Makasih para reviewer *kisu* (ditabok)
Chapter trakhir nih R&R yah...
Warning : Uncensored coarse language, mature theme, not suitable for kid XDDDDDDDD
*v*S P R I N G*v*
-:O:- S U M M E R -:O:-
._. A U T U M N ._.
.:. W I N T E R .:.
Matt lagi ngacak-ngacak gudang Wammy House. Dia sibuk nyari game lama dia yang pernah dia tumpuk di dalem kardus.
"AHH!! Dimana sih game sial itu?!" Teriaknya histeris. Dia lagi ngidam maen game lama itu tapi sekarang ga ketemu...
"Matt? Kamu ngapain di gudang?" Tanya Mello penasaran.
"Aku lagi nyari gameboy advance colour ku! Tapi tuh benda ngumpet!"
"Loh? Kan..."
"Sial sial!!!" Dia kembali mengacak-acak semua kardus yang ada disitu.
"Matt..."
"Tunggu dulu Mello! Aku masih sibuk!"
"MATT!!!"
"BENTAARR!!"
"MATT! KAMU TUH PIKUN ATO GOBLOK SIH? KAN KAMU KASIH TU GAMEBOY KE NEAR!! FOR GOOD'S SAKE!!!!"
"Hahhh?? Dan kemaren Near berangkat sama L buat nyelesain kasus?! Dammit!" Dia nendang bola sepak yang ada di dekat kakinya itu. Bola itu menghantam pintu gudang dengan sangat keras.
BAM!!!
"Matt, pintu gudang ini udah rusak loh, makanya ngga pernah ditutup..." Kata Mello sambil menggigit coklatnya.
Dan benar, ketika Matt hendak membukanya, pintu itu ngga bisa dibuka. "Tenang, ngga ada lock yang ngga bisa kubuka." Dengan santai dia mengambil kawat dan mulai nge-pick. Tapi...
"Fuck, ngga bisa kebuka."
"Kubilang apa... Aku kekunci gara-gara kamu, sial." Katanya.
"Kamu ngomong gitu tapi kok nadanya santai sih?"
"Hari ini aku ada perasaan buruk jadi aku bawa 5 batang coklat di dalem jaketku... Selama ada coklat, aku tidak khawatir akan apapun juga." Katanya kayak orang lagi promosi.
"Oh, gitu ya? Jadi posisi aku udah diganti sama coklat?" Matt berkacak pinggang.
"Dari dulu kali."
"Cih... Mello jahat." Matt menghela napas.
"Matt, akhir-akhir ini kamu sering bareng-bareng sama Near, apa mungkin kamu..."
"DUCK! Eh... FUCK!! Ngga mungkin Mell!!" (Lol, padahal author yang salah ngetik) Teriaknya. "Kamu tau kamu satu-satunya orang yang ada di hati aku..."
"Ih, ngga ada yang nanya itu kali. Makanya kalo orang ngomong didengerin dulu. Aku cuma mo nanya apa mungkin kamu udah hipnotis dia! Well you know Near! He's a loner!"
Matt tersipu karena salah pemikiran. "Yeah, tapi dia fun juga sih... Kita sering main game bareng. Dia juga pinter banget, bisa selesain game Phoenix Wright ku tanpa liat walkthrough... Trus anaknya baik, jujur, pengertian, enak diajak curhat..."
Melihat wajah Matt yang agak merah (gara2 salah pengertian), Mello pikir Matt udah bener-bener suka sama Near. "Matt ngga apa kok... Kalo kamu jalan sama Near."
"Hah? Apa? Aku emang udah sering jalan sama Near kok..." Katanya, straightforward.
JGER
Bagai disambar petir, Mello bengong karena ke bego an Matt. Matt pikir maksud Mello dengan 'Jalan bareng Near' itu, 'hang out together' tapi ternyata dia bilang...
"Matt... Nge-date sama Near!? Udah sering?!" Mello shock berat. "Jadi ternyata selama ini kamu boong sama aku..."
"Hah? Mello lu tuh apaan sih?! Aneh banget hari ini! Overdosis coklat ya?" Sambil nyengir, Matt memegang coklat di tangan Mello tapi Mello menjauhkan tangannya...
"Jangan sentuh aku maupun coklatku..."
O___O Matt's expression X3
"A-aku salah apa? Kok kamu marah gitu?"
"Salah apa?! Matt kamu ini....!!!"
"For real, tell me what's my mistake."
"YOU SON OF A BITCH! PISS OFF!!!" Mello berlari ke pojokan dan duduk membelakanginya.
Matt tersentak kaget dengan apa yang baru dia dengar... Ngga pernah sekalipun Mello menggunakan kata-kata itu buat manggil Matt... Kalo dia mau nge-swear, paling cuma pake 'fuck' 'dammit' or 'shit'. "Uh... Mello, what's going on...?"
"Kamu ini udah boongin aku setaon penuh! Emang kamu pikir diboongin itu enak ya?!"
"Aku boong apaan??! Aku ngga pernah boong sama kamu, I swear!"
"Kamu bilang kamu jalan sama Near... Dan kamu bilang kamu sayang sama aku... Apa itu namanya ngomong yang sebenernya?! Kamu udah jelas ngeboongin dua pihak!"
"PFFT!!!" Matt tiba-tiba ketawa. "HAHAHAHAHA!!!!!!!"
"Kenapa lo?! Ngakak kayak setan!!!"
"HAHAHHAHA!!!!!!" Matt menghapus air matanya sambil memegangi perutnya yang sakit gara-gara ketawa. "ADUUHH!! SUMPE JELEK BANGET!!! Maksudku itu... HANG OUT with Near, not DATING with Near, baby!!! Lucu gilaaaa!!!"
"Hah?" Menyadari kesalahpahaman bodoh itu, Mello langsung ngeblush kayak kepiting rebus. "FUCK!!! WHAT'S SO FUNNY?!" Dia melempar sisa coklat ditangannya ke mulut Matt, tepat sasaran.
"MMNNHH...!!!"
"You'll pay for making fun of me." Mello berdiri dan mengepalkan tangannya, diayukannya tinju itu hingga menghantam keras pipi Matt. Matt jatuh ngejungkeng.
"Hahahaha... Welcome back, Mello..." Dia udah biasa ditinju gitu jadi dia nyantai. "Wah, berdarah... Makin dashyat aja tinjumu."
Ketika Matt hendak menghapus darah di bibirnya, Mello meraih tangannya dan mendekati wajahnya. Tiba-tiba dia...
Menjilat darah yang menetes itu.
"ME-MELLO!!!" Panik, dia menjauhkan wajahnya.
"Kenapa Matt?" Dia meraih tangan Matt dan mendorongnya ke sudut. "While we're here.... Why don't we do something to warm ourselves?"
Matt blon sempet ngomong apa apa tapi Mello membuka jaket tebal milik sang gamer dan dengan sisa coklat di lidahnya, dia menjilat puting Matt yang lalu mengerang.
"Nnnh.."
Dengan lidahnya yang terampil, ia memperkeras erangan Matt dengan terus menjilati dadanya yang mulus. Perlahan, ia membuka risleting celana Matt dan memegang kelaminnya. Mello lalu menyusuri tubuh Matt dari dada hingga perut dengan lidanya hingga ia sampai di alat kelamin Matt dan menghisapnya.
"Damn, Mello... You..." Ngga suka jadi uke, Matt mendorong tubuh Mello hingga ia terhempas ke bawah dan ia meletakkan kedua tangannya disisi Mello. "Don't forget who's the seme here."
"Yeah, whatever-"
Dengan cepat, Matt menciumi bibir Mello lalu memasukan lidahnya untuk bertemu dengan lidah Mello. Mereka bertarung untuk beberapa waktu, sang blonde ngga mau memberikan Matt kesempatan begitu aja. Namun akhirnya Matt menang dan dia menjelajahi seisi mulut Mello.
"Ah!" Mereka berdua melepaskan ciuman itu untuk menarik napas.
"Aku minta coklatmu." Kata Matt yang langsung disambut dengan pemberian coklat dari Mello. Matt membuka coklat itu dan menghisapnya hingga meleleh lalu menjilat alat kelamin Mello.
"Nnh! Matt..." Mello mengeluarkan cairan putih yang hangat.
"You're coming already? That's quick. We haven't even reach the intense."
"Whatever, idiot." Katanya sambil menggunakan tangannya untuk membawa kepala Matt kembali ke alat kelaminnya. "More."
Matt melakukan apa yang Mello minta. Dengan lidahnya, ia menjilat, menghisap dan menggigit (O_o).
"Mello, I wanna come in now."
"G...Go ahead..."
Cowo ber-google itu pun mengangkat kaki Mello untuk memberinya keleluasaan bertindak. Lalu dia menjilat lubang Mello sambil berkata, "Aku akan meregangkanmu dulu."
"Terserah. Nnnh.." Mello mengerang ketika lidah Matt memasuki lubang kepunyaan Mello. "Fuck.."
Lalu ia menarik lidahnya kembali dan menggatikannya dengan jari-jarinya yang terampil. "Well, that should be enough."
Matt memegang alat kelaminnya untuk menyentuh lubang Mello dan mulai memasukannya perlahan...
"Ahh!" Mello mengerang.
"Yes, Mello.. Don't hold it." Matt tersenyum dan terus memasukannya. "This is our first time to do this ne? I'll try to be soft."
"Shut up! Don't hold back on me!" Mello mendorong Matt sehingga dia ada diatas Matt sekarang.
Perlahan, Mello merendahkan posisi duduknya hingga alat kelamin Matt memasuk lubangnya lebih lagi.
"Ahhh..." Kini giliran Matt yang mengerang.
"Selama ini kamu selalu diatas. Sekali-kali aku ingin merasakan bagaimana di atas." Mello tersenyum licik. Lalu ia mempercepat gerakan naik turunnya. "Nnh... Ah.."
"Mello! I'm gonna come!" Sahut Matt."
"Do it! Do it inside me!"
Setelah Mello berkata seperti itu, cairan putih hangat membanjir dalam lubang Mello, menyebabkan dia untuk 'moan in pleasure'. "Ah Matt!!!" Mello juga ikut mengeluarkan cairan itu. "MORE MATT! MORE!!!"
**
"Fuckfuckfuckfuck! Kayaknya aku ngga akan bisa ikut sport seminggu penuh." Mello memakai jaketnya. "Ini gara-gara kamu Matt!"
"Aku? Enak aja! Siapa juga yang napsu hah?!"
"Ga mo tau! Pokoknya ini salah kamu!"
"Udah daripada berantem mending kita nyari cara buat keluar dari sini!"
"Tapi gimana?! Udah tau kamu ngga guna!"
"Maksud loo?! Gini2 gw kan dah berusaha! Ga kayak lu! Cuma mandorin orang doang!"
"Apalah!"
Tiba-tiba pintu gudang terbuka... "Matt? Mello?" Itu Roger.
"ROGER!!!" Dengan gaya anjing ketemu tuannya, Matt langsung loncat dan meluk Roger dengan ekor yang mengibas-ngibas (LOH?).
"Kalian ngapain disini?" Tanyanya.
"Kita kekunci." Kata Mello dingin.
"Yaudah, kalian cepet balik ke kamar kalian, udah malem nih."
"Makasih ya Rogeeerrr!!!!!" Matt bersinar-sinar. Lalu mereka berdua mengilang di koridor.
"Anak-anak aneh. Nah, sekarang dimana barang itu?" Roger berjalan dan tiba-tiba...
GUBRAK!!
Roger kepleset. "Kok basah sih?"
~: O W A R I :~
Thanks for reading and bearing with this fic O__O is this lemon enough?
R&R! Please? =3
Something's wrong in my brain. *liat agenda* WAT? HARI INI ULANGAN JEPANG?!?!?!? *baca doujin buat latian hiragana* Padahal baru kemaren gw ultah... Dunia ini tidak adil D:
