Summary: sebuah rencana rahasia telah dipikirkan dengan matang oleh seorang missing-nin 'Uchiha Sasuke' untuk Konoha dan Hyuga Hinata. Rencana yang akan membuat ambisinya keduanya terwujud. Kira-kira rencana apa yang akan dipikirkan dan dijalankan oleh Uchiha terakhir itu?
HinaSasu
Rating : M (gk janji ya...)
Genre : romance/ drama
Desclaimer : Masashi Kisimoto (pengen aku ambil alih.. jangan marah ya om Masashi)
Warning : OOC, GAJE (MAAF.. PERCOBAANNN)
~ The Light and The Dark ~
Sebelumnya di chapter 3...
"Hanabi! Ko (nama bawahan bunke tadi)! Kalian sampaikan pada para tetua klan bahwa pewaris Hyuga telah diculik oleh Uchiha Sasuke."
"Neji! Sampaikan kepada Hokage bahwa pewaris Hyuga diculik oleh Sasuke dan... dia akan segera menjalankan rencana terbesarnya lewat Hinata" kata Hiashi.
Kontan ketiga pasang mata terbelalak kaget apa yang dikatakan barusan oleh Hiashi. Rencana besar?
Chapter 4...
"Re-rencana be-besar?" tanya Neji dengan tergagap dan kaget yang sangat sangat luar biasa.
"Jangan banyak tanya! Sekarang juga, cepat lapor pada Hokage dan Tetua klan! Dan aku sendiri akan menemui tetua Konoha." Jelas Hiashi dengan wajah mengeras.
"Baik." Jawab mereka bertiga serempak.
Ketiganya pun melakukan tugas yang diberikan Hiashi. Sedangkan Hiashi membantin 'Seharusnya aku tahu kalau ini pasti akan terjadi cepat atau lambat. Sial!'
~The Light and The Dark~
Neji telah sampai di gedung Hokage dan segera ke ruang Hokage ke-5.
TOK.
TOK.
TOK.
"Masuk!" Jawab seorang wanita dalam yang berada dalam ruangan.
Pintu pun terbuka dan munculah Neji. Neji masuk dan berdiri di dekat kesembilan orang yang ada disana.
"Ada apa Neji? Cepatlah! Aku sedang tidak banyak waktu. Kalau tetua klan Hyuga ingin berdiskusi denganku, kapan-kap..." Neji langsung memotong perkataan Tsunade.
"Hinata diculik oleh Uchiha Sasuke." Potong Neji cepat.
BRAAKKK.
"APPAAA! "
"Kenapa bisa sampai begitu..?" tanya Tsunade dengan geram.
"Kami tidak mengetahuinya. Tapi, kami menemukan chakranya melemah di bukit dekat kediaman Hyuuga. Dan saya juga menemukan ini." Kata Neji sambil menunjukkan ikat kepala lambang Konoha kepada Tsunade.
"Baiklah. Kalau begitu, Haruno Sakura, Sai, Rock Lee, Ten Ten, Nara Shikamaru, Aburame Shino, Inuzuka Kiba, dan kau Hyuuga Neji sekarang ikuti jejak Hyuuga Hinata! Jangan sampai ketinggalan jejak! Dan jangan sampai Sasuke berhasil melaksanakan rencananya." Jelas Tsunade dengan panjang lebar.
"Apa maksudnya dengan rencana Sasuke Hokage-sama?" tanya Sakura.
"Benar. Rencana? Tadi Hiashi-sama juga mengatakan hal yang sama pada saya, kalau Sasuke akan melaksanakan rencananya dengan menggunakan Hinata. Apa arti dari semua itu? Apakah Hinata akan dibunuh?" tanya Neji dengan panjang lebar. Dan yang lainnya hanya melihatnya sweeatdrop karena mereka belum pernah melihat seorang Hyuuga Neji berbicara dengn panjang nan lebar.
"Jadi.., kalian sama sekali tidak mengetahui tujuan mengapa Sasuke menculik Hinata?" tanya sang Godaime tersebut. Yang berada di ruangan tersebut hanya menggelengkan kepalanya, pertanda bahwa mereka sama sekali tidak mengetahui apa rencana Sasuke.
"Rencana Uchiha Sasuke adalah membangkitkan kembali klannya dengan menggunakan Gen Byakugan milik Hyuuga Hinata."
Yang ada diruangan Hokage tersebut hanya terpengarah tidak percaya.
"A-apa Sasuke akan membunuh Hinata ermmmm maksudku apakah dia akan mengorbankan Hinata sebagaimana anggota Akatsuki mengorbankan para jinchuriki?" tanya Ten Ten dengan takut apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Tapi, mengapa Sasuke menculik Hinata sedangkan masih banyak anggota klan lain?" tanya Neji cepat.
"Sasuke tidak akan membunuh Hinata. Karena bila Hinata mati maka gadis itu tak akan berguna bagi Sasuke. Karena Hyuuga adalah nenek moyang dari Uchiha. Dan satu-satunya cara untuk membangkitkan kaln Uchiha kembali adalah dengan menghasilkan keturunan yang baru." Jelas Tsunade.
"Mak-maksud anda apa-apakah Sasuke berniat menikahi Hinata?" Tanya Sakura dengan ketidakpercayaannya dan kertekejutannya atas penjelasan Hokage.
"Iya."
"APPPAAAA!" Teriak mereka bersamaan (kecuali Hokage)
"Tidak mungkin." Lirih Kiba dengan sambil jatuh terduduk.
"Shit!" umpat Shino.
"Tapi..., ada kemungkinaan juga yang terburuk. Sasuke akan melakukannya pada Hinata secara paksa." Gumam sang Hokage. Tapi, dapat terdengar oleh orang-orang yang berada di ruangan Hokage itu.
"Tapi, Hokage-sama bagaimana kita mencari Hinata-sama sedangkan Sasuke menggunakan tehnik khusus tingkat tinggi yang bisa memindahkan ruang 3 dimensi." Lirih Neji.
'Neji pasti merasa bersalah atas penculikan Hinata.' Batin Ten Ten.
"Ah! Benar juga. Sial!".
"Baiklah kalau begitu, ini mungkin satu-satunya cara dan mungkin ini terlalu rumit. Periksa disetiap markas Sasuke dan Akatsuki. Kecuali Sakura, Sai, dan kau Shikamaru. Yang akan menjadi ketua dalam misi adalah Hyuuga Neji. Kalian mengerti!"
"Mengerti!" Jawab mereka berlima yang tak disebutkan namanya.
Setelah mendapat perintah dari Tsunade mereka memberi hormat dan kelima anak muda itu pergi dari balik pitu tersebut. Tsunade menatap ketiga orang yang ada dihadapannya satu persatu.
"Aku sengaja tidak mengikutsertakan misi ini pada kalian bertiga. Karena aku ingin kalian mencari informasi yang ada kaitannya dengan misi tadi. Tapi..., tempat untuk kalian mencari informasi adalah di tempat ini." jelas Tsunade sambil memberikan surat gulungan berisi nama tempat yang akan mereka bertiga cari informasi mengenai Sasuke.
Sakura terkejut, Shikamaru hanya mengangkat alis sebelah kanannya, dan sai hanya memasang senyum palsunya.
"Jadi, kami harus mencari informasi di tempat ini Hokage-sama?" tanya Shikamaru yang tetap memasang wajah mengantuknya.
"Tepat."
"Baiklah. Kalau begitu kami undur diri dulu." Kata Shikamaru."
Ketika Sai membungkukkan badannya tanda ia akan pamit untuk pergi dan berbalik untuk pergi Tsunade memanggilnya. "Sai!"
Sai membalikkan badannya dan menemukan Tsunade yang kini telah berada di depannya dengan beberapa sentimeter. Lalu Tsunade membisikkan sesuatu ke telinga Sai yang membuat ekspresi Sai berubah. Ya. Sangat berubah. Kemudian Sai mengangguk. Sebuah rahasia yang saat ini yang hanya mereka berdua ketahui. Sebelum Sai pergi meninggalkan kantor Hokage. Tsunade memanggilnya sekali lagi.
"Sai." Yang di panggil hanya menolehkan kepalanya kesamping tanda dia mendengar tanpa melihat orang yang memanggilnya.
"Hati-hatilah." Hanya dua kata itu yang disampaikan Tsunade kepada Sai. Shizune yang mendengarnya langsung hanya sweatdrop ria karena ini kali pertamanya Tsunade mengatakan 'hati-hatilah' pada Sai.
'Apa kepalanya Tsunade-neesan terbentur ya...?' batin Shizune.
~ The Light and The Dark ~
Dia kini tengah berciuman dengan missing-nin. Uchiha Sasuke. Ciuman pertamanya. Ciuman pertama yang sebenarnya ia inginkan dari Naruto. Cinta pertamanya.
'Tidak! Aku tidak mau. Kami-sama tolong aku...' Teriak Hinata dalam hati.
Hinata menangis. Gadis itu berusaha berontak. Tapi, tak bisa. Ya, tak bisa. Karena chakranya telah disegel sementara oleh Sasuke sehingga Hinata kini hanya mempunyai kekuatan manusia biasa dalam dirinya.
Sasuke terus melumat bibir Hinata, kemudian dia merasakan ada cairan yang membasahi wajah gadis yang tengah ia tindih. Sasuke yakin itu bukanlah keringat itu adalah air mata. Hinata, gadis itu menangis. Jelas saja Hinata menangis, karena ia tak pernah menginginkan semua ini.
Kemudian tanpa disangka Sasuke melepaskan ciumannya dan menatap gadis yang berada di bawah tubuhnya dalam diam. Aneh. Itu yang kini Sasuke rasakan. Dia benci ada gadis menangis. Rasanya ia ingin membunuh gdis yang menangis dengan Kusanagi miliknya, karena gadis yang menangis sam sekali tak berguna.
Tapi, ini berbeda. Bukan perasaan ingin membunuh. Sasuke pun bingung. Karena dia melihat bahwa wajah Hinata mirip dengan wajah ibu yang sangat ia cintai.
'Kenapa?' hanya pertanyaan itu yang Sasuke lontarkan dari hatinya. Entah itu pertanyaan untuk dirinya sendiri atau untuk Hinata. Dia pun tak tahu.
Tanpa Hinata duga Sasuke menjauhkan tubuhnya dan malah tidur memunggunginya.
"Aku ngantuk." Hanya dua kata itu yang terlontar dari bibir Sasuke.
"Hah... hahhh... hahhhh..." Hinata mencoba mengatur napasnya. Lalu dia memandang ke samping kanan. Memandang Sasuke yang memunggunginya. Pusing. Kini dirasakan gadis remaja Hyuuga itu. Kini ia ingin tidur, memejamkan matanya. Masa bodoh, tentang tadi. Dia terlalu pusing untuk memikirkannya.
Sasuke POV...
Aku bohong. Aku bohong tadi soal mengantuk.
Tapi, kenapa?
Apa yang sebenarnya terjadi?
Kenapa justru tadi aku melihat wajah ibu pada dirinya?
Ibu.. apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus tetap melakukanya pada gadis ini?
Ya. Aku telah memutuskannya. Dia adalah kunciku. Kunci untuk membangkitkan Uchiha kembali. Kemudian aku menyeringai.
Entah kenapa aku berkeinginan untuk melihat apa yang terjadi pada gadis yang kini tengah tidur seranjang denganku.
Dan ketika aku membalikkan tubuhku ke arahnya, ternyata ia telah tertidur. Bagaimana bisa dia tidur dengan nyenyak seranjang dengan seorang missing-nin?
Masa bodoh. Itulah yang saat ini yang ada dalam pikiranku.
End Sasuke POV...
Kemudian Sasuke menyusupkan lengan kiri ke leher Hinata sedangkan tangan kanannya berada di pinggang Hinata menarik gadis itu ke dalam pelukannya. Kemudian mata Sasuke tak sengaja memandang bibir Hinata yang sedikit terbuka. Sasuke menghela napas pelan sebelum melumat pelan bibir Hinata dan mungkin bahkan sangat teramat lembut. Ciuman sepihak itu hanya berlangsung beberapa detik, yang kemudian Sasuke menyusul Hinata ke dalam alam mimpi sebelumnya ia telah merengkuh tubuh Hinata agar lebih merapat kearahnya. Entahlah, apa yang kini tengah dipikirkan Sasuke. dia sendiri bahkan tak tahu. Tapi yang pasti dia hanya ingin memeluk gadis Hyuuga ini.
~ The Light and The Dark ~
"Sai... kau ini lama sekali sih. memangnya apa sih yang kau bicarakan dengan Tsunade-sensei? Apa penting?" Sakura memberondong pertanyaan untuk Sai.
"Itu bukan hal yang penting Sakura-san" jawab Sai sekenanya.
"Kalau sudah selesai bicaranya kita pergi sekarang." Kata Shikamaru.
Sai dan Sakura hanya menganggukkan kepalanya tanda bahwa mereka siap. Lalu mereka melompat dari pohon ke pohon dengan gerakan yang cepat.
'Tujuan kami adalah reruntuhan tempat tinggal Uchiha'. Batin mereka bertiga.
Tapi tanpa diketahui oleh Sakura maupun Shikamaru kini tatapan mata Sai berubah menjadi lebih tajam. Ah! Bukan hanya tajam. Tapi, sangat-sangat tajam. Persis seperti seorang Uchiha. Ya, sangatlah persis.
Gomen-ne karena update-nya cukup lama...
Soalnya selama beberapa minggu ini blue ada UTS dan banyak bgt tugaz kuliah...
So, dengan sangat-sangat menyesal blue baru menyelesaikan chapter 4 ini...
Dan untuk para readers makasih banyak telah memberi kritik dan saran...
Hyuuchiha prinka
Mamizu mei
Amaliauzumaki
Uchihyuu nagisa
Akirainatsu s
Roy mustang
Manusia
Dan untuk yang berhrap rate-nya 'M' Bgt... mhon maaf blue gk janji...
Soalnya gk tw juga ya...*ditabok readers
Maksih byk karena udh ngasih komentarnya...
Untuk chapter 5nya udh aq pkirkan . tpi, aq masih bingung buat naruh di tulisan...
Sekali lagi blue minta maaf bgt krn updatenya lma...
DI TUNGGU
R E V I E W
