Look At Around
Cast : Jeon Jungkook x Kim Taehyung
( KookV because Jungkook as seme ) and Others.
Genre : Romance and Friendship
Rated : T ( Sewaktu – waktu bisa berubah, sesuai suasana. )
Disclaimer : Pemain hanya sekedar meminjam nama, apabila ada kesamaan nama, tempat, kejadian dan sebagainya itu hanya rekayasa semata dan kebetulan. Tidak ada unsur plagiat dari manapun.
"Lihatlah sekelilingmu, hal yang semula tak begitu penting namun bisa berubah menjadi begitu penting jika sudah berubah. Begitu juga dengan diriku. Aku tidak butuh status -sial- yang kau anggap itu karena aku menyukaimu hyung!" – Jungkook (Summary)
The story by Izumi Akiko.
Enjoy! ^^
.
.
.
.
.
Kedua mata sipit Taehyung pun membulat setelah mendengar jawaban Jungkook yang benar – benar diluar dugaanya. Mulutnya juga tidak bisa berkata apa – apa setelah mendengar jawaban itu, sementara Jungkook sedari tadi tidak menatapnya hanya memandang lurus kedepan.
TES
TES
Merasakan tidak ada respon dari sampingnya Jugkook kemudian menoleh kearah Taehyung yang sekarang sedang memandangnya sendu. Sungguh Jungkook tak pernah berfikir akan seperti ini jadinya, dia tak pernah terfikir sedikit pun akan membuat Taehyungnya itu kembali menangis.
"Hyung a-.."
"Tidak apa – apa Kookie. Hmm maaf, setelah ini hyung tidak akan mengganggumu lagi sungguh. Maaf sudah merepotkanmu selama ini, permisi." Pamit Taehyung dengan senyuman manisnya
Tentu senyuman itu bohong. Jelas kedua mata Taehyung sudah berair sekarang, daripada Jungkook semakin menyadarinya menangis. Taehyung kemudian kembali memasuki rumahnya tanpa menunggu respon apapun dari Jungkook.
"Hyung aku...aku tidak bermaksud begitu hyung sungguh! Hyung dengarkan aku dulu!" Protes Jungkook sambil menyusul Taehyung yang sayangnya harus dihalangi oleh pagar rumah Taehyung.
"Taehyung dengarkan aku!" Ucap Jungkook setengah berteriak
Tapi nihil tidak ada jawaban dari tuan rumahnya. Akhirnya Jungkook hanya diam berdiri didepan pagar sana sembari menatap kotak makan yang dipegangnya. Kemudian jam tangannya berbunyi karena sebelumnya sudah dipasang alarm.
"Sial! Aku terlambat kesekolah?!" Gumam Jungkook melihat jam tangannya.
07.20 AM.
Sementara kelasnya sudah dimulai tepat 20 menit yang lalu. Sekarang dia harus bagaimana? Jika kesekolah maka dia akan telat belum lagi menuju ke sekolahnya membutuhkan waktu sekitar 10 menit. Dan jika sampai pun kemungkinan besar satpam sekolahnya tidak akan membiarkan Jungkook masuk, lalu jika masuk lewat belakang Jungkook yakin pagar bolong itu sudah ditutup.
"Aku harus bagaimana?" Rutuk Jungkook dalam hati.
Sudah Taehyung marah padanya karena salah paham, kemudian sekarang dia telat menuju sekolah. Pagi yang indah untukmu Jeon.
.
.
.
.
.
SKIP
.
.
.
.
Dikafe bertemakan summer ini karena memang sekarang sedang musim panas. Seorang pemuda dengan pakaian santainya sedang menunggu seseorang sambil meminum lemon teanya yang segar. Hingga kemudian pintu kafe pun terbuka menandakan ada pelanggan yang datang dan kebetulan pelanggan itu yang namja ini tunggu.
"Jimin aku disini!" Ucap Jungkook setengah berteriak bermaksud memberitahu Jimin yang baru saja datang.
Perasaan yang dirasakannya saat pertama kali masuk kafe ini adalah sejuk dan nyaman karena cuaca diluar begitu panas dan menyengat. Jimin pun menolehkan kepalanya kearah samping tepat dimana suara Jungkook memanggilnya. Meja pojok lah sebagai pilihan Jungkook yang berpakaian sehari – hari.
Berbeda dengan Jimin yang berpakaian masih berseragam namun atasnya dia tutupi dengan sweater andalannya. Sebenarnya jam segini masih jamnya sekolah.
"Ada apa kau memanggilku kesini Kook? Dan kau tidak sekolah? Ckck pemalas sekali." Ujar Jimin saat sudah duduk dikursi depan Jungkook.
Jangan berfikiran buruk dulu soal Jimin mengapa dia bisa kemari saat jam pelajaran sekolah masih berlangsung. Ini karena guru kelas 2 sedang mengadakan rapat hingga pulang sekolah. Daripada Jimin bosan dikelas karena tidak ada Jungkook dan kebetulan sahabatnya itu menyuruhnya ketemuan dikafe ini.
"Kenapa kau bisa kesini? Kau juga memboloskan?"
"Hei hei aku tidak terlalu sepertimu oke. Semua guru kita sedang rapat jadi aku bisa kesini. Setidaknya aku izin dulu pada guru piket. Nah jangan mengalihkan pertanyaanku, jawab!" Titah Jimin sedikit tidak sabar
Jungkook pun akhirnya menyerah, sungguh Jimin itu kelewatan peka padanya. Dengan helaan nafas kasar dirinya baru mau menjawab.
"Hah tadi pagi aku dan Taehyung sempat bertengkar. Ah tidak bertengkar juga sih cuman kami ada salah paham dan sehabis itu dia..."
"Dia marah padaku." Jelas Jungkook dengan nada rendahnya
Hatinya sungguh sakit ketika kembali mengingat kejadian tadi pagi. Apa sikapnya begitu kejam pada Taehyung? Dan soal bekal tadi Jungkook sungguh merutuki sifat bodohnya yang tidak sengaja menjatuhkan kotak makan itu hingga pecah!
Sementara itu Jimin yang mendengarnya kemudian berfikir sejenak. Sebenarnya dia masih belum mengerti dengan apa yang Jungkook ceritakan.
"Lalu dia marah padamu kenapa?" Tanya Jimin bingung sambil melihat buku menu didepannya.
Karena barusan saja seorang pelayan datang menghampiri mereka tepatnya pada Jimin. Beberapa menit kemudian Jimin pun menyebutkan pesanannya, yaitu sebuah minuman entah apa itu dia iseng memesannya dan sepotong kue coklat manis kesukaanya. Ingatkan Jimin untuk menyuruh Jungkook membayarnya ya!
Kemudian pelayan itu pun pergi, dan barulah Jungkook kembali membuka mulutnya.
"Aku tidak sengaja mengatakan mungkin aku membencinya. Dan kemudian dia bilang padaku kalau dia tidak akan menggangguku lagi, setelah itu aku baru sadar kalau dia salah paham sebenarnya." Terang Jungkook sedikit emosi, akhir – akhir ini emosinya selalu naik jika menyangkut Taehyung.
Jimin yang mendengarnya mengernyit bingung, bukannya kemarin mereka anggap masalahnya dengan Taehyung itu sudah selesai ya? Bukannya Jungkook sudah bilang sendiri kalau dia menyukai Taehyung, lalu kenapa sekarang berubah lagi?
"Tunggu, kau bilang Taehyung salah paham begitu?" Tanya Jimin lagi
Baru saja Jungkook hendak menjawabnya tapi harus terjeda sebentar karena ada pelayan yang mengartarkan pesanan Jimin. Setelah itu Jungkook baru kembali melanjutkan omongannya.
"Iyalah, aku...ah aku...aku..."
"Kau membencinya Kook?! Hei tadi pagi kau baru saja mengatakan secara tidak langsung kalau kau membencinya Jungkook!" Ucap Jimin setengah emosi bahkan sampai memukul meja didepannya pelan.
Untungnya kafe sedang sepi sekarang, orang – orang yang ada pun hanya menatap Jimin sekilas lalu kembali dengan aktiftas mereka kembali. Jungkook yang mendengar ucapan Jimin yang terdengar jelas sekali hanya diam memandang Jimin kosong.
Dia membenci Taehyung?
"Jim bukan begitu maksudku aku...aahh aku begitu yah... aku..." Jawab Jungkook gelagapan karena sekarang otaknya membeku begitu saja
"Aku begitu apa hah? Jelas kau mengatakan kau membencinya Kook! Wajar Taehyung ingin menjauhimu. Ngomong – ngomong mengapa kau membencinya hah? Bukannya masalah kencan itu sudah selesai ya dan sekarang harusnya kalian membicarakannya baik – baik dan kembali berbaikkan. Ckck aku tidak menyangka kau malah membencinya Kook. Manusia macam apa kau ini?" Tanya Jimin beruntun dengan nada sinisnya begitu juga dengan tatapannya.
Tentu Jimin tidak membenci atau marah terhadap Jungkook karena disini dia sepenuhnya membela sahabatnya yang belum paham betul apa itu cinta. Jimin tak habis fikir seorang Jeon Jungkook begitu rumit menjalani kisah cintanya sendiri.
"Jim bukan begitu aku tidak membencinya sungguh tapi... entalah aku juga bingung kenapa kata itu keluar saja tadi pagi." Jelas Jungkook dengan wajah bersalahnya
Pikirnnya pun bermuncul mengenai bayangannya bagaimana raut wajah Taehyung saat diperlakukan begitu dingin olehnya lalu pergi meninggalkannya yang baru sadar akan sikapnya.
"Pikirkan lagi Kook. Bisa saja Taehyung benar – benar menjauhimu dan dimiliki orang lain." Saran Jimin sambil mulai memakan kuenya
Mendengar saran Jimin, Jungkook pun hanya mengangguk paham lalu mengehela nafasnya kasar.
"Mengapa ini sungguh rumit?!" Batinnya
.
.
.
.
.
Setelah kejadian tadi pagi itu Taehyung menangis hampir setengah hari dikamarnya. Hatinya terasa sakit sekali matanya pun buram saat mendengar balasan Jungkook yang dia tau kalau namja itu membencinya.
"Hiksss...Kookie maafkan hyung hikss..." Isak Taehyung dalam bantal tidurnya berusaha merendam isakannya yang begitu pilu
Memang Jungkook baginya hanya seorang adik. Tapi mengetahui Jungkook membencinya Taehyung merasa sakit mengetahuinya, ya bagaimana tidak mengetahui seseorang yang kau sayangi sebagai adikmu itu ternyata membencimu entah karena apa.
TOK
TOK
TOK
"Taetae aku boleh masuk tidak? Kau ada didalam kan?" Tanya seorang namja dari luar kamar Taehyung.
Dia Jung Hoseok teman satu kampus Taehyung yang sebenarnya adalah sunbaenya Taehyung. Tapi saat pertama kali mereka bertemu mereka langsung akrab saja karena memiliki sifat yang kebanyakan cocok dan lagi mereka sebenarnya satu jurusan. Hoseok disemester 3 sedangkan Taehyung baru disemester 2.
"Hikss masuk saja hyung hikss..." Balas Taehyung dengan nada khas orang menangisnya
Tentu Hoseok kerumahnya sekarang karena mengatahui Taehyung tidak masuk kuliah hari ini tanpa keterangan. Saat Taehyung tidak masuk karena sakit pun Hoseok sebenarnya orang yang paling pertama peka dan khawatir padanya.
Dan semua itu tanpa Taehyung sadari kalau Hoseok memandangnya lebih dari seorang adik kelasnya.
CKLEK
Begitu Hoseok membuka pintu kamar Taehyung didalamnya ada Taehyung yang sedang tiduran diranjangnya sambil menutup wajahnya dengan bantal kesayangannya dengan posisi telungkup. Saat itu pun Hoseok merasakan sekali kalau hatinya sakit, apalagi begitu mendengar isakan Taehyung yan terdengar seperti menyayat hati siapa saja.
"Taehyungie kenapa kau menangis?" Tanya Hoseok khawatir sambil berjalan menuju ranjang Taehyung
Siapapun yang membuat Taehyung menangis seperti sekarang sungguh akan Hoseok hajar saat ini juga bahkan jika bisa didepan mata Taehyung sendiri. Orang seperti apa memangnya yang berani membuat adik kelasnya yang kelewatan imut ini menangis bahkan sampai terlihat mengenaskan seperti sekarang.
"Sudah – sudah jangan menangis, ada hyung disini." Ujar Hoseok menenangkan Taehyung sambil mengusap pungunggnya.
.
.
.
.
.
.
.
Sekarang Jungkook pun sudah sama – sama mengetahui perasaanya. Yah itu semua berkat Jimin yang begitu baik mencerahaminya hampir lebih dari 1 jam dikafe barusan, bahkan sampai kata – kata Jimin muncrat padanya. Oke ini jorok ternyata.
Setelah mendapat sedikit pencerahan dari sahabatnya hari ini Jungkook berniat meminta maaf pada Taehyung. Persetan dia dimaafkan apa tidak yang penting Jungkook sudah punya niatan sekarang. Sebelumnya Jungkook mampir di toko kue karena dia ingin membelikan kue manis sebagai permintaan maafnya barulah kembali menuju rumah Taehyung.
TING ~
Bel kediaman kim pun berbunyi kemudian pintunya dibuka oleh nyonya kim yang kebetulan sedang libur.
"Oh Kookie ya. Ada apa kesini? Mencari Taehyungie?" Tanya nyonya kim begitu ramah pada anak tetangganya ini.
Jungkook pun membalasnya dengan senyuman tampannya. Begini – begini dia harus menarik hati mertuanya juga kan.
"Ne ajhumma, aku ingin menemui Tae hyung. Dia adakan?" Tanya Jungkook sopan
"Ada kok, keatas saja. Ajhumma lagi sibuk didapur, kamar dia pintunya berwarna krem ne." Titah nyonya kim lembut kemudian diangguki oleh Jungkook.
.
.
.
.
P.O.V Jungkook
Hah setelah mendapat penceramahan dari Jimin pikiranku sempat bingung dan blank sebenarnya saat dia menceritakan hal – hal apalah itu yang aku tidak mengertinya sama sekali. Tapi dia bersih keras menyuruhku mendengarkannya dengan baik karena katanya aku bisa saja mengerti masalahku dengan Taehyung.
Dan walla! Akhirnya aku menemukan titik terangnya meski masih sedikit juga. Memang aku mengatakan kalau aku membenci Taehyung tapi bukan itu maksudku sungguh, lagian kejadian tadi pagi itu karena pikiranku masih teringat sekali kejadian saat kami kencan kemarin tepatnya sesudah kencan. Jadi jangan berfikirkan lagi aku membenci Taehyung oke!
Setelah sedikit lama mendapat pencerahan dari Jimin dan sialnya aku harus membayar makanannya juga yah dia memaksaku karena sudah menyuruhnya bertemu denganku yang tidak sekolah, akhirnya aku harus membayarnya. Dan setelah itu aku memilih mampir di toko kue sebentar dan aku membawakan kue manis berwarna – warni ini pada Taehyung siapa tau setelah dia melihat dan memakan kue ini hatinya menjadi cerah lagi bukan?
"Ada kok, keatas saja ne. Ajhumma lagi sibuk didapur, kamar dia pintunya berwarna krem ne." Ujar ajhumma kim alias ummanya Taehyung padaku
Setelahnya aku pun masuk kedalam kediaman Taehyung dan menaiki tanggan menuju kamar Taehyung. Begitu sudah diatas dengan mudah aku menemukan satu pintu berwarna krem dengan tulisan disana yang bertuliskan nama "Kim Taehyung" yap jelas sekali itu kamar Taehyung.
Dengan perasaan senang aku pun menuju pintu kamar itu tak lupa sambil membawa kotak kue yang lumayan besar ini denga hati – hati. Begitu aku sampai aku pun terdiam sebentar didepan pintu kamar Taehyung.
Jantungku benar – benar berdebar sekarang, aku memilih membuka kotak kue yang aku bawa mengecek apa kue itu rusak atau tidak. Dan ternyata tidak sama sekali, barulah aku memegang knop pintu itu dan mendorongnya.
Begitu aku membuka pintu kamar itu pelan, kedua mataku pun membulat melihatnya.
.
.
.
.
.
Aku melihat Taehyung sedang berpelukan bersama seseorang disana.
.
.
.
.
.
.
.
.
P.O.V Jungkook OFF
To Be Continued
