Hiaaa~chapter 4! Mohon maaf aku lama update. Maafkan Author aneh ini! Oh ya, mulai detik ini, ada anggota baru yang akan membantu saya yaitu; Clover 2, Shinai Kazumi.
Kazumi: haloo! Salam kenal! Saya sahabatnya Aiko, yang akan membantunya!
Aiko: ya, ya. Sekarang lihat ch 4-nya!
Disclaimer: Shirodaira Kyou and Mizuno Eita.
Warning!: OC, agak OOC, gak nyambung, aneh, DSB!
Gak suka jangan baca, ya! Tapi kalau yang gk mau maksa ingin baca, ya baca aja!
Chapter 4: Perasaan yang Sebenarnya
"haah...," ucap Kanone pagi hari ini, hari kedua sebelum hanami, di beranda. Kanone masih belum mendapat jawaban atas perasaanya, dia cinta atau tidak.
Bagaimana caranya untuk mengetahui perasaanku? Ujar Kanone dalam hati.
"Kanone!" kata Narumi tiba-tiba datang, dan sudah berada tepat di belakang Kanone.
"Narumi!" balas Kanone.
"hmm (tersenyum) Sebentar lagi sarapan, lho!" ujar Narumi.
"ah, ya...," ucap Kanone. Entah kenapa dia merasa agak "gugup".
"..."
"..."
"hei?" tanya Narumi, bingung melihat Kanone yang masih diam.
"ah? Gak apa-apa!" kata Kanone (tersadar).
"..." Narumi menatap Kanone dengan wajah serius.
Kanone Kaget.
"?"
"ah, tidak. Lupakan saja," kata Narumi keluar dari kamar.
"..."
Aku...
Di meja makan...
"...Kanone?" tanya Narumi.
"ada apa?" tanya Narumi lagi.
"ti, tidak...,"
"ada apa? Ayo, katakan saja!" ucap Narumi sembari (sambil) mendekatkan wajahnya ke pandangan Kanone.
Sesaat, mereka berdua terdiam lagi.
Dan...
DEG! DEG!
EEGGGGHH~! Aku berdebar! Ujar Kanone di dalam hati, dengan wajah yang tersipu.
"?" Narumi malah makin mendekatkan wajahnya. (saking penasarannya)
Kanone sudah gak tahan, wajahnya sudah sangat memerah, dan ia pun memalingkan wajah.
Narumi pun kembali ke posisi awalnya.
Selama makan itu, Kanone berusaha melupakan hal tadi (di atas), namun, dia tak bisa.
Selesai makan, Kanone langsung kembali ke kamarnya untuk meng-SMS Eyes.
From: Kanone Hilbert
To: Eyes Rutherford
EYES~~~! Aku berdebar banget, tahu! Katakan, aku harus ngapain? Aku aja gak tahu tipe cewekku kayak apa, nih!
Sedangkan itu, saat Eyes membacanya...
"sudah berdebar..." kata Eyes datar (sebenarnya ada seneng-senengnya).
Lalu, Eyes menjawab:
From: Eyes Rutherford
To: Kanone Hilbert
Sudah saatnya, kali... "ITU" lho... kataku, sih, tipe cewekmu itu yang hampir mirip sama kamu... INGAT! Yakinlah pada dirimu dulu!
Kanone yang membacanya;
"hah...? NEMBAK? Terus, tipe cewekku kayak gitu, ya?"
Akhirnya dijawab:
From: Kanone Hilbert
To: Eyes Rutherford
Eyes... 'masa nembak dulu? Mana mungkin, gugup banget... lebih baik kucari apa yang kusukai darinya dulu, ya...
Dan, Eyes menjawab:
Ya, itu lebih baik.
Akhirnya dimulailah 'misi' Kanone untuk menemukan apa yang dia sukai dari Narumi!
Hmm... kesukaanku?
Akhirnya Kanone malah membuntuti Narumi...
"?" Narumi merasa ada yang mengikutinya.
"yah, biarlah!"
Narumi berjalan kembali.
Nah, nah, nah! Gumam Kanone sendiri di dalam hati.
Lagi-lagi, Narumi merasa ada yang mengikutinya, dan berhenti berjalan.
Waduh, ketahuan? Gumam Kanone kaget.
Siapa, sih? Ngajak brantem? *devil mode on* Kata Narumi di dalam hati, dengan tatapan sinis.
Fuh, untung saja di sini, jadi masih ada 'itu'... baiklah, akan kulakukan! Kata Narumi di dalam hati (lagi).
Narumi pun berjalan lagi.
Kanone lega, dan membuntuti Narumi lagi.
Narumi kembali ke kamarnya, Kanone pun menunggu di dekat sana.
Terdengar suara-suara dari dalam kamar Narumi. Kanone penasaran, dan membuka pintu, lalu...
BUAAAAKK! Kanone terjatuh. DUAAAK! Ada batu bata yang menimpanya, hanya 3.
"Aha!" ucap Narumi mendekati Kanone, tapi belum tahu itu Kanone.
"egh... Kanone? Kamu yang dari tadi membuntutiku?" kata Narumi lagi (kaget).
"ugh... batu bata?" ketus Kanone yang tertimpa batu bata itu.
"ah, maaf, ya! Kukira siapa...," ujar Narumi merapikan batu bata itu. (menyingkirkan batu bata).
A/N: Kazumi: Batu batanya dapet dari mana, tuh? Aiko: Rahasiaaaaa!
"eng... nggak apa, salahku juga membuntutimu...," balas Kanone.
"terus, kenapa kamu membuntutiku?" kata Narumi membantu Kanone berdiri.
Kanone tersadar, bahwa dia membuntuti Narumi untuk mengetahui apa yang dia sukai dari Narumi.
Kanone terdiam.
"... tak bisa dijelaskan, ya? Yah, nggak apa-apa, kok...," ujar Narumi.
Kanone pun keluar dari kamar Narumi, merenung sendiri di kamarnya.
Mungkin... itulah yang kusukai dari Narumi, ya... sepintas hal ini terlintas di pikiran Kanone.
Apa? Karena... kebaikannya?
Kanone mengacak-acak rambutnya, berfikir akan hal itu.
Kanone mulai mempercayai perkataan lubuk hatinya itu...
Ya... sudah pasti... aku...
To be continued. Please wait!
Preview chapter 5: Day that the major key: Debaran hati Kanone makin mengguncang, dan hampir saja 'kata itu' terucap dari bibirnya. Kata kunci hampir terucap, dan bagaimana dengan sehari sebelum hanami yang menjadi kunci utama itu? Akankah Kanone berhasil menemukan kunci utama itu dengan mulus?
HUGAAAAAAAAAAAAA! Makin gake abiss! ! Masih dalam tahap pembelajaran buat fic, jadi tolong 'diwajarkan' saja... HIKS HIKS HIKS (bercucuran air mata)
Kazumi: penasaran, batu bata dapet dari mana...
Aiko: kaugak woleh hahu! *sambil makan keripik* (kagak boleh tahu!)
Kazumi: -,-
Narumi: (tiba-tiba dateng, dobrak pintu) HEI! KETEMU JUGA NIH DUA AUTHOR!
Aiko: GEKH! Ada -piip- maut!
Kazumi: hah? Itu rahasianya Narumi?
Aiko: iya! Bakal diungkap di Pivity.
Narumi: Gara-gara kamu, aku jadi OC PALING -piip-!
Kazumi: jangan salahin aku, ya! Salahin Aiko, tuh! *nunjuk-nunjuk ke Aiko*
Aiko: meski aku pembuatnya, KAN UNLEASH YOUR IMAGINATION! HUWEEE!
Narumi: *nganyunin gergaji*
DUAAAAASSSSSSSSSSHHHHHHHH!
Aiko: !
Akhirnya Aiko vakum selama 2 bulan karena disabet oleh gergaji mautnya Narumi...
Nyorin: Terakhir, slilahkan review-nya...
