Author datang lagi readers sekalian *dilempar tomat* *author kumpulin buat dijual*. Ya sudahlah daripada menunggu, selamat membaca!


Title : The Different of Like and Love /Chapter 3B

Cast : Super Junior and other cast

Pairing : Main pair is Kyumin and other pairs

Warning: Genderswitch! All uke as yeoja dan all seme as namja

Aku menginginkan dirinya…

Tapi mengapa…

Aku malah membutuhkanmu…

Author POV

Flashback On

"Minnie-ah?" ucap Jungmo pada Sungmin yang sedang bersandar di bahu kanannya. Ya, Jungmo dan Sungmin adalah pasangan kekasih yang paling terkenal di sekolah mereka, Super Everlasting of Junior High School. Dan seperti biasa pada saat jam makan siang seperti ini, mereka sedang makan siang bersama di taman belakang sekolah tepatnya di bawah pohon ginko yang pada musim gugur seperti ini terlihat sangat indah dan nyaman. Biasanya setelah makan siang, mereka menyempatkan diri untuk menikmati waktu berduaan seperti ini. Hal ini dikarenakan selain jam makan siang, Kyuhyun yang sudah dianggap dongsaeng oleh Sungmin dan otomatis oleh Jungmo juga, suka sekali mengganggu waktu berduaan Sungmin dan Jungmo. Mereka memilih taman belakang sekolah ini pun karena Kyuhyun tidak bisa menemukan mereka berdua di sini.

"Nde?"balas Sungmin tetap dalam posisinya bersandar pada bahu kanan Jungmo. Tak ada niatan sedikit pun baginya untuk tidak menikmati saat-saat ini.

"Kau tahu kan kalau aku suka sekali bermain gitar?"tanya Jungmo pada Sungmin.

"Ne, aku tahu. Kau punya impian untuk belajar gitar lebih banyak lagi di luar negeri kan?" kata Sungmin tanpa beban sedikit pun.

"Benar. Emm, kalau aku dapat kesempatan untuk belajar gitar ke luar negeri, apa k-kau a-akan mendukungku?"tanya Jungmo takut-takut. Dia belajar dari salah satu sahabatnya kalau perempuan itu sensitif dan paling benci hubungan jarak jauh. Karena itu, Jungmo mencoba untuk membicarakannya dulu pada Sungmin.

"Tentu saja aku akan mendukungmu. Aku kan yeojachingu-mu, Jungmo-ah! Hehehe" Sungmin menjawab sambil tersenyum dengan begitu ceria di depan Jungmo. Dia sudah tidak bersandar lagi pada bahu Jungmo, sekarang dia sedang menatap penuh yakin pada Jungmo.

"Benarkah?" kali ini senyum bahagia Jungmo terukir di wajah tampannya. Dia tidak percaya Sungmin mengizinkannya. Ternyata pikirannya salah. Sungmin adalah berbeda dengan gadis lain yang pernah dia kenal. Sungmin adalah gadis yang berpikiran dewasa dan penuh pengertian. Dia memang laki-laki beruntung karena bisa memiliki Sungmin.

"Tentu saja, Jungmo-ah!" Sungmin menjawab sambil mengangguk. Dia memasang senyum terbaiknya untuk meyakinkan Jungmo.

"Minnie-ah, aku, aku akan pindah ke Kanada besok. Maaf karena aku baru memberitahumu hari ini. Aku, aku benar-benar takut kau akan marah padaku dan tidak memperbolehkan aku pergi. Karena itu aku..." kata-kata Jungmo terpotong oleh jari telunjuk Sungmin yang ada di bibirnya.

"Jungmo-ah, kau selalu menceritakan semuanya padaku kan? Keluargamu, sahabat-sahabatmu, bahkan impianmu. Kau menceritakan semuanya padaku karena kau percaya padaku kan?" tanya Sungmin pada Jungmo dan hanya dibalas anggukan oleh Jungmo. "Kenapa sekarang kau tidak percaya padaku?"

"Aku hanya takut kalau kau..." lagi-lagi Sungmin memotong kata-kata Jungmo.

"Kau takut aku akan marah dan tidak memperbolehkanmu pergi hanya karena takut berpisah denganmu?" lagi-lagi Jungmo hanya mengangguk pasrah saat Sungmin berhasil menebak semua pikiran bodohnya. "Hahaha, kau lucu sekali. Aku ini yeojachingu-mu, Jungmo-ah. Aku tidak akan melarangmu untuk pergi mengejar impianmu hanya karena alasan bodoh seperti itu."

"Minnie-ah, aku benar-benar beruntung memiliki gadis yang begitu percaya padaku sepertimu. Jeongmal saranghae, Minnie-ah" Jungmo mendekatkan wajahnya pada Sungmin berniat untuk mencium bibir plum Sungmin.

"E-eh? Ju-jungmo-ah kau, apa yang kau lakukan?" tanya Sungmin takut-takut sambil memundurkan wajahnya yang semakin lama semakin dekat dengan wajah Jungmo. Sungmin tahu kalau Jungmo ingin menciumnya dan itu wajar karena mereka adalah sepasang kekasih tapi entah kenapa hati Sungmin menolak. Apa mungkin Sungmin belum siap?

"Eh? Aku hanya ingin menciummu Minnie-ah. Ciuman perpisahan? Kau tidak suka?" tanya Jungmo dengan wajah kesal yang dibuat-buat. Dia melihat Sungmin seperti agak berpikir.

"Emm, itu...aku...baiklah" Sungmin akhirnya menyetujui permintaan Jungmo meskipun dengan wajah yang agak terpaksa. Jungmo pun tak tinggal diam setelah mendengar persetujuan dari Sungmin. Dia mulai mendekatkan wajahnya pada wajah Sungmin yang sudah memerah dan sedang menutup matanya rapat. Sepertinya Sungmin gugup sekali.

CHU~~

"Eh?" Sungmin membuka matanya dan melihat bibir Jungmo yang menempel di dahinya. Dia agak terkejut karena merasakan benda kenyal itu malah menyentuh dahinya bukan bibirnya. Entah kenapa hati Sungmin agak lega karena Jungmo tidak jadi mengambil first kiss-nya. Setelah Jungmo melepas ciumannya, dia memandang Sungmin sambil tersenyum lembut.

"Aku tidak ingin mencium orang yang tidak ikhlas memberikan ciumannya padaku." Sungmin yang mendengar kata-kata Jungmo tersenyum malu. Jungmo benar-benar bisa membaca pikirannya ternyata. "Sudahlah, ayo masuk!" Jungmo berdiri dan mengulurkan tangannya pada Sungmin. Dia membantu Sungmin berdiri, lalu mereka berjalan menjauh dari tempat itu. Mereka tidak menyadari ada sepasang mata yang terluka melihat kebersamaan mereka. Ya, orang itu adalah Cho Kyuhyun yang sedang bersembunyi di belakang semak-semak yang tumbuh di dekat pohon ginko tempat Jungmo dan Sungmin menghabiskan waktu mereka. Kyuhyun memegangi dadanya sambil menangis tertahan.

"Hiks, sampai kapan aku harus menunggu, noona hiks?" gumamnya pada dirinya sendiri. Setelah menghapus air matanya dan menghela nafas sejenak, dia pun bangkit dari tempatnya bersembunyi lalu berjalan lunglai menuju kelasnya yang berada di lantai satu berbeda dengan Sungmin dan Jungmo yang kelasnya berada di lantai dua. Ya, Jungmo dan Sungmin tidak pernah berpikir bahwa selama ini Kyuhyun selalu memperhatikan mereka sedang berduaan di taman belakang sekolah. Mereka tidak tahu kalau mereka sedang melukai hati seseorang dengan apa yang mereka lakukan.

Esoknya di bandara...

Hari ini Jungmo akan berangkat ke Kanada bersama kedua orang tuanya. Ayah Jungmo mendapatkan tawaran untuk bekerja di Kanada selama beberapa tahun karena itu dia membawa serta istri dan anaknya yang memang bercita-cita untuk belajar musik ke luar negeri. Hari ini, Sungmin mengajak Kyuhyun untuk menemaninya mengantarkan Jungmo ke bandara dan Kyuhyun menyetujuinya meskipun harus dipaksa dulu oleh Sungmin. Jungmo mendekati Sungmin yang sedang membujuk Kyuhyun karena sejak mereka berangkat dari rumah, Kyuhyun hanya menekuk wajahnya tanpa tersenyum sedikit pun.

"Minnie-ah?" panggil Jungmo dan Sungmin pun langsung menoleh sambil tersenyum ke arah Jungmo.

"Nde? Kau sudah mau berangkat?" tanya Sungmin ramah.

"Iya. Kau benar-benar tidak apa-apa kan aku tinggal sendiri?" sekarang Jungmo yang balik bertanya.

"Tidak apa kok. Aku akan menunggumu pulang. Kau harus semangat di sana. Ok?" Sungmin menjawab dengan senyum yang sangat disukai oleh Jungmo. Tiba-tiba Jungmo menarik Sungmin ke dalam pelukannya. Dia memeluk Sungmin dengan sangat erat bahkan seolah-olah tidak ingin melepas Sungmin. Dia mengelus rambut pirang sebahu milik Sungmin. "Ju-jungmo-ah?" Sungmin agak risih dengan pelukan tiba-tiba Jungmo. Sungmin merasa agak tidak enak berpelukan di depan umum seperti ini apalagi mereka berdua tidak hanya sendiri di sini. Ada Kyuhyun yang memperhatikan mereka. Ayah dan ibunya Jungmo sedang memeriksa barang bawaan mereka dan memang tidak melihat. Tapi, entah kenapa Sungmin agak merasa tidak enak berpelukan dengan Jungmo di depan Kyuhyun.

"Biarkan sebentar saja Minnie-ah. Ini pelukan terakhirku denganmu. Aku akan sangat amat merindukanmu di sana. Aku berjanji Minnie, aku berjanji akan kembali suatu hari nanti dan menemuimu lagi. Karena itu tunggu aku ya?" Jungmo berkata dengan suara yang agak bergetar. Dan Sungmin yang mendengarnya hanya bisa mengangguk dalam pelukan Jungmo. Setelah agak lama, Jungmo melepas pelukannya dan berjalan ke arah Kyuhyun. Dia mengulurkan tangannya pada Kyuhyun dan Kyuhyun hanya melihat Jungmo datar. Sungmin menatap tajam Kyuhyun seakan berkata cepat-ulurkan-tanganmu padanya. Kyuhyun pun menurut dan mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Jungmo dengan perasaan yang sangat terpaksa. Tiba-tiba saja Jungmo menarik tangan Kyuhyun dan memeluk Kyuhyun sebentar. Dia membisikkan sesuatu di telinga Kyuhyun yang membuat Kyuhyun agak terkejut mendengarnya kemudian mengangguk semangat sambil tersenyum. Sungmin yang tidak tahu apapun, hanya tersenyum lega melihat Kyuhyun yang akhirnya tersenyum pada Jungmo. Mereka jadi terlihat akrab. Entah apa yang dibisikkan oleh Jungmo pada Kyuhyun, Sungmin pun tidak tahu. Hanya Kyuhyun, Jungmo, dan Tuhan saja yang tahu. Dan tentu saja author pun tahu hahaha *tanda-tanda mulai ngerusuh*

Setelah mengucapkan perpisahan pada Sungmin dan Kyuhyun, Jungmo berlari ke arah ayah dan ibunya lalu berjalan menjauh dari Sungmin dan Kyuhyun. Agak lama Sungmin dan Kyuhyun diam dalam posisi mereka masing-masing.

"Kyu, ayo pulang!" akhirnya Sungmin menghancurkan keheningan di antara mereka dan mengajak Kyuhyun pulang. Kyuhyun hanya mengangguk dan mengikuti langkah Sungmin.

Flashback off

"Minnie-ah?" ini sudah kedua kalinya Jungmo memanggil Sungmin tetapi tidak ada respon yang berarti didapatkannya. Sungmin hanya diam dan mematung menatap tempat sampah yang sudah hancur berantakan karena ditendang oleh Kyuhyun. "Minnie-ah? Kau tidak apa-apa?" Jungmo masih berusaha tapi kali ini dia mencoba untuk mengguncangkan tubuh Sungmin.

"Eh?" akhirnya Sungmin melihat Jungmo juga. "Sudah bel masuk ya, Jungmo-ssi?" tanya Sungmin tanpa sadar. Pikirannya masih melayang di tempat lain. Jungmo yang mendengar pertanyaan Sungmin hanya bisa terkejut. Bagaimana dia tidak terkejut, Sungmin yang notabene adalah kekasihnya, meskipun kita belum tahu apakah Sungmin masih beranggapan sama dengan Jungmo tentang hubungan lama mereka, menyebut nama Jungmo dengan formal seakan-akan mereka baru pertama kali bertemu.

"Minnie, kau menyebutku Jungmo-ssi? Apa aku tidak salah dengar?" tanya Jungmo sambil masih menatap mata Sungmin. Dia menuntut penjelasan Sungmin. Sungmin yang akhirnya sadar sepenuhnya dari lamunannya ikut terkejut mendengar pertanyaan Jungmo.

"Eh? Itu...aku...maafkan aku! Aku tidak sadar kalau aku tadi memanggilmu begitu, Jungmo. Maaf!" Sungmin membungkukkan badannya berkali-kali di hadapan Jungmo. Jungmo yang melihat Sungmin hanya tersenyum mengerti. Dia merasa ini semua salahnya karena meninggalkan Sungmin sangat lama bahkan tidak pernah menghubungi Sungmin satu kali pun.

"Arasso Minnie-ah. Aku tahu aku yang salah karena tidak pernah menghubungimu dan hari ini aku tiba-tiba datang ke hadapanmu dengan tiba-tiba. Aku yang harusnya meminta maaf padamu. Mianhae..." kali ini Jungmo yang menunduk di hadapan Sungmin. Sungmin malah kelabakan dan menyuruh Jungmo untuk menyudahi acara saling meminta maaf ini. "Jika kau belum bisa menerima kedatanganku, maka aku akan membuatmu menerima pernyataan cintaku sekali lagi. Bagaimana Minnie?" Sungmin yang bingung harus menjawab apa hanya mengangguk. Dia pikir dia harus bisa memikirkan perasaannya yang dulu sangat menyukai Jungmo daripada memikirkan perasaannya pada Kyuhyun yang bahkan tidak dia mengerti sama sekali.

Teng Teng Teng

"Eh, sepertinya bel sudah berbunyi. Ayo masuk!" ajak Sungmin pada Jungmo. mereka berjalan beriringan menuju kelas mereka, XII IPA 1.

Sementara itu, Kyuhyun sedang berada di atap sekolah. Lagi-lagi dia memegang dadanya dan menghela nafas sejenak. Dia mencoba menenangkan hatinya yang begitu sakit melihat dua kejadian tiba-tiba yang terjadi di depannya tadi. Pertama, Kim Jungmo yang datang kembali ke kehidupan Sungmin yang berarti tanda bahwa dia harus menunggu Sungmin lebih lama lagi untuk dijadikan miliknya. Dan kedua, Jungmo mencium bibir plum Sungmin di depannya. Memang Kyuhyun lebih dulu merasakan bibir plum itu dibandingkan Jungmo, tetapi dia tidak mau bibir itu disentuh oleh bibir laki-laki lain selain bibirnya. Kyuhyun egois? Ya, dia memang selalu egois mengenai apapun yang menyangkut noona tercintanya itu. Rasanya ingin sekali dia memukul wajah Jungmo tadi tapi apa daya dia tidak dapat melakukan sesuatu buruk pada laki-laki yang begitu dicintai Sungmin noonanya. Perasaan cintanya yang sudah dia pendam selama 10 tahun ini bisa menjadi taruhannya jika dia melakukan hal itu. Akhirnya, tempat sampah malang itulah yang menjadi korbannya.

Kriett

Suara pintu atap sekolah terbuka. Dan Kyuhyun melihat seorang gadis berambut hitam panjang yang sangat dikenalnya menatapnya dengan tatapan yang agak terkejut.

"Kyuhyun? Sedang apa kau di sini?" tanya gadis itu sambil mendekat ke arah Kyuhyun. Kyuhyun hanya tidak menjawab apapun. Dia malah mengalihkan pandangannya ke langit sambil mengubah posisinya menjadi tiduran di lantai. "Ya! Cho Kyuhyun! Aku tanya kau sedang apa? Kenapa kau tidak menjawab?" gadis itu agak meninggikan nada bicaranya sambil memandang Kyuhyun yang sedang memejamkan matanya. Gadis itu tahu kalau Kyuhyun tidak tidur sama sekali. Dia pun mencoba memanggil Kyuhyun lagi. "Kyuhyun-ah, kau benar-benar tidak pernah diajarkan sopan santun ya? Kalau orang bertanya harusnya kau menjawab!"

"Ya! Jangan ganggu aku Seo Joohyun!" Kyuhyun bangkit dari posisinya dan menatap gadis itu dengan tatapan menantang.

"Aku tidak mengganggu. Aku kan hanya bertanya." Jawab gadis yang dipanggil Seo Joohyun itu santai. Dia mengambil tempat di samping Kyuhyun namun agak jauh. "Kau ada masalah?" tiba-tiba gadis yang akrab dipanggil Seohyun itu bertanya lagi pada Kyuhyun.

"Kau suka sekali mengurusi urusan orang ya? Kau semakin mirip dengan Yonghwa hyung tahu. Ckckck."ujar Kyuhyun lalu kembali ke posisi tiduran di lantai.

"Hahaha, setidaknya Yong oppa lebih baik darimu tahu." Sekarang Seohyun mulai membalas kata-kata Kyuhyun. "Aku tebak, kau pasti ada masalah dengan anak baru yang bernama Kim Jungmo itu kan?"

"Bagaimana kau bisa tahu?" Kyuhyun bertanya tanpa merubah posisinya.

"Tentu saja aku tahu. Gosip tentang kau yang menendang tempat sampah tadi pagi sudah beredar cepat tahu." Seohyun hanya menjawab dengan nada datar tanpa melihat Kyuhyun. "Apa anak baru itu punya hubungan dengan Sungmin sunbae?"

"Kau menguntitku ya? Kenapa kau bisa tahu kalau Jungmo hyung punya hubungan dengan Minnie noona?" Kyuhyun bangkit dari posisi tidurnya dan mulai menatap Seohyun dengan pandangan curiga.

"Memangnya siapa lagi yang bisa membuatmu gelisah seperti ini kalau bukan Sungmin sunbae?" Seohyun masih menjawab dengan datar.

"Pasti Yonghwa hyung cerita yang tidak-tidak tentang Minnie noona padamu kan?" tuduh Kyuhyun lagi.

"Ya! Jangan pernah menuduh Yong oppa sembarangan ya? Dia itu lelaki yang terbaik yang pernah ada tahu. Lagipula aku tahu dari matamu yang memandang Sungmin sunbae. Ada yang berbeda. Pandangan matamu seperti pandangan mata Yong oppa saat pertama kali aku bertemu dengannya. Aku benar kan?" tanya Seohyun lagi.

"Ne, kau benar! Kau memang jenius Nyonya Jung Yonghwa." Kata Kyuhyun sinis.

"Terima kasih. Ya, sudahlah sepertinya aku harus pergi. Aku tidak mau membolos pelajaran kedua. Kau juga sebaiknya masuk ke kelasmu. Jangan sampai ada yang khawatir dan malah salah paham lagi melihatmu bersamaku sekarang. Annyeong!" Seohyun pun pergi menjauh dari Kyuhyun yang malah memikirkan kata-kata terakhir Seohyun.

"Apa maksudnya? Sudahlah, aku malas masuk kelas sekarang. Aku tidak mau bertemu si Jungmo itu." Kyuhyun mengeluarkan benda hitam dari sakunya dan mulai memencet-mencet benda itu. Tak berapa lama kemudian, dia larut dalam permainan PSP-nya.

Author POV end

Sungmin POV

Aku sudah berada di kelas sekarang. Tapi, aku tidak melihat Kyuhyun sama sekali. Apa dia tidak apa-apa? Aish, untuk apa aku mengkhawatirkannya? Pasti dia sedang bersama Donghae dan Hyukkie sekarang.

"Kemana si maknae itu pergi ya? Aku sudah keliling sekolah mencarinya tapi tidak ketemu juga. Dasar pabbo!" suara itu bukannya suara Donghae. Aku menolehkan pandanganku ke arah pintu kelas. Benar itu Donghae dan Hyukkie. Loh, Kyuhyun tidak bersama mereka?

"H-hyukkie-ah!" refleks aku memanggil Hyukkie sahabat baikku sekaligus yeojachingu-nya Donghae.

"Ne, Minnie?" Hyukkie menarik Donghae menuju ke tempat dudukku. Aku melihat raut wajah Donghae yang benar-benar lelah. Sepertinya dia benar-benar mengelilingi setiap sudut sekolah ini untuk mencari Kyuhyun. Ckckck, kemana anak itu pergi sih!

"Jungmo mana Min?" tiba-tiba Donghae mengehentikan lamunanku tentang Kyuhyun. Tunggu! Kenapa aku lagi-lagi melamunkan Kyuhyun?

"Eh? Dia sedang ada urusan di ruang kepala sekolah. Katanya dia akan datang saat pelajaran dimulai bersama Kim songsaeng." Kataku seadanya. Aku akui aku khawatir pada Kyuhyun. Anak itu pasti sedang ada masalah. Tapi apa? Kenapa dia tidak cerita padaku? "Oya, kalian belum menemukan Kyuhyun?" tanyaku akhirnya. Dan duo HaeHyuk itu menggeleng kompak.

"Kau tahu Minnie? Aku dan Fishy-ku sampai pegal karena mencari anak itu. Ya kan chagiya?" Hyukkie berkata padaku sambil mengusap peluh di dahi Donghae dengan sapu tangannya.

"Chagiya, bukannya itu sapu tangan bekas kamu flu kemarin lusa? Kan kotor chagi." Omo, bisa-bisanya Hyukkie mengelap keringat Donghae menggunakan sapu tangan beracun itu. Aku ingat sekali kalau kemarin lusa itu Hyukkie flu berat bahkan sampai mengeluarkan cairan kuning yang dikenal author dengan sebutan ingus itu sampai sapu tangan itu lecek. Dan dia belum mencucinya! Garis bawahi kata-kata 'belum mencucinya' itu. Baiklah. Daripada memikirkan pasangan aneh itu lebih baik aku mencari Kyuhyun. Entah kenapa aku yakin kalau aku tahu dia dimana.

"Donghae, Hyukkie, aku ke toilet sebentar ya? Jika Kim songsaengnim masuk tolong izinkan aku ya?" kataku sambil terburu-buru. Dan duo HaeHyuk itu hanya mengangguk sambil melanjutkan acara mesra-mesraannya.

Aku segera berlari keluar kelas. Aku berlari mengikuti kata hatiku hingga aku sampai di depan sebuah pintu yang ku tahu adalah pintu menuju atap sekolah. Apa Kyuhyun ada di sini? Aku agak ragu karena aku hanya mengikuti perasaanku saja. Ah, aku coba lihat saja. Aku membuka sedikit pintu itu sebelum aku mendengar suara seseorang yang aku yakin adalah Kyuhyun.

"Ya! Jangan ganggu aku Seo Joohyun!" itu suara Kyuhyun. Aku berhenti membuka pintu itu dan berpikir sebentar. Tunggu! Apa tadi dia menyebut nama Seo Joohyun? Gadis yang waktu itu di taman bermain yang berpelukan dengan Kyuhyun kah?

DEG!

Aww, ke-kenapa dadaku jadi sakit begini! Rasanya aku jadi ingin menangis. Tidak, jangan menangis Lee Sungmin. Apa yang harus kau tangisi pabbo?

Tes tes tes

Ya Tuhan, lagi-lagi aku menangis tanpa sadar. Ada apa sih denganku? Aku harus mengajak Kyuhyun masuk kelas sekarang. Aku berjuang melawan hatiku dan membuka sedikit pintu yang ada di hadapanku ini. Karena aku membukanya dengan pelan sepertinya tidak ada yang menyadari kalau aku sudah membuka pintu itu agak lebar sehingga aku bisa melihat yang ada di balik pintu itu.

DEG DEG DEG

Issh, kenapa sakitnya muncul lagi. Ini benar-benar sakit.

Tes tes tes

Kenapa air mataku makin deras. Aku kenapa sih?

"Terima kasih. Ya, sudahlah sepertinya aku harus pergi. Aku tidak mau membolos pelajaran kedua. Kau juga sebaiknya masuk ke kelasmu. Jangan sampai ada yang khawatir dan malah salah paham lagi melihatmu bersamaku sekarang. Annyeong!" omo, aku harus segera pergi dari sini. Si Seohyun itu menuju ke arahku sepertinya. Aku segera menutup pintu itu dengan hati-hati lalu berbalik menuju tangga yang akan membawaku menjauh dari sini.

"Kau sedang apa Sungmin sunbae?" jangan-jangan, itu suara... "Seo Joohyun imnida, kau bisa memanggilku Seohyun saja sunbae." Dia benar-benar Seohyun. Aku pun terpaksa menoleh ke arahnya. Tentunya setelah menghapus air mataku yang dari tadi mengalir sendiri tanpa aku inginkan.

"S-sungmin imnida. Bangapseumida." Ucapku agak gugup dan membungkukkan badanku. Aku tidak boleh terlihat aneh di depan gadis ini.

"Sunbae melihat ku dan Kyuhyun ya?" tanyanya tiba-tiba. Membuatku mengangkat kepalaku melihatnya.

"A-ah t-tidak k-kok. Aku baru saja sampai."kenapa aku malah berbohong sih.

"Ooh!" untunglah dia tidak salah paham padaku. Malu sekali aku kalau ketahuan mengintip orang pacaran. "Sunbae jangan salah paham ya? Aku sudah punya pacar kok. Dan pacarku bukan Kyuhyun. Jadi, sunbae tidak usah khawatir. Aku pergi dulu ya sunbae?" gadis bernama Seohyun itu tersenyum padaku sebelum meninggalkanku mematung sendirian memikirkan kata-katanya. Entah kenapa kata-katanya membuatku lega. 'Dan pacarku bukan Kyuhyun'? Memangnya urusanku ya, siapa pacarnya? Kenapa dia bilang begitu padaku? Haah, dadaku masih agak perih. Apa aku pulang saja? Sepertinya aku sakit. Sudahlah aku minta izin pulang saja.

Sungmin POV end

Author POV

Di kelas XII IPA 1

Teng teng teng

"Ya, saya akhiri pelajaran ini sampai di sini. Jangan lupa minggu depan saya akan mengadakan test untuk mengukur kesiapan kalian mengikuti ujian akhir. Jangan lupa belajar. Selamat siang." Ujar Kim sonsaengnim, guru matematika di sekolah itu.

Setelah Kim sonsaengnim keluar kelas, terlihat Donghae menghampiri Eunhyuk yang sedang sendirian karena Sungmin yang izin pulang duluan karena merasa tidak enak badan. Wajah Eunhyuk terlihat sangat stress berbanding terbalik dengan Donghae yang malah tersenyum-senyum tidak jelas. Donghae melingkarkan lengannya di leher mulus Eunhyuk, menaruh dagunya di bahu kanan Eunhyuk lalu mencium pipi kanan Eunhyuk dari belakang. Hal itu membuat si pemilik pipi terkejut dan sedikit merinding mendapatkan perlakuan seperti itu.

"Ya! Lee Donghae! Kau hampir membuatku jantungan tahu!" Eunhyuk membentak namjachigu-nya.

"Kenapa kau marah, chagiya? Bukannya biasanya kau menyukai semua sentuhanku?" kata Donghae merengek sambil melepaskan lingkaran tangannya di leher Eunhyuk.

"Ya! Jangan mengatakan hal ambigu seperti itu! Orang lain bisa salah paham pabbo!" wajah Eunhyuk mulai merona merah mendengar kata-kata Donghae yang bisa memberikan penafsiran aneh-aneh bahkan tidak-tidak pada orang lain bahkan pada readers yang masih belum cukup umur *readers: Lo kali thor!* *author pundung dipojokan lagi*

"Aku kan hanya mengatakan yang sebenarnya." Lagi-lagi Donghae mengatakan hal ambigu yang membuat Eunhyuk malu setengah hidup (?). Sebenarnya, hubungan duo HaeHyuk ini belum sejauh pikiran readers semua *ngelempar kesalahan ke readers*. Hal yang paling jauh dilakukan duo HaeHyuk ini baru sebatas ciuman bibir yang saling melumat bibir saja bahkan belum sampai tahap French Kiss apa lagi 'itu'.

"Hei, kalian! Kalau mau bicara yadong jangan di sini juga kali. Kasihan nih my Wookie-chagi. Dia belum pantas mendengar pembicaraan rate M kalian." Ini suara Kim Jongwoon aka Yesung yang memprotes pembicaraan HaeHyuk sambil menutup telinga Wookie, yeojachingunya.

"Memang mereka bicara apa oppa?" tanya Wookie penasaran. Dia melepaskan tangan Yesung yang menutup telinganya.

"Bukan apa-apa kok chagiya. Ayo kita makan lagi!" Yesung mencoba mengalihkan perhatian Wookie dan mengajaknya menyantap bekal makan siang mereka.

"Wookie-ah!" panggil Eunhyuk pada Wookie yang sedang asyik makan siang bersama Yesung.

"Ne, eonnie?" Wookie meletakkan sumpitnya dan menoleh ke arah Eunhyuk.

"Minnie sakit apa?" Eunhyuk bertanya serius mengacuhkan Donghae yang sekarang mengerucutkan bibirnya tanda sedang ngambek.

"Anio, dia hanya bilang sedang tidak enak badan saja." Kata Wookie sambil mengangkat bahunya. Dia mengambil sumpitnya lagi lalu mulai menyantap makan siangnya lagi.

"Hyukkie-chagi, makan yuk! Aku lapar nih!" raut wajah Donghae tiba-tiba berubah dari cemberut menjadi memelas. Dia menarik-narik tangan Eunhyuk seperti anak kecil yang minta makan pada ibunya.

"Baiklah Hae. Ayo ke kantin!" kata Eunhyuk yang diikuti anggukan terlalu semangat dari Donghae. Eunhyuk berniat berjalan duluan tapi ditahan oleh Donghae. Tiba-tiba jemari tangan Donghae menyusuri jemari tangan Eunhyuk lalu mengaitkan jari-jari mereka. Tangan mereka pun saling menggenggam erat sekarang.

"Nah, begini baru nyaman. Ayo ke kantin!" Donghae menarik tangan Eunhyuk yang ada di genggaman tangannya lembut. Eunhyuk hanya mengikuti langkah Donghae sambil menunduk menyembunyikan wajah merah meronanya. Eunhyuk tahu kalau Donghae kadang bisa bersikap childish tiba-tiba tapi dengan tiba-tiba juga dia bisa bersikap romantis dan tak terduga seperti ini. Membuat Eunhyuk salah tingkah dan gugup setengah mati. Inilah yang membuat Eunhyuk sangat mencintai Donghae. Entah sejak kapan dia membutuhkan Donghae untuk selalu menguatkannya. Bahkan stress karena ujian matematika, pelajaran yang paling dibenci Eunhyuk, minggu depan hampir tidak diingatnya lagi sekarang. Karena Donghae membuat stressnya lenyap begitu saja.

Sementara HaeHyuk berjalan menuju kantin untuk mengisi perut mereka, YeWook sedang berduaan di kelas sambil menikmati bekal makan siang yang dibawa oleh Wookie.

"Oppa, Hyukkie eonnie sepertinya sangat mencintai Donghae oppa ya? Aku melihat wajah Hyukkie eonnie tadi memerah saat tangannya digenggam oleh Donghae oppa." Tanya Wookie pada Yesung setelah HaeHyuk pergi dari kelas meninggalkan mereka berdua.

"Tentu saja Wookie-chagi. Mereka kan sepasang kekasih. Jelas saja mereka saling mencintai satu sama lain. Seperti aku mencintaimu dan kau mencintaiku." Kata Yesung menjelaskan. Dia sedikit tersenyum menggoda Wookie pada kata-kata terakhirnya.

"Kalau aku bilang aku tidak mencintai oppa? Bagaimana?" Wookie membalas tatapan menggoda Yesung padanya dengan tatapan malas. Yesung yang mendengar kata-kata Wookie hanya bisa ber-sweatdrop-ria.

"Kau bercanda kan Wookie? Kalau kau tidak mencintaiku, untuk apa kau menerima pernyataan cintaku?" tanya Yesung takut-takut. Dia berharap Wookie hanya mengerjainya.

"Aku menerima oppa karena aku kasihan melihat oppa selalu mengejar-ngejarku terus tahu."ucap Wookie dengan tampang datar sambil terus memakan bekal makan siangnya. Sedangkan Yesung sudah memandang Wookie dengan tatapan kecewa. Dia tidak tahu bahwa perasaan Wookie padanya hanya sedangkal itu. Padahal dia rela mengorbankan segalanya untuk Wookie. Kasihan sekali uri Yesungie.

"Kalau begitu, apa tidak lebih baik kalau kita putus saja? Kau tidak bahagia kan?" kata Yesung sambil melepas sumpitnya dan meletakkannya kembali ke dalam bekal makanan yang disiapkan Wookie untuknya. Dia akan beranjak meninggalkan Wookie dan menuju keluar kelas sebelum sebuah suara menginterupsi kegiatan bodohnya.

"Hmmph, oppa kau benar-benar percaya kata-kataku ya?" kata Wookie menahan tawa yang sudah tidak sabar keluar dari tadi.

"Mwo? Jadi kau…" Yesung sepertinya baru sadar dengan kebodohannya sendiri. Sudah 5 bulan dia berpacaran dengan Wookie tapi belum sadar kalau Wookie suka sekali mengerjainya. Ckckck, uri Wookie memang jahil ya?

"HAHAHAHA! Hmphh, mianhae oppa. Aku hanya ingin mengerjaimu saja." Kata Wookie lagi sambil menarik tangan Yesung agar kembali duduk dan menyelesaikan makan siang mereka sebelum bel berbunyi.

"Ya! Wookie-chagi! Kenapa kau suka sekali mengerjaiku hah?" Yesung meratapi nasibnya dan kembali menyelesaikan makan siangnya.

"Hehehe, oppa saja yang tidak pernah sadar kalau aku kerjain. Mianhae ya oppa?" ucap Wookie lagi sambil memasang jurus innocent eyes-nya. Dan tentu saja dapat meluluhkan hati Yesung sepenuhnya.

"Ya sudahlah. Ayo cepat makan!" Yesung pun mengalah untuk kesekian kalinya. Memang nasibnya harus selalu jadi korban kejailan Wookie.

"Gomawo oppa! Saranghae!" ucap Wookie sambil mencium pipi kiri Yesung sekilas. Yesung hanya terkejut sambil memegang pipinya. Ya, Wookie juga tidak tahu sejak kapan dia jadi sangat membutuhkan Yesung. Meskipun dia tahu Yesung sering tidak sensitif dengan apa yang Wookie inginkan tetapi Wookie mencintai sisi Yesung yang selalu jujur padanya itu.

Di kantin sekolah...

"Ya! Hae Hyung, aku haus!" seru sebuah suara menginterupsi kegiatan bermesraan HaeHyuk.

"Omo, Kyu! Kau kemana saja?" Donghae menatap Kyuhyun yang tiba-tiba sudah berada di sampingnya.

"Hehehe, aku keasyikan bermain hyung. Aku haus hyung!" kata orang yang kita ketahui bernama Kyuhyun itu sok manja.

"Pesan saja sendiri Kyu. Kau ini mengganggu orang saja." Jawab Eunhyuk, yeojachingu-nya Donghae, sinis.

"Aku tidak minta padamu noona. Kenapa kau yang jawab. Habiskan saja makananmu sana!" balas Kyuhyun ketus sambil memberi deathglare pada Eunhyuk. Dan Eunhyuk pun hanya membalas dengan deathglare juga. Donghae segera mengakhiri acara saling men-deathglare antara Kyuhyun dan Eunhyuk sebelum dua orang itu membuat keributan di kantin.

"Sudahlah Kyu! Kau pesan minum sendiri saja sana." Kata Donghae mengakhiri perdebatan tidak penting itu.

"Huh! Oya, Minnie noona mana, Hyukkie noona? Apa dia sedang berduaan dengan PACAR-nya itu?" Kyuhyun bertanya dengan malas. Dia tidak jadi memesan minum tapi menghabiskan jus melon milik Donghae. Donghae yang sadar hanya menggeleng pasrah melihat kelakuan Kyuhyun yang seenak jidat Yoochun-oops salah-jidatnya.

"Makanya kalau cemburu nggak usah kabur. Minnie sakit jadi minta izin pulang duluan tadi." Kata Eunhyuk masih dengan nada sinis.

"MWO! MINNIE NOONA SAKIT!"teriak Kyuhyun di depan Eunhyuk. Refleks Eunhyuk dan Donghae menutup telinga mereka.

"Ya! Biasa aja kali Kyu." Donghae menimpali sambil memukul kepala Kyuhyun.

"Appo hyung!" ucap Kyuhyun sambil memegang kepalanya yang dipukul oleh Donghae. Dia kembali menatap Eunhyuk penasaran. " Sakit apa noona?"

"Aku juga tidak tahu. Dia hanya bilang tidak enak badan sehabis dari toliet. Apa jangan-jangan kau bertemu Minnie lalu mengatakan hal tidak-tidak yang membuat Minnie sedih ya?" tuduh Eunhyuk.

"Mwo? Aku belum ada bertemu Minnie noona seharian ini kok?" bela Kyuhyun.

"Tapi aku pikir Minnie tadi mencarimu Kyu. Soalnya dia sempat bertanya padaku dan Hyukkie, apakah kami sudah menemukanmu atau tidak. Ya kan chagi?" kini giliran Donghae yang menjelaskan dengan pose berpikir.

"Benarkah? Tapi aku tidak bertemu Minnie noona seharian ini." Gumam Kyuhyun pada dirinya sendiri. Dia terlihat agak berpikir sebentar sebelum tiba-tiba dia teringat sesuatu.

Author POV end

Kyuhyun POV

Aku benar-benar tidak bertemu Minnie noona seharian ini. Omo, jangan-jangan...

'Jangan sampai ada yang khawatir dan malah salah paham lagi melihatmu bersamaku sekarang.' Ya Tuhan kenapa aku tidak menyadari kata-kata Seohyun tadi. Tapi apa yang dimaksudnya Minnie noona? Untuk apa Minnie noona salah paham padaku dan Seohyun? Aku harus mencari Seohyun sekarang.

"Emm, Hae hyung, Hyukkie noona, aku pergi dulu ya? Aku ada urusan." Kataku terburu-buru namun aku berbalik sebentar karena mengingat sesuatu. "Oya, aku izin pulang duluan ya? Bilang saja aku sedang tidak enak badan. Gomawo!" kataku lalu berlari menjauh dari Hae hyung dan Hyukkie noona yang menatap kepergianku dengan raut wajah kesal.

Aku harus segera ke kelas Seohyun dan bertanya padanya sekarang. Minnie noona kau sakit apa sih?

Itu dia kelas Seohyun. Semoga dia ada di kelas. Aku melihat ke dalam kelas Seohyun tapi aku tidak menemukannya. Kemana sih dia? Aish!

"Loh, Kyu? Kau sedang apa di kelasku?" sebuah suara cempreng yang aku yakin adalah suara dongsaengnya Minnie noona, Ryeowook atau aku sering memanggilnya Wookie.

"Wookie, kau lihat Seohyun tidak?" kataku tanpa basa-basi pada Wookie. Hanya aku dan Wookie yang tahu hubungan Seohyun dengan kakak sepupuku yang sedang ada di Jepang, Jung Yonghwa. Jadi, Wookie tidak akan salah paham kalau aku mencari Seohyun.

"Seohyun? Tadi aku lihat dia pergi ke arah parkiran. Dari raut wajahnya, sepertinya dia tidak sabar bertemu seseorang tapi aku tidak tahu siapa." Kata Wookie panjang lebar. Bertemu seseorang? Siapa?

"Ya sudah, gomawo Wookie!" aku berterima kasih pada Wookie sebelum berlari menuju ke arah parkiran.

Sekitar 5 menit aku berlari, akhirnya aku sampai juga di parkiran. Aku tadi mampir sebentar ke kelasku untuk mengambil tasku. Dan sekarang aku sedang berada di parkiran. Semoga Seohyun belum pergi.

"Oppa, kenapa kau tidak memberitahuku kalau kau pulang hari ini?" ini suara Seohyun. Aku yakin sekali, tapi dia berbicara dengan siapa?

"Hyun-ah, aku ingin memberimu kejutan tahu!" suara laki-laki? Tapi aku seperti familiar dengan suaranya. Apa si Seohyun selingkuh lagi di belakang Yonghwa hyung. Wah, wah tidak kusangka anak sepolos dia bisa selingkuh juga, ckckckck. Aku harus menemui Seohyun sekarang.

"Seo..."omo, Seohyun berciuman dengan laki-laki lain! Yonghwa hyung, kau sudah diselingkuhi gadis polos kebanggaanmu itu. Setelah agak lama aku menunggu Seohyun dan lelaki misterius itu berciuman akhirnya mereka melepas ciuman mereka. Capek juga menunggu orang sedang berciuman rupanya tapi kalau aku dan Minnie noona yang berciuman, selama apapun pasti tidak akan lelah *yadong mode on*. "Ya! Seohyun-ah, aku sudah men..."omo lagi-lagi aku terkejut. Laki-laki itu ternyata...

"Kyu? Apa yang kau lakukan di sini?" laki-laki yang ternyata Yonghwa hyung itu menyapaku. Jadi dari tadi aku sudah menuduh orang lain yang tidak-tidak ya? Tapi bukannya Yonghwa hyung masih ada di Jepang?

"Eh? Yonghwa hyung, kau sudah pulang? Kok aku tidak tahu?" kataku jujur.

"Aku memang ingin memberi kejutan untuk Seohyun. Makanya aku pulang diam-diam. Kau apa kabar Kyu?" kata Yonghwa hyung padaku. Aku hanya menjawab seadanya lalu aku segera ingat tujuan awalku.

"Hyung, aku ingin bicara pada Seohyun dulu boleh ya?" kataku meminta izin. Dan Yonghwa hyung hanya menggangguk mengiyakan. Aku menarik Seohyun agak menjauh dan menginterogasinya. "Apa Minnie noona tadi melihat kita di atap?"

"Kau baru sadar?" kata Seohyun datar.

"Iya aku baru sadar. Dan kau bertemu dengan Minnie noona atau tidak?" tanyaku lagi penasaran.

"Iya. Aku menangkap basah dia yang mau kabur." Seohyun masih menjawabku dengan singkat.

"Apa yang dia katakan?" tanyaku lagi

"Dia tidak mengatakan hal penting. Tapi sepertinya dia benar-benar salah paham padaku. Dia seperti habis menangis dan memegang dadanya seperti habis sesak nafas. Lalu aku bilang saja kalau aku sudah punya namjachingu dan itu bukan kau." kata Seohyun menjelaskan sedetail-detailnya padaku. Jadi memang gara-gara itu ya?

"Oya, Kyu! Ini hanya tebakanku saja sih. Tapi entah kenapa aku berpikir kalau Sungmin sunbae itu terlihat masih bingung dengan perasaannya padamu." Apa kata Seohyun? Minnie noona bingung dengan perasaannya? Apa mungkin Minnie noona belum mengerti apa itu cinta? Tapi, bukannya dia sudah pernah berpacaran dengan Jungmo? Apa dasarnya dia menerima perasaan Jungmo? Apa bukan karena cinta? Aarghh! Aku bingung! Sebaiknya aku bertanya pada noona langsung.

"Seohyun-ah, gomawo. Aku harus pergi dulu."kataku tanpa berpamitan dan langsung berlari keluar sekolah menuju rumah Minnie noona.

Kyuhyun POV end

Sungmin POV

"Kau benar-benar tidak enak badan chagiya?" kata umma sambil mengelus rambutku yang sedang berbaring di tempat tidur. Aku juga bingung aku sakit apa? Yang jelas dadaku masih agak sakit kalau mengingat Kyuhyun dengan Seohyun di atap sekolah dan di Lotte World kemarin. Aku juga tiba-tiba menangis tanpa sadar. Jelas saja ada yang salah di diriku kan?

Aku bangkit dari posisiku dan duduk menyandar pada tempat tidur. Aku menatap ummaku sebentar, bingung apa harus bercerita semuanya atau tidak. "Umma, aku sebenarnya bingung." Akhirnya aku bicara juga.

"Bingung apa chagi? Kau boleh bercerita pada umma kalau mau." Umma tersenyum. Senyum yang menguatkanku. Akhirnya aku bercerita semuanya pada umma. Tentang keanehanku dua hari ini yang sering sekali menangis tanpa sadar. Tentang sakit di dadaku saat melihat Kyuhyun dengan Seohyun. Bahkan tentang Jungmo, pacarku saat SMP, yang entah kenapa aku tidak terlalu senang dengan kedatangannya. Umma hanya mendengarkan segala curahan hatiku dengan sabar dan tersenyum kecil beberapa kali. Sepertinya umma memang satu-satunya yang bisa aku percayai sekarang. Setelah aku selesai bercerita, aku menunggu respon umma.

"Chagiya, umma punya pertanyaan untukmu."kata umma padaku. Aku hanya mengerutkan kening bingung namun aku memperbolehkan umma bertanya. "Menurutmu, apakah oksigen yang kamu gunakan untuk bernafas itu, kamu inginkan atau kamu butuhkan?" kenapa umma bertanya tentang oksigen?

"Mmm, tentu saja aku butuhkan umma." Jawabku yakin. Aku tidak perlu otak jenius untuk menjawab pertanyaan mudah seperti itu.

"Kalau begitu, kalau kamu disuruh untuk memilih salah satu antara sesuatu yang kamu inginkan dan yang kamu butuhkan, apa yang kamu pilih?" tanya umma lagi. Aku makin bingung.

"Mmm, aku pilih yang aku inginkan. Aku pasti menyukai sesuatu yang aku inginkan." Kataku

"Tapi, apa kau membutuhkannya? Apa sesuatu itu tidak menjadi sia-sia suatu hari nanti? Mungkin saja kau akan bosan dengan sesuatu itu." Benar juga kata umma.

"Jadi maksud umma aku harus memilih apa yang aku butuhkan bukan apa yang aku inginkan?" tanyaku memastikan dan umma membalas dengan mengangguk.

"Benar sekali chagi. Sesuatu yang kamu butuhkan memang tanpa sadar datang di hidupmu. Dia datang tanpa harus kau inginkan terlebih dahulu namun saat dia datang dia akan mengukir sesuatu di dalam hidupmu. Sesuatu itu akan memberikan segalanya yang kamu perlukan tanpa kamu harus meminta. Dia perlahan-lahan menjadi sesuatu yang berharga bagimu dan tak terpisahkan dari hidupmu. Saat kamu kehilangannya, kamu akan merasa kosong dan kurang. Kamu akan merasakan betapa berharganya dia. Bahkan air matamu saja tidak bisa mengembalikan sesuatu itu kepadamu. Dan kamu tahu chagi, itulah yang namanya cinta. Kau mengerti?" aku hanya mengangguk tanda mengerti.

"Jadi, apa hubungannya dengan ceritaku tentang Kyuhyun dan Jungmo umma?" tanyaku tiba-tiba.

"Kau harus bisa memilih salah satu di antara mereka Minnie-chagi. Siapa yang sebenarnya kamu cintai?" kata umma lagi sebelum menutup pintu kamarku. Sepertinya ada tamu karena dari tadi ada suara bel berbunyi. Jadi, aku harus memilih salah satu dan melepaskan salah satunya? Tapi bagaimana caranya aku mengartikan perasaanku?

Sungmin POV end

Author POV

"Ya, sebentar." Leeteuk berjalan menuju pintu dan membuka pintu rumah mungilnya. Dan apa yang dilihatnya? Dua orang pemuda seumuran putrinya sedang berdiri di depan pintu. Satunya sedang memasang senyum manis yang ramah sedang yang lainnya memasang wajah cemberut. Mereka berdua sepertinya bolos sekolah untuk datang ke sini. "Cari Minnie ya?" tebak Leeteuk.

"Iya, ahjumma. Minnie noona tidak apa-apa kan? Dia sakit apa?" tanya pemuda yang tadi memasang wajah cemberut namun kini berubah khawatir.

"Minnie hanya kecapekan aja Kyu. Kalian bolos sekolah?" ucap Leeteuk sambil menatap Kyuhyun dan pemuda lainnya yang bernama Kim Jungmo.

"Iya, ahjumma. Saya khawatir dengan keadaan Sungmin. Apa saya boleh menjenguknya sebentar?" tanya Jungmo sopan berbanding terbalik dengan pemuda yang berada di sebelahnya.

"Eh? Kau yang bernama Jungmo ya?"tanya Leeteuk lagi.

"Ne, ahjumma. Kim Jungmo imnida." Kata Jungmo memperkenalkan dirinya sopan. Kyuhyun yang melihatnya hanya mengernyit tidak suka.

"Ahjumma, aku masuk sekarang ya? Minnie noona ada di kamarnya kan?" kata Kyuhyun membuat Leeteuk menoleh kepadanya. Leeteuk tersenyum pada Kyuhyun dan mengajak mereka berdua masuk ke dalam rumahnya. Leeteuk menunjukkan jalan ke kamar Sungmin pada Jungmo sedangkan Kyuhyun sudah berlari duluan menuju kamar Sungmin.

Di kamar Sungmin, Sungmin malah sedang berpikir keras. Dia masih bingung dengan kata-kata ummanya yang menyuruhnya memilih antara Kyuhyun dan Jungmo.

Brakkk!

Suara pintu yang dibanting membuat kepala Sungmin menoleh ke arah pintu dan mendapati Kyuhyun sedang berdiri dengan raut wajah yang sangat khawatir. Membuat Sungmin bingung melihatnya. Tiba-tiba saja Kyuhyun berlari ke arah Sungmin dan memeluk noona tercintanya itu erat. Sungmin terkejut karena dipeluk tiba-tiba oleh Kyuhyun hanya diam.

"Noona, gwenchanayo?"ucap Kyuhyun dalam pelukannya. Mendengar kata-kata Kyuhyun yang bernada khawatir membuat Sungmin tersenyum bahagia. Tanpa sadar Sungmin memejamkan matanya dan menyandarkan kepalanya di dada Kyuhyun. Menikmati kehangatan dan aroma tubuh Kyuhyun yang membuatnya nyaman dan melupakan segala masalahnya. Dia tidak menjawab pertanyaan Kyuhyun sama sekali. Kyuhyun pun seakan tak peduli pertanyaannya akan dijawab atau tidak. Dia merasakan Sungmin membalas pelukannya saja sudah membuatnya lega.

Mereka berdua masih terus berpelukan tanpa menyadari dua pasang mata melihat kegiatan mereka. Leeteuk hanya tersenyum melihat mereka. Dia terlihat sudah mengerti jawaban Sungmin atas pertanyaannya beberapa menit yang lalu. Dia sudah mengerti siapa yang akan dipilih Sungmin akhirnya. Leeteuk menoleh melihat pemuda yang berdiri di sampingnya hanya menatap hancur ke arah dua orang yang sedang berpelukan itu. Sepertinya pemuda bernama Jungmo itu sudah menyadari sesuatu. Namun dipikirannya sekarang dia hanya perlu membuktikan hal itu sendiri. Dia harus mendengar penolakan itu dari bibir Lee Sungmin, gadis yang sudah sangat dicintainya sejak SMP dulu.

Author POV end

TBC

Cuap-cuap Author

Hahaha *ketawa gaje lagi* author sudah menulis chapter 3B nih. Bagaimana readers puas? KyuMin momentnya belum banyak ya? Maafkan author ya? Dan ternyata SiBum juga belum ada *dilempar sepatu sama readers*. Semoga chapter 4 nanti sudah ada SiBum ya? Doakan aja author mau nulis adegan SiBum.

Oya bagaimana HaeHyuk-nya? Kurang juga ya? *author dilempar batu sama HaeHyuk shipper*. Chapter depan akan author tambahkan deh biar lebih banyak. Maaf lagi ya?

Akhir kata, kalau suka tolong review dan komennya ya? Love you so much my readers *dilempar ddangkoma*

000 KYUMIN IS REAL 000


Balasan review:

JiYoo861015: bener tuh si Kyu jadi penyelemat first kiss-nya Ming. Ini udah lanjut chingu. Thanks reviewnya! *lambai-lambai kolor Ming bareng Kyu*

Rima KyuMin Elf: ini udah lanjut, thanks atas reviewnya

Chikyumin : wah makasih pujiannya. Iya nie dah update. Udah kilat belum?

Minyu : iya Kyu bakalan tetap berjuang kok. Thanks dah mo baca. Ini lanjutannya.

KyuMinnie : Lagi-lagi ketebak ya yg disuka Siwon. Tapi belum ada adegan SiBum disini maaf ya? ini sudah lanjut. Thanks.

WindaaKyuMin: Dukung Kyu terus. Thanks mau baca.

Meymeykyu: ini dah lanjut. Tapi KyuMin-nya belum banyak. Maaf ya? Thanks mau baca

Hyugi Lee: iya,iya Ming punya Kyu. Ini dah lanjut jadi jangan senggol author lagi ya?

Lee Eunhee: iya, semakin sulit. Thanks mau baca

KeytaELF: kemungkinan sih sampai 5 chapter aja. Tapi masih kemungkinan ya? Ini dah lanjut. Thanks mau baca

chagyumin: hihihi mang itulah maunya author *disumpal pake kaos kaki Eunhyuk*. Ini dah lanjut. Thanks mau baca