Hold My Hand

Pegang Tanganku

Ikkyu HosokawaXFemale Sena Kobayakawa

Chapter 4: Happy Ending

Aku sudah membulatkan tekad. Aku akan menyatakan perasaanku kepada Kobayakawa Sena di malam Natal! Setelah Christmas Bowl! Dan menurut laporan cuaca hari itu akan turun salju jadi tahun ini adalah White Christmas. Dan aku sudah membelikan kado natal untuknya. Aku membelinya dengan uang tabunganku. Sebuah liontin perak dengan batuan kristal bewarna pink. Batuan bewarna pink itu disusun sedemikian rupa sehingga membuat bunga sakura. Lalu ada garis emas di tepi liontin. Cantik sekali. Dan kata penjaga tokonya aku bisa menulis kata-kata di bagian belakangnya. Selama satu jam di toko itu aku duduk di pojokan dan memikirkan kata-kata yang romantis dan tidak terlalu umum. Kata-kata I LOVE YOU sudah terlalu sering. Hm... Kalau Agon pasti seperti ini...

"Kecantikanmu bagaikan permata." Buatku Sena itu malaikat.

"Senyummu menawan hatiku" Senyum Sena mencerahkan duniaku.

"Aku rela mati untukmu." Aku akan terus bertahan hidup demi Sena.

"Aku ingin mengenalmu lebih dalam lagi." Aku ingin bersama Sena mengenal lebih dalam lagi dunia ini.

"Untukmu aku akan ke ujung dunia." Aku akan tetap disini, di sampingmu.

"Aku tak akan membuatmu sedih." Aku tak bisa menjanjikan kamu akan terus bahagia, tapi aku akan terus memelukmu sampai kau puas menangis.

Heh, ternyata aku bisa lebih romantis dari Agon. Kalau mau jujur, aku merasa tampangku lebih baik dari Agon. Bukannya aku menghina dia atau Unsui (merekakan kembar) tapi aku memang merasa begitu. Oke, balik ke permasalahan, apa yang harus kutulis? Kalau pakai istilah American Football... Ya, aku akan pakai istilah Amefuto, karena Amefutolah yang mempertemukan kami. Dia running back, aku receiver...

...

...

...

Aku akan menangkapmu

...

...

Saat kau jatuh dari larimu

...

...

...

SEMPURNA

Aku akan pakai kata-kata itu! Aku langsung berdiri. "Pak!" Penjaga toko yang sudah tua itu terbagun dari tidurnya. "Tolong tulis kata-kata berikut ini!" Sena pasti akan menyukai hadiahku ini. Dengan begitu 30.000 Yen milikku tidak sia-sia.


Ngomong-ngomong, sejak kejadian jurit malam itu, aku memimpikan Sena. Aku malu tapi senang. Kadang-kadang ada anggota Shinryuji atau orang lain tapi ya sudahlah. Mimpi pertamaku seperti ini...

Jam alarmku berbunyi tepat jam 6 pagi. Dengan malas aku menekan tombol OFF. Sebenarnya aku tak usah bangun sepagi ini tapi sekolahku itu Shinryuji dan butuh waktu lama untuk naik tangga. Aku mengikuti rutinitasku. Bangun, ambil baju, mandi, pakai seragam, ambil tas, sarapan, berangkat.

Di tengah jalan tiba-tiba jantungku berdebar keras. Aku berbelok. Loh? Inikan bukan arah ke sekolah. Kakiku terus berjalan, membawaku ke sebuah rumah. Rumahnya biasa saja, tapi kenapa jantungku seperti mau copot? Aku menekan bel.

TING TONG

Aku melihat plat rumahnya.

KOBAYAKAWA

...

...

...

Sena...

...

...

...

HAH

...

...

...

Inikan rumahnya!

KLEK

Ah, pintunya terbuka.

Yang muncul adalah seorang ibu rumah tangga yang cantik dengan mata karamel dan rambut coklat yang disanggul. "Ikkyu-kun?" Dia tersenyum padaku. Senyumnya mirip sekali dengan Sena. "Selamat pagi, Nyonya Kobayakawa." Aku membungkuk. Loh? Loh? Kenapa aku ngomong sendiri dan kenapa aku membungkuk? Dia tersenyum lagi. "Ikkyu-kun benar-benar sopan! Aku senang sekali kamu jadi pacar putriku!" PACAR? Wajahku memerah seketika itu juga.

"Ahahaha! Ikkyu-kun selalu malu-malu! Kamu tidak usah memanggilku Nyonya. Langsung saja panggil Okaa-sama!" OKAA-SAMA! Aku tambah panik. I-I-I-Ini pasti mimpi! Wanita didepanku terkikik. "Ikkyu-kun tidak usah malu! Akukan calon ibu mertuamu! Kamu sudah kuanggap putra sendiri kok!" Dia menepuk-nepuk punggungku. Aku speechless. "Sena benar-benar beruntung punya pacar sepertimu. Kalau Ikkyu sih Sena tidak pulang semalaman sih tidak apa-apa, Ikkyu-kun pasti akan menjaganya!" Wajahku benar-benar panas.

Sena tidak pulang semalaman... Denganku?

GYAAAAAA

AKU TIDAK MUNGKIN MELAKUKAN 'ITU' PADA SENA

TIDAK SEBELUM MALAM PENGANTIN

APA YANG KUPIKIRKAN

Di dalam aku teriak panik tapi diluar aku mendengarkan ocehan ibu Sena. "Awalnya aku cemas sekali waktu Sena masuk Shinryuji. Dulukan Shinryuji sekolah putra sampai tahun lalu."

HEEE?

"Lalu tahun ini jadi sekolah campuran tapi Sena satu-satunya perempuan yang mendaftar."

HAAAAH?

"Aku benar-benar takut Sena diapa-apakan disana, terutama anak bernama Kongo Agon."

Kalau Agon sih... Wajar ibu Sena cemas.

"Apalagi saat dia menyeret putriku ke klub American Football..."

...Seperti Hiruma...

"Tapi untunglah ada Ikkyu-kun dan yang lain. Waktu Sena dibuat pingsan oleh dread satu itu, kalian mengantarnya pulang..."

Oke...

"Lalu ada turnamen musim semi, Sena jadi running back kalian, kasihan anak itu ketakutan sebelum pertandingan."

Aku bisa bayangkan itu.

"Apalagi saat camp musim panas. Aku dan suamiku benar-benar panik."

Hem?

"Bayangkan, 1 anak gadis diantara 20an anak laki-laki di tempat terpencil selama 40 hari!"

Iya ya ada camp...

"Kami khawatir sekali Sena tidak lagi perawan waktu pulang..."

PERAWAN?

"Yah... Kalau Sena melakukannya dengan Ikkyu-kun sih tidak apa-apa." Dia terkikik.

AKU DAN SENA MELAKUKAN-

"Okaa-san! Jangan bilang yang nggak-nggak dong!"

Dari balik pintu muncul seorang malaikat mengenakan kimono. Kimono yang ia kenakan itu pendek kayak yukata mini. Warnanya pink dan memakai obi hitam. Dia juga memakai rok bewarna magenta yang berhenti di bagian tengah pahanya. Dia memakai kaus kaki hitam dan sepatu coklat yang sudah disemir. Dan malaikat itu adalah... Sena...

Sena

Sena

Sena

"O-Ohayou..." Dia manis banget! Manis banget! "Ikkyu-kun, ohayou." Dia tersenyum. "Aku pergi dulu ya, okaa-san." Sena menggandeng tanganku dan menarikku pergi.


Selama perjalanan ke sekolah kami bergandengan tangan dan mengobrol. Rasanya benar-benar seperti mimpi. (Author: Ini memang mimpi, Ikkyu) Berangkat ke sekolah dengan Sena! Aku bisa nangis nih... "Ikkyu-kun?" Sena memanggilku Ikyyu-kun... Bahagianya... "Nanti kita makan siang bareng ya? Aku sudah buatkan bento." Dia tersenyum manis banget. "Oh um... Ya..." Aku memandang jalan. "Hari ini aku ingin makan siang... Berdua saja... Dengan Ikkyu-kun..."

DEG DEG DEG DEG DEG

"Soalnya kita tak pernah makan siang berdua... Karena teman-teman satu tim selalu tiba-tiba datang..."

Yamabushi-senpai dan yang lain... Dalam hati aku merencanakan bagaimana menyekap mereka. Semua kecuali Agon, Sanzo dan Unsui. Agonkan tidak suka Sena dan Unsui biasa saja. Kalau Sanzo... Dia mungkin... Gay...

Kuhapus pikiran satu itu. Sekarang Sena jadi pacarku. Aku bisa mati sekarang. Tak terasa kami sudah di sekolah Shinryuji. "Aku ke kelas dulu ya Ikkyu-kun." Sena menunjuk lorong kelas 1. Sudah banyak anak-anak kelas 1 mengulurkan kepala dari pintu dan jendela kelas.

"PAGI, SENA-CHAN!"

"Selamat pagi, Sena-sama!"

"OHAYOU, Sena-hime!"

Aku memelototi mereka. Mereka langsung masuk kelas. "Sudah dulu ya Ikkyu-kun."

Aku tersenyum.

"Kutunggu jam makan siang... Sena-chan..."

Tuhan... Akhirnya aku panggil dia dengan chan!

Dia tersenyum.

Mimpiku berakhir sampai situ. Aku benar-benar kecewa. Sepanjang hari aku mengeluarkan aura kelam sampai-sampai ada yang mengeluarkan jimat.


Dari satu tim, cuma Unsui yang tahu kalau aku punya 'rasa' pada Sena. Dia tahu waktu meminjam catatanku dan ternyata isinya hanya coretan nama 'Sena-chan' dengan hati kecil-kecil. Aku benar-benar malu. Tapi kayaknya dia tidak apa-apa soal itu.

"Yang namanya rasa cintakan tidak bisa dipilih-pilih."

Yah, yang penting aku sudah dapat restu dari Unsui. Soalnya aku sangat sadar kalau satu tim kecuali Unsui, Agon, dan Sanzo tertarik pada Sena. Mereka tertarik pada Sena waktu aku memutar rekaman permainan Deimon sebelum putaran pertama Turnamen musim gugur. Waktu gambar Sena muncul di screen air terjun, mata semua orang langsung melotot.

FLASHBACK

Mata kami semua tertuju ke pribadi yang memakai helm merah itu.

DEG DEG DEG DEG

Jantung kami berdebar bersamaan.

DEG DEG DEG

Dua tangan naik dan mengangkat helm. Rambut coklat panjang langsung jatuh ke bahunya lalu punggung. Kepala gadis itu terangkat ke atas. Dia mengeleng-geleng kepala, mengibaskan rambutnya yang basah oleh keringat. Entah hanya perasaanku atau ini dipasang slow motion.

Dia menoleh, matanya langsung menatap ke kamera. Matanya yang bulat besar, bewarna karamel yang hangat. Kedua pipinya merah karena terus berlari. Bibir pinknya yang penuh...

DEG DEG DEG DEG

Rasanya seperti jatuh cinta kepadanya.

Detik itu, Kobayakawa Sena merebut hati kami semua... (Kalau aku, yang kedua kalinya)

Waktu kaget kami belum selesai, Hiruma muncul. Kami semua langsung cemberut. Walau yang muncul cuma hidung dan telinga.

Mereka berbicara lalu Sena tersenyum.

Kami semua tersenyum bersamaan seperti orang tolol.

Besoknya semua orang minta copy video itu.


Sena benar-benar gadis yang luar biasa. Tidak sia-sia aku menyukainya.

Aku melihat kalender. Besok tanggal 25 Desember, hari natal.

Aku memandang kotak hadiah dengan pembungkus bewarna putih dan corak pokaldot pink dan biru. Pita merah tertempel diatasnya.

Aku tersenyum.

"Aku menyukaimu... Sena-chan..."

Ya... Aku mencintaimu...


Hari ini tanggal 25 Desember. Aku melihat ke layar HPku. Ad foto Sena yang tertidur. Kuambil waktu jurit malam. Soalnya dia terlalu manis! Aku tertawa. "Hari ini aku pasti akan membuatmu tersenyum lagi seperti malam itu."

Aku mengantungi kotak kado itu dan mengambil jaketku. Pertama-tama, nonton Christmas Bowl dong!


Author Note: Saya terlalu malas untuk menulis bagian Deimon VS Teikoku, kita sudah tahu Deimon menang. Jadi langsung ke bagian penyerahan piala...

Ikkyu: ...

Me: Ikkyu, aku sudah berbaik hati menulis chapter ini, jangan sampai kubocorkan mimpi Senamu yang lain.

Ikkyu: Baik...

Me: Aku sangat sayang pada Ikkyu yang menurut kayak gini.

Ikkyu: BTW ada scene dimana Yamabushi-senpai beli merchandise Koizumi Karin, aku gak ikut-ikutan loh! Aku setia pada Sena-chan.

Me: Ya sudah. Lanjut


BERHASIL!

DEIMON DEVILBATS MENANG!

KANTO AKHIRNYA MENANG!

MONTA MENANG MELAWAN TAKA!

SENA-CHAN MENANG MELAWAN YAMATO SIALAN ITU!

Aku melompati pagar dan berlari ke lapangan, bersama teman setimku dan para All Star lainnya. Aku tak bisa berhenti tertawa, aku terlalu senang! Dari ratusan orang yang ada di lapangan, samar-samar aku bisa melihat Sena yang sedang menangis bahagia. Dia tertawa sambil menangis. Hatiku jadi terasa hangat. Dia benar-benar cantik.

Kami para All Star berkumpul dan melempar Sena ke udara.

"Kyaaah!" Dia berteriak panik. Aku hanya tertawa. Ketika gravitasi menariknya ke bawah, aku menangkapnya. Jadinya aku menggendongnya ala pengantin. Wajahnya memerah.

"HIEEE! Maaf Ikkyu-san!" Dia melompat dan berlari ke arah timnya. Aku hanya bisa tersenyum. Sebentar lagi... Tinggal sebentar lagi...

"Ikkyu" Unsui memanggilku. "Ya?" Aku menoleh. "Kita akan foto bersama dengan Deimon. Kau ikut?"

Foto bersama... Dengan Sena...

"IYA!"

...

Semua All Star berfoto dengan Deimon kecuali Agon. Benar-benar sesak. Deimon di bagian tengah, yang berbadan kecil berdiri didepan (Sena, Monta, Riku, Komusubi), Ojo disebelah kiri mereka, Poseidon paling belakang ditambah Gaou, Taiyou di ujung kiri, Bando, Seibu, Hakushu di kanan. Aku, Unsui dan Yamabushi di tengah. Dan coba tebak? Aku tepat di sebelah Sena!

Sena terlihat malu-malu dan wajahnya memerah. Manis banget.

Akhirnya kami berfoto. Setelah beberapa frame, semuanya foto sendiri-sendiri atau bareng yang lain. Aku menonton Sena yang sudah ganti baju berfoto dengan para anak perempuan.

Sena berpakaian amat manis. Dia memakai jaket pink dengan bulu bewarna putih dan rok hitam. Dia memakai kaos kaki hitam tinggi dan boots coklat. Karena kaos kakinya amat tinggi, hanya sedikit kulit yang terlihat di kakinya. Dia memakai ear muff bewarna merah. MANIS BANGET.

Cheerleader Deimon yang kecil itu tiba-tiba menoleh kearahku. Dia menyeringai padaku dan mendorong Sena. Dari belakang ada yang mendorongku. Kami bertabrakan dan aku menangkapnya.

KLIK

Heh?

"Yak! Dapat!" Mamori tertawa geli. A-ANEZAKI! KAMU!

"Nanti kukasih fotonya pada kalian berdua!" Anezaki kabur dengan si cheerleader. Monta juga ikut berlari dan dia mengangkat jempolnya. "Ikkyu-senpai! Good luck MAX!" Dia kabur. Aku dan Sena sweat drop.

Unsui menepuk bahuku. "Jangan panik waktu menembaknya ya." Dia tersenyum. Lalu mengajak Yamabushi pergi. Lalu aku tersadar, di stadium ini cuma tinggal aku dan Sena, dan cleaning service. Aku melihat ke langit, sudah gelap. Aku melihat ke jam, pukul 19.33.

"..." Aku menengguk ludah. Ini dia. Kalau aku mau melakukannya, harus sekarang. Aku mengambis nafas dalam-dalam.

...

"Sena."

"Ikkyu-san."

Kami berkedip bersamaan. "Kamu duluan." Wajahnya memerah.

"Ng..." Dia merogoh tasnya. Aku mengamatinya dengan seksama. Dia mengeluarkan sebuah kotak kado hijau muda dengan pita putih. Bisa melihat dia malu-malu memegang kotak itu dengan tangan kecilnya yang gemetar... Manis banget...

"I-Ini untuk Ikkyu-san... Hadiah natal... Aku buat sendiri..." Buatan Sena? Aku mau banget! Seumur hidup akan kujaga baik-baik. Kuambil kotak itu. Wajah Sena tambah merah. Kubuka kotak itu dengan hati berdebar-debar. Isinya syal. Syal rajutan tangan dengan motif garis-garis. Warnanya kuning gading dan merah. Agak kusut tapi...

Hanya dengan melihatnya saja aku merasa hangat. Aku tersenyum. Aku mengangkatnya ke hidungku. Ada wangi bunga Sakura... Parfum kesukaan Sena.

"Makasih." Aku tersenyum lebih lebar lagi. Wajah Sena tambah merah dan dia tersenyum. Cantiknya...

"Aku juga..." Oke, ini dia. "Untukmu." Aku menyerahkan kotak kado itu.

DEG DEG DEG DEG DEG DEG DEG DEG

Gawat... Jantungku... Sena membuka kertasnya dan pitanya.

"Jangan panik waktu menembaknya ya." Kata-kata Unsui terngiang-ngiang di telingaku.

Sena membuka kotaknya.

"GYAAAAAAA!" Aku teriak. Sena kaget dan menjauh dariku.

"Maaf Sena! Maaf!" Aku mendekatinya. Aku benar-benar bodoh, masa aku teriak sih? "Maaf, tadi aku merasa ada Agon disini." Aku setengah bohong. Aku tidak bisa kepikiran alasan lagi dan aku memang merasa ada yang mengawasi kami. Sena menatapku ketakutan tapi berjalan mendekatiku.

"Aku benar-benar minta maaf. Aku tidak bermaksud untuk menakutimu. Mohon maaf sebesar-besarnya." Aku sampai nyembah-nyembah.

BUH!

Hm? Tadi itu apa ya? Aku berdiri lagi. Kutatap Sena lekat-lekat, akhirnya dia melihat liontin itu! Matanya berbinar-binar. "Cantik sekali..." Wajahnya memerah.

"I-Ini benar-benar untukku, Ikkyu-san?" Dia meraba pinggir liontinnya. Aku tersenyum.

"Iya. Untukmu. Coba lihat bagian belakangnya." Ini dia saatnya. Sena membalikkan liontin itu dan detik itu juga rasanya dunia berputar laaaamaaa sekali.

DEG DEG DEG DEG

Sena membacanya

DEG DEG DEG DEG

Matanya melebar

DEG DEG DEG DEG

Mulutnya terbuka sedikit

DEG DEG DEG DEG

Wajahnya merah seperti tomat

DEG DEG DEG DEG

Dia terduduk ke tanah.

"Sena?" Aku bersimpuh, khawatir. Dia menutupi wajahnya dengan tangan kecilnya. Liontinnya terjatuh ke pangkuannya. Aku mengangkat kedua tanganku dan menarik tangan Sena dari wajahnya. Hal pertama yang kusadari adalah matanya bening sekali, memancarkan kepolosannya. Selain itu matanya bersinar-sinar, entah karena apa. Pipinya merona pink seperti bunga Sakura. Dan salju putih yang mulai turun terjatuh diatas rambutnya.

DEG

Detik itu, aku tak bisa berpikir apa pun selain ingin tahu bagaimana rasanya mencium bibirnya.

"Sena..." Aku spontan berbicara.

"Ikkyu-san?"

"Aku mencintaimu."

DEG DEG DEG DEG DEG

"E-Eh?"

DEG DEG DEG DEG DEG

"Sejak kita pertama bertemu di turnamen musim semi, aku menyukaimu."

DEG DEG DEG DEG DEG

"Dan sekarang, rasa 'suka' itu menjadi 'cinta."

DEG DEG DEG DEG DEG

"Eh? Eh?"

"Jadilah pacarku."

DEG DEG DEG DEG DEG

Nah, sudah kukatakan! Aku merasa hatiku jadi sedikit ringan. Saat ini aku yakin sekali wajahku semerah kepiting rebus. Genggaman tanganku di pergelangan tangan Sena mengerat.

DEG DEG DEG DEG

Aku menunggu.

DEG DEG DEG DEG

Dan menunggu

DEG DEG DEG DEG

Sena tersenyum

DEG DEG DEG DEG

"Aku juga..."

DEG DEG DEG DEG

"Su-su-su-su-su-su-su"

Wajahnya tambah merah.

"Sangat menyukai Ikkyu-kun!"

Detik itulah aku mencium bibirnya.

Kyaaaa


Kami keluar dari Tokyo Stadium dengan Sena memeluk lengan kiriku dan syal rajut hadiah dari Sena melingkari leher kami berdua. Di leher Sena juga ada liontin hadiahku. Ehehehehe! Sekarang kami resmi sepasang kekasih! Aku benar-benar bahagia. Aku jadi cowok pertama di Shinryuji dalam 5 tahun yang punya pacar! Selain Agon, tentunya. Hari ini benar-benar sempurna. Kanto menang Christmas Bowl... White Christmas... Aku dan Sena...

Terima kasih Tuhan telah memberiku hidup ini.

Aku melirik Sena. Dia menyandarkan kepalanya ke bahuku sambil tersenyum. Cantik sekali.

"Sena-chan." Dia blushing.

Aku tertawa kecil. "Tahun baru nanti kita pergi ke kuil bareng ya?" Kencan pertama!

Sena tersenyum. "Iya!"

"Sekarang aku harus antar kamu pulang dengan selamat. Sudah tugaskukan mengantarmu sebagai pacar?"

Wajahnya memerah parah. Aku tertawa kecil.

Tapi aku penasaran. Tadi ada suara 'Buh' dan 'Kyaa.' Apa tadi itu?


Saat sampai di rumah Sena, ibunya yang menyambut kami. Dia benar-benar seperti di mimpiku. Cantik seperti Sena. Matanya melebar melihatku lalu tersenyum licik. "Wah, wah... Sena-chan~" Dia mengacak-ngacak rambut Sena. "Bisa kenalkan temanmu ini~" Dia tersenyum licik seperti punya Agon. Aku jadi merinding.

"Ini Hosokawa Ikkyu-kun... Dia..." Sena memainkan jarinya.

"Pacarku."

Malam itu aku dipaksa ikut makan malam oleh ibu Sena tersayang dan harus melalui siksaan yaitu ditatap ayah Sena dengan aneh, kacamatanya berkilat dan dia menatapku dari balik korannya.

Ajaib kalau malam ini aku tidak mimpi buruk disiksa ayah Sena.


Tanggal 1 Januari

Aku dan Sena menaiki tangga ke kuil, sambil berpegangan tangan. Hari ini Sena cantik sekali. Dia memakai kimono merah dengan motif bunga krisan emas dengan obi biru tua dan bulu putih, tak lupa geta warna merah tua. (Kalau musim dingin, kimono ada bulunya untuk menghangatkan) Rambutnya disanggul dan memakai sirkam dengan bunga krisan yang matching dengan kimononya.

Butuh waktu cukup lama buat kami sampai ke puncak, karena Sena pakai geta. Tak apa-apalah, yang penting aku bisa bersamanya lebih lama lagi. Lebih lama lagi...

Kami akhirnya sampai di kuil. Masing-masing dari kami melempar 500 Yen dan berdoa.

'Semoga tahun ini Shinryji Naga memenangkan Christmas Bowl dan... hubunganku dengan Sena langgeng... Oh ya, dan teman-teman setim tidak membunuhku karena pacaran dengan Sena.'

"Ikkyu-kun sudah selesai berdoa?" Aku menengok ke arah Sena. Dia benar-benar cantik. Aku tersenyum.

"Ya..." Aku mencium pipinya. Wajahnya jadi semerah tomat. Dia lalu cemberut, yang menurutku imut banget.

"Kamu berdoa apa?" Tanyaku sambil menggandeng tangan Sena.

"Aku berdoa semoga tahun ini Devil Bats menang lagi dan..."

"Dan...?"

"Rahasia!"

"Ah! Curang!"

"Memangnya Ikkyu-kun sendiri berdoa apa?"

"Aku berdoa semoga tahun ini Shinryuji Naga menang dan teman-teman satu tim tidak menghajarku karena pacaran denganmu." Wajahnya memerah.

"Dan... menikah denganmu..." Wajahnya semerah buah cherry.

"Nah, gantian." Aku nyengir. Sena cemberut lalu menghela napas.

"Aku berdoa... Supaya di masa depan aku bisa punya anak-anak yang lucu dengan Ikkyu-kun!"

DUUUUUAAAAAAARRRRR

(Note: Ini bukan karena bazooka Hiruma)

BRUK

Aku jatuh terkapar ke tanah. Badanku terutama mukaku terasa terbakar. "Ikkyu-kun! Ikkyu-kun?" Sena panik. Orang-orang sekitar sibuk menelepon ambulans.

"Ikkyu-kun! Bertahanlah!" Maaf Sena... Aku pasti hidup kok... Kita masih belum melakukan banyak hal... Jangan tiba-tiba bilang ingin punya anak dong! Dan kau mengatakan majemuk! ANAK-ANAK

"Tapi... Ikkyu-kun maukan?" Aduh...

"Iya... Mau..." Gilirannya blushing parah. Lalu dia tersenyum.

"Aku mau minimal dua anak! Satu cowok satu cewek!"

DUUUUUAAAAARRRRR

(Note: Lagi, ini bukan karena bazooka Hiruma. Ini Ikkyu yang meledak karena malu)

"IKKYU-KUN!"

Yah... Sepertinya tahun ini masih akan ada banyak hal gila seputar American Football... Yang pasti Kobayakawa Sena, running back Deimon Devilbats, cewek paling sempurna di dunia, adalah...

P-A-C-A-R-K-U

Yah... Aku harus bertahan hidup melawan teman setim yang cemburu.


Me: Aku tak akan bilang ini selesai! Masih ada sequelnya! Judulnya, "Tetaplah Disisiku" Ceritanya tentang American Football World Cup Youth dan hari-hari Sena dan Ikkyu sebagai pasangan dan ditentang oleh banyak orang! Seperti Romeo dan Juliet tapi tak ada yang mati!

Monta: MUKYA! Aku gak mau kerja kecuali sceneku diperbanyak!

Me: Iya, iya... Nanti sekalian kubuatkan omake dengan Mamori

Monta: EH?

Me: Sena! Bagaimana keadaan cowokmu tercinta?

Sena: Ng... Ikkyu-kun tidak apa-apa kok... Cuma shock...

Me: Karena kau secara tidak langsung minta menikaaaah?

Sena: *blushing*

Me: Ehehehe! Tenang! Di sequelnya nanti kupastikan lebih banyak ciuman dan fan service!

Sena: Fan service? Itu apa?

Me: Ehehehehe! Nanti tau sendiri! Togano yang suka baca manga pasti tahu!

Togano: ... *kabur*

Sena: Tunggu, Togano-kun! Jelasin dong! *ngejar*

Me: AAAAAAAAHHHHHH!

Monta: Nona Author kenapa?

Me: Ikkyu sendirian di RS! DIA BISA DIAPA-APAIN SAMA SHINRYUJI! *ke RS*

Monta: TUNGGU MAX!

~~~~~DI RS~~~~~

Yamabushi: Ikkyu penghianat...

Ikkyu: Zzzzz...

Gekkou: Dia punya pacar...

Ikkyu: Zzzzz... Sena-chan...

Senri: Sialan...

BRAK

Yamabushi: N-Nona Author-chan! Ada apa?

Me: Jatuhkan itu semua!

BRUK KLANG TENG

(menjatuhkan senjata dan tali)

Yamabushi: Ng... Kami bisa jelaskan...

Me: Telat.

Suster Oka: Oh... Jadi mereka yang mau membantuku dalam ritual, Author-chan?

Me: Kau bebas memakai mereka seperti apa pun asal mereka tidak luka dan dikembalikan dalam waktu 24 jam

Suster Oka: Terimakasih...

Murid Shinryuji: GYAAAAAAAAAAaaaaaaa...

Ikkyu: Ng? Ada apa ini?

Me: Sudah, tidurlah Ikkyu.

Ikkyu: Ng... Ya sudah... Zzzz...

Me: Review dan baca sequelnya nanti ya!

Monta: REVIEW MAX

Ikkyu: Zzz... Sena-chan...