"MUSCLE HUSTLE! MUSCLE HUSTLE!"

Karamatsu menghentikan kegiatan bercerminnya. Mata hitamnya melirik adiknya yang tengah mengayunkan tongkat baseball dengan kelewat semangat. Ia terkekeh. Jyuushimatsu tampak semakin bersinar ketika cahaya matahari menyinarinya.

Adiknya itu, Jyuushimatsu. Matahari keluarga Matsuno. Bahkan jika hari berjalan buruk, melihat Jyuushimatsu dapat menjadi obat manjur penghilang sedih.

Senyum kembali mengembang di bibir Karamatsu.

"Jangan terlalu keras, Jyuushimatsu."

"Ha'I, Karamatsu-nii-san!"

.

.

HAL KECIL

Genre : Family/ Hurt-comfort

Rate : T…?

Pair : No current

Setting : TYL!Verse

Warnings : Typo(s) , OOC, kurang gigit, amburegul, emeseyu, de-el-el

.

.

#appyReading!

.

.

Osomatsu-kun/san © Akatsuka Fujio

FanFiction © Colonel29

.

Kadang, cahaya mentari suka tertutup awan mendung

.

Semangat berlebihan adalah kekuatan Jyuushimatsu. Senyuman seindah mentari adalah senjata andalan Jyuushimatsu. Kebaikannya adalah penyembuh milik Jyuushimatsu. Siapapun akan merasakan hangatnya musim panas bila bersama Jyuushimatsu, seaneh dan sesulit apapun cobaan di depan sana.

Karamatsu adalah salah satu dari mereka berenam yang dekat dengan Jyuushimatsu. Bila waktu menghendaki, ia akan berjalan bersama Jyuushimatsu, menemaninya. Entah menemaninya bermain baseball hingga senja, atau sekedar jalan-jalan melihat pusat kota. Jyuushimatsu akan berhenti dan membeli kue untuk sekeluarga.

Lihat, adiknya yang ini sungguh baik.


.

.


Adik kuningnya itu termasuk yang sulit ditebak.

Tidak ada yang tahu dia sedang bersedih atau tidak. Mulutnya itu selalu tersenyum lebar. Namun ketika ia sendiri, mulutnya akan tertutup dan isakan pelan akan terdengar.

(Karamatsu tahu itu. Ia mengikuti Jyuushimatsu diam-diam.)


.

.


Hal yang sama kembali terjadi.

Saat itu hujan turun di bulan Maret. Udara dingin mengigit kulit. Karamatsu merapatkan jaketnya pada kulitnya, mencegah hawa panas keluar lebih banyak.

Melihat rumahnya dari kejahuan, Karamatsu bernapas lega. Ia akan mengganti bajunya, dan membuat teh hangat. Memikirkannya saja membuat Karamatsu berlari lebih cepat.

"Aku pulang!"

Rumah gelap. Rupanya semua sedang pergi. Karamatsu melepas sepatunya, melangkahkan kakinya ke dapur. Namun langkahnya terhenti.

Ia mendengar isakan.

"Huh?" Siapa yang ada di rumah. Padahal semua lampu tengah padam.

Karamatsu melangkah berjinjit, berusaha agar si pembuat isakan tidak mendengarnya masuk. Suaranya datang dari arah ruang tamu.

"Ah."

Karamatsu tahu siapa sosok itu. Sosok itu terduduk di depan televisi, dimana televisi itu tengah menayangkan suatu film.

Karamatsu duduk di atas sofa, duduk di samping sosok itu. Matanya meneliti apa yang baru saja ia lihat. Sosok itu menangis.

"Jyuushimatsu?"

Jyuushimatsu sendiri tergagap, kemudian menyapu sisa air mata di pipinya. Lalu tersenyum seperti biasa.

"Karamatsu-nii-san sudah pulang? Aku tidak tahu, " Ujarnya, berusaha mengalihkan situasi. Karamatsu memincingkan mata, berbalik melihat layar televisi.

"Kau menonton apa?" Tanya sang kakak. Jyuushimatsu nampak terdiam, berusaha mencari alasan.

Mata Karamatsu sesaat teralih pada tempat CD yang tergeletak di atas meja. Ia mengambilnya, dan membaca judulnya,

"Kisah Keluarga Malang?" Alis tebal Karamatsu terangkat. Jyuushimatsu menggaruk tengkuknya canggung.

"Ya, a—aku tidak sengaja menemukannya di lemari ibu saat tadi bersih-bersih, " Jyuushimatsu bercakap, kemudian tertawa kecil, "Aku memutuskan untuk menontonnya sejenak. Tidak kusangka ceritanya begitu sedih…"

Hah.

Karamatsu tertawa terbahak. Apa ini, Jyuushimatsu menangis karena film tragedi? Ia tidak tahu apa yang lebih lucu dari ini.

"Ka—Karamatsu-nii-san! Jangan tertawa, dong!"

"Hahaha, maaf, hanya saja—ppffftt—"

"Nii-san!"

.

.


Jyuushimatsu, selalu menunjukkan ekspresi sehangat cahaya senja. Semua luluh dalam hangatnya kebaikan Jyuushimatsu. Seperti menikmati secangkir teh di sore hari.

Namun, ketika ia sendiri, ia akan melepas topeng cahaya senjanya.

Dan rahasia kecil ini, hanya Karamatsu yang tahu.


===TBC===


Ih makin hari makin gaje:( ini kenapa cobaa jadi demam Karamatsu /gigit kacamata item/

Tinggal bagian Todo, banzai! /blom/

Thanks for review, guys!