.

[episode 4]

Kim Namjoon—Kim Seokjin;

From BTS.

.

Typo(s), Boys Love, etc. etc.

.

.


.

Kurang lebih, Seokjin tahu sedikit banyak tentang Namjoon.

.

Seokjin menatap Namjoon malas. Ini sudah kesekian kalinya Namjoon kehilangan barang—di dorm. Tidak bisa disebut kehilangan karena kalau barang Namjoon hilang di dorm, itu artinya barang tersebut tidak akan keluar dari kamar Namjoon dan Jeongguk yang terlihat sangat bersih itu.

"Cari di kamarmu, Namjoon"

"Sudah hyung! Tapi tetep gak ada uhh," Namjoon merengek dengan kedua tangan menangkup kepalanya, pertanda ia menyerah dan meminta Seokjin membantunya.

Seokjin menghela napas dan melepas apron yang dipakainya, kegiatannya terganggu karena hal yang bahkan terulang hampir sebulan sekali.

Seokjin reflek memijat kepalanya ketika membuka pintu kamar Namjoon dan Jeongguk yang kemudian disuguhkan dengan pemandangan kamar yang seperti pabrik baju karena tentu saja baju yang tersebar dimana-mana.

Seokjin menengok kearah Namjoon yang kini sedang menyuguhkan senyuman hyung-kita-sudah-kenal-lama-kan kepadanya, ia mendengus di depan wajah Namjoon, "Apa yang aku dapat setelah ini…"

"Oke, oke, nanti aku bantu hyung masak deh,"

"Dan dapur kita kebakaran?"

"Ah, Hyung! Aku gak separah itu!" Namjoon merengek lagi, "Yaudah, nanti aku traktir makan,"

"Sama yang lain?"

"Enggaklah, berdua aja. Jadi bantu aku ya, hyung?"

Sebuah senyum kecil tercetak pada bibir Seokjin. Ia melangkahkan kakinya pada tumpukan baju di dekat kasur Namjoon, mengecek semua kantung celana dan baju yang berserakan disana, tetapi ia tidak menemukan apa-apa.

Seokjin menengokkan kepalanya kebawah kolong kasur Namjoon, tetapi tidak ada apapun juga, "Namjoon sini ambil tasmu,"

Namjoon mengambil tasnya yang berada di dekat lemari pakaiannya, "Aku udah cek hyung. Gak ada,"

Seokjin mengangkat alisnya sambil membuka resleting tas Namjoon lalu mengeluarkan semua isinya, kemudian mengecek kantung kecil di belakang tas tersebut, memutar kedua bola matanya, dan mengangkat benda yang berhasil ia temukan.

"Oh! Aku lupa kalo tas ini ada kantung belakangnya!"

"Ya, ya, pokoknya jangan lupa traktir aku makan nanti,"

"Hehehe, siap Hyung!"

Seokjin tersenyum sambil melihat tas Namjoon yang masih ia pegang. Resleting kantung belakang tersebut sudah terbuka sebelumnya, dan Seokjin tahu Namjoon hanya ingin mengajaknya makan di luar saja, dengan alasan yang sedikit menyusahkan.

.

#

.

Wajah Namjoon kembali rileks ketika membernya datang ke lokasi syuting music video untuk salah satu track di mixtapenya. Ia melepaskan segala ketegangan yang sedari tadi singgah di kedua pundaknya karena harus syuting sendirian tanpa para member yang biasanya ada di sekitarnya.

Membernya datang ketika Namjoon dan kru yang lain sedang lunch break, jadi ia masih bisa santai-santai dengan member satu grupnya yang—sangat tidak ia sangka—ia rindukan kehadirannya. Dan seperti biasa, maknae line dan Jung Hoseok selalu membuat suasana menjadi sangat ramai.

"Gimana syutingnya?"

Namjoon menyandarkan punggunya pada badan sofa sebelum menjawab pertanyaan Seokjin, "It'll be easier if you were here,"

"Ciye, gugup ya, Hyung?" celetuk Taehyung yang kemudian diikuti oleh yang lainnya dan suara tawa Seokjin.

Namjoon mendengus sebal, "Ya!" membernya menertawainya lagi tapi Namjoon tidak bisa marah kali ini, ia butuh asupan penyemangat untuk menghadapi kesendiriannya hari ini.

Sementara member yang lain mengejeknya, Namjoon merasakan elusan pada lengan kanannya—sentuhan yang selalu membuatnya kembali tenang.

"Semangat, kim Namjoon,"

Seokjin berbisik di telinganya dan Namjoon merasakan telapak tangan kanannya digenggam erat oleh Seokjin, "Makasih, Hyung,"

Seokjin tersenyum sambil mengusap tangan Namjoon yang menggenggam balik tangannya, dengan ibu jarinya. Seokjin tahu, Namjoon yang gugup akan kembali rileks dengan member disampingnya, dan juga tangan Seokjin yang menggenggam Namjoon erat.

.

#

.

Seokjin melihat jam yang tergantung di atas televisi yang sedang di tontonnya.

Comeback Bangtan akan terjadi sebentar lagi, dan Namjoon menjadi orang yang sangat sibuk lebih dari sebelumnya.

Seokjin khawatir dengan anak itu, tentu saja. Diantara mereka semua, yang paling sibuk belakangan ini adalah Namjoon dan Seokjin kerap melihat Namjoon yang terlihat pucat beberapa hari terakhir ini. Mereka semua bekerja keras untuk comeback kali ini. Namjoon dan Yoongi sering telat pulang ke dorm untuk menyempurnakan semua track yang ada di album mereka. Akan tetapi kali ini Yoongi terus menerus pulang sendiri, dan Namjoon sudah hampir tiga hari tidak pulang. Seokjin tidak bisa mencegah dirinya untuk tetap terjaga tiap malam.

Seokjin menguap untuk yang kesekian kalinya dan melirik jam kembali, sudah lebih dari pukul tiga pagi dan Namjoon masih belum pulang. Seokjin berpikir Namjoon tidak akan pulang lagi, tetapi pintu dorm mereka terbuka dan memperlihatkan sosok Namjoon yang berjalan dengan tidak semangat.

"Akhirnya pulang juga,"

Suara Seokjin membuat Namjoon menengok kearahnya. Lelaki itu menghampiri Seokjin yang sedang terduduk di sofa dengan remot televisi yang masih berada di tangannya, "Hyung ngapain?"

"Nungguin kamu pulang,"

Sedetik setelah Namjoon duduk Seokjin beranjak dari tempatnya, membuat Namjoon heran dan reflek menahannya untuk pergi, "Aku mau bikinin kamu minum. Kamu mau minum apa?"

Namjoon menggeleng lalu menarik Seokjin untuk kembali duduk disampingnya, "Aku cuma perlu tidur,"

"Kalo gitu—"

Perkataan Seokjin terpotong ketika Namjoon sudah merebahkan kepalanya di paha Seokjin. Seokjin tersenyum kecil dan mengusap rambut Namjoon yang terlihat sangat berantakan, "Aku bakal berhadapan sama suara-suara aneh lagi, nih,"

"Bear with it, Hyung," ucap Namjoon yang kemudian meraih tangan Seokjin yang bebas dan menggenggamnya, dengan gerakan malas membuat pola lingkaran pada telapak tangan yang selalu menjadi kesukaannya itu.

Seokjin tersenyum melihat Namjoon yang perlahan terlelap sambil menggenggam tangannya. Seokjin tahu, Namjoon sangat lelah meskipun ia tidak benar-benar mengatakannya secara langsung, dan tidur di pangkuannya adalah kebiasaan Namjoon agar ia bisa bangun dengan senyuman di bibirnya.

.

#

.

Hari itu adalah kemenangan mereka yang ketiga di Music Bank, dengan Taehyung yang berbeda dari biasanya dan Namjoon yang sedikit-sedikit meneteskan air matanya. Bagaimanapun, mereka harus tetap melakukan encore dan Seokjin harus menahan hasratnya untuk memeluk Taehyung ataupun Namjoon.

Setelah sedikit wawancara, mereka sudah berada di waiting room, menunggu para staff selesai membereskan barang-barang mereka dan menuju schedule mereka yang selanjutnya.

Seokjin mengedarkan pandangannya, Taehyung sudah berada di pelukan Jimin dengan Yoongi yang mengelus kepala lelaki itu dengan muka datar dan kata-kata yang berkebalikan dengan raut wajahnya. Jeongguk dan Hoseok sedang berganti pakaian karena mereka yang paling banyak berkeringat, dan Seokjin menemukan dirinya terduduk disebelah Namjoon.

"You always did a very good job, Namjoon. Selamat," katanya sambil membawa Namjoon dalam pelukannya. Lelaki yang lebih muda dua tahun dibawahnya itu balik memeluk Seokjin erat. Dalam helaan napas Namjoon yang terasa pelan pada lehernya, Seokjin merasakan pundaknya semakin lama terasa semakin basah.

"Makasih, Hyung,"

Seokjin mengguman dan mengusak rambut Namjoon lalu mengelus punggungnya perlahan. Seokjin tahu, sebagai seorang leader Namjoon harus mengontrol semuanya, dan Seokjin akan selalu menawarkan sebuah pelukan untuk melepaskan apa yang selalu ditahannya.

.

.

.

.

.

.


(a/n)

it's namjin agaiiiiinnn!❤ hehehe sorry it's taking tooooo long, I've no excuses, it's just me being lazy af :') i'm sowrey :')

aku gak tau harus bilang apa lagi ehe, tapi kalo kalian punya prompt silahkan submit di kolom review dibawah ini, moga-moga bisa aku kerjakan dengan baik dan memenuhi ekspetasi kalyan muehehe.

terimakasih udah baca sama review, jangan bosen2 ya! kalo bosen maen aja ke blog/tumblr ku uwo wkwk lublublub.

-yas.