Byakuya's Feeling
Disclaimer : bleach punya tite kubo bukan punya saya
Pairing(s) : ByaRuki, IchiRuki
Chapter 4
"Rukia, bagaimana kalau kita ke Chappy Island berdua? Sepertinya malam ini akan seru lho!" Kata Ichigo sambil sedikit membujuk Rukia. Tentu saja sebenarnya Ichigo juga sangat-sangat tidak berminat untuk pergi ke Chappy Island, tapi demi mengambil hati pujaan hatinya itu, ia rela melakukan apa saja, termasuk membuang waktu malam minggunya yang berharga dengan pergi ke Chappy Island. Setidaknya ia bisa bersama Rukia, begitu pikirnya.
"Cih!" Geram Byakuya sebal.
"Kau mau kan Rukia?" Pinta Ichigo dengan nada sedikit memelas. Byakuya hanya memberikan tatapan tajam kepada Ichigo.
"Ummm… baiklah!" Jawab Rukia gembira
"Eh?" Byakuya menjawab heran.
"Tidak apa-apakan, Nii-sama?" Tanya Rukia dengan wajah yang ceria dan senyum yang sangat manis sambil menatap mata abu-abu Byakuya.
"….," Byakuya masih menatap wajah Rukia yang amat sangat manis menurutnya
"Terserah kau saja." Kata Byakuya kepada Rukia. Perkataan itu membuat senyum manis semakin berkembang di wajah Rukia.
"Te.. terima kasih, Nii-sama." Kata Rukia kepada Byakuya. Byakuya hanya mengangguk dan memalingkan tubuhnya agar Rukia dan Ichigo tidak dapat melihat wajah Byakuya yang memerah karena melihat senyum Rukia.
"Byakuya, aku pinjam Rukia-nya dulu ya!" Kata Ichigo pada Byakuya.
Byakuya tidak menjawab, menoleh pun tidak. Ia langsung menghilang dari hadapan mereka berdua.
"Brengsek. Dasar Byakuya sialan, aku sedang bicara denganmu tahu!" Teriak Ichigo nmarah sambil bicara sendirian.
"Sudahlah Ichigo! Jangan marah-marah terus, nanti kamu seperti orang gila lho! Hahaha…" Goda Rukia untuk menenangkan Ichigo.
Siang itu cuaca cerah sekali. Matahari bersinar dengan teriknya. Ichigo mengajak Rukia berjalan-jalan tidak jauh dari taman tadi.
"Ichigo?" Panggil Rukia.
"Apa?" Jawab Ichigo.
"Aku capek. Kita istirahat di taman sebentar ya?" Pinta Rukia memelas. Mata violet Rukia menatap lurus mata Ichigo.
"Yah, okelah." Jawab Ichigo. Tanpa basa-basi, Ichigo pun langsung menggendong Rukia.
"I.. ichigo! Turunkan aku!" Pinta Rukia meronta-ronta.
"Kenapa? Bukankah tadi kau bilang capek?" Jawab Ichigo menggoda.
"Ta.. tapi.." Kata Rukia malu-malu.
"Sudahlah."
Ichigo menggendong Rukia hingga sampai ke taman dan menurunkan Rukia dari gendongannya tepat di sebuah kursi yang ada di bawah pohon yang rindang.
"Ada apa, Rukia?" Tanya Ichigo yang heran pada Rukia yang sudah sejak tadi memperhatikannya.
"A… anu… terima kasih ya!" Kata Rukia malu-malu.
"Ya ampun, kamu cuma mau bilang itu saja? Sejak kapan sih kamu yang biasnya kasar itu bias jadi pendiam seperti ini? Sudahlah lebih baik kamu duduk saja." Jawab Ichigo yang heran melihat sifat Rukia.
"I… iya deh!" Jawab Rukia singkat lalu duduk di kursi tersebut.
Ichigo pun tidak menjawab. Ia langsung duduk di sebelah Rukia.
"Rukia?" Panggil Ichigo singkat. Tangan Ichigo pun tiba-tiba memegang tanagn Rukia.
"….?" Rukia hanya menoleh dengan tatapan bingung.
"Rukia, aku suka kamu. Aku mencintamu. Aku menyayangimu. Maukah kamu jadian denganku?" Tanya Ichigo dengan serius. Mata tajamnya itu pun menatap mata violet Rukia.
"Eh?" Jawab Rukia sangat terkaget-kaget.
"Aku tahu, aku sudah pernah mengatakan hal ini dan pada saat itu juga aku telah membuatmu kecewa. Aku berjanji kali ini aku tidak akan mengecewakanmu."
"I… ichigo, aku, aku…." Jawab Rukia terbata-bata.
"Rukia, aku tahu kamu pasti belum bisa menjawab saat ini. Rukia, aku ingin tahu jawabanmu besok. Maaf jika aku mungkin memaksamu untuk menjawab, tapi tidak ada yang lain dihatiku selain dirimu." Kata Ichigo sambil memeperhatikan wajah Rukia yang kebingungan.
10 menit.
15 menit.
20 menit.
Begitulah. 20 menit dihabiskn oleh Ichigo dan Rukia dengan diam. Sampai akhirnya Ichigo membuka pembicaraan.
"Rukia, kitab ke Chappy Island sekarang yuk!" Kata Ichigo dengan senyuman khas miliknya itu, seolah tidak terjadi apa-apa.
"….," Rukia tidak menjawab. Mata violet Rukia tertuju pada mata Ichigo.
"Baiklah!" Jawab Rukia dengan senyum manis. Ichigo hanya bisa melihat senyum manis yang dimiliki oleh gadis pujaannya sambil berdecak kagum.
"Wah indahnya! Semuanya serba Chappy disini. Hebat!" Teriak Rukia kegirangan. Ichigo hanya bisa tersenyum melihat tingkah Rukia yang seperti anak kecil.
Wajar sajalah kalau Rukia terkejut. Namanya saja sudah 'Chappy Island' Sudah pasti kan kalau semuanya serba Chappy. Banyak toko-toko yang menjual souvenir berbentuk Chappy. Ada juga tokoh boneka yang menjual berbagai macam boneka Chappy. Bahkan gula kapas saja berbentuk Chappy. Pokoknya semua serba Chappy.
"Ichigo, kau tunggu sini ya! Aku mau beli gula kapas dulu!" Teriak Rukia dengan wajah yang berseri-seri.
"Tu… tunggu Rukia!" Panggil Ichigo pada Rukia yang sudah lari mendahuluinya.
"Pak, gula kapasnya dua ya!" Kata Rukia pada penjual gula kapas tersebut.
"Silahkan dimakan!" Kata penjual gula kapas setelah membuat Rukia menunggu selama 5 menit.
"Terima kasih, pak!" Kata Rukia sambil menghiaskan senyum manis di wajahnya.
"Rukia, jangan cepat-cepat menghilang dong!" Kata ichigo sambil menghampiri Rukia dengan nafas yang kacau.
"Maaf, maaf. Habisnya kamu lambat banget sih! Kamu mau?" Tanya Rukia sambil menyodorkan gula kapasnya.
"Terima kasih Rukia!" Kata Ichigo sambil mengambil gula kapasnya. Rukia hanya membalas dengan senyuman yang amat sangat manis.
"Ichigo, kita lihat yang itu, yuk!" Ujar Rukia tersenyum riang sambil menunjuk ke sebuah gedung besar dengan spanduk bergambar Chappy diatasnya.
"Apaaa? Tapi itu kan hanya Chappy Theater." Kata Ichigo keheranan melihat. Tingkah Rukia saat ini memang lebih mirip anak SD daripada anak SMA, apalagi hal itu didukung dengan tubuhnya yang pendek itu.
"Memangnya kenapa kalau itu hanya Chappy Theater?" Rukia bingung dengan sikap .
"Tapi itu kan hanya untuk anak SD?" Jawab Ichigo muli kesal.
"Eh?" Rukia menjawab bingung. Mulutnya hampir membentuk huruf 'o'.
"Sudahlah terserah kau saja." Jawab Ichigo menyerah.
10 menit.
20 menit.
30 menit.
Film Chappy tersebut pun akhirnya usai. Ichigo merasa sangat lega setelah menonton film anak-anak yang disukai Rukia.
"Rukia, kita naik itu, yuk!" Ajak Ichigo yang walaupun khawatir Rukia ketakutan, karena sepertinya Ichigo mulai tertarik dengan wahana baru yang satu ini yang ini cukup memacu adrenali.
"Eh?" Rukia bingung karena yang ditunjuk Ichigo adalah duel roller coaster dengan ketinggian yang mengerikan.
"Ada masalah apa, Rukia? Kau takut ya? Dasar anak kecil. Hahaha…" Kata Ichigo iseng sambil memasang senyum yang mengejek membuat Rukia panas.
"Apa? Kau pikir aku takut? Dasar jeruk!" Rukia balas mengejek Ichigo, matanya menunjukkan kekesalan, sedangkan Ichigo hanya tersenyum melihat tingkah Rukia.
Ichigo menarik (baca : menyeret) Rukia untuk segera mengantri. Karena ini wahana baru, tentu antrian juga sangat panjang. Mereka sedang mengantri untuk membeli tiket untuk naik ke roller coaster tersebut.
Ichigo POV
Hihihihi…! Bagus. Rukia kelihatan takut. Wajahnya saja sudah pucat begitu.
Harusnya kalau dia ketakutan kan bisa bilang padaku dan menatapku dengan puppy eyes-nya yang bisa membuat hati siapa pun luluh. Termasuk aku.
Tapi pendek itu benar-benar keras kepala sekali sih! Kalau begitu kita lihat siapa yang akan tertawa, siapa yang akan ketakutan. Nikmati sajalah Rukia.
Hehehehe…
Selamat bersenang-senang, Rukia.
Rukia POV
Sial. Kenapa sih Ichigo harus mengajakku naik begituan segala? Dia kan udah tahu kalau aku takut ketinggian. Apa dia berniat mengerjaiku ya? Awas kau Ichigo!
"Hoi, Rukia! Kau ngelamun aja? Takut ya? Gugup? Atau bersemangat?" Tanya Ichigo dengan senyum yang sangat menyebalkan.
Rupanya Ichigo mulai berniat mengejekku ya? Kau akan tahu akibatnya Ichigo!
"Siapa bilang aku takut? Itu kan hanya kereta panjang berbentuk Chappy dengan arena yang sedikit kacau." Jawabku (sok) santai.
Huft! Kenapa sih dari tadi jantungku nggak berhenti berdetak kencang serasa mau meledak seperti ini? Apa aku benar-benar ketakutan ya? Apa aku lebih baik jujur pada Ichigo kalau aku takut?
Ah, tidak tidak tidak Rukia! Kau harus berani. Jika kau takut, kau akan kehilangan harga dirimu di depan Ichigo, dan itu tidak boleh terjadi.
Baiklah. Sekarang tenang tenang tenang. Aku bisa, aku pasti bisa.
"GYAAAA! KYAAA! WWUUAAAAA!" Suara orang-orang yang sedang menikmati roller coaster itu kok sepertinya mengerikan ya?
Bagaimana ini? Kalau tahu begini, mendingan aku ikut pulang dengan Nii-sama saja ya?
Normal POV
"Oii Rukia!" Panggil Ichigo.
Rukia masih bengong.
"Ruukkiiiaaaa!" Teriak Ichigo di depan muka Rukia yang bengong sedari tadi.
"Kau berani tidak naik itu?" Tanya Ichigo sok nggak tahu kalau Rukia sangat takut?
"Aku…." Jawab Rukia belum selesai.
"Kalau kau tidak berani ya tidak apa-apa. Itu wajar untuk bocah pendek sepertimu." Potong Ichigo yang memang disengaja membuat Rukia naik darah.
"Kau berani atau tidak?" Tanya Ichigo polos.
Padahal sudah jelas-jelas wajahnya pucat ketakutan, eh masih ditanyai kau takut atau tidak. Dasar Ichigo.
"Aku…." Jawab Rukia singkat
============================================ TBC ============================================
Shi-Rika : Maaf ya apdet-nya lama, terus isinya juga gak seberapa panjang *bungkuk-bungkuk*
Ichigo : Betul tuh! Para readers yang baik hati dan tidak sombong serta mau membaca dan mereview fanfic-nya author gaje ini, saya juga ucapkan maaf. Saya dari perwakilan nih author, mohon map karena dia lama buanget apdet-nya. Isinya juga pendek. Tapi bagus kok dijamin.
Shi-Rika : Tumben jeruk satu ini bisa sopan, baek, dan memuji fanfic gue? Ada apa-apanya nih.
Ichigo : Ya jelaslah. Pasti bagus, soalnya itu kan isinya aku dan Rukia tersayangku
Shi-Rika : Udah deh para readers, gak usah dengerin omongan jeruk busuk ini. (dibankai Ichigo FC)
Rukia : Eitzz…! Sejak kapan kamu menyebutku dengan "Rukia tersayangKU"?
Byakuya : Senbonzakura kageyoshi. Ayo balas review! (nada cool berwibawa)
Ichigo : A.. yo… (nada parau habis dibankai byakkun.)
Shi-Rika : dari Yanz Namiyukimi-chan, hah? Ada fic yang sama kayak gini? Huuaa maafkan saya siapapun itu, karena saya telah membajak fic anda (nangis gaje)*maaf maaf maaf* btw, thanks review-nya.
Ichigo : ayano646cweety yey belum tentu tahu. Lihat aja di chap ini. Chap selanjutnya gue masigh ga tau. Ntar kalau tahu gue kasih bocornya deh. Makasih udah selalu ngikutin ni cerita.
Rukia : ini belum tentu byaruki lho. Bisa ajha jadi Ichiruki. Tergantung author. Arigatou for review n' saran.
Byakuya : chariot330 biasa aja walaupun ketinggalan atau nggak. Ichigo emang brengsek dan pantas mati. *deathglare ke Ichigo* gue lembut? Masa' sih?
Rukia : Nii-sama, jangan dingin gitu dong ama yang review. Harusnya kan : tidak masalah kok ketinggalan atau nggak. Yang penting kamu sudah bersedia review dan baca nih fanfic. Gitu dong. Ulangi!
Byakuya : iya iya. aRaRaNcHa gue jadi lembut masa' sih? Maaf d chap ini g d ague gara2 author bego itu. Makasih udah review
Shi-Rika : Shiina Yuki Ini baru di apdet. Maaf ya telat. Review lagi mau kan?
All : mohon review-nya ya! Siapa pun bisa review kok, baik yang anonymous atau yang lainnya. Tolong ya?
Shi-Rika : maaf kalau sebelumnya yang gag-login ga bisa review. saya salah mencet. maap. tapi sekarang sudah bisa review kok. tolong ya!
