Fourth Thorn : Lying For You

Satu tahun pun telah terlewatkan , dan Luhan masih belum sadarkan diri . kai yang seperti biasa akan terduduk disampingnya hanya bisa menatapnya dengan getir kesedihan sembari memegang tangan mungil bambi kecil itu

"Luhan…sampai kapan kau akan terbaring seperti itu? kapan kau akan mengakhiri semua penderitaanku ? apakah kau tahu seberepa banyak aku ingin melihatmu bangun saat ini?" bisiknya sambil mengisakan airmata

"aku rindu…! Aku rindu akan semuanya! Senyumu , tawamu , candamu , keluhanmu , bahkan tangis sedihmu! Aku ingin melihat itu semua luhan! Aku ingin melihat itu semua! ….hyeong kumohon bangunlah….bangunlah!"

Saat ia dalam tangisanya , jongin merasakan jari-jari kecil itu bergerak , sedikit demi sedikit wajah gelisah jongin berubah menjadi wajah panic ketika ia merasakan sebuah genggaman kuat mengunci tanganya

Ia…ia bangun?!

"suster! Suster! Victoria-sshi!" teriak kai dengan panic yang membuat wanita berambut panjang itu segera memasuki ruanganya dengan risuh

"ada apa jongin-sshi? Apakau merasa sakit? Haruskah aku membawa obat kemari?"

"tidak..bukan itu tapi….. dia…dia sadar!"

"apa?"

"apa kau tak mendengarku? Luhan ku telah sadar ! kumohon , cepat panggilkan dokter yoon kemari!" teriak jongin frustasi yang membuat Victoria sadar dan segera berlari keluar dari ruanganya, meninggalkan jongin ditengah kebahagiaanya dan kesedihanya…

Sekarang….

Bagaimana aku harus menjelaskan tentang sehoon….?


"Luhan-sshi apa kau dapat mendengarku dengan baik..?" tanya sang dokter yang dijawab luhan dengan angukan pelan

"hmm baik kurasa kondisimu membaik sekarang …apa kau ingat apa yang terjadi saat itu?"

"aku….aku hanya mengingat… mobil kami…terguling sangat keras dan jatuh….jatuh dalam sekali…dan teriakan tunangan ku sehoon…setelah itu…aku tak dapat mengingat apapun lagi…" bisiknya dengan ekspresi cemas

"lalu dokter Apa kau tahu apa yang terjadi dengan tunanganku?"

Sang dokterpun terdiam dan hanya bisa menghela nafasnya

"maafkan aku luhan-sshi tapi kami tidak bisa menyelamatkan-"

"dokter! Apa dia baik-baik saja?" Tanya kai yang tiba-tiba masuk dan tersenyum ketika melihat luhan yang terlihat baik-baik saja , tapi kata-kata selanjutnya yang dicelotehkan sahabatnya itu membuat seluruh hatinya hancur seketika

"sehoon? Sehoon-ah! Kau disini? Syukurlah…syukurlah kau selamat…!"


"do-dokter…apa yang sebenarnya terjadi ?" tanya jongin dengan nada gemetar , tak kuat dengan segala kenyataan pahit yang ia lihat

"aku tak menemukan apapun yang salah dengan pasien Xi Luhan…"

"Lalu kenapa?! Kenapa dia tak mengenalku?! Kenapa dia…Kenapa dia mengenalku sebagai Sehoon? All of people why it must be OH SEHOON?! Tell me…. Tolong..katakan…apa yang terjadi aku…aku sudah tak…-" teriaknya dengan tangisan , Victoria yang juga berada diruangan segera menenangkanya dan memberikanya air hangat

"maafkan aku tapi aku tak tahu apa yang salah denganya , bahkan saat kami melakukan pemeriksaan Scan kami masih tak dapat menemukan hal ganjil yang dapat membuatnya melupakanmu… bahkan dia sudah bisa keluar dari rumah sakit ini sesegera mungkin jongin-sshi..hanya saja…"

"hanya saja apa dokter ? apa?!"

"hanya saja kami bisa memastikan bahwa hal yang menyebabkan hal ini adalah keadaan traumatic akan kejadian kecelekaan 1 tahun yang lalu yang membuat pasien Xi Luhan merasakan ketakutan yang berlebihan sehingga menimbulkan shock berat…."

"lalu…apa yang harus aku lakukan dokter….?"

"….mungkin untuk saat ini ada baiknya bila kau berpura-pura menjadi tuan oh sehoon dan menemaninya dalam rehabilitasi dipsikiater yang kukenal..aku akan berusaha untuk merekomendasikan psikiater terbaik untuk mu…"

And so… Kim Jong In pun merasa terbunuh seketika oleh ucapan dokter didepanya…

Hatinya terasa teriris…ketika ia menyadari bahwa luhan melupakanya….ia melupakanya untuk seseorang yang hanya ia kenal selama 2 tahun bernama Oh Sehoon..

Hatinya sakit , pedih , dan mati…

Tapi cintanya yang tak pernah mati untuk luhanlah yang membuatnya melupakan segala rasa sakit …

Maafkan aku Luhan…maafkan aku…

Karena hari ini,..sahabatmu…sahabat sejatimu bernama Kim Jong In sudah tiada..

Kini aku akan hidup sebagai sehoon…Oh sehoonmu…

Dan ini semua untukmu.,

Bahkan bila semua kebohongan ini dapat membunuhku suatu saat nanti…

Aku tak akan menyesal..

Karena…itu demi untuk melindungimu..

Dari semua rasa sakit dan kesedihan…

Sekali lagi…maafkan aku …

Dan…

Maafkan aku…

Sehoon…

"Dokter …. Aku akan melakukanya… aku…aku akan melakukan semua…!"


"Sehoonie~ sehoonie~ lihat aku membawa apa?" canda luhan yang kini menutup kedua mata kai dengan tangan kecilnya

"hmm biar kutebak..kue bulan?"

"hmm-hmm salah~"

"eh….baiklah…shortcake lagi?"

"bukan~ coba tebak lebih tepat…~"

"aish..aku tak tahu…beritahu aku jawabanya sekarang~!"

Luhan pun segera melepaskan kedua tanganya dan mendekatkan wajah kecilnya itu didepan kai

"aku membawa sekarung cinta sore hanya untukmu , belahan jiwaku…seorang~" pekiknya yang lalu tiba-tiba mencium bibir kai dan lari meninggalkanya menuju balcony dirumah baru mereka…

Ya..

Rumah baru mereka..

Sudah 7 bulan peristiwa yang mengangetkan itu terjadi dan kai telah memutuskan untuk melakukan segalanya demi luhan..membeli rumah baru di seoul , menjadi sehoon , mengubah identitasnya , dan memulai hidup baru dengan luhan…

Di Rumah itulah kai membuang segala hal mengenai dirinya. Dan mempelajari sehoon selayaknya mata pelajaran yang sangat penting..

Ia melakukan semuanya , sikap , personality , pekerjaan , bahkan identitas pun ia ganti hanya untuk menjadi oh sehoon yang sempurna…

Luhan sendiri disisi lain selalu didampingi kai kemanapun ia pergi… termasuk ketempat psikiater terkemuka dengan Joonmyeon yang mencoba berbagai cara untuk mengembalikan ingatan bambi kecil didepanya ini…

Masingpun mereka telah melakukan segala cara …hypnotize , terapi bawah alam sadar dan bahkan terapi relaksasi mereka masih belum dapat menyembuhkan luhan…

Kai atau Jongin pun merasa muak dengan segala hal ini..

Dulu ia merasa bahwa ia perlu menjaga luhan..ia perlu mencintainya…ia perlu melakukan segalanya untuknya…bahkan mati sekalipun akan ia lakukan..

Tapi kini..

Ia merasa muak..akan luhan dan dirinya sendiri..

Setiap kali luhan menatapnya ia akan menatapnya bahagia seolah-olah ia adalah sehoon..

Bukan kai..

Bukan jong in

Bukan sahabat karib luhan yang selama 10 tahun ia kenal

Tetapi oh sehoon..

Orang yang setengah mati ingin jongin teriakan didepan muka luhan bahwa ia sudah mati

Oh sehoon sudah mati!

Tetapi ia tak dapat melakukan itu..

Karena hatinya lemah…hatinya terlalu lemah untuk melakukan itu pada luhan…

Senyuman luhan yang membuat hatinya berada dalam dilemma..

Dan cintanya yang sedikit demi sedikit berubah menjadi suatu kebencian…

Kai sudah tak tahu sampai berapa lama ia akan bertahan demi luhan…

Karena sekarang semua cinta itu kian menggerogotinya ..

Dan membunuhnya hari demi hari…

"Sehoonie…kemarilah!" teriak luhan riang dari balcony yang membuat kaki jongin dengan otomatis mendekati mahluk kecil itu dan mendengkapnya

"ada apa..hmm?"

"sehoonie.."

"ya…?"

"aku mencintaimu….." bisik luhan pelan yang sekarang menyandarkan badanya di bahu kai , kai yang mencoba untuk bertingkah senormal mungkin berusaha tersenyum dan membalasnya dengan angukan pahit…

"tentu…aku juga mencintaimu…xiao luhan…"

masingpun pada akhrinya kata "aku mencintaimu" itu akan berubah menjadi "aku membencimu" suatu hari nanti….