Chapter 4 : SUNFLOW
Cerita ini punya Krisgi ya Chingu~ No Copast or Plagiat yang diganti nama kecuali dengan izin Krisgi secara langsung. Kalau ada yang repost tanpa izin bantu lapor ya Chingu. Mohon Saling menghargai karya masing-masing. Terima kasih.
Cast:
Park Chanyeol as Park Chanyeol
Byun Baekhyun as Byun Baekhyun
And others (Find Yourself)
.
Main Pairing:
Chanbaek
.
Genre: . life.
.
Rating:
T
Sinopsis:
"Tidak bisakah kata 'kita' berada dalam hatimu? Tak bisakah kau mempertahankan aku, seperti aku mempertahankanmu?"
Happy Reading
Baekhyun mondar mandir di ruang tamu dengan wajah khawatir. Chanyeol belum pulang sejak ia masuk ke dalam kamar tadi. Tadinya Baekhyun mau mengajak Chanyeol bicara dan meluruskan banyak hal, tapi Chanyeol tidak ada.
Baekhyun semakin cemas karena sudah jam 1 pagi Chanyeol belum pulang. Astaga! Besok memang mereka belum sekolah. Hari ini- lebih tepatnya kemarin- mereka izin untuk pernikahan mereka, dan mereka pasti lelah dan butuh istirahat, jadi mereka izin dua hari.
'Ceklek'
Baekhyun melangkahkan kaki kecilnya ke depan pintu. Terkejut melihat Chanyeol yang jalan sempoyongan.
'Bruuk'
Tubuh Baekhyun hampir jatuh saat tubuh Chanyeol menabraknya. Dengan susah payah Baekhyun membimbing Chanyeol yang terus bergerak ke kamar Chanyeol. Ia tidak ingin kakek melihat kelakuan buruk Chanyeol yang membuat masalah semakin runyam.
"Hei... Byun Baekhyun! Ah... Park Baekhyun?"
Baekhyun baru saja berhasil membawa Chanyeol ke tempat tidur. Chanyeol langsung menarik Baekhyun kasar. Walaupun sedang mabuk, kekuatan Chanyeol masih saja kuat membuat Baekhyun sedikit oleng.
"Kau harusnya juga berpesta, bukan? Kau kan bahagia... aku tidak punya apapun dan kau punya segalanya,"
Baekhyun menundukkan badannya. Besimpuh di depan Chanyeol sambil memegang kedua tangan namja itu. Ia mendongakkan kepalanya menatap maa hitam Chanyeol.
"Maafkan aku. Aku akan memberikan semuanya padamu. Sejujurnya aku juga tidak tahu, apa yang terjadi. Tapi aku pasti akan mengembalikannya seperti semula,"
'Pffft'
Remeh Chanyeol. Ia melepas tangannya dari gadis itu dan balik menariknya. Mendekatkan wajah mereka sehingga Baekhyun bisa mencium dengan jelas aroma alkohol itu.
"Kau... belum ada satu hari menjadi keluarga Park dan pewaris tunggal Park, tapi sudah merasa bisa melakukan apapun? Hebat sekali..."
"Aku akan mencoba," lirih Baekhyun.
"Kau... tidak akan bisa! Kau membuat hidupku berantakan! Membuatku menjadi gelandangan!"
"Kubilang Aku akan mencoba!"
Ucap Baekhyun dengan tegas sambil mengangkat tubuhnya berdiri. Membuat Chanyeol terjungkal ke belakang. Untung belakang Chanyeol kasur.
Baekhyun menutup mulutnya dan berusaha membantu Chanyeol duduk lagi, tapi Chanyeol menyilangkan kedua tangannya di depan wajahnya.
'hiks..hiks..'
Baekhyun terpaku. Ia yakin yang ia dengar adalah suara isakan. Chanyeol menangis dan Baekhyun tidak suka itu. Ia tidak suka melihat Chanyeol yang penuh dengan arogansinya terlihat lemah.
"Ba...bagaimana... hiks... jika kau tidak bisa...hiks... melakukannya?"
Baekhyun menatap Chanyeol yang masih terisak. Perlahan ia langkahkan kakinya ke atas kasur. Kembali bersimpuh disamping Chanyeol. Tangan mungilnya meraih tangan Chanyeol dan ia genggam. Bisa ia lihat wajah namja itu memerah.
"Jika aku tidak bisa..."
Genggaman itu mengerat. Mata mereka saling bertemu tanpa niat berpaling.
"Aku tidak akan meninggalkanmu,"
.000.
Chanyeol's Pov
Kepalaku sakit. Aku berusaha membuka mataku. Kamarku? Ah... ternyata aku bisa kembali dengan selamat. Tidak tanggung-tanggung. Aku minun berbagai macam alkohol semalam. Aku sangat setres dan hanya alkohol yang bisa kujadikan pelarian.
Aku berusaha memfokuskan pandanganku dan mencoba bangkit.
'Pluk'
Kain kompresan?
Kini aku sadar aku tidak pakai baju. Pikiranku melayang kemana-mana. Apa orangtuaku tahu? Jangan-jangan malah kakek! Astaga aku bisa gi... Baekhyun?
Kulihat wajah lelanya yang tidur sambil duduk di sampingku. Pasti pegal. Apa dia merawatku semalam? Aku berusaha mengingat. Mengingat apapun yang bisa kuingat tentang semalam.
'Aku tidak akan meninggalkanmu'
Kurasakan pipiku memanas. astaga! Apa yang kulakukan semalam? Aku bisa gila! Aku menjatuhkan harga diriku sendiri di depan gadis ini?
Walaupun begitu, ada rasa yang aneh dalam diriku. Cahaya matahari yang mengenai wajahnya... membuatnya terlihat sangat cantik. Kulitnya sangatt putih san mulus. Bibirnya... tipis dan merah. Bulu mata kecil itu. Aku baru menyadarinya. Kuangkat tanganku hendak menyentuhnya.
'Eugh'
Aku menarik kembali tanganku melihat pergerakannya. memegang kepa la aku sendiri berpura-pura sakit. Konyol!
"Kau tak apa, Chanyeol?"
Baekhyun segera bergerak memegang tanganku. Jantungku... aneh.
Aku segera menghempaskan tangannya. Kulihat Baekhyun mundur beberapa langkah untuk menyesuaikan keseimbangannya.
Aku berusaha mengabaikannya dan bangkit. Badanku sakit kepalakulah yang paling sakit. Aku berdiri dan berjalan kearah kamar mandi dengan tangan memegang kepalaku. Ah! Sakit!
'Tuk!tuk!tuk'
Dia mengikutiku? Aku membalik tubuhku. Kulihat Baekhyun berjalan dibelakangku dengan kaki pendeknya dengan mendahkan tangan.
"Mau apa kau?"
Baekhyun kaget melihatku berpaling. Wajahya... lucu.
"Aku takut kau jatuh,"
"Memang kalau aku memang jatuh, kau kuat?"
"A...aku yang mengangkatmu ke kasur semalam, jadi aku tahu aku kuat,"
"Hah? Gitu saja. Tunggu nanti setelah lulus aku yang mengangkatmu ke kasur,"
Awalnya akupun terkejut dengan apa yang kukatakan. Tapi melihat mata sipit dan bibir tipis itu membola, aku berusaha menahan ketawaku. Wajahnya memerah dan dengan gerakan pelan ia menunduk.
Aku menyunggingkan bibirku. Lucu.
Aku berbalik dan kembali berjalan ke kamar mandi. Entah kenapa sakit kepalaku... hilang. Aku menutup pintu kamar mandi dan menatapnya. Memikirkan gadis yang berada di balik sana dengan wajah memerah sambil menunduk.
"Baekhyun..."
Aku tersentak. Suara kakek!
"Apa yang kau lakukan di kamar Chanyeol?"
"A...aku..."
"Sudahlah ayo sarapan. Dimana Chanyeol?"
"Kamar mandi, kek"
"Cepat keluar dan makan,"
Setelah mendengar ada pintu ditutup, aku segera mencuci wajahku dan gigi sebanyak apapun jadi tidak ada bau alkohol. Setelah kurasa cukup, aku membuka pintu.
"YA! Apa yang kau lakukan?!"
Jantungku hampir copot melihat Baekhyun di depanku setelah membuka pintu. Tidak menjawabku, dia mengendusiku. Membuat rambut halusnya menggelitiki tubuh atasku yang tidak memakai apapun.
"Baunya masih ada! Kau mandi saja, cepat!"
Tanpa persetujuanku Baekhyun mendorongku masuk ke kamar mandi dan menutup pintunya.
"Kekeke, kau itu kenapa sih," kekehku.
.000.
.
.
.
TBC
.
.
.
Pesan Krisgi :
Krisgi baru sadar kalau Chapter 2 sampai Chapter 4 belum dipindah ke
Sekali lagi Krisgi berterima kasih pada Reader-nim yang menunggu dan mendukung karya Krisgi. Partisipasi kalian sangat member kekuatan pada Krisgi. Sebelumnya Krisgi minta maaf karena Fanfiction ini lama terbengkalai, tapi Krisgi janji untuk bisa update lebih cepat. Begitu pula dengan karya Krisgi yang lain.
Krisgi menunggu Review dari reader-nim semua. Dengan reader-nim yang memberi tebakan, member usulan, atau yang lain membuat krisgi lebih semangat menulis.
감사함니다 친구들
