My Beautiful Boyfriend

Chapter 4

By Arisuke Fuyuki

Disc©Masashi Kishimoto

NaruSasu

Trap/Crossdressing! Sasuke

Rate T

Romance/Humor

Warning: OOC!Sasuke, Ranjau Typo, Shonen-ai

Enjoy This Fic ^_^

.

.

.

.

.

"APAAA?!" terdengar sebuah teriakan dari seorang gadis di sebuah toko bunga yang ternyata adalah suara Sakura. "Ja-jadi Sa-sa-sasuke dia..laki-laki?" tanya Sakura pada Naruto yang duduk di sampingnya,Naruto menjawabnya dengan anggukan lesu. Ya pada akhirnya dia harus menceritakan hal ini pada Sakura setelah mereka bertiga mengantar Sakura ke toko bunga miliknya. Dia menceritakan tentang Sasuke yang laki-laki,penyamarannya,keluarga mafia dan lain sebagainya. Setidaknya itu mengurangi bebannya,lagipula Sakura sahabatnya jadi tidak masalah.

Sedangkan Sasuke dia asik memperhatikan kupu-kupu yang hinggap di sebuah bunga mawar,sama sekali tidak mempedulikan dua orang lainnya yang sedang membicarakannya. Sesekali tangan Sasuke berusaha menangkap kupu-kupu itu tapi tidak berhasil,kupu-kupu itu justru hinggap di hidungnya membuat hidungnya gatal dan secara otomatis Sasuke bersin. Naruto dan Sakura yang melihat hal itu tersenyum kecil.

"Tapi.. dia selalu bisa membuatku tersenyum dengan tingkah polosnya." Ucap Naruto,lalu kembali menatap Sakura,sedangkan Sakura mengangguk, "Kau benar,ne Naruto bagaimana jika aku membantumu merawat Sasuke?" secara reflek Naruto membulatkan matanya karena perkataan Sakura. "Ma-maksudmu kau akan ti-tinggal ber- "

'BLETAK'

Tiba-tiba Sakura menjitak Naruto, "Baka! Tentu saja tidak!" Naruto menatap Sakura tidak mengerti,lalu Sakura melipat tangannya di depan dada, "Maksudku jika ada perlu apa apa katakan saja padaku,aku akan membantu,terutama tentang masalah penyamaran Sasuke." Mata Naruto berbinar-binar mendengar hal itu, "Benarkah? Sakura benarkah?" Sakura tersenyum lalu mengangguk secara reflek Naruto bersiap untuk memeluk Sakura tapi belum sempat tangannya menyentuh Sakura tiba-tiba seseorang melompat di antara mereka dengan 'indahnya' dan secara kebetulan kaki dari orang itu 'menyentuh' kepala Naruto hingga membuatnya terjatuh,sang pelaku yang tak lain adalah Sasuke hanya melirik Naruto dengan tatapan datar,wajah tanpa Sakura hanya menghela nafas lega karena terhindar dari pelukan Naruto.

Naruto bangkit sambil memegangi kepalanya, lalu menatap Sasuke murka, "Sasuke! Apa yang kau lakukan?!" semburnya pada anak ajaib itu. Sasuke berbalik,

"Aku mengejar kupu-kupu,maaf aku tidak melihatmu."

"Sasuke!"

.

.

.

.

.

"Selamat menikmati." Ucap Sakura sambil meletakan sebuah nampan berisi semangkuk besar buah strawberry di atas meja, "Maaf ya menunggu lama,tadi aku membeli strawberry tapi sepertinya aku tidak bisa menghabiskan sendiri,karena ada kalian kita makan bersama."

"Wah terimakasih Sakura,selamat makan!" seru Naruto yang di balas dengan anggukan dari Sakura,lalu merekapun memakan strawberry itu kecuali Sasuke yang hanya memperhatikan buah itu,buah yang Naruto bilang mirip dengan tomat. Memory tentang hal itu berputar di otaknya,

'Ke-kenapa?,kan strawberry mirip dengan tomat.'

Sasuke terus memperhatikan strawberry itu.'Sejak kapan strawberry mirip dengan tomat,apanya yang mirip tomat? Jelas bentuknya sudah tidak mirip,buah ini bentuknya tidak jelas,tapi warnanya memang mirip sih,dasar plagiat.'itulah yang dipikirkan Sasuke saat ini. Sungguh jika orang lain tahu apa yang di pikirkan Sasuke pasti akan berpikir,ini sangat tidak penting.

Naruto yang menyadari tingkah aneh Sasuke lalu menepuk bahu Sasuke. "Hei Sasuke kenapa? Ayo cepat makan." Sambil menyodorkan mangkuk berisi strawberry tadi dan Sasuke hanya menggeleng. "Kenapa Sasuke? Atau kau tidak suka strawberry ya? Mau aku ambilkan yang lain?" kali ini Sakura yang bersuara. Sasuke pun menatap Sakura, "Aku ma- emph!" belum sempat Sasuke menyelesaikan ucapannya mulutnya sudah di sumpal buah strawberry oleh Naruto. Pemuda pirang itu tahu jika Sasuke akan mengatakan jika dia mau buah tomat,huh terkadang Sasuke memang merepotkan.

"Ma-maaf Sakura,Sasuke memang sedikit lambat,hehehe tenang sekarang dia sudah aku suapi." Ucap Naruto canggung,sedangkan Sakura hanya cengo melihat tingkah mereka berdua,tapi Sasuke tiba-tiba mengangkat tangannya, "Akhu mhau tho-"

"Diam dan makan!" sela Naruto lagi,Sasuke pun terpaksa mengunyah strawberry itu,membuat Naruto yang melihatnya menghela nafas lega. "Naruto." Panggil Sakura membuat Naruto reflek menatapnya, "Ah iya Sakura,ada apa?"

"Sebentar lagi natal dan ketua senat meminta para pengurus senat untuk membuat acara penggalangan dana untuk panti asuhan,dan para pengurus senat harus membuat kelompok 2 orang untuk memberikan satu ide."

"Wah benarkah? Kenapa tidak ada yang memberitahuku aku juga anggota pengurus senat." Ucap Naruto sambil mengambil buah strawberry dan memakannya setengah,Sakura mendengus lalu menatap Naruto malas, "Kau yang bodoh,setiap ada rapat kau tidak pernah datang!" sembur Sakura yang membuat Naruto hanya memutar bola matanya malas, "Mau bagaimana lagi,rapat itu membosankan tahu."

"Ya ya ya aku tahu,jadi yang ingin aku bicarakan adalah acara macam apa yang akan kita buat pada malam natal nanti? Kau ada ide?"

"Tunggu? Jadi kita sekelompok?" ucap Naruto dengan mata berbinar-binar lalu Sakura hanya mengangguk, "Sudah cepat pikirkan kira-kira acara apa yang akan kita buat." Kemudian Naruto mulai berpikir dengan gaya detektif di anime anime,lalu sebuah lampu menyala di atas kepalanya menandakan dia sudah dapat ide. "Yosh,bagaimana jika kita buat tema tentang cafe natal dengan para maid yang memakai kostum natal,bagaimana?" Sakura melipat tangannya di depan dada terlihat berpikir.

"Hm... tidak buruk juga,baiklah kita akan coba dengan ide itu semoga banyak yang setuju!" balas Sakura dengan bersemangat, "Yatta!" seru Naruto senang. "Ne ne untuk rinciannya kau buat sendiri ya." Sakura tersenyum,lalu Naruto mengangguk sedangkan Sasuke hanya memperhatikan mereka tak mengerti. Wajah Naruto berseri-seri karena idenya di setujui oleh patnernya,senangnya karena sebenarnya Naruto punya maksud tersendiri dalam ide itu.

"Haaa akhirnya aku bisa melihat para gadis dengan pakaian yang manis,memikirkannya membuatku- Ahhhhkk!" tiba-tiba Naruto berteriak keras sampai membuat Sakura harus menutup kedua telinganya,karena merasa jarinya tiba-tiba sakit,lalu dia menoleh perlahan melihat apa yang terjadi pada jarinya tapi matanya langsung membola sampai hampir keluar saat melihat jarinya yang ternyata di gigit oleh Sasuke.

"Apa yang kau lakukan Sasukeee?! Cepat lepaskan!" teriak Naruto pada Sasuke,lalu Sasuke pun melepaskan jari Naruto, "Aku makan strawberry." Jawabnya enteng.

"Lalu kenapa kau tidak ambil sendiri?!"

"Kau belum menyuapiku."

"Kenapa tidak bilang untuk mengambilkanmu lagi?!"

"Masih ada sisa strawberry di tanganmu,kupikir itu untukku jadi aku makan saja."

Kepala Naruto terasa mulai mendidih dengan suhu 1000 derajat celcius hingga terlihat asap mulai keluar dari telinganya membuat Sakura sedikit bergidik ngeri, "Naruto?" lirih Sakura,tapi beda dengan Sasuke yang hanya menatapnya dengan wajah tanpa dosa seolah apa yang dia lakukan tidak pernah terjadi. Sungguh melihat wajah Sasuke yang sama sekali tidak menunjukan rasa takut membuat hati Naruto sedikit terluka. Hah.. akhirnya Naruto hanya menghembuskan nafasnya merasa lelah menghadapi tingkah Sasuke. Sedangkan Sakura hanya memberi tatapan yang seolah mengatakan "Bersabarlah kawanku,yakinlah ada pelangi setelah hujan." Yeah Naruto mulai ngawur mengartikan tatapan Sakura.

CUP~

Kalian pasti sudah tahu arti tulisan di atas,yak tanda bahwa baru saja terjadi scene 'kissu' di cerita ini. Dan benar baru saja Sasuke telah mendaratkan bibirnya di sudut bibir Naruto sekilas,membuat tubuh Naruto menegang dan pipinya memerah,Sakura yang melihat itu tubuhnya juga ikut menegang dan dia hanya menelan ludah tanpa berkomentar mengingat Sasuke adalah laki-laki membuatnya bungkam.

"Sasu-" panggil Naruto,Sasuke menoleh "Ada sisa strawberry di bibirmu." Mendengar itu Naruto dan Sakura tertawa kecil. Sedangkan Sasuke hanya diam dengan wajah polos nan datar seperti biasanya.

Naruto kembali mengingat kejadian yang dia alami di taman pagi tadi,dia juga ingat tatapan Sakura yang mengatakan akan ada pelangi setelah hujan dan dia mengalaminya sekarang.

.

.

.

.

.

Akhirnya matahari mulai tenggelam membuat langit berwarna orange kemerahan. Terlihat tiga orang keluar dari sebuah toko bunga. Hari ini Sasuke dan Naruto memang menghabiskan waktu mereka di toko bunga milik Sakura,sebenarnya ini karena Sasuke yang keras kepala meminta Sakura untuk mengajarinya menanam bunga setelah melihat Sakura sedang menyirami bibit bibit bunga di halaman belakang toko sekaligus Naruto tidak bisa apa apa selain menurutinya.

"Hah,sudah sore sebaiknya kami cepat pulang,terimakasih untuk hari ini Sakura." Ucap Naruto yang dibalas dengan senyuman, "Iya sama-sama."

"Baiklah kami pulang dulu." Lalu Naruto pun berjalan meninggalkan toko bunga milik Sakura diikuti Sasuke, "eh tunggu Sasuke!" panggil Sakura membuat Sasuke dan Naruto menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap Sakura yang sedang menghampiri mereka sambil membawa sebuah keranjang yang di tutupi oleh kain berwarna putih.

"Ada apa?" tanya Sasuke,lalu Sakura menyerahkan keranjang itu pada Sasuke, "Kudengar Sasuke suka tomat,jadi aku memberikan persediaan tomatku untukmu ini juga hadiah karena Sasuke sudah membantuku menanam bunga." Ucap Sakura lalu mengacak poni Sasuke dengan tersenyum tulus. Sasuke menatap Sakura tak percaya, "Sakura?"

"Sudah cepat ambil ini."

"Hm! Terimakasih!" ucap Sasuke lalu mengambil keranjang itu dari Sakura. Naruto yang melihat itu tersenyum senang,dia sedikit heran mereka bisa akrab dengan cepat apa karena sifat polos Sasuke atau karena Sakura yang punya extra kesabaran. Entahlah Naruto tidak mengerti yang jelas dia senang karena hari ini begitu menyenangkan. "Terimakasih Sakura." Naruto tersenyum lembut pada Sakura begitupun Sakura, "Sama-sama."

'Hah.. manis sekali senyum Sakura.' Inner Naruto terpesona.

"Aaahkk!" teriak Naruto lagi karena tiba-tiba Sasuke berjalan di depannya dan menginjak kakinya, "Bisakah kau sedikit hati-hati Sasuke?" Sasuke hanya diam tak merespon,Naruto kembali menatap Sakura. "Baiklah kami pergi Sakura."

"Ya,hati-hati jangan bosan main kesini ya."

"Tentu!"

Sakura terus menatap punggung dua orang tadi sampai mereka benar benar menghilang dari pandangannya,lalu Sakura pun kembali memasuki tokonya,baginya hari ini menyenangkan dan sedikit melelahkan.

.

.

.

.

.

Naruto's Apartemen

Pukul 18:30 Naruto sampai di apartemen dengan Sasuke yang tertidur di punggungnya,ya dalam perjalanan pulang Naruto menggendong Sasuke karena tidak tega melihat wajah anak ajaib yang kelelahan dengan sebuah keranjang berisi tomat di tangannya,jadi tak ada pilihan selain menggendongnya.

Naruto membaringkan tubuh Sasuke di atas ranjang,lalu melepaskan sepatu dan wig Sasuke dan menyelimuti tubuh Sasuke. Naruto memandangi wajah Sasuke yang tertidur pulas,tanpa sadar sebuah senyum terukir di wajah tampan Naruto, 'Kau lebih manis saat tidur,Sasuke'. Dia masih memandanngi wajah bak malaikat itu,lalu dia condongkan tubuhnya dan mengecup kening Sasuke sekilas sambil mengucapkan, "Selamat tidur." Jangan tanya kenapa Naruto melakukan hal itu karena dia sendiri juga tidak mengerti,dan akhirnya dia memutuskan untuk mandi sebelum menyusul Sasuke ke alam mimpi.

.

.

.

.

.

"Naruto bangun!" teriak seorang anak remaja yang sekarang duduk di atas perut Naruto. Pemuda pirang itu mengerjapkan matanya perlahan lalu menatap Sasuke yang ada di atasnya,entah kenapa dia sudah tidak kaget seperti kemarin. "Sasuke,ini masih terlalu pagi untuk bangun." Naruto pun menutup kepalanya dengan selimut. "Tapi kau bilang aku harus bersekolah hari ini kan?"

"Ya." Balas naruto.

"Bukankah sekolah itu berangkat pagi?"

"Ya."

"Lalu jam berapa Konoha Gakuen memulai pelajaran?"

"Jam 6:45."

"Sekarang jam 5:55."

"Ya sekarang jam 5:55,lalu kena-" Naruto menyibak selimutnya menatap Sasuke dengan tatapan kaget, "Sasuke coba kau ulangi!" Sasuke memiringkan kepalanya, "Sasuke coba kau ulangi." Ucap Sasuke mengulangi ucapan Naruto.

"Tidak,tapi yang sebelumnya."

"Tidak,tapi yang sebelumnya."

"Baiklah,stop lupakan!" Naruto mengambil ponselnya lalu melihat jam sudah menunjukan pukul 5:57. "AAAAAAaaaaa! Kita terlambat!" teriaknya frustasi.

.

.

.

.

.

Pagi itu di lalui dengan sangat kacau bagi Naruto karena dia bangun kesiangan dan belum menyiapkan apa apa,apalagi sekarang dia harus bekerja dua kali karena ada Sasuke juga. Disaat Sasuke mandi Naruto menyiapkan seragam sekolah Sasuke dan juga pakaiannya. Semua dia lalui dengan terburu-buru. Sampai akhirnya semua telah siap di dalam mobil milik Naruto.

Sasuke sudah rapi dengan seragam sekolah perempuan yaitu rok hitam di atas lutut,kemeja berlengan pendek dengan lambang "Konoha Gakuen" di lengan kanannya,blazer hitam yang senada dengan roknya dan sebuah dasi berwarna merah,oh ya jangan lupakan make up tipis dan sebuah wig hitam yang di kucir ponytile membuat Sasuke terlihat mempesona. Sedangkan Naruto dengan celana jeans panjang kaos putih dengan motif awan merah di tengah juga sebuah jacket orange hitam,rambut yang berantakan karena memang tidak ada waktu untuk sekedar menyisir rambut. Yak akhirnya Naruto menjalankan mobilnya dengan kencang menuju "Konoha Gakuen".

Sebuah bangunan mewah dengan dikelilingi oleh pohon Sakura halaman yang luas dan terdapat air mancur di tengah halaman itu,ya itulah Konoha Gakuen,sekolah yang menampung siswa siswa jenius dari berbagai kalangan,disini kau tidak bisa mengandalkan uang karena itu tidak berlaku.

Naruto menghentikan mobilnya di depanm gerbang Konoha Gakuen, "Baik kita sampai,aku hanya menngantarmu sampai sini oke."

"Lalu kau mau kemana?"

"Aku kuliah,ingat namamu adalah Namikaze Sasuke,kau adalah siswa perempuan,dan satu lagi saat sudah pulang jangan pergi kemanapun sebelum aku mejemputmu,paham?" Sasuke mengangguk lalu turun dari mobil Naruto. "Aku pergi dulu." Sasuke berbalik lalu melangkah masuk ke area sekolah,Naruto mulai melajukan mobilnya meninggalkan sekolah itu.

Sasuke memandang sekolah itu dengan tatapan takjub karena ini pertama kalinya dia bersekolah,dia melihat banyak sekali siswa yang memakai seragam sama dengannya. "Jadi ini namanya bersekolah." Gumam Sasuke lalu melanjutkan langkahnya memasuki gedung sekolah.

.

.

.

.

.

First Day In Konoha Gakuen

Seorang guru perempuan berambut hitam panjang mulai memasuki kelas yang awalnya ramai dengan keributan yang di buat oleh para murid di kelas itu. Di samping guru itu ada seorang murid perempuan berambut panjang yang di kucir murid di kelas itu sudah tahu bahwa anak itu adalah anak baru.

"Perhatian semuanya!" ucap guru dengan name tag Kurenai, "Hari ini kalian kedatangan teman baru dari Korea,kau silakan perkenalkan dirimu." Sambung Kurenai,lalu anak tadi mulai menghadap ke depan dengan wajah datarnya dia mulai memperkenalkan diri.

"Perkenalkan namaku Namikaze Sasuke,aku berasal dari Korea dan aku suka tomat." Perkenalan singkat itu sanggup membuat semua murid terdiam menatap Sasuke,terutama murid laki-laki yang menatapnya tak berkedip,semua hanyut dalam pikirannya masing masing setelah melihat wajah Sasuke yang mungkin menurut mereka wajah itu mempesona.

"Baiklah,kurasa cukup perkenalannya." Kurenai mengintrupsi khayalan para murid itu, "Sekarang kau boleh duduk Namikaze-san." Sambungnyayang mendapat tatapan bingung dari Sasuke, "Aku duduk dimana?" tanya Sasuke dengan polosnya, "Eh iya sebentar biar aku carikan,kau duduk dengan... ah kau duduk dengan laki-laki yang duduk di pojok sebelah kiri." Sasuke mengangguk lalu berjalan menuju tempat yang dipilihkan oleh Kurenai.

.

.

.

.

.

Continued..

Yattaaa...akhirnya chapter 4 selesai juga ^-^ gomen ya kalo molor dan hasilnya tak sesuai dengan harapan kalian,yosh mohon kritik dan sarannya di kolom komentar yaa ^^ Arigatoou...