.

.

.

ENTERTAINMENT

Authors: Enma-chan and Sei Matthew

Disclaimer: Hidekaz Himaruya

Rate: T

Genre: Romance/ Humor

Pairing: PRUSUKPAN, etc

Warning: OCC, OC, shonen-ai, kata kasar, typo, kelebayan, song fic, dll

.

.

Chapter 4: Without You...

.

.

30 menit telah berlalu tapi Kiku hanya berdiri diam di ambang pintu. Mengamati anggota BlackxCross lain yang sedang bersiap-siap untuk konser nanti.

"Hey, GIT! Bawain gitar gue ke mobil!"

"Eh? Masa gue yang HERO harus bawa gitarmu yang berat itu?"

"Udah ah berisik amat! Cepet siap-siap!"

"Kemana sepatu gue yang AWESOME sih?"

"Kaoru, ini syalmu"

"Oi cepetan dikit dong!"

"Iya!"

Cukup ricuh untuk persiapan konser, para personil masih hilir mudik mempersiapkan segala sesuatu untuk konser nanti.

"Kalau begitu kami pergi dulu!" ucap Elisabeta. Ia langsung mengambil kunci mobil van yang ada diatas meja ruang tengah dan berjalan kearah pintu keluar, "Jaga diri baik-baik dirumah ya, Kiku!"

"Kiku, kami berangkat dulu!" pamit Meimei dan Kaoru. Kiku hanya tersenyum kecil menangapi pamitan mereka berdua

"Baiklah, ayo berangkat! Kiku hati-hati ya dirumah, ya!" ucap Alfred, "Kalau ada apa-apa telpon aku yang HERO ini!"

"Aku pergi dulu Kiku..." Ucap Athur. Ia memberi ciuman singkat di pipi Kiku sebelum berjalan mengikuti Alfred, "Hey GIT! Stick drum lo ketinggalan!"

PUK

Seseorang menepuk kepala Kiku pelan, "Jangan diam begitu. Kau lebih AWESOME kalau tersenyum" Gilbert tersenyum.

Pipi Kiku memerah, Gilbert terkekeh pelan. "OI, ASEM! CEPET DIKIT!" teriakan Elisabeta sukses membuat kekehan Gilbert terhenti dan berganti menjadi muka bete, "Iya!"

BRAK

Suara pintu yang ditutup menelan suara mereka semua. Hening.

.

.

.

"Apa tidak apa-apa?" ucap Arthur lirih, ia memandang ke arah luar jendela van.

"Apanya?" ucap Elisabeta tenang. Ia menatap wajah Arthur dari spion dalam mobil sambil terus menyetir mobil menuju tempat konser.

"Kiku... dia terlihat sangat sedih" ucapan Arthur membuat aura didalam mobil menjadi suram, tidak ada yang berani mengeluarkan satu patah kata pun.

"Mungkin..." ucap Gilbert "... karena ia ingin bermain Bass dengan kita"

Ucapan Gilbert menarik perhatian Arthur dan Alfred, mereka menatap Gilbert yang duduk di jok paling belakang, "Mungkin juga..."

Kata-kata Gilbert yang terakhir membuat mereka terdiam hingga sampai ditempat konser.

.

.

.

"Yo semuanya!" teriakkan Arthur kali ini langsung disambut histeris oleh para penontonnya. "Kali ini kami meminta maaf karena Kiku tidak bisa hadir disini."

YAAAAAAAHHHH

"Tapi, tenang saja, karena kita akan menghadirkan bintang tamu untuk menemani kita semua disini!" teriak Gilbert.

Lalu Gilbert dan Arthur teriak bersama-sama. "Kita sambut, KAORU!"

KYAAAAA KYAAAAA KYAAAAA

Semua penonton teriak histeris saat Kaoru berjalan di atas panggung. Ya, siapa sih yang tak mengenal Kaoru, dia pemain gitar muda yang sudah terkenal di dunia internasional. Keahliaannya dalam bermain gitar dengan berbagai jenis musik dan ketampanan yang dimilikinya membuatnya cepat mendapatkan fans dari berbagai negara.

Kaoru hanya tersenyum di depan para penonton. Hal itu mengakibatkan tidak sedikit penonton wanita yang pingsan karenanya. Wah, wah… mungkin fans-nya banyak yang kecewa karena tidak dapat melihatnya tampil dadakan bersama BlackxCross.

"YAK! ONE, TWO, THREE, GO!" teriak Alfred.

[1]akane iro shita sora ga ochite
mou sorosoro kanashii kisetsu da ne
sonna hi no gogo
kimi to deatta hajimari kara
kiritotteku omoide ano toki o modoshite

Arthur memejamkan matanya. Entah mengapa, pikirannya melayang ke masa lalu dimana ia dan Kiku pertama kali bertemu. Ya, di Hetalia University. Saat itu dia adalah ketua kelas sekaligus ketua OSIS yang cukup cerewet. Dan sekarang, ia benar-benar rindu Kiku bisa nge-band bersama mereka sekarang. *udah Arthur, ngaku aja biar bisa ber-fanservice ria di panggung, ahaha #plak*

itsumo kokoro ni nagareru koe ga
doushite mo hanarenai
yureru kimochi o isso kono kaze ga
fukitobashite kurereba ii no ni

tada aitakute koishikute zawameku kara

kuruoshii hodo ni mune no oku ga
ima mo tsuyoku shimetsukerareteiru
mou yokatta no ni
tada itsu made mo kono kioku o
nakushitaku wa nai kara mou nidoto
sayonara

Kaoru mulai terbiasa dengan irama musik ini. Berkat latihan yang cukup (singkat) dan sebagainya, ia bisa mengimbangi permainan BlackxCross di panggung. Tiba-tiba dia teringat dengan Kiku. Ya, saat-saat dia masih tinggal dengan KIku. Sebenarnya, dia tidak ingin menyakiti Kiku. Dia sadar bahwa KIku menyukainya lebih dari saudara. Tetapi, ia sendiri sudah menyukai Meimei, walaupun Kiku sudah menyukainya terlebih dahulu…

itsumo tootteta nareteru hazu no
kono michi sae mo ima wa
honno wazuka ni chigatte mieru
tonari ni kimi ga inai dake de

tada samishikute kurushikute gomakashiteta

itoshii dake no yowasa ga ima
mune no oku de tsuyosa ni kawarou to shite iru motto
yatto wakatta boku no kimochi
kimi no kokoro sore dake mou ichido
yume mite

Gilbert bingung. Biasanya dia yang paling banyak memberikan fanservice, tapi korbannya sendiri sedang tidak ada bersama mereka. Diingatnya dahulu ketika ia masih bersama adiknya. Adik yang ia benci sekaligus paling ia sayangi di dunia ini. Ketika ia masih bersama ayahnya yang selalu membanggakan adiknya. Ketika ia memutuskan untuk kabur dari rumah… dan sekarang? Ia sudah menjadi orang yang terkenal dan memiliki hidupnya sendiri. Ya, inilah gaya hidup seorang Gilbert. Bebas, tanpa banyak aturan yang mengekangnya. Terutama… karena teman-teman yang saat ini bersamanya. Teman-teman yang ia kenal semenjak kepindahannya. Dan murid baru yang bernama Kiku Honda yang mengisi hari-harinya di sekolah, sampai sekarang…

bokura sorezore no michi aruite yukinagara
itsuka aeru kana

akane iro shita sora ga ochite
mou sorosoro kanashii kisetsu da ne
sonna hi no gogo
kimi to deatta hajimari kara
kiritotteku omoide ano toki o modoshite

Alfred memukul drumnya dengan semangat. Er… mencoba untuk lebih semangat. Dari belakang bisa dengan jelas ia melihat bahwa permainan mereka kali ini sangat berbeda tanpa hadirnya Kiku. Tapi mau bagaimana lagi? Mereka tidak mungkin mendadak tidak hadir atau memaksa Kiku yang sedang sakit untuk manggung, kan? Ah, jadi terbayang pancake dengan syrup maple… Alfred membayangkan pancake buatan adiknya. Ia ingin mengajak teman-teman BlackxCross untuk ke restaurant pancake milik adiknya itu. Tapi, apakah ia sendiri berani pulang? Huh. Orang tua yang meninggalkan dia dan adik kembarnya sejak kecil hanya untuk karir mereka. Lebih baik mati daripada pulang. Ia sudah cukup senang dengan semua yang ia miliki sekarang. Semenjak Kiku mengenalkannya kepada sesuatu yang bernama kekeluargaan, bersama Arthur dan Gilbert. Siapa yang rela melepaskannya, heh?

kuruoshii hodo ni mune no oku ga
ima mo tsuyoku shimetsukerareteiru
mou yokatta no ni
tada itsu made mo kono kioku o
nakushitaku wa nai kara mou nidoto
sayonara

.

.

.

"HUAAAH! Capeknya… eh, Thur! Air dong! Si AWESOME haus nih!" Gilbert sukses mendapat lemparan botol minum dari Arthur tepat mengenai selangkangannya. "WOI KALO NGELEMPAR YANG AWESOME KEK! SAKIT GILA! KALO UDAH NGGAK BISA *PIIIIP* SAMA KIKU LAGI GIMANA HEH? GUE KAN PENGEN MEMUASKAN KIKU DENGAN BAIK!" Gilbert mulai nyerocos yang aneh-aneh.

"LAGIAN LU JUGA NYURUH YANG BENER KEK! NGOMONG JUGA YANG BENER KEK! EMANG LO DOANG YANG PENGEN MEMUASKAN KIKU HAH? GUE JUGA TAU!" kata Arthur nggak mau kalah. Dia jadi ikutan nyembur gara-gara merasa tersinggung jadi uke kedua setelah Kiku.

"Woi, udah woi… ini tempat umum, gila! Lu mau apa diliatin sama orang-orang?" kata Alfred mencoba menengahi. Sebenernya sih dia mau aja teriak-teriak. Tapi karena pengen dilihat jadi HERO di tempat umum dia nyoba ngalah.

"DIEM DEH LU GIT/ORANG GAK AWESOME!" Arthur dan Gilbert nyembur ke Alfred berbarengan.

"OKEH! EMANG LO PIKIR GUE JUGA NGGAK MAU APE SAMA KIKU? GUE YANG HERO INI MENCOBA BUAT NAHAN TERIAK BIAR KELIATAN HERO TAU NGGAK?" Alfred akhirnya ikutan nyembur.

Sekarang trio AGA ini kembali berbacot ria sambil ditonton Kaoru yang udah sweatdrop. Meimei dan Elisabeta? Mereka mah udah pasti ngerekam semua yang terjadi. Mau gimana pun kata-kata yang mereka keluarkan mengandung sedikit makna yang… ehem…

"Heh, trio bodoh! Kalian berantem apa barusan? Kiku? Apa? Memuaskan? Heh?"

Semuanya diam dan ngengok kearah belakang Kaoru. Sudah berdiri dua orang yang siap mendepak trio AGA ke kutub selatan. Ya, siapa lagi kalau bukan Yao dan YoongSoo?

"Ah, enggak kok, bang. Kita cuma lagi bercanda ria saja… iya kan, Iggy? Gil?"

"Eh, iya… iya! Bener kok! Ahahaha…" Arthur dan Gilbert cuma bisa mengiyakan saja. Takut digencet sama dua orang yang brother complex itu.

"Ya sudah. Ayo Kaoru, kita pulang. Kuantar kau dan Meimei sampai rumah aru." Kata Yao.

"Makasih, kak." Kaoru pun pergi ke mobil Yao diikuti Meimei dan YoongSoo.

"Heh, kalian bertiga! Jaga Kiku dengan baik aru!" kata Yao sambil ngedumel. Sebenarnya dia masih nggak rela kalo meninggalkan Kiku sendirian dengan mereka bertiga, apalagi Kiku lagi sakit. Tapi, karena ayah mereka yang menyuruhnya untuk tidak usah mencampuri urusan Kiku membuatnya mengalah. Ya hanya untuk sekarang dia mengalah… demi ayahnya.

"Ya sudahlah… kita pulang saja! Gue yang AWESOME kangen sama yayang Kiku!"

"HEH! YAYANG KIKU? MAKSUD LO APA, GIT? SEHARUSNYA GUE YANG NGOMONG GITU!"

"GUE TAU! CUMA HERO YANG BISA NGOMONG KAYAK GITU! KARENA HERO SELALU DIATAS!"

"DIATAS GUNDULMU! BUKANNYA KEMAREN LU DIBAWAH GUE? NYADAR KEK!"

"ITU CUMA KECELAKAAN TAU DASAR ASEM! KECELAKAAN!"

"UDAH DEH GIT! GUE TAU LU SUKA WAKTU DIBAWAHNYA ORANG SOK ASEM INI!"

"HEH, GUE TUH AWESOME! BUKAN ASEM!"

"ENAK AJA! IGGY JUGA WAKTU DIBAWAHKU SENENG, KAN?"

Yah, begitulah sekali lagi cuplikan pertengkaran trio AGA yang kembali direkam Elisabeta. Dan terpaksa kami putus karena akan banyak teriakan gaje yang menjurus pada unsur rate M…

.

.

TENG

Suara piano dentiangan piano, yang masih belum berirama.

Hening.

Suara itu menghilang, namun beberapa saat terdengar lagi. Kali ini terdengar lebih berbentuk. Tak lama terdengar suara seseorang bernyanyi. Ya, itu suara Kiku. Suaranya terdengar lirih dan pelan.

[2]fui ni agatta hanabi o futari de miageta toki
muchuu de miteru kimi no kao o sotto usumimita no

Rombongan Arthur, Alfred, Gilbert dan Elisabeta sampai di dorm. Terlihat sekali lelah di wajah mereka. Namun mereka juga khawatir dengan keadaan Kiku. Baru sampai di teras, mereka sudah mendengar suara dentingan piano.

"Heh? Siapa yang main piano?" tanya Gilbert.

"Iya, setau gue yang bisa main kan cuma Elisabeta…" kata Arthur sambil memegang dagunya.

"jangan-jangan… hantu?" tanya Alfred merinding disko sendiri.

"Nggak kok. Itu Kiku…" kata Elisabeta santai. Ia membuka pintu dan membiarkan trio AGA masuk ke dalam. Mereka berusaha untuk tidak berbuat ribut agar tidak mengganggu permainan piano Kiku. Kaget? Tentu saja! Kiku selalu menyangkal bahwa ia bisa bermain alat musik selain bass. Dia selalu mengutamakan bass-nya. Tapi sekarang…

kimi no koto kirai ni naretara ii no ni
kyou mitai na hi ni wa kitto
mata omoidashite shimau yo

Terdengar suara Kiku menyanyikan lagu itu sambil menahan tangis. Yasudahlah, biarkan semua orang mengatakan dia cengeng dan sebagainya. Tapi baginya, BlackxCross itu sudah menjadi sesuatu yang melekat bagi dirinya. Ia tidak rela jika ada seseorang menggantikan posisinya. Walaupun itu Kaoru, mantan orang yang ia cintai…

mou wasureyou kimi no koto zenbu
konna ni mo kanashikute
doushite deatte shimatta ndarou
me o tojireba

ima mo kimi ga soko ni iru you de

Dentingan piano pun berhenti. Kiku menghela nafasnya, mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri. Ia masih menangis sesenggukkan. "A… aku… aku ingin bersama kalian…"

PLOK

Kiku merasakan sebuah tangan yang menepuk pundaknya. Dan itu cukup untuk membuatnya kaget dan berhenti menangis sesaat. Ia menengok ke belakang untuk melihat siapa yang menepuk pundaknya.

"Gi… Gil-"

Sebelum Kiku sempat menyelesaikan kata-katanya, Gilbert memeluk Kiku dan dibalas oleh Kiku dengan pelukan yang lebih erat.

"Tenang, Kiku. Kita sudah ada disini…" kata Gilbert sambil mengelus kepala Kiku. Ia ingin membuat Kiku lebih tenang dan nyaman.

Kiku hanya bisa melihat Arthur dan Alfred berdiri didepannya dengan tatapan haru. Sedangkan mereka menatapnya dengan tatapan gue-iri-nih-pengen-dipeluk-juga. Sementara Elisabeta mulai beraksi dengan kameranya.

Tunggu. Kamera? Oh, otak Kiku memang sangat cepat mencerna hal-hal beginian *maklum mantan fudanshi akut #plak*

"U…um…" Kiku segera melepaskan pelukannya dari Gilbert. "Elisabeta-san berhenti mengambil gambarku." kata Kiku malu.

Gilbert yang sadar Kiku melepaskan pelukannya gara-gara kelakuan manager anehnya itu Cuma menggerutu, sedangkan Arthur dan Alfred sudah bersorak-sorai. Ya, siapa sih yang nggak pengen dipeluk sama uke sendiri? Pasti cemburulah kalo nggak kebagian… *kasian Kiku*

"Kiku… kamu bisa main piano?"

"Eh?" pertanyaan sekaligus pernyataan dari Alfred membuat Kiku beku. Ah dia lupa kalau sudah bermain piano dihadapan teman-teman seperjuangannya. "I… itu… kalian cuma… mimpi. Ya! Mimpi! Ahahaha…"

"Kiku, kau nggak boleh bohong loh~" kata Arthur sambil senyum gaje yang cuma bisa dibalas Kiku dengan tatapan gue-yakin-pasti-bakal-ada-hal-buruk-yang-menimpa-gue. Arthur berjalan mendekati GilKi.

"Iya, Kiku… anak yang bohong harus dapat hukumannya…" giliran Alfred jalan mengikuti Arthur.

"E… eh… kok jadi aneh ya? Er… lebih baik aku ke kamar saja. Semuanya… sudah, ya- ah!" telat. Disaat Kiku mau kabur, sepasang tangan besar itu sudah menangkap Kiku terlebih dahulu.

"Sini kami yang antar, tapi jangan dikamarmu ya." kata Gilbert. Ia menggendong Kiku dan buru-buru ke lantai atas menuju kamar tamu. Alfred dan Arthur ketawa gaje mengikuti Gilbert. Lalu bagaimana dengan Elisabeta? Tentu saja dia mengejar mereka sambil ketawa ala fujoshi kesurupan.

.

.

To be continue

.

Omake

[1] Akane – UxMishi (insert song Kaicho wa Maid-sama!) sambil didengerin aja, lagunya bagus, hehe… jadi terasa mereka beneran nge-band

[2] Utakata Hanabi – Supercell (ending song Naruto Shippuden) ini ide dari Sei… walau pertamanya Enma kurang setuju sama lagu ini, secara Kiku itu cowok bukan cewek. Yah, akhirnya kita pakai karena liriknya pas hehehe *pemaksaan*

.

"Aaa… adududududuh…" kata Kiku sambil memegang pinggang kebawah seperti kakek-kakek encok.

"Udah, kamu istirahat aja, ya." Kata Arthur sambil memeluk Kiku.

"Ugh… gara-gara kamu nih!" Kiku langsung cemberut blushing. Dia masih menggeliat dipelukan Arthur.

"Duh, Kiku. Kalo kamu gak bisa diem nanti kasurnya ambruk loh!" kata Alfred. Dia memeluk Kiku dari belakang sambil mencium tengkuk Kiku.

"Ah, Alfred-san… sudah ah…"

"Mau lanjut atau mau tidur, nih?" seringai Alfred.

'Buruk. Ini buruk!'

"Sudah, ah… eh, mana Gilbert-san?" tanya Kiku mengalihkan perhatian.

"Baru pergi. Dia langsung buru-buru setelah dapet telepon."

"Dari?"

"Adiknya…"

"Ah!" Kiku langsung melepaskan diri dari kedua semenya. Dia berlari keluar kamar.

"Ki-Kiku. Kenapa?" tanya Arthur dan Alfred dengan tatapan uke-gue-kok-perhatian-banget-sama-si-asem.

.

.

Balasan review~

sasutennaru : Yak, semua nation akan muncul jadi tunggu saja~ makasih reviewnya

Naoto4Shirogane : NorIce ya…? Uhm… menarik, nanti akan kami munculkan~ makasih reviewnya dan nih sudah kami update

Misya evangeline : IcelandJapan? Pairing yang tak terpikirkan. Uhm… tapi saya usahakan~ makasih reviewnya ^o^

zorrocoffee : Tenang saja, Fee. Elisabeta bakal kita munculin kok~ makasih reviewnya

.

Sei : Makasih buat reviewnya! *goyang-goyang*

Enma : Iya! *ikut bergoyang* oh, iya… *baru inget mau marah* katanya mau bikin USUK? Kok ujung-ujungnya gue juga yang ngetik?

Sei : Nyantai aje kaleee… gue bingung dan ga ada waktu! Semua waktu gw habis buat bikin progam~ *ngeles*

Enma : Huh

Sei : Btw, mana nih rate M-nya? Kok gue denger katanya ada yang mau ngejadiin chapter ini rate M

Enma : Nggak jadi. Gue belum ada bakat buat menulis hal-hal seperti itu… kalo cuma baca atau nonton sih berbakat banget *ditendang*

Sei : Tolong jangan tanggapi author tersebut… tidak pantas dicontoh!

Enma : Ya, ya… jangan tanggapi saya, hahahaha! *nge-gaje*

Sei : Oh iya, gimana nih chapter depan? Gue pengen buat USUK neh!

Enma : Hm… kayaknya harus ngeluarin spoiler nih, kufufufu~ (background sound: JENG JENG JENG) yak! Sesuai dengan omake diatas, chapter mendatang KAYAKNYA bakal jadi GilKi dan USUK! Bagi para pecinta pairing tersebut, berbahagialah kalian semua! Muahahaha!

Sei : Dan tenang aja… bagi yang suka AmeriPan maupun AsaKiku pasti akan ada giliran tersendiri kok, kufufufu~

Enma : Ya, karena kita bakal ngebahas masa lalu masing-masing karakter

Sei : Udah kita masukin spoiler-nya di chapter ini, lagi!

Enma : Jadi, nantikan terus Entertainment ya!

Sei : Read and review please!

Enma : Onegaishimasu, minna~