"akh.. Noona..."

Baekhyun memilin puting kanan kyungsoo dengan gemas. Ia memandang wajah Kyungsoo yang mendesah kenikmatan, seketika libidonya naik hingga ke ubun-ubun. Baekhyun mencoba melumat bibir plum kyungsoo dengan amatir, terlihat sekali ia baru pertama melakukan kegiatan panas seperti ini. Pandangan matanya beralih ke penis kyungsoo yang sedikit memerah.

Baekhyun merotasikan bola matanya,

"Bahkan kau lebih becek dari minseok noona, lu-bitch" gumam baekhyun malas.

Baekhyun pergi ke sudut ruangan untuk mengambil tissue basah yang luhan tinggal kan di sofa, lalu ia kembali dan membersihkan penis kyungsoo dari lendir luhan yang begitu banyak, yach menjijikan.

Kyungsoo mendesah ketika jari baekhyun menyentuh penis kyungsoo. Mata baekhyun tak sengaja menangkap ekspresi kyungsoo yang terlihat menikmati sentuhan di penis tegangnya. Seringaian mulai terpatri di wajah innocent Baekhyun.

"Akhh... no-noona"

Kyungsoo memejamkan matanya ketika jemari baekhyun memainkan kepala penisnya. Mengusap dengan jempolnya dan mengurut dengan lembut. Kepala kyungsoo terasa ingin pecah karena menerima kenikmatan yang sungguh di luar dugaannya. Walaupun baekhyun 'pelumat bibir yang amatir' tapi ia cukup pandai dalam memainkan penis seseorang.

Baekhyun terkikik geli ketika melihat wajah kyungsoo yang sarat ingin minta di puaskan.

"Kau terlihat seperti maniak, kyungsoo"

Masih mendesah, kyungsoo menaikan alisnya ketika mendengar perkataan baekhyun. 'bukan kah kau yang terlihat seperti maniak?' tapi ia tak ambil pusing, yang terpenting hasratnya terpenuhi sekarang juga. Sialan, ini sangat nikmat!

Jemari baekhyun selesai membersihkan sisa-sisa sperma luhan dan kyungsoo barusan. dan ia berniat menghisap penis kyungsoo. Tapi pemuda itu menecegahnya dengan memegang tangan baekhyun yang berada di dekat tangannya yang sedang terikat. Kyungsoo bersuara lirih,

"No-noona... ah... bolehkah kau melepaskan ikatan ini?"

Bola mata Baekhyun menoleh, memperhatikan ikatan di tangan kyungsoo. ia sedikit terkejut ketika melihat tangan kyungsoo yang sangat lecet, dan hampir mengeluarkan darah. Matanya kembali beralih memperhatikan wajah kyungsoo yang terlihat kesakitan. 'oh aku kira dia merintih keenakan, ternyata dia benar-benar sakit'

"Ak-akh...aku berjanji tak akan kabur darimu no-noona"

Baekhyun terlihat mempertimbangkan perkataan kyungsoo barusan. Wajah baekhyun mendelik, menatap ragu pada pemuda yang terlihat sangat tak berdaya itu. Tapi akhirnya baekhyun menghembuskan nafas pasrah, menyerah ketika melihat wajah pemuda di bawahnya yang terlihat seperti teraniaya. (you kiding, rite -_-)

"Baiklah" jawab Baekhyun final, Kyungsoo bernafas lega ketika mendengar jawaban Baekhyun. Lengannya sudah sangat perih karena keringat yang mengalir di daerah pergelangan tangan dan kakinya yang lecet, membuat pergelangan tangan dan kakinya memar dan membiru seketika.

Perempuan berambut coklat sepinggang itu melepaskan tali yang mengikat pergelangan tangan kyungsoo dengan hati-hati., dan melemparnya ke sembarang arah. Kyungsoo merasa begitu lega karena ketika ikatan sialan itu di lepaskan. ia mencoba untuk meregangkan otot-otot pergelangan tangannya yang kaku, sedikit merilex-kan ototnya yang tegang akibat ikatan sialan itu. ia juga membangunkan tubuhnya, sedikit merilex-kan punggungnya yang sedikit sakit karena bersentuhan langsung dengan meja kayu yang keras. Kyungsoo hanya bisa bernafas lega ketika tulang dalam tubuhnya berbunyi. Rasanya sangat kaku sekali.

Baekhyun hanya memperhatikan gerak-gerik kyungsoo, pemuda itu seperti tak ada niatan sedikitpun untuk kabur darinya. Ia berdehem, "bagaimana? apa kau akan menepati janjimu?"

Kyungsoo hanya menganggguk pasrah, terlihat seperti puppy yang menggemaskan.

Seketika wajah baekhyun merona, melihat wajah kyungsoo yang sangat menggemaskan, KYUNGSOO-YA, kenapa imutnya bisa mantab jiwa?, i'm melting rite now

Damn it!

Baekhyun berdehem untuk menetralkan bibirnya yang gatal karena menahan senyum "bolehkah kita memulainya? aku sudah sangat gatal" Baekhyun dengan sengaja menyibak roknya, memperlihatkan betapa beceknya underwear yang ia kenakan.

Glup

Kyungsoo menelan ludahnya kasar, underwear yang Baekhyun kenakan terlihat transparan. yang membuat vaginanya sedikit terlihat, dan Kyungsoo bisa melihat bahwa vagina Baekhyun sangat bersih dari pubic hair (atau bahasa lain dari jembut :D)

Baekhyun jalan mendekat ke arah Kyungsoo, ia mengigit sudut bibirnya, berniat untuk menggoda kyungsoo. Pemuda yang sedang di goda hanya bisa menelan ludahnya kasar, antara gugup atau tidak sabar. Entahlah, Kyungsoo sangat bingung dengan pikirannya sekarang. Ini sangat nikmat tapi rasa gugup tak pernah hilang dari pikirannya.

Tak terasa Wajah baekhyun sudah sangat dekat, perempuan itu berniat untuk mencium bibir kyungsoo. tapi-

"Tu-tunggu noona!"

Greep

"ahh..."

Baekhyun mendesah, ketika tangan Kyungsoo tak sengaja menyentuh bagian tersensitive perempuan itu. Kyungsoo itu tak ada niatan sama sekali untuk ekhem... Tapi sepertinya Baekhyun salah tanggap. Dan bodohnya Kyungsoo malah memegang payudara Baekhyun, bukan pundak Baekhyun -_-

Baekhyun menggenggam tangan Kyungsoo yang masih bertengger di dada kenyalnya. membantunya meremas lebih kencang. Baekhyun menyeringai menatap Kyungsoo.

"kau bilang tunggu, tetapi kau meremas payudaraku" Baekhyun terkekeh sebentar, lengannya mengarah ke wajah Kyungsoo, membelai pipi kyungsoo dengan lembut "oh my little Kyungsoo, you soo cute"

Kyungsoo hanya bisa pasrah ketika Baekhyun melumat bibir bawahnya, menghisapnya layaknya seorang amatir. Jemari Baekhyun tak tinggal diam, perempuan itu mengelus, menyentuh, dan meremas penis kyungsoo yang tegang dan juga memerah.

Kyungsoo menghentikan ciuman Baekhyun. Berusaha menjauhkan wajahnya dari wajah imut Baekhyun.

"Tu-tunggu noona ak-

"Apa lagi?" Baekhyun mencebikan bibirnya kesal, pasalnya ia sudah sangat horny karena melihat tubuh kyungsoo yang sudah di banjiri oleh keringat.

Kyungsoo mengeluarkan suaranya takut-takut " bolehkah kita pindah ke sofa yang empuk itu Noona ?" Kyungsoo menunjuk sofa usang yang di sudut ruangan, sofa yang di pakai wanita-wanita tadi menunggu giliran. "Badanku sakit jika disini" cicit Kyungsoo.

Baekhyun merotasikan bola matanya. Ia dengan tak sabar mulai melepaskan seragam yang masih menempel di tubuh kyungsoo sampai akhirnya pemuda itu telanjang bulat. Ia menuntun kyungsoo menuju sofa usang di sudut ruangan dan mendudukkan pemuda itu dengan kasar.

Baekhyun duduk di atas paha kyungsoo. Mencium bibir pemuda itu dengan bringas, sampai kyungsoo kewalahan dibuatnya.

Perempuan itu melepaskan bra-nya, lalu mencium leher kyungsoo, pundak, dan turun hingga kedada dan perut.

Pemuda berbibir hati itu hanya bisa mengerang menikmati bibir Baekhyun yang menempel di kulit tubuhnya. Dengan sedikit keberanian, sebelah lengannya meremas dada Baekhyun.

"Eungh..."

Baekhyun mengerang ketika merasakan remasan halus di payudaranya. Ia mendongakan kepalanya, melihat wajah Kyungsoo yang terlihat keenakan. Mata pemuda itu tertutup dengan mulut yang terbuka sambil mengeluarkan desahan yang membuat Baekhyun semakin turn on.

Baekhyun turun dari sofa. Merangkak, membuka lebih lebar paha kyungsoo agar lebih mudah untuknya memainkan little Kyung Soo. Mulai dari mengelus mengusap kepala penis kyungsoo dengan ibu jarinya, dan menghisap dengan bringas. Oh dan jangan lupakan testis kyungsoo yang ikut ia hisap.

Pemuda itu hanya bisa menutup mata sambil menggeram menikmati Service-an yang di berikan Baekhyun. Sesekali tangannya membantu kepala Baekhyun untuk menghisap penisnya lebih dalam.

Baekhyun mendongak tanpa melepaskan hisapannya. Ia menatap betapa horny nya kyungsoo sekarang. Ia semakin bersemangat menghisap penis pemuda itu.

"Argh.."

Baekhyun bisa merasakan penis kyungsoo berkedut, tanda sebentar lagi kyungsoo akan menjemput surgawi nya. Seringaian mulai terpatri di wajah innocent perempuan itu.

PLOP

Dengan teganya Baekhyun melepaskan penis kyungsoo ketika pelepasan sudah di ujung tanduk.

Kyungsoo merasakan kepalanya pusing ketika air seni nya tidak jadi keluar.

"Akh.. Noona kenapa dilepash?~"

Baekhyun berdiri, beranjak untuk duduk di pangkuan pemuda yang tengah tersiksa karena birahinya.

Perempuan itu dengan sengaja menggesekkan bokongnya dengan penis kyungsoo yang sudah memerah. Ia menjilat, menciumi dan menggigit leher kyungsoo dengan agresif.

Baekhyun menyeringai, membisikan sesuatu di telinga kyungsoo dengan seduktif.

"Kau tidak ingin merasakan hole ku yang masih rapat ini?"

Kyungsoo benar-benar tidak tahan dengan godaan ini. Ia sangat frustasi hingga kepalanya serasa ingin pecah karena birahi yang terus meningkat.

Tapi Baekhyun berbaik hati langsung mengarahkan penis pemuda itu ke lubangnya yang sudah sangat becek itu. Ia juga sudah tidak dapat untuk menahannya lagi.

Bokong baekhyun turun dengan perlahan hingga kepala penis Kyungsoo menyentuh lubang surgawi nya.

"Ahk"

Sialan!

Baekhyun merasakan vagina nya seperti di robek. Ia mengeluarkan kembali penis Kyungsoo secepat kilat.

Kyungsoo mengerutkan dahinya, ia terheran ketika melihat raut wajah perempuan di depannya kesakitan.

"Aku tidak bisa melakukannya" dahi kyungsoo masih berkerut ketika mendengar Baekhyun ingin menghentikan kegiatannya. Bukannya dia yang sangat bernafsu tadi?

Perempuan itu bangkit dan langsung merebahkan tubuhnya di samping kyungsoo.

"Kau yang harus memasukannya sendiri, ini pertama kali untukku. Tolong lakukan dengan perlahan"

Kyungsoo masih terdiam, berusaha mencerna perkataan Baekhyun. 'memang apa bedanya?'

"Apa yang kau tunggu? Cepat masukan!"

Kyungsoo tersadar dari lamunannya. Ia hanya menuruti perkataan Baekhyun. Kyungsoo bangkit, berusaha mengarahkan penisnya ke lubang Baekhyun. Tapi tunggu!

Dahi kyungsoo berkerut seketika. Kyungsoo menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ada sesuatu yang mengganjal di benaknya. Ia sangat bingung sekarang. Ia ingin mengatakan nya tapi...

"CEPAT!"

Kyungsoo hanya bisa menganggukan kepalanya

"Ah.. ya.. b-baiklah"

Baekhyun sudah tak bisa menahan libidonya lebih lama lagi, vagina miliknya berkedut kedut seperti minta ditumbuk dengan kasar dan cepat.

Dengan sedikit rasa ragu, kyungsoo mengarahkan penisnya ke lobang Baekhyun, dan memasukannya dengan perlahan.

"AH... YA!!.. BEDEBAH!!!.."

DUAGHH!!

Pemuda malang itu tersungkur ke belakang akibat tendangan Baekhyun yang bisa di bilang sangat mantab jiwa.

Baekhyun bangkit dari posisi telentang nya dengan raut wajah garang.

"YA!.. kenapa kau memasukannya kedalam anusku?" Baekhyun meringis, mengelus bokongnya yang nyeri "sialan... Ini sakit banget!"

Kyungsoo hanya bisa mengusap-usap dadanya yang nyeri akibat tendangan Baekhyun. Ia mengeluarkan suaranya takut-takut.

"M-maaf.. a-aku tidak tau kalau itu anus.. maaf maaf"

Apa katanya?

Baekhyun mengorek sebelah telinganya, barangkali ada yang tersangkut.

Yang benar saja -_- hell...

Kenapa kyungsoo bisa sepolos ini ya tuhan?.

Baekhyun hanya bisa merutuki kepolosan pemuda itu. Hellowww.. ini jamannya teknologi, bahkan hampir dari 3/4 penduduk bumi bisa mengakses video porno dengan mudah! Dasar bedebah -_- apa yang di lakukannya selama ini? Maen bekel? Inilah akibat jika bergaul dengan generasi micin.

"masukan ke lubang yang bergaris! Bukan yang berkerut!"

"A-h b-baiklah"

Kyungsoo bangkit, berusaha mencoba sekali lagi. Ia mengarahkan penisnya ke lubang Baekhyun sampai kepala penisnya mencium bibir vagina Baekhyun yang sebenarnya.

Baekhyun bisa merasakan darah di dalam tubuhnya berdesir tak karuan. Ia hanya bisa mendesah ketika penis Kyungsoo bergesekan dengan bibir vaginanya.

"Masukan perlahan"

Kyungsoo mengangguk patuh, ia memasukan penisnya sangat hati-hati. Ia bisa merasakan penisnya di jepit keras ketika kepala penisnya menembus vagina Baekhyun.

Baekhyun merintih ketika kepala penis Kyungsoo berhasil masuk, sialan! Bahkan ini lebih sakit ketika dia menusuk anusku. Ah!

"Ah-akh.. eungh... Pe-pelan-pelan.. aw!"

Baekhyun mencengkram sofa yang di tidurinya. Ia tak kuasa menahan perih ketika penis kyungsoo makin melesak kedalam lubang surgawi nya.

Sama hal nya dengan pemuda berambut cepak itu. Ia tak bisa menjabarkan rasanya seperti apa sekarang. Ini benar-benar luar biasa! Bahkan ini lebih nikmat dari pada Luhan dan Minseok Noona.

"AKH!"

Baekhyun memekik, merasakan vagina miliknya seperti di robek. Tangannya makin erat mencengkram sofa.

"Eungh"

Sedangkan kyungsoo menggeram menahan nikmat. Ia juga merasakan hal yang sama seperti Baekhyun, ia seperti merobek sesuatu di dalam vagina Baekhyun. Tapi ia tak mau ambil pusing. Ini terlalu nikmat untuk di hentikan. Ah fuck!

Sampai akhirnya penis Kyungsoo masuk seluruhnya kedalam vagina Baekhyun. Perempuan itu merasakan vaginanya sangat penuh dan berkedut. Keduanya sama-sama saling terdiam, menyesuaikan diri masing-masing dengan lawannya.

Dan tanpa di duga, Mata mereka bertemu, keduanya seperti melihat Kilauan-kilauan indah hingga membuat perut keduanya seperti di penuhi oleh kupu-kupu yang memberontak ingin keluar.

Kyungsoo baru menyadari, bahwa Baekhyun benar-benar sangat cantik imut dan seksi secara bersamaan. Perasaan aneh mulai muncul, jantung pemuda itu berdetak tak karuan. Pemandangan yang tersaji di hadapannya sangatlah indah. Ia seperti jatuh cinta pada sex pertama!

Baekhyun pun merasakan hal yang sama. Tapi ia berusaha menafikan perasaan itu. Ini tidak benar! Ingat! Tidak boleh pakai hati. Baekhyun menggelengkan kepalanya, mencoba membuang fikirannya jauh-jauh.

Perempuan itu yang pertama kali memutuskan kontak matanya. Ia berdehem, mencoba menetralkan suasana yang canggung ini.

Keduanya pun salah tingkah.

Sampai akhirnya Baekhyun menyuruh Kyungsoo untuk bergerak.

"Bergeraklah... Ah.. d-dengan perlahan"

Kyungsoo mematuhi perintah perempuan itu. Ia menggerakan pinggulnya maju mundur perlahan-lahan. Sungguh sangat di luar dugaan. Daebak! Ini 100x lebih nikmat dari Luhan dan Minseok Noona!.

"Akh... Eungh... Yah..."

Baekhyun merintih, merasakan vaginanya seperti di sayat oleh sesuatu. Ia berusaha menahan kesakitan ini demi mencapai kenikmatan yang selalu di bicarakan para saudari nya itu.

Sementara kyungsoo terlihat sangat menikmati acara 'mari memaju mundurkan penis kedalam vagina Baekhyun' . Ia sangat bersemangat, terlihat dari wajahnya yang mendongak dengan mata yang tertutup sambil bibirnya yang ia biarkan setengah terbuka, memperhatikan gummy smile nya.

"AKH!!.. EUNGH"

Baekhyun menjerit, merasakan sakit dan nikmat secara bersamaan ketika penis Kyungsoo menumbuk di titik yang tepat. Kyungsoo mengenai sweet spot nya dengan telak!.

"Akhh... Kyungsoo... Eungh.. yahh.. lebih cepat!"

Demi kerang ajaib! Ini sangat nikmat!. Tidak bisa di bayangkan dengan kata-kata. Itulah yang ada di pikiran Baekhyun sekarang. Perempuan itu sangat menyukai sensasi seperti ini. Ia sangat suka ketika badannya yang terhentak, bau khas keringat laki laki yang menguar di hidungnya, atau dirinya yang mendesah seperti anjing yang sedang menggonggong.

Baekhyun tidak tau lagi apa yang harus ia lakukan selain mendesah dan mendesah. Ia hanya merasakan dunianya sekarang. Ia bisa melihat kyungsoo yang sangat menikmati kegiatannya. Baekhyun mengarahkan lengan pemuda itu ke payudara nya, membantu pemuda itu untuk meremas payudaranya dengan kencang.

Tentu saja kyungsoo dengan senang hati menurutinya. Ia bahkan menggerakan pinggulnya lebih cepat dari sebelumnya, hingga membuat Baekhyun seperti melayang merasakan sensasi yang ia berikan.

Sampai akhirnya Baekhyun sampai pada pelepasannya. Badannya menggelinjang, ia mendesah sangat nikmat hingga air matanya keluar.

Kyungsoo bisa merasakan penisnya semakin licin di dalam vagina perempuan itu. Ia tak memberhentikan gerakan pinggulnya. Ia terus memompa penisnya lebih dalam, hingga akhirnya ia bisa merasakan penisnya ingin mengeluarkan air seninya.

Tapi Baekhyun tak memberikan kesempatan pemuda itu untuk mengejar ejakulasi nya. Ia dengan teganya mendorong pelan tubuh kyungsoo untuk duduk bersandar.

Pemuda itu pun kecewa untuk yang kedua kalinya karena gagal menjemput surgawi nya.

Baekhyun bangun, mendudukkan bokongnya di selangkangan kyungsoo dengan santai.

"Biarkan aku yang memuaskan mu"

Baekhyun mengarahkan penis kyungsoo yang benar benar memerah ke vaginanya. Ia bisa merasakan perih ketika penis pemuda itu langsung melesak kedalam vagina nya, tapi ketika penis itu sudah masuk sepenuhnya yang ia rasakan hanyalah sebuah kenikmatan.

Kyungsoo seperti mulai terbiasa dengan ini. Ia bahkan hanya menutup matanya merasakan penisnya yang selalu di manja oleh Baekhyun. Ia mulai menyukai sensasi seperti ini.

Pemuda itu hanya pasrah menikmati, ketika Baekhyun mulai menggerakkan tubuhnya keatas kebawah perlahan. Gesekan penis dan vagina Baekhyun membuat sekujur tubuhnya merasakan sensasi aneh yang entah kapan dari mana, Kyung Soo mulai menyukai nya.

Perlahan demi perlahan, lama kelamaan gerakan Baekhyun semakin cepat. Ia seperti mengendarai kuda di Padang pasir. Payudaranya berguncang hebat, mengundang pemuda itu untuk meremas, menghisap dan memberi tanda disitu.

Sekali lagi, Baekhyun benar-benar merasakan surgawi nya. Ia keluar untuk yang kedua kalinya. Membuat selangkangan keduanya sangat lengket.

Baekhyun memeluk erat leher kyungsoo pasca orgasme nya berlangsung. Ini tidak bisa di jabarkan dengan kata-kata, itulah pemikiran pemikiran gadis bernama Baekhyun itu.

Mereka bermain seakan-akan tak ada hari esok. Baekhyun terlalu sering mengambil alih permainan, ia seperti dominanyang menguasai tubuh kyungsoo. Mereka seperti kesetanan, ber ronde-ronde mereka lewati hingga bau sprema menguar di dalam gudang yang sudah sangat gelap karena matahari sudah terbenam enam jam yang lalu.

Sampai akhirnya mereka mencapai orgasmenya bersamaan,mereka berteriak memanggil nama masing-masing dengan gairah yang memuncak.

Nafas mereka terengah-engah, mereka tergeletak dilantai yang penuh debu dan dingin sambil menatap langit-langit. Tak ada satupun kata yang keluar dari mulut masing-masing, karena terlalu sibuk mengontrol nafas mereka yang memburu.

sampai akhirnya Kyungsoo angkat bicara. dengan wajahnya yang masih menatap langit langit ruangan.

"Aku menyukaimu"

"Aku tau, mungkin kau menganggapku gila. Tapi sepertinya aku jatuh cinta pada sex pertama"

"Aku bahkan tak tau jika kau bersekolah disini. Atau mungkin aku saja yang kurang bergaul?"

"Aku bukan maniak sex, jujur aku menyukaimu dari hati"

Tak ada satupun jawaban yang keluar dari bibir Baekhyun. Hingga pemuda itu memutuskan untuk menoleh kesamping tepat ke wajah perempuan itu.

Tak ada ekspresi, itulah yang Kyungsoo lihat.

"Hey?"

Baekhyun menoleh, mata mereka bertemu. Kyungsoo tersenyum dengan tampannya,tapi tidak dengan Baekhyun. Ia tidak tersenyum dengan cantiknya. Melainkan memasang wajah datar dan hanya menjawab...

"Aku tau"

Baekhyun memeluk Kyungsoo. Ia bersandar di dada Kyungsoo. Ia bisa merasakan detakan jantung pemuda itu dengan jelas, sangat kencang seperti ingin meledak.

"Tetaplah seperti ini"

Baekhyun memejamkan matanya, setelah menyelesaikan kalimatnya.

Kyungsoo terlihat berfikir, apa maksud dari perkataan perempuan yang sekarang membuat jantungnya berdetak kencang.

"tidurlah"

Sampai akhirnya, mereka terlelap karena lelah yang mendera tubuh keduanya.

Lanjut apa ampe sinih ajah ?maaf banget loh dua bulan ngaret. dikarenakan kerjaan yang makin gak karuan,revisi dimana mana dan lain lain.jadi males untuk nulis.capekk brayyyysekalinya ada waktu buat nulis tapi otak gak sinkron, sekalinya ada ide malah males banget buat nulishampura nyaakkkk