Terima kasih minna san telah mau membaca dan mereview fanficku. Semoga chapter kali ini memuaskan
Thanks to you all minna
Love you lots
Airplane
Chapter 4
Shinn tak lelahnya memandang Cagalli dengan nanar. Shinn tak tega memandang Cagalli terdiam seperti patung yang diterpa sinar mentari sore. Shinn mencoba melangkah dengan pelan. Dan duduk disamping Cagalli.
"Kau masih menunggunya?"
"Shinn..."
"Ya... aku takkan mengganggumu..."
Shinn hendak pergi namun tangan Cagalli menghentikannya.
"Shinn duduklah... aku tak mau sendiri..."
"Tapi aku tak mau menemanimu disini..."
"Kau tahu... ini adalah hari terakhirku..."
"Maksudmu?" tanya shinn
"Ini hari terakhir aku menunggu Athrun... terima kasih kau sudah menemaniku sampai akhir semangatku... aku akan memulai hidup baru..." Cagalli tersenyum nanar
"Kau yakin?"
"Aku yakin Shinn... inilah saatnya a selamat tinggal cinta pertamaku... seperti di film-film...iya kan? haha" tawa Cagalli yang dipaksakan.
"Jangan tertawa jika kau ingin menangis..."
Shinn menarik Cagalli ke pelukannya. Dia mendekap erat Cagalli.
"Jangan pernah tertawa bila ingin menangis. Seberapa buruknya tangisan itu, seberapa memalukannya tangisan itu, menangislah jika ingin menangis karena jujur akan membuatmu lebih baik. Jika kau tidak bisa melakukannya didepan orang lain maka... jangan pernah membohongmu didepanku... hanya padaku kau bisa jujur padaku..."
"Terima kasih... Shinn..."
Shinn memeluk Cagalli semakin erat. Cagalli menangis dalam pelukannya
"Athrun kita akan bertemu lagikan? Iya kan?"
"Siapa kau?"
"Athrun... kau jangan lupakan aku ya? Janji?"
"Siapa kau?"
"Athrun aku menunggumu..."
"Siapa kau?"
"Athrun... athrun..."
Athrun terbangun dari mimpinya, keringat bercucuran dan dia terengah-engah. Gadis pirang itu terus mengahntui mimpinya setiap malam selama bertahun-tahun. Athrun menuju dapur dan minum air dingin dari kulkas.
"Kenapa kau terbangun?"
"Stellar... aku membangunkanmu?"
"Kenapa kau keringatan?" stellar mengelap wajah Athrun tengan tissue
"gadis kecil pirang itu menemuiku lagi... malam ini... setiap malam ada rasa sakit didadaku tiap aku mengingatnya, padahal kepalaku yang sakit bukan dadaku..."
"Tenangkan dirimu Athrun... setelah kuliah nanti aku akan mengantarmu ke dokter... ya?"
"Terima kasih Stellar..."
"Iya sayang... tidurlah lagi..."
Athrun tersenyum memandang stellar
Cagalli berjalan dengan santai, hari ini Cagalli sedikit berdandan dia menyisir rapi rambutnya, menggunakan bedak tipis, memakai baju casual dengan kemeja krem dan rok selutut yang berwarna coklat. Dia berjalan dengan santai. Membawa buku tebal seperti biasanya. Banyak yang memperhatikan cagalli dan mengatakan 'cantik, apa benar itu gadis seperti itu ada dikampus kita'.
Shinn duduk terdiam di pinggir lapangan basket, dia kelelahan karena latihan pagi. Cagalli tiba-tiba duduk disampingnya sambil membawakan jus jeruk kesukaanya.
"Kau butuh ini kan?"
Cagalli memberikan jus jeruk dingin dan shinn menerimanya dengan senyum lebar
"Ah... aku hidup kembali..." Shinn lega setelah minum jus jeruk dari Cagalli
"Kau mau makan ? aku akan mentraktirmu" ajak Cagalli
"Kau baik sekali... dan hei kau cantik hari ini?" Shinn merangkul Cagalli
"Kau bau shinn... mandilah sana dulu" Cagalli menyingkirkan tangan shinn
"Kau yakin dengan keputusanmu...?"
"Iya... aku yakin... cepatlah mandi... aku ada kelas sore nanti..."
"Baik... tapi aku ingin makan... kau tahu aku lapar... jadi boleh aku minta bentomu..."
"Aku tidak membawanya... aku akan makan denganmu setelah kau mandi... jadi pergi sana..."
Stellar berjalan mendekati Cagalli dan Shinn. Dia tampil begitu menawan dengan dress biru langit dan sepatu heels. Dia tersenyum dan menghampiri Cagallli.
"Nona Cagalli dari fakultas Politik Internasional kan?"
"Ya...? apa aku mengenalmu?"
"Bisa kita bicara berdua?"
"Kau ada perlu apa dengan cagalli?" tanya shinn
"Apa dia pacarmu? Tuan Asuka?" Tanya Stellar
"Hei... aku bahkan tidak mengenalmu..." Ketus Shinn
"Iya dia pacarku... dan bisakah aku tahu apa perlumu?"Jawab Cagalli
"Aku ingin kita berbicara sesuatu yang pribadi... dan aku yakin nona Cagalli sangat ingin bertemu dan berbicara langsung padaku."
"Baiklah... kita bicara..."
"Tapi Cagalli?" cegah Shinn
"Jangan khawatirkan aku..." Cagalli memberikan tatapan lembutnya untuk meyakinkan Shinn
"Baiklah... aku tunggu ditempat biasa"
Cagalli hanya mengikuti Stellar dengan diam, selang beberapa menit mereka berdua sampai di cafe gaya eropa yang elegan, Cagalli tidak biasa memasuki tempat-tempat seperti itu sehingga dia hanya diam memandang menu yang tertera di list. Stellar minum rose tea nya seteguk lalu memandang lurus kearah Cagalli. Cagalli menaruh listnya dan memandang lurus kearah Stellar.
"Namaku Stellar Loussier dari fakultas Seni dan drama dan aku adalah tunangan Athrun Zala. Mantan kekasih kecilmu."
"Kau tahu aku dan juga Athrun? Siapa kau,..."
"Aku tahu hubungan kalian sangat mendalam, Cinta sejak kecil dan lain sebagainya,"
"Lalu apa yang hendak kau bicarakan? Kau ingin pamer hubunganmu dengan seseorang yang bahkan tak mengetahuiku."
"Dia kecelakaan saat SMP dan dia melupakan semua masa lalunya. Temannya dan juga dirimu."
Saat mendengarnya tubuh Cagalli bergetar sebisa mungkin Cagalli menahan air matanya agar tak tumpah, dia menarik nafas dalam dan mengendalikan dirinya.
"Aku tahu dari kumpulan suratmu saat dia SMP yang kau kirimkan tiap bulan. Aku yang menerima seluruh suratmu saat kalian masih SMA dan tak memberitahukannya pada Athrun. Karena... kecelakaan yang dialami Athrun bersama orangtuanya, menyebabkan kedua orang tuanya meninggal seketika dan Athrun terluka parah. Dia hilang ingatan dan melupakan semuanya dia jadi trauma dengan mobil dan merasa sakit saat mengeingat ingatannya. Dia dirawat oleh keluarga kami dan setelah 2 tahun dia menjadi kekasihku. Jadi aku punya alasan untuk merehasiakan tentang dirimu padanya."
"Paman dan Bibi meninggal? Dan aku tidak tahu..."
"Untuk kebaikan Athrun aku mohon... jangan dekati dia, karena dengan mengingatmu dia akan kembali merasakan trauma yang sudah susah payah kami hilangkan..."
"Aku mengerti... jadi boleh aku pergi? Sekarang...?"
"Silahkan... dan mohon maaf atas apa yang sudah kulakukan..."
"Tak apa... dan terima kasih"
Cagalli berdiri menunduk salam kearah Stellar. Dia segera berjalan keluar restoran. Tak lama setelah itu hujan turun dan cagalli tetap berjalan. Dia berhenti di halte bis yang sepi. Dia duduk terdiam, air mata menetes dari pelupuk matanya. Dia duduk termenung menghapus air matanya. Dia tersenyum memaksa bibirnya untuk tersenyum dan mengangkat dagunya. Dia merasa ada kehangatan disampingnya.
"Cagalli kau suka hujan-hujanan ya?"
"Athrun?" cagalli tercengang
"Hujan begitu deras kau tetap berlari tanpa payung."
"Ah... itu karena ada sesuatu yang kufikirkan..."
"Oh... kau mau pakai jaketku?"
"Athrun... aku ... telah lama menunggu orang yang kucintai..."
"Eh?" athrun mulai bingung
"Dia sudah berada di sisiku... namun dia...sekarang... bukan orang yang sama, dia bukanlag orang yang telah bertahun-tahun menemani mimpiku..."
"apa dia berubah Cagalli?"
"ya... dia banyak berubah Athrun... dia yang kucintai telah pergi, dan sekarang dia juga menemukan orang yang berarti untuknya. Apa menurutmu aku bodoh masih mencintainya ?"
"Kurasa kau hebat Cagalli bisa mencintai orang hingga seperti itu..."
"Ya... aku gadis yang hebat hingga aku bisa berdiri tegap memandang orang yang kucintai bersama wanita lain..."
"Kau harus semangat Cagalli... kau pasti akan menmukan orang yang lebih baik darinya..."
"Iya... Athrun... aku pasti akan menemukan orang yang bisa menggantikannya..."
"Tapi siapakah orang itu?" athrun penasaran
"Kau..."
"Apa?"
"Aku menyukai Athrun..."
"Cagalli? Kau bercanda?" Athrun heran
"Aku menyukai Athrun tapi dia bukan dirimu..."
"Oh kau menyukai seseorang yang bernama athrun?"
Cagalli tersenyum memelas
"Iya... namanya Athrun... tapi dia bukan dirimu..."
Cagalli berdiri menatap Athrun. Dia tersenyum dengan hangat membuat Athrun berdiri memandangnya.
"Aku mendapat beasiswa ke Inggris untuk menemui Athrunku... dan mengatakan selamat tinggal padanya..."
"Eh... kau akan ke Inggris?"
"Ya... untuk menemuinya... dan memberitahunya."
"Kapan kau berangkat?"
"Besok..."
Cagalli memeluk Athrun tiba-tiba, Athrun kaget namun dia tetap diam.. Cagalli menarik nafas panjang dan melepaskan pelukannya
"Terima Kasih Athrun... kau sudah menamaniku... kau pria yang baik..."
"Tak apa Cagalli... kita teman..."
"terima kasih... aku pergi dulu..."
"Masih hujan Cagalli..."
"Tak apa... hujan ini menemaniku..."
"Hati-hati... Cagalli..."
"Selamat tinggal Athrun..." Cagalli berjalan pergi
Athrun memandang Cagalli yang berjalan menjauh. Sedangkan Cagalli tetap berjalan sambil tersenyum dibawah derasnya hujan. Dia merasakan sesuatu yang tak beres dari hatinya sejak Cagalli memeluknya, terasa ada sesuatu yang kosong yang dia tak tahu apa itu.
"janji kita dimasa kecil tak bisa terwujud. Maafkan aku Athrun... maafkan aku... Kau tahu Athrun aku tak pernah menyesali bertemu denganmu dan mencintaimu... namun jika mengingatku akan membuatmu terluka lebih baik kau tak perlu mengingatku... dan tak pernah bertemu denganku...aku akan pergi dan menikmati semua rasa ini. aku mencintaimu Athrun...cinta pertamaku... meski mungkin aku bukan orang yang kau kenal..."
Owari
Terima kasih minna. Ini pertama kalinya aku bikin fic sedih tapi kayaknya kecepatan
Love you minna
Semangat ya,..,.,
