Warning: Gaje, OOC, Bahasa seenaknya, Sho-ai
Disclaimer: Bukan punya saya
-_-_-Enjoy!-_-_-
Roderich berjalan kembali menuju tempat kerja Elizaveta dari restoran. Belum sampai di tempat yang ia tuju, seseorang menepuk pundaknya.
"Roddy," panggil orang itu.
Ketika Roderich berbalik, dia melihat orang yang ingin ditemuinya tadi. "Liza."
"Gimana tadi? Kamu sudah kenalan sama siapa saja?" tanya pacarnya dengan antusias.
"Ada Bella, Feliciano…" Roderich memang sempat berkenalan dengan pemuda pecinta pasta itu sebelum bertemu dengan Vash.
"Terus?"
"Ng…" Pria berkacamata itu kehabisan nama untuk disebut. Karena dari tadi memang dia hanya sempat berkenalan dengan mereka berdua saja.
"Masak dari pagi sampai sekarang kamu baru kenalan sama dua orang, sih?" keluh wanita berambut coklat itu.
"Kenalan 'kan nggak segampang itu," dalih Roderich.
"Hh… Ya sudahlah. Setidaknya teman kamu udah bertambah dua," balas Elizaveta.
"Ms. Héderváry," panggil seseorang.
Secara refleks, Roderich dan Elizaveta langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut. Yang ternyata adalah Ludwig Beilschmidt, bos Elizaveta sekaligus adik Gilbert.
"Ya, Mr. Beilschmidt?" tanya Elizaveta.
"Besok anak-anak tidak akan datang, karena sekolah mereka mengadakan acara. Jadi anda bisa libur sehari," jelas Ludwig.
Dalam hati Roderich berterima kasih pada sekolah yang membuat acara tersebut. Jadi setidaknya dia perlu ke sini. Baginya, datang ke kantor pacarnya hanya buang-buang waktu saja.
"Terima kasih, Mr. Beilschmidt. Tapi sepertinya saya tetap harus datang, karena masih ada beberapa hal yang belum saya selesaikan," ujar Elizaveta sopan.
Ludwig mengangguk. "Baiklah kalau begitu," ujarnya.
Kebahagiaan Roderich langsung sirna. Ck, merepotkan, pikirnya. Tapi nggak apa-apa juga, sih. Setidaknya aku bisa ketemu sama Va- Aku mikir apa, sih? Aku 'kan udah punya Liza. Dia itu cuma masa lalu. Roderich menepuk kepalanya.
Elizaveta menatap kelakuan pacarnya dengan heran. "Roddy? Kamu nggak apa-apa?" tanyanya cemas.
Roderich kembali sadar dan menjawab perempuan bermata hijau tersebut, "Aku nggak apa-apa, kok. Ayo kita pulang."
Meskipun penasaran, Elizaveta memutuskan untuk tidak bertanya lebih lanjut. "Oke."
-TBC?-
a/n: Aku nggak tahu mau ngelanjutin fic ini atau nggak.. Jadi aku putusin kalo ga ada review minimal 2, fic ini gak bakal aku lanjutin. Makasih perhatiannya. ^^
