Disclaimer : Kuroko no Basuke by Tadatoshi Fujimaki-sensei.
Kiseki no sedai dan Kagami datang menghampiri Akashi dan Kuroko yang terkapar dengan keadaan bersimbah darah di lantai. Mereka segera membawa keduanya ke rumah sakit. Saat ini, kondisi Akashi dan Kuroko masih dalam keadaan kritis.
Murasakibara yakin jika pelaku yang melukai Akashi dan Kuroko pasti CF Murasakibara yang sebelumnya tampak tidak peduli oleh aksi yang telah dilakukan oleh CF, kini dia mulai bertindak mencari tahu siapa CF tersebut.
Tanpa sepengetahuan teman-temannya, Murasakibara mendatangi pelatih Hide untuk mencari informasi mengenai CF. Mungkin saja pelatih Hide mengetahuinya. Begitu sampai di penginapan, Murasakibara langsung menemui pelatih Hide.
"Kantoku, bisakah kita mengobrol sebentar?" tanya Murasakibara "Ada sesuatu yang ingin kutanyakan padamu,"
"Baiklah. Kita mengobrol di kamarku saja." Jawab pelatih Hide.
"Baiklah apa yang ingin kau tanyakan, Murasakibara?" tanya pelatih hide
"Kantoku pasti sudah tahu tentang penginapan. Bahkan sensei sudah tahu asal usul penginapan ini dibuat," jawab Murasakibara.
"Tentu saja. Lagipula penginapan ini dibuat atas usul dariku," ujar pelatih Hide. "Memangnya ada apa?"
"Kalau begitu kantoku pasti tahu peristiwa apa saja yang pernah terjadi di penginapan ini. Terutama tentang pembunuhan yang dilakukan oleh CF,"
"Ya. Aku tahu itu,"
"Ini adalah penginapan yang bagus dengan pengamanan yang cukup ketat. Namun bagaimana pelaku pembunuhan keji sperti CF bisa menyusup ke penginapan ini?" Murasakibara menatap sang pelatih dengan serius.
"Ahh, aku juga tidak tahu. Aku sudah memberi penjagaan yang ketat tapi mungkin saja CF menyamar menjadi orang biasa. Lagi pula tidak ada orang yang tahu bagaimana wajah CF," pelatih Hide mulai tegang.
"Tetapi ini bukanlah penginapan umum. Hanya orang-orang yang kantoku izinkan menginap disinilah yang diperbolehkan masuk ke penginapan ini," Murasakibara semakin curiga.
"Begini saja. Sebenarnya apa yang ingin kau tanyakan?" tanya pelatih Hide sambil menenangkan diri. "Tentang penginapan ini atau CF?"
"Apa kantoku tahu siapa CF sebenarnya?"
"Bagaimana mungkin aku bisa tahu siapa CF?" pelatih Hide makin tegang.
"Benarkah?" Murasakibara membulatkan matanya. "Jika kantoku tahu tentang CF, kantoku bisa memberitauku secepatnya,"
"Baiklah."
Murasakibara keluar dari kamar pelatih Hide, tetapi langkahnya terhenti karena teringat sesuatu.
"Oh iya, apakah kantoku tahu alamat pekerja toilet yang terbunuh setelah sehari kami menginap disini?" tanya Murasakibara.
"Ya. Aku akan memberikan alamatnya padamu," pelatih Hide menuliskan alamat almarhum pekerja tersebut dan memberikannya kepada Murasakibara.
"Terima kasih, kantoku." Murasakibara langsung meninggalkan kamar.
"Tunggu, Murasakibara," pelatih Hide menahan Murasakibara. "Bagaimana keadaan Akashi dan Kuroko?"
"Mereka masih dalam keadaan kritis," jawab Murasakibara.
"Semoga mereka cepat sembuh," pelatih Hide terlihat menyesal.
Murasakibara langsung pergi ke tempat pekerja itu tinggal, siapa tahu ada keluarganya yang masih tinggal disana dan bisa memberitahu informasi tentang CF.
Murasakibara mengetuk pintu. Seorang wanita tua langsung membukakan pintu.
"Siapa kau, anak muda?" tanya wanita tua tersebut.
"Aku Murasakibara Atsushi. Aku menginap di penginapan di seberang sana," jawab Murasakibara.
"Oh, penginapan itu?" tanya wanita tua itu lagi. "Ada perlu apa kau kemari?"
"Apa ini benar tempat pekerja yang meninggal di penginapan itu?"
"Dia anakku yang bernama Heji, memangnya kenapa?" wanita tua mengerutkan keningnya. "Sebelum itu, masuklah. Kita bicara di dalam saja."
"Ibu pasti tahu siapa pembunuh anak Ibu, kan?" tanya Murasakibara.
"CF si keji itu pelakunya. Aku juga tidak tahu apa motifnya, namun sehari setelah anakku meninggal, aku menemukan ponselnya di kamar. Lalu aku membaca pesan yang ada di ponselya. Ada nomor yang tidak diketahui yang disana bertuliskan balas dendam." Jawab si wanita tua tersebut.
Setelah terjadi pembicaraan yang cukup panjang. Murasakibara langsung meninggalkan rumah tersebut dan kembali ke rumah sakit. Dia merasa lelah karna menjadi wartawan mendadak seharian penuh.
Di perjalanan, Murasakibara teringat dengan pertanyaan kagami ketika Midorima pura-pura mati kemarin, yaitu : Midorima, apakah kau yang mengirim SMS di ponselku? Namun Murasakibara tidak sempat menanyakannya dengan Kagami.
Begitu sampai di rumah sakit, Murasakibara langsung berlari menuju ruangan tempat Kuroko dan Akashi dirawat.
"Murasakibara, dari mana saja kau?" tanya aomine
"Aku baru saja kembali dari penginapan. Ponselku tertinggal." Jawab Murasakibara.
"Kalau Cuma mengambil ponsel, kenapa bisa selama ini?" sahut Kise.
"Aku tidak tahu dimana letak ponselku. Jadi aku mencarinya terlebih dahulu," balas Murasakibara. "Bagaimana keadaan Aka-chin dan Kuro-chin sekarang?"
"Mereka sudah melewati masa kritisnya," kali ini Midorima yang menjawab.
"Syukurlah." Murasakibara mengelus dadanya. Lalu berjalan keluar dari ruangan perawatan.
"Kaga-chin, bisa kau ikut denganku sebentar?" ajak Murasakibara
"Kemana?" Kagami mengernyit.
"Ikut saja. Ada sesuatu yang ingin kutanyakan padamu,"
"Baiklah."
"Ehh?! Baru datang mau pergi lagi?" Kise syok.
"Cuma sebentar, kok." kata Murasakibara.
Murasakibara dan Kagami berada di restoran sebelah rumah sakit tempat kedua teman mereka dirawat.
"Kaga-chin, apakah kau masih ingat tentang Mido-chin yang pura-pura mati kemarin?" tanya Murasakibara.
"Ya, tentu saja. Ada apa?" Kagami balik bertanya.
"Saat itu, kau bertanya : apakah Mido-chin juga mengirim sms di ponselmu, kan? Jika aku boleh tahu, apakah isi dari pesan itu adalah balas dendam?"
"Bagaimana kau bisa tahu?" Kagami tersentak.
"Waktu itu, aku diam-diam membuka isi pesan di ponselmu tanpa diketahui olehmu," Murasakibara berbohong supaya kagami tidak tahu bahwa dia sedang menyelidiki CF.
"Ohhh. kau sungguh tidak sopan, Murasakibara," kata Kagami setengah kesal.
"Hehehe, maaf." Murasakibara menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
Setelah percakapannya dengan Kagami usai, Murasakibara sudah dapat mengerti tentang isi pesan tersebut sehari sebelum membunuh korban CF mengirim SMS kepada korban. Tetapi kenapa Kagami yang menerima SMS tersebut tidak menyerang Kagami esoknya, tetapi justru menyerang Akashi dan Kuroko? Dan kenapa tali sepatu yang ditemukan Kagami di kamar mandi tempat terjadinya pembunuhan tersebut adalah tali sepatu milik Midorima? Apa tujuan sebenarnya Midorima pura-pura mati? Dan kenapa pelatih Hide bersikap aneh ketika Murasakibara menanyainya tentang CF? Apa kaitan antara pelatih Hide dengan CF? Apakah CF adalah Midorima atau CF menjadikan Midorima sebagai umpan supaya mereka menuduh Midorima adalah CF sehingga merusak pertemanan mereka?
Entahlah. Untuk saat ini, teka-teki tentang CF masih menjadi misteri...
~ To Be Continue ~
Chapter 4 selesai! Maaf banget jika chapternya lama banget updatenya karena Yukira udah peringatkan dari awal jika fanfic ini bukan karya asli Yukira, jadinya update tidaknya fanfic ini tergantung pada author aslinya.
Mind to RnR?
Jaa nee~!
Yukira Kamishiro.
