah mengerti maksud dari leeteuk.
Jaejoong meminta diturunkan di halte yang memang jaraknya tidak jauh dari flat tempat dia tinggal. Alasannya, mobil tidak bisa masuk kerena tempatnya tinggal. Walaupun kyuhyun terus memaksa untuk menggantarnya sampai kedepan pintu rumahnya, tapi jaejoong tetap menolak. Karena penolakan jaejoong dan deathglare dari sang manager, kyuhyun mau menggalah dan memperbolehkan jaejoong turun dari van miliknya. Jaejoong berjanji akan menunggu leeteuk menjemputnya di halte tersebut besok pagi. Jaejoong tidak ingin memperbesar masalah, dengan membiarkan orang asing mengetahui letak rumahnya. Dia juga tidak ingin membawa masalah untuk yuri.
Setelah berpamitan, akhirnya kyuhyun meninggalkan jaejoong di halte bis walaupun dengan berat hati dan wajah yang terlihat sangat khawatir.
.
Flash Back Off
.
.
Normal POV
.
Setelah ngobrol lama dengan yuri, atau lebih tepatnya di introgasi oleh yuri jaejoong memutuskan untuk tidur tepat pukul 3 pagi. Setidaknya dia harus mengumpulkan semua tenaga yang dia butuhkan untuk menghadapi hari yang tidak kalah hebohnya dari hari ini saat dia membuka matanya besok.
Setelah sarapan yang tidak bisa dikatakan tenang karena yuri terus-terusan bertanya banyak hal tentang kejadian kemarin, membuat jaejoong jenggah dan memutuskan untuk berangkat lebih awal dari biasanya dan meninggalkan yuri yang masih sibuk didepan meja rias. Karena dia tidak ingin orang yang akan menjemputnya dihalte harus menunggu dirinya, lebih baik dia yang menunggu. Hitung-hitung, juga untuk menghindari semua pertanyaan dan ocehan yuri yang seperti tidak ada habisnya. Entah kenapa dia bisa mendapatkan teman serumah yang kelewat aktif seperti yuri, memikirkannya membuat jaejoong tersenyum.
Setidaknya rumah tidak akan seperti kuburan yang sangat sepi, jaejoong yang tidak banyak bicara diimbangi dengan yuri yang cerewet dan selalu ceria. Membuat suasana rumah menjadi ramai, dan jaejoong pun ikut-ikutan menjadi banyak berbicara untuk menanggapi semua ocehan yuri.
Setelah setengah jam membuat orang-orang dihalte heran karena dia tidak juga naik bus. Akhirnya jaejoong dijemput sebuah mobil chevrolet impala berwarna putih. Terlihat seorang pemuda keluar dari mobil dan mengampiri jaejoong. Membukukkan badannya dan tersenyum pada jaejoong. Jaejoong langsung berdiri dan ikut membungkuk dengan ekspresi bingung diwajahnya.
"Agashi..saya adalah supir pribadi tuan muda cho kyuhyun. Mari ikut saya, saya akan mengantar anda ketempat tuan cho dan tuan park. Mereka sedang menunggu anda sekarang"..
"ne..?"..melihat gelagat jaejoong yang seperti tidak mempercayainya, supir itupun langsung menelpon seseorang.
"Ne..tuan, ne..baiklah.."..sang supir tersenyum pada jaejoong.
"Agashi..tuan muda cho ingin berbicara dengan anda. Silahkan.." supir itu menyodorkan handphonenya pada jaejoong dan dengan ragu-ragu jaejoong menerimanya.
"yeoboseo.."...
"Jaejoong shii...ini kyuhyun, pria tampan yang bersamamu kemarin. Apakah kau bisa ikut bersama dengan supirku sekarang?. Aku menunggumu, jangan ragu.. dia akan menggantarmu dengan selamat sampai ketempatku berada. Jangan lama-lama, karena aku sudah sangat lapar. Aku ingin mengajakmu sarapan disini. Oke..sampai berjumpa"..piip..suara telpon dimatikan. Jaejoong hanya bisa cenggo sendiri, kyuhyun bahkan tidak memberikan dia kesempatan untuk menggucapkan sampai jumpa. Benar-benar pria yang sangat egois, itulah yang ada dipikiran jaejoong sekarang.
Akhirnya jaejoong mau ikut bersama dengan sang supir. Setelah setengah jam perjalanan, sang supir menurunkan jaejoong didepan sebuah restoran mewah. Sang supir menggatakan bahwa kyuhyun sedang menunggunya didalam. Saat memasuki restoran, jaejoong disambut oleh seorang wanita muda yang sangat itu memperkenalkan diri bahwa dia adalah manager dari restoran tersebut. Jaejoongpun dituntun oleh salah sang manager restoran untuk menuju sebuah ruangan. Tepat di depan pintu ruangan, wanita muda itu memberi isyarat agar jaejoong masuk seorang diri.
"Silahkan nona..Maaf, saya hanya bisa mengantar anda sampai disini. Selanjutnya hanya anda yang diperbolehkan masuk kedalam"..sang manager tersenyum ramah pada jaejoong dan di sambut senyuman kecil dari jaejoong.
Ada rasa gugup tiba-tiba menjalar didadanya, entah kenapa atau mungkin karena dia sangat asing dengan situasi ini. Berada di sebuah tempat yang sangat mewah dan diperlakukan sedemikian penting membuatnya sedikit kurang nyaman. Karena selama hidup jaejoong, hanya orang-orang tertentu saja yang selalu menghargai keberadaannya. Dan sisanya, selalu memandang sebelah mata dirinya dan juga selalu merendahkannya.
"Maaf agashi, kenapa saya harus masuk sendirian..?"..jaejoong dengan hati-hati bertanya. Karena dimata jaejoong saat ini, wanita yang ada didepannya hampir seperti bos di tempatnya bekerja sekarang. Bagaimana tidak, penampilannya yang sangat anggun dan cantik secara bersamaan serta aura berwibawa yang begitu kental terlihat dari setiap gerak-geriknya membuat jaejoong merasa seperti penggemis dihadapan seorang wanita bangsawan.
Melihat sikap jaejoong yang sepertinya kurang nyaman, sang manager tersenyum.
"Nona, ini adalah perintah dari pemilik restoran dan saya hanya mematuhi perintah yang diberikan kepada saya. Tidak apa-apa nona, didalam tuan muda cho sudah menunggu anda. Anda adalah teman tuan muda cho bukan?..jadi, anda tidak perlu khawatir karena teman anda sedang menunggu anda didalam"...
"N..ne..gumawo.." jaejoong tersenyum kepada sang manager dan di balas senyuman yang ramah dan juga bungkukan tanda hormat.
Sang manager pergi setelah memastikan jaejoong sudah masuk kedalam ruangan tersebut. Dan disinilah jaejoong, terkagum-kagum karena semua yang dilihatnya. Dari luar, ruangan ini terlihat sangat , setelah masuk kedalamnya jaejoong terkejut dengan apa yang dilihatnya saat ini. Ruangan ini begitu mewah dan luas, dengan meja bartender dibagian kanan dekat dengan pintu masuk, tempat bermain musik (ada pemain gitar, piano, terompet, saxhophone, dan juga biola) disamping kiri dekat dengan pintu masuk, kolam renang yang besar berjarak sekitar 5 meter dari pintu masuk, serta taman kecil yang ada di tengah-tengah kolam renang dengan sebuah bangunan yang tidak begitu besar diatasnya.
Terlihat dari dalam kolam renang, lampu-lampu yang terang dan menyinari air membuat pantulan yang sangat indah. Taman itu berbentuk oval dengan bagunan yang berbentuk lingkaran. Jembatan yang menghubungkan antara taman dengan tempat jaejoong berdiri sekarang terbuat dari kaca yang membuat jaejoong gugup untuk menginjaknya, "bagaimana jika pecah" batin jaejoong.
"Apa kau suka dengan tempat ini.." sebuah suara dari belakang mengagetkan jaejoong. Ternyata itu adalah suara kyuhyun yang sedang tersenyum lembut kepada jaejoong.
"Ne..?.." jaejoong yang masih bingung dengan situasi hanya bisa bertanya-tanya.
"Kau belum lihat semuanya.."...kyuhyun menjentikan jarinya. Melihat itu jaejoong mengerutkan dahinya, dia terlihat semakin bingung. Dan tiba-tiba langit-langit ruangan itu terbuka perlahan dan menampakkan langit biru yang sangat cerah. Melihat hal itu jaejoong kembali dibuat kagum, dia hanya bisa diam sambil memandang kelangit yang begitu cerah.
"Bagus sekali bukan..?..ini adalah tempat pribadiku. Disaat aku membutuhkan ketenangan, aku akan datang kemari dan memandang langit yang begitu cerah.." kyuhyun tersenyum melihat jaejoong yang masih setia memandang langit.
"Hey, ayo kemari.."..kyuhyun menarik tangan jaejoong, menuntunnya ke bangunan kecil yang ada di tengah kolam renang. Menyadari jaejoong yang sepertinya takut untuk menyebrangi jembatan yang terbuat dari kaca itu membuat kyuhyun tersenyum.
"Gwenchana, jangan takut. Jembatan ini sangat kuat, bahkan jika 10 gajah yang melewati jembatan ini akan sampai dengan selamat di pinggir" mendengar perkataan kyuhyun membuat jaejoong tidak bisa menahan tawanya. Bahkan kegugupan dan kekhawatirannya hilang begitu saja.
"Bwahahahaha..hahahah..10 gajah..?..benarkah?..hahahahah" jaejoong tidak bisa menghentikan tawanya, dia terus memeganggi perutnya yang sakit akibat terus tertawa. Melihat hal itu membuat kyuhyun tersenyum dengan lebar. Dimata kyuhyun saat ini, jaejoong begitu bersinar. Seperti malaikat yang begitu cantik dan juga sangat suci. Tawa jaejoong sepertinya akan menjadi salah satu hal favoritenya saat ini dan seterusnya.
"hahaha..uhuk-uhuk.." jaejoong menjadi terbatuk-batuk karena terlalu lama tertawa.
"Gwenchana..?..ayo kita ambil minum.." kyuhyun mendudukan jaejoong dikursi dan menyodorkan segelas air putih padanya.
Setelah minum dan menenangkan diri, jaejoong kembali teringat dengan situasinya dan menundukkan wajahnya.
"Mianne...aku tidak bermaksud.."
"Gwenchana..tertawa itu sangat bagus untuk kesehatan dan aku menjadi sangat tersanjung karena telah berhasil membuatmu tertawa..hehe" kyuhyun tertawa kecil.
.
.
Jaejoong POV
.
.
Ada apa denganku, kenapa aku bisa tertawa seperti itu. Apa karena tadi aku begitu tegang
dan saat ada hal yang lucu membuatku kehilangan kendali dan bahkan tidak
pernah tertawa seperti itu sebelumnya. Aneh, ini baru pertama kalinya bagiku. Bersama dengan pemuda ini membuatku sangat nyaman dan bisa menunjukkan diriku yang sebenarnya.
Aku bahkan mampu melupakan kekhawatiranku sejenak saat dia menatap mataku dan berbicara padaku. Apa yang terjadi denganku, kenapa bisa begini..Aku hanya bisa menundukkan wajahku sekarang.
"Apakah kau sudah makan..?" pemuda itu membuka pembicaraan.
"N..ne..?" aku berusaha menatap wajahnya, memastikan kalau dia sedang berbicara denganku saat ini.
"Hey, tidak perlu merasa gugup. Santai saja, tidak ada pers atau siapapun yang akan menganggumu disini" pemuda itu tersenyum padaku. Sepertinya dia menyadari kekhwatiranku. Bagaimana bisa?...
"Kau pasti bertanya-tanya kenapa aku bisa tahu apa yang sedang kau pikirkan sekarang"..
"Ye..?"..aku terkejut dengan perkataannya. Pemuda ini, apakah dia bisa membaca pikiran orang lain.
"tenang saja, aku tidak bisa membaca pikiran orang. Aku hanya mengetahuinya itu saja, setiap gerakkanmu sudah menjelaskan apa yang sedang kau pikirkan sekarang"..pemuda itu memasang senyum lima jarinya. Hal itu membuatku semakin merasa aneh dengan pemuda ini. Tapi, entah kenapa aku bisa nyaman saat bersamanya.
"Bukankah nyaman bersamaku?..lain kali, aku akan mengajakmu ketempat lain yang lebih menyenangkan. Dan tentu saja, tidak ada gangguan pers atau managerku yang cerewet.."...
Kenapa dengan pemuda ini, aku jadi semakin takut untuk bericara dalam hati. Apakah aku harus menghindari kontak mata dengannya, agar dia tidak bisa membaca pikiranku lagi. Oh iya, ngomong-ngomong soal managernya, bukankah seharusnya tuan leeteuk yang menemuiku sekarang.
"Em..mian, apakah aku boleh bertanya sesuatu"..
"Ne..tentu saja, kau mau menanyakan apa..?. Oh, aku sampai lupa..Pelayan.." pemuda yang bernama kyuhyun itu memanggil seseorang dari meja bartender dan orang itu langsung mendekat kearah kami.
"Hey, jaejoongie..kau mau pesan minum apa..?"
"Mwo..?..kau memanggilku apa?.."
"Jaejoongie..joongie..bukankah itu sangat manis?..lebih mudah diingat dan juga sangat enak didengar"..Pemuda itu tersenyum padaku dan mulai berbicara dengan seorang pelayan tanpa memperdulikan deathglareku yang mematikan (Jae umma..itu bukan mematikan, tapi super imut).
Apa-apaan pemuda ini, kenapa dia sok akrab denganku. Apakah dia menginginkan uangku, Andwe...
Tapi, tunggu dulu..uangku?..tidak-tidak, dia tidak mengincar uangku karena dia pasti tahu aku orang miskin. Lalu kalau bukan uang lalu apa..Apakah dia menginginkan keperawananku..ANDWEEEEE...
.
.
Normal POV
.
.
Kyuhyun sekarang sedang diam dan hanya memandang lekat kearah jaejoong sambil tersenyum gaje. Sampai, saat ia ingin menanyakan apa yang ingin jaejoong pesan dia menggurungkan niatnya dan menyuruh sang pelayan membawakan yang sama dengan pesanannya untuk gadis yang ada di hadapannya, ketika melihat pola tingkah lucu dan imut jaejoong yang sepertinya menjadi sebuah tontonan yang sangat menarik dimata kyuhyun dan dia tidak ingin menghentikan pertunjukkan live itu..(wah, kyu oppa evilnya muncul nih, *digampar sparkyu*).
Bagaimana tidak, gadis yang ada dihadapannya sekarang sepertinya sedang sibuk dengan dunianya sendiri. Berbagai ekspresi sudah ditunjukkan oleh jaejoong, mulai dari mengkerutkan keningnya, mempoutkan bibir kissablenya, menggeleng-geleng, mengangguk-angguk, menutup wajahnya, mencubit pipinya dengan kedua tangannya, memukul-mukul kecil kepalanya, dan yang terakhir menutupi dadanya dengan kedua tangannya dan memberikan tatapan tajam ke arah kyuhyun, yang tentu saja tatapan itu bukanlah tatapan tajam dimata kyuhyun tapi terlihat sangat imut dan menggemaskan.
"Wae..Kenapa menatapku begitu?.Tenang saja, aku tidak akan berbuat macam-macam denganmu. Bukankah kita teman..?"..kyuhyun tersenyum kearah jaejoong dan di sambut wajah curiga jaejoong dengan matanya yang terlihat menyipit dan seram yang dibuat-buat dan sepertinya gagal total.
"Apa-apaan pemuda ini..Siapa yang mau jadi temannya.."..jaejoong bergumam dalam hati.
"kau harus mau jadi temanku, kalau tidak aku akan mengmabil apa yang kau tutupi dengan kedua tanganmu itu" kyuhyun yang sedari tadi melihat tingkah lucu jaejoong menjadi begitu tergoda untuk mengerjai gadis yang sangat imut didepannya ini. Dan saat kyuhyun mengatakan hal itu, pandangannya langsung turun kearah kedua tangan jaejoong yang masih berada didepan dadanya.
Melihat hal itu, jaejoong pun mengikuti arah pandangan kyuhyun dan hal itu sukses membuat wajahnya merah seperti tomat. Dan yang lebih parahnya lagi, kyuhyun mendekatkan wajahnya kearah jaejoong dan membisikan sesuatu di telingga jaejoong.
"Sekarang juga"..kyuhyun menggecup kecil telingga jaejoong dan berbicara dengan sedikit mendesahkan nafasnya kemudian tersenyum jahil. Dia membisikan hal itu tepat di telingga kiri jaejoong dan sukses membuat si pemilik telingga bergidik dan merinding disko dengan jantung yang berdetak sangat cepat serta..
"ANDWEEEEEEEEEEEEE..." sukses membuat jaejoong berteriak dan spontan memundurkan tubuhnya kebelakang. Hal itu membuatnya jatuh kebelakang bersama dengan kursinya.
"Aw...appo..".. jaejoong terduduk sambil mengosok-gosok bagian belakangny yang terasa sakit akibat menyentuh lantai yang keras.
"Gwenchana..?..mian...kau baik-baik saja kan?..Apakah kau terluka?"..melihat hal itu membuat kyuhyun panik dan merasa sangat bersalah pada jaejoong. Dia hanya ingin menggerjainya sedikit, tapi dia tidak menyangka akan menyakiti gadis yang sudah terlanjur menggambil posisi istimewa didalam hatinya.
"Ne..gwenchana. Apa kau bisa membantuku berdiri?"..
"Tentu saja, kajja.." saat kyuhyun memposisikan dirinya dekat dengan tubuh jaejoong untuk membantunya berdiri tiba-tiba jaejoong memegang kedua pipi kyuhyun dan mencubitnya dengan keras..
"Aw..aw..jae...aw..appwa ang kweeew llaguan (Apa yang kau lakukan)"
"Isshhhh..rasakan iniiii..ini balasanku atas perbuatanmu..kyuhyun shii...rasakan..rasakan..rasakan..." jaejoong terus mencubit kedua pipi kyuhyun dengan keras serta menggoyangkan kepala kyuhyun kekiri dan kekanan. Sang empu pipi hanya bisa meringgis kesakitan sambil memukul-mukul pelan tangan jaejoong.
Setelah kejadian itu, jaejoong langsung meminta izin untuk pulang dan kyuhyun menahannya. Jaejoong yang dasarnya keras kepala akhirnya bisa menembus penghalang yang kyuhyun buat dan bisa keluar dari restoran. Saat sudah di depan restoran, jaejoong dibuat terkejut oleh sapaan seseorang yang ternyata adalah leeteuk.
Dan disinilah mereka bertiga, makan siang dalam keheningan di sebuah restoran jepang yang di rekomendasikan oleh leeteuk. Seperti tahu situasi, saat dia baru sampai dan melihat jaejoong keluar dari restoran pribadi milik kyuhyun dia langsung menghampiri jaejoong dan mengajak kedua orang yang terlihat sedang bertengkar itu ke restoran langganannya.
"Jadi, jaejoong shii..apakah makanannya enak?"..leeteuk memecah keheningan.
"Ne..sangat enak.." jaejoong berusaha bersikap sopan dihadapan leeteuk. Lain halnya saat dia bertemu pandang dengan kyuhyun, jaejoong selalu mendeath glare kyuhyun, yang tentu saja tidak terlihat seram malah terlihat sangat lucu dan imut dimata kyuhyun. Dan yang mendapatkan death glare hanya bisa senyum-senyum gaje dan makan dengan santainya dan hal itu membuat jaejoong bertambah kesal.
"Aku sudah mendiskusikan ini dengan berbagai pihak. Baik itu pihak dari perusahaan yang sudah membesarkan nama kyuhyun, maupun beberapa petinggi pers yang sangat berpenggaruh selama ini dalam membuat berita tentang kyuhyun"..leeteuk meletakkan sendok dan garpunya dan mulai berbicara serius.
"Ne.." jaejoong mendengarkan dengan gelisah dan jantung yang berdetak kencang. Semoga hal yang tidak diinginkan tidak terjadi pada hidupnya nanti, batinnya. Diliriknya kyuhyun, dan langsung mendapatkan kyuhyun yang sedang tersenyum padanya. Dari gerakkan mulutnya, kyuhyun mengatakan "Gwenchana..semua akan baik-baik saja" dan kemudian tersenyum lagi pada jaejoong.
Walau tanpa suara, tapi jaejoong mengerti apa yang kyuhyun katakan dan membuat dia merasa jenggah. Bagaimana bisa pemuda aneh didepannya ini begitu santai disaat seperti ini. Bukankah dia yang akan sangat dirugikan jika masalah ini tidak selesai dengan baik.
" Kami sudah membuat keputusan dan sebelum dilaksanakan, aku harus mendengar pendapat kalian berdua. Karena, tanpa persetujuan dari kalian berdua hal ini tidak mungkin dapat dilaksanakan dengan baik"..
Jaejoong tercekat. Apa keputusan yang sudah di buat oleh leeteuk shii dengan orang-orang penting lainnya, batin jaejoong. Melihat kegugupan dan wajah khawatir jaejoong membuat kyuhyun kesal.
"Hyung, to the point saja ne.. Apa yang ingin kau bicarakan. Jangan membuat jaejoong takut.."..mendengar hal itu membuat jaejoong melotot kearah kyuhyun..seolah-olah dia menggatakan 'kau sangat tidak sopan'. Dan kyuhyun juga membalas tatapan jaejoong dengan seolah-olah menggatakan 'anak kecil tidak usah ikut campur'..dan jaejoong hanya bisa cenggo dan ber'mwo' ria...
"Aisshh..kau ini, sifat tidak sabaranmu itu tidak bisa hilang juga ya. Baiklah-baiklah..kalian berdua dengarkan baik-baik. Aku dan semua pihak yang secara tidak langsung bertanggung jawab atas kejadian yang disebabkan tingkah konyol kyuhyun kemarin memutuskan kalian harus berpacaran.."
"MWO..." teriak kyuhyun dan juga jaejoong secara bersamaan.
"Hyung..apa maksudmu mengatakan hal itu. Ide dari siapa itu hyung. Tapi, sebenarnya aku tidak terlalu keberatan jika harus berpacaran dengan jaejoongieku..hehe.." kyuhyun tersenyum lima jari kearah jaejoong
"Mworagu.."..Jaejoong hanya bisa mendeath glare kyuhyun dan dari tatapannya seolah-olah mengatakan 'berani bicara omong kosong lagi, maka kubunuh kau'..
"Hey..hey, tenanglah..ini bukan seperti yang kalian pikirkan. Berpacaran yang ku maksud adalah tidak mesti kalian harus bermesra-mesraan dan saling jatuh cinta. Kalian hanya perlu berakting sebagai sepasang kekasih didepan media dan khalayak ramai. Kalian hanya perlu melakukan hal ini selama satu bulan saja.."..leeteuk mencoba menjelaskan dengan suara yang rendah dan terdengar bijaksana tapi tidak ditelingga jaejoong.
Dia begitu merasa frustasi sekarang, hal yang paling ditakuti dan paling tidak diharapkannya dari situasi ini akhirnya terjadi padanya sekarang.
"Tapi leeteuk shii.. bukankah itu malah akan memperbesar masalah jika para fans tahu bahwa idola mereka berpacaran dengan gadis biasa dan miskin seperti saya"...
"Anniyo..jaejoong, kau itu tidak biasa dan tidak miskin..Kau tahu, kau adalah gadis paling luar biasa yang pernah ku temui dan juga hatimu itu begitu luas dan kaya. Apa kau tahu itu.."..kyuhyun tersenyum pada jaejoong.
"YA..kyuhyun, bisakah kau tidak menggombali jaejoong shii..Bisa-bisanya kau menggodanya di saat seperti ini"..kyuhyun mendapatkan jitakkan gratis dari leeteuk..
"Aw..hyung..appo..bagaimana jika otakku yang jenius ini konslet gara-gara dirimu. Kau bisa dibunuh oleh appa dan juga haraboeji"..
Jaejoong yang melihat pemandanggan itu hanya bisa bersweat drop ria. Benarkah yang didepannya ini adalah orang-orang yang begitu dikagumi oleh orang banyak.
"Aku mengerti apa maksudmu jaejoong shii..tapi kau tenang saja..aku sudah menyiapkan skenario yang sangat bagus untuk kalian.."
Akhirnya jaejoong dan kyuhyun diam dan mendengarkan penjelasan dari leeteuk tentang skenario yang akan mereka jalani saat menjadi pacar pura-pura nanti.
Setelah selesai dengan urusan mereka, jaejoong diantar pulang oleh kyuhyun yang sudah memakai alat-alat penyamaran seperti topi rajutan, kaca mata hitam dan sebuah syal. Walaupun harus berdebat dan bertengkar dengan jaejoong karena jaejoong yang keras kepala tidak mau diantar pulang dan juga leeteuk yang mengkhawatirkan artisnya.
Akhirnya kyuhyun yang tingkat keras kepalanya ternyata seperti dua tingkat diatas jaejoong akhirnya berhasil menyeret jaejoong masuk ke dalam mobil ferrari hitam miliknya dan membawanya pulang dengan wajah jaejoong yang ditekuk dan kyuhyun yang senyum-senyum gaje meninggalkan leeteuk yang masih mencak-mencak dan masih setia menggomel di pinggir jalan. Karena menimbulkan perhatian orang banyak, akhirnya leeteuk menyerah dan langsung meninggalkan TKP?...
...Didepan bangunan flat jaejoong...
"Gumawo kyuhyun shii..karena kau mau menggantarku sampai kerumah"..walaupun masih jengkel, tapi jaejoong menahannya dan berusaha bersikap sopan dihadapan kyuhyun.
"Baiklah, aku masuk dulu.." saat jaejoong ingin membuka pintu mobil tiba-tiba kyuhyun menahan tangannya.
"Ada apa la.." jaejoong tidak bisa meneruskan kata-katanya karena kyuhyun tiba-tiba mengecup bibirnya singkat. Jaejoong yang tersadar dari keterkejutannya langsung menggangkat tangannya untuk memukul kyuhyun. Tapi yang membuat jaejoong tambah kesal dan tidak jadi memukul kyuhyun adalah kyuhyun malah memajukan wajahnya dekat dengan jaejoong dengan mulut yang dimonyongkan dan mata yang tertutup.
Melihat hal itu membuat jaejoong tidak jadi memukul kyuhyun. Tidak ada respon dari jaejoong, akhirnya kyuhyun membuka matanya. Saat dia mau mundur kembali ketempat duduknya, jaejoogng tiba-tiba menarik wajah kyuhyun dan menghantupkan jidatnya ke jidat kyuhyun.
"Aw..aw..appo.." kyuhyun yang kesakitan hanya bisa mengusap-usap jidatnya.
"Rasakan itu.. namja mesum.."
Jaejoong langsung beranjak pergi dan masuk kebangunan dimana flatnya berada tanpa melihat kebelakang sedikitpun. Melihat hal itu kyuhyun hanya bisa menghela nafas panjang.
"Itukan hanya salam perpisahan, kenapa dia semarah itu.." kyuhyun masih mengusap-usap jidatnya. Teringat olehnya perasaan saat mengecup singkat bibir jaejoong. Bibir itu sangat lembut seperti kapas, tapi terasa kenyal dan ada rasa manis saat bibirnya bersentuhan dengan bibir jaejoong. Perasaan dimana, tidak akan bisa puas jika tidak melumat lama bibir itu.
Begitu saja sudah sangat enak, apa lagi jika aku melumatnya ya..Aishhh...kenapa aku bisa jadi mesum begini ya, batin kyuhyun...
"Pabo.." kyuhyun tersenyum sambil menggetuk ringan kepalanya. Dijalankannya mobilnya meninggalkan tempat yang mungkin akan menjadi tempat kenangan untuk dirinya dan jaejoong nanti.
Sementara kyuhyun tidak tahu, bahwa jaejoong masih menggintipnya dari jendela flatnya sambil memeganggi bibirnya.
.
.
At night, jaejoong and yuri flat..
Jaejoong POV
.
.
Aku sangat lelah hari ini, aku merebahkan badanku saat sudah selesai mandi dan makan ramyun instan yang selalu menggugah selera ku. siang tadi setelah sampai di flat aku memutuskan untuk menelpon yuri. Setelah beberapa kali mencoba tapi belum juga diangkat. Akhirnya aku memutuskan untuk mendapatkan sedikit udara segar dan juga pemandangan yang luas untuk menenangkan pikiranku. Dan saat aku akan membuka jendela, kulihat pemuda itu masih disana, di dalam mobilnya. Dia hanya diam saja, sepertinya dia memikirkan sesuatu atau lebih tepatnya melamun.
Aku jadi teringat dengan perbuatannya yang sudah lancang menciumku, kupeganggi bibirku ada rasa manis diingatanku saat bibirku bersentuhan dengan bibirnya. Bibir pemuda itu sangat lembut, walaupun singkat rasa itu sangat jelas kurasakan. Setelah beberapa saat kulihat pemuda itu tersenyum lalu kemudian pergi dan menjauh. Setelah itu handphoneku berdering, ternyata yuri menelponku.
Aku menanyakan pada yuri, apakah aku bisa masuk kerja setengah hari padanya dan jawaban yuri begitu panjang dan juga tanpa jeda. Aku sangat aneh bagaimana mungkin ada orang yang bisa berbicara sepanjang dan juga sebanyak itu tanpa mengambil nafas. Yang kuingat hanya lah, yuri mengatakan bahwa sebaiknya aku tidak turun kerja sampai ada konfirmasi dari pihak kyuhyun. Karena aku sudah seperti artis yang dicari-cari keberadaanya oleh para wartawan dan bahkan para pekerja yang ada di SM Entertainment. Akan sangat membahayakan keselamatanku jika aku muncul di tempat kerja sekarang karena banyak fans kyuhyun yeoja maupun namja yang datang menggamuk ke gedung SM Entertainment menuntut untuk menyerahkan diriku hidup-hidup.
Mendengar dan membayangkan hal itu membuatku bergidik ngeri. Apa yang ingin para fans gila itu dariku jika aku menyerahkan diriku pada mereka. Apa mereka akan mencincangku, menggilingku dan kemudian menjadikanku daging burger?...(author lagi laper)
"ANDWEEEEE..."..aku berteriak dalam hati sambil memegang dadaku. Aku masih sadar untuk tidak berteriak dengan kencang, aku tidak ingin membuat masalah karena telah membanggunkan yuri dan anak bayi tetangga sebelah yang masih berumur 1 bulan?..
Belum lagi masalah yang harus kuhadapi dengan kyuhun dan juga managernya yang sepertinya sudah tidak waras. Apanya yang keputusan para petinggi, keputusan mereka begitu konyol. Jika harus bersandiwara kenapa aku dan kyuhyun harus menjadi sepasang kekasih, apakah tidak ada cerita lain yang bisa dikarang. Seperti menjadi kakak dan adik angkat, atau teman lama, atau pembantu dan majikan. Tunggu, pembantu dan majikkan.? Enak saja, aku tidak mau menjadi pembantu dari namja mesum itu. Tidak-tidak, itu tidak bagus..
Aisshhhh...Memikirkan semua ini membuatku sangat pusing sampai tidak bisa memejamkan mataku. Sekarang akan menjadi sangat-sangat rumit, lebih dari yang kubayangkan sebelumnya.
Rencana dari leeteuk shii adalah membuat cerita palsu untuk konsumsi publik dan juga demi menjaga nama baik kyuhyun. Yaitu aku dan kyuhyun adalah sepasang kekasih diwaktu SMA. Kyuhyun yang waktu itu masih SMP jatuh cinta pada pandangan pertama denganku yang sudah SMA. Kami bertemu di sebuah taman dan kisah kami akhirnya dimulai. Setelah berteman selama 3 bulan, kyuhyun akhirnya menyatakan cintanya kepadaku. Akupun menerimanya dengan senang hati, karena aku juga sudah mulai mencintai kyuhyun.
Setelah satu tahun berpacaran, pada suatu hari kyuhyun menghilang dari kehidupanku dan sampai saat ini tidak ada kabar darinya. Dan setelah sekian lama kami tidak bertemu, akhirnya aku dan kyuhyun bertemu untuk pertama kalinya di gedung SM Entertainment kemarin. Kyuhyun yang tidak dapat memendam rasa rindunya pada jaejoong akhirnya tanpa pikir panjang membawa jaejoong kesuatu tempat dimana mereka bisa saling melepas rindu.
Setelah pertemuan yang mengharukan, aku dan kyuhyun memutuskan untuk kembali menjalin kasih dengan cara berpacaran. Setelah satu bulan berpacaran, aku dan kyuhyun tidak menemukan kecocokan lagi dan tidak ada lagi cinta diantara kami dan memutuskan untuk mengakhiri hubungan yang ada.
Setelah itu aku akan dikirim ke jepang oleh leeteuk shii, dan bekerja pada salah satu agen keartisan yang terkenal disana dan hidup tenang dan damai...
Begitulah yang dikatakan oleh leeteuk shii tadi pagi, melihat reaksi kyuhyun yang sulit ditebak aku hanya bisa menghela nafas panjang. Mungkin ini akan lebih baik, hanya satu bulan aku harus bertahan dengan semua penderitaan akibat kebohongan ini. Tapi, setelahnya aku pasti akan mendapatkan kehidupan yang normal dan juga hidup bahagia selama-lamanya..Memikirkan hal itu membuatku mendapatkan kekuatan dan keberanian untuk menjalani kehidupanku satu bulan kedepan. Dan juga bisa membuatnya tidur nyenyak malam ini. Semoga semuanya berjalan sesuai dengan yang diinginkan semua pihak...Semoga...
.
.
Jaejoong POV end
.
.
.
.
Tanpa jaejoong sadari, ada satu pihak yang sebenarnya memiliki rencananya sendiri, dan dia akan melakukan apapun untuk mewujudkan hal itu. Dan rencana itu akan sangat bertolak belakang dengan rencana yang jeajoong inginkan. Seorang namja dengan ambisi yang besar dan juga tingkat keras kepala yang luar biasa tinggi...
Ya.. dia adalah Cho kyuhyun...
.
.
.
.
.
TBC.
.
.
.
RnR please...(bow 900)..
.
.
.
.
Terus ikuti ceritanya di next chapter ya, gumawo chingu...
.
.
