Yixing melototkan matanya. Tiba-tiba, tubuhnya yang semula diterbangkan tinggi-tinggi, kini dihempaskan hanya dengan sekali tarikan kuat.

Entah karena ucapan Joonmyun atau karena kecepatan kereta yang mulai perlahan memasuki stasiun pemberhentian akhir dan suara customer service wanita yang menggema di sana. Atau mungkin keduanya.

"Kau tidak lupa 'kan, tujuan utamaku dan tujuan utamamu untuk apa kita naik kereta..?

Jadi, kita berpisah di sini, dan sampai jumpa lagi kalau memang kita bisa berjumpa lagi nanti."

Saat itu, ketika pintu kereta terbuka otomatis di kedua sisi gerbong, kedua tangan Joonmyun mencengkram lembut kedua pundak Yixing yang melemas turun, menuntun pemuda manis tersebut berjalan mundur untuk membiarkan ia dan orang-orang beranjak keluar.

Yixing yang seolah rohnya melayang-layang keluar dari tubuhnya, hanya bisa bengong dengan tatapan mata menyedihkan -berusaha mengambil perhatian rasa iba dari sang paman karyawan kantoran, tapi gagal total- dan mulut yang melongo lucu. Terlalu syok atas kejadian dan ucapan Joonmyun beberapa menit lalu, sampai-sampai ia tidak menyadari bahwa tubuhnya berdiri tanpa gairah di tengah peron dan sosok Joonmyun yang mulai menjauh tanpa rasa bersalah.

Joonmyun memilih untuk meninggalkan Yixing yang berdiri di tengah peron karena ia ingat jika ia terlambat ke tempat kerjanya, bahkan saking terburu-burunya, ia tidak menyadari jika penisnya yang semula menggembung sesak di dalam celana kini perlahan melemas tenang. Memilih sibuk mengetik pesan untuk Yifan yang berkali-kali menelponnya ketika ia di dalam kereta penuh sesak sebelumnya.

Tapi tak lama kemudian, seseorang mencengkram erat lengan atasnya, lalu memutar dan menarik kasar tubuhnya untuk kemudian diajak paksa pergi ke arah dimana toilet umum pria berada, dan pelaku penarikan itu tak lain dan tak bukan adalah pemuda tujuh belas tahun yang bernama Zhang Yixing.

"O-oi! Apa yang kau lakukan, bocah..?! Kau tahu, aku sudah sangat-sangat-sangat terlambat pergi ke kantor!"

"Berisik, paman jahat! Diam saja dan ikuti aku! Aku akan menculikmu sebentar saja hari ini!"

Saat itu, hampir saja Joonmyun menarik tangannya kembali dan kabur secepat mungkin dari pemuda itu ke kantornya dengan taksi, tatkala sepasang iris coklat pekatnya menatap ekspresi kesal, kesakitan dan terangsang dari sang pemuda nakal.

Lalu pandangannya turun, mencuri lirik ke selangkangan Yixing yang tampak agak lebih menggembung daripada sebelumnya.

Joonmyun terbahak-bahak dalam hatinya, lalu seringai pemangsa khas paman mesum terpahat di wajahnya yang rupawan begitu mereka mulai memasuki toilet umum pria, yang kebetulan sedang sangat sepi, setelah Yixing merampas papan bertuliskan 'rusak' dari loker yang tersedia di dalam ruang tersebut. Setelahnya, Joonmyun di dorong masuk dengan kasar pada bilik kamar mandi oleh Yixing yang entah dari mana pemuda itu mendapatkan tenaga sebegitu besarnya, sampai-sampai pria itu jatuh terduduk tepat diatas kloset yang tertutup.

Pintu kamar mandi itu terkunci setelah Yixing menggantungkan papan pemberitahuan pada kenop luar pintu kamar mandi.

Yixing menempelkan punggungnya intim pada tubuh pintu kamar mandi, sedikit merentangkan tangannya dan menatap Joonmyun dengan pandangan merajuk-terangsang. Bahasa tubuhnya mengatakan jika Joonmyun tidak boleh keluar sebelum pria itu mendapatkan izin darinya.

"Urusan kita belum selesai, jadi kau tak akan kuberi izin untuk keluar dari sini, paman jahat!"

Dan memang benar.

'Sepertinya aku akan mengambil cuti kerja untuk setengah hari ini.' batin Joonmyun mendesah rendah dengan wajah yang menyiratkan tatapan tuh-kan-apa-kubilang-?

"Kalau bagimu sebegitu inginnya diselesaikan, ya sudah," tangan Joonmyun mengudara menggapai tangan Yixing. Dan begitu mendapatkannya, pria pegawai kantoran tersebut lantas menarik sangat cepat tubuh sang pelajar untuk mendarat di pangkuannya. "ayo kita selesaikan urusan ini secepatnya."

Dan bersamaan dengan Yixing yang melotot terkejut dengan tindakan tiba-tiba Joonmyun juga seringai lebarnya, ketika tas ransel Yixing dan tas selempang Joommyun jatuh menghantam lantai keramik kamar mandi, kedua bibir masing-masing kembali menyatu dan bertautan penuh gairah.

Kini kamar mandi yang terletak paling ujung di toilet umum pria mulai dihiasi desah-desahan menggoda.

.

.

.


Students and Office Workers

.

Screenplays!Sulay

.

M

.

I don't own anything, except storyline

.

Akai Momo

.

Yaoi/ BL/ Be eL/ Boys Love/ Alternative Universe with much baby typos

.

No like, don't read!

.

Summary! :

Zhang Yixing, pemuda tujuh belas tahun yang memiliki sifat nakal, dengan berani dan nekatnya melakukan pelecehan seksual kepada Kim Joonmyun, sang pegawai kantoran di sebuah kereta, hingga berujung permainan panas mendebarkan di toilet stasiun pemberhentian mereka.

Naughty-student!Yixing and Kinky-Office-Workers!Joonmyun

.

.

.


"I want your loving,

And i want your revenge,

You and me caught on a bad romance." (Bad Romance (c) Lady Gaga)

.

.

.


1.) maaf menunggu lama. Aku kena virus writer-block, nih. ;_;

2.) ff ini dijamin nggak plagiat/ re-make dari salah satu manga yaoi, lho!

3.) wordcount-nya paling banyak daripada chapter lain. :3

4.) do'akan aku semoga tanggal 9 nanti aku lolos seleksi, ya. ^^ sudah 6 bulan aku jadi ronin.

5.) RNR biar aku bisa update ff main!sulay lainnya! ^^

.

.

.


Chapter 4 of 4

.

.

.


Kemeja putih milik Yixing terbuka perlahan setelah blazernya tercampakkan di sudut lantai bilik kamar mandi. Menampakkan kulit putihnya yang halus dan berwarna seperti susu, sepasang dadanya yang agak menonjol -menggoda Joonmyun untuk mendarat dan bermain nakal di sana-, dan kedua puting segar yang mencuat menegang.

Punggung-rusuk belakang-pinggangnya yang terbentuk sempurna seolah mengundang mesra kesadaran Joonmyun untuk menjamah-jamah daerah tersebut.

Kemudian, kemeja putih itu seutuhnya membuka kenampakan tubuh atas sang pelajar nakal, tersangkut dan memilih diam manis di pinggul, mempersilahkan kedua tangan Joonmyun yang mengudara untuk menyusuri kulit tubuhnya.

"Hmmh.., ah, geli." Yixing melepas lemas tautan bibir mereka, meliuk-liukkan tubuh atasnya tatkala jari jemari Joonmyun merayap di belakang tubuhnya. Meninggalkan sensasi asing namun menggelitik tersendiri hingga membuat pemuda tersebut mendesah-desah lirih, memanggil-manggil mesra sang karyawan kantoran. "Ha-ha-aah-ha-ha-hh.. Ah-ha-ah-sudah, paman, aku merasa geli-ah.." nafas Yixing sudah terpatah-patah, tapi Joonmyun tidak menghentikan invansi pada permukaan tubuhnya.

"Ssh-ah-aaahh.." Yixing mengadahkan kepalanya ke atas, bibirnya terbuka sedikit lebih lebar dari sebelumnya, kedua pipinya lebih merona, dan sepasang matanya menyayu persis seperti orang yang terangsang berat, saat daging tak bertulang milik Joonmyun menggoda salah satu puting dadanya. "Hhh-ssshh-aah-sshh-aahh-aahh-paman Joonmyun~" Kedua tangan Yixing meremat-remat helai rambut sang pelaku foreplay. "Aah-sshh-aah-oh, aku merasa kurang. Hhm~" Rajuknya manja.

"Kurang?" Joonmyun mengigit gemas puting yang sejak tadi dilumatnya. Kemudian ia menghisapnya keras sampai-sampai kedua mata Yixing menutup erat dan tubuhnya bergetar hebat. "Kau benar-benar anak yang nakal ternyata, Zhang Yixing. Binal." seringai lebar tercipta di wajah tampan sang pria Kim.

Yixing menggeram pelan mendengar ucapan Joonmyun barusan, lantas dengan tidak sopannya, ia berjingkrak-jingkrak di pangkuan Joonmyun. Joonmyun terkesiap, matanya melotot gelisah tatkala sesuatu diselangkangannya mulai mencuat dan telapak tangan Yixing yang bermain-main goda di dadanya yang kini hanya dilapisi kaus singlet hitam -karena Yixing sudah membuka kancing kemeja tanpa sepengetahuan Joonmyun-.

Joonmyun berusaha menekan hasrat untuk tidak menyerang si pelajar nakal dengan tiba-tiba. "Yixing-ah." tetapi yang dipanggil pura-pura tidak mendengar, memilih untuk membenamkan wajah di ceruk leher Joonmyun-meraba sensual sepasang dada bidangnya-berjingkrak liar di pangkuan. "Yixing-ah, sudah cukup-agh!-agh!-hentikan-agh!"

"Tidak mau! Seenaknya kau mengataiku binal, dasar paman mesum! aku hanya nakal, tapi tidak senakal itu sampai harus dibilang binal!" satu gigitan terbentuk di pucuk daun telinga Joonmyun. "Hei, sejak kapan pelajar yang melakukan pelecehan seksual di tempat umum kepada seoranh pria hanya dianggap nakal..? -agh! So good, Yixing-ah. Kau itu bukannya nakal lagi, tapi sudah dianggap binal untukku, contohnya, ya sekarang. Sebegitu inginnya-kah kau digagahi olehku..?" sekejap, Joonmyun meremas gemas penis Yixing.

"Aangh!-ah-ah-aaah-jangan meremasnya dengan kasar-hh-ah~" kepala si pemuda Zhang menggeleng terpatah-patah, tak kuasa dengan rasa sakit sekaligus nikmat yang diberikan tangan terampil Joonmyun. Akibatnya ia berhenti untuk menjingkrakkan diri di pangkuannya. "Hhh-uuhh-aah-aah-sshh-aaah~"

Dari luar, sebelah tangan Joonmyun menggoda lubang analnya yang terasa panas dan berkedut-kedut. Pria itu terkekeh-kekeh, lantas mengecup-ngecup ringan kedua pipi-pucuk hidung-bibir merah delima si pelajar. "Apa kau menikmatinya, hem..? Masih merasa kurang..?" Yixing mengangguk untuk kemudian menggeleng lemah.

"Paman-ah-ah-sshh-ah-kumohon, buka saja celanaku-ah-ah-ssh-oh~"

Joonmyun menuruti permintaan sang tuan putri, lalu mencampakkannya sama seperti apa yang ia lakukan pada blazer mereka di sudut.

"Oh, tidaaaak-ah-ah-a-a-ak-aku akan-aaahh-sshh-aahh~"

"Apa..? Kau akan apa, baby sugar..?" terus dan terus Joonmyun menggoda Yixing, membuat Yixing merasa malu dan malu. Karena itu, tanpa sadar ia menenggelamkan tubuhnya dalam pelukan hangat Joonmyun dan mengetatkan lubang analnya hingga membatasi pergerakan jemari Joonmyun yang telah masuk. "Argh, kau menjepitku terlalu erat, Yixing-ah." ringisnya.

Tapi Yixing tidak mengacuhkannya, terlarut dalam kenikmatan permainan jari Joonmyun pada penis dan lubang analnya. Hingga tak lama kemudian, Yixing memekik tertahan dan mencapai klimaks pertama.

Suasana dalam bilik kamar mandi di ujung yang semula memanas dan disesaki aura sensual perlahan memudar. Keheningan kembali mampir setelah sebelumnya dibisingkan Yixing dengan desah-desahan. Sedangkan pelaku pembisingan mulai melunglai kelelahan karena dipermainkan habis-habisan di awal ronde.

Tapi keinginan terdalamnya untuk bercinta dengan pria incarannya tidak pudar, jadi setelah beberapa menit ia beristrirahat sejenak di pelukan Joonmyun yang menenangkan, ia beranjak dan berdiri berhadapan dengan pintu kamar mandi.

Lalu sedikit menunggingkan tubuhnya untuk kemudian menarik kedua bongkah bokongnya hingga mengekspose lubang anal yang rektumnya berkedut-kedut nakal. Yixing menolehkan sebagian kepalanya ke belakang, melihat Joonmyun yang menampilkan ekspresi kaget-terangsang-sekaligus terpesona oleh tubuh dan tingkahnya, pemuda Zhang itu mengedipkan sebelah matanya, menjilat bibir atasnya dan menyeringai menggoda.

"Nde, saenim, jika menurutmu aku adalah pelajar nakal dan binal, bagaimana jika kau menghukumku sebagai akibatnya~?"

"Oh..?" Joonmyun yang merasa ditantang sedemikian rupapun beranjak, ia membuka ikat pinggang, kancing celana dan resletingnya, lalu menarik karet celana dalamnya hingga menyembullah penis besar-berurat nan gagah menatap angkuh penuh dominasi pada lubang anal Yixing. Yixing yang melihatnya hanya bisa tersipu dan memuja-muja bentuk penis Joonmyun yang membuatnya takut sekaligus jatuh cinta. Joonmyun mengetahui hal itu dengan rasa bangga. "Tentu saja, saem akan memberikan hukuman pada Zhang Yixing yang seksi dan nakal ini."

.

.

.


"Mmhh-ah-ah-aaah-sshh-aaa~~ ah-s-s-sa-saenim-nggghh-hh-aah.."

"Agh-agh-oh-kau benar-benar nikmat, baby sugar-ggh-nggh-agh!"

Tubuh keduanya yang tertaut intim itu terhentak-hentak ganas. Suara keduanya tampak seperti sebuah nyanyian yang merangsang pasangan bercinta masing-masing, ditambah dengan suara nyaring antara tubrukan benda tumpul yang lunak-lunak-becek dan aura intim yang menguar diudara membuat gerakan mereka semakin menggila.

Sesekali Yixing meracau-racau dengan nada agak memerintah jika ia menginginkan gerakan lebih keras-dalam-cepat. Joonmyun dengan senang hati menurutinya sambil menggerayangkan tangan di tubuh atas bagian depan sang pelajar. Sesekali pula Yixing memuji dan berkali-kali mengatakan jika apa yang dilakukan Joonmyun pada tubuhnya sangat-sangat-sangat nikmat. Joonmyun pun membalasnya dengan permainan lihat tangannya pada penis dan dada-agak-menonjol Yixing.

"Ah-ah-ah-ssh-ah-sshh-shh-hh~ sa-sa-saem-sshh-ah-saem-oh, ini nikmat sekali~ ah-ah-ah~"

"Ya sayang, agh!"

"Oh-saem-saem-ah-sshh-shh-aah~"

"Oh, melakukan-agh-ssh-agh.. kinky-sex benar-benar luar biasa."

"Ah-ah-ssh-oh-oh-ah.. Saenim, a-a-ak-aku akan-ah-ah-klimaks-se-se-sebentar lagi.."

"Bersama sayang, agh-agh-oh my beloved baby sugar-agh-ogh."

Rasa ngilu menjalar dari ujung jari kaku hingga ke pinggul -terutama pada selangkangan masing-masing, namun rasa kenikmatan yang membuat mereka terhanyut sangat dalam mampu menjalar bahkan hingga ke ubun-ubun kepala. Maka, ketika rasa ingin klimaks itu semakin mendesak-desak hasrat dan tubuh, yang dilakukan mereka berdua adalah menjemputnya, dengan cara mempercepat dan mengombinasikan gerakan; Yixing yang mendorong-dorong bokongnya menuju penis Joonmyun dan Joonmyun yang mendorong-dorong penisnya ke bokong Yixing.

Dan tak lama kemudian, jeritan dan geraman kenikmatan aka klimaks saling membaur di udara kamar mandi paling ujung di toilet umum.

Joonmyun mengistirahatkan diri sejenak, tak lupa ia memeluk agak erat tubuh Yixing yang melunglai tak bertenaga. Lalu pelan-pelan disertai ringisan perih Yixing, Joonmyun berhasil mengeluarkan penisnya yang telah kembali ke ukuran semula. Dan seandainya Joonmyun tidak sigap, maka bisa dipastikan tubuh bagian bawah Yixing menghantam keras lantai kamar mandi karena terlampau kelelahan.

"Aku mengantuk, paman." suara serak nan lemah Yixing membelai telinga Joonmyun. Ia menyamankan kepalanya di pundak tegap sang paman yang telah mengambil keperawanan lubang analnya. "Pinjamkan aku pundakmu, ya."

"Tidurlah. Mimpi indah, sayang." Joonmyun tersenyum lembut, lalu mengecup sayang pucuk hidung Yixing yang basah karena keringat. Lantas, setelah berjuang agak lama, ia berhasil meraih ponsel yang tergeletak tertutupi pakaian Yixing di sudut kamar mandi, menelpon pelayanan jasa taksi langganannya agar mereka bisa tidur di hotel, tempat berisirahat yang layak setelah bekerja keras.

"Selain itu," Joonmyun menggumam sambil melirik wajah tidur Yixing yang tenang. "Sekalian saja aku cuti seharian hari ini. Mungkin bermain sedikit lebih lama dengannya terdengar menyenangkan." lanjut Joonmyun sambil membayangkan sesuatu yang menyenangkan menurut sudut pandang sisi mesumnya.

Mungkin melihat lelehan cairan lelaki yang mengucur keluar dari dalam ruang tubuh bagian bawah Yixing -yang terbaur dengan darah perawan- ketika melepaskan tautan tubuh mereka, membuat pikiran mesum Joonmyun berhasil menginvasi sebagian kesadaran dirinya.

.

.

.


The end

.