Title : My Love
Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, Kim Yesung, Kim Ryeowook
Genre : Drama, Romance, Hurt
Rate : M
Warning : Genderswitch, Typo(s)
Summary : Sungmin hanyalah seorang gadis biasa sampai suatu hari dia tiba-tiba diculik
Dan dia dijual ditempat prostitusi dan bertemu Cho Kyuhyun seorang namja
Angkuh yang membelinya. Akankah cinta tumbuh diantara mereka?
.
.
.
"Sungmin"
Sungmin terkejut begitu ada seseorang yang memanggil namanya. Dia pun membalikkan badannya dan betapa terkejutnya dia siapa yang memanggilnya
"W—okkie"
.
CHAPTER 4
Sungmin begitu terkejut. Ternyata yang memanggilnya barusan adalah Sahabatnya, Kim Ryeowook. Sungmin melihat perubahan yang ada dalam diri Ryeowook. Yeoja yang dulunya lebih pendek dari Sungmin bahkan sekarang tinggi nya sudah melebihi Sungmin. Sungmin tersenyum dan langsung memeluk Ryeowook
"Wookie-ah Bogoshippo"
"Nado Min-ah. Kemana saja kau selama ini?eonnie terus mencari dirimu Min-ah". Sungmin hanya bisa terdiam mendengarnya. Ryeowook tidak mengetahui kejadian yang selama ini dia alami.
"Aku tidak kemana-mana eonnie. Aku masih di Seoul bukan?" Sungmin pun tersenyum lebar menampakkan gigi kelincinya. Ryeowook tahu meski Sungmin tengah tersenyum sekarang tapi mata foxy tersebut menyiratkan sebuah kesedihan. Dan Ryeowook juga tahu kalau Sungmin tidak bisa berbohong padanya
"Ne. eonnie tahu Sungmin-ah" Ryeowook mengusap kepala Sungmin yang sudah dianggapnya dongsaeng tersebut
.
.
Kyuhyun membalikkan badannya berniat menemui Sungmin yang masih berdiri disana. Alangkah terkejut dirinya ketika mendapati Sungmin tengah bersama seorang yeoja dan mereka pun juga sedang berpelukan. Firasat buruk Kyuhyun mengatakan kalau Sungmin akan kabur darinya. Dengan langkah tergesa-gesa dia langsung menemui Sungmin dan menarik tangan yeoja mungil tersebut
"Kita pulang" Ujar Kyuhyun dingin
"A—pa lepaskan aku" Sungmin terus menyentak tangannya agar Kyuhyun mau melepasnya
"Kita pulang sekarang Sungmin. Dan jangan membantah" Kyuhyun terus berusaha menarik tangan Sungmin agar mereka lekas pulang namun suara Ryeowook mengintrupsi kegiatan mereka
"Anda siapa tuan. Bukan kah anda dengar sendiri kalau Sungmin tidak mau ikut pulang dengan anda" . Kyuhyun membalikkan badannya dan menatap tajam Ryeowook yang juga memberikan tatapan tajam kepadanya
"Dengar saya tidak mengenal anda. Jadi sebaiknya anda pergi dan jangan membuang waktu berharga anda untuk berdebat dengan saya" setelah mengatakan hal tersebut Kyuhyun menarik Sungmin dan meninggalkan Ryeowook dengan perkataan Kyuhyun barusan.
Setelah tersadar dari lamunannya Ryeowook pun mengejar Kyuhyun dan Sungmin. Namun yeoja tersebut tidak mendapati mereka berdua, sepertinya Kyuhyun sangat cepat mengingat Ryeowook yang sedikit lengah tadi
"Aisshh jinja. Siapa sebenarnya namja tadi?" gumam Ryeowook. Dengan gusar dia meninggalkan tempat tersebut dan berjanji dalam hatinya akan menemukan Sungmin secepatnya
.
.
Kyuhyun terus menarik tangan Sungmin menuju parkiran. Sungmin hanya bisa meringis karena Kyuhyun menggenggam tangannya sangat kuat. Dan Sungmin yakin tangannya pasti akan merah karena genggaman Kyuhyun. Setelah sampai di depan mobil Kyuhyun langsung menghempas tubuh Sungmin
"Aww" Ringis Sungmin
"Berniat kabur dari ku eoh" Kyuhyun menatap tajam Sungmin sambil merapatkan tubuh Sungmin ke badan mobil
"Kenapa kau berpikir sedangkal itu? Tadi itu hanya sahabatku aku tidak sengaja bertemu dengannya" Sungmin mencoba memelas kepada Kyuhyun agar mau melepaskan dirinya
"Kau kira aku percaya denganmu. Karena aku tau perempuanmu sepertimu pasti ingin mencoba kabur bukan dan beralibi kalau dia sahabatmu"
"Kenapa susah sekali berbicara denganmu. Kenapa kau tidak sedikitpun percaya denganku" Sungmin menatap tajam Kyuhyun. Meski Kyuhyun bukanlah tandingannya tapi apa salahnya. Karena dia cukup murka mendengar Kyuhyun tidak mempercayai dirinya
"Sudah berani sekarang. Baik terima hukumanmu setelah kita sampai dimansion"
Sungmin langusng menegang mendengar ultimatum tersebut. Badannya dipaksa masuk kedalam mobil yang langsung diikuti Kyuhyun untuk masuk ke kursi kemudi. Menjalankan mobilnya secara ngebut tidak peduli dengan keadaan Sungmin yang wajahnya sudah memucat.
Tidak terasa mereka berdua sudah sampai di mansion Kyuhyun. Kyuhyun segera menarik Sungmin keluar tidak peduli dengan barang belanja mereka yang masih tertinggal di mobil. Para maid yang melihatpun hanya bisa diam. Mereka tidak akan pernah bisa membantah tuannya yang sedang emosi. Apalagi apa yang sekarang mereka lihat, tuannya sepertinya sangat marah dengan seorang yeoja yang sedari tadi di tariknya paksa
Kyuhyun terus menarik tangan Sungmin menuju kamar nya tanpa peduli ringisan kecil Sungmin karena Kyuhyun terlalu erat menarik tangannya. Sesampainya di kamar Kyuhyun langsung menghempaskan Sungmin ke atas ranjang. Sungmin beringsut mundur karena melihat wajah Kyuhyun yang mengeras
"K—kau mau apa" ucap Sungmin dengan wajah penuh takut
"Tentu saja menghukummu"
Sungmin mendongak menatap Kyuhyun yang juga menatapnya tajam "Menghukum? Apa salahku?"
"Sudalah manis. Jangan terlalu banyak membuang waktu aku tidak suka bertele-tele"
Sungmin tidak sempat menghindar karena Kyuhyun terlebih dahulu menangkap tubuh sintalnya dan membawanya kedalam rengkuhan yang erat
CHUP
Kyuhyun mencium ganas bibir Sungmin. Melumatnya dengan kasar tanpa peduli dengan Sungmin yang sudah menangis hebat
"eunghh" Sungmin melenguh tertahan karena Kyuhyun menyesap bibir nya terlalu kuat. Kyuhyun menggeram karena Sungmin terlalu kuat mengatup bibirnya sehingga dia tidak bisa memasuki rongga hangat tersebut. Saking kesalnya Kyuhyun menggigit kuat bibir Sungmin
"Akhh…" see, Bibir itu pun akhirnya terbuka dan Kyuhyun tidak menyiakan kesempatan untuk memasuki rongga mungil tersebut. Lidah menjilati langit-langit bibir Sungmin bibirnya pun menghisap Kuat lida Sungmin
Sungmin memukul dada Kyuhyun karena pasokan oksigen mulai menipis. Namun jajajahan Kyuhyun tidak berhenti sampai disitu dia pun menurunkan ciumannya ke dagu Sungmin sambil menyesap saliva yang tadi keluar dari bibir mungil tersebut kemudian menurunkan ciumannya ke leher seputih susu milik Sungmin. Mencium lembut leher tersebut sambil memainkan lidahnya kemudian menggigit kuat leher tersebut hingga menimbulkan bercak merah keunguan
"eunghh…ahh.." Sungmin mendongakkan kepalanya ketika Kyuhyun menyesap kuat lehernya. Tiba-tiba saja namja yang sekarang berada diatasnya berhenti
"hehh…terlihat menikmati sekali. Like a Bitch" kata-kata tajam Kyuhyun sukses membuat Sungmin membuka matanya
"Apa maksudmu Kyuhyun?"
"Sudahlah jangan berpura-pura aku tau sebenarnya kau menikmati kegiatan kita ini bukan dan hanya berpura-pura menangis"
"Aku tidak pernah menikmati apapun itu Kyuhyun"
"Sudahlah jangan munafik Sungmin"
Kata-kata Kyuhyun sukses membuat Sungmin hancur. Tidak bisa kah laki-laki ini berkata romantis untuknya kenapa hanya kata-kata merendahkan dan tajam keluar dari bibir tersebut.
"Bisakah kau berhenti mengatakan hal seperti itu Kyuhyun. Aku muak kau tau!" teriak Sungmin. Yeoja tersebut benar-benar tidak tahan dengan sikap Kyuhyun yang demikian. Baru saja tadi dia melihat Kyuhyun berbaik hati dengannya dan kenapa hanya masalah sepele namja ini sudah berubah 180 derajat
"Dan aku lebih muak lagi kau tau" setelah mengatakan hal itu Kyuhyun langsung merobek dress yang di pakai Sungmin, menyentak bra yang di pakai yeoja tersebut hingga memperlihatkan payudara indahnya
"Ternyata tubuhmu indah. Aku sangat menyesal kenapa tadi malam langsung bermain cepat harus nya aku melihat tubuh indahmu ini. Dan aku lebih tidak menyesal lagi kalau kau ternyata masih perawan itu berarti aku tidak harus bersentuhan dengan para jalang"
"Aku tidak tahu apa maksudmu membeli ku. Komohon jangan seperti ini"
Kyuhyun hanya menyeringai mendengarnya "Memohon lah terus karena aku tidak akan pernah menghentikan ini"
Dan selanjutanya Kyuhyun langsung melepas robekan dress tersebut dan melepas dalaman Sungmin hingga membuat Sungmin naked. Kyuhyun pun menurunkan wajahnya menuju ke dada sintal Sungmin. Mengecup dada atasnya dan membuat Sungmin bergerak gelisah dibawahnya
"Ku-mohon enghh… hen—tikan hiksss" Sungmin menangis, Ya dia menangisi sikap nya yang tidak bisa melawan Kyuhyun. Namja tersebut selalu berbuat seenaknya
"Henn-tikan Cho. K—au tidak bisa berbuat seperti i—ni ahh"
Sejenak Kyuhyun menghentikan kegiatannya "Oooo Ya siapa bilang"
"Kenapa kau berbuat seperti ini. Kau menganggapku apa?"
"Kau hanya budakku. Budak yang kubeli"
JDERR
Sungmin terdiam mendengar perkataan tersebut. Dia mengira ada setitik cinta dari Kyuhyun, Ya diam-diam Sungmin jatuh cinta pada paras tampan tersebut. Namun ketika mendengar kata-kata pedas barusan Sungmin tidak yakin apakah cintanya akan bertahan lama untuk namja tampan tersebut.
"hikkss….aku membenci mu Cho"
"Katakan saja sayang kalau kau membenciku karena itu tidak akan berpengaruh pada apapun"
Kyuhyun pun kembali melanjutkan kegiatannya yang tertunda. Menghisap nipple ranum Sungmin dengan keras
"ahh jj—angan ku—mohon" Kyuhyun tidak sedikitpun menghiraukan perkataan Sungmin dan masih melanjutkan kegiatannya untuk mengkesplorasi tubuh sintal tersebut. Kyuhyun kembali menghentikan kegiatannya untuk melepas baju beserta celana nya. Menatap Sungmin yang terbaring pasrah dengan wajah penuh air mata. Kyuhyun tidak memperdulikan hal tersebut karena hatinya sudah lama tertutup.
"Lihat aku!" Kyuhyun mencengkram rahang Sungmin agar wajah tersebut menatapnya. Lagi-lagi itu membuatnya terdiam, Sungmin memejamkan matanya ketakutan dengan wajah memerah dan hidung yang memerah pula. Pipinya pun penuh dengan air mata yang tanpa henti mengalir, dia menangis dalam diam tanpa isakan juga tanpa raungan. Hanya air mata yang keluar
Kyuhyun pun memejamkan matanya erat. Dia paling tidak sanggup melihat yeoja menangis apa lagi itu karena dirinya. Diapun mencengkram surai ikal cokelatnya dengan Kuat.
"Arrghhh" Namja tersebut frustasi. Dia memang pernah melihat Sungmin menangis ketika dia merebut keperawanan gadis itu. Tapi sekarang gadis tersebut menangis hebat tidak seperti kemarin malam. Entahlah sesuatu dalam hatinya menyeruak tidak rela melihat air mata tersebut keluar dari manik foxy tersebut
Dengan berat hati Kyuhyun beranjak dari tubuh Sungmin dan menutupi tubuh polos tersebut dengan selimut tebal yang sejak tadi teronggok dilantai. Memungut pakaiannya dan memakai nya secara cepat. Kyuhyun pun keluar dari kamar dengan membanting pintu cukup keras. Dan menyetakkan Sungmin untuk kembali ke alamnya. Dia membuka matanya dan menatap tubuh polosnya yang sudah tertutupi selimut tebal. Air mata sudah berhenti mengalir dan dia tidak mendapati Kyuhyun padahal tadi dia merasa Kyuhyun mencengkram rahangnya. Dengan lemah didudukkannya tubuh rapuhnya tersebut. Matanya menerawang kedepan, samar-samar dia mengingat seorang namja tinggi, berkulit putih pucat yang selalu melindunginya bahkan tidak pernah membiarkannya mengeluarkan air mata
"Ku harap kau sadar oppa" Ucapnya pada keheningan
.
.
.
Kyuhyun duduk di balkon kamarnya sambil menyesap wine di tangannya. Merenungi sikap nya yang sejak dua tahun lalu sudah berubah. Kyuhyun memang menyadari sikap nya yang berubah, kenapa juga dia harus menjalani nasib seperti ini. Apakah orang-orang yang dicintainya harus pergi. Orang tua Kyuhyun memang sudah tiada sejak dia berumur 17 tahun. Satu tahun dia menutup dirinya hingga bertemu Haneul.
Melalui pendekatan beberapa bulan hingga akhirnya mereka berpacaran selama 4 tahun. Namun rasanya 4 tahun tersebut tidak ada apa-apanya setelah mengetahui sikap Haneul. Dan sejak itu pula lah Kyuhyun benci jatuh cinta dan tidak akan pernah peduli dengan orang yang menangis. Tapi beberapa menit yang lalu dia berhasil membuat Sungmin menangis meski yeoja tersebut menangis juga ketika malam laknat tersebut. Dan sesuatu dalam hatinya seperti tidak rela. Itu mengingatkan Kyuhyun ketika Haneul juga menangis karena dirinya marah pada yeoja tersebut. Kyuhyun memang lemah dengan yeoja apa lagi yeoja yang dicintainya.
Tapi Kyuhyun menganggap Sungmin apa? Apakah hanya budak yang dibelinya ataukah? Padahal waktu itu Kyuhyun bersumpah tidak akan pernah jatuh cinta. Namun sewaktu pertama kali melihat foxy bening tersebut Kyuhyun seperti terjatuh kedalam dan mengingatkan dia pada seseorang. Seseorang yang juga berperan penting dalam hidupnya dan seseorang yang juga sekarang dilupakannya.
Kyuhyun mendesah, memikirkan hal tersebut membuat kepalanya pusing. Belum lagi pekerjaannya di kantor. Kyuhyun pun bangkit dari duduknya menutup pintu balkon untuk menuju alam mimpi yang mungkin bisa menjernihkan pikirannya
.
.
.
Sungmin terbangun dari acara tidurnya. Dan menatap kebawah ranjang dimana dress yang dipakainya semalam teronggok begitu saja beserta dalamannya. Sungmin pun memunguti nya sambil berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Lima belas menit kemudia dia keluar dengan tubuh yang segar. Karena penasaran dia keluar dari kamarnya dan tidak mendapati Kyuhyun. Sungmin pun melangkah kebawah karena perutnya sangat lapar mengingat dia terlambat bangun hingga jam 9 pagi dan kelelahan menangis. Dia pun mendapati seorang maid yang mendatanginya
"Anda mau sarapan dimana nona?" ujar maid yang diketahui Kim Ahjumma tersebut
"Saya sarapan disini saja Ahjumma"
"Baik mari saya antar" Kim Ahjumma mempersilahkan Sungmin berjalan terlebih dahulu menuju meja makan. Dia pun mempersilahkan Sungmin untuk duduk
"Mau makan apa nona" Kim Ahjumma bertanya pada Sungmin yang hanya melamun menatap makanan tersebut.
Sebenarnya Sungmin tidak melamun. Namun dirinya bingung ingin sarapan apa, begitu banyak makanan yang menggugah seleranya. Ada Sup Kimchi, Nasi goreng Kimchi, samgyetang, Bulgogi, Samgyeopsal, Jajangmyeon dan Omelet. Seandainya hanya dirinya sendiri mungkin makanan tersebut sudah habis dilahapnya
"Nona?" Kim ahjumma mengibaskan tangannya didepan wajah Sungmin dan sukses membuat yeoja tersebut kembali kealam sadarnya
"Y—ye?"
"Nona mau makan apa. Kami memasak cukup banyak"
"A—aku mau nasi goreng kimchi saja" ucap Sungmin tergagap
"Baiklah" Kim Ahjumma pun mengambilkan sepiring nasi goreng Kimchi untuk Sungmin dan juga susu putih untuk yeoja manis tersebut
"Ada yang di butuhkan lagi nona?"
"Tidak ada Ahjumma" Sungmin pun mengedarkan pandangannya ke sekeliling rumah tersebut. Tidak ada siapapun selain dirinya dan para maid yang berlalu lalang
"Tuan muda Kyuhyun sudah berangkat nona. Dia bilang dia sedang ada meeting penting dengan para kliennya"
"Sepagi itu kah"
"Iya nona. Kalau begitu saya kembali kebelakang terlebih dahulu. Kalau membutuhkan saya tinggal panggil saja"
"Ne". Kim ahjumma pun beranjak dari tempatnya untuk menyelesaikan tugasnya kembali. Sungmin pun segera menyuapkan nasi goren kimchi yang sedari tadi menggodanya. Sambil sesekali mata kelinci melihat pemandangan mansion mewah tersebut
"Besar sekali. Apa Kyuhyun tidak takut tinggal sendiri"batin Sungmin
.
.
.
"Finally, meetingnya selesai juga aku sangat lelah" Ujar Yesung sambil merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku
"Iya hyung. Dan aku sangat bersyukur mereka mau bekerja sama. Dan itu tentu saja karena dirimu"
"Aisshh Kyuhyun-ah seandainya kau tidak ada aku juga tida ada apa-apanya"
"Hmm. Bagaimana kalau kita makan siang. Ini sudah masuk jam nya bukan?"
Yesung melirik arloji di pergelangan tangan kanannya "Iya"
"Baiklah. Ayo"
.
.
. 30 menit kemudian dua namja rupawan tersebut sudah sampai di sebuah restoran mewah. Memasuki restoran tersebut dan duduk di pojok ruangan yang langsung menghadap jalan raya
"Kyu, kau memesan lah duluan. Hyung mau ke toilet sebentar"
"Baik hyung. Atau hyung mau sekalian aku pesankan?"
"Kalau boleh. Hyung tinggal sebentar ya"
Yesung pun bergegas meninggalkan Kyuhyun menuju toilet. Dia pun celingak-celinguk mencari arah toilet hingga dia menemukan anak panah yang mengarahkahnnya ke toilet namun di persimpangan menuju toilet dia tak sengaja menabrak seorang yeoja mungil hingga yeoja tersebut terjatuh
"Awww" Ringis yeoja tersebut
"Maafkan saya. Saya tidak sengaja. Anda tidak apa-apa?" Yesung pun mengulurkan tangannya hendak membantu yeoja tersebut. Namun dia tiba-tiba terdiam melihat paras manis tersebut
"Manis sekali"Batinnya
"Tu—an. Gwenchana?" yeoja tadi mengibaskan tangannya di depan wajah Yesung hingga membuat namja bermata sipit tersebut tersentak
"ah nan gwenchana" Yesung pun kembali mengulurkan tangannya dan langsung disambut oleh yeoja tersebut
"Maafkan saya sekali. Saya benar-benar tidak sengaja"
"Tidak apa-apa Tuan. Saya baik-baik saja"
"Kim Yesung imnida" Entahlah apa yang ada dipikiran Yesung hingga membuatnya mengenalkan namanya
"e—eh Kim Ryeowook imnida"
"Salam kenal Ryeowook-ssi. Kalau begitu saya permisi
"Ne Yesung-ssi". Ryeowook pun meninggalkan Yesung yang masih berdiri disana hingga tubuh mungil tersebut menghilang
"Cantik. Semoga kita bisa bertemu lagi" gumamnya
.
.
.
Ryeowook pun berniat keluar dari restoran tersebut sebelum dirinya melihat sebuah siluet tubuh yang sangat di kenalnya.
"Itu namja yang bersama Sungmin tadi malam bukan?" Ryeowook berjalan mendekati tubuh tegap seseorang yang sangat dikenalnya. Yeoja itu pun menepuk pelan bahu tersebut dan membuat namja tersebut tersentak pelan
"Kau…" Tunjuknya
DEG
TBC
Hai, saya kembali dengan Chapter 4. Oke disini saya ingin menjelaskan kalau ff ini murni ide saya sendiri kok. Disini juga sedikit menjelaskan clue-clue yang para readers masih bingung. Dan bagi yang bertanya siapa itu Ryeowook disini juga sudah dijelaskan. Dan disini juga ada YeWook moment meski Cuma seempil. Tapi insya allah Yewook nya ntar dibanyakin kok. Maaf juga karena belum bisa balas review dari para reader tercinta dan terima kasih juga yang masih mengikuti fanfic ini, semoga kalian tidak bosan ya. Jangan lupa review ne
Kamsahamnida
Sign,
elfKyumin137
