minna, bener-bener minta maaf, baru bs update sekarang...

kalian tahu soal g connectnya jaringan smartfren? itulah sebabnya...

well, lagipula sekarang udah connect so...this is it! chapter 4!

Chapter 4 - his will

Natsu menghela nafas panjang, matanya menatap lekat ke langit-langit kamarnya. "aku harap ini berhasil..." dia mengepalkan tangannya erat. Dia menoleh ke arah mansion lucy "tch, lucy, aku bisa lebih baik dari pada senpai... berhentilah memikirkannya.."

Flasback

Lucy melompat ke arah balkon natsu. Matanya bersinar bahagia. Tanpa menunggu persetujuan natsu dia memasuki kamar natsu. Tapi dilihatnya natsu masih tidur. Lucy pun melompat ke ranjang natsu dan duduk di atas perutnya, membuat natsu terbangun. Saat dia lihat yang mendudukinya adalah lucy, mukanya menjadi benar-benar merah. Ini baru 2 tahun lucy pindah, dan natsu sudah benar-benar menyukainya.

"pagi, natsu!" lucy menyapanya dengan riang. Posisi mereka masih sama, walaupun natsu merasa aneh... tapi dia tidak berani mengatakan apapun. Sebagai gantinya, hidungnya lah yang mengatakanya. Natsu mimisan!. Lucy menyadarinya dan melompat ke sampingnya mengambilkan tissue dan menyerahkannya pada natsu.

"jeez,,, natsu, kau tdk apa-apa?" tanyanya khawatir. Natsu mengangguk dan tersenyum, mukanya masih merah.

"tidak biasanya kau pagi-pagi sudah kesini.."

"aku mau minta tolong..." kata lucy dengan puppy eyesnya...

"oh, tentu saja itu yang kau mau..minta bantuan apa?" natsu tersenyum dan duduk menghadap lucy. lucy tersenyum bahagia, tentu saja dia tahu natsu akan membantunya,, bagaimanapun natsu adalah sahabat terdekatnya sejak 2 tahun ini.

"antarkan aku belanja" natsu mengerutkan keningnya

"bukannya kemarin kau sudah belanja dengan erza, mira dan levy kemarin?" tanya natsu. Lucy hanya mengangguk.

"tapi ini beda... " katanya pelan. Natsu hanya melihat lucy dengan tatapan ingin tahu saat didapatinya pipi lucy memerah, natsu mendengus kesal.

"pasti tentang rogue-senpai lagi kan?" natsu menebaknya dengan kesal. Lucy mengangguk dengan cepat.

"iya... dia mengajakku keluar nanti malam... dan aku perlu baju spesial..." lucy tersenyum lagi.

"kenapa nggak ajak yang lain saja?" tanyanya singkat. dia kadang heran kenapa lucy yang menjadi salah satu siswa terpintar disekolahnya itu juga jadi cewek paling nggak peka didunia. Harusnya dia tahu kalau dia menyukainya. Harusnya dia tidak mengajaknya, karena dia akan membuatnya menderita. Tapi saat melihat senyum lucy, natsu tidak bisa berkutik. Lucy selalu bahagia saat membicarakan tentang rogue senpai. kakak kelas mereka yang sudah sejak lama disukai lucy. rogue juga ternyata salah satu kakak kelas favorit lucy saat lucy belum pindah ke kota ini. rogue-senpai memang orang yang sangat baik. Dia memperlakukan lucy dengan sangat baik. Natsu menghela nafas panjang. Dia menenangkan dirinya sendiri, asal lucy bahagia aku akan mengalah.

"oke"katanya datar.

Mata lucy langsung berbinar. Dia memeluk natsu dengan erat."arigatou!" teriaknya bahagia. Natsu masih diam. Kaget oleh reaksi lucy. tapi akhirnya natsu tersenyum dan memeluk lucy juga. Asal lucy bahagia... katanya dalam hati.

Natsu dan lucy sedang melewati taman malam ini. mereka baru saja datang dari rumah gray. Dan seperti biasa, lucy bercerita tentang rogue-senpai lagi. Natsu berkali-kali menghembuskan nafas panjang. Dia nggak suka.

"lalu natsu, rogue senpai bilang..." tiba–tiba lucy terdiam "rogue senpai?" katanya pelan. Natsu menoleh ke arahnya lalu menoleh ke apa yang dilihatnya. Disana. Di sebuah kafe diseberang taman. Rogue sedang menggandeng seorang wanita yang sepertinya seumuran dengan rogue.

"siapa dia, aku nggak pernah lihat dia bersama senpai sebelumnya?" natsu bertanya pada lucy. lucy tetap diam tapi dia kali ini mulai berjalan mendekati rogue, natsu menjadi khawatir dengan gadis disampingnya itu, dia mengikutinya dari belakang. Saat akan menyeberang jalan, lucy kembali berhenti. Natsu melihat lampu penyeberangan yang seharusnya membolehkan mereka menyeberang, tapi kenapa lucy berhenti. Dia menoleh ke lucy bersiap untuk bertanya, tetapi apa yang diihatnya membuatnya kaget. Lucy sedang menatap ke arah seberang. Matanya melebar dengan ekspresi wajah ketakutan dan sebutir air mata jatuh dari ujung matanya, secara refleks natsu melihat ke arah seberang. Ternyata rogue sedang mencium wanita yang digandengnya tadi. Natsu menggeram marah, dia ingin sekali memukul rogue karena membuat gadisnya menangis. Tapi prioritas utamanya sekarang adalah lucy. dia menoleh ke arah lucy yang mash mempunyai ekspresi yang sama. Natsu mendekati lucy dan memeluknya. Pandangan lucy tertutup oleh natsu sekarang.

"bodoh, jangan lihat kalau nggak suka" natsu berkata pelan, tapi cukup keras untuk didengar lucy.

Lucy seakan baru sadar apa yang baru saja terjadi. Punggungnya mulai bergetar. Air mata lucy kini mengalir bebas. Kakinya seakan melemas. spontan Natsu mempererat pelukannya, menjaga lucy agar tidak jatuh. Mereka terdiam seperti itu cukup lama, lucy mulai tenang. Natsu melihat ke arah rogue. Rogue sepertinya mau menyeberangi jalan bersama perempuan itu. Natsu melihat lucy merasa ini akan jadi buruk kalau sampai rogue-senpai melihat lucy.

"ayo pergi" natsu berkata pelan. Menghapus sisa air mata lucy dibawah mata dan pipinya. Lucy tidak merespon apapun. Muka lucy juga agak pucat. udara malam ini cukup dingin, tapi lucy tidak memakai satupun pakaian yang lebih hangat. Natsu melepaskan jaket dan sweaternya, memakaikan keduanya ke lucy. tapi lucy masih terdiam.

"ayo pergi" natsu berkata dengan tidak sabar. Rogue-senpai sudah mulai menyeberang jalan. Lucy melihatnya dan mulai menuruti kata-katanya. Natsu berdiri dan berbalik, bersiap meninggalkan tempat itu.

"natsu!lucy!" dia mendengar suara rogue senpai. natsu mengutuk dirinya sendiri untuk tidak membawa lucy lebih cepat. Dia merasakan lucy menahan nafas dibelakangnya. Dia menggenggam tangan lucy. lucy juga menggenggam tangan natsu lebih keras seperti mengatakan natsu untuk tetap disampingnya.

"natsu! Lucy! kalian kah itu?" kata rogue senpai lagi.

Lucy berbalik dan tersenyum "rogue senpai?" katanya seakan tidak pernah tahu apa yang terjadi sebelumya. Rogue senpai tersenyum, disampingnya perempuan yang tadi bersembunyi dibelakangnya kini berdiri di sampingnya. Lucy melihatnya dan melempar senyumnya juga.

"yukino senpai?"

Perempuan itu tersenyum juga. Natsu tidak mengerti apa yang terjadi. Dia hanya terdiam. Lucy tahu siapa wanita ini?

"ya lucy... lama kita tidak bertemu" yukino senpai maju dan memeluknya. Lucy melepaskan tangan natsu dan memeluk yukino sempai kembali.

"ya senpai... apa kabar?"

"baik sekali. Ini siapa?" katanya ramah dengan menunjuk ke natsu.

"dia natsu. Teman dekat lucy disini. Aku sudah menceritakannya kepadamu buka?"kata rogue senpai sambil tersenyum.

"oh jadi kau natsu..." katanya dengan suara riang. Natsu hanya terdiam melihat lucy yang sejak tadi tersenyum. dia sangat khawatir. Tiba-tiba lucy menoleh ke arahnya dan tersenyum riang.

"natsu. Perkenalkan! Ini yukino-senpai. kakak kelas ku di sekolahku dan sekolah rogue senpai dulu" kata lucy ceria. Natsu menatapnya khawatir tapi melihat usaha lucy untuk membuat suasana mereka tidak menjadi aneh,natsu tidak ingin mengecewakannya.

"perkenalkan. Aku natsu" natsu menoleh ke arah yukino senpai dan rogue senpai melempar senyumnya dan menunduk.

"aku yukino senpai." kata yukino senpai ramah. "apa kalian berpacaran?" tanyanya ingin tahu. Mata natsu melebar. Apa lagi ini? teriak natsu dalam hati.

"nggak senpai. kami nggak pacaran..." kata lucy ramah. "aku nggak mau pacaran sama si idiot ini!"

Yukino dan rogue senpai tertawa.

"tetapi kalian cocok..."lucy tertawa. tapi tiba-tiba lucy meraih tangan natsu dan menggenggamnya erat. Natsu agak kaget tapi membiarkannya

"apakah senpai pacaran?" tanya lucy. suaranya agak bergetar. Natsu mengelus punggung tangan lucy dengan ibu jarinya untuk menenangkannya. Dia tahu ini sulit.

Rogue dan yukino senpai tertawa dan muka mereka memerah. "haha. Begitulah..." kata rogue senpai.

Lucy terdiam, natsu tahu ini saatnya pergi saat dilihatnya mata lucy mulai berkaca-kaca. Natsu maju ke depan lucy dan menghadap rogue.

"rogue-senpai. aku sama lucy mau pulang dulu. Tante layla sudah menunggunya..."

"oh, kalian nggak mau makan sama kita dulu?" tanya rogue senpai ramah.

"terimakasih senpai. tapi aku harus cepat mengantar lucy pulang. Ini sudah malam" rogue-senpai mengangguk.

"kalau begitu berhati-hatilah."

"terimakasih, sampai jumpa senpai" natsu membungkuk untuk memberikan salam dan berbalik, lucy melakukan hal yang sama. Mereka berjalan dengan diam menyusuri sungai. Lucy duduk disalah satu bangku yang kosong dan menatap ke langit yang penuh dengan bintang. Natsu mengikutinya.

"maaf mengatakanmu idiot" katanya pelan

Natsu tertawa, bagaiman bisa lucy masih bisa memikirkannya disaat seperti ini.

"nggak apa-apa. Lagi pula Kau sudah sering mengatakannya."

Lucy tersenyum. wajahnya kelihatan sangat cantik walaupun dengan matanya yang agak merah.

"aku bodoh bukan?" kata lucy pelan. Natsu menoleh ke arah lucy dengan cepat tai tidak berkata apa-apa.

"itu tadi yukino senpai. kakak kelasku juga. Mereka bahkan sudah dekat sejak aku pindah kesini. Aku seharusnya tahu kalau mereka saling suka" lucy tidak mengalihkan pandangannya ke langit sedetik pun.

"yukino senpai adalah orang yang baik natsu.." natsu mengangguk tapi tidak berkata apa-apa. "kukira aku punya sedikit kesempatan dengan rogue-sepai... tapi apa boleh buat... mungkin aku harus mengalah. Kalah itu sakit kan, natsu?" natsu hanya terdiam melihatnya dengan tatapan khawatir.

"aku pengen nangis..." lucy menunduk melihat ke arah kakinya sendiri. natsu mulai tersenyum, setidaknya lucy tidak memendamnya sendiri. dia memeluk lucy lembut, lucy melihatnya dengan kaget.

"kalau gitu nangis aja..." natsu berkata pelan, mata lucy mulai berkaca-kaca lagi dan kali ini dia menangis lebih keras. dia tidak perlu menahan tangisnya karena disana sepi. Natsu tersenyum dan mengelus-elus rambutnya, membisikkan kata-kata kalau dia akan baik-baik aja. Lucy menangis sampai tertidur. Natsu tersenyum dan menghela nafas panjang.

"hari ini kau membuatku takut banget." Dia jongkok membelakangi lucy dan menarik kedua tangan lucy di pundaknya dan menggendong lucy di punggungya, dia tersenyum lagi lalu membawa lucy pulang ke rumahnya. Sampai dia menceritakan semuanya ke tante layla dan om jude. Mereka menghela nafas lega karena pada saat itu untung natsu sedang bersama putrinya. Natsu undur diri dan pulang kerumahnya sendiri. pada malam itu... dia bertekat... kali ini dialah yang akan membuat lucy bahagia... hanya dia. Natsu dragneel

to be cont...