Disclaimer : Masashi Kishimoto-sensei
Warning : OOC, Typo, Gaje, Boy X Boy, SasuNaru(forever)

n segudang kekurangan...

Mohon bantuannya ya... minna-san..

Read and Review Please...

Happy reading..

Minna~Chaaan... :*

.

.

Great Meeting

.

.

8 Tahun Kemudian...

"Oy, Presdir... mau sampai kapan kau tidur!" kata seorang laki-laki bersurai seperti nanas a.k.a Shikamaru.

Melihat tak ada reaksi Shikamaru langsung menetesi mata orang yang di panggilnya presdir tadi dengan air minum.

1 detik...

2 detik...

3 detik...

"Huwaa... Shikamaru! Banjir... banjir... cepat selamatkan perusahaan!" teriak sang presdir yang memiliki rambut jabrik berwarna kuning dan memiliki mata sebiru langit. Teriakannya benar-benar sukses membuat Shikamaru terpental entah kemana.

"Oy, kalau aku tuli, kau mau mengganti telingaku, hah?!" kata Shikamaru dengan kesal.

Sang presdir yang ternyata adalah Naruto langsung mengerucutkan bibirnya.

"Kau ini benar-benar mengganggu, Rusa! Bukannya kau sendiri suka tidur?"Kata Naruto. Ia bermaksud kembali membenamkan wajahnya di sela-sela tangannya.

"Tentu saja aku boleh tidur kalau senggang, aku ini Cuma sekretarismu. Sedangkan kau? Kau itu Presdir, Naruto!" teriak Shikamaru.

"Cih, Ya.. ya.. memangnya salah kalau aku tidur?" gerutu Naruto. Ia segera bangkit dari sofanya dan menuju ke kamar mandi untuk mencuci muka.

Shikamaru hanya mendengus kesal melihat ulah atasannya itu.

.

Ya, sekarang Naruto sudah menjadi seorang Presdir dari Namikaze Corp yang berada di Otogakure. Ayahnya juga tetap menjadi CEO di Namikaze Corp, tapi perusahaan Namikaze Corp yang berada di Hi (Konoha) dan Tsuchi. Berkat semangat juang ayahnya, perusahaan Namikaze Corp sudah menjamur, bahkan sampai ke negara Mizu, Kaze dan Tsuchi. Nah, yang meng-handle perusahaan di negara Mizu dan Kaze adalah kakak Naruto, Kyubi Namikaze. Ia baru pulang dari negara Rai, negara yang terkenal dengan pendidikan bisnis sampai ke mancanegara. Naruto pun menjadi alumni Rai University (RU) dalam fakultas bisnis. Tetapi berbeda dengan kakaknya yang lebih memilih Bisnis dan Pemasaran. Naruto memilih fakultas Bisnis dan Managemen.

.

"Naruto, kau ada pertemuan dengan Onyxaphire Corp 1 jam lagi." Kata Shikamaru sambil menyodorkan setumpuk kertas. Ia tampak menyeringai nakal.

Naruto mengusap wajahnya dengan handuk kecil dan melihat kertas-kertas yang disodorkan oleh Shikamaru.

"Onyxaphire Corp? Perusahaan robot itu?" tanya Naruto.

Shikamaru mengangguk. Seringai tak lepas dari wajahnya.

"Oi, apa-apaan seringaimu itu, membuatku mau muntah." Kata Naruto sarkatis. Ia tampak kembali menekuni kertas yang ia pegang sekarang. Kemudian ia mengambil segelas air yang ada di atas mejanya

"Hey, apakah kau masih mencintai sahabatmu itu?" tanya Shikamaru. Sukses membuat Naruto menyemburkan air yang ia minum.

"Apa maksudmu, Shika-Baka!" kata Naruto, wajahnya langsung merona. Naruto juga mengerucutkan bibirnya kesal.

"Benar-benar mudah ditebak." Kata Shikamaru. Seringaian masih setia bertengger di bibirnya.

"Haah... sampai kapan pun dia tetaplah orang yang aku sukai." Kata Naruto kemudian. Ia tersenyum manis.

"Dasar!"

"Shikamaru, ngomong-ngomong di mana si teme itu sekarang? Waktu aku mampir ke rumahnya, yang ada Cuma maidnya." tanya Naruto. Ia berjalan menuju sofa ruang kerjanya.

"Kau rindu dengan Sasuke, huh?." Goda Shikamaru.

Naruto kembali merengut. Kesal dengan pertanyaan atau lebih tepatnya pernyataan dari Shikamaru itu.

"Hum, aku benci kau!" kata Naruto. Ia menyilangkan kedua tangannya di depan dada dan mendengus kesal.

"Hahaha... sudahlah, ayo ke ruang pertemuan, tinggal 10 menit lagi. Tidak baik jika client lebih dulu datang dibanding tuan rumah." Kata Shikamaru.

Naruto masih merengut karena digoda oleh Shikamaru, tapi ia segera beranjak dari sofanya dan keluar dari ruang kerjanya menuju ruang pertemuan.

.

Ruang Pertemuan

3 Menit menjelang kedatangan orang-orang Onyxaphire Corp...

"Shika, Handphone-ku ketinggalan." Bisik Naruto.

Shikamaru berdecak kesal.

"Cepat ambil, dasar pelupa!" kata Shikamaru.

Naruto pun segera beranjak dan berjalan agak tergesa-gesa.

.

"Ck, dimana handphone-ku?" gerutu Naruto. Ia terus mencari-cari handphone-nya.

Naruto berkacak pinggang dan mengusap kasar surai jabrik kuningnya. Ia tampak mondar-mandir mengingat di mana tepatnya ia meletakkan Handphone-nya yang berwarna kuning cerah itu.

"Ah! Di ransel hitamku yang tadi dibawa Shikamaru. Ck, kenapa bisa lupa, sih." Kata Naruto. Ia segera melesat pergi menuju ruang pertemuan kembali.

BRAK!

"Shikamaru, Handphone-ku ada di ransel! Kenapa kau bisa lupa, hah!" Teriak Naruto.

Yang berada di dalam ruangan itu langsung cengo. Ternyata pihak Onyxaphire sudah berada di ruang pertemuan dan mendengar curahan hati si kuning tokoh utama kita ini.

Shikamaru hanya bisa menggelengkan kepalanya.

'Pusing sekali kepalaku hari ini.'batin Shikamaru.

"Dasar, Dobe. Sampai detik ini pun kau masih suka telat." Kata seseorang yang suaranya amat di kenal oleh Naruto.

Refleks Naruto langsung menjawab.

"Diam kau, Teme!" Teriak Naruto sambil menunjuk wajah seorang laki-laki tampan bersurai raven serta memiliki mata sehitam malam yang ditutupi dengan kacamata. Ia tampak tersenyum miring atau lebih tepatnya sebuah seringaian bertengger manis di bibir pemuda tampan ini. Naruto yang melihat itu langsung tertegun apalagi ketika melihat mata itu. Ia seperti masuk ke dalam mimpi dan bayangan.

"Sa..Sasuke.." Lirih Naruto pelan. Ia melihat orang-orang yang berada di sekelilingnya yang tampak semakin cengo dengan sikap sang presdir.

"Hahaha... Maafkan aku, Gomen ne... Gomen... " kata Naruto sambil tertawa hambar.

Ia melihat Shikamaru yang sweatdrop dengan membenturkan kepalanya ke meja berkali-kali. Naruto juga hampir ikutan sweatdrop.

"Hahaha... Selamat Datang di perusahaan Namikaze Corp. Saya sebagai Presdir beserta Staf Namikaze Corp merasa sangat terhormat atas kedatangan anda sekalian di perusahaan saya. Saya harap kerjasama antara Onyxaphire Corp dan Namikaze Corp semakin terjalin dengan baik. Sekali lagi saya mohon maaf atas keterlambatan dan perkataan saya tadi yang tidak sesuai dengan apa yang harusnya saya katakan." Kata Naruto. Ia membungkuk hormat di hadapan pihak Onyxaphire Corp.

Shikamaru baru bisa bernafas lega setelah mendengar sambutan singkat dari Naruto.

Ia pun kembali duduk di samping Shikamaru.

"Saya,Sasuke Uchiha Presdir sekaligus Owner dari Onyxaphire Corp merasa sangat senang dengan sambutan anda, Naruto Namikaze-san." Kata Sasuke dengan lembut. Seringai di wajahnya masih belum hilang.

Naruto benar-benar tidak percaya saat ini. Te-Me... orang yang sudah 8 tahun terakhir tak pernah bertemu dengannya sekarang sudah duduk manis di hadapannya. Malah wajahnya tampak lebih mempesona dibandingkan dulu. Naruto sampai tak berkedip melihatnya. Ia tersadar setelah Shikamaru mencubit pahanya.

Setelah itu mereka membahas tentang kerjasama perusahaan mereka.

.

Sasuke POV

Aku tampak berkonsentrasi dengan buku yang sedang ku pegang. Tiba-tiba suara aniki menyapaku.

"Sasuke, perusahaan yang kau bangun ini benar-benar berkembang pesat. Aku sangat kagum." Kata Itachi sambil tersenyum. Ia berdiri di depan jendela besar di ruang baca milikku.

"Hn."

Aku membangun perusahaan Onyxaphire Corp ini 6 tahun yang lalu, tepatnya setelah aku lulus di Institut Teknologi raksasa di Negara Kaze. Bisa dibilang aku menyelesaikan strata 1 dan 2 ku hanya dalam 1,5 Tahun. Awalnya Tou-san kurang setuju dengan pendapatku untuk membangun perusahaan sendiri, tapi aku berjanji pada Tou-san bahwa perusahaanku nanti tak akan kalah dengan Uchiha Corp maupun Namikaze Corp. Maka dari itu aku berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mengejar Uchiha dan Namikaze Corp. Lagi pula anikiku Itachi Uchiha sudah menjadi bawahan Tou-san, ya... hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk aniki menuduki kursi Presdir.

Anikiku sering bertanya-tanya perihal nama yang ku berikan untuk perusahaanku 'Onyxaphire'. Ya, aku hanya menjawab bahwa nama itu kuambil dari iris milikku dan seseorang yang sukses merubah hidupku. Karena pemilik mata saphire dungu itu membuatku sadar untuk berhati-hati dalam melangkah, kesalahan yang ada di masa lalu itu menjadi pijakan untukku. Lagi pula aku tidak mau kalah dengan perusahaan si saphire-dobe itu yang semakin menjamur, bahkan mereka hampir menyamai kesuksesan perusahaan Uchiha Corp. Tidak, tidak... kau tetap akan berada di bawahku, Dobe.

"Tutuplah bukumu, 1 jam lagi kau akan bertemu dengan saphire-mu itu." Kata Itachi. Ia tersenyum manis sambil melangkah mendekatiku. Kemudian, ia berbisik di telingaku.

"Hei, tanggal 9 Juni nanti, aku mau duluan." Bisik Itachi.

Aku hanya mendengus kesal sambil melirik tajam ke arahnya.

"Cih, terserah kau saja." Kataku.

Itachi terkekeh sambil melenggang pergi dari ruang baca.

Ya, dia akan menikah 1 bulan lagi. Dan hebatnya, ia akan menikah dengan Kyuubi Namikaze kakak si Dobe itu. Tou-san dan Kaa-san setuju-setuju saja meskipun gender mereka membuatku kesal, Baka-aniki itu selalu memanas-manasi aku untuk segera mencari pasangan hidup, apalagi ia sudah tahu bahwa aku punya pengalaman bodoh saat SMA, karena pengalaman bodoh itu sukses membuat aku berhati-hati dalam hal percintaan. Aku tidak mau terjatuh dalam lubang yang sama. Maaf saja!

.

Ruang Pertemuan

"Selamat datang di perusahaan Namikaze Corp." Kata seorang laki-laki yang sangat ku kenal, karena ia memiliki surai yang sama dengan mahkota nanas, Shikamaru Nara. Ia tersenyum ramah menyambut kedatanganku bersama beberapa bawahanku.

"Maaf, sebentar lagi Pak Presdir akan kemari." Kata Shikamaru sambil tersenyum ramah.

5 detik...

4 detik...

3 detik...

2 detik...

1 detik...

0...

BRAK!

"Shikamaru, Handphone-ku ada di ransel! Kenapa kau bisa lupa, hah!" Teriak seorang laki-laki bersurai kuning dengan mata biru jernih seperti lautan, Naruto Namikaze.

Aku sempat kaget melihat orang yang selama ini ingin ku temui sudah berada beberapa meter dariku. Tanpa sadar sebuah seringaian terukir di bibirku.

'Kali ini, kau takkan ku biarkan lari..'lirihku dalam hati.

Banyak berubah dari si Dobe ini, seperti rambutnya yang lebih pendek dibanding ketika aku terakhir kali melihatnya. Tubuhnya juga terlihat lebih indah dan... ehem, seksi dari dulu. Apalagi cengiran dari bibir merahnya yang tak pernah tersentuh membuatku hanya bisa meneguk ludah. Kau benar-benar berubah, Dobe...

.

END Sasuke POV

.

"Ah, maafkan kelancangan kami. Sasuke Uchiha-sama ingin melakukan rapat berdua dengan Pak Presdir." Kata seorang laki-laki berambut keperakan dengan wajah yang ditutupi masker.

Mata Naruto membulat.

'What The... dia ingin rapat berdua denganku?'batin Naruto.

Jantung Naruto langsung berdetak sangat cepat seperti akan pecah.

"Shika, bagaimana?" tanya Naruto kepada sekretaris pribadi sekaligus sekretaris perusahaannya ini.

Yang ditanya hanya terkekeh kecil.

"Aku tidak mau ikut campur." Bisik Shikamaru.

Naruto mengerucutkan bibirnya.

"Aku benci kau, Shika" bisik Naruto.

Shikamaru berdiri dari kursinya kemudian tersenyum ramah sambil berujar.

"Tentu saja, kenapa tidak? Naruto-sama sangat senang bisa ngobrol berdua dengan Sasuke-Sama. Kalau begitu, selagi mereka rapat, saya akan mengajak tuan-tuan sekalian ke restoran Namikaze." Kata Shikamaru.

Semua yang berada di sana minus Sasuke dan Naruto mengangguk kemudian berdiri dan keluar ruang pertemuan.

BLAM!

Pintu tertutup rapat.

Yang tersisa di ruang pertemuan itu hanya si presdir Blonde dan si Owner raven.

5 Menit...

Tidak ada yang memulai pembicaraan. Yang ada hanya dua orang pemuda yang sibuk dengan urusannya masing-masing. Si Blonde bermain handphone dan si Raven membaca buku.

10 Menit...

Naruto mulai jengah dengan suasana sepi ini.

BRAK!

"Oy, Teme! Ngomong dooong, aku bosan tau!" kata Naruto kesal.

"Hn." Hanya itu yang keluar dari bibir Sasuke.

"AARGH!" Naruto berteriak frustasi.

"Teme-sama. Jadi. Apa. Yang. Ingin. Kau. Bicarakan?" tanya Naruto dengan penekanan setiap katanya.

Sasuke tak bergeming, kemudian ia merobek kertas dari buku agendanya. Ia menulis sesuatu.

Setelah itu Sasuke menggeser kertas yang ia tulis tadi ke hadapan Naruto.

Alis Naruto terangkat sebelah melihat kertas itu.

Apa Kabarmu,Dobe?

Naruto mendengus kesal. Diambilnya kertas itu, kemudian ia menulis sesuatu di sana.

Baik, Kau sendiri bagaimana?

Mereka pun berkomunikasi dengan kertas itu. Tapi...

.

"Oy, bicaralah, Teme!" kata Naruto kesal.

Sasuke hanya meliriknya sekilas, kemudian kembali melanjutkan acara membaca bukunya.

Naruto yang sudah berada di ambang batas langsung berdiri menuju kursi Sasuke. Ia langsung mengambil buku tebal yang sedari tadi menyita perhatian Sasuke.

"Aku tidak akan mengembalikan buku ini, sampai kau mau bicara langsung denganku." Kata Naruto.

Ia benar-benar kesal dengan si Teme yang ada di depannya ini. Padahal jantungnya sudah tidak bisa diajak kompromi lagi. Terlalu besar suaranya, bahkan telinga Naruto pun ikut berdenyut karena debaran jantungnya.

"Maaf, aku pernah memukulmu." Kata Sasuke datar. Tanpa ada ekspresi atau stressing dikalimatnya.

Naruto menghela nafas.

'Bicara juga nih orang!' batin Naruto.

"Cih, santai saja, Sasuke. Tapi setidaknya.. biarkan aku membalasnya." Kata Naruto sambil menyeringai setan. Ia tampak menggosok-gosok kepalan tangan kanannya.

"Lakukanlah." Kata Sasuke masih dengan nada datar.

"Oke, dengan senang hati." Kata Naruto.

Sasuke hanya memejamkan matanya menunggu bogem mentah dari Naruto.

3 detik ditunggunya,tapi bogem itu tidak kunjung mengenai wajah Sasuke.

Kyuut...

Sasuke membuka matanya karena kaget mendapatkan cubitan di kedua sisi pipinya.

"Dasar bodoh, kau kira aku serius? Hahaha..." kata Naruto sambil terkekeh geli.

"Usuratonkachi!" kata Sasuke dingin.

"Aku benar-benar rindu padamu, Teme."kata Naruto. Tanpa sadar ia langsung menghambur kepelukan si Raven.

Deg.. Deg.. Deg..

'Gila! Berdebar sekali, ini bukan detak jantungku.'pikir Naruto. Ia pun melepaskan pelukannya.

"Kau kangen aku ya, Teme... ya, kan... ya, kan..." kata Naruto sambil menunjuk-nunjuk wajah putih porselen Sasuke.

Sasuke menghela nafas.

"Itu Cuma di khayalanmu saja, Dobe." Kata Sasuke dingin sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

Sebuah pernyataan yang bertolak belakang dari apa yang ingin diucapkan oleh Uchiha bungsu ini.

"Teme Jelek! Kau yakin tak rindu padaku?" kata Naruto lagi.

"Sangat Yakin." Kata Sasuke telak.

Naruto mengerucutkan bibirnya. Sehingga membuat ia tampak sangaaaat... kawaii...

"Hei, kakakku akan menikah dengan kakakmu, kan?" tanya Sasuke tiba-tiba.

Naruto mendengus kesal.

"Iya." Jawab Narutos singkat. Karena ia masih sebal dengan Sasuke.

"Aku juga akan menikah, Dobe." Kata Sasuke. Sukses membuat Naruto terbelalak kaget.

Naruto tersenyum miris.

"Oh ya, kapan?" tanya Naruto antusias. Padahal jelas sekali jika hatinya kembali hancur.

"Sampai aku punya calonnya." Kata Sasuke datar.

Alis Naruto bertautan mencoba memahami apa yang dikatakan Sasuke.

"Kuso! Kurang ajar kau... Sasuke!" teriak Naruto dengan kesal. Gendang telinga Sasuke seperti akan pecah mendengar teriakan malaikat pencabut pendengaran itu.

"Hump...huhuhu..." Sasuke menahan tawanya melihat reaksi yang dibuat oleh Naruto.

Suasana yang awalnya datar seperti papan setrika itu lambat laun mencair.

Apalagi Sasuke tidak bisa menampik bahwa hatinya benar-benar sangat bahagia kali ini.

'Bolehkan aku berharap lagi, Naruto?'

.

.

TBC

To

Be

Continued...

Di review yaaa... Minna~chan...

n Sankyu Very much

untuk semuanya... :*

Muaaach :*