The Legancy

.

.

.

.

.

Chapter 4

.

.

.

[Perbatasan Hi no Kuni-Kaze no Kuni]

Krik! Krik! Krik!

Suara jangkring terdengar di hutan dekan perbatasan [Hi no Kuni] dan [Kaze no Kuni] di dekat situlah Tim Anko dan Chuunin yang tersisa beristirahat karna sudah terlalu gelap untuk melanjutkan perjalanan.

"Engggg" erangan kecil terdengar dari Naruto 'Hutan?... Ohyah, aku sedang melakukan misi. Apa aku pingsan tadi? Ha~ah' batin Naruto lalu bangun dari tidurnya dan memilih duduk sambil menyenderkan punggunya di pohon yang ada di belakangnya.

Kresek! Kresek!

'A-Apa itu?' Fikir Naruto langsung berdiri dengan cepar "Si-Siapa di sana? Keluar" ucap Naruto dengan keringat dingin di wajahnya.

Naruto melihat kiri dan kanan, yang dia lihat hanyalah 3 Chuunin 'Kemana Anko-sensei? Apa itu dia' fikir Naruto lalu berjalan pelan menuju semak semak tadi "Anko-sensei, apa itu kau? Jangan menakuti Anko-sensei, karna aku tidak takut" ucap Naruto berbanding terbalik dengan keringat dingin yang ada di wajahnya.

Srek! Srek!

Hap!

"Benarkah?"

"Huuwwwaaa"

Anko bertanya sambil melompat kehadapan Naruto yang membuat Naruto kaget dan jatuh dengan tidak elit kebelakang.

"Hwahahahahahah tidak takut, heh?" Anko tertawa terbahak bahak sambil memegangi perutnya, lucu sekali melihat muka dan tingkah kaget muridnya yang datar itu.

"Grrrr Anko-sensei itu tidak lucu" ucap Naruto dengan uratan kekesalannya "BERHENTILAH TERTAWA" teriak Naruto karna malu di tertawakan oleh Anko terus menerus, pipi merahnyalah bukti dia sedang malu.

"Ha aha hah, ha'i... ha'i gomen" ucap Anko sambil menghapus air matanya "Tadi itu lucu sekali, wajahmu... wajahmu... Hahahahaha" kata Anko di akhiri dengan tertawa lagi di akhirnya.

"Aku akan ke sungai dulu" Naruto lalu berjalan meninggalkan Anko yang masih terus tertawa sambil memegang perut "Teruslah tertawa sampai mati" lanjut Naruto sambil terus berjalan.

"Hoi... Naru-chan apa kau marah? Hahaha"

"Urusai"

[Sungai]

Tap!

Naruto melompat dan menapakan kakinya di salah satu batu pinggir sungai yang lumayan besar, Naruto hanya melihat kedepan sambil memegang kalung kristal kecil dan pendek berwarna ungu lalu melihat ke arah cincin berwarna coklat dengan bulatan di tengahnya dengan ukiran rumit di tengahnya.

'Aku tidak tau mendapatkan kedua benda ini dari mana, aku penasaran' fikir Naruto, karna memang tidak tau asala muasal kalung kristalnya dan cincin miliknya yang memiliki kekuatan unik dan kuat.

'Hayate-sensei pun tidak tau... Ha~ah merepotkan sekali' fikir Naruto lagi lalu melihat langit yang lama kelamaan menjadi agak terang 'Sekitar jam 4 atau jam 5 pagi, kah? Aku akan mencoba jurus baruku tadi' fikirnya Lalu berdiri menatap kebawah -Sungai- dan bisa melibat beberapa ikan, Naruto lalu menciptakan pedang tipis sepetri katana.

Wush!

Jleb!

'Kena' batin Naruto lalu menghilang dan muncul di dekat pedang yang menancap pada ikan tersebut lalu mengambilnya dan melepaskan ikan tersebut dari pedang miliknya.

'Yah tidak buruk juga, aku akan mencari lagi hanya satu ikan tidak akan cukup untuk 5 orang' fikir Naruto lalu melihat lihat ternyata dewi fortuna masih berpihak padanya karna dia melihat banyak ikan di sungai tersebut.

Sring! Sring! Sring!

Wush! Wush! Wush!

Jleb! Jleb! Jleb!

Semua pedang pedang tipis itu menancap di tubuh 7 ikan yang Naruto incar tapi Naruto sedikit kecewa Karna ada beberapa sasarannya yang meleset dari sasarannya.

"7 ikan? Sepertinya aku berlebihan" ucap Naruto lalu mengambil satu persatu ikan tersebut lalu keluar dari sungai tersebut.

Berjalan terus tanpa menghiraukan suara suara yang sedikit seram di hutan lebat tersebut.

'Engg Engg Engg'

Pandangan Naruto teralihkan karna sebuah suara kecil di balik pohon yang agak besar di dekat Naruto, dengan ragu Naruto melangkah menghampiri pohon tersebut setelah sampai Naruto melihat yang ada di balik pohon tersebut.

'Kitsune?' Batin Naruto melihat rubah kecil yang sedang terluka di bagian kakinya "Hanya lecet, tenanglah aku akan menyembuhkanmu" ucap Naruto lalu merentangkan tanganya kepada luka si rubah tersebut yang tak lama muncul sinar hijau muda dari tangan Naruto.

'Untung aku mempelajari teknik dasar Medis-nin, untuk berjaga jaga lumayan' fikir Naruto laku menyingkirkan tangannya dari rubah tersebut "Selesai kau boleh pergi" ucap Naruto lalu melangkah pergi meninggalkan rubah tersebut.

Sambil berjalan Naruto sekilas melihat ke atas yang menunjukan langit mulai terang menandakan matahari yang akan terbit.

'Matahari' batin Naruto lalu memegang kristalnya 'Tunggu aku, aku akan mencarimu tidak peduli keadaanmu yang masih hidup atau sudah mati, aku akan tetap mencarimu... Tunggulah' batin Naruto teringat seseorang yang tidak bisa dia selamatkan dulu saat umurnya sekitar 5thn.

[Perbatasan Hi no Kuni-Kaze no Kuni]

Anko dan 3 Chuunin sudah bangun dengan perut yang keroncongan karna saat bertarung kemarin mereka semua menjatuhkan bekal makanan mereka.

Tap!

Semua mengalihkan pandangannya pada suara tapakan kaki tersebut dan mereka melihat Naruto dengan tangan yang membawa beberapa ikan berukuran kecil dan sedang.

"Hn, kalian lapar, kan?" Tanya Naruto dan di balas anggukan oleh semuanya "Aku mendapatkan ikan, cepan nyalakan apinya kita sarapan" lanjut Naruto.

"Kebetulan sekali rating pohonnya masih tersisa" ucap Anko lalu menata batang pohon tersebut lalu menggunakan jurus katonnya yang bersekala kecil "Selesai ayo bakar ikannya" ucap Anko lalu melihat Naruto.

"Ikannya sedang di bersihkan oleh Chuunin yang berambut hitam" ucap Naruto.

Setelah 15 menit menunggu barulah datang Chuunin tersebut dengan ikan yang sudah di bersihkan dan sudah memakai tusukan juga tinggal membakarnya.

Mereka membakar ikan ikan tersebut dan memakannya dengan senang karna perut mereka yang keroncongan, setelah selesai memakan sarapan mereka Anko berdiri dan menyuruh bersiap melanjutkan perjalanan mereka yang sebentar lagi sampai di Sunagakure.

[Pejalanan menju Suna-Gurun Pasir]

Naruto, Anko dan ke tiga Chuunin terus berlaro dengan kecepatan normal -untuk Shinobi- saat sedang berlari tiba tiba dua Chuunin paling depan berbalik badan dengan cepat dan kunai yang mereka genggam mencoba menusuk satu Chuunin yang berada di belakangnya.

Jleb!

Kedua kunai tersebut menancap secara bersamaan di dada target membuat Anko dan Naruto kaget karna mereka saling membunuh.

"Ke-Kenapa kalian membunuh teman kalian? Apa kalian mau misi ini gagal, hah?" Tanya marah Anko kepada kedua Chuunin yang di balas tertawa oleh kedua Chuunin tersebut.

"Rekan? Hahaha... kami hanyalah rekan palsu dari dua Chuunin yang asli..." ucap salah satu Chuunin berambut coklat "Aku di berikan misi untuk mebgambil gulungan ini" lanjutnya sambil merogoh kantong Ninja Chuunin yang mati tersebut dan menemukan gulungan lalu membukanya.

"Itu yang asli, kan?..." tanya rekannya yang berambut lurus hitam di balas anggukan "Ayo misi kita sudah selesai tinggal pergi" lanjutnya tapi saat akan melompat sebuah pisau mengarah kepadanya yang di hindari dengan mudah.

Sriingg! Duakh!

Naruto muncul di depan Chuunin tersebut lalu menendangnya dan mengenai telak wajah san Chuunin membuatnya terlempar lumayan jauh.

"Kau urus yang itu Anko-sensei" ucap Naruto lalu menyusul musuhnya sedangkan Anko berhadapan dengan musuhnya.

"Siapa kau sebenarnya?" Ucap Anko dengan nada serius dan mata yang memicing tajam jangan lupakan juga auranya yang menggila.

"Hoo... Jangan terlalu galak, aku bisa memuaskanmu lho hahahaha" ucapnya sambil tertawa meremehkan kepada Anko yang membuat Anko kesal "Baklah... Baklah, aku adalah Jounin Otogakure yang di utus untuk mengambil gulungan ini. Karna gulungan ini sangat penting untuk pemimpin kami" lanjutnya sambil memainkan gulungannya lalu memasukannya kedalam kantong ninjanya.

"Siapa pemimpinmu?" Ucap Anko coba menggali informasi tetang desa baru yang bernama Otogakure tersebut.

"Hoo.. kau ingin mengali informasi? Tidak semudah itu, jalang... [Fuuton : Daitopa]"

Muncul angin yang mencoba menerjang Anko, tidak tinggal diam Anko lalu merangkai segel tangan dengan cepat.

[Katon : Hibarashi no Jutsu]

Bwoss!

Angin tersebut menabrak dinding api milik Anko, tapi api Anko semakin besar karna bantuan angin tersebut yang membuat api Anko berbalik menyerang Jounin Oto tersebut.

Tidak mau mati konyol Jounin tersebut merangkai segel tangan dengan cepat dan menghentakan tanganya ke tanah.

[Doton : Doryuheki]

Boom!

Kumpulan asap tercipta karna tabrakan dua jutsu tersebut, tidak mau kehilangan momentum Jounin tersebut melesat menembus asap dengan kunai yang siap di tangan kanannya.

Crass!

Kepala Anko langsung terpotong oleh sabetan kunai Jounin Oto tersebut, merasa dirinya sudah menang Jounin tersebut memasukan kunainya.

"Aku me-... A-Apa? Bunshin tanah?"

[Katon : Goryuuka no Jutsu]

Muncul naga api yang melesat ke arah Jounin Oto.

Boom!

Ledakan tercipta di tempat naga api tersrbut yang mengenai target dan menyebabkan debu yang tebal menutupi tempat tersebut.

Deg!

'Cha-Chakranya meningkat?' Batin Anko karna merasakan tekanan chakra yang gila.

Groooooaaaaarrrrrr!

Bersamaan dengan raungan tersebut ada mahluk yang coba menerjang Anko dengan berutal, dengan cepat Anko menghindar kesebelah kiri sambil melayangkan kaki kanannya pada mahluk tersebut.

Duakh!

Bruk! Brak! Brak!

Mahluk tersebut berguling guling menghantam tanah beberapa kali akibat tendangan Anko yang kuat tersrbut.

'Apa tadi? Itu seperti serigala, apa orang tadi berubah?' Fikir Anko, karna memang tempat serigala tersebut muncul adalah di tempat orang itu.

Grrrrrrr

Geraman terdengar dari arah mahluk tersebut, mahluk tersebut berbalik dan terlihat mahluk hitam berbulu dengan taring yang tajam di tambah air liur yang menetes membuatnya semakin menjijikan.

'Sial benarkan aku melawan manuasia serigala, apa dia dari GGS yang nyasar ke sini?' Fikir absrud Anko melihat musuhnya menjadi manusia serigala.

Groooooaaaaarrrrrr!

Raungan membuyarkan lamunan Anko yang ternyata manusia serigala tadi menyerang Anko dengan brutal tapi untung dia bisa menghindari semua serangannya.

Crass!

Anko berhasil menebas punggung manusia serigala tersebut, tanpa sengaja dia meliat sebuah tanda yang sangan dia kenal.

'Juinjutsu? Apa ini perbuatan Orochimaru? Sial' fikir Anko karna memang hanya Orochimaru lah yang menggunakan segel tersebut.

Anko juga memiliki segel kutukan di leher belakang sebelah kirinya, tidak mau berlama lama Anko menyuapkan segel tanyan.

[Katon : Samoryu Kaingiri]

Anko menembakan bola apinya ke langit dan di lanjut dengan hujan api yang menargetkan musuhnya.

Boom! Boom! Boom!

Groooooaaaaarrrrrr!

Raungan kesakitan terdengar jelas dari balik debu bekas jurus andalan Anko yang berarti musuhnya terkena telak.

Perlahan Anko melangkah mendekati kumpulan debu tersebut tapi tanpa dia sangka Anko sedikit lengah hingga...

Duakh!

"Ohok.." Anko terkena pukulan musuhnya di bagian perut, Anko melesat seperti tanpa beban dan berhenti saat menabrak batu besar.

Duarr!

'Kuat sekali.. sial sakit' batin Anko yang mulai berdiri perlahan, seperti tidak mau Anko berdiri musuh Anko melesat dan mencengkram leher Anko lalu membantingnya.

Brak! Brak! Brak!

Seperti tidak puas dengan satu bantingan, musuh Anko terus membanting Anko ke tanah mengakibatkan retakan besar di tanah.

Greb! Crass!

Anko memegang tangan musuhnya lalu memotongnya.

Bruk!

"Ohok... Ohok... untung... hah... aku tidak... hah... mati" ucap Anko sambil memegang lehernya yang berbekas, Anko lalu berdiri dan melihat musuhnya yang masih memegangi tangannya yang hilang.

[Katon : Karyuu Endan]

Bola bola api tersebut meluncur kearah musuh Anko dengan cepat, tidak bisa menghindari musuh Anko terkena telak api tersebut.

Duarr! Duarr! Duarr!

'Apa berhasil?' Fikir Anko lalu melangkah perlahan mendekati kumpulan asap tersebut, setelah hilang kumpulan asap terlihat tubuh Jounin Oto yang sudah tidak benyawa lagi.

'Ha~ah berhasil' batin Anko lalu terduduk karna merasa lelah sehabis bertarung dan di banting 'Kuso, punggungku sakit... Oh, bagaimana keadaan si baka itu?' Anko lalu berdiri lagi dan berlari pelan menuju arah Naruto bertarung, tanpa lupa mensummon satu ular berukuran sedang dan menempelkan satu gulungan kecil.

[15 menit sebelumnya-Naruto vs Jounin]

Brak! Brak! Brak!

Masih dengan keadaan berguling guling Jounin tersebut lalu berhasil menyeimbangkan tubuhnya.

'Kuso gaki... Akan ku bunuh dia' fikirnya yang berniat menyusul Naruto tapi ternyata Naruto lah yang menyusulnya.

"Kau merindukanku?" Tanya Naruto dengan wajah datarnya tapi yang Naruto dapat hanyalah tatapan benci "Yah, kau tidak merindukanku" lanjutnya masih dengan wajah datar.

"Akanku bunuh kau, bocah" ucap geram Jounin Oto yang langsung berlari menuju Naruto dengn sebilah kunai dintangannya.

Tidak mau kalah Naruto juga mengambil satu pisau miliknya dan berlari menerjang Jounin Oto.

Trang! Trang! Trang!

Suara beradu kunai dan pisau milik Naruto terdengar nyaring, merasa tidak akan menang dari segi stamina Naruto lalu mundur dan membuat segel tangan.

[Fuuton : Shinkuha]

Naruto menciptakan gelombang angin tipis yang dengan cepat menuju musuhnya, tidak mau kalah Jounin Oto membuat segel tangan.

[ Doton : Doryuheki ]

Boomm!

Ledakan yang lumayan besar tercipta dari hasil tabrakan dua jutsu tersebut, merasa punya kesempatan Jounin Oto lalu mensummon dua Fuuma Shuriken lalu melemparnya secara bersamaan membelah debu tebal.

Wush! Wush!

Dengan cekatan Naruto menciptakan dua pedang yang melayang lalu menggerakan tangannya kedepan dan pedang tersebut melesat.

Trang! Trang!

Pedang milik Naruto menghilang setelah beradu dengan Fuuma Shuriken yang membuat Fuuma Shuriken tersebut melayang keatas.

'Apa itu?' Fikir Naruto saat melihat shuriken tersebut masih berputar diatas seperti tidak terpengaruh gravitasi 'Benang Chakra, kah? Fuuma Clan?' Tanya Naruto pada dirinya sendiri.

Wush! Wush!

Naruto membelalakan matanya karna fuuma shuriken tersebut mengincar dirinya yang membuat dirinya menghindari dengan susah payah.

'Oh sial, senjatanya bertambah... Fuuma Clan memang tidak pantas di pandang sebelah mata' fikir Naruto lalu mensummon dua pedang besar guna menahan banyak senjata yang berjatuhan bagai hujan senjata.

Trang! Trang! Trang!

Seperti tidak ada habisnya senjata tersebut menyerang Naruto terus membuat Naruto kelabakan dengan tubuh yang penuh sayatan.

"Kuso" geram Naruto karna senjata tersebut tidak ada habisnya, merasa momentum yang tepat Naruto menghilangkan senjatanya dan merentangkan tangannya.

Brak!

Semua senjata langsung terpental karna Naruto membuat perlidungan yang seperti kekkai transparan.

"Hoo... Kau hebat bocah" ungkap Jounin Oto tersebut dengan tampang angkuhnya.

"Terimakasih... Fuuma-san" balas Naruto dengan wajah penuh keringat dan nafas yang tidak beraturan.

"Fuuma? Khe, hahahaha" ucap sambil tertawa mengejek Jounin Oto "Oh, pasti karna aku menggunakan banyak senjata yah? Maaf bocah tapi aku bukan dari clan Fuuma, karna Clan Fuuma tidak bisa menggunakan Ninjutsu tapi aku bisa" ucapnya yang membuat Naruto kaget.

'Bukan Fuuma? Menarik' batin Naruto merasa tertantang untuk menghadapi musuhnya sekarang "Ayo kita lanjutkan" ucap Naruto lalu melempar pisaunya yang ditangkis dengan mudah.

Sriingg!

'Kemana bocah tadi? Pi-Pisaunya' batin kaget Jounin tersebut yang menyadari satu fakta.

Duakh! Duahk! Duakh!

Berkali kali Naruto memukul musuhnya dan terakhir menendangnya ke atas membuat Jounin tersebut melayang, merasa belum cukup Naruto lalu melompat mensejajarkan dirinya dan musuhnya di langit dengan kaki yang terangkat.

Duakh! Boomm!

Jounin tersebut menghantap tanah dengan keras memciptakan debu lumayan tebal, tapi ada yang lain di wajahnya.

'Dia tersenyum? Tidak, itu seringai' fikir Naruto sebelum dirinya merasakan bahwa bagian perutnya seperti ada yang melilit.

"Khe, aku menang... [Katon : Goryuuka no Jutsu]" ucapnya setelah menyelesaikan segel tangan dan menyemburkan api panas menjalar dari benang tersebut menuju Naruto.

Bwoosss!

"ARRRRRGGGGGHHHH" Teriakan Naruto terdengar nyaring karna merasakan panas jurus katon musuhnya.

Wush! Bruk!

Naruto langsung terjut kebawah dan menabrak tanah dengan lumayan keras, Jounin tersebut tersenyum menyambut kemenangannya.

"A-Aku belum ka-kalah" ucao sebuah suara berasal dari Naruto yang berdiri tertatih, dengan susah payah Naruto berdiri dan berhasil lalu menciptakan satu tanto di tangan kirinya.

"A-Aku tidak akan ma-mati se-semudah itu" ucap Naruto sambil berjalan tertatih dengan sekujur tubuh yang mendapatkan luka bakar.

"Ha-Harusnya kau.. MATI BAJINGAN" ucap Jouni Oto dengan teriakan dia akhir, lalu berdiri dan mengambil kunai di kantung ninjanya.

Sama dengan Naruto, Jounin tersebut mengalami luka parah di perutnya dan wajah lebam akibat pukulan pukulan Naruto dengan dara yang mengalir di pelipisnya serta ujung mulutnya.

Tap! Tap! Tap!

Keduanya berlari pelan dengan tenaga yang tersisa, setelah di rasa cukup keduanya menghunuskan senjata masing masing.

"MATI KAU, BOCAH"

Jleb!

"Ohok.." Naruto melembarkan matanya sambil memuntahkan darah segar dari mulutnya lalu ambruk ketanah dan terlihat kunai yang menancap di perut Naruto dan...

Tanto yang menancap di dada kiri Jounin Oto yang sudah tidak bernyawa.

"Aku menang"

Naruto tersenyum tipis menyambut kemenangannya, dan coba menggerakan tubuhnya tapi tidak bisa dia kehabisan tenaga.

Tap! Tap! Tap!

'Ada yang datang' batin Naruto mendengar suara langkah kaki, Naruto menggerakan kepalanya dan melihat kebelakang "Yo, Anko-sensei bagaimana kencanmu? Dia menciummu? Khe" ujar Naruto meledek Anko.

Bruk!

Anko mendudukan dirinya di dekat Naruto dan melihat luka Naruto dengan kunai yang masih tertancap.

"Kencanku? Yah aku berkencan dengan manusia serigala yang membantingki dan membuat tenagaku habis" balas Anko, Anko lalu melirik perut Naruto "Hoo... kau mendapat hadiah dari teman berdansamu? Ha ha ha" ucap Anko meledek Naruto di akhiri tertawa garing.

"Yah dia juga membakarku" ucap Naruto memperlihatkan dada sebelah kiri yang memiliki luka bakar hingga ke tangan kirinya "Dan kunai, apa kau bisa menngobatinya?" Tanya Naruto yang di jawab gelengan Anko.

"Aku bukan Medis-nin..." ucap Anko sedikit kecewa karna tidak bisa menolong muridnya "Aku sudah mengirim ularku dengan gulungan untuk meminta shinobi Suna menjemput kita, mungkin sebentar lagi" lanjutnya lalu mengeluarkan gulungan yang harus mereka lindungi.

"Apa itu yang asli?" Tanya Naruto yang mendapat anggukan Anko.

"ITU MEREKA"

Sebuah teriakan berasal dari belakang Naruto dan Anko, mereka mengalihkan pandangannya dan melihat beberapa Shinobi Suna di antaranya ada Medis-nin.

"Syukurlah mereka sudah datang... jika tidak aku akan kehabisan darah hahaha"

"Jangan tertawa dengan wajah datar atau aku akan membunuhmu"

Tap! Tap! Tap!

"Medis cepat anak ini terluka" ucap seorang pria paruh baya yang mamakai seragam Jounin Sunagakure dengan sebelah wajah yang tertutupi kain.

"Terimakasih sudah datang" ucap Anko berterima kasih atas pertolongan yang di lakukan Shinobi Suna pada mereka yang di jawab anggukan oleh orang tersebut.

"Tidak masalah, kita ini sekutu jadi wajar jika saling bantu..." ucapnya lalu mengulurkan tangan "Namaku Baki, Jounin Sunagakure" ucap Baki memperkenalkan dirinya pada Anko yang di sambut oleh Anko.

"Mitarashi Anko, Jounin Sensei dari bocah Itu" balas Anko sambil menunjuk Naruto yang mendapat pertolongan pertama dari Medis-nin Sunagakure.

"Apa gulungannya ada bersamami, Mitarashi-san?" Tanya Baki menanyakan perihal gulungan yang harus di antarkan kepada Kazekage.

"Ada.." ucap Anko lalu mengeluarkan gulungan tersebut, Baki mencoba mengambilnya tapi tidak di izinkan oleh Anko "Maaf Baki-san tapi ini harus langsung aku yang memberikannya pada Kazekage-sama" ucap Anko yang mendapat anggukan Baki.

"Baki-san..." ucap seorang gadis berambut coklat panjang pada Baki "Musuh yang di sana adalah salah satu Spesial ANBU Otogakure desa yang baru di bangun, dia masuk Bingo Book dan yang satu lagi juga sama" ucapnya menjelaskan siapa musuh yang tado menghalangi jalan Anko dan Naruto.

"Spesial ANBU?" Ucap tidak percaya Baki yang di balas anggukan lalu melihat Naruto yang sudah pingsan 'Bocah itu hebat bisa mengalahkan ANBU di pangkatnya yang masih Gennin dan umurnya yang masih muda' fikir Baki lalu mengalihkan pandangannya pada Anko.

"Dia Namikaze Uzumaki Naruto, Gennin Konohagakure" ucap Anko memperkenalkan murid kebanggaanya.

"Namikaze? Dia putra Kiroii Senko?" Ucap tidak percaya Baki kepada Anko yang di balas anggukan oleh Anko membenarkan fakta.

'Tapi sayangnya dia di anggap aib'

Setelah itu Anko dan Naruto -Yang di gendong salah satu Shinobi Suna- melanjutkan perjalanan mereka menuju Suna untuk menyerahkan gulungan tersebut

.

.

.

.

.

TBC

.

.

Chapter 4 UP

Yeah update hahaha, setelah sekian lama cari kerja ternyata... belum dapet :v anjeer :v

Balasan Review

Celetutan Draiga : Chimere Hiruko kemasuk Kinjutsu, kan? Kalo gak salah

YukioKasamatsu : Makasih sarannya gan

: Hahaha, memang ada kesalahan di profil Naru. Karna pas awal saya mau bikin Naruto yang umur 16thn ANBU dan Menma masih Gennin 12thn gtu, maaf hahaha

Namikaze Zee : Di chap ini ada penjelasannya.

GinKazami : Oh, Knight : Old Wall, kah? Tapi masih lama kyaknya

Sekian dan sankyu for read

Akira Elgan out