A/N : Harap di maklumi bila ada kesamaan cerita dengan fic lainnya.

Disclaimer : Naruto dan High School DxD bukan milik saya.

Rate : M

Warning : Au, OC, OOC, STRONG! Naru, SMART! Naru.

Summary : terbangun setelah 100 tahun tertidur, Membuat Naruto menentukan takdir nya tetap hidup atau memilih...

Chapter 4 : terungkap tujuan Hades.


.

.

.

Awan kelabu menghiasi langit sore di kota kuoh, rintik-rintik hujan mengguyur membasahi bumi. Udara terasa dingin hingga menusuk ketulang, seorang pemuda berambut kuning jabrik, berumur 18 tahunan sedang memandangi langit yang mendung.

Perasaan tidak nyaman hinggap dihati kecilnya, dia sekarang merasa sangat khawatir terhadap anak dari cucu perempuannya. Entah mengapa firasatnya mengatakan bakal terjadi sesuatu hal yang buruk.

"Shuri-chan.., Apa Akeno sudah pulang? Dari tadi aku belum melihatnya." Kata Naruto pada Shuri yang sedang memasak.

"Hari ini Akeno, ada kegiatan klub di sekolah" balas Shuri berusaha tetap fokus pada masakannya.

"Begitukah, bisa aku minta alamat sekolahnya"

Berbalik menghadap sang kakek, kumudian Shuri menyerahkan sebuah kertas denah kota kuoh. Naruto mengulurkan tangannya untuk mengambil kertas tersebut. Setelah mengamati gambar dari kertas itu Naruto menyerahkan kembali gambar peta tersebut kepada Shuri.

"Terima kasih" ucap singkat Naruto sambil tersenyum kecil

.

.

.

.

Ise pov...

Sedangkan diakademi kuoh kokabiel menyerang klub penelitian ilmu gaib, klub yang dipimpin oleh Rias Gremory. Adik dari sang maou lucifer yang baru.

'Kokabiel!? Kokabiel yang itu!? Pemimpin Malaikat Jatuh!? Bukankah dia orang sungguhan yang tertulis dalam ***** dan buku buku!? Dia begitu terkenal! Sial! Ini sangat gawat! Kalau kulihat lihat, Kokabiel tengah membawa sesuatu. Kulihat baik baik...manusia? apa dia membawa manusia?' Batin Ise yang tengah dilanda syok.

"Ini buat hadiah." ucap Kokabiel sambil melemparkan tubuh seorang manusia.

Dia kemudian melempar manusia yang dibawanya ke arahku.

Aku segera bereaksi dan mencoba menangkapnya.

Orang yang jatuh di tanganku adalah...Shidou Irina! Tubuhnya penuh darah! Dia bernafas tersengal sengal! Seluruh badannya penuh luka! Apa ini terjadi setelah dia menangkap Freed!? Apa yang terjadi pada Kiba dan Xenovia!?

"H...Hei, Irina!"

Berapa kalipun kupanggil, dia hanya bereaksi kesakitan dan tak merespon. Ini gawat sekali!

"Dia datang ke markasku, jadi kuberi dia sambutan hangat. Tapi, yang dua ekor masih lolos." ucap Kokabiel, yang kini tengah duduk di singgasana yang melayang.

Kokabiel mengatakannya sambil tertawa. Dari ceritanya, Kiba dan Xenovia mungkin kabur.

"Asia! Tolong sembuhkan Irina" ucapku kepada Asia

Aku meletakkan Irina di tanah, dan menyuruh Asia menyembuhkannya. Ada cahaya hijau muncul dari tubuh Asia, yang menyelimuti Irina. Ekspresi Irina mulai melembut dan nafasnya jadi lebih teratur. Dia tak membawa Excaliburnya. Apa yang terjadi padanya? Kokabiel terus berbicara tanpa peduli pada keraguanku.

"Aku takkan lakukan hal bodoh seperti berbicara dengan Maou. Tapi, kalau aku memperkosa dan membunuh adik perempuannya, maka kemarahan Sirzechs akan diarahkan padaku. Tapi itu tidak buruk buruk amat."

Buchou menatap Kokabiel dengan mata penuh kebencian.

"...Lantas apa urusanmu dengan menemuiku?" ucap Buchuo kepada salah satu malaikat yang namanya tertulis di kitab *****.

Kokabiel menjawab pertanyaan Buchou dengan nada senang.

"Aku akan mengamuk di kota ini memakai markasmu, Akademi Kuou, sebagai poin awal. Maka Sirzechs pasti akan muncul kan?"

Ap...Apa!? Gagak sialan ini mencoba untuk memicu kembali perang.

"Kalau kau melakukan hal seperti itu, perang diantara Tuhan, Malaikat Jatuh, dan Iblis akan dimulai lagi, tahu!?" Teriakku kepada Kokabiel

"Itulah yang kuharapkan. Kupikir Michael akan memulai perang kalau aku mencuri Excalibur...tapi yang dia kirim hanya para Exorcist gurem dan dua pengguna Pedang Suci. Membosankan. Aku benar benar bosan! Karena itu aku akan mengamuk di markas adiknya Sirzechs, bagaimana? Terdengar menyenangkan bukan?"

Buchou membuat suara dengan lidahnya. Itu adalah bukti kalau Buchou sangat kesal. Tapi, rencana edan macam apa yang dia ingin lakukan!? Bukankah Michael itu Malaikat yang paling penting di sisi Tuhan? Bahkan orang sepertiku yang baru di dunia ini sudah melihat namanya dalam buku. Dia mencoba memulai perang dengan orang besar seperti itu!? Sudah kuduga dari Pemimpin Malaikat Jatuh!

"...Dasar maniak perang."

Buchou mengatakannya dalam kebencian. Tapi Kokabiel tertawa kegirangan.

"Ya. Itu dia! Aku bosan dan sangat bosan setelah perang diantara ketiga golongan! Azazel dan Shemhaza tak punya hasrat berperang lagi. Mereka lalu mulai mengumpulkan hal hal membosankan macam Sacred Gear dan melakukan penelitian aneh. Hal tak berguna semacam itu takkan ada manfaatnya buat kami!...tapi lain ceritanya kalau itu adalah "Boosted Gear" seperti yang dimiliki bocah disana itu...tapi itu buka sesuatu yang bisa kalian temukan dengan mudah."

Kokabiel lalu menatapku. Sungguh tekanan dahsyat...tubuhku gemetar tanpa kendali...aku kemudian mengatakannya dengan suara kuat.

"...Apa kalian juga mengejar Sacred Gearku?"

"Setidaknya aku tak tertarik. Tapi Azazel mungkin saja. Hobi mengkoleksinya sangat gila."

Azazel? Kupikir dia adalah Jenderal para Malaikat Jatuh, apa dia mengumpulkan Sacred Gear?

"Yang manapun, aku akan memulai pertarungan melibatkan Pedang Suci, Rias Gremory. Untuk memulai peperangan! Sekolah dimana adik perempuan Sirzechs dan Leviathan berkuasa. Pasti akan terisi penuh oleh kekuatan Iblis yang bisa kunikmati dalam kekacauan! Itu juga tempat terbaik untuk melakukan awal dari sebuah peperangan khukhukhukhu sangat sempurna, bagaimana menurutmu tomat"

" beraninya kau memanggil buchou dengan sebutan tomat walau pada kenyataanya seperti itu"

Oh apa yang kuucapkan bucho menatapku tajam, dan juga si loli koneko. Sedangkan akeno-san hanya tertawa aneh padaku.

" ternyata itu kau naga merah? Bagaimana untuk pemanasan lawanlah hewan peliharaanku ini cerberus "

Walaupun ini saat yang tidak tepat aku ingin bertanya pada buchuo mahluk apa itu, namun aku urungkan melihat buchuo nampak serius seperti itu.

'Dasar berengsek kenapa dia menyerang di saat yang tidak tepat sih!, gara-gara dia aku gagal menonton Kamen Rider pink'

Ise pov end...

.

.

.

Skip time.

Di depan Akademy kuoh, tepatnya di halaman depan akademy terbentuk kawah besar yang tercipta akibat lontaran tombak cahaya kokabiel yang diarahkan kepada keluarga Gremory. Asap membumbung tinggi menghalangi pandangan salah satu petinggi fraksi Malaikat jatuh itu.

Merasa serangannya tepat mengenai adik maou Lucifer, membuat Kokabiel tertawa licik seolah rencana nya untuk memulai kembali Great war berjalan lancar.

"Akhirnya impianku untuk memulai Great War kembali, dapat terwujud."

"Hoi, Gagak sialan! jangan main-main terhadap cucuku"

Asap mulai menghilang, perlahan namun pasti terlihat siluet bayangan seorang pemuda berambut jabrik mempunyai tiga garis halus dipipinya. Memakai jubah merah dengan motif kobaran api dipinggirnya.

"Kakek?" semua mata menatap kearah Akeno, bahkan kiba dan Xenovia yang tengah bertarung melawan Freed harus berhenti sejenak.

"Apa kamu baik-baik saja Akeno? Apa gagak sialan itu melukaimu?"

"Ara...ara... aku baik-baik saja kek, jangan khawatir"

"Siapa dia Akeno?" Rias bertanya pada bidak ratunya.

"Dia adal-" "dasar manusia rendahan beraninya kau menghalangi rencanaku"

Ucapan Akeno terhenti akibat teriakan Kokabiel.

"Rasakan ini manu-ARGGHHH" belum sempat menyelesaikan ucapannya, Kokabiel harus rela merasakan perih di dada sebelah kirinya. Karena tiba-tiba cahaya kuning melesat kearahnya mengambil jantungnya. Membuat salah satu petinggi fraksi malaikat jatuh itu menghilang menjadi serpihan cahaya, meninggalkan bulu-bulu hitam yang bertebaran.

"Itu ce-pat se-kali" ucap Ise karena syok, pemuda di depan mereka mampu mengalahkan Kokabiel dalam waktu kurang dari tiga detik.

"Ara...ara...ufufufufu" sedangkan Akeno tersenyum misterius menanggapi ucapan Ise, membuat pemuda berambut coklat jabrik itu meneguk ludahnya.

Sona dan para bidaknya datang menuju kearah Rias, setelah sampai ia lalu mengalihkan pandangannya kearah Naruto. "Bagaimana kau bisa masuk?" mendengar pertanyaan Sona membuat Naruto tersenyum canggung. "Ummm...sebenarnya tadi aku lewat portal dimensi"

"Ba-gai-mana mugkin" melihat perubahan cara bicara Sona membuat Akeno terkikik geli.

"Kalian bisa tanya Akeno" semua pandangan terarah menuju Akeno.

"Ara..besok aku ceritakan intinya dia kakek ku, Uzumaki Naruto." Semua iblis yang berada disitu terkejut mendengar ucapan Akeno barusan.

" JADI KAU UZUMAKI NARUTO." terdengar ucapan Draig dari sarung tangan ise.

"Ya, apa kah itu kau Draig partner anakku." ucap Naruto, memandang kearah sarung tangan Ise.

"Hai, aku adalah kaisar naga merah Draig" semua yang mendengar ucapan Draig, semakin dibuat penasaran terhadap Naruto.

Malam semakin larut, awan hitam berkempul diatas Akademi kuoh. Angin berhembus kencang membuat suasana terasa mencekam.

"SEPERTINYA DIA AKAN DATANG" mendengar ucapan sang partner ise pun bertanya kepada Draig. " memangnya dia itu siapa?".

"Hades" semua mata iblis muda membulat sempurna, mendengar ucapan Naruto. Mereka semua tidak menyangka bakal bertemu dewa mitologi dari yunani tersebut.

Sedangkan di atas Akademi kuoh berdiri dua orang laki-laki, yang pertama seorang pemuda berambut silver memakai armor putih yang melekat di tubuhnya. Sedangkan disampingnya berdiri pria paruh baya bersurai hitam dengan sedikit warna kuning di poninya.

"apa kau tau Azazel?, jurus yang digunakan oleh pemuda kuning itu."

"Itu adalah teknik teleportasi dari seorang ninja"

"Ninja? Bukankah mereka sudah punah" tanya vali karena penasaran terhadap ninja.

" entahlah itu hanya Asumsiku "ucap santai Azazel.

Kembali ketempat Naruto, sesaat setelah mengucapkan Nama sang dewa. Hades muncul bersama tiga ekor anjing neraka. " jadi itu Cerberus, kelihatannya lezat" ucap pemuda bersurai kuning itu.

"Apa kau berniat memakan dagingnya? Kau gila itu sama saja kau memakan bangkai" Tanya Ise kepada Naruto.

"Hmmmt...kalo tidak bisa dimakan bagaimana kalo di pelihara" berjalan mendekati salah satu Cerberus, Naruto mengulurkan tangannya kearah Cerberus, Namun naas bukannya jinak anjing itu malah menggigit tangan kanan dan kepala Naruto.

"Shishishi kalian anjing yang baik" Buagh! Buagh! Karena jengkel terhadap anjing penjaga neraka itu Naruto pun memukul salah satu kepala Cerberus, menyebabkan anjing neraka tersebut terpental puluhan meter hingga menabrak bangunan Akademy kuoh, membuat bangunan itu hancur lebur.

Salah satu Cerberus mengarah kan cakarnya tepat kearah kepala Naruto, merasa ada bahaya mengarah padanya Naruto menggeser tubuhnya kesamping, cakar Cerberus melewati tubuh Naruto. Melihat ada kesempatan Naruto pun memukul perut Cerberus dengan kuat, membuat Cerberus itu terpental jauh keatas.

Masih tersisa satu Cerberus, tanpa membuang kesempatan ise melipat gandakan kekuatannya. [Boost!] [Boost!] [Boost!] [Boost] [Boost] suara mekanik terdengar dari sarung tangan milik Ise " Dragon shot!" Bulatan hitam muncul dari Sacred Gear Ise mengarah ke Cerberus terakhir.

Duar Duar

Ledakan besar terjadi setelah serangan Ise mengenai Cerberus, merasa sudah tidak ada halangan Naruto pun mendekati sang dewa.

"Apa tujuanmu datang kesini, Hades?." Tanya Naruto kepada Hades.

"Tujuanku ya, hmmm... entahlah mungkin menyapa Jubi atau diriku yang lain" ucap Hades sambil melirik ke salah satu bangunan di Akademy. Perlahan bayangan hitam berjalan kearah mereka samar-samar terlihatlah seorang wanita berambut hitam panjang diikat ponytail memakai pakaian miko.

"Shuri-Chan/Okaa-saan" ucap Naruto dan akeno bersamaan.

"Ara...ara kakek aku mencarimu untuk makan malam bersama" ucap Shuri seolah sedang tidak terjadi apapun. Naruto yang mendengar ucapan Shuri menepuk jidatnya sendiri, bagaimana bisa dia berkata untuk makan disaat situasi sedang genting.

"Tunggu sebentar" ucap Naruto sambil berjalan kearah Hades.

Setelah jarak mereka tinggal sepuluh meter Naruto berhenti berjalan, setelah itu ia melempar sebuah gulungan kepada hades. Hades pun menangkap gulungan tersebut dan membacanya.

Setelah selesai membaca Hades kemudian tersenyum tulus, senyum yang belum pernah diperlihatkan kepada siapapun kecuali istrinya dan saudaranya.

"Baiklah Jubi, aku pergi dulu ingat disaat matahari tertutupi kegelapan aku akan kembali. Untuk menagih janjimu" setelah mungucapkan pesan terakhirnya Hades menghilang ditelan kabut berwarna hitam.

Naruto memandang kepergian hades dengan pandangan datar, dirinya berfikir bagaimana Cronos sang titan ayah para dewa utama mitologi yunani bisa bangkit kembali.

Flashback on...

Didalam pikiran Naruto

"Hallo bocah Jubi" terdengar suara yang datang entah dari mana memasuki indra pendengaran Naruto."

'SIAPA ITU' Naruto berteriak di dalam hati, mencoba mencari asal suara yang memasuki indra pendengarannya.

"Aku Hades salah satu dewa yunani"

"Jadi kamu yang menyerang konoha, tidak akan kumaafkan" ucap penuh amarah Naruto sambil membentuk rasengan ditangan kirinya.

"Tenanglah bocah, aku kemari hanya ingin berbicara denganmu" ucap suara hades yang entah datang darimana padahal sang dewa hanya berdiri didepannya dengan mulut tertutup. 'Apa ini yang dinamakan telepati' pikir naruto

"Aku ingin mengajukan penawaran terhadapmu" sambung hades

"Apa keuntunganya bagiku?" Tanya Naruto

"Aku dapat menghidupkan kembali orang-orang yang kamu sayangi tapi dalam bentuk renkarnasi, aku juga dapat menghidupkan seorang uchiha yang tersegel ditubuh cucumu, dan apapun keinginanmu akan aku penuhi" ucap hades, sedangkan Naruto menundukkan kepalanya sambil memikirkan perkataan Hades barusan.

"Jadi apa yang harus kulakukan?" Tanya Naruto kepada Hades.

"Tugasmu adalah membunuh Cronos ayah ku, dan juga aku ingin separuh tubuhku kembali"

Naruto menulis sesuatu di dalam sebuah gulungan, setelah itu melemparnya ke Hades

Flashback off...

"Aku mau mengalahkan Cronos namun kau harus memenuhi tiga keinginanku,

Pertama hidupkan kembali Mikoto baa-san setelah aku melepas segel Shuri.

Kedua pertemukan aku dengan ayah dan ibuku.

Dan terakhir jangan ganggu keluargaku atau kau akan ku bunuh walaupun kau lari keujung dunia pun pasti kukejar.

Uzumaki Naruto.


.

.

.

Tbc.

Thanks buat semua yang sudah mampir untuk membaca, jangan lupa klik review nya.

A zoldyck Logout...