Desclaimer : Semua karakter di cerita ini bukanlah milik saya.
Warning : Out of character, alur berantakan, bahasa sesukanya, Update sebisanya, Dll.
''blablabla'' Bicara biasa.
'blablabla' bicara dalam hati.
''blablabla'' Bicara monster biasa.
'blablabla' bicara monster dalam hati.
"BLABLABLA" bicara dengan berteriak.
-Story On-
"Siapa Kau Sebenarnya ?"
"Siapa Kau Sebenarnya ?"
Hanya itu yang keluar dari mulut mereka sedangkan otak mereka sedang bekerja keras untuk menganalisis keadaan ini, wajah yang Hampir sama persis yang membedakan hanya lah warna mata mereka saja, Naruto yang memiliki dua mata yang berbeda yaitu mata kiri berwarna merah dan mata kiri yang berwarna biru syafir, Sedangkan Kedua mata milik Pria bermasker itu semuanya berwarna Biru Syafir. Dan Wajah mereka masih belum kehilangan ekspresi terkejut mereka.
XxxX
Didalam penginapan sekarang semua orang berada di tengah ruang makan memasang raut wajah lega karena getaran dan aura mengerikan yang sejak tadi membuat mereka takut telah berhenti.
"Sepertinya mereka telah berhenti bertarung, Aku jadi ingin tahu siapa yang menang diantara mereka?" Ucap Shinobu yang membuat semua orang disana melihatnya.
"Apa Naruto-Kun Baik-baik saja ya?" Tanya Reine pada dirinya sendiri.
"Kau tidak perlu khawatir, Aruji-Sama Bukanlah orang yang lemah" Ucap Shinobu yang membuat Reine memasang ekspresi senang.
-Tok...! Tok...!-
Terdengar suara ketukan pintu yang membuat Reine berdiri dari duduknya. "Akan kubuka pintunya dulu" Reine kemudian berjalan menuju pintu masuk penginapan dan membukanya.
Disana sekarang terlihat Dua orang dengan wajah yang sama dan terluka parah, Naruto dan pria bermasker sebelumnya saling menyangga dengan memegang pundak masing-masing. Reine yang melihat mereka berdua dengan khawatirnya langsung menolong mereka berdua dan berteriak minta tolong, Sedangkan mereka yang sebelumnya berada didalam ruang makan bergegas menuju pintu masuk karena mendengar teriakan Reine lalu menolong naruto dan pria itu dan membawanya ke kamar.
-Time Skip-
Matahari telah terbit dan menyinari dunia, Disebuah ruangan terdapat Pemuda berambut pirang sedang tertidur dengan perban di seluruh tubuhnya, Dan seorang pemuda berambut putih yang hanya memiliki satu buah lengan dan tubuhnya juga dibalut dengan perban sedang duduk dikursi dekat jendela sambil membaca buku berjudul hamlet, Pemuda yang terbaring dikasur itu mulai mendapatkan kesadarannya.
'Sebuah pemandangan yang tidak aku kenal, Dimana aku sekarang ini?' Tanya pemuda berambut pirang itu dalam pikirnya.
Pemuda berambut kuning itu bangkit dari tidurnya dan mendudukkan dirinya dipinggir kasur.
"Apa keadaanmu sekarang sudah membaik Masker-San?" Tanya Naruto yang menutup bukunya.
"Aaa... Terima kasih telah merawatku, Dan juga kalau boleh aku tau sebenarnya siapa kau Shiro Shinigami?" Tanya pemuda berambut pirang.
"Seharusnya aku yang berkata begitu padamu, Tapi untuk sekarang lupakan hal itu, Namaku adalah Naruto Kazama, sekarang ini kau bisa memanggilku Shiro" Ucap Naruto sambil berdiri menuju pintu. "Kita bisa membicarakan ini nanti sekarang lebih baik kita makan terlebih dahulu aku sudah memesan makanan untuk kita"
Naruto kemudian membuka pintu dan berjalan keluar, Sedangkan pemuda berambut pirang itu berdiri dari kasurnya dan mengikuti kemana Naruto pergi.
XxxX
Sekarang Ruang makan penginapan Naruto, Shinobu, Dan Pemuda berambut Pirang sedang menyantap sarapan mereka, Naruto dibantu dengan Shinobu untuk Makan karena dia hanya memiliki satu buah tangan saja.
"Sekarang saatnya untukku bertanya padamu, siapa kau sebenarnya?, Dan apa alasanmu menyerangku kemarin?" Tanya Naruto dengan nada santai.
"Apakah sikapmu tidak terlalu santai bertanya pada orang yang menyerangmu kemarin?. Sekarang lupakan itu Aku akan menjawab pertanyaanmu Shiro, Namaku adalah Uzumaki Naruto dan aku bukan berasal dari dunia ini, Karna keadaan ini kau bisa memanggilku dengan nama margaku" Jawab Uzumaki Naruto dengan nada santai.
"Uzumaki Naruto dari Dunia lain, Bagaimana kau bisa sampai kedunia ini?" Tanya Naruto lagi. 'Nama yang sama sepertiku dan wajah yang mirip hanya marga kami berbeda Dan dia berasal dari dunia lain, Tapi setelah melihat semua ini aku hanya bisa percaya padanya.'
"Akan kuceritakan padamu bagaimana aku bisa sampai kedunia ini." Ucap Uzumaki Naruto.
-Flashback- -3 Day ago-
-Uzumaki Pov-
Aku waktu itu sedang melakukan pengejaran, musuhku adalah seorang ilmuan gila dia berancana merebut sebuah kekuatan tak terbatas dari sebuah tempat yang di sebut Ryumyaku, dia melakukan itu untuk membalaskan dendamnya dan aku berada disana untuk menghentikannya untuk memenuhi perintah tapi semua berubah saat dia berusaha untuk melepaskan segel disana.
XxxX
Terlihat sekarang Uzumaki Naruto sekarang bertarung melawan seorang berambut putih dan memakai perban yang menutupi mulutnya dan semua pakaiannya berwarna putih.
"Berhenti Hiroku, apa kau tidak tahu akibatnya melepaskan segel dari Ryumyaku?.
"Jangan memanggil namaku seenaknya seperti itu bocah!, bunuh dia Chimera!" Ucap Hiroku kepada makhluk berbentuk seperti singa dengan sayap dan mememiliki ekor ular.
Makhluk itu kemudian menyerang Uzumaki dan membuatnya mundur kebelakang, Sedangkan Hiroku pergi menuju sebuah menara yang menjulang sangat tinggi disana dan masuk kedalamnya. Ditengah ruangan didalam menara itu terdapat sebuah jembatan dan diujung jempatan itu terdapat sebuah altar berbentuk segi empat dan terdapat empat buah patung yang mengelilingi Altar itu, Patung-patung itu berbentuk manusia berkepala naga.
Hiroku kemudian menuju ketengah altar yang terdapat sebuah batu berbentuk mata tertutup yang menghadap langit, Tetapi ditengah batu itu terdapat sebuah pisau yang tertancap ditengah batu itu, Pisau itu merupakan sebuah segel agar energi dari Ryumyaku tidak lepas kendali.
"Akhirnya aku akan mendapat kekuatan untuk menghancurkan Negeri ini." Ucap pelan Hiroku sambil memegang pisau itu dengan kedua tangannya.
-BLAAR...!-
Suara pintu yang ditendang terdengar ketelinga Hiroku, Didepan pintu masuk sekarang terlihat Uzumaki Sedang berlari ke arah hiroku, Tapi hiroku tertawa. "Kau terlambat Bocah"
"TIDAK AKAN KUBIARKAN" Teriak Uzumaki yang sedikit lagi akan mencapai ketempat hiroku.
Tapi sebelum dia sampai ditempat itu Hiroku sudah terlanjur mencabut pisau segel disana, Selang beberapa menit dari bawah tempat itu kemudian terdapat cahaya yang menelan segalanya termasuk Hiroku dan Uzumaki Naruto.
XxxX
Dimana aku sekarang?, Gelap Apa aku telah mati?, Tapi kenapa aku bisa mati?. Aku mengingatnya kalau tidak salah Hiroku mencabut segel dari Ryumyaku, Apa aku mati karena ledakan itu?.
"Apa kau sudah bangun Bocah Manusia?" Terdengar suara dengan nada berat.
Siapa yang bicara?, Kami-sama ka?.
-Uzumaki pov End-
Uzumaki mulai mendirikan tubuhnya, Saat melihat apa yang ada didepannya dia memasang ekspresi terkejut. Yang ia lihat sekarang adalah Makhluk berwujud Naga berwarna merah raksasa, Tubuh milik Uzumaki Naruto Mulai bergerak untuk berjalan mundur dari makhluk itu ekspresi terkejutnya berubah menjadi ekspresi takut, Dia tahu bahwa makhluk didepannya ini bukanlah lawan yang bisa dia kalahkan.
"Ada apa bocah manusia, apa kau baik-baik saja?" Ucap naga merah itu dengan pelan.
Uzumaki Naruto kemudian menarik nafas miliknya untuk menenangkan dirinya. "A-a-apa aku boleh tahu dimana aku sekarang ini?" Tanya Uzumaki Naruto yang sedikit gugup.
"Kau sekarang berada dirumahku, Dicelah dimensi!" Jawab Naga merah dengan cepat.
Uzumaki yang mendengar itu kemudian memegang kepalanya. 'Celah dimensi apa aku terlempar kesini karena ledakan itu, Tunggu sebentar jika memang ini adalah celah dimensi berarti Naga ini Adalah Great Red. Tidak... Tidak... Tidak... jika memang dia adalah Great Red, Aku seharusnya telah mati Tapi jika dia memang bukan Great Red lalu siapa Naga ini' Uzumaki kemudian menatap makhluk didepanya. "Anu.. Jika boleh aku tahu siapa kau sebenarnya?"
"Aku adalah Great Red salah satu dari 3 dewa naga didunia ini!" Ucap Gread Red Dengan tegas.
'Beneran Great Red, Tapi kenapa dia menyelamatkanku seharusnya dia sangat benci dengan penyusup yang masuk ketempatnya?' Tanya Uzumaki pada dirinya sendiri.
"Gread Red jika boleh aku tahu kenapa kau tidak membunuhku?" Tanya Uzumaki dengan tegas.
"Ada seseorang yang menyuruhku untuk tidak membunuh semua orang yang masuk ketempatku kecuali dia memiliki niat jahat." Ucap Great Red. "Jika aku boleh tahu siapa namamu bocah manusia?, Dan kenapa kau bisa terlempar ketempatku?"
"Namaku adalah Uzumaki Naruto, Aku tidak tahu kenapa aku bisa berada disini, sebelumnya aku sedang berada ditempat bernama Ryumyaku dan menjalankan misi dan Kemudian saat aku bangun aku telah berada disini." Ucap Uzumaki.
"Uzumaki Naruto, Jika boleh bisakah kau ceritakan dengan lengkap kejadian sebelum kau kemari." Ucap Great Red.
"Baiklah Kalau begitu" Ucap Uzumaki Naruto kemudian menceritakan semua kejadian dirinya melawan Hiroku.
XxxX
"Bocah Akan kuberi tahu padamu disini, Tidak Dunia ini mungkin bukanlah dunia milikmu." Ucap Great Red Dengan Nada serius.
"Apa maksudmu Great Red?, Ini bukan duniaku?" Tanya Uzumaki yang memasang ekspresi yang sulit dijelaskan .
"Dengar baik-baik bocah, Didunia ini tidaklah ada tempat bernama Ryumyaku, itu berarti kau telah terlempar dari duniamu ketempat ini karena ledakan dari Ryumyaku itu." Ucap Great Red.
Uzumaki yang mendengar hal itu langsung terduduk lemas, Ekspresi wajahnya telah menjadi tenang dia menarik nafas panjang dan meniupkannya dari mulut, dia mencoba merilekskan dirinya.
"Great Red, Apakah aku bisa kembali kedunia milikku?" Tanya Uzumaki.
"Aku tidak tahu caranya tapi seseorang yang aku kenal mungkin mengetahuinya." Jawab Great red.
"Apa aku bisa bertemu denganya?, Aku akan melakukan apapun untuk kembali keduniaku." Tanya kembali Uzumaki.
"Tentu, Aku akan memberi tahumu tempat dia sekarang berada, Tapi jika kau mengiginkan bantuannya ada sebuah syaratnya." Jawab Great Red dengan cepat.
"Apa syaratnya?, Apapun akan kulakukan." Ucap Uzumaki.
"Syaratnya adalah kau harus mengalahkannya dalam petarungan satu lawan satu, jika kau bisa mengalahkannya maka kau akan mendapatkan bantuan darinya." Jawab Gread Red dengan nada tegas.
"Benarkah itu Great Red?" Ucap Uzumaki dengan SweetDrop Di pelipis pipinya. 'Dia sedang tidak bercanda bukan.'
"Tentu saja, Mana mungkin aku berbohong!" Ucap Gread Red dengan Nada Sedikit serius.
"Wakarimashita.. Kalau begitu dimana aku bisa menemuinya Gread Red" Ucap Uzumaki sambil menghela nafasnya.
"Aku akan memberikanmu kompas dan uang ini, kompas ini akan membimbingmu kepada orang yang kumaksud dia disebut dengan julukan Shiro Shinigami, Dan uang ini bisa kau gunakan untuk membeli makanan dan pakaian baru" Ucap Great Red dengan panjang lebar.
"Arigato, Great Red kau sampai membantuku sebanyak ini, jika kita bertemu lagi maka akan kubalas hutang ini." Ucap Uzumaki yang berdiri dari duduknya dan membungkukkan tubuhnya 30 derajat.
"Kau tidak perlu berterima kasih padaku, semua benda yang aku berikan padamu itu hanyalah sisa-sisa petarung yang pernah melawanku dulu saja" Ucap Great Red yang kemudian tersenyum. "Kalau begitu akan kukirimkau kedunia sana!" kemudian didepan Uzumaki Naruto muncul sebuah portal.
"Wakatta.. Sekali lagi aku sangat berterima kasih padamu Great Red." Ucap Uzumaki sebelum dia masuk kedalam portal dan melambaikan tangannya.
-Flashback Off- -POV OFF-
XxxX
Kembali ketempat dimana kedua Naruto dan Shinobu berada.
"Jadi seperti itulah kejadianya aku sangat minta maaf, soal menyerangmu tanpa bertanya terlebih dahulu, Aku terburu-buru ingin kembali keduniaku tanpa memikirkan dirimu, Beneran aku sangat minta maaf" Ucap Uzumaki yang sedikit menundukan kepalanya didepan Naruto.
"Kau tidak perlu minta maaf, lagian itu bukanlah salahmu" Ucap Naruto Kazama lalu dia melihat kearah shinobu Dengan memasang ekspresi tersenyum mengerikan. "Shinobu ingatkan aku untuk menghukum Lilith" Dan Shinobu Yang melihat itu hanya bisa mengangguk.
"Anu.. Siapa Lilith itu Shiro?" Tanya Uzumaki.
"Lilith Adalah nama yang aku berikan kepada Great Red. Aku memberikan nama itu agar aku lebih mudah memanggilnya saat dia berada di wujud manusianya, Jawab Naruto dengan cepat.
"Hee.. Jadi seperti itu" Ucap Uzumaki Dengan Nada Santai, tapi ekspresinya tiba-tiba berubah. " Shiro apa aku bisa bertanya padamu?"
" kau ingin bertanya apa Uzumaki?" Ucap Naruto kazama.
"Apa kau bisa membantuku untuk kembali keduniaku?" Tanya Uzumaki yang langsung to the point.
"Bisa saja, asal alat yang dibutuhkan ada." Jawab Naruto dengan nada tenang.
"Apa yang kau butuhkan Shiro?, Apapun akan kulakukan asal aku bisa pergi keduniaku!" Ucap Uzumaki.
"Kau masih ingat Dungeon di laut itu bukan?, Mungkin ada salah satu benda yang dapat membuatmu kempali keduniamu." Ucap Naruto.
"Apa itu benar?, Setahuku Dungeon itu sangat mirip seperti Ryumyaku Yang ada diduniaku" Ucap Uzumaki sambil memegang dagu miliknya.
"Apa kau yakin dengan hal itu?" Tanya Naruto.
"Ya, Aku sangat yakin bahwa benda itu sangat mirip dengan Ryumyaku bahkan aura yang aku rasakan juga sama dengan saat aku masuk kedalam Ryumyaku" Ucap Uzumaki Dengan nada serius.
"Aruji-Sama apa itu berarti benda itu juga tidak ada disana" Ucap Shinobu Yang sedari tadi diam.
"Tidak, Masih ada kemungkinan Bahwa benda itu berada di Dungeon itu." Ucap Naruto.
"Tapi Shiro jika memang betul menara itu adalah Ryumyaku, Maka seharusnya tidak ada apapun disana selain altar penyegelan itu." Ucap Uzumaki.
"Apa yang kau ucapkan memang benar jika tempat itu memang Ryumyaku , Jelas benda yang aku inginkan tidak akan ada ditempat itu. Tetapi jika menara yang sebelumnya tenggelam muncul kepermukaan setelah sistem di menara itu aktif karena menerima sihir dengan jumblah luar biasa banyaknya, Maka aku yakin benda yang aku cari masih ada ditempat itu" Ucap Naruto dengan panjang lebar.
Wajah milik Uzumaki dan shinobu terkejut setelah mendengar teori milik Naruto, Tetapi seakan belum puas dengan teori itu Uzumaki menatap Naruto wajah serius.
"Jika memang hanya menara yang berada ditempat itu kembali aktif lagi maka seharusnya bentuk dari menara itu tidak akan sama persis dengan Ryumyaku?" Tanya Uzumaki.
"Ini hanyalah teoriku saja tapi Bisa jadi duniaku dan duniamu adalah dimensi yang hampir sama, diduniamu terdapat menara yang bernama Ryumyaku sedangkan diduniaku tidak menara seperti itu, kenapa?, padahal Great Red saja Ada diduniamu dan diduniaku?, Dan Ada Dua Naruto sekarang, Jika memang teoriku memang benar berarti alasan kenapa menara itu sangat mirip dengan Ryumyaku adalah karena menara itu merupakan Ryumyaku diduniaku Hanya saja diduniaku tidak diberi nama dengan sebutan Ryumyaku" Jelas Naruto yang memunum Es miliknya.
Uzumaki memegang dagu miliknya dan merenungkan perkataan Naruto Kazama. "Teori milikmu mungkin saja benar Shiro, Jika dilihat keberadaan Great Red Diduniaku Dan duniamu adalah bukti paling kuat"
"Benar sekali, keberadaan Great Red adalah kunci dari teoriku jika saja Great Red tidak ada dikedua dunia ini maka teoriku hanyalah omong kosong belakang." Ucap Naruto Dengan sedikit tersenyum.
"Jadi Shiro Benda seperti apa yang keu perlukan didalam dungeon itu?" Tanya Uzumaki Kepada Naruto.
"Cermin dimensi adalah benda yang kita perlukan untuk mengembalikamu ke dunia asalmu" Jawab Naruto.
"Dan jika aku boleh tahu benda apa yang sedang kau cari?, Kau tidak perlu menjawabnya jika kau tidak mau." Ucap Uzumaki dengan nada sedikit serius.
Ekspresi Naruto berubah menjadi sedikit pilu. "Benda yang aku cari bernama lentera jiwa."
"Souka" Ucap Uzumaki yang kehabisan kata setelah melihat ekspresi milik Naruto.
"Aruji-Sama, Malam ini apakah kau akan pergi menelusuri Dungeon itu?" Tanya Shinibu pada Naruto.
"Aaa.. Aku dan Uzumaki akan menelusurinya Dan aku ingin kau tetap melindungi tempat ini." Jawab Naruto yang kembali memasang ekspresi santai.
"Jaa.. Kalau begitu aku ingin mandi terlebih dahulu" Ucap Uzumaki yang telah berdiri dari duduknya.
"Jika memang begitu bagaimana jika kita pergi Onsen(pemandian air panas) disebelah penginapan ini." Ucap Naruto.
"Oke, Kebetulan aku juga suka pergi ke onsen." Ucap Uzumaki yang terlihat bersemangat.
"Aku masih ingin memakan donat disini jadi kalian pergilah duluan." Ucap Shinobu yang memesan donat lagi.
Mereka yang telah selesai makan mulai berpencar Shinobu tetap berada disana sedangkan Uzumaki Dan Naruto pergi Ke onsen.
XxxX
Di sebuah istana sekarang ini terlihat seorang pemuda berambut putih, Yang sedang berdiri diepan seseorang yang duduk di sebuah sunggasana, Pria yang duduk disinggasana itu dikelilingi oeh 11 orang yang terlihat memiliki lubang dibagian tubuh mereka.
"Apa benar aku dapat kembali keduniaku Aizen" Tanya seseorang berambut putih itu kepada pria yang duduk disinggasana Bernama Aizen.
"Tentu saja, jika kau bisa membunuhnya dan membawa cermin itu kemari maka aku dengan senang hati mengembalikanmu keduniamu" Ucap Aizen dengan nada ramah.
"Baiklah kalau begitu, Aku akan berangkat kesana sekarang" Ucap Pemuda berambut putih yang membalikan langkahnya untuk pergi dari ruangan itu.
"Tunggu sebentar hiroku, Aku akan mengirimkan salah satu anak buahku untuk membantumu" Ucap Aizen kepada pemuda berambut putih itu.
"Kau tidak perlu repot-repot untuk hal itu, Aku sudah cukup menangani dua bocah sepertinya lagi pula ini saat yang tepat untuk mencoba karya terbaikku, Aizen" Ucap Hiroku yang berjalan melewati pintu keluar dari ruangan itu.
"Aizen-sama, Apa dia bisa untuk membunuh Naruto Kazama?" Ucap laki-laki berambut biru dengan lubang diperutnya dan topeng berbentuk gigi di pipi kanannya.(penampilannya seperti Grimmjow Jeager jaquez di anime bleach)
"Tidak perlu khawatir Grimmjow, Aku hanya menggunakannya untuk mengukur kekuatan milik Naruto-Kun sekarang ini" Ucap Aizen
"Tapi apa masih ada kemungkinan dia akan menang melawan bocah itu, Aizen-Sama" Ucap Satu-satunya wanita disana.(Penampilanya seperti tia harribel espada no 3 di anime bleach)
"Peluang untuk dia mengalahkan Naruto-Kun adalah Nol" Ucap Aizen dengan nada sedikit serius.
XxxX
Sekarang ini Naruto dan Uzumaki telah berada di pintu masuk kedalam Dungeon, Mereka memakai pakaian yang sama persis yaitu pakaian milik Naruto. Dan Mereka sama-sama membawa topeng kitsune yang mereka letakan disamping kepala mereka tetapi sekarang terlihat bahwa lengan kiri Naruto telah tiada karena lengan palsunya hancur karena pertarungan sebelumnya. Naruto sekarang sedang menyentuh Pintu Dungeon yang terlihat seperti Kaca.
"Pintu ini, sepertinya ini Tipe Dungeon yang harus diselesaikan Dalam sekali masuk" Guman Naruto sambil memegang dagunya.
"Dungeon yang harus diselesaikan dalam sekali masuk?, Apa maksudmu Shiro?" Tanya Uzumaki Yang bingung dengan perkataan Naruto.
"Apa diduniamu tidak dijelaskan tipe-tipe Dungeon?, Uzumaki." Tanya Naruto.
"Soal itu, Sebenarnya diduniaku sangat sedikit dungeon, dan para peneliti juga hanya sekumpulan orang bodoh yang bersaing untuk mengklaim kepemilikan Dungeon-dungeon itu." Jawab Uzumaki yang membuat naruto sedikit ber –sweetdrop.
"Kalau begitu ingatlah hal ini, Didunia ini Terdapat dua tipe Dungeon, pertama Tipe yang dimana kita bisa menyelesaikannya kapanpun kita mau, Didungeon itu kita bisa keluar-masuk sesuka kita. Dan yang kedua ada tipe dimana jika kita masuk kedalam dungeon ini kita tidak akan bisa keluar dari sini sebelum kita menyelesaikan dungeon itu." Ucap Naruto.
"Itu artinya kita tidak akan bisa keluar dari dungeon ini sampai kita menyelesaikan semua lantainya." Ucap Uzumaki yang telah paham maksud Naruto.
"Menurutmu ada berapa lantai didalam dungeon ini Shiro?" Tanya Uzumaki.
"Soal itu aku tidak mengetahuinya tapi aku yakin setidaknya ada sekitar seratus lantai, Dan didalamnya juga terdapat monster setingkat S/3" Ucap Naruto. " Bagaimana jika kau ingin kembali maka sekarang adalah waktunya Uzumaki."
"Tidak mungkin aku kembali sekarang bukan, lagi pula semakin besar tantangannya semakin menyenangkan bukan Shiro" Ucap Uzumaki yang menghadap Kedalam cermun dengan senyuman diwajahnya.
"Memang butul, karena itulah aku disini" Ucap Naruto yang juga tersenyum.
Mereka berdua kemudian memasang topeng mereka dan melangkah masuk kedalam Dungeon itu, Saat mereka melewati pintu itu mereka seperti menembus air transparan dan seolah olah tertelan olehnya.
XxxX
Didalam penginapan sekarang ini Reine sedang mengobrol dengan Shinobu diruang makan.
"Ne.. Shinobu-San apa aku boleh bertanya sesuatu?" Tanya Reine.
"Tentu, Kau ingin bertanya apa?" Jawab Shinobu.
"Bagaimmana kau bisa berada disini?, Sepengetahuanku seharusnya tidak ada lagi orang yang datang kesini setelah Naruto-Kun?" Tanya lagi Reine dengan nada bingung.
"Aaa.. Waktu itu aku sedang berada didalam bayangan milik Aruji-Sama" Ucap Shinobu.
"Hee.. Bagaimana bisa kau berada didalam bayangan Naruto-Kun?" Tanya Reine yang masih bingung dengan perkataan Shinobu.
"Bisa dibilang aku seperti Shikigami atau budak milik Aruji-Sama, Dia memberi aku perjanjian dengan darah miliknya secara langsung Karena itulah aku bisa keluar-masuk bayangan miliknya sesuka hatiku" Jelas Shinobu.
"Jadi begitu Kalian berdua memiliki Hubungan Tuan Dan Budak, Tapi sekarang aku mengerti kenapa kalian bisa sangat akrap seperti itu." Ucap Reine yang memasang ekspresi lega diwajahnya.
'Akrap kah..' pikir Shinobu yang memasang ekspresi sedikit sedih.
XxxX
-Blar..! Blar.. ! Slash.. ! Slass.. !Sring.. ! Sring...! -
Didalam Dungeon sekarang Naruto dan juga Uzumaki sedang membasmi para monster, Naruto yang menggunakan Pedang miliknya menebas puluhan gerombolan Serigala dengan ukuran tidak biasa, Sedangkan Uzumaki menggunakan kedua pedang nya untuk melawan seekor serigala berkepala dua berwarna hitam dengan besar lebih dari sepuluh meter.
-Time Skip-
Naruto sekarang berdiri ditumpukan tubuh serigala yang menggunung sedangkan Uzumaki mencabut pedangnya dari kepala Serigala berkepala dua yang telah dia bunuh.
"Shiro, Ini sudah lantai berapa?" Tanya Uzumaki.
"Kalau tidak salah kita sudah melewati lebih dari dua puluh lima lantai" Ucap Naruto Yang melompat turun dan berjalan ketempat Uzumaki.
"Masih lantai segitu ya, Pantas saja Mereka semua sangat lemah" Ucap Uzumaki Dengan Nada sedikit kesal.
"Semangat, Lagi pula aku lebih bosan dari pada kau Uzumaki, Lawanku adalah kucing seperti mereka. Haa.. Padahal jika mereka bukan monster pasti sudah aku pelihara!" Ucap Naruto dengan tampang bosan.
"Shiro, Kau seorang pecinta binatang berbulu?" Ucap Uzumaki dengan tampang penuh tanda tanya.
"Seperti itulah, Bagiku membunuh hewan manis seperti mereka merupakan penyesalan." Ucap Naruto dengan Nada Geje.
"So-souka" Ucap Uzumaki Dengan Tampang Sweetdropnya.
"Kalau begitu, Mari kita lanjut untuk menyelesaikan Dungeon ini" Ucap Naruto.
"Yosh, Ayo pergi" Jawab Uzumaki Dengan semangat.
XxxX
Disisi lain dungeon, Terlihat seorang bertubuh pendek yang didampingi empat makluk dengan tubuh setinggi dua meter. Pemuda bertubuh pendek itu adalah hiroku yang masuk kedalam dungeon ini selang beberapa jam setelah Naruto dan Uzumaki masuk kedalah dungeon. Hiroku yang melihat banyak sekali mayat monster didalam dungeon ini tersenyum lebar. "Sepertinya aku memang tidak salah masuk setelah mereka berdua, Dengan begini aku bisa menyimpan tenaga milikku dan membuat mereka kelelahan!, jika seperti ini terus maka aku akan dengan mudah mencapai tujuanku hahahaa.."
XxxX
Dari dalam tembok di lantai dimana Naruto membantai ratusan monster terlihat dari dinding nampak seseorang dengan topeng kucing, pria itu terlihat setengah tubuhnya seperti menyatu dengan dinding.
"Jadi inilah kekuatan milik Naruto Kazama!, Pantas saja dia menjadi salah satu kadidat siswa rekomendasi paling menjanjikan ditambah lagi tidak kusangka bahwa dia adalah Shiro Shinigami, jadi ini maksudnya untuk menjaga identitasnya?, memang sih aku juga tidak akan mau melawannya, Orang yang mendapatkan gelar pendekar pedang nomor DUA didunia Dan siapa pria disampingnya itu?." Ucap pria bertopeng itu dan lalu dia masuk kembali ketembok dan mengikuti Naruto.
XxxX -Time Skip-
Sekarang Naruto dan Uzumaki yang semakin berpindah dari lantai atas menuju lantai bawah dan mereka menghabisi setiap monster yang menghalanginya, Semakin dia masuk kedalam level dan kekuatan monster sekaligus jebakan disana menjadi semakin sulit hingga pada akhirnya dia mencapai pintu untuk masuk kelantai terakhir. Sedangkan dibelakang mereka terlihat Hiroku dan monsternya bersembunyi, Dan disisi lain terlihat Yamato yang masih mengawasi Naruto.
"Oi, Uzumaki disini ada dua buah lubang kunci, Kau masukan yang dikanan dan aku yang dikiri." Ucap Naruto kepada Uzumaki sambil menunjuk Kearah lubang yang berada dipintu besar setinggi sepuluh meter didepannya.
"yokai desu.., Tapi tidak kusangka kalau kuncinya ada didalam perut monster itu, Apa dia tidak sakit perut memakan benda seperti ini." Ucap Uzumaki sambil melihat monster berbentuk gurita raksasa dibelakangnya yang mati terbelah menjadi dua.
"Memang benar apalagi kunci sebesar ini." Jawab Naruto yang memegang sebuah batu berbentuk segi enam yang disetiap sisinya memiliki tingkatan seperti tangga dengan panjang dua meter dan lebar dua puluh centimeter.
Mereka berdua pun memasukan kunci itu kedalam lubang yang ada didalam pintu itu, Tetapi sebelum Naruto memasukan sepenuhnya kunci itu, Naruto menarik kembali kuncinya. Dia melirik kebelakang dan membalik tubuhnya.
"Sepertinya memang benar ini kuncinya" Ucap Naruto Yang lalu meletakan ditanah, Naruto kemudian menginjak kunci raksasa itu hingga hancur. Hal ini membuat hiroku dan yamato terkejut setengah mati.
Uzumaki yang melihat itu juga melakukan hal yang sama. "Sepertinya memang sudah waktunya untuk mengahiri petak umpet ini, Shiro-san." Setelah mengucapkan hal itu dia menarik kedua pedangnya dan mengambil kuda-kuda bertarung, Pedang putih ditangan kanannya dan pedang hitam di tangan kirinya.
Naruto juga menarik pedang miliknya keluar dari sarung pedang yang ada dipinggangnya dengan menggunakan tangan kanannya.
"Satte... Bisakah kau keluar sekarang, mengutit seseorang itu sebuah kejahatan, aku bisa mamanggil polisi untuk menahanmu, Stalker-san." Ucap Naruto dengan nada sedikit tinggi.
-prok..! prok..! prok..!-
Suara tepuk tangan diiringi dengan hiroku yang muncul bersama keempat monster yang memiliki nomer ditubuh mereka, Monster dengan No.1 berwarna hitam dengan tubuh kekar dan tinggi sekitar 2,5 meter dengan otak yang terlihat dan mulut seperti burung, No.2 Berwarna biru muda dengan tubuh kurus namun terlihat kekar dengan tinggi 2 meter dan empat buah mata yang tertanam di otaknya yang terlihat keluar, No.3 Berwarna kuning dengan dua buah mata tertanam pada otaknya yang terlihat keluar, memiliki tinggi 3 meter dan terdapat sayap yang tersambung antara tangan dan tubuhnya sehingga terlihat seperti sayap kelalawar, Dan Yang terakhir No.4 setinggi 4 meter Berwarna hitam tanpa mata dan otaknya terlihat keluar dan juga hanya memiliki rahang bawah .
"Wah.. Wah.. Wah.. tidak kusangka kau bisa menyadari keberadaan ku." Ucap Hiroku Dengan senyum lebar diwajahnya.
"Nani.! Aku hanya merasakan hawa menjijikan sejak awal saja, Tidak kusangka bukan hanya aura milikmu tapi juga orangnya terlihat menjijikan seperti ini Hehe." Ucap Naruto Dengan tawa mengejek diakhir.
"Khahaha Sepertinya kau memang seperti yang dikatakan oleh Aizen, Tapi sampai kapan kau bisa memasang wajah sombong itu setelah mengetahui kekuatanku." Ucap hiroku yang langsung membuka mantel miliknya dan langsung menyerang Naruto, Diikuti oleh keempat monster yang menyerangnya.
Tetapi sebelum mereka Berhasil mendekat, Naruto telah berada dihadapan mereka dan melancarkan serangannya.
-Cras..! Cras..! Cras..! Cras..! Cras..!, Blar..! Blar..! Blar..! Blar..! Shasss..!
Hiroku yang menerima tebasan dari Naruto terlempar kebelakang hingga menabrak dinding, Hal yang sama dialami oleh ketiga monster akan tetapi salah satu monster Bernomor 1 Terlihat hanya terseret kebelakang dan juga luka hasil tebasan dari Naruto Seketika sembuh.
"Hoo.. Regenerasi super dan juga sangat kuat hingga masih berdiri setelah menerima serangan seriusku." Ucap Naruto yang sekarang tangannya hingga bagian leher kedada sedikit membesar dan berwarna biru tua.
"Hoi.. Hoi.. Shiro-San bukankah kau terlalu serakah mengambil semua musuh disini." Ucap Uzumaki dengan santainya memanggul pedang putihnya dibahu dan mengendorkan kuda-kudanya.
"Gomen.. Aku jadi sedikit emosi tadi" Jawab Naruto yang berbalik kebelakang dan tersenyum kearah Uzumaki.
Hiroku yang terbangun dari jatuhnya memerintahkan No.1 Untuk menyerang Naruto, No.1 langsung melesat dengan cepat hingga berada dibelakang Naruto dan melancarkan sebuah pukulan menggunakan tangan kanannya.
-Blaar...!-
Suara keras timbul dari serangan itu, Tetapi Sekarang Naruto terlihat menahan serangan itu menggunakan pedangnya tanpa berbalik badan. No.1 kemudian menarik kembali tinjunya dan melancarkan sebuah tinju lagi menggunakan tangan kirinya dari bawah tapi Kedua Mata Naruto sekilas bersinar merah lalu dengan mudahnya Naruto menghindar kekanan sambil membalik badannya, No.1 lalu terus menerus melancarkan tinjunya akan tetapi Naruto selalu menghindarinya dan sebelum menghindar mata Naruto secara sekilas terlihat bersinar merah.
'Kuso.. Apa-apaan ini, kekuatan yang mengerikan, Apa ini yang dimaksud Aizen Untuk berhati-Hati pada bocah ini.' Pikir Hiroku yang bangun dari duduknya dengan luka menganga di tubuhnya yang mulai sembuh dengan sendirinya.
Hiroku yang berdiri menatap Naruto yang sedang bertarung melawan No.1, Tiba-tiba merasakan hawa dingin mengerikan dibelakangnya.
-Blaam..!-
Serangan kuat menghantam tubuh hiroku yang menyebabkan dia terlempar sedikit jauh akan tetapi dia sanggup bersalto kebelakang dan berdiri membungkuk dan sedikit terseret kebelakang. Terlihat Uzumaki sekarang berdiri dihadapan dengan aura berwarna biru yang menyelimutinya sedangkan Hiroku diselimuti aura merah.
"UZUMAKIIII...! Akan kubunuh kau, Nomor Dua, Nomor Tiga, Nomor Empat Bunuh dia sekarang." Teriak Hiroku dengan wajah penuh amarah.
Nomor 2 kemudian menyerang Uzumaki dengan sangat cepat tetapi serangannya tertangkis oleh penghalang berwarna biru transparan yang melindungi Uzumaki, lalu Uzumaki menebaskan pedang hitamnya secara menyilang yang menciptakan shockwave berwarna biru yang langsung membuat No.2 Terlempar akan tetapi nomor dua Hanya Lecet dan kemudian dari tangannya keluar aura berwarna biru yang langsung melesat kearah Uzumaki.
-Blaar...!-
Sekumpulan debu terlihat disekitar Uzumaki sekarang ini dan mulai memudar memperlihatkan Uzumaki yang sama sekali tidak bergerak dari tempatnya.
"Apa segini kemampuan karya terbaikmu Hiroku?, Melakukan percobaan pada manusia itu benar-benar membuatku jijik, karena itulah akan kubuat kau membayarnya dengan Nyawamu." Ucap Uzumaki dengan nada akhir yang dingin dan ekspresi mengerikan.
-Blar..! Blar..! Blar..!-
Dari arah belakang sekarang No.4 sedang mencoba menghancurkan penghalang Uzumaki dengan tinjunya. Tetapi Uzumaki yang masih memasang ekspresi dinginya Memasukan kedua pedangnya kedalam sarung pedangnya Lalu melepas sebuah gelang besi panjang yang terlihat seperti borgol versi tua ditangan kanannya, Hal ini menyebabkan aura miliknya menjadi sangat besar dan tercampur-campur antara berbagai warna.
"Hiroku, Kau telah menyebabkan emosi yang selama ini aku tahan keluar begitu saja, Untuk meredakan emosi ini Kau harus Mati disini." Ucap Uzumaki dengan nada yang sangat dingin.
Tanpa membalik badannya Uzumaki berjalan kearah Hiroku, No.4 dan No.3 bergerak kedepan Uzumaki untuk menghhetikannya tetapi seolah terserap gravitasi tubuh mereka jatuh ketanah dengan sangat keras dan tidak dapat bangkit lagi, Hal ini juga berpengaruh pada Hiroku tetapi kedua telapak tangan Hiroku mengeluatkan aura merah yang mengerikan, sekarang ini Hiroku sedang menyerap kekuatan milik Uzumaki Tetapi dia malah terlempar cukup jauh dari kebelakang. Hiroku kemudian bangkit lagi.
"HAHAHAHA...! Membuatmu marah, Jangan bercanda memangnya monster sepertimu bisa marah UZUMAKI NARUTO." Teriak Hiroku dengan penuh emosi marah. "Jika memang kau ingin membunuhku maka akan kuhancurkan kau dengan karya terbaiku, Karena itu matilah Monster tanpa emosi."
Tangan hiroku memanjang dan terbelah menjadi banyak bagian dan menempel kemonster No.2,No.3,Dan No.4 lalu menyerap mereka, Kemudian tubuh hiroku kemudian menjadi sangat besar dan punggungnya tumbuh sayap seperti kelalawar, perubahan hiroku berhenti ditahap dimana Ia menjadi setinggi 5 Meter dengan wujud tubuh berotot berwarna hitam dan cakar yang sangat tajam terlihat dikedua tangannya, Dan aura mengerikan berwarna merah menyelimuti tubuh Hiroku.
"Penyerap kekuatan, Regenerasi Super,Penyerap kejut, Dan juga cakar beracun, Dengan ini AKAN KUKIRIM KAU KE NERAKA, MONSTER TANPA EMOSI." Ucap Hiroku dengan wajah sombongnya.
Akan tetapi Uzumaki berjalan dengan santainya menghadap kedepan Hiroku. "Maafkan aku, tapi jika hanya segini kemampuanmu -- " Sebelum Uzumaki menyelesaikan perkataannya Hiroku berencana untuk menyerangnya dengan cakaran dari arah kanan Tetapi tepat sebelum Cakar Hiroku menyentuh Uzumaki, Dia telah mengarahkan kedua jarinya yaitu jari telunjuk dan jari tengahnya kearah Hiroku Dan seketika tubuh hiroku lenyap begitu saja."-- Kau tidak akan pernah mengalahkanku."
Hening hanya itu yang bisa tarasa dari suasana ini.
To Be Continue ...
Maaf Para pembaca semuanya, Saya updatenya lama banget. Tapi jangan bosan-bosan untuk baca dan komentarnya. Dan Terima kasih bagi pembaca sebelumnya yang sudah membantu saya dengan komentarnya.
Maaf bila gak sesuai dengan Ekspetasi karena nilai gue aja gak sesuai ekspetasi. [Jangan malah curhat Thor : ) ]Okelah kalau begitu, Seperti kata pepatah "Berkemontarlah sepedas mungkin agar authornya semangat nulis" tapi jangan pedas-pedas ntar sakit perut.
~bagi yang suka silahkan berkomentar ,bagi yang gak suka tolong kritik cerita ini dengan baik-baik~
~Makasih buat yang mau baca dan yang terpenting untuk ALLAH~
